Putri Adele, pewaris takhta ketiga dari Kerajaan Alerva, tak pernah membayangkan Julien, sahabat masa kecilnya, menjadi pengawal pribadinya. Setelah ditinggal Julien tanpa kabar selama lima tahun, Adele tak bisa memungkiri dia merindukan pria itu. Namun, status putri dan pengawal hanya memperbesar jurang di antara mereka.
Adele ragu akan perasaannya kepada Julien. Kenapa dulu Julien pergi? Apa yang membuatnya kembali? Mampukah Adele mempertahankan perasaan mereka? Bukan hanya harus menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tadi, Adele juga harus menemukan dirinya.
“Kamu tidak usah takut. Mulai saat ini, aku akan menjagamu.”
Kecintaan Francisca Todi pada cerita telah mulai sejak kecil. Dia melahap setiap buku di perpustakaan sekolah dan sering mengarang cerita bersama teman-teman dan adiknya.
Francisca dan suaminya kini tinggal di Belanda—negeri dengan angin dingin, jalan-jalan berkelok penuh gedung tua, dan kanal-kanal indah yang tidak pernah gagal memicu ide kreatifnya.
Jika pada buku pertama kehidupan istana Alerva digambarkan melalui sudut pandang Tara Asten, asisten Putri Viola, buku keduanya ini langsung mengajak kita lebih dalam menelusuri kehidupan istana lewat sudut pandang Adelaide, Sang Putri Pemberontak. Ia adalah sepupu Viola yang rindu bisa hidup bebas tanpa kekangan orang-orang yang selama ini mengatur hidupnya. Di adegan pertama, ia berusaha kabur bersama sepupunya, Krista, ke acara Summer Dance di ibukota Trioli. Sial, dia langsung dijemput pulang oleh pengawal kerajaan yang tak ia duga. Julien. Teman masa kecilnya yang sudah menghilang selama lima tahun.
***
"Menjadi dewasa adalah konsep yang terlalu dibesar-besarkan. Hidup adalah tentang memilih. Setiap hari kita dihadapkan pada begitu banyak pilihan. Pilihlah dengan baik."
"Bagaimana kalau aku tidak tahu apa yang harus kupilih?"
"Pilihlah sesuatu dan belajarlah hidup dengan konsekuensinya."
(Julien and Adele, di kedai es krim Bastini, halaman 73)
Kalau hidup ini tentang memilih, maka kedewasaan adalah kemampuan memilih dengan bijaksana. Dan walaupun kita tidak selalu bisa memilih sesuatu, kita selalu bisa memilih cara kita menjalaninya. (Putri Adelaide, halaman 260)
Membaca buku Francisca Todi bukan yang pertama kalinya buat gw. Buku sebelumnya tentang Bastian yang bikin gw cinta mati sama gaya kepenulisannya, otomatis ngebuat gw langsung beli buku ini.
Kali ini bercerita tentang Julien dan Putri Adelaide yang bersahabat sejak mereka kecil. Namun seperti layaknya kisah dua lawan jenis yang bersahabat, hubungan mereka tidak murni bersahabat. Seiring berjalannya waktu keduanya saling membutuhkan satu sama lainnya. Namun status keduanya yang memperhalang hubungan mereka.
Adelaide yang hidup dalam keluarga kerjaan terbiasa dengan mengikuti peraturan yang ada. Memiliki kedua orangtua yang supersibuk dan segala kegiatannya yang selalu diawasi pengawal.
Namun ternyata hidup disebuah kerjaan tidak berjalan mulus, kerjaan tertimpa masalah. Yang mengakibatkan rakyat memberontak.
Belum lagi kehadiran Julien dalam sisi Adelaine membuat suasana hati Adelaine berubah dratis layaknya roler coster.
Julien tetap menepati janjinya sebagai pelindung Adelaine. Dan kisah romantis mereka akan membuat kalian iri. -------------------------------------------
Seneng banget baca cerita ini karena kehadiran tokoh Julien xD
Imajinasi penulis tidak terlalu lebay dalam menggambarkan kehidupan kerajaan ataupun hal- hal yang seperti dalam dongeng dalam kisah ini. Gw menikmati aja gitu.
