Jump to ratings and reviews
Rate this book

8... 9... 10... Udah Belom?!

Rate this book
Sewaktu masih kanak-kanak, Nesya dan Vino adalah teman sepermainan. Saat mereka bermain petak umpet dan Nesya bersembunyi, Vino malah pulang dan tidak muncul-muncul lagi. Sendirian dan ketakutan, Nesya terus bersembunyi, hingga akhirnya ditemukan oleh Mike.

Sepuluh tahun kemudian, Vino dan Nesya bertemu kembali. Vino tetap ingat pada Nesya, tapi Nesya tidak mengenali Vino. Ya, dua bulan sebelumnya Nesya mengalami kecelakaan bersama Mike, kekasihnya. Mike meninggal dunia, dan Nesya amnesia.

Vino jatuh cinta pada Nesya dan ingin membantu Nesya mengingat masa lalunya. Tapi setelah Vino tahu bahwa Nesya pacar almarhum Mike, sahabatnya sendiri, Vino malah ingin menutupinya. Vino ingin Nesya hanya mencintainya, tanpa mengingat kenangan akan Mike.

Dulu, saat Vino meninggalkan Nesya, Mike-lah yang menemukannya. Dan kini, saat Mike meninggalkan Nesya, akankan Vino yang mengisi hari-hari Nesya?

208 pages, Paperback

First published July 1, 2008

101 people are currently reading
1582 people want to read

About the author

Laurentia Dermawan

3 books22 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
783 (34%)
4 stars
563 (25%)
3 stars
644 (28%)
2 stars
199 (8%)
1 star
56 (2%)
Displaying 1 - 30 of 97 reviews
Profile Image for Viktoria.
135 reviews1 follower
October 13, 2011
pertama liat.. "Duh seru nggak ya?" soalnya cover depannya tuh 'rada nggak biasa' hehe ;D
Tapi setelah dibaca... nggak nyesel deh bacanya! Ceritanya emang rada klise, mengungkit-ungkit 'permainan' 10 tahun yang lalu (kalo gak salah) tapi tetep seru dan fun =D

Mengisahkan tentang seorang cewek bernama Nesya yang punya teman sepermainan bernama Vino. Nesya anak yang cengeng dan suka bikin orang jatuh, karena itu sewaktu kecil tak ada yang mau main dengannya. Hanya Vino-lah yang mengerti dia dan mau main dengannya. Suatu hari, mereka main petak umpet berdua. Vino belum menemukan Nesya sampai malam tiba. Vino yang masih kecil pun dijemput pulang karena esoknya ia harus pindah, dan ia meninggalkan Nesya yang masih bersembunyi di tempatnya. Tapi Nesya tetap di situ, bertahan dan yakin bahwa Vino akan menemukannya. Tapi malam berlarut, dan tidak ada Vino. Nesya menangis, dan ketakutan. Di saat itulah, seorang anak bernama Mike datang menolongnya. Ia mengantar Nesya pulang. Sejak itu, Nesya tidak pernah bertemu Vino lagi karena keesokan harinya, rumahnya sudah kosong.

Beberapa tahun kemudian, Vino kembali ke rumah lamanya. Saat akan menuju sekolah, ia bertemu seorang cewek—yang adalah Nesya, tapi Vino tidak mengenalinya. Nesya juga tidak mengenali Vino. Mengapa? Karena Nesya hilang ingatan. Sebelum hilang ingatan, Nesya adalah pacar Mike—teman kecilnya yang menemukannya saat petak umpet dulu, dan juga kakak kelas Vino dan mantan kapten basket SMAnya. Tapi sayang, kecelakaan terjadi saat mereka bepergian. Mike meninggal dunia, dan Nesya hilang ingatan. Ia lupa sama sekali tentang Mike. Kiara yang adalah sahabat Nesya pun tak mau membuat Nesya ingat akan Mike, karena itu terlalu menyakitkan.

Tapi Vino yang kemudian tahu bahwa Nesya adalah ”Eca” (panggilan untuk Nesya) teman kecilnya dulu, Vino langsung bertekad membuatnya ingat akan Mike. Ia sering berseteru dengan Kiara, dan membuat Nesya makin bingung—yang mana yang benar? Bahkan demi melindungi Nesya, Kiara sampai mengaku bahwa Mike adalah mantan pacar Kiara (wow, berani banget!) saat Vino akan membongkar tentang Mike.

Tapi ya namanya kebenaran pasti akan terungkap, cepat atau lambat. Nesya akhirnya jadian dengan Vino, setelah sekian lama ia mengenal Vino dan sayang padanya (?). Inilah saatnya, Vino ingin mengembalikan ingatan Nesya. Ia berniat membawa Nesya ke makam Mike. Tapi sayangnya, mereka kecelakaan. Sama seperti peristiawa Mike dan Nesya dulu. Bedanya, kali ini tidak ada yang meninggal. Kecelakaan itu membuat Vino luka ringan, dan membuat Nesya ingat semuanya. Ia ingat Mike. Dan seketika, ia membenci Vino. Klise memang, tapi begitulah ceritanya.

Vino berusaha mendekati Nesya, menjelaskan semuanya. Mereka bahkan sempat ’musuhan’ selama 3 bulan. Nggak ada komunikasi. Bertemu muka pun jarang. Tapi Kiara tahu, bahwa sesungguhnya Nesya menyayangi Vino tanpa mengesampingkan Mike. Dan menurutnya, ’permainan’ mereka dulu belum selesai. Vino belum ’menemukan’ Nesya dan Nesya masih terus ’bersembunyi’. Wow. Permainan bertahun-tahun yang lalu, yang menyebabkan luka begitu dalam di hati Nesya, belum selesai!

