Jump to ratings and reviews
Rate this book

Jika Kita Tak Pernah

Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta

Rate this book
Jika kita tak pernah jatuh cinta, mungkinkah kita bisa lebih menghargai diri sendiri dengan melepaskan dia yang selalu menyakiti?

Terkadang, cinta memang sakit dan rumit. Namun, bisa pula membuat bahagia dan senyum. Tidak ada habisnya. Keduanya bersimpangan, tetapi pasti kita rasakan.

Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta dituliskan untukmu yang pernah merasa terpuruk karena cinta, lalu bangkit lagi disebabkan hal yang sama.

223 pages, Paperback

Published December 1, 2018

149 people are currently reading
2051 people want to read

About the author

Alvi Syahrin

11 books727 followers
Aku menulis sesuatu yang membuatmu merasa seperti, "Terima kasih telah menuliskan ini!" Sama-sama. :)

Temukan aku di:
Instagram: https://instagram.com/alvisyhrn
Twitter: https://twitter.com/alvisyhrn
Wattpad: https://wattpad.com/alvisyhrn
Telegram: https://t.me/alvisyhrn

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
566 (46%)
4 stars
393 (31%)
3 stars
200 (16%)
2 stars
50 (4%)
1 star
20 (1%)
Displaying 1 - 30 of 166 reviews
Profile Image for Alvi Syahrin.
Author 11 books727 followers
Read
December 15, 2018
So long, Goodreads.

Setelah meninggalkan Goodreads, ada satu keputusan besar dalam hidupku: Aku berhenti menulis novel fiksi, for good.

Namun, bukan berarti aku meninggalkan menulis sepenuhnya. Aku ingin tetap menulis. Sesuatu yang meresahkan. Keresahan remaja dan dewasa muda, dewasa ini: Cinta.

Jadi, selama ini, society dan media seolah mendoktrin kita: Cinta adalah segalanya. Kemesraan di Instagram adalah relationship goals. Sendiri adalah sesuatu yang sering dipermalukan. Akhir bahagia adalah jika pasangan yang saling mencintai bersatu. Akhir buruk jika mereka berpisah—padahal, kan, belum tentu begitu.

Dan, itulah mengapa aku menulis buku ini.

Aku ingin orang-orang melihat lebih dari itu.

Aku ingin orang-orang berhenti melihat cinta dari satu sisi saja: Mencintai dirinya.

Aku ingin orang-orang bisa menemukan cinta dari sisi yang baru: Mencintai dirimu.

Aku ingin orang-orang melihat bahwa ada hal yang lebih penting dari cinta di dunia ini.

Cinta memang penting, tetapi ada yang lebih penting.

Dan, kurangkum itu semua dalam buku ini: Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta.

Mudah-mudahan, teman-teman di Goodreads menemukan sesuatu dalam buku ini.

Selamat membaca, selamat mereviu.
9 reviews
April 1, 2023
Kurang cocok untuk dibaca oleh pembaca berusia 20 tahun ke atas, karena pembahasannya dilihat dari sudut pandang anak sekolah yang pikirannya tidak dewasa.

Ditambah lagi, penulis terlalu banyak memberikan atau menghubungkan cerita dengan agamanya sebagai solusi, membuat cerita ini jadi terlihat sempit dan tidak menyenangkan.
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews124 followers
January 31, 2020
Mungkin akan ada banyak pembaca yang tertipu jika melihat judul dan sampul buku ini. Begitu pun saya yang pada awalnya menyangka jika buku ini adalah sebuah cerita fiksi atau novel. Namun ternyata, Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta merupakan buku nonfiksi pengembangan diri. Alvi Syahrin memberikan berbagai pandangan berbeda tentang makna dan arti cinta yang biasanya selalu membuai dan memabukan. Di sini jangan harap menemukan untaian-untaian kata yang melenakan akan cinta. Alvi menunjukkan arti cinta yang sebenarnya bukanlah segalanya bahkan cinta hanyalah hal kecil yang seharusnya tidak terlalu menuntut perhatian, khususnya pada pasangan. Cinta yang ingin penulis perlihatkan adalah mencintai diri sendiri, keluarga, dan Tuhan. Banyak sekali sentuhan religi dari setiap situasi yang diperlihatkan. Bagi saya yang baru pertama kali berkenalan dengan tulisan Alvi Syahrin sangat menikmati konsep tulisannya yang menyenangkan dan terasa dekat, sehingga tidak terkesan sedang membaca buku nonfiksi.

