Jump to ratings and reviews
Rate this book

Love, Hate & Hocus Pocus

Love, Hate & Hocus-Pocus

Rate this book
HATE at first sight. Itulah definisi yang tepat untuk menggambarkan Troy Mardian dan Gadis Parasayu. Mereka partner kerja yang dinamis---sedinamis gejolak permusuhan yang terus meletup di antara mereka berdua.

Menurut Gadis, Troy Mardian adalah contoh sempurna tipe manusia yang tercabut dari akarnya. Jelas-jelas asli Indonesia, kok pakai bertingkah ala bule? Rambut dicokelatin, ngomong selalu pakai Inggris, barang-barang harus designer label, dan mati-matian mempertahankan imej metroseksual biar tetap bisa menyandang gelar The Most Eligible Bachelor in Indonesia yang dijuarainya berturut-turut pada sebuah kontes nasional.

Sedangkan menurut Troy, Gadis Parasayu (atau Paras Ayu) adalah nama terkonyol yang pernah didengarnya. Di Amerika tempat Troy dibesarkan, nggak ada orangtua yang cukup gila menamai anak mereka dengan Beautiful Face Girl. Narsis sekali! Okelah, wajahnya memang eksotis plus lekuk bodi bak JLo, tapi masa sih doyan banget pakai merek lokal? So nggak kosmopolitan deh!

Hanya satu persamaan mereka. Sama-sama nggak percaya dengan yang namanya hocus-pocus, ramal-meramal, paranormal, astrologi, kartu tarot, feng shui, atau apa pun sebutannya yang berhubungan dengan dunia pernujuman.

Lalu apa yang terjadi saat mereka terbangun pada suatu Minggu pagi cerah, dan mendapati diri mereka berada di ranjang yang sama dalam kondisi bak Adam dan Hawa saat pertama kali terdepak dari Firdaus---bugil, plus cincin kawin yang melingkari jari manis masing-masing, serta sepotong memori kabur tentang pernikahan yang mereka lakukan tiga belas hari yang lalu?!

264 pages, Paperback

First published January 1, 2008

107 people are currently reading
1892 people want to read

About the author

Karla M. Nashar

11 books262 followers
Menjadi penulis adalah satu dari sekian banyak kepingan mozaik impian yang pernah memenuhi kepala seorang Karla M. Nashar di masa kecilnya. Telah mencintai buku sejak kanak-kanak, namun kesempatan untuk menuangkan minat menulisnya secara serius baru datang beberapa tahun yang lalu di sela-sela kesibukan pekerjaan dan menyelesaikan pendidikan pasca sarjananya.

Untuk saat ini, penulis yang memiliki sapaan akrab Lala ini, lebih memilih untuk menulis dengan gaya bahasa ringan yang mudah dicerna pembaca. Secara garis besar, karya-karyanya dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu metropop/drama untuk pembaca dewasa, dan teenlit untuk pembaca remaja.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
803 (24%)
4 stars
1,209 (37%)
3 stars
904 (27%)
2 stars
243 (7%)
1 star
75 (2%)
Displaying 1 - 30 of 481 reviews
Profile Image for Crowdstroia Crowdstroia.
Author 11 books649 followers
February 17, 2019
4.5 bintang, dibulatkan ke atas karena suka sama banget sama kontennya, tokoh-tokoh utamanya, sama pesannya yang alus sekali.

As you see, cerita dengan tema hate become love itu udah menjamur dan bisa terbilang mainstream. Gue udah sampai ke titik hopeless banget nyari cerita bertema hate become love yang eksekusinya nggak murahan. Soalnya, gue merasa cerita hate become love di masa sekarang itu musuhannya ya... gitu-gitu aja, cenderung kampung sih kalau kataku HAHAHA sorry for not feeling sorry, tho. Ya abis gimana. Orang kebanyakan emang begitu yang kutemui. Permusuhannya cuma kayak "GUE BENCI LO!!!!" trus si cowok perfect tapi nyebelin cuma ya kalau kata gue nyebelinnya b aja. Nothing worth. Ugh jadi nyinyir. Sori.

Nah, gara-gara that feeling of hopelessness gue itulah akhirnya gue mengabaikan novel ini pas dulu di gramed (padahal gue udah suka sama blurb-nya, cuma gue kira bakal jadi novel hate become love pada umumnya). But then, gue akhirnya dipinjemin novel ini sama Mbak Asri Tahir dan JENG JENG, I LOVE IT SO MUCH. KUTAKMAU CUMA MINJEM. MAU BELI. MAU PUNYA.

Novel ini adalah novel bertema hate become love yang "digodok" dengan sangat baik. Karena ya emang aku ngerasain kenapa Troy Mardian dan Gadis Parasayu saling benci satu sama lain. Ideologi mereka beda. Gadis, si manajer humas yang nasionalis, pecinta produk lokal, pecinta makanan Indonesia, trus tetiba harus kerja sama dengan Troy, si manajer marketing yang borjuis, pakai barang selalu branded luar negeri, makanannya juga harus masakan western, BAHKAN DIA PAKAI CONTACT LENS BEDA WARNA TIAP HARI BRO! HAHAHA. YA ALLAH GUE SUKA BET SAMA MEREKA.

Si Troy ini bukan bule. Dia Indonesia asli, bukan keturunan juga. Cuma ya emang kelakuannya kayak bule wannabe dan itu bikin Gadis jengah bukan main (rambut Troy dicat, pakai lensa kontak beda warna tiap hari, makan selalu western food, segala hal harus higienis etc). Dan, gue sukanya adalah penulis nggak "mendewakan" tokoh Troy dalam cerita ini. Troy terasa manusiawi banget dengan segala ke-lentje-annya. Jadi, Troy emang ganteng, badannya bagus six packs gitulah, tapi ya itu diperoleh karena Troy rajin dandan, perawatan, dan nge-gym. Nah, Troy kalau dandan ini tuh asli gue ngakak karena dia emang rempong banget gile, ya harus maskeran dululah, pakai sabun apa dululah, trus merek-merek branded semua wkwk. Berasa bat metropolis tapi lentje-nya si Troy, tapi itu justru bikin dia sangat manusiawi.

