"Ada jodoh yang ditemukan lewat tatapan pertama. Ada persahabatan yang diawali lewat sapa hangat. Bagaimana jika takdir bersama ternyata, diawali dengan pertarungan mematikan? Lantas semua cerita berkelindan dengan, pengejaran demi pengejaran mencari jawaban? Pulang-Pergi."
"Jangan mau jadi kritikus buku, tapi TIDAK pernah menulis buku."
"1000 komentar yang kita buat di dunia maya, tidak akan membuat kita naik pangkat menjadi penulis buku. Mulailah menulis buku, jangan habiskan waktu jadi komentator, mulailah jadi pelaku."
Kecewa. Setidaknya ada dua hal yang membuat saya kecewa. Pertama, karena penerbitnya sudah berganti. saya selalu suka terbitan dari penerbit sebelumnya. Ukuran bukunya tidak terlalu besar, fontnya juga enak di baca. Dan selau ada catatan kaki pada bahasa asing yang digunakan. pada buku ini, penerbit seperti hanya bertugas untuk menyusun saja. setidaknya ada 5-6 kesalahan penulisan yang masih saya temukan.
Kedua. Awalanya saya rasa ada perubahan gaya penulisan dalam buku ini, atau malah isu co-author dalam penulisan buku pergi itu benar adanya. jika benar, maka kemungkinan besar cerita dalam buku ini bukanlah karya seutuhnya dari bang Tere. mengapa demikian? setidaknya saya tahu akibat cara White menjawab Bujang. Pada dua buku pertama ia selalu menuliskan "Aye Aye". Terkesan aneh, tapi itu sudah menjadi ciri khasnya dalam menjawab perintah bujang. Sedangkan disini, White dengan lugas menjawab " Siap Laksanakan Bujang" Tidak ada Aye Aye lagi. Selain itu terlalu banyak DOR. TRAT! dan sejenisnya. Akhrinya Novel ini tak lebih dari aksi kejar kejaran yang menjemukkan. Temponya terlalu cepat, cepat di habiskan dan hanya kekecewaan yang didapat.
Dan tidak ada yang lebih mengecewakan saat mengatahui ending dari buku ini "Hanya begitu saja". Kupikir akan terjadi recall seperti pertarungan Bujang dan Baasyir seperti pada bukup Pulang. namun apa daya, ending dari buku ini hanya mengulangi kekecewaan pada buku Pergi.
Saya sebagai penikmat karya anda, memebeli buku anda yang original, ingin menyampaikan pandangan saya. oh iya, ini bukanlah sebuah kritik, ini hanya rasa yang ingin saya tumpahkan. seperti kata bang Tere. Kritik itu tidak ada artinya jika sang pemberi kritik tidak pernah menulis buku.
❝Prinsip mereka sederhana, fokus mengurus hidup sendiri, dibanding mengurus hidup orang lain. Sepanjang orang lain baik dan sopan, maka mereka juga baik dan sopan.❞ —Page 279, 337
•••
WOAH! Akhirnya bisa melepas rindu sama Si Babi Hutan/Bujang/Agam setelah ±2 tahun lamanya! Who's as excited as I am?
Oh iya, perlu diinget, Pulang-Pergi bukan gabungan buku Pulang (2015) dan Pergi (2018) ya! Pulang-Pergi merupakan buku ke-3 dan kelanjutan cerita Si Babi Hutan.
Cerita bermula pada acara pertunangan/pernikahan antara Bujang dan Maria—putri tunggal Otets, pemimpin Bratva dari Rusia. Sayangnya, acara itu berakhir tragis dan berubah menjadi arena pertarungan mematikan karena penghianatan Natascha. Siapakah Natascha? Mampukah Bujang dkk selamat dari kejaran Natascha dan para pembunuh bayaran?
Pulang-Pergi ini bener-bener full action dimana kita dibuat takjub dan deg-degan dengan aksi pelarian Bujang dkk. Pace-nya pun cukup cepat, mungkin karena bergabungnya Thomas. Eits, sisipan humor khas Tere Liye tetep menghibur kok! Apalagi dengan kehadiran Salonga, Yuki, Kiko, White, bahkan Junior! Gak cuma itu, sentuhan romansanya pun sangat pas. Bujang dan Maria gemesin banget! Yass! My ship is sailing! ⛵
Membaca buku ini serasa diajak berpetualang ke negara-negara Baltik. Bermula dari Saint Petersburg, Estonia, Latvia, Ukraina dan berakhir di titik semula. Pembaca pun diajak berimajinasi mengikuti segala pertarungan Bujang dkk.
Honestly, I was speechless and excited the moment I finished this book. Certainly, it's such an epic and exciting story! Aku suka dengan gaya bercerita Bang Tere yang selalu seru untuk diikuti. Meski twist-nya gak begitu mengejutkan dan masih ada typo, tapi aku sangat puas dengan buku ini! Gak sabar ngikutin Bujang dan Thomas di serial Aksi!