Alvi Syahrin mengemas tulisan dan penjelasannya akan cinta dengan cara yang menarik. Di mana kita akan disajikan 45 bab yang berisi situasi dan kondisi perihal cinta yang ditulis seperti cerita. Dan di akhir cerita di setiap babnya, Alvi seakan-akan hadir sebagai sahabat kita yang memberikan pemahaman dan pengertian akan situasi tersebut. Mungkin kondisi dan situasi yang ada tidak seratus persen relate dengan kehidupan cinta saya, tapi jujur saja saya
menikmati setiap bab yang ada. Walaupun terdapat beberapa bab yang pola dan strukturnya sama, seperti jatuh cinta, patah hati, dan kembali mengingat Tuhan, tapi entah kenapa saya tidak merasakan kebosanan. Malahan hanya dalam dua kali duduk, saya bisa menyelesaikan buku ini.

Buku ini sepertinya diperuntukkan bagi kaum hawa, yang biasanya selalu terbuai dengan cinta. Istilah gaulnya mungkin bisa disebut bucin (budak cinta). Di sini penulis seakan-akan ingin mengingatkan para wanita jika sebenarnya ada hal yang lebih penting untuk digapai daripada hanya sekadar cinta. Bagaimana biasanya wanita selalu menggunakan perasaan mereka jika sudah terkena virus cinta. Wanita yang jatuh dalam pusaran asmara biasanya akan dibutakan oleh cinta, sehingga rela melakukan apapun demi pria yang dicintainya. Buku ini cocok dibaca bagi remaja dan anak muda yang masih dimabuk cinta, karena akan memberikan pandangan yang akan menyadarkan dan menyelamatkan dari genggaman cinta yang membutakan. Cinta kita terhadap manusia tidaklah kekal dan abadi. Kematian akan memisahkan dua insan yang saling mencintai, lalu setelah itu apa? Kehidupan terus berjalan, maka cinta terhadap manusia atau apa pun itu yang bersifat fana tidaklah boleh berlebihan.

Meskipun banyak sentuhan religi yang dimasukkan, tapi entah bagaimana saya tidak merasa seperti diceramahi dan digurui. Malahan sentuhan religi tersebut semakin menambah pemahaman dan tamparan yang biasanya tidak kita sadari akan makna cinta yang sesungguhnya. Banyak orang yang kerap kali mendambakan cinta adalah segalanya, karena tuntutan lingkungan, fatamorgana media sosial, dan harapan yang menghipnotis. Padahal ada hal lain yang lebih dalam dan bermakna daripada hanya sekadar cinta pada hal yang fana, yaitu cinta terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita seringkali menyepelekan perihal lapangan agama hanya demi cinta. Padahal dalam larangan tersebut merupakan penghalang yang akan melindungi kita dari rasa sakitnya cinta. Tidak hanya itu para remaja pun kerap kali membangkang terhadap orangtua mereka, karena menganggap cinta pacar mereka lebih terasa. Para remaja tidak menyadari jika orangtua mencoba melindungi dari pahitnya cinta yang menjebak.

Secara keseluruhan Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta adalah sebuah pemahaman dan sudut pandang akan cinta yang maknanya tidak pernah kita sadari sebelumnya. Bagaimana biasanya cinta itu menipu dan memabukan para korbannya. Alvi Syahrin membuka mata pembaca bahwa ternyata cinta bukanlah segala-galanya. Masih ada hal yang lebih utuh dan berharga daripada hanya sekadar cinta. Setiap situasi dan kondisi yang ditulis terasa sangat dekat dan hangat, seolah-olah Alvi Syahrin menjadi sahabat yang selalu ada dan mengingatkan kita. Selain itu layout bukunya pun sangat menarik dan memikat mata dengan kualitas kertas yang tebal. Maka tidak heran buku ini bisa sangat laris di pasaran karena selain isinya yang inspiratif, kemasan bukunya pun dibuat menarik. Saya sangat merekomendasikan buku ini bagi kalian yang sedang galau dan terjerat cinta yang memabukan, agar bisa melihat sudut pandang baru akan makna cinta yang sesungguhnya. Terakhir sampul bukunya pun juara, di mana meskipun minimalis tetap cantik dan memikat.
Profile Image for Siqahiqa.
594 reviews106 followers
February 22, 2019
Review penuh dah up di blog >> http://www.siqahiqa.com/2019/02/revie...

