Jump to ratings and reviews
Rate this book

Tempat Paling Liar Di Muka Bumi

Rate this book
Sekali lagi kita menemukan asin laut, putih pasir, bunga karang, dan keindahan-keindahan lain yang membentuk kehidupan di Timur Indonesia dalam puisi. Theo dan Weslly telah menjelaskan dengan sangat baik kepada kita bagaimana jatuh cinta dan mencintai bisa begitu ajaib dan berbahaya.
- Irfan Ramli, penulis skenario film Cahaya Dari Timur, Beta Maluku

Tempat Paling Liar di Muka Bumi meliarkan imajinasi jiwa-jiwa yang sedang jatuh cinta. Yang berani membabi buta mencintai. Yang saling memuja dan tak peduli apakah ada iri dari mereka yang belum menemukan jenis cinta paling liar. Tapi jangan memendam iri, sebab sebagaimana kata Theo dan Weslly, manusia seharusnya tak hanya pandai jatuh cinta, tetapi juga terus mengusahakan cinta.
Semoga usaha-usaha itu berubah cinta, sebuah tempat paling liar di muka bumi.
-Windy Ariestanty, penulis dan pecinta perjalanan

104 pages, Paperback

First published September 26, 2016

89 people are currently reading
778 people want to read

About the author

Theoresia Rumthe

11 books44 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
243 (27%)
4 stars
369 (41%)
3 stars
235 (26%)
2 stars
26 (2%)
1 star
9 (1%)
Displaying 1 - 30 of 183 reviews
Profile Image for raafi.
929 reviews451 followers
December 1, 2016
ulasan beserta memori: http://bibliough.blogspot.co.id/2016/...

"Tempat Paling Liar di Muka Bumi" adalah satu dari beberapa kumpulan puisi yang kubaca. Setelah kutilik lagi, aku sudah baca setidaknya lima kumpulan puisi tahun ini dan itu merupakan pencapaian yang besar. Sebelumnya, aku bahkan tidak bisa menikmati puisi. Betapa tidak? Membaca satu bait saja harus berulang-ulang untuk memahami maknanya. Tapi lambat-laun, karena tergerus usia, aku membutuhkan kata-kata indah agar hidup terasa indah walaupun maknanya tak indah. Dan itu menjadi semacam suplemen—sebenarnya membaca apa pun adalah suplemenku. Tapi membaca kumpulan puisi ini bisa dibilang suplemen adiwarna. Lagi-lagi untuk melawan hidup, yang terasa monoton.
Profile Image for Dion Yulianto.
Author 24 books196 followers
May 23, 2021
Dulu banget, pernah salah mengira buku ini buku non-fiksi tentang alam liar, atau kisah perjalanan di Alaska dan semacam itu. Setelah membuka halaman-halamannya, barulah saya tau bahwa tempat paling liar di muka Bumi adalah dirimu, di dalammu. Sebuah kisah cinta yang dipuisikan oleh dua penulisnya, digambarkan dengan bagus sekali dalam pembuka buku ini: aku ingin bercinta denganmu dan melahirkan banyak puisi

Dan sepertinya keinginan itu terkabul dalam puluhan halaman buku ini. Bertabur puisi yang tidak hanya manis tetapi juga realistis. Ya, meski aneka kisah cinta dalam dongeng itu begitu uwu, tetapi kisah yang bertahan di dunia realita adalah cinta yang realistis. Dan inilah yg sepertinya hendak diangkat kedua penyair ini. Semisal tentang jarak, betapa jarak itu perlu tetapi tidak terlalu jauhnya sehingga menyebabkan rindu menjadi kaku karena lama tidak bertemu.

"ingat, jarak baik untuk kesehatan jiwa." (hlm. 71) tetapi LDR yang kepanjangan akan mengacaukan jiwa dan raga, karena "bagaimana mungkin kata dapat menggantikan mata, ciuman-ciuman, dan hangat badan seorang kekasih." (hlm. 84).