•••
#tiareadsbooks #tiawritesreviews
GILA SIH INI KEREN BANGET! PLEASE, I NEED TO READ BEDEBAH DI UJUNG TANDUK RIGHT AWAY! ASLI INI EPIC SIH! GONNA WRITE THE REVIEW SOON!
speechless. dari buku sebelumnya aja udah kesel karena kok bisa-bisanya ketemu Thomas, tokoh utama dari sekuel Bang Tere yang lain. lah, makin kesel pas ada buku ini. beneran dibuat ketemu dan berlaga bareng, hadeu
di buku ini, dilihat dari judulnya, merupakan gabungan kedua sekuel tentang Bujang Si Babi Hutan, sang penyelesai konflik tingkat tinggi, tukang pukul nomor 1 se-Asia Pasifik! Ciamik kali. jadi, harusnya sejak awal bisa sedikit diterka, kalau yang lebih dominan ya, cerita tentang Bujang, meskipun ada Thomas, yang di sebelah juga merupakan tokoh utama.
Bujang.. keren banget, wkwk. Thomas.. ga kalah :") tolong banget jangan ada yang garap jadi film, ya, semoga. gausah, plis banget, terlalu di luar jangkauan. ga ga ga, tolong jangan, ya, hehe. mav saya skeptis ~
kalau udah baca bukunya dengan urut, sih, pasti bisa agak keterka ya, bakal bahas siapa di sini. coba inget-inget hal apa yang menggantung di serial sebelumnya? ;)
lalu, hm, karena ada Thomas apa gimana, ya, durasi cerita dalam novel ini jadi cepat. Pulang dan Pergi punya jalan cerita yang lama, hitungan bulan dan tahun. tapi dalam buku ini hanya dalam hitungan hari, khas sekuel Negeri. wah, kayak roller coaster, pokoknya. lawaknya tetep ada, apalagi kalau bukan karena mereka pada ketemu: si kembar vs twin vs Salonga.
diungkap juga romansa Mr. Salonga. dan....
yanggggg paling menakjubkan di bagian awal adalah: Bujang akan melepas status bujang (?!) yanggg pualingg menyebalkan di bagian akhir adalah: coba tebak apa? haha yap! excatly. buku 'duet' lanjutan. hwah, kesel ga saya spoiler? dan yap, tepat sekali. buku itu judulnya adalah perpaduan dari buku 1 dan 2 sekuel Negeri yang bintangnya Thomas, "Bedebah di Ujung Tanduk"
kesel gaa reader? judulnyaaa hmm bgtt wkwk
intinya, sebagai novel action, ini cukup sukses membuat ikut degdegan, menebak-nebak, eh tapi ada beberapa part yang saya bisa nebak, sih. tapi ini bukan klaim kalau "mudah ditebak", cuma nggak sengaja bener aja nebaknya. itu pun nggak langsung, tapi lama, setelah mendaras berbab-bab, coba menerka-nerka hal lain juga.
buku ini asik karena banyak kejutannya :) ada bumbu-bumbu 'relate to nowadays' yang bikin gemes. misalnya tentang virus yang tengah mewabah saat ini, sistem demokrasi, dan..yah, temukan sendiri, yaw ;)
yang juga nggak boleh dilupa adalah: risetnya! luar biasa tanpa riset yang baik, buku ini pasti bikin kita bertanya-tanya, ini maksudnya apa, itu arahnya ke mana. walaupun memang ada beberapa part yang hal begini disengaja untuk menimbulkan kesan geregetan dan penasaran. tapi tipe yang begitu nanti pasti akan dibuka kartunya.
dah lah, pokoknya ga mengecewakan, as always. dan sedikit penegasan: ini buku yang berbeda dari Pulang dan/atau Pergi, ya. ini bukan sekuel yang bukunya dijadikan 1. bukan. memang buku yang lain, buku yang baru, kisah yang lain, kisah yang baru (dan nyebelin). tabik!
Akhirnya aku paham kenapa ada yang kecewa sama buku ini.
Selain ganti penerbit, ada secuil gaya bahasa yang berubah. Hanya beberapa, tidak akan disadari oleh mereka yang tidak terlalu teliti. Contoh saja: White tidak bersama 'Aye, aye'-nya lagi. Bagi beberapa orang, ini sungguh berarti.
Tapi tak apalah. Kita sebagai pembaca, ya, menikmati saja. Toh, seharusnya kita senang karena Bang Tere memberi lanjutan kisah antara Bujang-Maria. Di buku ini juga diceritakan kisah cinta Salonga--yang notabenenya orang tua menyebalkan. Semua itu cukup membuat hati ini bahagia.