Beli buku ni selepas baca review di Instagram. Terpikat dengan cover bukunya juga :)

Buku ini bertemakan non-fiction yang merangkumi kisah-kisah mengenai cinta. Pengalaman dan pengajaran yang penulis dapati daripada bersendirian selepas bercinta.

Sesungguhnya, ada sesuatu yang lebih penting daripada cinta di muka bumi ini. Itu adalah satu perkara penting yang disampaikan oleh penulis. Ada beberapa kisah dan kata-kata yang menusuk terus ke hati dan fikiranku.

Aku rekomen buku ini buat para remaja dan mereka yang baru mahu bercinta, sedang bercinta, bersendiri sekarang selepas bercinta, atau yang kini berada dalam dilema cinta.

Rating: 3.5 🌟
Profile Image for Neti Triwinanti.
321 reviews82 followers
February 3, 2020
Not really my cup of tea.
Pertama kali tertarik dengan karya Alvi Syahrin saat secara tak sengaja membaca cuplikan isi buku "Jika Kita Tak Pernah Menjadi Apa-Apa", tapi masih belum yakin untuk mulai membaca. Kebetulan teman kantor punya buku ini jadilah perkenalan pertama saya dengan Alvi Syahrin terjadi melalui buku "Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta" ini.
Ternyata isinya adalah pelajaran hidup tentang cara mengelola perasaan yang sedang jatuh cinta.
Saya kurang menikmati membaca ini mungkin karena saya tidak termasuk dalam segmen pembaca yang disasar (?). Buku ini mungkin akan sangat saya nikmati jika saya baca pada usia SMA.
1 review
December 24, 2018
"Terima kasih telah menuliskan ini!" adalah kalimat yang terlontar saat selesai membaca buku ini. Setiap kata seperti dituliskan secara 'personal' untuk kita, dan tanpa merasa dinasehati, justru kita akan TERCERAHKAN untuk mengejar cinta sejati: Cinta kepada Tuhan yang Maha Esa, Allah.
Profile Image for SA.
302 reviews31 followers
May 10, 2024
Some pages really hit deep. 🤧
Profile Image for Shaf.
15 reviews
January 23, 2020
Buku Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta adalah buku self-improvement yang di dalamnya memuat banyak jenis kisah cinta yang diceritakan dari sudut pandang penulis.

Kisah cinta yang ada dalam buku ini sangat akrab dengan kehidupan kita sehari-hari, bahkan mungkin pernah dialami sendiri. Ada kisah tentang jatuh cinta diam-diam, friendzone, sampai cinta beda agama. Aku merasa bisa relate dan ikut terbawa dengan setiap kisah yang diceritakan.

Dalam buku ini, Kak Alvi bercerita dengan sangat objektif. Tidak hanya bercerita tentang indahnya jatuh cinta tapi menceritakan jatuh cinta sebagaimana adanya. Lengkap dengan rasa sakit dan konsekuensinya.

Di akhir setiap bab, aku merasa sedikit tercerahkan. Baik dalam masalah percintaan itu sendiri maupun dalam hal agama. Ada kalimat-kalimat yang serasa menohok. Beberapa kali aku berpikir "iya juga ya", "harusnya aku begini/begitu".

Buku ini melakukan tugasnya dengan baik, yaitu menyadarkan pembaca kalau dunia ini tidak hanya berpusat pada cinta. Ada tujuan lain yang jauh lebih besar. Tapi karena mengandung unsur Islami yang kental, jadi mungkin tidak semua orang dapat menerima pesan yang disampaikan.

Aku selalu suka gaya narasi Kak Alvi. Sejak dulu saat masih membaca buku fiksi beliau, sampai sekarang membaca buku nonfiksi ini. Tapi jika ditanya lebih suka yang mana, aku jujur lebih suka gaya narasi Kak Alvi di buku nonfiksi ini. Lebih real dan lebih terasa feel-nya.

Overall, aku sangat suka buku ini. Aku rekomendasikan untuk kamu yang sedang bingung dengan masalah percintaan. Mungkin buku ini bisa membantu menjawab pertanyaan-pertanyaanmu dan membantumu membuat pilihan yang tepat.

