Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kepada Gema

Rate this book
Di tengah menghadapi jam kerja tak berperasaan dan menjalani hubungan jarak jauh dengan Jesse, kekasihnya yang kuliah di Belanda, Atisha harus mencari jalan keluar dari mimpi-mimpi buruk yang selalu membuatnya terbangun di tengah malam. Mimpi buruk yang terus membawanya pulang ke kenangan-kenangan pahit.

Seolah semuanya itu belum cukup, Gema, pemuda yang pernah Atisha cintai, tiba-tiba muncul di kantornya sebagai pembawa acara baru. Kehadiran Gema mengingatkannya pada kebahagiaan sekaligus patah hati yang hingga kini masih terasa pahit, juga pada masa lalu yang dulu menjadi penyebab Gema meninggalkannya.

Gema berusaha memasuki kehidupannya kembali. Tapi Atisha berjanji takkan mengkhianati Jesse, juga takkan mengizinkan Gema menyakiti hatinya lagi.

Namun, bagaimana ketika hubungannya dengan Jesse mulai mengalami masalah? Bagaimana jika Gema membukakan sebuah fakta menyakitkan tentang kekasihnya itu? Dan bagaimana jika… berdamai dengan masa lalu adalah satu-satunya jalan keluar untuk Atisha?

216 pages, Paperback

First published February 9, 2016

6 people are currently reading
129 people want to read

About the author

Diego Christian

5 books127 followers
Diego Christian Immanuel Mulatua Pakpahan lulus dari jurusan Sastra Indonesia, Universitas Indonesia, tahun 2013. Masuk ke dalam 9 Penulis Pendatang Baru Terbaik oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun 2012 untuk novel debutnya, Percaya. Di tahun 2013, novel keduanya, Travel in Love, mengantarkannya menjadi juara pertama NouraBooks Academy.

Penggemar berat lagu-lagu Corinne Bailey Rae dan India Arie ini masih akan terus menulis sampai Semesta punya andil untuk menghentikannya. Selalu percaya kepada pertanda, intuisi, dan firasat yang menggiringnya berjalan. Cita-cita yang paling ingin diwujudkannya adalah memiliki rumah di Ubud dan menetap di sana untuk berkarya.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
15 (15%)
4 stars
22 (23%)
3 stars
47 (50%)
2 stars
10 (10%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 30 reviews
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
May 10, 2016
"Untuk segala sesuatu ada masanya:
kebahagiaan, air mata, tawa bahkan kesedihan.
Kecuali cinta, dia bisa bertahan andaikan dia layak diperjuangkan."


Rasanya sudah lama sekali tidak bisa membaca 1 novel sekali duduk, tetapi Kepada Gema benar-benar pengecualian. Rekor membacaku 1,5 jam perjalanan KRL saat pulang kantor, novel ini berhasil membuatku terhanyut dengan kisah Atisha dan Gema.

Ini tentang kisah Atisha, seorang creative asistant, di Star TV. Awalnya Atisha melamar sebagai reporter, namun hasil pelatihan yang diikutinya malah menempatkannya di divisi lain. Bekerja di luar passion tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi Atisha. Belum lagi pekerjaan di dunia pertelevisian itu luar biasa berbeda, dimulai dari jam kerja hingga ritme pekerjaan di kala deadline yang cukup menguras tenaga dan pikiran. Untungnya Atisha punya rekan kerja yang cukup menyenangkan dan Jesse, kekasihnya yang walau jauh di Belanda, tetapi serasa begitu dekat dengannya.

Atisha dan Jesse, memang menjalani hubungan jarak jauh dan walau memang tidak bisa sering ketemuan secara langsung, tapi mereka berusaha untuk selalu berkomunikasi via online sesering dan sesempat yang mereka bisa. Bersama Jesse, Atisha bahagia dan menemukan dirinya kembali. Jesse lah yang membantu Atisha bangkit dari masa lalunya yang pahit setelah ditinggalkan oleh Gema, mantan kekasihnya.

Semuanya terasa baik-baik saja, namun masalah pun hadir ketika Gema muncul kembali hadir dalam kehidupan Atisha. Gema yang melamar sebagai news anchor di Star TV, Atisha tidak menyangka akan bertemu dengan pria yang telah melukainya begitu dalam itu. Namun, ada alasan khusus kenapa Gema kembali hadir dalam kehidupan Atisha? Gema yang begitu gigih ingin meminta kesempatan kedua, apa yang sesungguhnya terjadi?

"Lo tahu apa yang paling menyakitkan dari sebuah perpisahan? Kenyataan bahwa lo akan menemukan dia yang berbeda saat perjumpaan berikutnya."

Jujur awalnya aku sama sekali tak menduga kisah ini akan dibawa ke arah sana. Awalnya aku pikir ini hanya tentang kisah cinta biasa, antara 2 orang yang menjalani hubungan jarak jauh dan kemudian hadir pria dari masa lalu. Sayangnya aku salah besar, novel ini lebih rumit dan kompleks dari itu.

Diego benar-benar pandai membuatku hanyut dengan kisah Atisha, membuatku penasaran dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada dirinya. Tentang kisah cintanya dengan Jesse maupun Gema, dan masa lalunya yang pahit yang membuatnya harus terbangun setiap harinya di waktu yang sama.

Ada banyak hal yang melintas di pikiran saat membaca novel ini, kenapa begini kenapa begitu, untungnya rasa penasaran itu bisa cukup terpuaskan dengan keping demi keping kehidupan Atisha yang mulai terungkap. Kehadiran Gema yang membawa misi tertentu, hingga terkuaknya rahasia masa lalu Atisha, membuatku cukup tercengang.

Dunia pertelevisian cukup sukses dibangun oleh Diego, salut dengan riset yang cukup detail, membuatku sebagai pembaca mendapatkan informasi baru lagi mengenai seluk beluk dunia media ini, yang memang belum terlalu banyak diangkat oleh penulis lainnya.