Orang-orang di BIP (kantor Troy dan Gadis) pusat itu pada udah biasa sama tingkahnya si Troy. Si Gadis yang notabene baru pindah ke kantor pusat, dan sebagai manajer humas harus kerja sama dengan manajer marketing pun ngerasa jengah sama kelakuan Troy yang terlalu sok borjuis. Dia nggak tahan karena meski Troy emang cemerlang, kadang si Troy ini kekanakan (tapi Gadis juga jadi ikutan kekanakan sih). Konyol lah pokoknya tiap mereka ketemu itu. Gue menikmati banget proses mereka musuhan dan akhirnya mulai memandang satu sama lain dengan berbeda. Ya gatau sih gimana yang lain. Cuma yg gue tangkep, orang-orang biasanya cuma nganggep ini cerita lucu-lucuan aja, while I don't feel that way. Kalau kata Kak Oda Sekar, cerita ini kasih pesan bahwa you start seeing someone differently when you see them as a human.

Se-lentje, se-bule-wannabe, dan semenyebalkan apa pun si Troy, tetap aja Troy itu manusia, dan dia punya sisi-sisi humanis yang through the story disadari sama Gadis, bahwa Troy nggak seburuk yang dia pikir. Oke this probably sounds cliche but trust me, sebagian orang suka memandang miring orang lain yang nggak sesuai dengan ideologi dalam otak dia. Misal, lo tipe orang yang lebih suka hidup sederhana, nggak neko-neko, trus lo lihat ada artis nikahan mewah banget sampai keluar duit miliaran misalnya. Sebagian orang bakal menanggapi si artis dengan pandangan miring, dicecar, dinyinyir, dsb, hanya karena si artis melakukan sesuatu yang nggak sesuai "ideologi untuk hidup sederhana" di kepala sebagian orang. Dan, ini yang gue tangkep dari Love, Hate, and Hocus-Pocus. You'll see someone as a human when you change your percepective about them, when you choose to see them as a human more than you see them as anything else.

Intinya, gue suka banget sama novel ini. Mungkin gue kebanyakan ngomongin Troy ya di sini. Tapi, gue suka sama Gadis Parasayu sebesar gue suka sama tokoh Troy Mardian. They are all lovable 3

Kekurangan cerita ini, palingan konsistensi dialog (si tokoh Troy mau pakai bahasa baku atau semi-baku, kata-kata yang mau dibakukan apa aja, etc) tapi itu nggak terlalu bikin masalah buat gue juga karena gue menikmati ceritanya. Nggak se-page-turner Critical Eleven (at the moment, gue lagi baca C11 juga), tapi gue lebih suka konten cerita ini.
Profile Image for Winna.
Author 18 books1,966 followers
September 30, 2008
Sebenarnya saya adalah penggemar Karla M Nashar, sejak bukunya From Batavia With Love. Tapi entah kenapa buku-buku selanjutnya tidak terlalu saya sukai.

I love the premise of this book. Tapi dialognya terasa tawar, bahkan berlebihan. Walau ada beberapa adegan yang menarik, entah mengapa saya tidak merasa lucu ketika membacanya.

Ada beberapa kesalahan grammar dalam kata-kata Troy, juga kesalahan fakta seperti "seperti keadaan Adam dan Hawa ketika didepak dari Firdaus - bugil." Setahu saya, ketika didepak, mereka sudah berpakaian karena malu akan aurat yang tidak tertutupi. Mereka bugil hanya ketika diciptakan Tuhan dan tinggal di Eden.

Plotnya cepat, tapi beberapa adegan terasa tidak masuk akal. Juga endingnya yang agak menggantung.

1.5 untuk buku ini.
Profile Image for Ika Natassa.
Author 21 books2,365 followers
June 17, 2008
every once in a while, i buy a book just for iseng (or market intelligence, which i did on a regular basis where i buy books that target the same market segment as i do), and this book caught my attention specifically because it is also edited by my editor. and i must say, i love this! any book with fast plots, witty dialogues, and twisted endings will fly to my shopping bag in a second (and this one got all three!). i read this one in one sitting, which i rarely do (so far it's only traveler's tale, the first supernova, and flowers for algernon). recommended!
Profile Image for Al Szi.
57 reviews4 followers
October 19, 2024
Unpopular opinion: I don't like this book.
alert! this review contains spoiler!

I'm sorry. Ada beberapa alasan kenapa buku ini akhirnya kukasih 1 bintang saja.
Oke, untuk ide cerita menarik, apalagi di awal-awal untuk kasus misteri obat yang sudah terkontaminasi bakteri. Tapi sayang, penyelesaiannya sangat tidak seru. Apalagi dengan detail cerita yang agak tidak masuk akal. I know, ini kan fiksi. Tapi bukan juga mengkhayal dengan semudah itu Gadis bisa mendapat catatan medis seorang pasien yang didapat dari keluarganya untuk diberikan ke pak RT karena saudaranya dokter. Logikanya, buat apa catatan medis itu diberikan ke TETANGGA yang punya saudara dokter? Kan dia ada di rumah sakit, kan? Memang di RSCM dokter-dokternya tidak mumpuni sampai harus dicek ke saudaranya pak RT? Dan juga sewaktu Gadis pertama datang, kayanya anak balita itu koma, tapi kenapa bisa dengan mudahnya Gadis masuk dan ibunya si anak tidak kaget atau panik sewaktu ada orang asing yang tiba-tiba muncul usap-usap anaknya dan kasih hadiah. Bahkan aku gak merasa baca bagian Gadis memperkenalkan diri sebagai pegawai BPI. Jadi kenapa ibu itu santai?

