Lelaki memang mahluk kurang ajar, geram Sandra dalam hati. Dulu Oom Boyke pernah melakukannya pada Tasia. Untung Tasia tidak sampai hamil.
Sekarang Robby melakukan hal yang sama pada dirinya. Dan celakanya… dia hamil!!! Lebih celaka lagi, Robby selalu mengelak kalau dituntut tanggung jawabnya.
"Gue belum pengin kawin," katanya mantap, seolah-olah dia masih bebas memilih sepuluh kali lagi. Baginya, pintu memang masih terbuka. Tetapi bagi Sandra, pintu telah tertutup!
Dia telah menukar kehormatannya dengan cinta, padahal... Cinta Cuma Sepenggal Dusta! Karena Robby masih tetap mencintai Tasia. Dia hanya menggauli Sandra sebagai tempat pelarian...
Terlahir sebagai Mira Widjaja, seorang dokter lulusan FK Usakti (1979) dan penulis novel yang begitu aktif. Karyanya begitu banyak. Yang terlaris Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi mencapai oplah 10.000, dan mengalami lima kali cetak ulang.
Sejumlah karyanya sudah difilmkan: Kemilau Kemuning Senja, Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi, Ketika Cinta Harus Memilih, Permainan Bulan Desember, Tak Kupersembahkan Keranda Bagimu, dll. Pemfilman karyanya mungkin karena faktor ayahnya, Othiel Widjaja, yang dulunya produser Cendrawasih Film.
Mira mengakui karyanya tidak mendalam. Karya-karyanya dipengaruhi oleh karya- karya Nh Dini, Marga T., Y.B. Mangunwijaya, Agatha Christie, Pearl S. Buck, dan Harold Robbins. Karena berasal dari lingkungan yang sama, kedokteran, Mira yang bungsu dari lima bersaudara ini merasa karyanya dekat dengan karya Marga T.
Ia mengaku mulai menulis sejak kecil, dan karangan pertamanya, Benteng Kasih, dimuat di majalah Femina, 1975, dengan honor Rp 3.500. Pengarang yang populer di kalangan remaja ini memakai bahasa yang komunikatif, bahkan dalam dialognya banyak menggunakan bahasa prokem.
Mira sudah melanglang di lima benua, dengan honor tulisannya. Praktek dokter dibukanya petang hari, sedangkan pagi ia bertugas sebagai Ketua Balai Pengobatan Universitas Prof. Dr. Moestopo, Jakarta.
Bibliografi: + Dari Jendela SMP, + Bukan Cinta Sesaat, + Segurat Bianglala di Pantai Senggigi, + Cinta Cuma Sepenggal Dusta, + Bilur - Bilur Penyesalan, + Di Bahumu Kubagi Dukaku, + Trauma Masa Lalu, + Seruni Berkubang Duka, + Sampai Maut Memisahkan Kita, + Tersuruk Dalam Lumpur Cinta, + Limbah Dosa, + Kuduslah Cintamu, Dokter, + Semburat Lembayung di Bombay, + Luruh Kuncup Sebelum Berbunga, + Di Ujung Jalan Sunyi, + Semesra Bayanganmu, + Merpati Tak Pernah Ingkar Janji, + Cinta Diawal Tiga Puluh, + Ketika Cinta Harus Memilih, + Delusi (Deviasi 2), + Deviasi, + Relung - Relung Gelap Hati Sisi, + Cinta Berkalang Noda, + Jangan Renggut Matahariku, + Nirwana Di Balik Petaka, + Perisai Kasih yang Terkoyak, + Mekar Menjelang Malam, + Jangan Pergi, Lara, + Jangan Ucapkan Cinta, + Tak Cukup Hanya Cinta, + Perempuan Kedua, + Firdaus Yang Hilang, + Permainan Bulan Desember, + Satu Cermin Dua Bayang-Bayang, + Galau Remaja di SMA, + Kemilau Kemuning Senja, + Sepolos Cinta Dini, + Cinta Menyapa Dalam Badai 2, + Cinta Menyapa dalam Badai 1, + Mahligai di Atas