Sayangnya, aku merasakan chemistry yang dibangun antara Atisha dan Gema tidak terlalu kuat, terasa ada yang kurang. Informasinya terlalu sedikit, andai saja ada sedikit flashback mengenai masa lalu mereka mungkin sebagai pembaca aku jauh lebih bisa menikmati. Berbeda halnya, ketika membicarakan antara Atisha dan Jesse, aku bisa membayangkan kenapa Atisha sampai bisa seperti ini.

Walau memang endingnya terasa terlalu cepat dan sungguh disayangkan sekali, tapi jangan kecewa dulu sebagai bocoran Kepada Gema akan ada sekuelnya loh, siapa tahu saja kisah Gema dan Atisha akan jauh lebih jelas di buku berikutnya. Kita tunggu saja ya kabar selanjutnya dari Diego.

Overall, aku cukup menikmati novel ini, aku merasakan sekali perkembangan tulisan Diego dibandingkan novel-novelnya sebelumnya. Premis cerita yang menarik dan twist yang cukup mengejutkan. Diego berhasil membuatku larut dengan kisah Atisha dan Gema.

"Hidup adalah keberanian menjalani apa yang kita yakini benar. Bukan hanya tentang hidup, tetapi juga cinta."
Profile Image for Pattrycia.
351 reviews
April 7, 2016
"Karena selama matahari masih terbit di sana, selama gue belum berhenti mencari lo, gue tahu, gue akan selalu punya harapan, dan kepastian, untuk menemukan lo."

This is the first time I read Diego Christian's writing & I have to admit that it ain't bad, in fact it's quite good. The story is so engaging & well-paced that I managed to finish this book in less than 2hours. I like the quotes from Sapardi DD at the start of each chapter, even though I have quite a hard time deciphering their meanings. I like how the writer strings ordinary words into poetic (but not flowery) sentences that have deeper meanings but still easily comprehensible.

Reading this book is like watching a really captivating movie. It enthralls you & sucks you into a whole another different world and when you come to the end, you'd say "What? Did it end already? So it was just like that?" It leaves you with a lot of question marks, like for example I wouldn't say that the ending is rushed cause it was perfectly written with a lot of heavy feelings involved. I think I would have given it a 5-star if the question marks in my head were cleared up.

Kadang-kadang hal yang paling indah di dunia itu justru yang nggak kelihatan. Itu sebabnya kita selalu tutup mata waktu mencium seseorang dan waktu kita bermimpi.
Profile Image for Nisa Rahmah.
Author 3 books105 followers
December 25, 2017
Bingung mau komentar apa, tapi dunia pertelevisiannya cukup kerasa. Kisah cintanya juga. Hanya saja ada beberapa yang sepertinya kurang digali, saya merasanya jadi kurang nampol. Twist-nya nggak diduga. Yang lainnya, cukup baik.
Profile Image for Tia Ayu Sulistyana (tiareadsbooks).
266 reviews71 followers
July 20, 2022
•recently read•
3.3/5⭐

❝Gue harap masa lalu bikin lo dan Athisa sama-sama belajar, dan itu buat jalan kalian jadi lebih baik. Nggak perlu disesali apa yang udah terjadi. Lo hanya perlu buat dia dapetin kembali apa yang selama ini dicuri dari hidupnya. Yang orang tahu dia baik-baik saja dan punya kehidupan sempurna. Tapi kita tahu yang sebenarnya nggak begitu.❞
—Page 70

❝Lo tahu nggak apa yang sebenarnya Rhonda Bryne bilang di buku The Secret-nya itu? Dia bilang sebenarnya kita nggak bisa mengubah orang lain, tapi kita bisa mengubah diri kita sendiri. Kita bisa mengubah diri dengan berada di sekililing orang yang positif. Lo bisa ninggalin orang-orang yang karakter dan sifatnya nggak bisa lo ubah.❞
—Page 101

❝Waktu nggak bisa diputar balik, lo tahu itu. Kita nggak bisa sama-sama kayak dulu lagi. Gue nggak mau melihat ke belakang. Dan gue mau lo melakukan hal yang sama. Gue, lo, kita, itu masa lalu.❞
—Page 102

❝Ketika lo merasa berkorban untuk seseorang atas nama cinta, saat itulah perasaan cinta lo akan hilang sedikit demi sedikit. Ini bukan berkorban. Gema ngelakuin ini semua karena dia sayang sama Atisha. Itu aja.❞
—Page 123

❝Karena selama matahari masih terbit di sana, selama gue belum berhenti mencari lo, gue tahu, gue akan selalu punya harapan, dan kepastian, untuk menemukan lo.❞
—Page 150

❝Kadang-kadang hal paling indah di dunia itu justru yang nggak kelihatan. Itu sebabnya kita selalu tutup mata waktu mencium seseorang dan waktu kita bermimpi.❞
—Page 152

❝Lo tahu apa yang paling menyakitkan dari sebuah perpisahan? Kenyataan bahwa lo akan menemukan dia yang berbeda saat perjumpaan berikutnya. Itu yang selalu gue takutkan.❞
—Page 153

❝Hidup adalah keberanian menjalani apa yang kita yakini benar. Bukan hanya tentang hidup, tetapi juga cinta.❞
—Page 206

❝Untuk segala sesuatu ada masanya:
kebahagiaan, air mata, tawa bahkan kesedihan.
Kecuali cinta, dia bisa bertahan andaikan dia layak diperjuangkan.❞
—Page 208

•••

Kehidupan Atisha tampak sempurna. Jesse, sang kekasih akan melamarnya setelah menyelesaikan kuliah S2 di Belanda. Meskipun pekerjaannya sebagai creative assistant di Star TV begitu menguras tenaga, Atisha memiliki Jesse yang rutin berkomunikasi, keluarga-nya yang perhatian, dan para sahabatnya yang selalu ada.

Namun, Atisha selalu terbangun di tengah malam pukul 03:15 karena mimpi-mimpi buruknya. Apalagi Gema—sang mantan kekasih—muncul kembali dalam hidupnya dengan sebuah fakta mengenai Jesse. Mampukah Atisha mengatasi semuanya?