Sedikit nostalgia ada Bastian dan Tari (hmmmmm... kalau penasaran baca buku 1 nya deh)
yang bikin gw kesel? Ending kali yakk xD
Ada buku ketiganya dong... Ada kah kak Ciscaaaaaa xD
Whoaaa.... bagus. Dan ada sedikit cerita tentang Bastian dan Tara tentang kelanjutan hubungan mereka.
Putri Adelaide adalah anak dari Pangeran Alfons, adiknya Raja Frederich. Jadi Putri Viola bersepupu dengan Putri Adele ini. Sebagai anak tunggal (perempuan lagi), Adele sering dipandang sebelah mata oleh ayahnya. Dia dianggap masih anak-anak padahal usianya sudah 21 tahun. Trus Adele hobi kabur dari istana hanya untuk bersenang-senang di luar. Padahal menurut aturan protokol dia harus selalu dikawaloleh seorang pengawal. Suatu ketika dia kabur bersama Putri Krista untuk pergi ke acara dansa. Mereka berhasil mengelabui Rik, pengawal Adele yang sudah tua. Belum selesai acaranya, ternyata seorang pengawal baru mendapatkan mereka. Dan Adele terkejut karena pengawal itu tidak lain adalah Julian, teman masa kecilnya yang telah menghilang selama 5 tahun.
Bagi Adele, Julian bukan hanya seorang pengawal. Dia adalah teman, sahabat dan orang penting bagi dirinya. Yang Adele tahu, hidupnya sangat tersiksa karena tidak ada satupun hari terlewat tanpa memikirkan Julian. Sekarang Julian kembali dan bertugas sebagai pengawalnya. Jurang perbedaan di antara mereka semakin lebar.
Kisah Adele dan Julian membuat saya terjaga semalaman untuk menamatkan ceritanya. Saya terharu dengan transformasi diri Adele, dari seorang gadis yang hanya memikirkan dirinya sendiri, selalu merasa menjadi korban, akhirnya menjadi seorang putri dengan keberanian dari dalam dirinya. Julian juga bukan hanya seorangpengawal, pengalamannya di Akademi Korps Pengawal menempanya menjadi sosok yang tangguh.
Daaan.... ada Bastian. Makin keren deh dia di sini. Bastian sampai merancang permainan supaya Adele dan Julian saling mengungkapkan perasaannya.
"semakin dekat seseorang, semakin dia bisa menyakitimu." hal 216
"selama kau menginginkanku di sisimu, aku akan berjuang bersamamu." hal 223
hubungan yg agak rumit sich antara putri & pengawalnya.. terharu sama perjuangan Julien yg melindungi Putri Adelaide dr kecil sampai besar, nggak sia" perjuangan'y.. :')
"Katakan apa yang harus kulakukan, Adele. Apa yang kauinginkan?" Aku menengadah menatapnya dan menyahut pelan, "Aku ingin bus kuning yang bisa terbang."
Mengakhiri tahun 2017 dengan 5 bintang dan mengawali tahun 2018 pula dengan 5 bintang, hidupku tidak pernah selengkap ini :))
Masih tentang seputar kerajaan negeri Alerva, kali ini kita dibawa untuk berkenalan dengan tokoh dalam kerajaan, seorang putri dari adik raja, Putri Adele. Dan hero kita kali ini, yang tidak kalah sweet tapi masih kalah pamor dengan Sebastian (hehe), tidak lain adalah pengawal putri itu sendiri, bernama Julien, yang juga merangkap sebagai teman masa kecil sang putri.
Daripada teroris, cerita kali ini lebih memfokuskan pada kehidupan seorang putri yg sebenarnya tidak terlalu indah seperti yang diceritakan di dongeng. Perkembangan karakternya juga bagus, perlahan-lahan tidak terburu-buru. Plot rapi dan untuk gaya penulisan tidak usah dibilang lagi ya, perfecto. Sangat sesuai dengan selera saya. Sayangnya kali ini penulis bercerita hanya dari sudut pandang putri Adele saja, tidak seperti di d'Amour yang mengambil dari dua sudut pandang kedua tokoh utamanya.
Oh ya, beberapa tokoh dari d'Amour muncul kembali disini. Karena itu sebaiknya anda membaca dulu novel seri sebelumnya supaya lebih mengerti kisah tokoh2 tsb. Meskipun untuk jalan cerita sih masih bisa diikuti tanpa membaca d'Amour terlebih dahulu.