Kedua, aku suka pelintiran jalan cerita di akhir. Tapi, kembali lagi, sayangnya, detail yang ditulis penulis lebih mengganggu saya. Misalnya, usia kandungan Gadis yang katanya telat tiga minggu jadi diputuskan oleh dokter kalau Gadis hamil 3 minggu. Yang mengerti dunia perhamilan pasti mengerti kenapa ini lucu. Kupikir, oke, mungkin penulis belum pernah hamil atau juga bahkan belum pernah menikah, tapi tolong, do more research. Dan juga, sifat mereka yang dibuat terlalu berlebihan. Aku ngerti nih, maksudnya mungkin biar kayak drama korea, benci jadi cinta. Tapi bukan berarti berantem terus menerus bahkan untuk sesuatu hal yang tidak pantas diperdebatkan di depan atasan mereka (seperti mereka saling ejek akan kelemahan mereka kayak anak SD berantem).
Dan juga waktu presdir mereka menyebutkan gaji Troy boros ampun-ampunan di depan Gadis, that's unethical! Juga pengulangan kata yang terlalu boros kata tapi intinya sama saja, tapi bacanya malah bikin lelah.
Apalagi penulisan dialog yang diberi keterangan siapa yang bicara dengan cara memakai tanda kurung di ujung kalimat. Tolong, pembaca juga bisa menebak siapa yang ngomong bahasa Inggris siapa yang ngomong bahasa Indonesia.

Jadi, maafkan aku. Bintangnya harus kuredupkan lagi jadi hanya 1 bintang.
Profile Image for Tia Ayu Sulistyana (tiareadsbooks).
266 reviews71 followers
March 8, 2024
•reread•
4.3/5⭐


Love, Hate & Hocus-Pocus has a classic premise. It's a love-hate relationship or more precisely enemies to lovers trope. It tells the story of Troy Mardian and Gadis Parasayu, colleagues at a pharmaceutical company who hates each other from the very first sight.

The story develops when they need to solve the company's case together. As time passed, they got together and started to get to know each other better. Especially when they share some strange experiences that have been happening to the two of them since meeting a gypsy at their company's anniversary party.

I love Karla's well written style with its light, fast-paced, and also witty dialogues between Troy and Gadis. Their chemistry is lovely and cute. It's a page-turner and a very fun read! I never get bored to reread this book. You can even read this book in one sitting! Even though the ending is a bit hanging, but it makes me want more!

Anyway, this is the first Karla's books I've read, maybe 11 years ago? I can't believe it's been so long! I still remember when my friend lent me the first version of this book and I love it instantly. And I even remember how happy I was when I got the books with Karla's autograph!

P.S. I sort of dislike how Kak Karla depicts Troy, which is seems too metrosexual, but I get the point tho.

#tiareadsbooks #tiawritesreviews

•••

FAVE QUOTES:

❝HATE not! For tonight is the Magical Night of LOVE. Jangan penuhi jiwa kalian dengan KEBENCIAN dan IRI, melainkan penuhi hanya dengan CINTA dan KEBAIKAN. Karena jika kalian tetap membiarkan jiwa kalian merangkak dalam kegelapan rasa benci itu, WASPADALAH!! Kekuatan Malam Ajaib ini akan dilimpahkan pada kalian. Maka kalian akan menemukan dua jiwa malang penuh permusuhan bertubrukan dalam CINTA. Then you'll find that for the thirteen days, dream and reality are nothing but ONE... So, BEWARE!! HATE not! But let's LOVE rule us tonight...❞
—Page 159-160
Profile Image for alana ☁️.
1,159 reviews1,335 followers
June 15, 2022
Read this book without any expectation, tapi ternyata lumayan seru dan menghibur banget! ><
Profile Image for Rezza Dwi.
Author 1 book277 followers
January 20, 2019
3,5⭐ untuk Troy-Gadis yang bikin ketawa terus.

ngomongin tagline produk, berantem.
ngejar penjahat, berantem.
bahas selera baju atau makanan, berantem.
bahkan, masalah belok gang aja mereka berantem.

kesian banget bos mereka punya bawahan berantem mulu bikin sakit kepala.

teruuus, siapa yang ketawa melulu karena kelakuan mereka? ya aaaakulaaah 😂

kesel banget aku tuh sama Troy! ngga salah banget si Gadis sebel setengah mati 😂😂
Profile Image for Nola Andriyani.
180 reviews
February 28, 2019
🌟3,8

Aku suka bacaan ini karena office romance-nya yang kental. Interaksi antara Gadis dan Troy juga lucu, gimana tiap ketemu pasti selalu berdebat. Nggak kebayang gimana jadi Pak Irawan yg ketika perusahaan punya masalah tapi anak buahnya kayak mau bunuh-bunuhan. Geli juga sih liat Troy, pria metropolitan garis keras dia😂😂 Aku suka Gadis yang apa adanya, sarkasme dan spontanitas dia kadang juga bikin ngakak.

Konfliknya sederhana dari benci ke cinta tapi cara penulis bangun chemistry antara Gadis dan Troy sangat menarik. Plotnya juga rapi, aku kudu baca buku kedua supaya tahu kelanjutan hubungan mereka berdua gimana. Kecepatan alurnya agak lambat, diawal-awal aku cepat bosan tapi dari tengah ke akhir makin seru😍
Profile Image for Dewi.
177 reviews67 followers
October 10, 2008
Pengalaman saya dengan Karla M Nashar sebelumnya hanyalah Bellamore. Dan saya gak suka dengan cerita Bellamore yang too dramatic.