Ohoho, lalu apakah yang terjadi nantinya? Weits... rahasia, haha! Baca dulu bukunya ya =D. Bukan karena saya males nulisnya, tapi setelah saya pikir-pikir (alaah!) kalo klimaksnya diceritain mbok ya nggak seru! Enakan kalau dibaca trus didalami sendiri, siapa tau ada pelajaran yang bisa kita ambil dari novel itu :).
Profile Image for Biondy.
Author 9 books236 followers
November 29, 2013
Judul: 8... 9... 10... Udah Belom?!
Penulis: Laurentia Dermawan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 208 halaman
Terbitan: Juli 2008

Sewaktu masih kanak-kanak, Nesya dan Vino adalah teman sepermainan. Saat mereka bermain petak umpet dan Nesya bersembunyi, Vino malah pulang dan tidak muncul-muncul lagi. Sendirian dan ketakutan, Nesya terus bersembunyi, hingga akhirnya ditemukan oleh Mike.

Sepuluh tahun kemudian, Vino dan Nesya bertemu kembali. Vino tetap ingat pada Nesya, tapi Nesya tidak mengenali Vino. Ya, dua bulan sebelumnya Nesya mengalami kecelakaan bersama Mike, kekasihnya. Mike meninggal dunia, dan Nesya amnesia.

Vino jatuh cinta pada Nesya dan ingin membantu Nesya mengingat masa lalunya. Tapi setelah Vino tahu bahwa Nesya pacar almarhum Mike, sahabatnya sendiri, Vino malah ingin menutupinya. Vino ingin Nesya hanya mencintainya, tanpa mengingat kenangan akan Mike.

Dulu, saat Vino meninggalkan Nesya, Mike-lah yang menemukannya. Dan kini, saat Mike meninggalkan Nesya, akankan Vino yang mengisi hari-hari Nesya?

Review

Perasaan saya terbagi dua untuk novel ini. Setengahnya suka, setengahnya lagi tidak begitu suka sama teenlit ini.

Saya suka pada setengah bagian awal novel ini. Bagian ketika Nesya belum memperoleh kembali ingatannya. Bagian itu berjalan dengan baik. Alurnya cukup seru dan ada bagian-bagian yang membuat saya betanya-tanya, serta menduga-duga, apakah ada sesuatu yang lain di balik kecelakaan yang Nesya dan Mike alami? Apakah sebenarnya Vino secara tak langsung terlibat dalam hal ini?

Sayangnya, saya tidak begitu suka bagian setelah Nesya memperoleh kembali ingatannya. Pertama, karena seluruh misteri yang ada langsung terkuak di waktu bersamaan. Akibatnya tidak ada kejutan lagi yang saya dapat di sepanjang cerita. Kedua, what with Nesya's attachment to the fact that Vino didn't find her during their hide-and-seek game when they were children?

Apa iya hal itu mampu meninggalkan bekas yang membuatnya menceritakan hal yang sama, berulang-ulang, setiap hari? Sampai Mike, pacarnya, dan Kiara, sahabatnya, merasa eneg mendengar cerita itu? Entahlah. Buat saya itu terasa sedikit berlebihan. Saya merasa kehilangan greget cerita di paruh kedua dan akhirnya tidak terlalu peduli dengan apa yang terjadi.

Buku ini untuk tantangan baca:
- 2013 New Authors Reading Challenge
- 2013 Indonesian Romanc Reading Chalenge
- 2013 Monthly Key Word Reading Challenge
76 reviews
January 20, 2015
Novel ini saya baca sewaktu saya SMP. Waktu itu, saya sedang di Gramedia dan saya melihat novel ini; yang dari covernya sih udah keliatan cute banget. Ditambah lagi dengan judulnya, dan blurb-nya. Jadilah saya bawa ini ke kasir untuk saya beli.

Sampai rumah, langsung deh saya baca novel ini. Lalu?

Ya lalu, saya suka banget sama novel ini.

Emang sih, ini teenlit banget, ceritanya juga ah, maksa banget. Tapi entah karena gaya bahasanya atau mungkin karena pas itu saya masih SMP, saya enjoy saja waktu baca novel ini. Tipikal banget sih. Vino, cowok ganteng dan populer di sekolah, kapten basket, trus Nesya yang cewek biasa tapi bikin Vino tertarik dan blablabla. Tapi sebelum mereka ketemu, ada sesuatu dulu. Selanjutnya baru mereka jadian, trus konflik, trus baikan, happy ending deh.

Yaa, itu emang fakta. Tapi yang jelas, menurut saya novel ini cukup bagus. Yang saya suka sebenarnya gaya bahasanya, dan penggambaran cerita itu sendiri. Oya, nggak lupa saya suka banget sama Egi. Cowok satu itu bakat jadi pelawak banget HAHAHAH. Kehadiran dia di sini jadi bikin cerita ini makin pas; lengkap.

Nah, kalau begini, saya rasa 4/5 tepat untuk menggambarkan bagusnya novel ini.


Profile Image for K.Y. K.Y..
Author 10 books32 followers
January 9, 2016
Review
Teenlit
8… 9… 10… udah belom?
Gramedia