Sebastian my lord... pesonamu memang terlalu kuat untuk diabaikan meskipun hanya sebagai cameo. Maaf Julien, bukannya kau tidak keren, tapi saya sudah terlanjur jatuh terlalu dalam pada aliran Sebastian-isme :*
Selamat, kak Francisca Todi. Anda telah mendapatkan satu fans fanatik. Saya tunggu series Alerva #3 jika anda berniat melanjutkan kisah tentang kerajaan fiktif ini. Jika iya, tolong jangan lupa sertakan pula Sebastian *plak
Buku ini saya lahap tepat setelah membaca Mission D' Amour yang merupakan seri pertama dari #Alerva karya Francisca Todi. Supaya masih kebawa feel-nya gitu. Dan novel ini adalah novel pertama yang saya habiskan dalam waktu sehari sepanjang tahun ini.
Jujur, cerita awal buku ini agak membosankan bagi saya. Adele, si tokoh utama, terlalu banyak mengeluh, merengek, dan bikin saya kesal. Dan ada juga Julien yang gagu setengah mati dan sok cool. Sepertiga cerita awal alur bergerak agak lambat, sampai akhirnya ada adegan action juga dimana Adele terjebak diantara demonstran, yeay!
Sepertiga tengah berhasil membuat saya senyum-senyum sendiri dengan kemunculan tokoh Tara dan Bastian dari buku Mission D'Amore yang, meskipun awalnya saya kira hanya jadi cameo dan tempelan saja, ternyata memiliki porsi lebih banyak daripada itu. Tara-Bastian kelihatan manis banget, sementara Adele-Julien lebih banyak porsi sendunya. Namun rupanya di sepertiga ini merupakan titik balik dari para tokohnya.
Menjelang akhir, saya merasa senang karena para tokohnya sudah bertumbuh dewasa sejalan cerita, namun sedikit sedih karena bukunya makin tipis (hahaha). Bab-bab akhir berhasil membuat saya makin deg-degan karena kemunculan tokoh Emile dan Henri. Sempat berpikir bahwa buku ini akan berakhir sedih (iya, soalnya ini metropop yang bisa sad ending. Bukannya amore yang pasti happy ending). Tapi yang jelas, endingnya nggak mengecewakan.
4/5 stars from me :)
This entire review has been hidden because of spoilers.
"Orang dewasa sadar setiap tindakan ada akibatnya. Dan terkadang, tindakan kita bukan hanya berdampak pada diri kita, tapi juga pada orang lain." [Hal 36] . "Hidup adalah tentang memilih. Pilihlah sesuatu dan belajarlah hidup dengan konsekuensi nya." [Hal 222] . . Huaaa aku baru pertama baca metropop tentang kerajaan begini, awalnya agak bingung ya kok ada kerajaan begini sih. Tapi di setiap halaman yang aku baca, aku malah makin penasaran. Ya ternyata gak menceritakan tentang kerajaan melulu. Menceritakan tentang Putri yang mencintai pengawalnya. Eh mereka saling cinta deng, dari kecil bersama-sama. Setelah beranjak dewasa Julien menjauh, agar Adele bisa belajar supel dengan yang lain. Tidak berpusat ke arah Julien trus. Seiring berjalan nya waktu, mereka dipertemukan. Tapi sikap Adele begitu dingin, karena dia merasa di kecewakan oleh Julien. Tapi meskipun begitu, hati mereka ternyata masih sama. Sama-sama berharap. Meskipun di depan ada banyak rintangan buat mereka yang harus dihadapi. . Saya baru baca karya ka Fransisca ini, cerita nya mengalir dan asik. Apalagi cara mengemas konflik nya juga cantik. Bikin penasaran aja sama halaman berikutnya. Pas di halaman terakhir agak hopeless, kirain bakalan gimana. Ah ternyata gak, jadi bahagia aja baca nya hihi ☺ Dari novel ini saya belajar tentang memaafkan, keegoisan, keluarga dan persahabatan. Rekomen buat yang mencari metropop yang beda dari biasa nya.