Ini novel terbaru dari salah seorang penulis kondang Indonesia, terbit persis di tahun baru 2021, dan karena kubeli dengan cara prapesan (preorder) melalui TB Gramedia daring, sudah kuterima tanggal 8 Januari 2021. Di halaman sampul belakang dinyatakan bahwa ini Novel Remaja +15. Namun, aku yang sudah gaek juga sangat menikmatinya. Fiksi jenis aksi tentang kehidupan para ‘bedebah’ shadow economy. Pertarungan demi pertarungan yang melibatkan tukang-tukang pukul terlatih, penembak pistol mahir, pembunuh bayaran, petarung, ahli drone, ninja, hingga ke mantan marinir yang menguasai senjata-senjata berat seperti bazooka, RPG-7, disamping senapan serbu sejenis AK-47. Buku ini merupakan lanjutan dari dua buku sebelumnya, yakni “PULANG” dan “PERGI”. Pembaca akan diajak kembali bertualang dengan tokoh utamanya, Bujang, aka “Si Babi Hutan”, alias Agam. Mantan tauke besar keluarga Tong, penguasa shadow economy Indonesia. Bujang diancam harus segera mengawini Maria, putri penguasa shadow economy di Rusia, Otets, yang berhasil dikalahkannya dalam duel pistol dan berhak mengawininya. Namun, Bujang membujuk Salonga, guru dan sahabatnya untuk menunda perkawinan itu. Salonga mengajak murid barunya, Junior yang baru berusia 18 tahun. Apa yang terjadi kemudian? Otets dikhianati pengawal kepercayaannya, Natascha dengan pasukan elit Black Widow, yang direkrut, dilatih, dan dipimpinnya sendiri. Terjadilah pertarungan hidup mati antara Bujang, Maria, Salonga, Junior, dan Thomas melawan Natascha dengan pasukan elit wanitanya, Black Widow, pembunuh-pembunuh sadis. Kelompok Bujang berhadapan pula dengan para pembunuh bayaran yang diimingi Natascha dengan bayaran yang luar biasa tinggi. Untung saja Bujang dapat menghubungi cewek kembar ninja terlatih, Yuki dan Kiko, sahabat dan cucu gurunya, guru Bushi. Bergabung pula White, sang mantan marinir yang “hutang nyawa” pada Bujang. Memang, buku ini baru nikmat dibaca bila sudah membaca kedua buku terdahulu sehingga mengenal tokoh-tokoh yang dikemukakan di atas. Malah, bisa lebih menikmatinya lagi bila juga sudah membaca dua buku Tere Liye yang juga best seller, yakni, “Negeri Para Bedebah” dan “Negeri di Ujung Tanduk” yang sangat bersinggungan dengan kisah-kisah Bujang. Ini juga bukan buku terakhir serial ini, masih akan dilanjutkan dengan buku yang berikutnya, yang akan berjudul “Bedebah di Ujung Tanduk”. Sebagai sebuah hiburan, buku ini layak dibaca. Penulis memang tukang cerita jempolan. Kita bisa terpukau dibuainya. Apalagi, kisah ini dibumbui dengan perjalanan darat dari St. Petersburg menyusuri perbatasan Estonia, Belarusia, Chernobyl, hingga ke Kiev, ibukota Ukraina. Sungguh, sebuah bacaan yang renyah, gurih, dengan bumbu yang lezat. Jadi tak sabaran menunggu lanjutannya.
Medan, 15 Januari 2021, 17.50 WIB DARWIN SALIM SITOMPUL
Gila gila gila gila gilak! Keren sekaliii... Super non-stop action! Kayak dari halaman 60 tuh petualangannya dimulai dan gak berhenti sampai halaman terakhir. Keren sih ini Tere Liye! Dan yang bikin tambah mind-blowing adalah adanya Thomas di universe-nya Bujang. Di buku Pergi, Thomas mah cuma sepintas lalu aja, tapi di buku ini Thomas benar-benar involved di ceritanya. Keren. Bujang dan Thomas digabungin mah udah gak usah ditanya kerennya bagaimana. Tapi walaupun begitu, tetap ceritanya menonjolkan tentang Bujang, karena originally ini ceritanya Bujang. Tapi, Kawan. Bukan Tere Liye namanya kalau cerita selesai sampai di sini, tentu saja tidak, masih ada kelanjutannya, buku selanjutnya berjudul Bedebah di Ujung Tanduk, yang tidak tau akan rilis kapan. But can't wait, pasti keren juga dan dari judulnya, ini kayaknya bakal menonjolkan Thomas, kayak gantian Bujang yang di universe-nya Thomas. Ngebayanginnya saja sudah keren sekali. Seperti yang sudah dimention di atas, ini tuh non-stop action sekali, sampai-sampai super deg-degan dan tahan napas ketika membacanya. Walaupun non-stop action, tetap ada sentuhan komedi di sana-sini khas tulisan Tere Liye. Gak ada habisnya pujian untuk Tere Liye ini, karena memang sekeren itu. Call me fanatic, tapi Tere Liye nih memang keren sekali yaaa, his genre range tho, kayak gak ada genre yang gak ditulis sama dia. Mungkin itu kenapa banyak yang menduga kalau Tere Liye gak nulis sendiri buku-bukunya, kayak ada back-up writer gitu, lupa istilahnya apa. Nevertheless, I still like his books, terserah bagaimana di belakang layar, I will always read his books, as long as I enjoyed his books. Ohya, suka juga dengan karakter baru di ceritanya Bujang ini, Junior. Junior nih super perfect. Keren, kalem, gak banyak omong (atau malah gak pernah ngomong hahaha) tapi semua yang dia lakukan ada hasilnya. Semoga di buku-buku selanjutkan, Junior tetap eksis 🤞
Udah bingung banget harus berkata-kata kayak gimana lagi. BAGUS BANGET BUKU INI. PARAH.
Alurnya bener-bener cepet banget, beda sama 2 buku Bujang sebelumnya. Mungkin faktor ada Thomas dan 2 buku Thomas sebelumnya punya alur yang super cepat juga. Bener-bener pembaca diajak 'kabur di Rusia'. Perfect.
Banyak banget adegan aksinya dan itu keren. Strategi perangnya keren. Keluarga. Persahabatan. komedi. Sedikit banget bumbu percintaan juga ada. Lengkap.