Kepada Gema merupakan karya pertama Diego Christian yang aku baca. Jujur, baca buku ini karena lagi pengen baca #novelMetropop aja, makanya gak punya ekspektasi apapun pas baca buku ini.

Buku dengan tebal 200an halaman ini bisa banget sih dibaca dalam sekali duduk. Gaya penulisan Kak Diego yang santai dan luwes pun membuat ceritanya begitu mengalir. Alurnya tergolong cepat dengan plot yang cukup rapi. Penulis pun berhasil memberikan sedikit gambaran akan seluk-beluk dunia stasiun televisi.

Dari awal baca, aku dibuat menebak-nebak ceritanya mau dibawa kemana. Ada begitu banyak hal mencurigakan dari kisah Atisha, juga rahasia-rahasia-nya yang tersembunyi. Plot twist-nya pun cukup mengejutkan, meski gak yang unpreditable banget.

Premis buku ini menarik. Sayangnya, penulis kurang menggali tema mental illness yang menurutku lebih potensial untuk dibahas lebih dalam. Penyelesaian konfliknya terkesan terburu-buru dan singkat. Pengembangan karakter tokoh-tokohnya dan chemistry Gema-Atisha pun terasa kurang kuat.

Overall, it's an okay read for me. Jujur, aku masih heran kenapa judulnya 'Kepada Gema'? Kenapa gak 'Kepada Jesse'? Kan lebih pas sama cover design-nya yang di laut lepas itu. Oh iya, sebel karena ada banyak pertanyaan yang belum terjawab!

P.S. Ada yang udah baca buku ini? Give me some enlightenment, please!

•••

#tiareadsbooks #tiawritesreviews
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews298 followers
February 24, 2016
Review + GIveaway Kepada Gema: http://www.kubikelromance.com/2016/02...


Bekerja di bidang media, khususnya televisi tidak pernah mudah, jam kantor sering kali berbeda dengan orang kantoran pada umumnya, terlebih kalau banyak deadline, siap-siap lembur dan pulang malam. Atisha memulai karienya di Star TV lewat program Broadcasting Development Program, awalnya dia mengajukan diri sebagai reporter berita, tapi saat pengumuman dia diterima di bagian creative assistant. Bekerja di bidang yang tidak diinginkan Atisha tentu saja membuat pekerjaannya terasa berat, belum lagi dia sering dimarahi atasan, diminta tolong oleh divisi lain -yang tidak sanggup dia tolak, sampai masalah yang terjadi di divisinya sendiri. Namun, Atisha mencoba bertahan, terlebih dia selalu mendapatkan semangat dari para sahabatnya di kantor -Shalina, Gege, Gerry, serta kekasihnya tercinta yang berada di Belanda, Jesse.

Jesse adalah segalanya bagi Atisha, dia satu-satunya lelaki yang mau menerima Athisa apa adanya. Athisa pernah terluka sangat dalam, dia dikecewakan oleh kekasihnya sewaktu kuliah, sehingga sangat sulit baginya untuk menjalin hubungan lagi, dengan Jesse lah Athisa merasa bahagia, menemukan kembali siapa dirinya. Disela kesibukannya di kantor, Athisa selalu menyempatkan diri berkomunikasi dengan Jesse yang sedang melanjutkan kuliah di Belanda, sebuah jarak sama sekali tidak berarti bagi mereka berdua. Ketika semua berjalan baik, tiba-tiba saja hubungan Athisa dan Jesse harus mengalami cobaan, datang kembali masa lalu Atisha, luka lama yang membuka kembali, orang yang berharap tidak pernah Athisa temui lagi, dia adalah mantan pacarnya sewaktu kuliah, yang sering kali mengenalkan Athisa kepada hal-hal baru, Gema.

Ada tujuan khusus kenapa Gema melamar sebagai news anchor di Star TV, alih-alih mengunakan ijasah S2 Planologi untuk mendapatkan pekerjaan yang dia cita-citakan. Gema ingin kesempatan kedua, dia menyadari apa yang dia lakukan kepada Athisa dulu sangatlah bodoh, dia menyesalinya dan dia masih sangat mencintai Athisa. Selain itu, hanya Gema satu-satunya orang yang diharapkan keluarga dan para sahabatnya untuk membawa Athisa dari kenangan buruk yang sesunguhnya, membuatnya agar tidak terbangun lagi setiap pukul 03:15.

"Gue harap masa lalu bikin lo dan Athisa sama-sama belajar, dan itu buat jalan kalian jadi lebih baik. Nggak perlu disesali apa yang udah terjadi. Lo hanya perlu buat dia dapetin kembali apa yang selama ini dicuri dari hidupnya. Yang orang tahu dia baik-baik saja dan punya kehidupan sempurna. Tapi kita tahu yang sebenarnya nggak begitu."

"Lo tahu nggak apa yang sebenarnya Rhonda Bryne bilang di buku The Secret-nya itu? Dia bilang sebenarnya kita nggak bisa mengubah orang lain, tapi kita bisa mengubah diri kita sendiri. Kita bisa mengubah diri dengan berada di sekililing orang yang positif. Lo bisa ninggalin orang-orang yang karakter dan sifatnya nggak bisa lo ubah."

"Ketika lo merasa berkorban untuk seseorang atas nama cinta, saat itulah perasaan cinta lo akan hilang sedikit demi sedikit. Ini bukan berkorban. Gema ngelakuin ini semua karena dia sayang sama Atisha. Itu aja."

"Karena selama matahari masih terbit di sana, selama gue belum berhenti mencari lo, gue tahu, gue akan selalu punya harapan, dan kepastian, untuk menemukan lo."

"Kadang-kadang hal paling indah di dunia itu justru yang nggak kelihatan. Itu sebabnya kita selalu tutup mata waktu mencium seseorang dan waktu kita bermimpi."