Maka yang terbaik adalah jatuh cintalah dengan biasa tetapi rayakan dengan semeriah-meriahnya. Caranya ada di halaman 86 buku ini: "tidak ada jalan, selain menjadi diri mereka sendiri dan mencintai tanpa permisi." Lalu nikmatilah.

Karena "yang berdosa itu, ketika jatuh cinta dan tidak menikmatinya."

Banyak cinta untuk buku ini.
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
February 9, 2017
Di manakah tempat paling liar di muka bumi? Theoresia Rumthe dan Weslly Johannes berusaha memaparkannya dalam puisi-puisi mereka. Buku ini tergolong unik, karena ini pertama kalinya saya membaca sebuah kumpulan puisi yang ditulis oleh dua orang, yang isinya adalah kumpulan puisi yang mereka kerjakan secara bersama maupun terpisah.

"aku ingin bercinta denganmu
dan melahirkan banyak puisi."


Ya, ini memang kumpulan puisi cinta yang ditulis oleh dua orang yang... saya jujur tidak tahu apa hubungan mereka, tapi saya duga adalah sepasang kekasih. Jadi, yang jones akut, bacanya tolong hati-hati, ya. Penulis tidak bertanggung jawab kalau kamu baper akut setelah baca buku ini.

"memeluk punggungmu, kupastikan
kau tidak akan ditikam dari belakang,
bahkan oleh tangan masa lalu
yang tak kelihatan."
-weslly johannes (hal. 21)


Kumpulan puisinya juga sangat kental nuansa Maluku-nya dengan berbagai perumpamaan tentang pantai, laut, ombak, hingga pohon kelapa.

pohon-pohon kelapa membungkuk
menyembah setiap gelombang yang datang
di pesisir timur pulau yamdena, di tumbur
orang-orang memahat kayu arang menjadi patung
matahari menempa air laut menjadi garam,
dan aku kaku batu-batu karang
ketika wajahmu membayang (hal. 45)


Buku yang wajib dimiliki oleh penggemar puisi cinta (yang tidak keju). Temukan tempat yang paling liar di muka bumi dalam kumpulan puisi ini.

Jika ada tempat paling liar di muka bumi
maka itu adalah kemilau hitam pada bola matamu,
ia mampu menelan malam juga kesedihan,
dan menggantinya dengan bintang. (hal. 36)


Let's meet on social media:
Instagram | Twitter | Youtube
Profile Image for Hestia Istiviani.
1,043 reviews1,963 followers
June 6, 2018
Terima kasih Abduraafi telah merekomendasikan buku puisi ini kepadaku! Awalnya sempat skeptis, takut tidak sesuai dengan selera puisiku selama ini. Apalagi nama penulisnya masih asing di telinga. Tapi, berkat ulasan menarik, mengapa tidak dicoba saja.

Tempat Paling Liar di Muka Bumi merupakan sebuah buku puisi, karya duet yang menghangatkan namun juga romantis tanpa perlu menjadi terlalu berlebihan. Baik Theo maupun Weslly, keduanya dapat menuliskan puisi yang saling bersahutan, saling menjawab dan begitu tersampaikan perasaan cinta, kasih, dan rindunya.

Mengenai pemilihan kata ataupun diksi, Theo da Weslly punya ciri khas masing-masing. Theo dengan kelembutan namun lugas dan Weslly yang bisa menjadi melankolis namun tidak mengurangi keindahan puisi itu sendiri. Bahkan, jika dibaca secara perlahan dan dengan hati, rasanya pembaca akan menemukan beberapa rangkai kata atau bahkan bait puisi yang sederhana namun maknanya begitu mendalam.

Tempat Paling Liar di Muka Bumi bisa menangkap bagaimana manusia merasa cinta sekaligus merindu, tidak hanya sederhana melainkan hingga menerjemahkan perasaan-perasaan yang rumit.

Singkatnya, duet Theo an Weslly sungguh apik!
Profile Image for Alvina.
732 reviews119 followers
January 3, 2017
Sukaaa sama puisi puisinya. Romantis, tapi ngga kelampau manis
Profile Image for Jess.
609 reviews141 followers
March 16, 2022
“Sebab cinta adalah jatuh-jatuh yang tidak direncanakan.”