Lagi meresapi bacaan teenlit, jadi baca buku ini. Pengen review lagi ^^

1. Salut sama penulisnya yang mampu bikin misteri, tekun menyimpan rahasia dari awal hingga di tengah cerita, bikin penasaran. Ketika rahasia kecil itu terkuak, jenis penasarannya berbeda, penasaran nunggu penyelesaian konflik. Dari titik ini udah ketebak endingnya bakal bagaimana, tapi tetep aja aku pengen tahu bagaimana seorang remaja menyelesaikan masalah spt ini.
2. Candaan khas remajanya menarik nyengir baca hal 112, tentang coretan coretan di tembok kamar mandi sekolah.
3. Dialog-dialog cowoknya berasa pas bagiku, krn begitulah cara kaum Adam berpikir dan berkata ^^ (contoh hal 129-131, hal 176)
4. Alur mundur nya (flashback) masuk begitu pasnya , hal 138. Pas waktunya.
5. Mungkin kebijakan penerbit/editor, krn di novel ini juga tanda koma setelah ellipsis masih ada (…,)
6. Typo penyebutan nama (hal 129) : Marysa, seharusnya Marsya. Dimaafkan deh, nggak bikin mood ku ancur *liatnaskahsendiri
7. Hal 172, ilfil seharusnya dimiringin. Diampuni hehehe. Atau nggak ya? Krn kata bete jg nggak dimiringin.
8. Gaya penulisannya luwes. Setting di Jakarta, dialog khas remaja Jakarta, ber lo-gue. Bukan karna aku suka bikin cerita dgn dialog lo-gue yak, tetep aja kalo setting cerita di kota Ambon, terus remaja di sana ber lo-gue, aku nggak akan suka.
9. Ada beberapa kata makian di dalam novel ini (misal hal 45, memaki tolol. Hal 111 bego dll), emang inilah Jakarta dan… pas emang, tapiiii mungkin bisa dikurangi dikit krn pangsa pasarnya adalah remaja. Ini selera. Di satu adegan sang anak nyebut ayahnya “Bos” (hal 48) bagiku pribadi … its too much.
10. Ada satu hal yang bagiku penulisnya ‘keseleo’ yaitu :
Di halaman 37, ada adegan tokoh Vino mengenang masa lalu percakapannya dengan Mike.
Di halaman 51, tiba tiba disebut di narasi : Tapi sejak wafatnya Mike dua bulan lalu dst dst…, di sini aku kaget, baca lagi dari awal, apa aku kelewat satu fakta? Kok ujug ujug disebut Mike mati ya? Ternyata nggak. Aku nggak kelewat sesuatu ttg Mike.
Di halaman 84 : baru ada pengungkapan dari tokoh pendamping, Kiara, bhw Mike sebenarnya udah mati.
Bagiku penulis keseleo di halaman 51, lebih baik di halaman itu nggak disebutin bhw Mike mati, krn fakta ini adalah salah satu bahan twist ceritanya (dan walaopun dihapus, nggak pengaruh ke jalan ceritanya). Jadi pembaca bener bener kaget waktu sampe di hal 84 : hah? Ternyata Mike mati? Pantesan Kiran bersikap aneh…. Pantesan begini… pantesan begitu….
Tapi akhirnya aku datar aja bacanya krn fakta itu terungkap terlalu awal.
11. Ada dua adegan ciuman sekilas di sini, pertama Mike 18 th dgn Nesya 15 th. Ciuman kedua nesya 15 th dgn Vino 15 th. Ini nggak penting, jaman udah berubah, dulu aku umur segitu masih polos… abaikan ^^ (sekarang uda nggak polos lagi, udah kayak lukisan abstrak, omes tingkat dewa).
12. Sedikit ngerasa ada yg hilang, nggak begitu penting sih, cuman kurang dijelasin bgm kondisi fisik Nesya. Untuk amnesia mungkin dibutuhkan benturan keras, kalo keras pasti harus luka di kepala. Di Nesya nggak ada diceritain cacat/bekas lukanya. Pengen tau doang sih, apakah Nesya gegar otal, berapa lama di RS, apa kata dokternya, apakah ada terapi setelah Nesya keluar dari RS. Ada 1 yang belum dibahas di sana, CD rekaman Mike Vino yang membuat Vino sadar, apakah Nesya akan nonton itu juga? Mungkin iya… suatu hari nanti *sotoy

Overall, ceritanya menarik, rekomen buat yg mau baca teenlit ^^
Profile Image for Hana Feberia.
88 reviews3 followers
July 29, 2014
8.. 9.. 10.. udah belom?!
judul nya lucu yah? hehe
actually udah lamaaaaa banget liat teenlit ini di gramedia tapi baru kali ini aku tertarik baca.


teenlit ini bercerita tentang 2 orang teman waktu kecil, yaitu Nesya dan Vino. Nesya dan Vino sedang bermain petak umpet tapi Vino yang seharusnya menemukan Nesya tidak dapat menemukannya. dia malah pulang dan hilang entah kemana. Nesya ketakutan tapi tetap menunggu Vino sampai akhirnya anak laki2 bernama Mike menemukannya. lalu Nesya berasumsi bahwa Mike adalah pahlawannya.


yang gw ga ngerti..
kenapa Nesya kecil dijauhi sama temen temen nya cuma karena dia ga sengaja beberapa kali mencelakakan Vino? Penulis mungkin lupa sifat alami dari seorang anak kecil yang mudah membenci namun juga mudah melupakan dan memaafkan. tanpa ada dendam.


kenapa harus Nesya sih namanya? Remind me to my spoiled high school friend -_- well, itu personal banget sih.

tapi bukan itu alasan gw ga suka dengan Nesya, karakter utama di teenlit ini. Gw GA SUKA banget sama karakter Nesya kecil yang terlalu cengeng tapi gw LEBIH GA SUKA sama Nesya remaja yang tiba2 omongannya jadi kasar! dan kata kata kasar nya terus berlanjut sampe teenlit ini selesai. annoying. cuma karena dia dibohongin sepele sama Vino yang notabene senior yang saat itu blm dia kenal dia berani mendorong Vino jatuh dari ayunan dan bilang Vino tolol, goblok. I mean, Isn't it too much!? ih.
karakter Nesya ini juga posesif contohnya di hal. 70 dia mencurigai Mike suka sama sahabatnya, Kiara. dan berfikir bahwa Mike hanya mendekati Nesya untuk mendapatkan Kiara.
Nesya juga punya karakter tempramental tanpa alasan yang jelas yang malah bikin gw sebagai pembaca menyangka dia bukan amnesia, tapi punya gangguan kepribadian mental.