Yang pasti selalu ada, pesan, makna, pembelajaran hidup. Makna dari 'pulang-pergi', makna menghormati perbedaan pendapat, makna keseimbangan 'alamiah'. Semuanya dapet, rapih banget alurnya yang maju-mundur, karakter tokohnya, detail tempat, bahkan fakta sejarah!
Gak sabar banget nunggu buku selanjutnya "Bedebah Di Ujung Tanduk" dan pastinya melihat kolaborasi Bujang x Thomas lainnya❤️
Kekurangan buku ini kecil banget: typo & terlalu banyak 'efek suara senjata' yang kadang agak mengganggu.
Perang melawan Master Dragon telah usai, begitupun Bujang yang sudah mendapat jawaban akan dibawa pergi kemana keluarga Tong.
Petualangan Bujang berlanjut, diawali dari perjodohannya dengan Maria, putri Otets pemimpin brotherhood Bratva. Perjodohan, pertunangan bahkan dipercepat menjadi pernikahan. Pernikahan megah seorang putri penguasa shadow economy Rusia berubah menjadi aksi balas dendam, kekacauan terjadi dan Bujang harus lari dan sembunyi serta menghadapi para pembunuh bayaran yang mengincarnya serta Maria. Kali ini Bujang tidak hanya ditemani Salonga, sikembar Yuki Kiko dan White tapi juga Junior yang merupakan murid Salonga dan Thomas si penasihat keuangan (Negeri para bedebah dan Negeri diujung tanduk)
Berbeda dengan dua novel sebelumnya, Pulang-Pergi mengambil sudut pandang orang ketiga sehingga kita lebih banyak tahu dan tidak terbatas dari sudut pandang Bujang saja. Tempo cerita yang cepat dan tidak bertele-tele lalu adegan perkelahian, baku tembak, adu jotos, kejar-kejaran mewarnai novel ini, dengan latar tempat Rusia dan negara disekitarnya. Interaksi serta percakapan para tokohnya yang membuat suasana tidak terlalu tegang dan serius serta hubungan Bujang dan Maria yang walaupun hanya sedikit tapi mampu membuatku tersenyum. Ending yang apik dan tentu saja berhasil membuat pembacanya penasaran dan tak sabar menunggu kelanjutannya.
Ada beberapa hal yang disayangkan dari novel ini, diantaranya kesalahan pengetikan (dikit banget), dan juga sosok 'musuh sebenarnya' yang tidak terlalu dimunculkan hanya di beberapa chapter ending saja tapi untuk yang ini mungkin Tere Liye punya rencananya sendiri karena novel ini masih berlanjut.
Kesimpulan yang bisa aku dapatkan dari ketiga novel ini, selain tentang perjalanan hidup Bujang mengenai hakikat Pulang dan Pergi adalah, yaitu dendam sangat berbahaya, dendam bisa melahirkan monster yang pada akhirnya berulah dan menyebabkan kehancuran. Tidak aneh memang karena yang kita bicarakan adalah dunia gelap -shadow economy, dimana pertumpahan darah selalu ada, kematian adalah hal yang pasti tanpa memandang siapapun itu, baik atau jahat.
This entire review has been hidden because of spoilers.
WOW!!! ketika menyelsaikan buku ini. Untuk kalian yang sudah membaca Pulang dan Pergi pasti penasarankan sewaktu “Pulang-Pergi” rilis. Like me :-D yang sampai speechless. Bujang si Solved Problem tingkat tinggi yang sebelumnya bersebrangan dengan Thomas, sekarang malah dijalan yang sama. Kalian yang sudah membaca Negri Para Bedebah pasti tau betul siapa Thomas. Dan bukan hanya mereka berdua tetapi bersama Tuan Salonga dan seorang murid terbaiknya yang luar biasa dan selalu penuh kejutan. . Di “Pulang-Pergi” ini si Bujang akan menikah :-D dengan Maria, putri satu-satunya dari Otets seorang penguasa shadow economy di Rusia. Ternyata pesta yang dianggap penuh bahagia itu berujung pertumpahan darah karena pengkhianatan yang dilakukan Natascha pengawal kepercayaan Otets dengan pasukan elit Black Widow yang dia rekrut dan latih sendiri. Siapa dan apa alasan dibalik pengkhiatan yang dilakukan Natascha? Siapa pendukung dibalik aksi Natascha? Disinilah aksi Bujang, Tuan Salonga, Maria, Thomas dan murid handal Tuan Salango untuk menaklukan Natascha membuat kita sebagai pembaca ikut menebak-nebak dan was-was seperti apa serangan dari Natascha yang akan dihadapi kawanan Bujang? . Mulai dari pembunuh bayaran, ahli bom dengan menggunakan teknologi drone, twins sister ninja, mantan marinir, penembak pistol terhandal, senjata seperti bazooka, senapan AK-47, RPG-7 semua akan kalian temukan dalam cerita ini (sampai buka google untuk cek seperti apa sejata” ini). Tidak hanya aksi keren kawanan Bujang saja yang membuat cerita ini benar-benar lengkap, tetapi percakapan” singkat antara Maria dan Bujang yang sweet menambah warna lain. Bang Tere Liye luar biasa membuat setiap karakter saling berkaitan/ terhubung walau datang dari cerita yang berbeda dan benar-benar penuh dengan kejutan-kejutan yang tidak pernah terbayangkan pertama kali membaca buku ini (Berapa lama Bang Tere Liye melakukan riset untuk cerita sebagus ini?).