4/5 ⭐ untuk JKTPJC

"𝘉𝘦𝘳𝘩𝘦𝘯𝘵𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘭𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘨𝘢𝘨𝘢𝘭 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘱𝘢𝘵𝘪 𝘫𝘢𝘯𝘫𝘪 𝘪𝘵𝘶, 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘣 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘱𝘶𝘯 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘯𝘶𝘩𝘪 𝘫𝘢𝘯𝘫𝘪𝘮𝘶...
𝘜𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘔𝘦𝘯𝘤𝘪𝘱𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯𝘮𝘶;
𝘭𝘢𝘭𝘶, 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨𝘵𝘶𝘢𝘮𝘶,
𝘥𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘮𝘶 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪.
𝘏𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘵𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪. 𝘠𝘰𝘶 𝘩𝘢𝘷𝘦 𝘺𝘰𝘶𝘳 𝘰𝘸𝘯 𝘭𝘪𝘧𝘦, 𝘢𝘯𝘥 𝘪𝘵 𝘥𝘰𝘦𝘴𝘯'𝘵 𝘢𝘭𝘸𝘢𝘺𝘴 𝘩𝘢𝘷𝘦 𝘵𝘰 𝘥𝘰 𝘢𝘯𝘺𝘵𝘩𝘪𝘯𝘨 𝘸𝘪𝘵𝘩 𝘩𝘪𝘮." -hal. 72
Profile Image for Riski Oktavian.
465 reviews
September 20, 2021
"Apakah jatuh cinta adalah sinonim indah dari hawa nafsu? Jika tidak lantas mengapa orang-orang mengejarnya hingga terbutakan, lalu menyesal di kemudian hari? Dan cinta yang benar tidak akan menyakiti siapa pun. Siapa pun."

Aku sudah cukup sering dengar buku ini berseliweran dan akhirnya memutuskan untuk baca. Ya meskipun memang sebagian besar dari tema yang ada di dalam siniㅡalias cintaㅡmasih belum relate sepenuhnya sama aku, sih. Tapi aku jujur saja cukup menikmati penuturan penulis di dalam sini yang disampaikan secara enak dan kalem dan merasa kita sebagai pembaca seolah memiliki seorang teman.

"Mungkin kau pernah mendengar bahwa jika sedang berkhayal, tidak usah tanggung-tanggung, siapa tahu kesampaian. Lalu bagaimana jika jangkauan tak sampai pada angan? Mau sejauh apa kau menentang kenyataan?"

Aku pada awalnya gak nyangka kalau bahasa atau pembahasan di dalam sini akan seenak ini. Begitu lancar dan mengalir. Permasalahan yang diambol di sini juga sangat realistis dengan melibatkan banyak kondisi yang sering kita temui di sekeliling kita. Aku juga suka bagaimana nasihat-nasihat dari penulis di sini yang membuatku tersentuh dan seolah diberi "peringatan" sebelum sesuatu sudah terlambat disesali.

"Manusia tidak kekal. Manusia tidak sempurna. Manusia selalu mengecewakan. Dan cinta hanyalah perasaan. Ia bisa datang dan pergi seperti cinta dan patah hatimu yang dulu. Ia bisa pudar seperti dia yag pernah berubah tiba-tiba."

Beberapa hal di sini sangat meneduhkan, sejujurnya. Namun jujur saja menurutku buku ini masih kurang bisa diterapkan secara universal, dalam artian di sini memang menampilkan sisi religi atau agama yang memang menurutku tidak semua orang akan memiliki pandangan atau pemikiran yang samaㅡmeskipun aku pribadi mendapat kejelasan di sini. Namun itu bisa kembali lagi ke diri masing-masing. Jika mengacu pada hal yang kurang mengenakkan di sini masih ada beberapa kata yang ditulis kurang baik itu dalam tanda bacanya atau dalam beberapa konjungsi sehingga saat membacanya, aku sebagai pembaca, merasa tidak nyaman.

"Ada penilaian yang lebih bergarga daripada fisik. Namun kau juga harus berhenti menilai seseorang berdasarkan fisiknya. Bukankah kau tak suka dinilai berdasarkan fisik? Maka kau jangan jadikan fisik sebagai segalanya. Termasuk bagaimana kau melihat dirimu."

3,8 stars.

Buku yang cocok buat kamu yang tidak mau mengalami penyesalan.
Profile Image for Agusman 17An.
80 reviews2 followers
January 26, 2019
#JikaKitaTakPernahJatuhCinta adalah buku unik dan menarik. Isinya berisikan pesan-pesan yang akan menguatkan dirimu dan membuatmu berpikir ulang bila sedang jatuh cinta pada jalan yang salah.