❝Orang bilang, manusia terbiasa memakai topeng. Pada suatu saat dalam perjalanan hidup kita, resiko menjadi diri sendiri terlalu besar, dan kita mulai memasang topeng yang berfungsi sesuai harapan masyarakat. Topeng-topeng itu juga menjadi mekanisme pertahanan diri yang hebat.❞ —Page 48
❝Menjadi dewasa adalah konsep yang terlalu dibesar-besarkan. Hidup adalah tentang memilih. Setiap kali kita dihadapkan pada begitu banyak pilihan. Pilihlah dengan baik.... Pilihlah sesuatu dan belajarlah hidup dengan konsekuensinya.❞ —Page 73
❝Lebih baik membuka mata dan menghadapi kebenaran daripada terus hidup dalam kepura-puraan. Lebih baik menerima kenyataan dan berusaha melakukan yang terbaik dengan realita itu.❞ —Page 219
❝Kalau hidup ini tentang memilih, maka kedewasaan adalah kemampuan memilih dengan bijaksana. Dan walaupun kita tidak selalu bisa memilih sesuatu, kita selalu bisa memilih cara kita menjalaninya.❞ —Page 260
•••
Seperti judulnya, The Princess & The Bodyguard berkisah tentang Putri Adelaide—pewaris tahta ketiga dari Kerajaan Alerva—yang jatuh hati dengan Julien Durant—sahabat masa kecil yang juga pengawal pribadinya. Layak kisah dengan tema serupa, perjalanan cinta Putri Adele dan Julien tidaklah mudah, apalagi dengan status yang menjadi jurang pemisah. Belum lagi banyaknya pihak yang menentang hubungan mereka. Akankah keduanya berhasil mengahadapi segala ujian yang menimpa mereka dan berakhir bahagia?
Setelah menamatkan seri Alerva, kayaknya aku akan coba baca buku-buku Francisa Todi lainnya. Aku sangat menikmati gaya penulisan Kak Francisa yang sangat menarik, ringan dan mengalir! Premis ceritanya mungkin udah sering kita baca, tapi tetep aja kisah Adele dan Julien sangat menghibur, begitu manis dan romantis!
Klo boleh jujur, aku lebih suka buku ini daripada buku pertama! Karena dari awal cerita, pembaca langsung disuguhi dengan adegan romantis antara Adele dan Julien. Apalagi kita akan melihat transformasi Adele menjadi sosok yang lebih dewasa. Tak hanya itu, di buku ini, kita akan bertemu lagi dengan Bastian dan Tara! Yeah, the very same Bastian and Tara from Mission D'Amour! Meski porsinya dikit, tapi kehadiran mereka begitu berarti!
entah kenapa aku merasa dua karakter utama disini kurang kerasa character developmentnya dan jadinya flat aja ceritanya.
jujur aku gregetan ngeliat Adele yang gampang kebawa perasaannya dan plin plan, udah ditinggalin 5 tahun sama cowok yang lu suka tapi tetep berharap dan baper... sok cool kek, coba ga peduli kek, apalah gituu sebelum nerima dia lagi, gampang banget luluhnya wkwk. yaa walaupun bukan sepenuhnya salah Julian tapi tetep aja... mungkin aku aja yang kurang suka karakter cewek yang gampang baper dan ga punya pendirian😬
dibuku ini yang mencuri perhatian malah Bastian-Tara sama Putri Viola. sayang banget mungkin kalo character developmentnya kuat dan detail mungkin aku akan suka.
Err.... dibilang metropop, ini malah berasa kayak teenlit atau young adult.
Cara penceritaannya bagus, sih. Juga konflik yang ada di kalangan putri-putri kerajaan dijelaskan dengan baik banget. Cuma..., aku masih ngerasa kurang nyambung sama perasaan Julien dan Adele.
Iseng beli buku ini karena ceritanya tentang royal princess. Padahal belum baca Mission D'Amour juga hahaha. Tapi gak nyesel sih, baca buku ini cuma 5 jam kelar karena ceritanya yang ngalir dan adiktif. Bacaan ringan young adult yang cukup menghibur. Ceritanya gak ribet dan punya kesan mendalam tentang pencarian jati diri. Thumbs up!