Karya pertama Diego Christian yang saya baca, untuk kesan pertama cukup menyenangkan. Gaya berceritanya santai, tidak kaku, mengunakan bahasa sehari-hari sehingga terasa familier dengan kehidupan sekitar. Alur ceritanya tergolong cepat, plotnya cukup rapi, tidak banyak detail tapi semua tergambarkan dengan cukup jelas, pemilihan sudut pandang orang ketiga saya rasa memang pilihan terbaik. Tema yang diambil juga cukup menarik, menampilkan kehidupan broadcasting atau pertelevisian serta tentang PTSD -Post Traumatic Stress Disorder, bagi pecinta buku bergenre mental illness seperti saya, tentu saja Kepada Gema tidak boleh dilewatkan.

Saya akan bahas kelebihannya terlebih dahulu, kehidupan kerja di dunia broadcasting atau pertelevisian cukup baik digambarkan oleh Diego Christian, tentang ritme kerjanya, tentang divisi apa saja yang ada, realitas perbedaan kasta antara pekerja di balik layar dan di depan layar, sampai tentang rotasi pekerjaan yang kerap kali terjadi di sebuah perusahaan. Kemudian twist-nya, saya tahu kalau kalau buku ini akan menyentil isu kesehatan mental, saya mencari-cari celahnya di mana dan menebak apa yang akan ternyadi, nyatanya saya mendapatkan kejutan yang cukup menyenangkan, Diego Christian dengan baik menyimpan rahasianya.

Beberapa kekurangan yang saya rasakan ketika membaca Kepada Gema, saya menyayangkan tentang PTSD yang kurang digali oleh penulis, menurut saya penulis terlalu fokus pada kehidupan kerja, kurang memberi perhatian lebih ke PTSD-nya, padahal menurut saya sama-sama penting, keduanya akan lebih baik bila disajikan dengan porsi seimbang, kesan yang saya dapat hanya tempelan semata. PTSD bagian yang paling yang saya suka, tantangan bagi penulis bagaimana menampilkan karakter tokoh yang memiliki dua sisi berbeda. Penyelesaianya juga terlalu singkat, chemistry-nya sendiri antara Athisa dan Gema tidak terlalu kuat, penampilan Gema bagi saya kurang, saya ingin adegan mereka berdua diperbanyak, hehehe.

Ada satu tokoh yang awalnya perannya saya rasa tidak terlalu penting, kalau dia dihapus maka cerita akan tetap bisa jalan. Namun, setelah saya cermati lagi, kehadirannya berdampak pada kisahnya sendiri yang ada di buku Thy Will be Done, yang sudah membaca pasti familier dengan tokoh Adela, serta akan keputusan Gema mengejar Athisa kembali, yang menyesali perbuatannya dan ingin mendapatkan kesempatan kedua. Tokoh favorit saya di buku ini adalah adik Athisa, Adriel, karena dia sangat menyayangi kakaknya, sangat mengerti dirinya. Tenang saja, kabarnya akan ada buku tersendiri untuk dirinya, nggak sabar baca! Sepertinya Diego Christian suka sekali menampilkan tokoh-tokoh lain di buku lainnya juga, saya suka cara seperti ini, saling memiliki benang merah walau bisa dibaca terpisah, menciptakan universe sendiri, selain itu kita bisa membaca kelanjutan atau bahkan prequel-nya, seperti Adela yang muncul di buku Kepada Gema, atau Athisa di Thy Will be Done.

Bagi pecinta metropop yang ingin mengetahui kehidupan kerja di dunia pertevisian, buku ini recommended, bagi yang ingin tahu apa itu Post Traumatic Stress Disorder, coba deh cicipi buku ini :D
Profile Image for Daniel.
1,179 reviews852 followers
October 15, 2017
Diego Christian
Kepada Gema
Gramedia Pustaka Utama
216 halaman
5.4