Ada 45 teman yang diangkat. Ya, semuanya tentang masalah hati dan pikiran juga pandangan. Membacanya tak akan membuatmu galau bin risau tapi justru akan membuatmu kembali untuk berjalan lag, bangkit kembalii bila kau sedang dalam kegalauan tingkat tinggi atau rendah.

Aku suka cara Alvi Syahrin bertutur, ia selalu menyelipkan pesan yang bagus tiap teman yang diangkatnya. Terutama bila tema itu dirasa berat ia akan angkat pesan dari Tuhan semesta alam membuat kita kembali yakin bahwa Tuhan memang benar-benar memberikan pilihan, tinggal kitanya mau memilih yang jalan Tuhan atau sebaliknya.

Aku tahu, buku ini sebenarnya sasarannya adalah wanita berusia remaja, kira-kira anak remaja perempuan SMA hingga kuliah. Dan bahasanya pun demikian, kekinian dan sesuai dengan jaman ini. Tapi buku ini sangat baik juga dibaca bagi kaum lelaki. Karena kita juga bisa belajar banyak di sana bagaimana memandang dari pandangan wanita, tak hanya itu orangtua juga bagus untuk membaca buku ini karena buku ini kental dengan psikologi anak remaja yang mungkin bisa jadi orangtua itu tengah memiliki anak berusia remaja.

Pokoknya buku bercover hitam dan di dalamnya berlauot pink sangat rekomendet.
Kutipan yang paling aku sukai dibuku ini terdapat pada halaman 159, “Sekarang, lihatlah ke depan, melangkahlah dengan berani, berhenti berlagak bagaikan korban, berperanlah layaknya pahlawan”
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for ade.
274 reviews16 followers
January 6, 2020
"Jangan tergila-gila dalam mencintai. Jangan tergila-gila dalam membenci. Jangan tergila-gila dalam mengagumi. Jangan tergila-gila pada apapun di dunia ini. Dunia Fana."

Buku pertama yang berhasil gw selesaikan di 2020. Buku kedua Alvi yang gw baca. Walaupun buku ini lebih dahulu ditulis oleh Alvi, namun entah kenapa aku lebih suka buku -Jika Kita Tidak Pernah Jadi Apa Apa- , entah kenapa -Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta- ini agak lebih datar, tidak terlalu memberikan efek yang special.

Walau demikian, saya masih suka bagaimana Alvi sang penulis berusaha mengatur alurnya sedari awal, kisah percintaan saat remaja hingga beranjak dewasa. Sang penulis seolah memberikan pemahaman baik dan buruknya cinta dalam hidup, serta tujuan lain yang jauh lebih megah dari nama cinta pada manusia.

Banyak moral of the story nya disini, yang tentunya khas nya Alvi sekali..

Overall buku ini tetap asik untuk dibaca mengisi waktu luang, terutama untuk kamu yang sedang di mabuk cinta.
Profile Image for Tami.
4 reviews1 follower
January 2, 2019
"Jika kamu saja tidak bisa mencintai diri sendiri, bagaimana orang lain bisa jatuh cinta kepada dirimu? Hidup terlalu singkat untuk meratapi kekurangan. Fokuslah pada kelebihanmu dan rangkul dirimu secara utuh." [Hal:34]

Setelah membaca buku ini, pikiran saya lebih terbuka bahwa ada yang lebih penting dari cinta. Kita tak harus mengelu-elukan cinta, teramat dalam jatuh cinta, dan patah hati yang berkepanjangan. Kita harus terus bangkit.

"Mari letakkan cinta di tempat yang tepat; karena selama ini cinta terlalu diagung-agungkan. We are better than love." [Hal:40]

Buku ini memberikan banyak nasihat yang baik. Yang di setiap babnya saya akan berpikir "oh, iya juga ya?" Saya sampai gregetan membacanya dan tidak sadar ketika sudah berada di halaman terakhir. Terima kasih kak Alvi yang telah menuliskan buku ini. Buku ini cukup menampar saya.

Buku ini sangat direkomendasikan untuk kalian ! :))

Ditunggu karya-karya selanjutnya, kak Alvi!
5/5 ✅
Profile Image for Mochamad Rais.
8 reviews
January 25, 2021
Buku ini berisi tentang opini dan nasihat tentang cinta. Dimana intinya, jatuh cinta, sepahit apapun itu, pasti mengajarkan sesuatu. Serta diberikan beberapa pandangan, mengapa cinta bukan segalanya dan mengapa kamu tidak boleh bodoh atas nama cinta.