Jadi saya sendiri heran mengapa saya memilih Love, Hate & Hocus Pocus di antara sekian banyak metropop baru yang dipajang di toko buku.
Untungnya, pilihan saya tepat.

Love, Hate & Hocus Pocus berfokus pada Troy Mardian dan Gadis Parasayu. Dari sejak pertama bertemu, mereka sudah bermusuhan. Saling melontarkan kata - kata menghina dan juga saling bersaing.

Apesnya, bos menugaskan mereka berdua untuk bekerja sama menangani kasus sabotase yang menimpa Demoticyl, produk terbaru Perusahaan mereka. Dengan segala perbedaan mereka, Gadis dan Troy pun mesti memaksakan diri untuk akur dan bekerja sama.

Menurut Gadis, Troy Mardian itu cowok yang "nggak banget". Dia adalah contoh sempurna tipe manusia yang tercabut dari akarnya. Jelas-jelas asli Indonesia, kok pakai bertingkah ala bule? Ngomong selalu pakai Inggris dan barang-barang harus designer label ternama.
Dan metrosexual-nya itu lho!!!!

Ampuuuunnn..... Cowok kok lebih centil daripada dia yang cewek.
Bayangkan aja, Troy ogah duduk bersandar di kursi karena kebersihan kursi itu tidak memenuhi standarnya! Troy juga bisa panik berat cuma karena dia abis berpanas-panasan yang membuat wajahnya jadi merah dan keringatan, sehingga penampilannya tidak "perfect".
Walo begitu, harus Gadis akui, otak Troy, terutama dalam hafalan data, memang sempurna.

Sedangkan menurut Troy, Gadis Parasayu (atau Paras Ayu) adalah nama terkonyol yang pernah didengarnya. Di Amerika tempat Troy dibesarkan, nggak ada orangtua yang cukup gila menamai anak mereka dengan Beautiful Face Girl. Narsis sekali!
Okelah, wajahnya memang eksotis plus lekuk bodi bak JLo, tapi masa sih doyan banget pakai merek lokal? Keluaran Mangga Dua lagi.
Belum lagi, kesenangan Gadis pada jajanan pinggir jalan. Ya ampuuunn....makanan kayak gitu kan gak terjamin kebersihannya. Kita gak tau, bagaimana piring dan gelas-nya dicuci. Bahkan, apakah bahan makanan itu dicuci dulu sebelum diolah juga gak ketahuan. Si Gadis gak takut kena typhus apa? Hih...cewek kok serampangan gitu!
Walau begitu, Troy mengakui dengan enggan, Gadis memang memiliki otak cemerlang dan kemampuan komunikasi yang baik.

Hanya satu persamaan mereka. Sama-sama nggak percaya dengan yang namanya hocus-pocus, ramal-meramal, paranormal, astrologi, kartu tarot, feng shui, atau apa pun sebutannya yang berhubungan dengan dunia pernujuman.

Bahkan, hanya mereka berdualah yang tertawa ketika mendengar ramalan seorang peramal gipsi yang diundang sewaktu acara pesta di kantor mereka.

Hingga suatu pagi, mereka terbangun dan mendapati diri mereka berada di ranjang yang sama dalam kondisi bugil, plus cincin kawin yang melingkari jari manis masing-masing, serta sepotong memori kabur tentang pernikahan yang mereka lakukan tiga belas hari yang lalu.

Dari sini mulailah bergulir cerita sebenarnya. Bagaimana Troy dan Gadis berusaha menerima dan mengatasi pernikahan gak terduga ini. Bagaimana mereka berusaha menjalani kehidupan bersama yang rasanya seperti mimpi (gabungan antara mimpi buruk dan mimpi indah sih).

Saya salut dengan pengarangnya. Entah bagaimana, dia mampu membuat pembaca juga merasa larut dalam aura mistis dan mimpi yang melingkupi novel ini. Selain itu, dialog antara tokoh - tokohnya terutama Troy dan Gadis juga begitu segar dan mengalir sehingga kita akan merasa seolah ada di situ bersama mereka.

Yang paling membuat saya suka adalah ending ceritanya. Sebagian besar pembaca beranggapan bahwa endingnya mengecewakan. Saya pribadi beranggapan, endingnya itulah yang membuat novel ini berkesan.

I really love this book.
Nice story (jarang kan ada cerita dimana cinta terjadi karena hocus pocus, biasanya kan karena perjodohan), strong character, witty dialogues, and unique ending. What's not to like?

So...3 bintang untuk ceritanya secara keseluruhan, ditambah 1/2 bintang untuk endingnya yang keren dan cover bukunya yang cantik.
Profile Image for Karina.
169 reviews32 followers
September 10, 2020
Oke, selama baca buku ini, saya iseng banget. Di blurb, kita kan memang dikasih tahu kalau tokoh utama buku ini, Troy, hampir selalu bicara pakai bahasa Inggris. Nah, saking seringnya si Troy ngomong kayak bule, saya buat taruhan sama diri sendiri: kira-kira Troy ini bakal ngomong bahasa Indonesia berapa kali? Dugaan saya sih kurang dari 100 kali, karena toh dia baru pertama kali kedapatan ngomong pakai bahasa Indonesia di halaman 56. Dan ternyata hasilnya adalah...

Saya salah, hahaha!