Hanya ada satu Gema Satria--seorang mahasiswa S-1 dan S-2 Planologi di ITB, seorang penyiar radio di kampusnya dulu--yang saya kenal. Saya tidak bisa berhenti membayangkan wajah Gemsat dalam buku ini dan mustahil bagi saya untuk tidak tertawa-tawa geli--and it pretty much ruins everything. Entahlah ini kebetulan atau tidak--ketika saya mengecek halaman terima kasihnya--saya melihat Christian mencantumkan nama Gema Satria. Entah ini Gema yang sama atau tidak, tetapi ini terlalu kebetulan. Apakah ini semacam fanfiction yang didedikasikan untuk Gemsat? Di sisi lain, susah sekali rasanya untuk menganggap Kepada Gema dari Diego Christian ini sebagai sesuatu yang serius. Selain karena kebetulan yang luar biasa itu, Kepada Gema dipenuhi dengan dialog-dialog yang--mengutip kata-kata anak zaman sekarang--"nirfaedah". Novel ini terasa begitu mundane dan tidak memikat sama sekali. Kutipan-kutipan Sapardi Djoko Damono yang digunakan malah mengesankan kalau syair-syair beliau hanya digunakan untuk mempercantik bagian awal pembuka bab tanpa ada esensi. Twist yang Christian selipkan di akhir cerita terasa mengada-ada dan far-fetched. Kepada Gema seharusnya bisa seru dan edukatif, secara teoretis, tetapi sayang sekali Christian tidak menggunakan topik PTSD ini dengan cermat.
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
March 1, 2016
"Atisha teringat niat Jesse untuk melamarnya saat pulang nanti. Tiba-tiba saja di hari yang seharusnya menyenangkan ini, Atisha ingin menangis. Untuk pertama kalinya dia tersadar, bahwa resolusi itu mungkin saja tidak akan terjadi."
Ini merupakan kali kedua aku membaca karya Diego Christian setelah sebelumnya membaca karyanya yang berjudul Percaya . Dan seperti di buku sebelumnya, aku masih tetap menikmati gaya penulisan Diego Christian yang luwes dan mengalir dengan baik. Ia berhasil memperkenalkan dunia stasiun televisi kepada pembaca dengan cara yang menarik dan tidak membosankan. Ditulis dari sudut pandang ketiga, pembaca akan mengikuti kehidupan karakter utamanya, Atisha, beserta seluk-beluk yang harus ia alami di tempat kerja. Semakin masuk ke dalam ceritanya, pembaca akan semakin mengenal karakter Atisha saat rahasia-rahasia kehidupannya mulai terkuak secara perlahan-lahan. Seiring dengan berjalannya cerita, aku dibuat penasaran tentang apa yang sesungguhnya terjadi pada Atisha. Menjelang akhir, aku sangat terkejut dengan plot twist yang diungkapkan karena aku sama sekali tidak menduganya. Namun aku cukup menyayangkan ending-nya yang terasa agak terlalu cepat karena aku merasa masih ada yang bisa ditelusuri lebih jauh. Meski demikian, aku cukup terhibur saat mengetahui bahwa penulisnya akan menulis kelanjutan kisah Atisha dan Gema di karya berikutnya yang berjudul Project 69—yang akan menceritakan tentang kisah Adriel, adik Atisha.
"Mungkin benar, tidak semua pertanyaan memiliki jawaban. Dan tidak semua hal harus dia ketahui."
Satu hal lagi yang aku sayangkan adalah karakternya yang aku rasa bisa digali lebih dalam lagi, terutama karena ada elemen mental illness dalam ceritanya yang sebenarnya cukup menarik untuk dibahas. Kemunculan karakter Gema dalam buku ini juga terasa agak tiba-tiba (karena pada bagian awal aku terfokus pada karakter Jesse) dan kepribadiannya pun tidak terlalu ditunjukkan dalam ceritanya. Aku sebenarnya penasaran tentang detail masa lalu Gema dan Atisha karena dalam buku ini hanya disebutkan sepotong-sepotong saja. Seandainya ada flashback yang memberi sedikit bayangan tentang hubungan mereka dulu, aku rasa chemistry antara keduanya dapat dirasakan oleh pembaca dengan lebih baik. Selain karakter-karakter utamanya, ada juga beberapa karakter sampingan yang turut mendukung jalannya cerita. Salah satu yang paling menarik perhatianku adalah Adriel, adik Atisha, karena sosoknya yang begitu menyayangi dan peduli pada kakaknya. Aku tidak sabar ingin membaca kisah Adriel yang akan ditulis oleh Diego Christian XD
"Untuk segala sesuatu ada masanya:
kebahagiaan, air mata, tawa, bahkan kesedihan.

Kecuali cinta, dia bisa bertahan andaikan dia layak diperjuangkan."
Mengesampingkan beberapa hal yang aku rasa bisa lebih baik lagi, aku menikmati buku ini dari awal hingga akhir, bahkan bisa menyelesaikannya dalam waktu yang cukup singkat karena keseluruhan ceritanya begitu mengalir. Rasa penasaranku tentang apa yang terjadi adalah dorongan terbesarku untuk segera menyelesaikan buku ini. Plot twist di bagian akhir juga merupakan kejutan yang tidak terduga untukku. Pada akhirnya, aku ingin berterima kasih pada Diego Christian yang sudah memberi kesempatan bagiku untuk berpartisipasi dalam blog tour buku dengan sampul yang luar biasa cantik ini!

Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2016/0...
Profile Image for Irma Agsari.
119 reviews17 followers
July 24, 2016
Sebenernya bagus dan nggak ketebak, bahasanya juga ngalir, nggak berasa tau-tau udah selesai baca. Terus suka banget puisi yang di halaman pertama. Puisi-puisi SDD yang mengawali tiap bab juga pas sama ceritanya. Tapi kenapa waktu selesai masih banyak yang tak kumengerti~~ huhu. Kayak lompat-lompat gitu, ada yang nggak dijelasin. Apa ngaruh juga ya kalau belum baca Thy Will Be Done. Tapi kalau dibahas di sini bakalan jadi spoiler :")
Profile Image for Laili Muttamimah.
Author 5 books39 followers
March 19, 2016
Jujur, awalnya saya nggak tahu kalau "Kepada Gema" ini ada novelnya. Pertama kali saya tertarik dengan tulisan Kak Diego saat baca puisinya di Logika Rasa, yang berjudul "Kepada Gema di Udara". Di situ, saya langsung jatuh cinta dengan tulisan Kak Diego. Entah karena saat baca itu saya sedang galau-galaunya atau memang puisi itu jadi representasi perasaan saya sendiri. :") tapi waktu buka Goodreads, saya baru sadar ternyata puisi itu adalah bagian dari novel "Kepada Gema" ini.

Sebenarnya, ada beberapa hal menarik di novel ini. Seperti dunia pertelevisian yang dijabarkan cukup jelas sehingga tidak terasa seperti tempelan, juga tentang masalah Atisha terhadap dirinya sendiri dan masa lalunya. Sayangnya... hal-hal itu nggak digali secara dalam, seperti baru dimasak setengah matang. Tapi ketika saya baca salah satu review di Goodreads yang bilang novel ini akan ada sekuelnya, mungkinkah itu alasan kenapa di novel ini konfliknya terasa mengambang dan alurnya dipercepat?

Saya nggak bisa kenal Atisha, Gema, dan Jesse. Mereka masih jadi bayang-bayang di pikiran saya, belum "manusia" seutuhnya gitu, hehe. Chemistry antara Atisha dan Gema, pun dengan Jesse masih terasa hambar. Adegan saat Dieng Culture Festival, saya pikir akan dijabarkan secara detail dan manis gitu (maunya), tapi lagi-lagi, saya merasa hambar bacanya.

Terus saya juga belum paham kenapa harus Gema yang bisa menyembuhkan Atisha? Setelah dia mengecewakan Atisha sampai move on ke orang lain? Dan cerita di setiap bab juga lumayan singkat, malah ada beberapa yang hanya menceritakan kehidupan Atisha di kantor seperti biasa, padahal (kalau buat saya) setiap bab sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan plot cerita atau menggali konflik lebih dalam.