"Entahlah hidupku selalu saja dipenuhi dengan pertanyaan. Aku tidak tahu harus pergi kemana sekarang, dan Aku juga tidak tahu harus pulang kemana. Pulang Pergi. Hidupku hanya berputar-putar di persoalan itu saja."
(Ujar Bujang kepada Maria dalam novel 'Pulang Pergi')
Histeris..Itulah ekspresi yg menggambarkan kekagetan kami waktu tahu Ada kelanjutan kisah Bujang setelah terakhir berdialog dgn kakaknya Diego pada ending novel sebelumnya. Yup, kali ini Tere Liye kembali memanjakan Kita dengan keseruan petualangan Bujang cs setelah meninggalkan Keluarga Tong yg telah membesarkannya..
Banyak sekali twist dan kejutan yg disampaikan pada Cerita ketiga kisah Bujang ini.. Bujang yg sudah memutuskan tidak bergabung lg dgn Keluarga Tong masih saja harus bertarung dgn para tokoh antagonis di novel ini. Ditemani dgn sahabat terbaiknya Guru Salonga si ahli pistol, Duo nyentrik asal Jepang si kembar Yuki dan Kiko ditambah koki ahli mantan marinir si White, Bujang kembali berjuang memperebutkan misi Tak terduga dalam novel ini. Dan yg paling upredictable, Ada 3 tokoh keren yg bergabung pula dlm 'avengers' versi Bujang.. Siapakah mereka?? 😄😄
Para rival dan tokoh antagonis dlm novel ini semakin menarik dan lebih jagoan dibandingkan novel2 sebelumnya.. Terinspirasi dari berbagai tokoh fiksi yg Ada Kita bisa menyaksikan black widow sampai fast furious terlibat dlm aksinya Bujang..Makin penasaran kaan..
Apalagi utk memenuhi harapan pembaca, Tere Liye berhasil memberikan quotes2 dan dialog2 romantis bagi seorang Bujang yg dibesarkan dlm dunia shadow economy. Ditambah dialog2nya ga sekedar percintaan ala abege labil tapi tetep sweet Dan bikin para pembaca senyum2 sendiri ngebayanginnya..😆
Hayoo,,udah ga sabar pengen lihat aksi Bujang selanjutnya kan yaa? Yuk segera cek toko buku terdekat 😄😄📚
Dengan adanya serial ini, saya jadi menyukai novel-novel aksi. Walaupun kadang saya kurang bisa membayangkan bagaimana suatu adegan aksi itu bisa terjadi, tapi tetap novel aksi Tere Liye ini sangat nyaman dinikmati. Novel ini full aksi, kisah romance nya tipis tapi menurut saya pas, seperti beberapa novel Tere Liye yg lain. Humornya sangat segar. Dengan ending yang seperti itu, sepertinya akan ada kelanjutan dari novel ini. Overall, saya sangat suka sekali novel ini. Di novel kali ini lebih banyak tokoh yang berperan dalam 1 adegan cerita, sehingga percakapan banyak terjadi dalam beberapa arah. Ditunggu novel aksi selanjutnya
Kisah perjalanan—ya pulang ... pergi ... pulang ... pergi—begitu selalu kata Bujang (aku lebih suka menyebut nama aslinya, Agam). Pertemuan kembali dengan Thomas, bedebah dari para bedebah.
Pertemuan dengan masa lalu, pengkhianatan ya novel action Tere Liye memang tidak pernah jauh dari pengkhianatan. Teknologi yang semakin keren dalam setiap pertarungan. Dan seperti biasa, ending yang yaa kau simpulkan sajalah sendiri. Novel yang menyenangkan dibaca disaat kepala sedang pusing dengan dunia, karena akan menambah pening kepala kalian dengan alurnya. I love it 👌🏻
Dari lima buku serial aksi yang sebenarnya masih ongoing, buku Pulang Pergi ini jadi favorit saya. Suka dengan karisma Bujang, serta timnya Bujang yang solid, dan tentu saja bergabungnya Thomas—si konsultan keuangan yang tampan ini jadi makin menambah semarak keseruan aksi-aksi yang mereka gencarkan dalam melawan para penjahat. Kehadiran Maria juga jadi mengenal sisi lain Bujang. 🥰
saya adalah pengggemar berat tere liye, tapi jujur saja, buku ini mengecewakan menurut saya. banyak kesalahan pengetikan di dalam buku, seperti karakter thomas dan bujang yang sering tertukar. dan banyak kesalahan referensi, seperti ninja yang membawa pedang katana, padahal ninja tidak bisa melakukan kenjitsu layaknya samurai. dan saat yuki dan kiko ke restoran white, di sana gurunya bujang (saya lupa) mengucapkan oyasumi untuk menyapa yuki, padahal oyasumi artinya "selamat tidur," kalimat yang benar adalah "konbanwa" yang artinya selamat malam.
