Ketika kediktatoran menjadi kenyataan, maka revolusi menjadi kebenaran.(Anonymous)
Kediktatoran bukanlah semata-mata warisan sistem sistem feodal masa lampau. Bangsa yang memilih sendiri pemimpinnya atas nama demokrasi, beberapa kali terjebak dalam rezim diktator yang merampas kemerdekaan rakyat. Contoh ekstrem adalah Hitler, yang menjadi pemimpin Jerman pada dekade 1930-an karena sebagian besar rakyat Jerman menghendakinya. Namun ternyata, Il Fuhrer membawa jutaan rakyatnya ke jurang Perang Dunia II.
Bagi kita tentu sudah tidak asing lagi nama-nama seperti Adolf Hitler, Vladimir Ilyich Lenin, Francois Duvalier, Fidel Castro, Fulgecio Batista, Mustafa Kemal Ataturk, Joseph Stalin, Mao Tse Tung, Nikita Kruschev, Chiang Kai Sek, Francicso Franco, Gamal Abdul Nasser dan juga... Soekarno. Buku ini memaparkan kisah-kisah para diktator di abad ke 20 tersebut; bagaimana mereka meraih kekuasaan, cara yang dipakai mempertahankan kekuasaan, serta cara-cara yang dipilih di senjakala kekuasaan mereka.
Jules Archer was an American author who wrote many volumes of non-fiction history for a general audience and for young adults.
Archer served four years during World War II with the Army Air Corps in the Pacific theater. He is the author of many books on U.S. history, political events, and personalities, including The Plot to Seize the White House: The Shocking True Story of the Conspiracy to Overthrow FDR, and Jungle Fighters: A G.I. War Correspondent's Experiences in the New Guinea Campaign.
Ada satu paragraf yang bener-bener mengusik batin saya dan membuat bendungan air mata saya jebol. menangis sedih? pedih? bersimpati? berempati pada para korban kekejaman para diktator? bukan! air mata saya keluar karena ketawa terbahak-bahak membaca satu bagian dari cerita seorang Rafael Trujillo, diktator Dominika yang berkuasa dari tahun 1929 sd 1961 yaitu ketika ia mengangkat Ramfis, anaknya sendiri menjadi seorang Kolonel dengan gaji penuh dan fasilitas lengkap. *gak lucu ah~nepotisme mah biasa atuh buat para diktator mah*
bentar dulu! ketika diangkat jadi Kolonel oleh ayahnya yang sedeng ini, si Ramfis umurnya baru TIGA TAHUN!!! *disini gw guling-guling dilantai* gustiiiiii! kolonel termuda sepanjang sejarah nih. bicara aja belon bener! kolonel yang masih suka ngiler, pake popok lagi! dapet gaji lagi! seorang saddam hussein juga gak gitu-gitu amat deh kayaknya. hahaha. hei, Ramfis! what can you do? doing nothing but sitting on your butt, that's for sure... ni bokapnya bener2 edan, sinting, kerasukan, kemaruk, bego, ndegil, kesurupan, gak punya pikiran.. um.. um.. *tambahin lagi dah kalo kurang* cerita blom selesai disitu, tujuh tahun kemudian ketika si Ramfis berumur 10 tahun ia dinaikan pangkatnya menjadi brigadir jendral!!! haduuuh.. ampuuuuun jendraaaaaal!!! *jedot-jedotin kepala ke tiang listrik*
Sayangnya seorang Jules Archer menulis buku ini pada tahun 1967. Nama-nama diktator "masa depan" yang justru akrab ditelinga seperti Manuel Noriega, Idi Amin, Ferdinand Marcos, Shah Iran, Saddam Hussein, Nicolai Ceaucescu otomatis belum tercatat dalam sejarah dunia. Mereka sepertinya masih "meniti karir" menuju kediktatoran masing-masing. hehehe....
"Kediktatoran adalah petualangan besar yang akan runtuh dengan meminta pengorbanan dan darah" General de Gaulle
Ada beberapa kesalahan penulisan tahun, dan mengingat ini buku sejarah, maka kesalahan ini fatal.
Joseph Stalin hal. 55: "Di awal tahun 1955 ia mendengar ada rencana kelompok yang ingin menghancurkannya." Mungkinkah seharusnya tahun 1925, karena Stalin meninggal tahun 1953.
Rafael Trujillo hal. 133: "...ia tidak mencalonkan diri pada pemilihan kembali tahun 1918." Mungkin maksudnya tahun 1938, tahun selesainya masa kepresidenannya yang pertama. Ia kemudian kembali menjadi presiden tahun 1942.
Fulgencio Batista hal. 140: "Tahun 1988, ia mendapat undangan ke Washington..." Seharusnya tahun 1938, lihat di sini.
António de Oliveira Salazar Diceritakan bahwa Salazar masuk kuliah tahun 1920 (hal. 178: "...di Universitas Coimbra pada tahun 1920.") dan lulus tahun 1904 (hal: 179: "Tahun 1904 ia lulus..."). Menurut Wikipedia, Salazar mulai kuliah di Universitas Coimbra tahun 1910 dan lulus tahun 1914 (lebih masuk akal).
Buku ini biografi singkat para diktator yg terkenal di abad 20. Karena ditulis (buku ini diterbitkan pertama kali pd thn 1967) sebelum pd thn 1967, jadi tidak mengherankan banyak tokoh diktator lainnya yg kondang tidak dimasukkan spt Ceaucescu, Pinochet, Marcos, Kim Il Sung bahkan Presiden kedua kita, Soeharto. Cukup kita senang ada Presiden Soekarno masuk daftar di buku ini hahaha...