Tapi, karena kemarin saya lagi galau, jadi saya habisin juga novel ini. Ditambah lagi, tiap pembukaan bab ada kutipan dari penyair dan penulis favorit saya, Sapardi. Lumayan suka, agak penasaran juga sama sekuelnya kayak apa. Ditunggu karya selanjutnya, Kak Diego! :)

"Aku ingin memastikan, rasa yang merelung ini bukan sekadar teman baik atau sahabat. Ini perasaan yang nyata. Seperti ketika aku ingin menatap wajahmu setiap kubuka mata di pagi hari, menyadari kedua tanganmu masih merengkuh tubuhku."
Profile Image for Cindy.
98 reviews8 followers
April 26, 2016
Pertama-tama, sudah lama sekali saya gak baca novel metropop. Awalnya saya tertarik sama novel ini karena banyak quote-quote yang dituliskan pada review orang-orang di goodreads. Quote-quotenya sangat menarik. Belum lagi judulnya dan sinopsisnya. Jadi akhirnya saya beli juga di Gramedia.
Nah, langsung saja. Jadi awalnya itu ceritain tentang kehidupannya Atisha dulu, dan jujur saja, aku agak bosan baca awal-awalnya. Tapi seiring ceritanya berjalan, aku notice, kok orang-orang itu pada kayak gimana banget ya, pengen banget Atisha balikan sama Gema, padahal Atisha kan udah punya Jesse, beberapa itu sampai menjengkelkan banget. Eh, ternyata sampai pada plot twistnya, aku gak nyangka banget
Setelah post twistnya diungkapkan, beberapa hal yang akhirnya terjawabkan. Namun ada beberapa hal yang sangat disayangkan. Aku gak gitu connect sama karakternya Gema, karena kemunculan Gema seperti tiba-tiba dan alangkah baiknya kalau para pembaca diberiathu tentang masa lalu antara Gema dan Atisha, karena tanpa itu semua, you can't expect, us, readers to fall in love with Gema. Intinya, menurutku lebih baik kalau saja bukunya ini lebih panjang lagi biar kita bisa mengetahui kisah penuhnya Atisha. Kisah antara dia dan Gema juga antara dia dan Jesse.
Overall, aku suka gaya penulisannya kak Diego Christian, apalagi puisi dihalaman awalnya.
Profile Image for Dhani.
257 reviews17 followers
March 20, 2016
Ceritanya tentang dunia pertelevisian menarik, jadi nambah ilmu. Dan itu yang seharusnya ada dalam setiap buku, menurut saya. Tapi untuk ceritanya, walau suka sama caranya menulis, tapi banyak pertanyaan yang menggantung, bahkan sampai akhir cerita. Twistnya di sepertiga bagian terakhir cakep, hanya untuk keseluruhan cerita agak nggak sreg. Masalah selera lagi? Entahlah..Oh ya kelupaan, puisi puisi SDD yang jadi awalan setiap bab itu keren..
Profile Image for Ana  Fitriana.
160 reviews32 followers
August 11, 2017
Selesai nggak nyampe 1 hari. Entah mood membaca yg lagi seterong, atau emang ceritanya yg ringan bikin cepat ngebacanya. Aku suka sama ceritanya, tapi kurang suka dibeberapa scenenya. Contoh, hal 122 Shalina tb2 ngajak Adela makan siang, dan disitu Shalina cerita ttg kehidupan percintaan Atisha. Yang mana, kata aku nih ya, nggak penting juga harus cerita ke Adel yang baru-baru juga dikenal Atisha dan gengnya. Shalina tb2 cerita supaya apa? jatuhnya malah Shalina keliatan sebagai orang yg ngegosip di belakang sahabatnya. Emang sih, di hal 132 Adela ngasi semangat ke Gema, utk ttp semangat mengejar kesempatan kedua dari Tisha. Dan itupun didahului dengan Adel bercerita ttg keluarganya, kekasihnya dan orang ketiga. Ngerasa aneh nggak sih kalo senior di tempat kerja yang sebelumnya nggak diceritakan akrab lalu tiba2 bercerita(meski nggak dipaparkan panjang lebar di buku)ttg hidupnya? kata aku sih aneh. Kecualiii kalo emang mbak Adel ini tipe ceria dan terbuka. Jenis orang yg akan belanja di tukang sayur, sambil bercerita pengalaman hidupnya(eh?)

lalu... oh my God, twistnya doong, keceh.😍
"untuk mengenang, untuk merindukan sosok yang lain. Sosok yang seharusnya berada di sini menemani Atisha."(hal 145)
Kalimat ini bikin aku berenti baca, lalu menebak2 dan mengingat2 siapaa si "sosok" itu. Dan tebakanku bener(yipppiiiiee). Sayangnyaaa, entah aku yg kelewat atau memang mataku yg siwer😁aku nggak tau "sosok" itu meninggalnya karena apa. Sampai abunya di taburkan di laut, aku masih nggak dapat clue ybs ini meninggalnya krn sakit kah, jadi korban perampokan kah, atau apaaa gt.

Oh trus satu lagi, di hal 189 pertemuan antara Gema-Atisha dan Om Frans-Tante Magda ada dialog gini "Tolong janji pada kami utk menjaga Tisha, Nak Gema. Dia sudah kami anggap anak sendiri." Ada yang aku bingung di sini. Mereka baru pertama kali ketemu Gema, narasi dan dialog sebelum muncul dialog itu udah aku baca beberapa kali, dan nggak ada Gema memperkenalkan diri. Emang sihh ini receh, tapi masuk akal nggak kamu baru pertama kali ketemu orang, tanpa memperkenalkan diri, lalu kamu tiba2 tau namanya. 😏

so, 2 bintang untuk "Kepada Gema"
Terima kasih mas Diego
😊😊
Profile Image for putri.
22 reviews
October 11, 2022
Plot twist nya gak nyangka banget, sepanjang cerita kayak penuh misteri, hubungan antara atisha-jesse-gema tuh kayak apa sih, sangat misterius,