itu saja untuk kesalahan teknis. kalau dari segi cerita, ceritanya sudah bagus. tetapi cenderung mudah sekali ditebak. sangat templaty, plot armor untuk karakter-karakter penting sangat terlihat, jadi kita bisa membedakan mana karakter yang "disayang" oleh author dan mana yang hanya karakter pelengkap. seperti otets yang mati dengan sangat mudah, sedangkan bujang dan kelopoknya alot sekali keserempet peluru.
selebihnya, untuk plot bagus, rapi, terlalu rapi sampai terkesan templaty. dan konsepnya saya suka, berhubung saya suka hal-hal seperti dunia mafia/yakuza. sekian review saya. bisa di beritahu atau di sangkal kalau review saya ada yang kurang pas
Seru banget! Tere Liye kembali dengan novel terbarunya yang merupakan lanjutan seri Negeri di Ujung Tanduk dan Pergi yang digabung menjadi satu seri. Kenapa? Karena di novel ini, Thomas ikut gabung dalam kisah Bujang.
Seri lanjutan novel Pergi ini cukup menegangkan. Tere Liye pintar sekali memainkan tempo cerita, kapan harus gas dan rem. Di setiap bab-nya juga selalu ada kejutan. Bahkan sampai akhir cerita, kejutan terus diberikan.
Sudah, itu dulu saja. Review selengkapnya menyusul.
Oke, sampai jumpa di buku Bedebah di Ujung Tanduk.
Singkatnya, Bujang yang berharap akan keajaiban menunda pernikahan dengan Maria justru mendapati anak buah terkuat Otets, Natascha berkhianat. Hal ini menjadikan Bujang dkk menjadi kelinci perburuan oleh seluruh pembunuh bayaran mematikan.
Seperti karya lainnya, saya tetap kagum dan sangat menikmati Pulang-Pergi karya bang Tere. Utamanya plot twist-plot twist yang akan ditemui. Sangat tidak sabar untuk membaca petualangan lanjutan Thomas dan Bujang.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Tempo ceritanya cepat banget & gak bertele-tele. Penuh perkelahian baku hantam & berkejar-kejaran, di tengah itu ada percakapan yang bisa bikin aku ketawa adegan topi salonga terbang & bikin senyam-senyum ketika membaca percakapan Maria dengan Bujang.
Latar cerita di Rusia yang kece banget. Aku sampai search di Google juga, Saint Petersburg.
Kekurangannya buku ini ada salah ketik huruf yang seharusnya buru-buru malah jadi baru-baru (Hlm. 19) & salah ketik nama yang seharusnya nama Bujang malah nama Thomas yang muncul (Hlm. 146).
Cerita ini memberikan pesan tentang saling menghormati keputusan teman & untuk tidak menikam orang dari belakang, karena itu adalah tindakan seorang pengecut, hanya pengkhianat yang melakukannya.
Huah.. aku tak sabar menanti kelanjutannya cerita ini di buku Bedebah Di Ujung Tanduk.
Buku yang selalu berhasil bikin begadang karena asliiiii seru banget! Cerita actionnya selalu terdeskripsikan dengan jelas jadi bisa membayangkan secara utuh kejadian yang lagi diceritain. Kadang juga kasih sedikit gambaran cerita di novel sebelumnya untuk orang-orang yang pelupa (seperti sayah). Apalagi ada Thomas dari serial novel lain tuhhh wahhhh makin menegangkan ceritanya.
Buku tere liye tidak pernah menghampakan. Sangat menarik. Penulisan yang bagus. Penceritaan yang mantap. Gabungan watak Thomas dari negeri para bedah dan negeri di ujung tanduk.
Saya mampu habiskan dalam sehari disebabkan terlalu teruja membaca sambungan dari novel Pulang dan Pergi ini.
Tak sabar tunggu sambungan Bedebah di Ujung tanduk.
Bagi rakyat Malaysia, buku ini mudah difahami walaupun bahasa Indonesia. Karya yang hebat. ❤️❤️❤️ Penulisan Tere Liye sangat mempesonakan!
Ngga seperti dua buku sebelumnya, saya agak sedikit kecewa dengan endingnya, sosok Diego yang spertinya bisa di kembangkan lbh hebat tp hanya berakhir secepat itu. Ngga ada "surprise" sprti dua buku sebelumnya. Yah, cukup kecewa dengan yg ini.
Aku perasan penulisannya sedikit berbeza dengan Pulang dan Pergi - yang terutama adalah pemilihan sudut pandangan ketiga berbanding pertama. Bagaimana aku boleh perasan? Tentunya sebab mengulang baca Pulang dan Pergi sebelum membaca yang ini - sudah terlalu lama kubaca dua novel terdahulu sehingga terlupa apa yang dilalui Bujang. And I was glad for that decision.
Yang mengesankan dalam novel yang ini adalah perjalanan sepanjang-panjang penceritaan sampai aku siap membuka Google Maps melihat negara-negara yang direntasi Bujang dan timnya. Aku suka dibawa mengembara begitu, apalagi di waktu pandemik begini.
Dalam tiga novel ini, aku rasa Pulang yang sangat dalam perihal perjalanan dalam diri Bujang. Kali ini kelihatannya seperti banyak terkait perjalanan 'luaran', tapi entah aku merasakan ada yang tersirat di sebaliknya. Kekecewaan Salonga yang berkali-kali disebut berkenaan pilihan Bujang untuk dikejari, bukan mengejar, mengetuk ruang fikirku. Keutuhan dan dinamik pasukan kecil mereka juga melekat di ingatanku - terutama bila Thomas tidak gembira dengan keputusan Bujang.