gw malah lebih suka sama karakter Egi yang easygoing dan humoris. cuma Egi doang yg agak menghibur di teenlit ini.


alur ceritanya campuran (maju mundur) tapi cara penulisannya berantakan, ga beraturan. kadang dia flashback kadang ceritain kejadian sekarang, dengan karakter yang tidak konsisten.


menurut gw ide ceritanya terlalu dibuat buat. cuma karena Nesya kecil main petak umpet dan Vino kecil tidak mencari nya sampai Mike kecil menemukannya si Nesya ini terus menerus membahas nya dan menceritakannya ke orang orang sekitarnya. too much.


karakter Kiara juga lebay, I mean ngapain dia segitu ga sukanya sama Vino? padahal kenal juga engga. dia ga suka cuma karena Nesya sering cerita soal Vino dan Kiara jadi benci sama Vino. ga jelas.


well, jadi intinya teenlit ini too much, sinetron banget tiap adegannya dan coincidence nya terlalu dibuat buat. contohnya aja, udah 2x Nesya di labrak sama cewek2 centil fans Vino di sekolah Pelita dan Nesya hampir di tampar tapi 2x itu juga ada yg nolongin dia dengan mengempaskan tangan fans Vino. aduuuh sinetron bangeeeet!

And there's too much bad words as well! hate it the most.
141 reviews19 followers
January 18, 2015
3/5 stars.

[Short Review] - udah lama bacanya soalnya..

~~~~~~~~
Seingetku, dulu beli buku ini karena judulnya yang menarik, juga karena kovernya yang lucu :3 Ini udah aku beli lama banget dan udah dibaca berulang-ulang kali karena seru :)

~~~~~~~~

Nesya sama Vino main petak umpet pas masih kanak-kanak. Vino yang sering dipanggil "Pino" itu harus menemukan Nesya. Nesya "Eca" dengan setia menunggu Vino, namun cowok itu tak kunjung datang. Hingga malam, ia pun menangis. Tiba-tiba ada seseorang penolongnya, bernama Mike yang akhirnya mengantarnya pulang.

Mike dan Nesya pun pacaran. Namun semuanya tidak berakhir baik, karena mereka berdua kecelakaan di jalan, Nesya amnesia, tetapi yang lebih parah adalah Mike meninggal.

Orang-orang disekitar Nesya tidak memberitahu apa-apa tentang masa kecilnya, Mike, dan semuanya. Mereka tidak mau Nesya semakin sakit. Hingga akhirnya Vino datang lagi ke kehidupan Nesya. Vino menyukai Nesya; namun setelah mengetahui bahwa Mike--sahabat Vino-- adalah pacar Nesya, ia pun jadi serbasalah.

Bagaimana nasib mereka berdua?

~~~~~~~~

Tema ceritanya adalah tentang petak umpet dan siapa yang menemukan, siapa yang meninggalkan. Vino sering dimaki-maki oleh Nesya (sebelum cewek itu amnesia) karena meninggalkan Nesya, dan selalu berkata bahwa Mike adalah pahlawannya.

Alur ceritanya dimulai dari main petak umpet, lalu berkembang menjadi cerita yang menarik. Dilanjutkan dengan kedatangan Vino yang membuat hari-hari Nesya jadi lebih berwarna. Lalu ketika perasaan bersalah Vino karena menyukai Nesya, yang statusnya pun masih pacar Mike. Ditutup dengan ending yang manis dan memberi kesan yang dalam :) *bahkan sampe sekarang masih inget endingnya..*

Karakter-karakternya semua menarik, ada satu tuh yang sangat menarik, temennya Vino, Egi, yang celotehan-celotehannya membuatku tertawa :D Overall, semuanya keren kok.

~~~~~~~~

Raisaaputri<3
1 review
October 5, 2017
prologue
When they were children , Nesya and Vino were playmates. When they played hide and seek and Nesya hid, Vino had to go home and didn’t came back again. Alone and fear, Nesya kept hiding, finally she was found by Mike
Chapter 1
10 years ago, Vino meet Nesya, he still remember her, but she did not recognize Vino.
Chapter 2
vino and nesya were fight everyday because of little thing
Chapter 3 &4
Since 2 months before Nesya had an accident with Mike his lover who caused him to experience a decent amnesia made him forget some of the stories in his life. While Mike suffered death during the accident.
Chapter 5
Before Vino met Nesya, he knew Mike better because Mike was basketball skipper at Vino’s school. He was quite familiar as a senior and a junior
Chapter 6
kiara didn’t want nesya’s memories back then she has lied to nesya, and vino wants to help Nesya remember her past
Chapter 7
Vino falls in love with Nesya and wants to help Nesya remember his past. But after he knows that Nesya's boyfriend is Mike, his best friend, Vino wants to cover it up, Vino just wants Nesya to love him, without remembering Mike's memories.

Chapter8
. In fact Mike already knew that Vino was a little friend Nesya had been looking for, but he did not want to meet they were so afraid that Nesya would prefer Vino. Mike promises to introduce his girlfriend to Vino on the day when Nesya's birthday and Mike tells Vino to keep her boyfriend. Just the birthday Nesya they both had an accident and Mike had introduced Nesya to Vino.

Chapter 9
Nesya began to remember the memories with Mike.
Chapter 10
Then he began to stay away from Vino and his friend because he thought they all want to erase the sweet memories when he was with Mike.Some months feel Nesya slumped and very sad because of what Mike had experienced.
Chapter 11
. nesya begins to forgive vino
epilogue
After Mike goes Vino promises to keep Nesya as before when Vino is not there, Mike is always there beside Nesya and keep Nesya. Finally Nesya began to rise and back close to Vino, Nesya realize that so far he can never forget Vino. Finally Vino brave in order to become Nesya's girlfriend, then Nesya was confused he was afraid to disappoint Mike later, but after that they both came to Mike's funeral and they both asked for permission to Mike and Nesya sure that Mike will be happy and calm if Vino is beside him to keep Nesya back.