Di buku dengan ketebalan sekitar 260 halaman ini, jumlah Troy ngomong pakai bahasa Indonesia ternyata melebih perkiraan saya, yaitu sekitar 155 kali (kalau saya salah hitung maklumkan ya. Agak jlimet juga saya ngitungin percakapan si Troy satu-satu). Bukan, saya seniat ini menghitung sendiri bukan karena saya sebegitu tertariknya untuk bergabung jadi groupienya si Troy. Menurut saya, buku ini memang cukup menyenangkan untuk dibaca. Walaupun saya gak yang dibuat ngakak banget, saya cukup merasa terhibur. Tapi memang sayangnya, karakter-karakter di buku ini gak ada yang betul-betul saya suka. Kalau yang saya salut, jelas ada. Siapa lagi kalau bukan si Troy? Serius deh, saya salut banget si Troy bisa sekonsisten ini untuk mempertahakan kenecisannya (dan juga gelarnya sebagai The Most Eligible Bachelor di Indonesia).

Kalau soal jalan cerita sih, saya gak mau komen banyak. Menurut saya, buku ini tipe yang cocok untuk senang-senang aja. Tapi saya sempat berpikir, alangkah kerennya kalau cerita ini difokuskan ke salah satu aspek pentingnya aja, misalkan:

1. Buku ini lebih difokuskan ke cerita Troy dan Gadis mengungkap siapa dalang yang menyebabkan terkontaminasinya obat BHI. Pasti seru banget kalau adegan mereka kerja sama untuk menangkap penjahat diperbanyak. Dengan trope enemies-to-lovers, menurut saya ini bakal jadi menarik banget.

ATAU

2. Buku ini lebih difokuskan ke hocus-pocusnya itu sendiri. Sangat disayangkan karena bagian ini kurang dijabarkan. Padahal kalau kita disuguhkan cerita lebih mendalam soal ini dan development yang lebih jelas untuk karakter Troy dan Gadis, pasti bakal gereget banget.

Tapi karena kedua unsur tersebut digabung di dalam buku yang tergolong agak tipis, pacenya jadi terasa terlalu cepat. Saya kurang bisa ngerasain chemistry antara Troy dan Gadis, padahal sebetulnya trope enemies-to-lovers ini salah satu trope favorit saya. Sikap mereka juga sebetulnya gak profesional banget, tapi karena justru di sana hiburannya, saya gak terlalu mempermasalahkan. Dan ngomong-ngomong, saya rasa ada beberapa grammar di kalimat Troy yang masih salah (tapi gak mengganggu sih, jadi it's okay).



Kalau ada orang yang merasa tergganggu dengan pengulangan kalimat di beberapa bagian, saya sendiri sih gak masalah. Menurut saya, hal ini justru jadi ciri khas tersendiri dari buku ini. Dan saya suka banget endingnya karena jujur, memang gak tertebak banget.

Overall, buku ini memang bukan favorit saya, tapi jelas cukup menyenangkan untuk dibaca (atau mungkin saya yang terlalu ketelatan banget kali ya bacanya). Coba kalau pas SMA sudah baca, mungkin saya bisa lebih suka. Tapi okelah, walaupun saya ada merasa kurang srek di beberapa bagian, buku ini cocok untuk killing time karena memang cukup fun. Tapi saya belum punya rencana untuk baca buku keduanya sih. Mungkin lain kali, kali ya. Hehe.
Profile Image for Aqessa Aninda.
Author 5 books365 followers
March 15, 2018
Read this novel without any expectation. Walaupun sebel abis sama si Troy..... ganjennyaaaa hahahahah. Tapi kocak banget! Gimana Troy sama Gadis grumpynya sama. Cuma bedanya yg satu pake bhs inggri satu bhs indo. Ngeselin banget ga sih?!! Hahahahaha.
Profile Image for Tika Nia.
222 reviews5 followers
November 12, 2023
Gadis dan Troy, dua manusia yang punya selera berkebalikan. Gadis sangat nasionalis, bangga dengan produk dan budaya lokal. Sementara Troy, penggemar barang-barang impor berlabel, pemuji budaya Barat, dan lebih memilih berbahasa Inggris padahal dia asli orang Indonesia. Dan mereka berdua dipertemukan pada situasi hate at the first sight!

Sayangnya mereka harus menjadi partner kerja di perusahaan yang sama. Gadis sebagai manajer humas baru di BPI. Sedangkan Troy adalah manajer marketing senior di BPI. Belakangan ini ada kompetitor yang berusaha menjatuhkan BPI. Mereka berusaha mencemarkan nama baik BPI lewat sebuah produk yang baru saja dikeluarkan BPI. Masalah itulah yang mengharuskan Gadis dan Troy bekerja sama. Namun alih-alih bekerja sama, mereka justru bersaing berusaha lebih unggul dari yang lain!

Hal tak terduga terjadi di hari ultah ke-50 BPI. Saat seorang wanita gipsi ditertawakan oleh Troy dan Gadis. Sejak saat itu, mimpi dan realita menjadi tak terpisahkan, berbenturan! Kebencian Gadis berangsur lenyap. Troy menjadi lebih manis dan lembut? Mereka tiba-tiba tinggal di satu atap? Apa yang terjadi? Benarkah akhirnya mereka memutuskan untuk menikah??

🪴🌻🪴 Baca review buku lainnya di IG ku @tika_nia

Sebenernya ini adalah kali kedua aku membaca novel ini. Kali pertama aku membacanya sudah sejak ±10 tahun yang lalu! Pinjam bukunya dari perpusda. Saat itu rasanya novel ini sangat berkesan dan menarik (meskipun ada beberapa bagian yang dulu menurutku menggelikan 😅). Jadi saat aku berburu buku bekas dan tak sengaja menemukan buku ini, tanpa berpikir 2x aku langsung membelinya!