Berhubung lagi liburan Imlek, kan sayang kalau ga dipake waktunya buat banyak baca buku, dan juga karena baru fresh menyelesaikan buku pertama seri Kerajaan Alerva, Mission D'Amour dengan dialog epic abad ini "rambut pendek warna coklat tanahmu, maka ya Ren memutuskan untuk baca buku keduanya. Ditulis dua tahun setelah buku pertamanya terbit, tampak ada perkembangan dari segi penulisan secara signifikan. Tenang, masih kaku penulisannya sehingga berasa terjemahan (sampai pembaca lain aja ngira ini buku terjemahan. Syukurlah gue ga sendirian), tapi sudah tidak sekaku sampai tahap kanebo kering kekurangan air. Saat gue cek editornya, oh ya, pantes lah ada kemajuan. Gue merasa buku ini ditulis lebih luwes dan tidak ada pergantian PoV serba canggung seperti buku pertama. The Princess and The Bodyguard diceritakan seluruhnya dari PoV Putri Adelaide, atau yang lebih akrab dipanggil Adele.
Oke, sebelum kita ber-rolling in the deep- ria, The Princess and The Bodyguard ini sejatinya memakai trope yang udah sering dipake. Seorang putri dengan kedudukan tinggi yang jatuh cinta sama teman masa kecilnya, yang karena suatu hal mereka berpisah dan saat si teman balik, dia jadi bodyguardnya. Simpel dan mengena, sayangnya gue malah lebih sukaan romansanya Tara dan Sebastian (kekeuh ya ga mau ngetik Bastian, soalnya keingat orang kantor bernama sama XD) di Mission D'Amour. Mungkin karena gue bisa lebih related sama kondisi Tara kali ya, sementara cerita Adele di buku ini lebih berasa kayak coming of age story. Dan ya, Adele ini masih anak kuliahan. Jadi memang berasa dia agak immature dan insecurenya juga lebih tinggi daripada Tara.
Gue sempat mikir, buku ini masuk metropop kok kayaknya salah sasaran karena lebih pas masuk lini yang young adult. Gue sejatinya agak kecewa karena Francisca lebih memilih menceritakan Adele ketimbang Viola yang menurut gue mencuri perhatian di buku pertama. Pun, Julien juga ga secharming Sebastian. Lucunya, walau Tara dan Sebastian hanya muncul beberapa bab di buku ini, tapi Sebastian malah lebih berasa kayak tokoh utama ketimbang Julien. Ga cuma di buku 1 si Sebastian mengembalikan kepercayaan diri Tara, di buku ini pun perkembangan karakter Adele itu sebagian besar karena nasihat Sebastian. Adele dan Julien lebih kayak yang pasangan yang hot and cold, yang you like me, you like me not. Lucu juga karena harusnya trope childhood friend to lover itu biasanya trope fave gue, cuma gue merasa emang ada yang kurang di buku ini untuk eksekusinya.
Dari segi cerita pun, entahlah kurang menarik dibanding buku pertama, dan bahkan unsur suspensenya mungkin agak berkurang, walau masalahnya sendiri tetap melanjutkan di buku pertama dimana ada pihak yang ingin sistem monarki di Alerva hancur. Tapi jangan khawatir, orang2 menyebalkannya masih ada. Sama kayak buku pertama, keluarga tokoh utama di buku ini juga sama ga supportivenya. Kalau di buku pertama, Mamanya Tara sangat perfeksionis, maka di buku ini Papanya Adele terlalu otoriter dengan dalih memikirkan masa depan Adele. Buku ini harusnya ada trigger warning, dimana porsi gaslightingnya sangat kenceng sekali, sampe gua khawatir apa yang dirasakan Adele di buku ini bisa mentrigger pembaca yang juga punya masalah dengan orang tuanya. Gue emang jadi merasa agak sesak napas pas baca buku ini, kayak pantes Adele ga mau jadi putri raja, kalau berpikir buat dirinya sendiri aja dia udah dilarang duluan sama ortunya. Walau ortunya Adele menyebalkan, penulis berusaha menuliskan ending hubungan Adele ma ortunya yang agak fairy tale banget. Tapi ya mungkin orang bisa berubah. Yang sama mungkin si Lady Miriam, yang masih villain 2D dan berusaha ngatur - ngatur Adele. Ini orang kayak kecoak banget, susah disingkirkannya :))).