Yg pertama saya mau keluhkan adalah luar biasa banyaknya typo dan kualitas jelek terjemahannya. Padahal buku yg saya baca adalah edisi ke-17, Maret 2007, koq jadi sptnya gak ada revisi atau bagaimanalah. Begitu pula kualitas cetakan bukunya jg buruk.
Sekarang mengenai isinya, krn setiap tokoh diceritakan perjalanan hidupnya seminimal mungkin, yg saya tangkap jadinya malah semua karya negatif mereka, seolah-olah hal² positif yg mereka lakukan hanya remeh dan ditenggelamkan oleh banyak kesalahan fatal mereka. Jadi rasanya gak seimbang dgn jasa² yg mereka berikan pd negaranya. Padahal tidak mungkin mereka diangkat jd pemimpin negara mereka kalau mereka sangat rendah kontribusinya. Kita harus punya pemikiran seimbang bhw tanpa kerja keras tidak mungkin mereka bisa menapak karier politik mereka sedemikian pesat.
Terakhir, kekuasaan itu kalau disalahgunakan bukannya menjadi alat kesejahteraan, malah sebaliknya menjadi racun yg membuat org yg mengendalikannya lupa daratan, terlalu mengagungkan diri dan tidak menerima perbedaan yg bertentangan pd dirinya. Semakin arogan mereka semakin tidak bisa menerima bhw keadaan dunia sudah tidak sesuai lagi dgn cara² keditaktoran mereka. Biasanya mrk meninggal jg dgn keadaan susah dan tragis. Siapa menabur angin, dia yg menuai badai. Siapa yg menanam kejahatan, dia yg memanen karma.
This book gives an overview of 18 dictators and was an interesting read. It is, however, a bit outdated and doesn't include updated information on how the stories end for some of the dictators since it was written in 1967. It does give a good synopsis of the dictators' early lives and the situations that brought them to power.
"In 1934 one powerful group of right-wing extremists actually mounted a plot to make the United States a dictatorship. They began spending millions in propaganda to convince Americans that the Roosevelt Administration was Communistic. The next step called for a military hero to lead a private army on Washington "to save America." Taking Roosevelt prisoner, he would broadcast to the nation that he had "overthrown the Communist conspiracy." Congress would be disbanded and the Bill of Rights suspended "for the emergency." Then the plotters would take power through his dictatorship. Their choice of an American Duce to imitate Mussolini's march on Rome was U.S. Marine General Smedley Butler, twice winner of the Congressional Medal of Honor. The astonished general played along with the conspirators until he had unmasked the whole plot. Then he went to Washington and exposed them before the McCormack-Dickstein Committee of the House of Representatives. His testimony, supported by reliable witnesses, can be found in the "Congressional Record" of December 29, 1934. The plotters quickly disbanded their organization, and the affair was hushed up."
"...no regime is worth supporting if it keep citizens down..." -John Gunther
Dapat dipastikan kelahiran seorang diktator selalau dilatarbelakangi oleh kondisi-kondisi sosial-politik; penindasan, kemiskinan, ketidakadilan. Sedangkan secara personal, satu hal yang tak dapat disangkal dari seorang diktator adalah mereka genius dalam levelnya masing-masing
Buku tentang kekejaman diktator masa lalu, tapi masih agak kurang setuju tentang sejarah indonesia, karena mungkin ketika buku ini dibuat, penulis masih meriset orla bukan orba.
pernah di satu sore, ada teman memainkan tropical island -persis game sim city hanya saja yang ini bersetting karibia- di komputer redaksi majalah fakultas. melihat keseriusannya aku pun penasaran. 'ada petani yang mulai mengkritik dan menuntut perbaikan. nah sebelum dia pengaruhi yang lain, harus segera dieksekusi ini. suara seperti itu tidak boleh sampai meluas. semakin rakyat tidak tahu apa-apa, semakin mudah mereka dikuasai!' jelasnya sambil mengerahkan pasukan militernya membunuh petani yang malang itu dan sejumlah penduduk lain yang mulai berpendapat.
membaca buku ini mengingatkanku lagi pada sore itu, pada temanku yang sangat mengidolakan Tan Malaka dan USSR itu. bisa dikatakan aksi kediktatorannya di permainan ini adalah bentuk luapan frustrasi karena tak bisa menjalankan redaksi majalah fakultas kami secara diktator hahaha
ps. makasih buat kudanil yang bela-belain nganterin nih buku padahal abis begadang semalaman huehue (btw ini buku buat gw ato kudu dibalikin yah :p)
Sebuah kumpulan kisah para diktator yang ada dalam sejarah dunia. Menjelaskan kisah hidup mereka mulai dari sebelum memperoleh kekuasaan, bagaimana mereka memperoleh kekuasaan, dan bagaimana mereka menjalankan kekuasaannya tersebut.
Buku yang menarik. Sebuah kumpulan biografi singkat para pemimpin dunia yang sarat dengan kontroversi. Dalam buku ini kita bisa tahu perbedaan pikiran yang ada antara lenin dan stalin, sisi diktator yang berbeda pada diri Salazar, mustafa kemal ataturk, dan sukarno!
Tidak ada masalah yang besar dalam soal isi. Mungkin salah satu kekurangannya adalah dalam bidang pemilihan font. Kertas cetakan sudah bagus, tapi font yang dipakai terlalu rapat dan cepat membuat mata lelah. Kalau font ini bisa di atasi maka buku ini akan semakin bagus. Hal yang sama juga berlaku untuk desain covernya. Desain covernya kurang nendang dan terlihat seperti buku murahan.
A collection of thumbnail sketches profiling 18 dictators from the first half of the 20th century. Not bad, but very dated now -- many of the dictators featured were still alive when this was written (1967), so their stories are somewhat incomplete. (Of the 18 men in the book, only Castro is still alive.) A decent book.