3.5 / 5

Kumpulan puisi ini ditulis oleh 2 penulis asal Maluku, pertama kali tertarik membacanya krn melihat cover buku yang begitu cantik, ternyata bukunya pun tak kalah menarik, di samping puisi, terdapat ilustrasi2 menggambarkan puisi, biasanya diletakkan di awal chapter.

Buku ini menggambarkan 2 tema besar yakni cinta dan rindu, aku sangat suka gaya penulisan dari buku ini, yang seringkali menggunakan majas dan juga analogi yang sungguh dekat dengan kehidupan pembaca, membuat aku sendiri merasakan maksud dan pesan yang ingin disampaikan penulis.

Dengan kurang lebih 100 halaman, buku ini aku rasa cocok buat dibaca mereka yang ingin mencari bacaan ringan yang dapat dengan mudah diselesaikan.

Excited to read another books from these writers
Profile Image for KA.
57 reviews3 followers
March 23, 2022
aku mengingat senyummu
seperti bulan sabit menggantung
matamu adalah langit hitam,
sekali dua kali aku mendapati bintang
tiga empat kali aku tersesat di dalamnya


Bagi saya puisi-puisi yang ditulis bagus, menyentuh. Memang tentang percintaan yang kebanyakan tentang kerinduan antara dua insan yang saling mencinta namun bahasa yang digunakan tidak terlalu berlebihan. sederhana tapi berkesan.
Profile Image for Telor Cantik.
22 reviews
April 17, 2023
2,5
Melihat dari review-review lain, sepertinya bukan cuma aku yang ketipu dengan mengira ini adalah buku non-fiksi tentang alam liar, WKWKWKWKWK. Ternyata buku kumpulan puisi sodara-sodaraaah 😊👍

Buat isinya, mnurutku lumayanlah, walaupun bukan tipe puisi dan sajak yang aku suka, soalnya kurang suka yang metaforanya banyak banget.

Dan yang di depan menurutku pribadi B aja, makin ke belakang makin indah puisinya. "Membayangkan kau pergi", "Mencintai dan saling menyibak rahasia", dan "Tentang perempuan" are my favorite.
Profile Image for Siraa.
259 reviews3 followers
January 12, 2022
"sesungguhnya jatuh cinta hanya untuk mereka yang berani percaya."
⁃ Theoresia Rumthe

Puisi rumthe berisi tentang banyak hal misalnya laut, kedatangan dan kepergian, pelabuhan, kerinduan, dan utamanya cinta. Dia selalu memggambarkan cinta sebagai sesuatu yang indah tapi berbahaya meskipun itu tidak pernah bisa menghentikan manusia mencapainya. Segala macam cinta ada disini. Dari yang membabi buta mencintai sampai yang tenang dan sederhana. Sajaknya lembut dan berkesan tapi saya tidak menyukai satu hal. Entah kenapa sajak luar yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia terasa selalu sedikit tanggung. Kayak kurang "eeerghhh" gituu.
Profile Image for Khairunisa Putri.
220 reviews21 followers
October 4, 2016
Tadinya tidak berniat untuk membeli kumpulan puisi ini. Mengambilnya karena tipis dan untuk menghabiskan waktu di toko buku sebelum jam kuliah, tapi jadi suka dan pengen memiliki biar bisa diulang-ulang bacanya dirumah! hehe
Profile Image for aynsrtn.
500 reviews15 followers
November 22, 2025
Yang berdosa itu, ketika jatuh cinta dan tidak menikmatinya. (p.48)

Kembali membaca buku kumpulan puisi lagi. Dan baca puisi-puisi ini serasa sedang dicintai secara ugal-ugalan, tanpa batas waktu, tanpa sekat, dan tanpa rahasia. Pembukaannya pun berupa kata-kata, “aku ingin bercinta denganmu dan melahirkan banyak puisi”. That really hooked the bottom of my broken heart.