Sebenarnya buku ini bagus, tetapi bagi saya cukup membosankan dan kalimat-kalimat yg digunakan cukup klise. Ala-ala orang yang suka ngasih nasihat via feed instagram, lalu dijadikan satu menjadi buku. Di beberapa bagian, buku ini membuat saya berpikir "Wah iya bener juga" "Wah, untung aku ga sampe seperti itu". Tapi di beberapa bagian lain, jadi seperti "Ah apaan sih".

Cocok untuk orang-orang yang: sedang bucin, sedang proses move on, sedang dalam hubungan toxic, sedang belajar tentang cinta

Tidak cocok untuk orang-orang yang: tidak percaya cinta, tidak peduli nasihat orang lain tentang cinta
1 review
January 1, 2019
Saya yakin sebagian besar pembaca buku ini akan berkata "Terima kasih telah menulis buku ini." saat sampai di halaman terakhir. Bagi saya sendiri buku ini lebih dari istimewa. Covernya simple tapi bisa menyentuh hati. Kertas isinya yang berwarna pink salmon menambah 'keromantisan' buku ini. Mulai dari bab awal sampai terakhir, kalian akan dipertemukan dengan cerita-cerita cinta yang banyak dialami manusia. Highly recommended untuk kalian yang terjebak dalam berbagai dilema cinta.
Profile Image for Ika Nurmala Dewi.
6 reviews
December 28, 2018
Ternyata, benar katanya. Banyak kesia siaan. Tapi, jika kita tak pernah jatuh cinta mungkin tidak pernah tau rasa mana yang benar mana yang salah. Buku ini menyadarkan bagaimana jatuh cinta dengan cara yang benar.
Profile Image for astread.
77 reviews7 followers
August 5, 2022
Mengapa menanti bunga darinya
bila kau bisa menanam bungamu sendiri?
Profile Image for Dety  Mutiara.
132 reviews6 followers
December 25, 2018
Pertama aku mau bilang, Terimakasih telah menuliskan ini! 🙏 Dan buat kalian semua rasanya harus baca buku ini :)

Aku, aku cuma bisa bilang terimakasih sebanyak-banyaknya untuk Kak Alvi :) Buku ini banyak memberi pelajaran dan "tamparan" buatku (:

*review lengkap nanti ya ^^
Profile Image for n-za.
142 reviews15 followers
December 16, 2020
messages that are meaningful and touching, convincing parables, as well as choosing the right words to make me more aware that we should not be blinded by mortal love. love quite naturally. if it's too much it will hurt when love is gone
Profile Image for Leila Rumeila.
994 reviews28 followers
June 18, 2023
Not really nor so bad sih.
Sebagian besar isinya memang lebih ke nasihat2 teenage romance sih alih2 adult romance, imo.
Pun seringkali disampaikan dengan perspektif agama Islam (specifically, karna banyak ayat2 Al-Qur'an yg dikutip). Dan sebenernya hint dari buku ini engga terlalu jelas kalau penyampaiannya seperti itu, jadi buat pembaca nonmuslim kayanya akan jadi surprise.
Beberapa kalimat terdengar kinda cringey and too common, bukan yg kaya whushh mindblowing.
Profile Image for Rune Divina.
158 reviews15 followers
January 11, 2019
Pertama2 terima kasihh kepada kak @alvisyhrn dan penerbit Gagas Media untuk buku ini 🙏🙏. Ulasannya aku potong jadi dua postingan (haha karena covernya bagus, aku bikin foto lebih 🤣🤣)

Buku ini bergenre non-fiksi, dan kalau dispesifikasi lagi, aku kira cocok di bagian self-help. Kontras dengan judulnya, Kak Alvi menuliskan beragam skenario yang dapat kita alami ketika kita jatuh cinta. Lalu pada akhir buku, Ia memberikan statement yang kuat bahwa jika kita tidak pernah jatuh cinta, kita tidak akan pernah sadar akan hal2 yang sebenarnya lebih penting dari cinta. Seperti apa tuhh?? Yaa... bacalah buku ini bila kalian ingin tahu 🤣🤣. Oh yaa, Kak Alvi adalah seorang pemuda lhoo... jadi kalo kalian cewek2 pingin tahu apa sih yang dipikiran cowok mengenai cinta, bisa dimulai lewat buku ini. Sekalipun, nuansa Islami di buku ini cukup kental, sehingga aku sebagai pembaca agama lain kadang merasa kurang dpt menghayati tulisan Kak Alvi. Namun ada beberapa skenario yang dpt mengena juga untuk beragam pembaca kok. •