Sekarang saat membacanya, aku masih sama tertariknya! Rasanya masih asyik dan page turner banget. Diksinya indah dan konfliknya seru! Alurnya juga pas, berpadu dengan plot twist yang (meskipun aku masih ingat endingnya) terasa tetap menyenangkan😄 Belum lagi melihat tokoh Gadis di sini serasa seperti sedang bercermin 😅 Duuuh pokoknya penggemar romance yang nggak kacangan wajib baca nih!!!
Profile Image for Nadhira.
194 reviews9 followers
July 4, 2020
Greget banget sama endingnya. Mungkin karena dilanjut ke buku kedua kali ya. Ceritanya ringan. Tipikal metropop Indonesia/?. Tentang Gadis, wanita yg sangat nasionalis dan Troy, pria yang sangat western. Mereka hate in first sight. Selalu saja berantem. Tetapi gara-gara kasus yang meninmpa produk perusahaan, mau gak mau mereka harus saling menurunkan ego.

Aku suka dengan karakter Gadis yang nasionalis. Dia sederhana, cerdas, cekatan, terus mencintai produk lokal. Tetapi ada sisi Gadis yang aku gk suka. Bagaimana dia memandang remeh Troy yang memakai skincare sebanyak itu. Like, ya memang cewek aja gitu yang boleh skincare-an??.

Untuk karakter Troy, little bit annoying for me. Awal baca bener sekesel itu sama Troy. Alay, ribet, sok ngomong inggris, dll. Tetapi di sisi lain Troy punya apa ya kharisma yang bikin uwu gemes banget. Bagaimana dia mau gk mau harus ngalah karena Gadis lagi hamil dengan makan di pedagang kaki lima wkwkw.

Untuk alur nya sendiri menurut aku kurang mulus jalannya. Kayak setiap bab tuh gk nyambung gitu. Apa karena gaya penulisannya? Terus loncat-loncat serasa cepet banget bacanya. Ditambah bukunya emang tipis sih. Coba mungkin di buku kedua aku bisa menikmati.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Chessie.
47 reviews11 followers
February 21, 2021
Ini novel terbitan 2008 aku baca di 2021 masi enak dibaca hahahahaah. Kalimatnya rapi, berantem-berantemnya kocak, dan how writer addressing Troy sebagai cowok nyebelin juga lucu. Beberapa part emg lebay banget tapi yaudalahya namanya juga novel fiksi whahahaha. Beberapa hal yang mengganggu aku salah satunya adalah kalimat - kalimat Troy yg dalam bahasa Inggris kurang terasa natural but it's ok. Tapi yang paling mengganggu, SUPER MENGGANGGU, ADALAH ENDINGNYA. Kalo endingnya bukan kayak gitu i'll give 4 stars 😭
Profile Image for Francisca Todi.
Author 8 books48 followers
February 18, 2018
A very fun read. Kocak, bikin aku ketawa2 sendiri baca ulah Troy & Gadis.

Satu2nya alasan kenapa aku menahan satu bintang adalah kadar metroseksual Troy yang terlalu menjurus ke gay, aku jadi susah ngebayangin dia jadian sama Gadis. Untungnya pas di akhir2 keganjenannya agak berkurang.
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
January 28, 2013
Judul: Love, Hate & Hocus-Pocus
Penulis: Karla M. Nashar
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 264 halaman
Terbit: Mei, 2008

Sebenarnya cara saya menilai suatu buku itu sederhana. Beneran. Buku apa pun yang mampu membuat saya melupakan waktu tidur dan menjadikan waktu tidur itu sebagai waktu menghabiskan buku tersebut, pasti akan saya beri bintang lima. Bisa ditebak dari rating yang saya berikan pada buku ini kan kalau LHHP ini termasuk dalam kategori buku tersebut.

Ceritanya sederhana. Tentang Gadis Parasayu dan Troy Mardian, dua orang manajer di BPI (lupa kepanjangannya apaan. Yang pasti ini semacam badan farmasi gitu). Mereka ditugaskan untuk menangani masalah obat terbaru mereka, Demoticyl, yang memakan korban saat diedarkan di masyarakat.

Gadis dan Troy sebenarnya tidak saling suka satu sama lain. Gadis merasa si Troy ini terlalu kebule-bulean, sementara Troy merasa nama Gadis Parasayu itu konyol. Di Amerika aja gak ada orang tua yang cukup gila untuk memberi anaknya nama Beautiful Face Girl.

Hanya saja setelah mereka menertawakan seorang gipsi di acara hari ulang tahun emas perusahaan mereka, hidup mereka langsung jumpalitan. Mereka terbangun dalam keadaan bugil, seranjang, dan ada cincin kawin yang melingkar di jari mereka. Apa yang sebenarnya terjadi?

Review
Suka banget sama buku ini. Alurnya mengalir, percakapannya segar, dan saya suka chemistry di antara kedua karakter.

Si Troy ini bener-bener sukses bikin ngakak. Aduh, centilnya itu loh. Gak nahan. Suka lebay pula, tapi kedua faktor ini yang bikin dia lucu. Chemitrynya dengan Gadis yang "lokal" dan tegas juga lucu.

Saya agak sedikit dilema dengan endingnya sebenarnya. Jujur saya gak begitu demen dengan endingnya sih. I mean, berasa sudah digiring ke suatu arah lewat perjalanan yang panjang, eh tahu-tahu disuruh muter balik dan mulai dari awal lagi.

Cuma kalau dibuat sweet ending juga, rasanya agak kurang believable jadinya. Dilema kan? Jadi, ya sudahlah. Saya ikut endingnya penulis aja deh.