Aku paling suka puisi berjudul Luka-Luka Cinta. Memeluk luka di antara cinta atau cinta di antara luka. Kutipan-kutipan yang berselang-seling dengan puisi-puisinya menambah tambah kebucinan setiap baitnya.
LUKA-LUKA CINTA
Adakah yang lebih berbahaya
Dari malam yang tak kelihatan muka?
Ada, kekasih, ada: itu adalah jarak
Jarak membuat luka karena cinta
Jarak karena luka, jarak karena cinta

Baiklah kita melakukannya dengan hati-hati
Sebab sedikit sekali beda antara mencinta
Dan mengerjakan luka.
(p.25)

Memeluk punggungmu, kupastikan kau tidak akan ditikam dari belakang, bahkan oleh tangan masa lalu yang tak kelihatan. (p.21)

Tidak ada tatapan yang lebih menyedihkan dari punggung sepasang kekasih yang berpisah yang saling menjauh tanpa memiliki kata dan mata. (p.23)

Tapi, ada beberapa tema puisi yang repetitif. Yaitu perihal bibir dan ciuman. Mungkin judulnya daripada tempat paling liar, bisa ciuman paling liar. Karena puisi tentang ciuman ini banyak banget. Some of romantic, but some of malah terlalu vulgar dan lust (ini soal preferensi sih).

Aku juga memperhatikan keterangan di mana puisi-puisi ini ditulis. Ada yang dari teras rumah, ditulis di tobucil, ditulis gelap di jalan poros, bakmi jogja sinten remen persis seberang kosan (detail sekali, ya, haha), jalan urayana, rasa rindu. Yang paling ku suka ini sih: ditulis untuk merayakan hidup yang bernama hari ini. Sinematik.

⚘️ 3.5 bintang untuk pergi sama-sama itu menyenangkan, tetapi jauh lebih menyenangkan jika pulang sama-sama.
Profile Image for Teguh.
Author 10 books333 followers
October 3, 2016
Ternyata selain novel, puisi juga bisa dikerjakan dengan sistim rombongan. Dua penulis buku ini secara 'bergantian' menuliskan puisi, dan karena temanya romantis maka jadinya seperti balas-balasan kalimat dan sajak penuh rayuan. Buku ini menurutku mengembalikan tren puisi ke 'memuja2' keindahan, baik alam atau pasangan.


dan puisi favorit says adalah puisi kedua dan ketiga; lelaki dan gelisah dan perempuan dan gelisah. Keduanya manis dan apik banget
Profile Image for hans.
1,160 reviews152 followers
February 3, 2023
Hal-hal romansa cinta dalam bait rindu. Bahasanya bagus dan indah cuma variasinya agak kurang. Sesetengahnya seakan ulang-ulangan perasaan, jadi kelihatan sama saja namun lirikan tiap ritmanya beralaskan perasaan dan kata puja jadi kedengaran manis sekali. Okay saja, sesuaian dengan kata-kata penyairnya yang meniup bahagia dalam tiap aksara jadi lahir rangkap buat aku tersenyum-senyum sendiri waktu membacanya. "Rindu ini membuatku gerah, aku ingin mandi dari semua puisi hujan yang kautulis."
Profile Image for shanghao.
292 reviews103 followers
October 2, 2016
The wildest place on earth - love.

They are a couple of immensely talented poets, filling this thin but elegant volume to the brim with their unbridled musings and prose on love; with words so liquid and free, they evoke the natural beauty of the Indonesian archipelago.
Profile Image for P.P. Rahayu.
Author 1 book37 followers
January 17, 2024
Tempat Paling Liar di Muka Bumi
Theoresia Rumthe, Weslly Johannes
3 dari 5 bintang

Ahh, sudah lama sekali aku tidak membaca buku puisi. Bagiku, puisi-puisi dari Theoresia Rumthe dan Weslly Johannes ini terasa begitu dalam dan juga serius. Bukan tipikal puisi manis yang membuatmu meleleh. Lebih ke ungkapan-ungkapan perasaan yang jujur dan apa adanya. Yang aku suka adalah bagaimana puisi-puisi dalam buku ini, terkadang saling berbalas.

Aku baru menyadari kalau kutipan di sampul belakang buku begitu menarik.