Mandate:
After reading this novel,i can take a good lesson. The lesson is, all will surely return to the Almighty, even though that person we love has left us, we should not drag on in grief and we should be able to rise from it all. And we must be sure that there are many people who can love us sincerely.

Review:
            This novel is very good to read by teenagers, because this novel gives a lot of our motivation to not sad when we was left by people we care about and proud. And we are also taught to always forgive the people around us .We can also reflect on the story behind this novel, if we have friends who have ever left us, do not immediately assume he's gone forever and do not want to have friends like us. Maybe he left for some reason and there was no time to tell us. So in essence this novel is very good to read, many gritty and its lack is covered by the advantages .
Profile Image for Tata.
116 reviews6 followers
April 6, 2024
Disclaimer! 2 star : it was OK for myself. Not that bad though!

8...9...10.. Udah Belom?
Udah, Vino :")

Novel remaja ini diawali dengan masa kecil Vino dan Nesya, tetanggaan, yang seperti bocah pada umumnya, sering main bersama sampai jatuh terluka dan bikin nangis satu sama lainnya, layaknya pergaulan bocah.

Lalu, suatu hari, momentum yang besar bagi anak kecil seperti Nesya bermula dari permainan petak umpet bersama Vino. Sayangnya, sampai gelap, Vino belum menemukan Nesya kecil yang sedang bersembunyi. Dan, hadirlah sosok anak laki-laki lain yang membuka perjalanan baru bagi Nesya ke depannya.

Jujur yaa, awal narasi di atas tuh bikin aku takut Nesya kenapa-napa gak, ya? Siapa sih yang menolong Nesya waktu dia kecil itu? Belum lagi, setelah sepuluh tahun kemudian, Nesya dikisahkan amnesia.

Dengan tokoh cerita yang adalah anak SMA, storytelling dibawakan khas novel-novel anak SMA. Suasana cerita ala anak SMA tuh emang gak ada obat, bisa bikin semangat aja bacanya. Belum lagi lagak-lagaknya para remaja ini yang bisa bikin nostalgia!

Tapi, novel yang satu ini konfliknya cukup berat dan drama, ya. Aku ada kalanya lupa kalau Nesya cs itu anak SMA. Saat plot sedang throwback kehidupan romatisme Nesya dan Mike, rasa-rasanya kurang match sama kisaran umur Nesya dan Mike. Entah kenapa hal ini jadi penting sih karena dari awal label SMA sudah diketuk palu jadi kalau kenangan yang ditampilkan cerita mundur ke masa lalu tokoh, weren't they too young? Lebih ke supaya match aja sih sama story buildingnya.

Selamat membaca!
Profile Image for Dea.
16 reviews3 followers
June 30, 2023
tau buku ini dari temen smp. first impression: judulnya lucu.

waktu smp baca baru sampe tengah buku, bahkan kayaknya ga sampe tengah deh soalnya ketika hari ini, 10 tahun kemudian, bukunya dibaca ulang, saya gak inget plot terakhir sampe mana. akhirnya saya baca ulang dari awal.

yang dipikiran pas baca: penulisannya lucu banget. karakternya kalo ngomong menggebu-gebu, persis kayak film-film indo. plotnya cepat, tapi bukan yang dipaksakan. bab favorit saya adalah kejadian pas si nesya akan dan baru dapetin ingatannya kembali.

meskipun premisnya klise, keseluruhan cerita dan pengalaman bacanya seru. akhirnya saya dapat mengetahui akhir dari cerita novel yang selama 10 tahun judulnya terus terngiang-ngiang di otak saya. bravo, laurentia 👏
21 reviews
November 29, 2024
2,8/5

Teenlit lagi teenlit lagi wkwk. Bukunya seru, oke cuman aku kurang puas. Bingung antara suka atau gak suka tapi alurnya bagus!!

Ceritanya agak klise soalnya mengungkit permainan masa kecil dan tokohnya udah SMA. Awalnya naksir banget waktu bagian Nesya masih lupa ingatan tapi setelah ingatannya kembali tuh rasanya cuma "oh, yaudah", TAPI SALUT BANGET SOALNYA PENULISNYA TUH BERHASIL BIKIN MISTERI GITUU. Gaya bahasanya oke kok, jadi waktu baca enjoy.

Aduh aku udah gatau mau ngetik apa lagi wkwk pokoknya ya kalau mau baca yang ringan-ringan boleh deh baca ini.
Profile Image for lily.
101 reviews
June 29, 2017
Unexpectedly bagusssss :""" I have zero expectation for this soalnya. Whoaaaa mancaaaay. Ga sereceh yang kutebak dari judulnya. Chemistry Vino-Eca lumayan natural, I guess? Biasanya kalo teenlit kan force of instalovenya demnnnn. Sukasukaaa, heartwarming.
16 reviews4 followers
May 28, 2018
Awal baca blurb-nya jujur tertarik banget. Tapi pas baca, agak kecewa karna alunya nggak se-wah yang ada di dalam otak gue. Maybe ekspektasi gue ketinggian kali ya, wkwk

Meskipun gitu, gue tetep enjoy kok bacanya
Profile Image for Neng Ani.
10 reviews
July 9, 2019
teenlit banget sih tapi idk aku ngerasa enjoy aja baca buku ini. gaya bahasanya menurutku yang membuatku merasa enjoy buat baca buku ini. Ceritanya juga lumayan rame. Aku ngasih rate 4/5, idk karena enjoy bgt sih hhh.
Profile Image for Leila Rumeila.
1,012 reviews30 followers
July 17, 2023
Gue menyesalkan pemilihan judul yg engga sinkron sama sekali dengan isi ceritanya, lol.