Eh ternyata setelah tau fakta nya, kaget banget, sedihnya gak gara" tokoh gema ini, tapi pas fakta tentang jesse diungkapkan mau nangis huhu,

padahal jesse diceritainnya gak terlalu detail dan jarang muncul juga apalagi pas akhir karena ada gema, tapi kok aku lebih ngena ke jesse

Gak ngerti lagi deh ini kategori happy ending apa sad ending, soalnya pas udah mau tamat malah nyesek,

Feel nya dapet kayak pas baca hujan karyanya tere liye, udah nangis eh happy ending, kan jadi bingung wkwk
Tapi ini gak se-happy ending hujan, lebih sedih kepada gema ini, labelnya metropop, tapi menurutku ini lebih ke romance kayak hujan nya tere liye, romance yg berkelas sih

Sayang yg review sedikit, padahal ceritanya bagus, sebenernya mau kasih bintang 4, tapi supaya rating nya naik aku kasih 5, recommended pokoknya
Profile Image for Nathalie Enda Zileta Depari.
29 reviews3 followers
February 6, 2017
Kata orang buku yang bagus bukan cuma bisa menyajikan cerita yang bagus tapi juga membawa pembacanya larut dalam perasaan yang diberikan oleh kisah dari buku itu. Dan buku ini berhasil membawa saya larut dalam perasaan Atisha, sampai ikut menangis beberapa kali :) Twistnya keren, bab-bab terakhir cukup mengagetkan. Sayangnya "kegilaan" Atisha di akhir cerita agak janggal, terutama saat adik Atisha yang mengingatkan Atisha bahwa Jesse telah meninggal, tapi di akhir cerita keluarga Jesse mengakui kalau mereka merahasiakan hal tersebut dari Atisha. Jadi Atisha tidak menyadari hal tersebut atau memang tidak mengetahui hal tersebut? Di luar hal ini, buku Kepada Gema adalah karya yang sangat patut diacungi jempol! Thanks Diego for writing this and keep writing!

Ps. kayaknya seru kalo Kepada Gema bisa dijadiin film :)
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Rose 📚🌹.
536 reviews133 followers
May 26, 2017
"Waktu nggak bisa diputar balik, lo tahu itu. Kita nggak bisa sama - sama kayak dulu lagi. Gue nggak mau melihat ke belakang. Dan gue mau lo melakukan hal yang sama. Gue, lo, kita, itu masa lalu."

Atisha dulu punya segalanya. Tapi lambat laun semuanya hancur berantakan. Ayahnya meninggal, pacar yang ia cintai meninggalkannya dan masa lalu yang kelam kerap menghantuinya, Sebenarnya jika Atisha tidak pernah bercerita kepada orang lain, tidak akan ada yang pernah tahu kehidupan pribadinya, karena aslinya Tisha adalah pribadi yang ramah dan mudah bergaul. Bekerja sebagai creative assistant di sebuah stasiun TV menuntut Atisha untuk bekerja maksimal hingga ia tak punya waktu untuk hal lain diluar pekerjaannya.

Walau punya kenangan yang tidak menyenangkan tentang mantannya, Atisha tidak menutup diri dan sekarang berpacaran jarak jauh dengan Jesse yang sedang kuliah di Belanda. Hubungan mereka tergolong baik meskipun terkadang komunikasi hanya berjalan satu arah. Di tengah kesibukannnya bekerja, Atisha malah mendapatkan kejutan dari mantannya Gema yang tiba - tiba melamar bekerja di kantornya. Dia yang meninggalkan, dia pula yang ingin mendapatkan kembali. Apa sebenarnya maksud dan tujuan Gema kembali hadir dalam hidup Atisha?

Review selengkapnya di : https://sikutubukuocemei.blogspot.co....
Profile Image for Maiske Yunawati.
7 reviews
February 1, 2018
Karya pertama Diego Christian yang saya baca. Di awal saya sangat menikmati kisah kerasnya kehidupan dunia pertelevisian. Manisnya LDR antara Jesse dan Atisha. Taraaaaa... Tiba-tiba Gema muncul. Gak begitu jelas apa tujuan sebenarnya. Sempet bingung juga di tengah cerita, sebenarnya Atisha kenapa sih? Benar tujuan Gema cuma itu? Kok agak klasik? Dan saya tetep lanjut baca walau ada beberapa bagian yang kurang 'dalam'. Twist di akhir cerita, cukup ngagetin juga, tapi yah ngagetin aja tapi gak 'dalem' banget. Overall, buku ini cukup asyik untuk dinikmati. Cheers!
Profile Image for Inggrid Hidayanti.
28 reviews7 followers
June 12, 2017
Setelah mendaki gunung dan melewati lembah akhirnya buku ini selesai dibaca! huh, kesalip sama buku lain.
2.5 bintang yang akhirnya dibulatkan menjadi 3 karena suka sama nama Gema. *apasih*
Btw, Gema bisa jadi buku ringan yang bisa dinikmati sambil makan pocky! dududu.

Nulis reviewnya di blog aja (Tapi kapan-kapan)
Profile Image for Axcellion.
10 reviews
November 21, 2022
Well, saya membeli buku ini krn di rekomendasi oleh kenalan saya.
Katanya unexpected sih.
Dan saya membelinya karena pribadi pernah membaca buku karya Diego Christian yang Thy Will be Done.
But, agak kecewa.
Krn ga tau krn sy pribadi kek udah nebak endnya.
Dan ternyata bener aja.
Untuk dari segi cerita sih lumayan ringan.
Tp bukunya jujur aja, terlalu tipis.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Tessa Monica.
11 reviews2 followers
November 4, 2020
Melahap buku ini tidak butuh waktu lama, saya suka cara Diego Christian bertutur. Mengalir seperti air.
Omong-omong alasan saya memberli buku ini yang pertama karena judulnya menarik hati sekali, seperti ada daya tarik untuk cepat dibawa ke kasir, kedua karena covernya cantik. Laut warna saphire blue dan benar saja isinya seputar laut.

