Baru kali ini baca buku contemporary romance dgn gabungan historical fiction dan suspense, dan saya lumayan menyukainya.
George Bellamy adalah kakek sepuh yg sedang sekarat dan diurus oleh perawat baru bernama Claire Turner. George memiliki cucu kesayangan, Ross Bellamy yg adalah tentara yg dikagumi sang kakek, dan diam-diam George mau menjodohkan Ross dgn Claire.
Banyak flashback ttg George dan adiknya, Charles dan istrinya, Jane, kisaran tahun 1944 - 1955. Saya terbawa suasana tahun tsb, masa perang, masa baby boomer dan tahun 50an dgn dansa jive-nya yg keren. Mereka bertiga adalah Three Musketeers yg selalu bersama-sama, saat George mengalami polio, Jane dan Charles menghiburnya, tetapi beranjak dewasa, ternyata Jane lebih memilih Charles drpd George. Namun George dan Jane sempat sekali berhubungan intim saat Jane bertengkar dgn Charles. Dan ketika mereka rujuk kembali, George tidak bisa menerima bhw mereka tetap kukuh utk menikah walau tidak direstui oleh keluarga mereka. Jadi ketika George memutuskan utk reuni dgn adiknya setelah 55 thn tidak pernah berkomunikasi lagi, bagaimana reuni ini bakal terjadi?
Di pihak Claire sendiri ternyata memendam rahasianya sendiri juga. Claire pernah menyaksikan dua pembunuhan berdarah dingin dan sedang bersembunyi dari si pembunuhnya. Bisakah hubungannya dgn Ross berjalan mulus??
Yah sebenarnya kisah cinta Ross dan Claire cenderung dataaaaaaarrr aja.... bebas hambatan spt jalan tol, kurang lika-liku banget kecuali masa silam Claire. Keluarga Bellamy cenderung sangat ramah dan nrimo orang luar walaupun juga ada yg su'udzon seperti Ivy. Menurut saya, kekuatan novel ini justru pada flashback masa lalu George Bellamy dan Claire Turner yg bikin saya super kepo. George yg sentimental dan keras kepala ini kadang lucu juga, seperti saat dia kolaps, dia tidak mau dibantu supaya hidup bahkan demi Ross, itu yg dia katakan.
Kecuali Claire Turner yg mendapat ending dramatis, yg lainnya berlangsung nyaris tanpa drama dan sangat kekeluargaan. George Bellamy memang berhak mendapat kebahagiaan sempurna tsb. Pelajaran dari orang sekarat ini adalah sebelum mati, kita harus menyelesaikan semua yg belum dilaksanakan sebelumnya, supaya mati tanpa penyesalan.