Dengan premis yg lumayan interesting, pun eksekusinya juga engga failed, untuk seukuran Teenlit gue suka buku ini. Mungkin bisa lebih suka kalau bacanya pas masih remaja.

*Listened the audiobook by Storytel*
Profile Image for Destiana Azzahra.
24 reviews
November 18, 2024
simply, salah waktu baca. mungkin kalau aku baca di tahun ini rilis (2008, i was 9) atau dua sampe tiga tahun berikutnya, this can be my favorite.

cerita klise, penulisan karakter yang ajaib, too childish for anak SMA tapi terlalu aneh juga kejadian-kejadian yang menimpa karakter-karakter ini.
Profile Image for Ayu Ayu.
1 review2 followers
Read
October 21, 2017
lucu banget alurnya, ini recom banget buat yang suka baca cinta cintaan unyu
Profile Image for Jihan.
71 reviews
January 24, 2018
Suka bgt ngasih asupan buat hati yang rapuh biar makin rapuh.

(lalu terdengar suara kretakk dari kejauhan)
Profile Image for nasya.
858 reviews
February 16, 2021
sebenernya ini kedua kalinya baca buku ini, karena satu hal. dan kebetulan sekali, jalan ceritanya masih aku inget, jadi pas baca ini ya ketebak gitu, dan agak bosen.
Profile Image for Relinda.
139 reviews4 followers
October 14, 2022
I really loved this book, when I was teenager. I will probably reread it in the future
Profile Image for Annelice.
200 reviews8 followers
April 9, 2022
Em.. bintang 3 deh.

Sebenarnya tema cerita di novel ini sederhana banget ya. Tentang seseorang yang jatuh cinta pada teman masa kecilnya.

Sekilas begitu saya selesai membaca novel ini untuk yang kedua kalinya, saya langsung teringat FTV SCTV. Novel ini sendiri dirilis pada tahun 2008, jadi menurut saya penulis kemungkinan terinspirasi dari drama-drama atau FTV jaman dulu yang memang booming banget.

Selain memiliki judul yang unik, tema cinta yang dibawakan juga cukup menarik dan penuh dengan plot twist

Pertama dari Nesya, gadis yang baru sama masuk SMA itu ternyata amnesia. Jadi dia tidak bisa mengingat sebagian besar orang-orang yang ada dihidupnya, termasuk pacarnya, Mike.

Oke. Disini sudah cukup janggal sebenarnya, dia tidak ingat orang-orang yang dulu pernah ada dihidupnya, dia amnesia loh. Tapi... dia tetap bisa sekolah, bisa lincah kesana kesini, dan bisa ingat pelajaran sih yang pasti. Seolah-olah amnesianya itu hanya sekedar melupakan Mike dan Vino sedangkan yang lainnya ia masih ingat dan tahu.

Nesya sendiri adalah seorang gadis yang energik, sedikit polos, cengeng dan kekanak-kanakan. Tapi di satu sisi saya sangat salut karena dia orang yang amat sangat setia dan konsisten akan cinta pertamanya.

Lalu Vino, teman masa kecil Nesya yang juga kakak kelas gadis itu di SMA. Vino adalah cowok yang ganteng, baik, jenius, pintar main basket dan bahkan dia juga menjadi kapten di timnya. Ia juga menjadi idola dan incaran para cewek-cewek di sekolahnya. Ya pokoknya tipe-tipe cowok sempurna yang hampir tidak ada di real life lah.

Vino dan Nesya sama-sama terjebak nostalgia sejak permainan petak umpet 10 tahun yang lalu. Mereka berdua terus mencari dan mencoba ditemukan (atau menemukan) satu sama lain. Permainan yang dianggap Vino telah usai karena ia harus pindah ternyata masih terus berlanjut bagi Nesya hingga mereka dewasa. Inilah yang membuat novel ini jadi lebih unik.

Selanjutnya Kiara, sahabat Nesya yang sayang banget dengan gadis itu hingga ditahap level annoying. Serius saya sempat kesal dengan sikap Kiara yang terus-terusan menutup-nutupi konfik utama dengan dalih takut sahabatnya itu terluka. Ditambah saya juga harus menelan kekecewaan karena penyelesaun konflik yang tidak klimaks sama sekali. Hanya sekedar minta maaf dan selesai!

Terakhir Mike, oke saya mungkin tidak bisa membahas dia terlalu banyak karena kemunculanya yang hanya sekelibatan. Tapi cukup membuat saya bingung ketika Vino mengatakan bahwa ia sangat mengidolakan sosok Mike ini. Saya tidak mengerti apa yang diidolakan Vino dari sosok ini. Karena kemampuan basketnya kah? Rendah hati karena ia tidak merasa dirinya keren kah? Atau karena Mike setia PDKT dengan seorang gadis selama 9 tahun? Tidak ada penjabaran lebih tapi kalimat bahwa Vino mengidolakan Mike diulang beberapa kali seolah ada hal lain yang membuat Vino terkagum-kagum dengan sosok tersebut.

Untuk Egi, saya juga tidak bisa komentar banyak, orangnya cukup bijak dan suka cengangas-cengenges. Dia cocok kok sama Kiara, cuma sayang nggak jadian aja wk.

Ada beberapa hal yang menurut saya sedikit "kurang masuk akal" ya, seperti anak SMA yang membawa mobil ke sekolah, ciuman Mike dengan Nesya dimana saat itu gadis tersebut masih SMP dan ditaman pula, hobi Nesya yang setiap hari selalu menceritakan kejadian petak umpet 10 tahun lalu pada Kiara dan Mike hingga mereka berdua bosan (menurut saya ini sih yang paling berlebihan banget. Ya kali selama 10 tahun hanya permainan petak umpetnya yang selalu dia ceritakan hingga mulutnya berbusa, kalau memang begitu, kehidupan Nesya ini benar-benar tidak maju).
Lalu kemudian tentang kembalinya ingatan Nesya setelah kecelakaan kedua. Nah itulah mengapa saya bilang seperti FTV karena proses pemulihan amnesianya sama persis seperti di film-film tersebut. Kecelakan > amnesia > kecelakaan kembali > ingatan pulih. Dikira hanya dengan menggetok kepala ingatan bisa langsung kembali kali ya?