Sama seperti buku pertama, di buku ini juga Viola sama supportivenya ke Adele. Bahkan dari Viola, Adele menemukan jalan hidupnya, selain dengan nasihat dari Sebastian yang mendorong Adele dan Julien buat saling jujur dalam mengutarakan perasaan. Emang sih romansanya Adele sama Julien emang agak terlalu didramatisir bagian angstynya, sampai tahap gue gregetan karena prasangka - prasangka Adele. Apalagi pas tahu alasan Julien pergi dari Adele, yang gue sampe "ah elah, kok basi bener alasannya" XD. Buku ini emang rasanya jauh lebih dramatis daripada buku pertama.
Seri Alerva mungkin cocok kalau kamu penyuka cerita model2 kerajaan kecil imaginer ala Genovia, atau ada element Harlequin. Sayangnya, gue kurang cocok nih sama dua bukunya, jadi gue ga akan terlalu merekomendasikan. Cuma, kalau emang cari buku yang ga perlu banyak mikirnya, silakan dicoba aja xixixi.
Whoa, cukup amazed sih awalnya, apalagi setelah tau mba authornya Indo. Feelsnya kaya lagi baca The Princess Diaries / baby nya Meg Cabot gitu. Tapi kayanya bukan my cup of tea lagi nih, jadinya rate ya cukup 2,5/5 deh ya.
Bosan dengan kehidupan istana yang penuh dengan protokol, Puteri Adele—pewaris tahta ke-3 Alerva seneng banget cari “kesibukan” diluar istana/puri kediamannya, which is nggak sesuai protokol kerajaan. Sampai suatu malam ia kabur dan kegap bapaknya yang langsung ngirim “seseorang” buat bawa balik Adele ke Puri. And tarra! Seseorang itu adalah Julien, sahabat masa kecil Adele yang 5 tahun lalu pergi meninggalkannya gitu aja. Adele yang merasa kehilangan Julien merasa marah dan kecewa sama Pria itu, well meskipun tampang dan badan Julien nggak bakalan bikin kecewa—LOL.
Setelah berhasil bawa balik Adele malam itu, Julien resmi jadi pengawalnya. Yah ibaratnya sih nostalgia gitu yah, meskipun si Julien bersikap dingin tapi menaruh perhatian penuh sama Adele dan Adele yang masih aja kecewa sama Julien. Masalah demi masalah hadir, serangan terorisme yang ada di Alerva, Keputusan penambahan kuota penambangan penyebab gempa bumi dan longsor yang bikin para demonstran menggila, masalahnya (re- Adele) dengan Papa yang selalu menggambil semua keputusan untuk Adele seaakan-akan dia bukan wanita dewasa, social networking dengan segala campur tangan orangtua, dan masalah Adele sendiri dengan Julien.
Persahabatan mereka saat kecil tumbuh jadi benih-benih cinta, ya, cuma orang buta yang nggak paham kalo Adele dan Julien saling jatuh cinta. Meskipun sempat nahan-nahan diawal, tapi akhirnya mereka memutuskan untuk bersama. Belum sempat drop the bombs ke Papa dan Mamanya berita “Pengawal yang jatuh cinta sama Puteri” udah nyebar aja ke seluruh penjuru Alerva. Meski sempet keder, akhirnya mereka bilang kalau saling mencintai. Buntutnya Julien resign jadi pengawal Adele dan kerjaannya.
Baru sedikit menghirup udara, mereka “dikejutkan” lagi dengan serangan teroris di rumah mereka sendiri. Teroris ini menginginkan penghapusan monarki di Alerva. Merasa pangeran Adolf dan puteri serena lah yang bertanggung jawab atas semua yang terjadi akibat penambangan berlebih penyebab bencana. Meskipun sampat bernegosiasi dengan para teroris, namun para teoris tersebut nggak bisa dikelabui dan tetap dengan misi awal mereka: menyingkirkan keluarga pangeran Adolf. Yea, beberapa tempat di dalam puri telah dipasang bom dan hanya tersisa 5menit hingga bom tsb meledakkan semua hingga hancur.