"Aku ingin menjadi tenang & mencintaimu,
tanpa banyak kekhawatiran."


Ketimbang mirip dengan "Stories for Rainy Days", sepertinya kumpulan puisi ini lebih mirip dengan "Besok Kita Belum tentu Saling Mengingat" yang ditulis oleh Dopra.

Pada akhirnya, di mana kah letak tempat paling liar di muka bumi ini? Jawabannya adalah kamu. Dalam kedalaman pekatnya bola matamu, hingga dalam hatimu yang selalu merindu.
Profile Image for Mia An Nur.
106 reviews4 followers
May 19, 2024
"aku ingin menjadi tenang dan mencintaimu
tanpa banyak kekhawatiran."
—bagian-bagian kesukaan

Ini buku puisi kedua dari duet Theoresia Rumthe dan Weslly Johannes yang aku baca. Seluruh puisinya dominan bernapas soal cinta; baik itu dari sisi yang dicintai maupun sisi yang mencintai. Satu hal yang tak pernah ketinggalan—dan baru kusadari sekarang—adalah mereka memasukkan unsur-unsur keindahan alam Timur Indonesia dalam beberapa baitnya. Mungkin memang begitulah cara kedua penulisnya merepresentasikan jati diri sebagai orang Timur ke dalam karya mereka, unik sekali. Sekilas contoh saja, metafora soal rindu diwakilkan oleh sebuah pantai dan seisinya. Begini kutipannya:

perempuan dan gelisah,
layaknya lautan biru
kalau kau berdiri di pantai
dan bertanya tentang rindu
maka ia akan memberimu satu ombak
untuk menghapus jejak kaki
dan menyiapkan seribu lainnya
supaya engkau terus kembali
—perempuan dan gelisah

Bagus! <3
Profile Image for mid.
143 reviews15 followers
January 24, 2022
pergi sama-sama itu menyenangkan,
tetapi jauh lebih menyenangkan
jika pulang sama-sama.


aih, kumpulan puisi ini manis sekali. tak semuanya bercerita soal hangatnya berpasangan—menggenggam tangan dan berciuman. namun juga ada yang berkisah tentang menyayangi dalam rupa yang tak muluk, cinta dalam becak misalnya. menyenangkan sekali membaca kumpulan puisi yang saling melengkapi ini. baik theo maupun wessly seperti sedang bercakap, tetapi lantang dan Indah.

senang membacanya.
Profile Image for cindy.
1,981 reviews156 followers
November 13, 2021
bila bandara adalah pintu jumpa dan pisah,
jangan lupa, di sana ada ruang tunggu: rindu


buku puisi yang terobsesi pada rindu, bibir, dan ciuman 😘
Profile Image for Nindya Chitra.
Author 1 book22 followers
November 26, 2021
Setelah baca satu buku mereka saat itu, aku resmi menjadi penggemar puisi-puisi mereka.
Profile Image for Eva Novia Fitri.
163 reviews1 follower
July 3, 2023
Jatuh cinta itu membuat jiwa berbunga2. Yang tak pandai membunga2kan kata pun bicaranya jadi sering lebih indah, kalau kosakatayang dipunya memang sedemikian sudah sangat terbatas, maka bunga-bunga itu tetap terlihat dari intonasi dan irama.

Saya tak pernah menemukan puisi asmara yang demikian terkesan 'tak tertahankan' seperti ini. Dengan minim metafora, diksi diksi yang apa adanya, citarasa cinta, rindu, hasrat, cita cita, berlompatan subur berbunga-bunga di sana sini. Kegelisahan, luka-luka, perpisahan, juga menampilkan diri sangat seksama.

Plus, ternyata ditulis bersama oleh 2 orang yang saya tidak tahu siapa dan apa hubungannya. Sepasang kekasih yang kebetulan sama sama lihai menuliskan cintanyakah? (karena gaya tulisannya sama dan seirama, nyaris tak bisa dibedakan kecuali dengan membaca inisial penulisnya di akhir setiap puisi) ataukah hanya dikesankan begitu agar koneksi asmara bersahut2an di puisi2 ini terasa utuh dan nyata?