Mungkin itu saja review saya karena selebihnya ceritanya cukup asik dan menyenangkan untuk dibaca. Ditambah lagi halamanyapun tidak terlalu tebal jadi cocok untuk mengisi waktu luang.
Profile Image for Tristanti Wahyuni.
196 reviews6 followers
February 21, 2017

Baiklah, jadi yang namanya teenlit itu nggak jauh-jauh dari:

1. Kapten basket/cowok cakep banget yang digilai banyak cewek di sekolah.

2. Cewek populer beserta gengnya yang selalu menganiaya siapa pun yang coba-coba dekat dengan si cowok idola.

3. Cewek enggak populer dan sahabatnya, yang sebelumnya selalu berseteru dengan si cowok idola tapi berakhir saling jatuh cinta.

4. Anak-anak berangkat sekolah dengan mengendarai mobil sendiri.

5. Tokoh orang tua yang jarang muncul. Seolah di dalam cerita itu anak-anak remaja pada pusing memecahkan masalah mereka sendiri (yang kadang masalahnya itu amat pelik, lebih pelik dari masalah orang dewasa mikirin jodoh #eh).

6. Plus, meski nggak selalu, tapi sering, ada adegan tragis seperti sakit keras atau kecelakaan yang berujung salah satunya mati atau amnesia.

Sebenarnya saya sudah mulai bosan baca cerita-cerita mainstream ala novel teenlit, sebab memang sudah bukan masanya (ingat umur, woy!). Tapi, buku ini sudah ada di tumpukan buku-buku yang belum terbaca sejak lama. Dan saya harus bertanggung jawab untuk membaca buku-buku yang sudah saya beli. Sialnya, dulu saya suka banget dengan genre ini. Jadi, buku-buku semacam ini ada lumayan banyak yang tertimbun menunggu pertanggungjawaban untuk dibaca. (T____T)

Catatan untuk novel ini:

1. Judulnya unik. Bisa dibilang, ini salah satu daya tarik dari buku ini.

2. Covernya bagus

3. Ceritanya terlalu umum

4. Dialognya… banyak umpatan, hmm… nggak tahu juga sih pergaulan remaja zaman sekarang gimana. Tapi, saya kurang sreg aja dengan tokoh-tokoh remaja di dalam novel ini yang sering bilang “Lo gila!”, “Lo bego”, “Tolol”, dan sebagainya. :(

5. Ada beberapa bagian yang nggak logis. Memang ini fiksi, tapi kan kalau nggak logis jadinya ngganjel juga.

6. Last, mungkin kalau saya baca ini waktu masih SMP, saya bakalan terharu juga baca kisah Nesya – Vino – Mike itu. Jadi, dua bintang bukan karena buku ini jelek (pernah nemu yang jauh lebih parah), melainkan karena genre ini bukan lagi bacaan yang tepat untuk saya. :)

Profile Image for Atika.
11 reviews2 followers
August 20, 2014
Aku beli novel ini dari bookstore online, mumpung ngasih harga miring. Awalnya, aku bakal kasih komen pada kavernya. Unik! Keren, sekali lagi aku selalu suka warna pastel apalagi dengan ilustrasi yang seakan diberi efek brush dan pencil, amazing! Cuma masalahnya, sebenernya yang jaga itu yang tokoh cowok, kan? Kenapa yang menutup mata justru tokoh ceweknya? Kalau si ceweknya dibikin ilustrasi nangis baru masuk akal, karena dia takut pulang gara-gara nggak ditemuin sama si cowok yang jaga.

Jaga apa sih?

Jadi, mereka itu, Vino dan Nesya, adalah teman masa kecil. Si Nesya sering bikin Vino terluka, tapi Vino tetep masih mau temenan sama Nesya. Dan diajaklah Nesya main petak umpet, dan Vino yang jaga. Pas hari udah malem, Vino keburu dimarahin bibinya karena udah mulai gelap dan dia harus pulang. Nesya-nya nangis tuh, takut pulang dan kejebak di taman lapangan. Tapi tiba-tiba ada sosok yang nyelametin, namanya Mike, tetangganya juga, tapi selisih kira-kira tiga tahun sama Nesya.

Dan satu lagi. Itu bayangan di belakang Nesya apaan sih? Serem banget. (iya, aku tau itu Vino). Tapi, adikku yang masih SMP, terus tanya: ini novel horor, ya?

Satu hal lagi, deh. Itu kaos kaki Nesya emang sebelah, ya? Atau kakinya aja yang belang? Hehehehe.

Nah, sekarang, maju satu langkah menuju ke isi novel ini. Prolog-nya langsung menuju ke masa kecilnya. Diceritakan begitu lancar dan penuh kepolosan. Hehe, aku suka sama sosok Vino. Yah, inilah yang membuatku suka dengan novel ini: berhasil ingetin aku sama seseorang di masa lalu. Tuh, aku bold sekaligus.

Pernah aku baca review dari yang lain, ia mengomentari, mana mungkin dua orang, teman dekat, tetanggaan, nggak bisa berkomunikasi, secara, ada internet dan jejaring sosial, apalagi orangtua mereka dulu akrab banget. Ya, menurutku sih masih bisa diterima akal. Nyatanya, aku, dulu juga punya temen deket, deket banget malah, udah aku anggep keluarga sendiri, sampai sekarang nggak dapet kabar tentangya. Itu kira-kira kenapa, ada yang tau?

