Volume iini masih melanjutkan battle antara Hiro dan Ichirou. Sementara Ichirou masih harus memikirkan strategi untuk melepaskan diri dari Hiro karena nyawa Mari yang terancam. Basa gambarnya seru, sayang, saya baca di hape ukuran 5 inchi, jadi ya, males saja memerhatika detil gambar duel mereka ini :D
Setelah berhasil lepas dari Hiro, Ichirou bergegas mencari Mari. Tapi terlambat. Mari tak lagi tertolong.... :(
Dengan gundah, Ichirou berjalan kesana kemari, membantu para korban pesawat atau gedung terbakar, menyelamatkan nyawa mereka. Hingga satu televisi mengekspos aksi heroik Ichirou, sementara keluarga Inuyashiki menonton di tellevisi mereka di rumah...
Sementara Hiro, merasa kesal. Dia baru menyadari bahwa ada sosok lain seperti dirinya dan bertindak bertolak belakang dari dirinya, memilih tetap menjadi manusia yang memiliki hati, alih-alih menjadi manusia mesin tak berperasaan.
Ketika akhirnya Ichirou pulang ke rumah, dia disambut keluarganya. Istrinya tak percaya apa yang dilihat di televisi adalah suaminya. Adegan mengharukan hadir di keluarga ini. Ketidakharmonisan yang dulu pernah melanda keluarga ini, akhirnya digantikan oleh kehangatan. Apa karena Ichirou adalah pahlawan? Hmm... Sebenarnya, masing-masing di natara keluarga ini tidak saling terbuka akan perasaan masing-masing. Semakin tua, semakin lama mereka mengarungi hidup berumahtangga, tak ada lagi api cinta. Dan ini mungkin adalah titik balik bagi keluarga ini untuk kembali menata hidup mereka kembali. Tsaaaahhh....
.
Apakah kemudian mereka hidup berbahagia selama-lamanya? Eeeeehhh... Hiro masih berkeliaran di luar sana, menyusun strategi, dan mengunjungi sahabat lamanya, Andou, mengatakan ingin mampir dan bersama-sama membaca komik Shounen jump.
Dih, ngeriiiii, ketika sosok Hiro yang bertudung, berdiri di kamar gelap Andou. Apakah dia mengendus persahabatan antara Andou dan Ichirou? Hiro tinggal teriak, DADADADADA... Dan Andou bisa saja langsung....
Yadaaaaaa....
Lanjut ah ke volume berikutnya :D