Yang pasti, ini puisi puisi yang penuh rasa tapi tidak cheesy.
Semua laku pecinta tertumpah desak mendesak dengan jujur, mengesankan bahwa memang ini adalah luapan2 alami yang harus dimuntahkan para pecinta untuk menjadi lega.

Membacanya bikin ikut tersenyum, menautkan alis, dan tersandung2 mengulang beberapa bait padat dan membuncah. Kalau sepasang penulis ini membuat buku bersama lagi, tak ragu saya akan kembali membacanya. Such an amazing duet. Puisi tentang luka telah memberikan bekas yang luar biasa.
Profile Image for Hai B!.
38 reviews5 followers
April 4, 2023
#breview : Tempat Paling Liar di Muka Bumi

"perempuanku, kecintaanku, ketenangan yang mendanau
pada dua matamu telah menyelamatkan kapalku dari
lautan dan malam-malam yang membadai"

Aku beberapa kali nemu yang rekomendasiin buku ini. Terus liat judulnya aku jadi tambah penasaran.
Buku ini ternyata merupakan buku kumpulan puisi yang ditulis oleh sepasang kekasih Theoresia Rumthe dan Weslly Johannes. Jadi mereka berdua itu saling berbalas-balasan puisi. Pasangan penyair romantis banget yaa🥹

Banyak menggunakan perumpamaan yang berhubungan dengan alam seperti pantai,hutan, laut, dll. Syahdu sekali. Kita seolah diajak merasakan jatuh cinta seperti sepasang kekasih yang LDR. Untuk itu banyak banget puisi tentang rindu. Hayoo siapa yang LDR juga? Pasti relate banget deh hehe

Uniknya, setiap puisi tuh di bawahnya ada detail tempat dan waktunya, kadang juga ada detail kegiatannya. Jadi bener-bener bisa bayangin kisah cinta mereka.

Bukunya lumayan tipis. Cuma 99 halaman aja. Cocok buat yang butuh bacaan sekali duduk. And look at this cover. Cantik banget😍

⭐️4/5
Profile Image for Herdina Primasanti.
102 reviews1 follower
February 18, 2025
Jujur nggak tahu mau kasih rating berapa buat antologi ini. Puisi-puisinya kayaknya banyak dipengaruhi karakter puisinya mbah Sapardi dan Joko Pinurbo. Beberapa menurutku lumayan oke, walaupun beberapa lainnya kurang oke permainan analogi/metafornya.
Profile Image for Geetito(◍•ᴗ•◍).
43 reviews1 follower
April 18, 2021
Tentang jarak, tentang rindu-rindu dimalam sendu, tentang ombak yang terus pecah dibibir pantai, tentang cinta-cinta yang tak pernah padam. Tentang Tuan & Puan dalam adukan kopi sisa semalam.
Profile Image for Shafira Ananda.
10 reviews
June 15, 2022
"Aku ingin bercinta denganmu dan melahirkan banyak puisi"

Itu adalah kalimat pertama pada buku kumpulan puisi ini, dan memang benar, puisi-puisi di dalamnya lahir dari sepasang suami-istri yang sedang jatuh cinta. Puisi-puisi tentang jatuh cinta, saling mengagumi, dan memupuk rindu karena jarak.

"Sebab cinta adalah jatuh-jatuh yang tidak direncanakan"

"Pada setiap jejak yang menjauh, rindu membenih
Kau pergi dan tiba-tiba waktu mengandung sepi"

Yang unik dari buku ini adalah, puisi di dalamnya ditulis saling berbalas, lengkap dengan nama tempat, tanggal, dan waktu kapan dibuat. Kadang ditambah keterangan kecil, seperti "sudah pukul 09.27 WIB, SMS belum dibalas, rindu" lalu pada puisi balasannya ada keterangan "baru bisa balas jam 01.33 dari teras rumah". Ditambah fakta bahwa mereka menulis memang ketika sedang menjalani hubungan jarak jauh. Rasanya seperti sedang menyusup ke dalam ruang pesan sepasang kekasih, menggemaskan.