Yang bikin aku nggak ngeh, yaitu, itu Vino apa ketularan amnesianya si Nesya ya. (Iya, Nesya itu amnesia gara-garra kecelakaan bareng si Mike, pacarnya. Dan Mike meninggal). Pas Vino pindah lagi ke 'rumah dahulu', masa iya, dia nggak bisa menyadari kalo cewek yang ada dikompleksnya itu Nesya? Ya, kecuali kalo di antara mereka emang nggak deket.

Secara keseluruhan, aku suka ide yang ditulis Laurentia ini. Cara penulisannya pun nggak bertele-tele. Berbeda dengan yang lain, Gramedia, khususnya teenlit seperti ini, selalu tipis-tipis novelnya, tapi, isinya juga disampaein secara langsung menjurus pada konflik, tidak mementingkan deskripsi, dan itu selalu bisa membuat pembacanya lebih teraduk emosi dan tak terlalu lama penasarannya.


lebih lanjut...http://atikarf.blogspot.com/2014/08/r...
Profile Image for frikelovato.
137 reviews35 followers
November 23, 2018
2.5 ⭐️

Mungkin saya salah baca buku ini disaat usia saya 24 tahun yang notabennya sudah bukan remaja lagi, tapi 2.5 bukan berarti buku ini jelek, hanya saja buku ini kurang menarik untuk saya, terlalu membosankan, buru-buru/cepat (sebetulnya ini tidak bisa disalahkan karna ini adalah teenlit), dan alurnya pun terkesan drama atau tidak realistis. Untuk karakter dari tokoh utamanya pun tidak menyenangkan, terlalu labil dan sangat menggambarkan karakter anak remaja pada umumnya (lagi-lagi menilai secara subjektif hahaha maaf). Tapi justru karakter dari tokoh pendudukungnya lebih menarik, karakternya kuat, dan tidak seperti anak remaja yang labil.

Dari segi jalan cerita, ceritanya sangat sederhana dan tidak rumit, mudah dipahami untuk dibaca dalam kondisi apapun, akan tetapi untuk kisah tragis yang dicantumkan di blurb ternyata setelah dibaca secara keseluruhan tidak begitu tragis, jadi saya merasa tertipu hehehe mungkin akan lebih baik untuk blurb nya jangan dicantumkan masalah utamanya supaya jadi dikejutan untuk pembaca. Untuk POV nya tidak terlalu kaku dan aneh, cukup buat enjoy meskipun ada beberapa kalimat yang saya rusa kurang nyambung atau sulit dimengerti.

Sebenernya inti dari review ini adalah saya kurang suka dari keseluruhan yang ada dibuku ini dan reviewnya pun termasuk review yang subjektif karna saya sendiri bukan pencinta teenlit dan usia saya pun sudah tidak memungkin untuk suka dengan kisah cinta anak remaja yang penuh dengan drama.
7 reviews
September 5, 2015
ini novel keren gewla! uda berkali kali gue di bikin bapeer perr baperr sama kisah mereka (nesya,vino,mike) dan novel ini emang teenlit banget!

gue nyelesein novel ini cuman beberapa jam. sekali buka langsung ga berhenti baca saking sukanya. covernya lucu+judulnya unik (malahan itu jadi poin plusnya). dan gue awal tertarik sama novel ini juga gara2 cover&judulnya yg ga biasa itu (bahkan bukan cuman gue aja yg tertarik pertama kali gara2 cover+judulnya)

dan pas uda gue baca, seriusan ga nyeseell beli ini noveeel walopun endingnya uda ketebak yak.
tapi cara penyampaian penulis yang asik dan penempatan ide yang 'ini.. habis ini di kasih adegan yang kayak itu aja.. biar keinget lagi' bikin beberapa adegan di novel ini nampol di hati gue;; membekass kass kaas yang ujung2nya bikin gue baper lagii. hmzz

gue kasih 4 dari 5 bintang gue rasa cukup:)
Profile Image for Benny Setyawan.
12 reviews2 followers
August 10, 2014
Novel ini ternyata yang aku beli terbitan tahun 2010-Cetakan Kesembilan (lama juga ye. Sekarang ada cover barunya). Dari sinopsisnya, saya bisa nebak kalau Nesya akhirnya... ya sama Vino, teman main petak umpetnya dulu waktu kecil. Memang kalo cerita ada amnesianya itu mesti terkesan sinetron (tapi gpp lah, namanya juga si penulis berkreasi hehehe). Karakter di novel ini semuanya kurang greget, standar-standar aja. Tapi saya suka di beberapa bagian kalo Vino yg memulai permainan, dia juga yang mengakhiri. Ada benarnya juga. Cukup banyak quote yang bagus di buku ini, tapi saya lupa hehehe (maklum ya). Keseluruhan saya cukup puas dan nggak kecewa" amat. Untuk bacaan ringan buat ngisi waktu-waktu luang, paslah.
Profile Image for Mithaza Monica.
130 reviews9 followers
December 3, 2023
Dari awal baca cerita ini tuh... udah ngegemesin. Suka dengan alurnya, suka dengan gaya tulisannya, hingga cinta dengan seluruh tokohnya. Semuanya ngena banget!

Awal sempet bingung juga kanapa judulnya "8... 9... 10 udah belom?" ternyata karena... walaupun permainan itu sudah berlalu hingga lebih dari 10 tahun, tapi permainan yang Nesya dan Vino lakukan belum usai :))

Suka banget sama momen mereka menyelesaikan permainan ini dan Vino yang berhasil menemukan Nesya. Membuatku terharu karena tiap tokoh saling mencintai tokoh lainnya. Seperti Mike yang sudah meninggal, tapi Nesya masih ada rasa sayang padanya. Ah, ini membuatku tersentuh.

Nggak nyangka juga ini novel lama dan boleh pinjam sama teman. Haha. :D
Displaying 1 - 30 of 97 reviews