Pasir, + Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat, + Titian Ke Pintu Hatimu, + Seandainya Aku Boleh Memilih, + Tatkala Mimpi Berakhir, + Cinta Tak Melantunkan Sesal, + Bila Hatimu Terluka, + Cinta Tak Pernah Berhutang, + Di Bibirnya Ada Dusta, + Bukan Istri Pengganti, + Biarkan Kereta Itu Lewat, Arini!, + Dikejar Masa Lalu, + Pintu Mulai Terbuka, + Di Sydney Cintaku Berlabuh - Sydney, Here I Come, + Solandra, + Tembang yang Tertunda, + Obsesi Sang Narsis, + Sentuhan Indah itu Bernama Cinta, + Di Tepi Jeram Kehancuran, + Sisi Merah Jambu, + Dakwaan Dari Alam Baka, + Kumpulan Cerpen: Benteng Kasih, + Seruni Berkubang Duka, + Di Bahumu Kubagi Dukaku, + Sematkan Rinduku di Dadamu, + Dunia Tanpa Warna
seperti biasa, karya2 mira w tidak pernah menghampakan.. mengenali karyanya ketika diri masih remaja, sehingga kini, karya2 penulis evergreen tetap hebat dalam olahan tersendirinya...
kali ni karya mira w membawakan kisah anak2 remaja sekolah dan seorang guru..yang memaparkan cinta dalam pelbagai anutan.. banyak penerapan nilai2 moral di dalamnya, yang dialun dalam plot sarat menghiburkan..
keseluruhannya, seperti karya2nya yang lain, mira w istimewa dengan kesederhanaannya dalam melancarkan sebuah karya
Membacanya satu duduk bisa selesai karena ceritanya mengalir dan memikat!
Awalnya dibuat tertawa sama tingkah anak anak kelas III IPA di sini. Ada ada saja celetukannya! Kalau aku jadi wali kelasnya udah hipertensi terus kayanya masuk kelas ini 😭
Untuk romansanya, duh awalnya agak gimana gitu. Hangga, si karakter utama laki laki ini, adalah seorang guru. Dia mulai menaruh hati sama Tasia, muridnya dan juga tokoh utama cerita ini. Pertama agak.... Hmmmm? Age gap? Is it...ethical? 😂 Tapi Mira W. sukses membungkus romansa ini jauh dari kata grooming menurutku. Alurnya manis dan sopan masuk ke hati. Rasanya murni sekali perasaan Hangga ke Tasia 🥺
Memasuki klimaks ceritanya, seperti tidak dikasih jeda! Bam bam bam! Tahu tahu saya sudah menangis sampai sesenggukan. Ada trigger warning yang perlu diperhatikan. Pemaparan kekerasan, darah, dan abortus cukup detail dan eksplisit disini.
Terima kasih untuk karyanya, ibu Mira. Saya salah satu pembaca setia anda 💗
Saat pertama membaca cerita ini, saya tidak begitu tergugah, rasanya kok cuma akan jadi roman kacangan saja, tapi saya tetap lanjutkan membaca
Lama-lama saya jadi tertarik juga membacanya
Berkisah tentang lima gadis kakak-beradik dengan sifat masing-masing yang menarik. Mereka bertemu dengan seorang mahasiswa S2 dari Yogyakarta yang sedang mencari tempat kost. Lalu sejak itu hidup mereka menjadi semakin menarik dan tentu saja penuh drama, namanya saja novel Mira W hidup
Saya agak sedikit sedih karena kisah Elsa dan Emi kurang begitu tereksplor padahal ada premis yang cukup menarik. Begitu juga dengan Dania, yang menurut saya tidak kalah menarik untuk dibahas
Hmm, jadi penasaran, ada buku keduanya atau tidak ya?
Suka sama buku ini, karena terselip pesan moral yang bagus buat anak-anak remaja... Don't do the sex before merriage. karena yang bakal dirugiin tuh cewenya lagi ;)