Btw ada 1 typo di buku ini. Ada kata 'sama-sama' yang ditulis 'sama-sma', cuma saya lupa halaman berapa ^^

Buku ini untuk tantangan baca:
- 2013 New Authors Reading Challenge
- 2013 TBR Pile Reading Challenge
- 2013 Indonesian Romance Reading Challenge
Profile Image for Jahe.
40 reviews15 followers
June 16, 2009
Satu hal aja sih, gw berasa baca fanfic DraMione. Yang tau pairing ini pasti langsung nyambung lah.

Dari segi cerita sih, gw bisa nebak jalan ceritanya. Ah pasti gini, ah pasti gitu. Dan sosok kedua lakon nyaris Mary Sue-Gary Stu mode banget. Yang mana dari segi fisik sangat sempurna, otak cemerlang. Tapi yang membuat cerita ini ga bisa dinyatakan Mary Sue dan Gary Stu adalah kekurangan mereka menghadapi lawan jenis. Gadis benci Troy dan sebaliknya. Mereka ga saling cinta.

Nah, cinta Love-Hate ini sudah seriiiiiiiing banget gw jumpai di fanfic-fanfic dari fandom Harry Potter, dengan memakai lakon Draco Malfoy dan Hermione Granger. Dari segala sisi mereka sempurna. Draco yang kaya raya dan arogan banget, serta menjunjung tinggi outer-performance melawan Hermione Granger yang otaknya encer bukan main tapi ga ribet kalo udah soal penampilan. Well, walaupun kedua pairing ini ga pernah akan ada interaksinya di buku, tapi setidaknya dari fanfic-fanfic yang gw baca malah membuat gambaran sendiri di otak gw saat gw membaca Love, Hate & Hocus-Pocus.

Gw sendiri yang menyukai pairing DraMione, sangat menikmati saat membaca buku ini, malah gw sempet teriak-teriak girang di malam hari (saat gw terserang insomnia dadakan while gw masih dalam periode dikejer deadline tugas). Karena ceritanya amat fresh, walau selalu sering terulang di cerita-cerita lain. Yang bikin beda setting mereka yang udah bekerja itu yang bikin gw sering sakit gigi gara-gara kegirangan bacanya. Dan tipikal fanfic-fanfic kebanyakan yang gw baca, makanya gw ga heran, gw sanggup menyelesaikan buku ini dalam waktu dua jam kurang doang.

Dan endingnya yang ga ketebak. Gw suka sama mbak Karla tentang endingnya, cukup membuat imajinasi gw langsung bekerja, layaknya gw siap membuat fanfic kelanjutan dari buku ini. Tapi, cukuplah cerita sampai sini saja, karena jika gw bener-bener merealisasikan fanfic gw atas buku ini, cerita lebih ga surpres. Biarkan cerita itu melayang-layang di imajinasi tiap pembaca, seperti apa kelanjutannya.

Satu saja yang membuat gw mengurangi satu bintang, ceritanya yang terlalu general. Love-Hate stuffs udah terlalu banyak diangkat jadi sebuah karya romance. Tapi pengemasannya yang sungguh buat gw berani kasih empat bintang. Dan gw belajar banyak tentang bagaimana kinerja bidang humas dan marketing, dan gw dapet banyak istilah-istilah didalamnya.

Two thumbs up!
Profile Image for Leila Rumeila.
991 reviews30 followers
November 29, 2023
1st & 2nd read (by audiobook) : 4⭐
Plot line hate-to-lovenya seruuuuu, meskipun aksi rivalrynya agak ekstrem, contohnya seperti aksi Troy menjebak Gadis sampai gadis tersebut ditahan polisi karna dicurigai membawa sesuatu yg mencurigakan.

Buku ini sukses bikin senyum2 sendiri karna banternya yg konyol tapi lucu!
Dan endingnya yg agak mindblowing bikin penasaran buku ke-2 bakal kasih alur cerita yg bagaimana lagi untuk kelanjutan takdir aneh yg terjadi antara 2 orang keras kepala ini.

*Listened the audiobook by Storytel*
Profile Image for Shafa.
48 reviews6 followers
July 22, 2022
Ide ceritanya menarik, tapi aku kurang menikmati cara pengemasan ceritanya. Biasanya kalo baca buku dengan enemies to lovers kinda trope, aku suka saat mereka masih musuhan. Tapi ini sama sekali gak tertarik dengan gaya musuhannya Gadis dan Troy. Semoga buku lanjutannya bisa buat aku puas deh.
Profile Image for Re.
27 reviews1 follower
October 27, 2021
Can someone told me why Troy and Gadis always said the exact same thing but in bahasa and english? Dot mention about their secretary too
Profile Image for aynsrtn.
487 reviews13 followers
January 27, 2025
Enemy to suddenly being Lover adalah trope yang mungkin tepat untuk novel ini. Gadis Parasayu dan Troy Madrian adalah dua kepala divisi di sebuah perusahaan farmasi—yang seharusnya akur dan saling bekerjasama—namun sayangnya tidak. Gadis dan Troy seperti menyimpan bom atom yang siap dilemparkan satu sama lain. Gadis membenci Troy yang selalu kebarat-baratan, sementara Troy melihat Gadis sebagai perempuan nasionalis saingannya. Dan voila, mereka terbangun telah menjadi sepasang suami istri.

Ada dua layer utama dalam novel ini. Yaitu penyelidikan kasus obat yang terkontaminasi dari perusahaan farmasi tempat Troy dan Gadis bekerja untuk memperlihatkan sisi "Hate" dari mereka berdua. Dan tentu saja, bagian "Hocus-Pocus" yang menyulap mereka jadi pasangan suami istri. Disitulah benih "Love" mulai berkembang.

