A. Teeuw ada benarnya, Pram adalah penulis yang muncul hanya sekali dalam satu generasi, bahkan mungkin dalam satu abad. Pendapat ini nggak melebih-lebihkan karena karya-karyanya masih relevan hingga sekarang. Dalam buku ini, Bumi Manusia, Arus Balik, Arok Dedes, dan Gadis Pantai dibahas secara mendalam. Informasi baru yang saya tangkap dari buku ini adalah persoalan Pram dan Lekra. Nggak seperti anggapan hasil doktrin Orde Baru, Pram sendiri ternyata mengaku kalau ia bukan merupakan anggota PKI. Ia bahkan nggak mempelajari Marxisme dan Leninisme, ia justru bagian dari orang Samin yang memiliki cara perlawanan sendiri dengan langkah-langkah yang filosofis.
Tampaknya Pram juga punya dendam kesumat pada para priayi, ia bersama Tetralogi Pulau Buru dan Gadis Pantai mengungkapkan citra priayi yang sewenang-wenang. Ia juga beranggapan kalau feodalisme adalah hal utama yang menghambat pembangunan. Melalui tokoh Minke, Pram berusaha menyampaikan pada dunia jika bangsa kita tertinggal dan tertindas bukan karena ulah penjajah yang kejam dan tidak berperikemanusiaan saja, tetapi juga karena bangsa kita sendiri yang masih memiliki cara berpikir yang usang. Minke, yang memiliki kesempatan untuk belajar di sekolah dengan pengajaran Eropa, tentu memiliki pandangan yang lain dibandingkan dengan keluarganya yang seorang priayi. Ia mulai banyak mengkomparasi dan meninggalkan budaya-budaya Jawa yang selalu berprinsip pada "mengabdi dan tunduk pada negara dan raja".
Akhirnya, saya mulai mengerti kalau Minke ini bukan hanya mewakilkan Tirto Adhi Soerjo saja, tetapi juga Pram sendiri. Ia banyak memasukkan pemikiran-pemikirannya soal kemajuan dunia Barat dan feodalisme di Jawa ke dalam karya-karyanya. Dengan pemikirannya yang berbeda dari kebanyakan orang di masa itu, nggak heran kalau ia sempat menjadi kandidat penerima nobel. Buku ini super lengkap, dengan banyak catatan kaki dan peristilahan yang tersebar di sana-sini. Judul buku, tautan, dan segala referensi dituliskan dengan rapi dan terstruktur. Cocok menjadi bahan bacaan untuk mereka-mereka yang ingin mengetahui kehidupan maestro kita lebih dalam.