Would be interested to see how the story unfolds after this. Thank you for the writing, Tere Liye.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Rekor kelar baca 2 hari. Emang se-page turner itu. Pacenya cepat, rangkaian kejadian cuma 2-3 hari. Buku 3 ini lebih rame dengan munculnya tokoh2 dari buku 2. Opening dan Ending di Kastil Saint Petersburg epic sekali ya.👌🏻
Ceritanya intens dan kombinasi Yuki-Kiko-Thomas cukup menyegarkan suasana.
Beberapa informasi di buku 2 ditulis ulang di buku 3, jadi bisa skip2 biar gak bosan.
Walaupun judulnya Pulang-Pergi, ini bukan buku gabungan buku Pulang dan Pergi ya, tapi lanjutannya. Baca secara urut lebih baik biar gak pusing.
Twistnya lebih banyak dan semua tokoh punya motif. Sayangnya banyak salah ketik.
Kapan2 mau baca Negeri para bedebah dan Negeri di ujung tanduk, karena mitosnya Thomas selalu masuk penjara. 🤣
Sebulan berusaha menyelesaikan naskah ini. Ya saya letih untuk menghabiskan bacaan. Silap saya mungkin…meletakkan harapan terlalu tinggi atas naskah ini selepas kecewa dengan Pergi.
Membaca ketiga - tiga naskah ini secara berterusan juga mungkin bukan satu idea yang baik. Tapi begitulah….jika ditangguh terlalu lama, mungkin terpaksa mengulang kembali bacaan dari naskah awal memandangkan kedua - dua naskah selepas Pulang nampaknya kurang mampu berdiri sendiri.
Entahlah!! Cukup hingga di sini saya mengikuti petualangan Si Babi Hutan dan rakan - rakan seperjuangannya. Saya juga tidak mahu tahu andai Bujang dan Maria itu bersatu!
Sudah menulis panjang lebar di note untuk ulasan Pulang Pergi, tapi malah terhapus semua isinya. Ya begitulah kurang-lebih perasaannya setelah membaca novel ini. Coba kamu tafsirkan sendiri!
"Aku tidak pernah pergi, maka bagaimana aku akan kembali? Hidupku tidak serumit hidupmu. Pulang. Kemudian Pergi. Lantas Pulang - Pergi. Rumit sekali hidupmu, Bujang." Hal. 155
Judul : Pulang - Pergi Penulis : Tere Liye Penerbit : Sabakgrip
Novel berjudul Pulang - Pergi, sekuel novel Pulang dan Pergi. Bercerita tentang perjalanan hidup seorang pemuda yang bernama Bujang. Jalan kehidupan yang super tidak biasa, bermula dari seorang anak biasa lalu takdir menuntunnya sebagai seorang Tukang Pukul Keluarga Tong, hingga menjadi seorang Tauke Besar, salah satu pemimpin organisasi di dunia Shadow Economy.
💦 Bujang a.k.a. Agam atau Bujang si Babi Hutan, atau si littlepig (ini nama yang cukup menggemaskan). Telah diceritakan di novel sebelumnya, bahwa Bujang telah mengundurkan diri sebagai seorang Tauke Besar keluarga Tong. 💦 Kisah dalam novel kali ini berawal dari kisah perjodohan Bujang dengan Maria, yang merupakan putri salah satu penguasa Shadow Economy, Otets. 💦 Pertemuan mereka awalnya telah dikisahkan di novel sebelumnya. Sebuah pertarungan singkat, yang kemudian membuat Maria menjatuhkan pilihannya pada Bujang, yang kemudian memberikan ia sebuah gelang unik. 💦 Kisah perjodohan bahkan ketika itu dipercepat menjadi sebuah pernikahan berakhir dengan sebuah pengkhianatan akibat dendam masa lalu. Kemudian dilanjutkan dengan pengejaran demi pengejaran serta pertarung yang mematikan. 💦 Diselipi sedikit kisah romansa, bisa dikatakan sangat sedikit kisah romansa tentang Bujang dan Maria yang di dalam perjalanan ini mulai menyadari perasaanya, terutama Bujang yang awalnya menolak keras perjodohan ini. 💦 Dibalik kisah pengkhianatan tersebut, ada seseorang yang merupakan otak paling jahat yang merencanakan kejahatan paling jahat dan berbahaya. 💦 Disini muncul seorang tokoh dari sekuel lain, yaitu Thomas, yang membantu Bujang dan kemudian menjalin persahabatan dengannya. Selain itu juga muncul seorang tokoh baru yang cukup menarik perhatian. Si penyuka keheningan nan selalu bisa diandalkan.