Ketika saya membaca buku ini, jujur saya kecewa karena bahasa yang dipakai “lo gue” dengan deskripsi yang cukup minim. Tapi ya sesuai dengan genre, akhirnya saya tetap melanjutkan membaca buku ini sampai halaman terakhir.

Kesan setelah membaca “Kepada Gema” adalah banyak hal-hal yang belum terselesaikan, seperti kurangnya interaksi antara Gema dan Tisha, lalu bagaimana mereka pernah bertemu tidak digali detail oleh Diego. Sayang sekali. Bahkan saya lebih suka dengan hubungan antara Tisha dan sang pacar yang berada nan jauh disana.

Untuk plot twistnya keren! Berhasil bikin jantung saya “deg”. Hebat Diego! Tapi lagi-lagi mengapa tidak dibahas secara terperinci.

Lalu untuk penyakit yang di derita Tisha? Kenapa tidak dibahas rinci, sayang sekali. Ini bikin saya kecewa karena penyakitnya terkesan hanya tempelan. Padahal menurut saya sangat bisa digali lebih dalam.

Well, keseluruhan novel ini cukup bagus tapi bukan favorit saya. Tapi saya cukup terhibur membaca tulisan Diego Christian.
10 reviews
April 22, 2022
Cerita nya bagus walaupun diawal² sedikit bosenin tpi pas bagian Gema dtng jadi seru lagi. Banyak yg blm jelas sih kenapa jess meninggal, yang buat atisha jadi mengalami ptsd.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ardi Rz.
48 reviews
February 18, 2017
well, lets say kalo ini novel yang sangat recommended banget buat orang untuk dibaca. awalnya aku ketemu buku ini ngga sengaja karna pas ngelihat covernya yang nyentrik hehe^^

aku suka cara bang diego menulis, ngga terlalu menye-menye dan banyak hal-hal yang unpredictable dalam ceritanya. aku suka masalah yang dituangkan dalam cerita ini dan aku suka setiap karakter yang digambarkan oleh bang diego. aku ngga menyesal telah membaca buku ini karna yah.. aku juga suka membaca cerita yang ada riset-risetnya gitu seperti penyakit yang di alamai atisha dan yah.. aku juga agak terkejut setelah mengetahui bahwa atisha pernah diperkosa sama preman.

pokoknya aku suka alur dan plotnya. sukses terus bang dieogo! aku akan menunggu karya-karyamu yang selanjutnya^^
Profile Image for Theresia.
108 reviews5 followers
August 14, 2019
Atisha, gadis muda yang bekerja di belakang layar acara selebriti di sebuah stasiun televisi, sedang menjalani hubungan jarak jauh dengan Jesse, kekasihnya yang studi magister di Belanda. Atisha selalu menyempatkan waktu untuk sekedar chat atau skype bersama Jesse ditengah load pekerjaan yang tidak menentu.
.
Konflik disini bukan karena hadirnya orang ketiga bernama Gema, mantan kekasih Atisha. Konflik sebenarnya adalah Atisha yang selalu dihantui mimpi buruk setiap jam tiga pagi. .
Setting tempat favorit aku adalah di rooftop, terdapat gondola tempat nyantai Atisha dan teman-teman satu divisinya: Shalina, Gege, dan Gerry. .
POV orang ke3 yang serba tahu ternyata mampu menyimpan rahasia hingga di akhir cerita dan membuat aku tersentak tak percaya. Ditambah alur maju mundur yang membuat pembaca harus cermat menilai waktu kejadian.
.
Mengangkat tema pekerjaan, keluarga dan cinta novel ini sukses membuat kita memetik amanat hidup.
.
Kelebihan novel ini adalah kehebatan penulis menyembunyikan fakta dari pembaca 'bodoh' seperti aku, yang mengalir tanpa menganalisis sedikitpun. Kutipan kutipan dari puisi Sapardi Djoko Darmono cukup berhubungan dengan masing-masing bab dan buat makin baper. .
Ini karya kedua dari bang Diego Christian yang aku baca setelah Thy will be Done dan aku juga suka sama buku bercover biru ini. Kehadiran Gema tidak dipaksakan, mampu menyatu dengan emosi Atisha yang labil sedikit demi sedikit.
Can not wait to read another book from abang Diego Christian!
.
⭐ 3.9/5
Profile Image for Marina Lee.
65 reviews26 followers
March 20, 2016
Sayangnya menurut gue, novel ini kurang nampol.

Kurang nampol dalam artian konfliknya kurang ngena, terus latar belakangnya juga kurang ngena. Padahal sayang tuh, kerjaannya Atisha kan keren. Tapi kok rasanya cuma kayak tempelan aja imo, sih. Dan PTSD nya juga digali kurang tepat. Begitu juga sama karakternya. Sigh.

Entah kenapa kemaren2 baca TWbD juga merasa kayak begini. Jadi gue rada bertanya-tanya juga, apakah karya Diego selalu 'nanggung' kayak gini?

BTW, covernya bagus. Mirip sama Melihat Api Bekerja-nya Aan Mansyur :)
Profile Image for Andina Sholekhah putri.
60 reviews32 followers
April 10, 2016
Entah kenapa...saat membaca sinopsis buku ini, saya tertarik untuk membaca sampai habis. Menangis...ketika di tengah bagian novel hingga akhir. Cuplikan puisi dari Sapardi di setiap bab...cerita yang mungkin memiliki kesamaan dalam beberapa hal saja...tak apa. Saya tidak berharap ada orang yang memiliki kisah seperti saya.

Terima Kasih kak Diego Christian untuk novel nya :') saya tunggu karya selanjutnya
Profile Image for Khansa.
51 reviews
April 12, 2016
Semuanya terasa serbacepat. Dan saya tidak melihat korelasi antara ptsd Atisha dan hubungannya dengan Atisha yang tidak bisa menerima kematian Jesse.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ryan.
Author 2 books17 followers
February 28, 2018
Ceritanya bagus, eksekusinya lumayan. Namun sangat disayangkan beberapa typo atau salah ketik sehingga mengurangi kenyamanan membaca
Displaying 1 - 30 of 30 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.