"Kamu tidak usah takut. Mulai saat ini, aku akan menjagamu." . Awal aku membaca buku ini aku agak bingung loh dengan tokohnya. Perasaan nama tokohnya bukan Putri Adele deh 😅😅 (aku sampai ngecek review buku pertamanya sanking takut salah 🙈). Eh ternyata, walaupun buku ini merupakan buku kedua dari seri Alerva, tetapi kisahnya berbeda dengan buku sebelumnya. Kali ini menceritakan tentang Putri Adele, yg merupakan pewaris ketiga tahta Kerajaan Alerva. Oke, brarti benang merah dari seri ini adalah "Kerajaan Alerva" 😊 . Buat kamu yg suka dengan dua tokoh utama di buku sebelumnya (Mission D'Amour)--Tara dan Bastian--tenang aja kok, mereka berdua muncul di buku ini. Hanya saja, "kemesraan" duo pengawal kece ini hanya sebagai "pemanis" dan muncul dipertengahan cerita. Agak kecewa sih, karna aku lebih merasakan "feel" Tara-Bastian dibandingkan dengan Adele-Julien. . Secara keseluruhan, cerita di buku kedua ini terfokus pada sosok Putri Adele yang ingin "bebas" melakukan apa saja tanpa embel-embel protokol kerajaan. Agak mirip dengan "Princess Diaries"-nya Meg Cabot sih 😅😅 . Hubungan Putri Adele dan Julien--pengawal pribadi sekaligus sahabat kecilnya--juga menjadi salah satu konflik yg juga muncul dalam buku ini. Julien kece sih, tapi aku lebih prefer ke Bastian (tetap lebih suka yg agak tengil 😍😍). Apakah akan ada Alerva #3? Entahlah 😆😆
Buku kedua dari universe Alerva. Kisah pewaris tahta ketiga yang telah lama berpisah dari teman sejatinya. Sebagian besar masih membahas kasus yang belum terselesaikan dalam buku Mission D'Amour. Kisah antara putri mahkota bersama pengawalnya. Well, awalnya agak skeptis, apakah kisahnya bakal menye-menye. No! Isinya malah mengharukan dan penuh pelajaran yang bisa diambil.
Lagi-lagi aku jatuh cinta pada pembawaan yang dibawa Fransisca Todi. Simpel dan menyentuh. Banyak sekali catatan yang bisa dijadikan pelajaran hidup dari tokoh-tokoh di dalamnya. Porsi romansanya juga pas. Perfecto!
Series Alerva kedua lebih kental percintaannya yang bikin senyum2 gila sendiri karena interaksi keduan tokoh utamanya yg memang manis melumer gituu #blahh apa sih kau cakap pida :D
Well, dibanding buku sebelumnya aku lebih suka buku kedua ini. Kenapa? Karena romancenya itu lohh, apalagi dibuku ini juga akan muncul tokoh utama dibuku seri Alerva pertama, yang makin nambah keseruannya dan kocak dengan tingkah Ben dan keseriusannya yg kadang malah kocak.
Gila! Lebih bikin deg2an daripada yg seri pertama nih 😂😂 Porsi manis, seru, dan tragedinya pas banget Tapi ada spoiler ke buku yg pertama jadi...gue saranin sih baca yg Mission D'amour dulu baru ini ;) Anyway makin suka sama Putri Viola! Karakternya berkembang banget dr buku pertama Well, gonna read another book from Mbak Fransisca then
Ga suka sama adele yg kurang bersyukur.ngeluh aja kerjaannya. Sm bokapnya jg ketus amat.palagi yg masalah thomas.Elo tu emg ky anak2 bgt adele.g nyadar sih. Perasaan julian&adele jg ga dijelaskan.cm gara2 bastian ngajak game truth aja baru ngaku. Dtng ke istana utk ngaku ke ortu adele jg ky gitu aja.ky main rumah2an.
Fransisca Todi punya kemampuan luar biasa membuat negara dan kerajaan seimajinatif Meg Cabot, meskipun kurang menggali sisi humornya saja. Pengin baca karyanya dengan setting lokal sih, apakah tetap semenarik karya-karyanya yang bersetting luar negeri (khayalan) ini.
kenapa masih di rate 3 koma? karena sy agak keganggu dengan alur yang kaku. tapi overall, karena sukak banget dengan relationship dari Adele & Julien (terutama Julien yang keren banget itu) akhirnya sy membulatkan ke 4*
Maniiiisss 😍 Bukan hanya covernya tp juga ceritanya.. Cerita kerajaan dengan konflik yg dibalut sempurna. Kehidupan di kerajaan yg detail dan terasa pas.. Sukaaa.. Dan terima kasih juga buat ipusnas. Karena kegabutan, iseng" nyari bacaan dan berakhir dengan kisah mereka 😂🤣💜💜