Tokoh Utama :
Denia alias Denok (panggilan sayang dari Janu), Janu & Saka
Prolog :
Kadang, kita mencintai seseorang begitu rupa sampai tidak menyisakan tempat bagi yang lain. Membuat kita lupa untuk sekedar bertanya, inikah sebenarnya cinta?
Favorite :
"Kesedihan karena orang yang kita cintai mencintai orang lain itu mengerikan rasanya. Tapi bukan berarti ga' ada jalan keluar untuk menjadi bahagia lagi. Aku mencintai Mas Janu, tapi itu dulu. Aku sudah mengalami banyak hal, aku ngga' ingin kembali ke masa lalu. Mas sudah menemukan seseorang. Ngga' adil kalau hanya karena kejadian ini Mas meninggalkannya. Mas Janu mencintai Mba' Sasa, aku tahu itu."
Review :
Lagi - lagi kisah tentang cinta secara diam-diam. Seorang Denia seperti halnya perempuan lainnya yang memiliki sifat pasif utamanya dalam hal mengungkapkan rasa cinta terhadap seorang pria. Sosok pria tersebut adalah Janu, saudara sepupu jauh Denia. Kedekatan sejak kecil terbawa hingga dewasa, saking dekatnya hingga bukan lagi senang yang dirasa tetapi perasaan nyaman satu sama lain.
Rasa cinta dalam diam memang akan menyisakan berjuta siksaan. Seperti yg sering saia rasakan saat jatuh cinta pada "Mr. Right". Hati saia bilang : yes, he is the right one! please Sir, see and feel my love signs. Berjuta angan - angan akan hadir disetiap malam sampai-sampai amnesia menyerang. Sindrom ini akan berlanjut 1 hingga 2 bulan lamanya.
Sedangkan si "Mr. Right" seliwar seliwer di hadapan saia dg sikap tak pedulinya, masih untung kl seliwar - seliwernya ga' ada gandengan, kl ada, hfffff, saia harus siapkan sejuta bola tennis buat nimpukin kepala si gandengan -dari belakang- (sadisss!!!)
Jika saja saia diberi kesempatan untuk bertemu dengan sosok seperti Janu, saia akan berkata :
"Kesempatan seorang pria untuk mengungkapkan perasaan cintanya kepada seorang wanita 75% lebih besar daripada sebaliknya. Itu sudah menjadi suatu kodrat alam. Jadi, tak akan ada ruginya mengungkapkan langsung jika memang rasa cinta itu ada, karena sekali lagi, kamu punya kekuatan lebih untuk itu."
Kalu Saka lain lagi, sosok ini sepertinya menjadi dambaan wanita -termasuk saia-. Cuek,cool,calm,confidence,respect,penuh kejutan, melindungi, dll,dsb,dst. Satu lagi, misterius!!!!. Sangat susah menebak adanya sinyal cinta dari sosok Saka, tapi jangan salah, dalam diamnya, ada serpihan rasa untuk Denia yang mempengaruhi perasaan, jiwa bahkan pikirannya. Hanya saja sikapnya yg -sok- Pede itulah yg akhirnya mampu menutupi serpihan rasa itu.
Sikap -sok- ga' sukanya itulah yang nyatanya membuat Denia (atau kita juga mungkin) penasaran. Pokoknya, kalau ketemu dg lelaki macem ini, jangan terlalu dimasukkan hati semua sikap ga' ngenakinnya. Kebanyakan sih, mereka sukanya sama cewek yg agak gokil, apa adanya sama kekeuh berusaha. Coba aja deh!!!
Endingnya yg sangat disayangkan dari novel ini. -agak- jelek!!! Kisah Sasa & Janu lewat begitu aja, apalagi kisah Mila (Milanya aja kemana jg ga' tau) sama kisah Denia-nya sendiri -jadi jadian ga' sih mereka berdua?-.