Kak Alvi pun gaya penulisannya seperti mewanti-wanti, memberikan peringatan kepada kaum muda mengenai cinta. Namun, aku merasa setelah beberapa bab, sudah terlihat jelas pola dari semua skenario: cinta gagal, kita bimbang, kembali kepada Sang Maha Kuasa. Aku tidak mengkritisi isinya, namun pola ini lama-lama sangat mudah ditebak sehingga sebagai pembaca, aku jadi malas membaca bab selanjutnya karena tahu pesannya sama. Ini pendapatku pribadi yaaa ❤❤❤

Aku ingin apresiasi covernya bagus HAHHA dan kertasnya warna pink muda lucu banget 😍😍 sepertinya target pembacanya memang kaum perempuan. Tapi isinya bisa untuk dua gender gengs. Lalu, binding bukunya juga bagus DAN aku ga menemukan satu typo pun 👏👏👏 props untuk publishernya.

Sayangnya, buku ini menormalisasi penggunaan cinta sebagai cinta antara pasangan. Dalam KBBI cinta adalah "suka sekali; sayang benar" jadi kita berbakti pada orang tua adalah bentuk cinta juga, kita mengutamakan cita-cita adalah bentuk cinta pada diri kita sendiri, kita mengutamakan Tuhan adalah bentuk cinta pula. Kalau menurutku pribadi, cinta itu penting. Pertanyaannya adalah, cinta kepada siapa yang perlu diutamakan. Nah, ini kuserahkan kepada masing-masing orang untuk menjawab sendiri ❤❤.

Tapiii kalau pembaca sudah mengerti bahwa cinta itu bisa beda2 konteks, cuss bisa baca skenario2 yang dibawakan kak Alvi. Siapa tahu Kak Alvi telah memprediksi skenario percintaanmu (konteks pasangan). Daripada kita pusing kepalang ketika menjalankannya nanti, bisa baca nasihat2nya Kak Alvi. Khususnya kaum muda, membaca buku ini menurutku bisa mempersiapkan dirimu dengan kemungkinan terburuk dari cinta (konteks pasangan). Iya lhoo... saat baca buku Kak Alvi aku manggut2 sama pesan2nya. Teman2, cinta (konteks pasangan) bisa saja tidak seindah yang kita pikirkan. Dan setuju banget, ada hal2 lain yg lebih penting dr cinta yg konteksnya pasangan. •

Rating Erhi : 🌟🌟🌟.3/5
Profile Image for anggiareads.
51 reviews44 followers
August 19, 2020
Sejujurnya kisah di buku ini telah terjadi padaku 'dulu' jauh sebelum buku ini diterbitkan.
Jadi pas ngebacanya seperti dejavu 😊 kembali mengingat kenangan2 lama. Setiap langkahnya pun telah kuperbuat.
.
Ketika dalam benakmu sampai saat ini bertanya2 "Kenapa yaa aku masi sendiri?" Trus ketika masih ada yg pacaran bertahun2 tapi gak nikah2 karena berbagai alasan? Seperti blom siap lah, gak restu ortu lah, beda agama lah, dsb.
.
Saranku cuma satu..
Baca buku ini, setidaknya pikiranmu bisa terbuka dan dapat satu kesimpulan "udah putusin aja" ☺
Buku ini juga mengingatkan ajaran2 yg terkandung dalam agama.
.
Bagi yg sudah menikahpun buku ini juga ku rekomendasikan. Jangan sampai salah arah, karena apa yg sebenarnya kita cari di dunia ini? Cinta? Itu bukan cinta.
.
Buku ini sangat baik, mari menjadi lebih baik bersama 😊
Profile Image for Rifani Magrissa.
129 reviews6 followers
June 19, 2019
Review lengkap (akhirnya :D) di sini: Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta

Kalimat penutup yang saya senangi:

Yang lalu, biarlah berlalu
Jika kita tidak pernah jatuh cinta, kita tidak akan pernah sadar, bahwa sebetulnya ada sesuatu yang lebih penting daripada cinta di dunia ini.

Jadi, bagaimana perasaanmu sekarang?