"Aku menulis puisi dan membiarkan mereka membawa pergi separuh diriku kepadamu,
Tetapi mereka hanya dapat disentuh oleh matamu"

Selain itu, ada beberapa puisi yang mereka tulis berdua, ketika mereka sedang bertemu. Membayangkan proses penulisannya bikin gemes sendiri, tengah malam, berdua, menulis puisi, sambil menumpahkan semua rindu.

Kalau bagian kesukaan lain dari puisi-puisi dalam buku ini adalah bagaimana mereka mengumpamakan sesuatu. Pantai, ombak, gelombang, bulan, bintang, bahkan sendal jepit. Seperti salah satu puisi yang terus-terusan berputar di kepala, judulnya Bulan Sabit di Puncak Gelombang

"Aku menginat senyummu
Seperti bulan sabit menggantung
Matamu adalah langit hitam,
Sekali dua kali aku mendapati bintang
Tiga empat kali aku tersesat di dalamnya"

Selain tentang jatuh cinta dan merindu, ada beberapa versi puisi yang agak sendu, ga banyak memang. Nah yg jadi kesukaan itu Luka-Luka Cinta. Ini agak lebih panjang dibanding puisi yang lain. Sini aku bisikin sepenggal,

"Kekasih, bila aku tidak mampu mencintaimu dengan baik
Akan kuambil satu tempat paling jauh dari dirimu,
Barangkali itu ruang-ruang yang masih kosong di langit,
Atau tempat-tempat paling gelap bagi matamu, supaya di sana,
Hidup bagiku berarti tidak mencintaimu sebaik-baiknya
Sebab telah kuketahui dari musim kemarau yang panjang
Bila cinta tidak menemukan jalan-jalan yang benar
Ia hanyalah luka tanpa bentuk dan rupa,
Luka yang paling luka" :(
(Ke bawahnya lebih perih lagi, jadi ayo bacaa, beli bukunya hehe)

Sebenernya suka juga sama Punggung Sepasang Kekasih. Ini tentang perpisahan. Ngingetin sama scene 2521 waktu Yijin-Heedo pelukan sebelum Yijin berangkat ke NY:")

Kesukaan lainnya, ada Membayangkan Kau Pergi, Sepasang Sendal Jepit, Rindu dan Pekerjaan Rumah, Menyetrika Rindu, Kota yang Lama Tidak Ada Pagi, Mencintai dari Jauh, Mencintai dan Saling Menyibak Rahasia, Tengah Malam dan Bicara Cinta, yah pokoknya banyak hehe.

Oiya bahasanya juga lumayan mudah dipahami, sederhana tapi indah, dan maknanya bisa sampai ke pembaca. Tipe-tipe puisi yang pengen banget bisa aku tulis.

Walaupun kebanyakan puisinya tentang jatuh cinta dan rindu, aku masih bisa menikmati baca buku ini, walaupun lagi ga di posisi keduanya. Selain itu, udah lama juga ga baca puisi-puisi, jadinya kaya seruuu aja bacanya. Nanti deh kalau lagi ngerasain hal yang sama kaya puisi-puisi ini, bakal baca ulang biar rasanya lebih dapet hahaha.

Bonus penggalan-penggalan yang aku sukaaa

"Cinta yang sungguh-sungguh adalah cinta tanpa kecuali, sebab cinta sudah sebuah pengecualian"

"Hatiku cukup luas untuk mencintai semua wanita
Tetapi kau, dengan keluasanmu, hadir memenuhinya tanpa menyisakan sedikit pun ruang kosong"

"Begitu cinta memeluk sepasang jiwa, mereka menjadi semesta pemberian"

"Aku tak pernah punya cukup kekuatan untuk membayangkan kau pergi, bukan karena apa-apa, aku hanya tak pahami bagaimana mencintai sambil berpikir tentang suatu waktu engkau akan meninggalkanku
Aku tak mengerti bagaimana mencintai sambil bersiap untuk berhenti mencintai"

"Semoga kita bertemu di sebuah waktu di mana semua lebih natural dan sederhana"
Displaying 1 - 30 of 183 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.