Review 💦 Seperti biasa, sama dengan kisah di novel sebelumnya, ini novel yang mudah dinikmati, tidak terlalu berat, juga menyenangkan, rasanya seperti ikut terlibat dalam setiap adegan yang terjadi di novel ini. 💦 Yang menarik, selalu memiliki jalan cerita yang tidak mudah tertebak, selalu dibuat penasaran hingga akhir cerita. 💦 Di bagian tertentu dijelaskan kembali tentang kejadian serta tokoh-tokoh yang mungkin terlupa di novel sebelumnya. Intinya sangat mudah dinikmati dan sama sekali tidak membosankan membacanya hingga akhir. 💦 Tentu saja, menunggu sekuel selanjutnya dari Thomas, si bedebah paling bedebah. 😅
"Bagaimana jika takdir bersama ternyata diawali dengan pertarungan mematikan? Lantas semua cerita berkelindan dengan, pengejaran demi pengejaran mencari jawban? Pulang - Pergi."
Mungkin isi review ini akan random. Mohon dimaklumi hehe
Seru, sih. Menurutku actionnya cukup (tidak kurang). Adegan berdarah-darahnya tidak semenyeramkan di Pergi Kehadiran Junior itu kayak pengganti Rambang. Junior manis aaaa, OP pula. :') Bujang masih berwatak leader, sama seperti dua novel sebelumnya. Di novel ini, Salonga masih terasa seperti gurunya Bujang. Manis :D
Namun, aku cukup kecewa dengan penggambaran karakter Thomas di sini. Ayolah, kurasa, Thomas di NPB dan NDUT terkendali, tenang, (cukup) pemaaf, dan penuh ide. Penampilannya di sini nggak seperti Thomas yang dulu. Di sini, Thomas mudah emosi, tidak mau kalah, ingin membuktikan bahwa dia jago berkelahi (lawanmu kali ini bukan polisi biasa, Thom), dan aku kecewa dengan responsnya atas keputusan Bujang di Ukraina. Itu, lho, yang Bujang sampai ngomong begini, "Kenapa wajahnya lebam?" XD. Dan aku merasa aneh karena Thomas justru sopan terhadap Yuki dan Kiko. Kukira Thomas akan bersikap seperti ke Julia (dan Maggie). Dan karena cerita ini berpusat ke Bujang, sifat kepemimpinan dan jago memengaruhi Thomas-nya jadi nggak muncul. :/ Padahal, kurasa, dua sifat itu yang paling kuat di Thomas
Bagian pertarungan terakhirnya juga terlalu singkat. Namun, jika Bang Tere menyimpan Bujang vs Diego untuk akhir serial yang epik, oke lah, bisa dimaklumi.
Satu hal lagi yang cukup membuatku kecewa. Kurasa, porsi komedinya terlalu banyak. Iya sih jadi seru. Tapi, terlalu banyak komedi justru merusak suasana. Contohnya seperti scene di mobil White yang sedang ditumpangi Salonga dan Junior. Sebetulnya, komedinya tidak seburuk itu, sih. Aku suka saat bagian membahas topi anyaman. Tapi menurutku, komedinya jangan terlalu banyak
Kok banyak kecewanya tapi bintangnya 4.5/5? Hehe, pembawaan cerita Tere Liye selalu enak dibaca untukku. Porsi romansanya menurutku pas. Tidak berlebihan untuk ukuran action, tapi cukup untuk membayangkan bagaimana hubungan Bujang dan Maria
In my opinion serial aksi Tere Liye cukup sampai di Pergi. Karena di buku Pulang- Pergi itu udah nggak nyambung lagi kesannya memkasakan, karena di Pulang- Pergi kan permasalahannya itu ya di keluarganya Otets Jadi sebenarnya bukan problemnya Bujang, Thomas dan Kawan-kawan. Mereka tuh cuman 'Kena sial' membuat mereka jadi ikutan dalam permasalahan itu. Di ending Pergi juga menururt aku udah cukup menjelaskan bahwa di buku ini udh selesai cerita si Bujang, Bujang isn't Master of Tong family anymore he's not part of shadow economy. Maria dan Tuan Otets juga menurutku red flag aku paham kalau karakter Maria nih powerfull tapi ketika dia tiba-tiba menjadikan Bujang sebagai calon suaminya tanpa bujang ketahui sendiri even she is already prepare the wedding, well Bujang don't care about that he wants leave, i feel like wtf Maria! You just dropped your crown kenapa lu jadi cegil gini Maria?!. Bujang bener-bener dijebak dan aku bisa merasakan ke 'kesalan' Bujang yang di paksa untuk nikah, and im gonna say thank you to Natashca for ruin their 'wedding'. I BEALIVE THAT JUNIOR IS RENCARNATION OF RAMBANG!. Actually the existence of Junior it doesn't make sense even his background. About Thomas, man i think you should just focus on your company. Jadi ketika aku baca Pulang-Pergi kecewa sih, and its make me think twice to read the next book.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Satu kata, WOW. Akhirnya setelah beberapa tahun bertemu lagi dengan Bujang. Apalagi di buku ini collab dong sama Thomas (tokoh di buku duologi negeri para bedebah). Gabisa dipungkiri lagi karya2 tere liye ini ga ada yang mengecewakan. Dengan bahasa yang lugas dan mudah sekali dipahami serta plot yang ciamik ga heran deh penikmat karya tere liye ini bisa dibilang tidak sedikit. Keren dah Bang Tere. Gasabar nunggu karya selanjutnya bang. Ditunggu!
Unpopular opinion: Sebenarnya kalo kalian udah banyak baca bukunya Bang Tere, plotnya sudah mudah ketebak apa yang akan terjadi selanjutnya😂. Tapi menurutku tetep ga pernah mengecewakan si