Metropop dengan kesan magis dan fantasi. Troy dan Gadis ini dua tokoh utama yang sama-sama kuat. Saking seimbangnya sampai capek rasanya di bagian mereka bertengkar. Tapi, langsung blushing brutal saat Troy jadi mode husband—daddy wannabe. Romansanya pun ditambah pula dengan bumbu komedi. Aku selalu tertawa saat dialog Gadis yang Bahasa Indonesia, lalu Troy yang versi Bahasa Inggris. Demikian dengan sekretarisnya.

Beberapa adegan ada yang menurutku tidak terlalu pas eksekusinya. Seperti saat Troy menelpon tim gegana. Apa iya semudah itu tanpa cover both side dulu dari tim gegana? Lalu, bagian penyelesaian konflik kontaminasi obat yang menurutku gitu aja, seolah ingin segera cepat selesai. Padahal sayang banget building konfliknya udah bagus. Aku sebenarnya jadi tahu bagaimana sebuah perusahaan, terutama perusahaan farmasi dalam menyelesaikan kasus seperti ini. Tapi ternyata diakhiri dengan cepat. Mungkin karena harus segera fokus ke bagian Hocus-Pocus-nya.

Karena duologi, otomatis jadi gantung ya ending-nya. Mungkin akan perfect ending kalau tak ada epilog. Tapi, juga nanti nggak ada kisah lanjutan dan cliffhanger untuk buku kedua, hehe.

Well, akan segera membaca buku kedua untuk lebih mendalami karakter Gadis dan Troy serta [semoga] terjawab juga Hocus-Pocus-nya mengapa Gadis dan Troy [tiba-tiba] jadi lover.

Ps. Baby Dis-dis & Troy Junior 😂🫂
Profile Image for Tik.
319 reviews17 followers
August 30, 2021
Actual Rating 3.5⭐!

Novel enemies to lovers pertama yang aku baca asli karya Indonesia! Udah gak perlu diragukan lagi kalo buku Karla M. Nashar pasti akan ada unsur magis dan kejadian luar biasa yang diangkat di bukunya.

Aku suka elemen ini menjadikan 2 orang yang benar-benar bermusuhan jadi terjebak pernikahan yang mereka ingat tapi serasa mimpi juga. Ketika rasa cinta dan rasa benci memiliki porsi yang sama di hati. Sayangnya menurutku karena ini terpengaruh "magic" jadi aku kurang puas melihat hubungan Gadis dan Troy yang beneran kerjaannya berantem terus tiba-tiba jadi baik, kurang terlihat sisi ketika mereka emang peduli satu sama lain, emang mulai terlihat benih-benih cintanya (atau ini nanti di buku ke-2 hmmm) yaaaa makanya aku agak aneh aja pas baca tapi tetep seru sih ngebacanya.

Satu hal yang aku agak merasa kurang nyaman karena Troy dan Gadis ini berantemnya bener-bener kekanakan sih menurutku apalagi mereka sebenarnya orang dewasa jadi kurang sreg aja dengan cara berantem mereka.
Profile Image for Hani Risjad.
73 reviews15 followers
July 27, 2020
Memilih membaca buku ini karena pusing dengan kerjaan, ternyata...

AKU MERASA DIPERMAINKAN!!
Tapi, asli nggak bisa berhenti ketawa karena tingkah Troy dan Gadis.
Berantem mulu, heran! Bosnya aja sampai nyerah... :D

Agak menyesal karena baru membaca buku ini sekarang.
Kenapa nggak dari dulu gitu ya. Haha...

Tulisan Karla M. Nashar ini enak dibaca. Nggak bikin pusing. Tipikal tulisan yang aku sukai...
Kayanya, buku ini harus aku beli versi cetaknya dan masuk di buku koleksiku.
Kalau butuh bacaan santai, aku saranin baca Love Hate Hocus-pocus ini.
Profile Image for lilgirl &#x1f495;.
137 reviews9 followers
January 21, 2021
Well, this is your typical MetroPop novel, tokoh-tokoh utama digambarkan memiliki fisik yang sempurna dan tentu dengan hubungan yang dimulai dari benci yang kemudian menjadi cinta.. Dan yang pasti, bukunya tetap menyenangkan untuk dibaca ketika kau lagi benci dengan kehidupan dan butuh sesuatu untuk mengalihkan segalanya..
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Jess.
609 reviews141 followers
October 5, 2022
Love the enemy to lovers trope, tapi eksekusi ceritanya gak terlalu bagus.

I just wish I never read the epilog, romancenya terlalu cepat and there are a few things that confused me.

ada buku keduanya, tapi kayaknya aku gak akan baca.

A good book to read but actually didn’t really leave a great impression
Profile Image for anggiareads.
51 reviews44 followers
November 12, 2020
Whooaaaaa.. Sukaaaa..
Liat tingkah Troy dan Gadis yg gemesin yaelaaah..
Tp menjelang ending, kezeeeeeel 😂
Lanjut buku Keduaaa, mau ngejer nek sihir..
Knp sih udh adem ayem, ada troy junior, tiba2 ambyaaaar 🤧
Profile Image for Gifty Zabina  Agung.
75 reviews
December 3, 2021
AAAAA, APA-APAAN ENDING INI?! NGESELIN BANGET!!! Hah! Jadi meruntuhkan semangat jiwa ragaku membaca kisah bahagia mereka! Udah capek-capek ketawa dan senyum-senyum nih, Mbak Karla! Untung ada lanjutannya, cus baca lah, penasaran!
Profile Image for Raditya.
52 reviews1 follower
January 1, 2022
Lucu banget, menikmati sekali bacanya karena emang absurd dan lucu banget interaksi antara Troy dan Gadis. Cuma ya, kayak gitu doang, lucu tok, plotnya kurang satisfying karena endingnya "begitu". Mungkin karena bakal ada buku kedua makanya diginiin?
Displaying 1 - 30 of 481 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.