What do you think?
Rate this book


174 pages, ebook
First published January 1, 2018
"Menekankan 'harus begini', kemudian bersikap ngotot, dan berpikiran sempit akan menyebabkan hilangnya fleksibilitas. Ketika fleksibilitas hilang, penderitaan pun akan bertambah. Akan muncul pikiran 'Padahal sudah berusaha keras, tapi kenapa tidak ada hasilnya?' dan mungkin akan melampiaskan kekesalan pada orang lain." (hlm. 60)
"Tidak ada ketentuan kalau kita harus menjalani kehidupan yang sama dengan orang lain. Bulatkan tekad bahwa 'ini hidup saya'. Bagaimanapun manusia hanya bisa menjalani hidup 'sebagaimana dirinya'. Cobalah untuk mengingat itu ketika merasa lelah hidup dipermainkan orang lain." (hlm. 148)
“Hidup sungguh seperti mendaki gunung, ada tanah datar dan ada juga puncak. Ada jalan rata dan ada juga jalan terjal yang curam.
Cobalah untuk memahami bahwa hal itu bukan hanya menimpa diri sendiri, tapi ‘memang begitulah hidup.’”
Memperkirakan serta mempersiapkan masa yang akan datang barangkali memang penting, tapi sia-sia saja jika kita mencemaskan apa "yang saat ini tidak bisa diubah."Karena metode self-help itu bersifat cocok-cocokan, maka ada baiknya memodifikasi saran untuk diri sendiri. Sebagai contoh, saya adalah seseorang yang punya keinginan di masa depan. Tentu saya tidak bisa menelan mentah-mentah saran dr. Tsuneko tentang 'hidup untuk hari ini'. Tetapi dari bukunya, saya mendapat insight tersendiri bahwa cita-cita, passion, atau apapun itu hanyalah titik mula yang mengarahkan manusia. Berhasil tidaknya ia mencapai cita-cita sudah bukan dalam kuasanya sendiri, melainkan ada campur tangan arus kehidupan. Dan ia harus belajar berdamai soal itu.
Percuma saja terus mengkhawatirkan hal di masa yang akan datang, toh nantinya tidak akan berjalan sesuai rencana -hal.68