Terimakasih telah menulis buku ini
Profile Image for Fian.
46 reviews
December 8, 2020
Buku ini cocok bagi anda yang sedang menghadapi masalah percintaan, merasa depresi setelah putus Cinta dan bahkan yang lagi Jomblo/sendiri pun (Sama kayak saya xixixi) juga saya sarankan. dan yang mencari "Apa itu sih makna Cinta yang sebenarnya?" jawabanya ada didalam buku ini, termasuk pertanyaan yang saya tanyakan tadi di atas. Semua terjawab dalam buku ini. Terima kasih mas Alvi telah menulis buku yang bermanfaat ini :D 
3 reviews1 follower
November 8, 2020
I’m 25 y/o lol I don’t think this one is for me. It’s a self-help book more suitable for teenagers.
Profile Image for Noer Anggadila.
83 reviews
October 18, 2023
Buku berjudul "Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta" karya Alvi Syahrin memiliki 215 halaman yg dikemas dalam 44 buah bab. Penggalan blurb-nya asik:
"Terkadang cinta memang sakit dan rumit. Namun, bisa pula membuat bahagia dan senyum tidak ada habisnya. Keduanya bersimpangan, tetapi pasti kita rasakan."

Asik benerrrr kata gw mah

Seperti buku-buku sebelumnya dalam seri ini, penulis mengajak pembaca hanyut sehanyutnya dengan penulis. Apalagi bagi pembaca yg merasa related bgt, setiap bannya akan bergumam "iya juga ya" "gila aku bgt ini"

Karena saya juga begitu

Buku dgn genre non fiksi - self development ini termasuk ke dalam buku yg bisa lekas aku tamatkan. Tidak ada hambatan, ya karena tadi itu "aku bgt" wgwgwg. Yep jujur, cocok bgt dibaca untuk kaum-kaum labil yg sedang mencari makna dari kata cinta, ceileeeeh ihir

Dari ketiga buku, seri yg ini yg paling cepat aku tamatin. Alurnya seperti naik rollercoaster. Pertama datar makin lama nanjak naik sampai puncak, setelah itu terjun wuuuushhh🎢

Di awal pembaca akan diajak flashback kemasa lovely dovey romansa sekolah

Cie udah mulai balik lagi belum ingatan tentang crush-mu yg dulu satu sekolahan itu🤭🤭🤭

Jadi baca bab ini ada sensasi lucu-geli-gimanaaaa gitu

Masuk ke pertengahan bab membahas romansa baru-baru ini, iya kamu yg mungkin punya pengalaman ya meskipun cuma jadi secret admirer dari zaman bahula, upss wgwgwg. Santai dulu brodi

Setelah itu pada bab akhir, kamu akan dituntun kembali ke jalan yg benar. Gak ujuk-ujuk si, udah dari bab-bab awal. Gongnya di akhir.

Seperti dua buku sebelumnya, misi implisit yg dibawa adalah mengajak kita untuk kembali ke jalan yg benar, on the track, serta selalu mengingat Dia, apapun keadaannya

Eh ya, bicara tentang buku ini yg "aku bgt" membuatku merasa menjadi villain sepanjang melewati bab demi bab nya. Tercetus pemikiran "eh, apa jangan-jangan aku yg toxic?"😩

Seddiiihhh

Dari ke-44 bab, favorit ku ada di bab 9 dan 11. Bab 9 berisi tentang pengingat untuk tidak perlu cemas akan masa depan bab jodoh, udah di atur. Ikhtiar dan tawakal yg penting. Kemudian bab 11 tentang, bentar mau ketawa geli dulu wgwgwgw. Soalnya dulu pernah ada di masa itu, dimana punya berkeinginan dapat mengubah sidia. Alaahhh masih bau kencur juga, aneh-aneh, wgwgwg. Ya maklum namanya juga masih pemula
Puh sepuh ajarin dong puhhh

Di bab 11 ini diingetin yg intinya kalau mau mengubah itu bukan org lain, tapi diri sendiri

Makdeeeggg

Fav quotes sudah tertera bookmark beberapa halaman

Gaya penulisan gen z - friendly jadi mudah dicerna dan gak belibet👌
4 dari 5 bintang untuk Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta oleh Alvi Syahrin.

Aku merekomendasikan buku ini untuk kamu khususnya para galauers bucin, gamon, sumon, dan sejenisnya karena selesai baca pasti bilang "masuk pak ekooooo"
Displaying 1 - 30 of 166 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.