Jump to ratings and reviews
Rate this book

Marriage of Convenience

Rate this book
-Krishna-
Aku menatap lembaran kertas di tanganku, berusaha keras memahami isinya. Oh bukan, aku paham betul apa isinya. Lebih tepatnya sih, berusaha keras untuk menerima isinya. Kenyataan pahit. Bahwa aku, Krishna Satya Sangkala, tidak akan pernah merasakan indahnya menjadi seorang ayah.

-Dita-
Aku menatap rintik hujan yang semakin menderas. Tidak berniat sedikit pun untuk beranjak dari bangku taman yang kududuki sejak 3 jam yang lalu. Berharap butiran hujan bisa membantuku menghapus rasa sakit itu. Di sini, di dadaku. Dan di sini. Aku meraba perutku perlahan. Yah, Nak. Sekarang hanya tinggal kita berdua. Kenyataan pahit. Bahwa aku, Anindita Sahaja, akan menjadi single mother.

320 pages, Paperback

First published July 29, 2015

10 people are currently reading
129 people want to read

About the author

Shanti.

18 books9 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
20 (9%)
4 stars
68 (33%)
3 stars
94 (46%)
2 stars
15 (7%)
1 star
5 (2%)
Displaying 1 - 30 of 61 reviews
Profile Image for Katherine 黄爱芬.
2,421 reviews291 followers
January 21, 2019
Rekomendasi dari Tiny Shen

Dan dengan review ini saya pecat dgn resmi Tiny Shen dari daftar rekomendasi utk novel lokal wattpad (kalau thriller dan terjemahan gak termasuk blacklist, Anda masih aman).

Dari awal cerita saya sudah punya feeling gak beres nih plot ceritanya, dan terbukti dgn paro awal buku aja saya sudah kejang-kejang otak dgn plot hole seabrek-abrek (yg saya tulis juga di status facebook, biar gw gak lupa).

Saya gak jelas ini buku romance comedy atau bukan, tapi sudah jelas banyak perbedaan persepsi saya dgn pola pikir author/editor. Temanya serius banget loh, kehamilan tanpa pernikahan tapi koq diceritakan dgn versi lebih mirip orang membanyol yg konyol (bagi saya), ditanggapi dgn enteng sekali seolah tanpa beban psikis, kan ada yg membantu solusinya, siapa lagi kalau bukan hero-nya, Krisna. Krisna sendiri dikatakan peluang punya anak cuma nol koma sekian (alias gak sampe 1%) krn spermanya nyaris nihil.

Dgn narasi awal dari sisi Krisna yg memendam cintanya pada Dita/Ijah sejak mereka masih SMA. Dita ini player kalau dibandingkan Krisna krn gonta-ganti pacar terus (dgn masa jomblo paling lama 5 minggu, itu aja dibilang kelamaan - kata Krisna). Saya tambah bingung lagi soal jangka waktu pacaran - jomblo - nikah ini dgn "8 bulan pacaran itu dibilang lama".... helloowww... gimana yg pacaran sampai tahunan atau lebih satu dasawarsa pacaran? Apa mau dibilang jadi pertapa sakti kalau pacaran 11 tahun?

Katanya Krisna diusir dr rumah (alias gak diakui jd anggota keluarga lagi) itu pasti KONFLIK MAHA BESAR. Enggak mungkin seorang ayah seenaknya ngomong ngusir kalau gak super keterlaluan. Entah konfliknya apaan, tapi berbaikannya gampang banget ky anak kecil berantem yg cepet banget baikan.

Si Dita gak tau Krisna itu salah satu kakak Arimbi. Pdhl ktnya Dita dan Krisna akrab banget sejak Dita jd adik kelas Krisna. Seolah² Dita cuek banget pas SMA, mendadak jd perhatian dgn keluarganya Arimbi pas udh kerja sekantor dgn Arimbi (itupun msh gak kenalin Krisna pas di foto. Entah Dita ini cupet atau cueknya keterlaluan). Jadinya udah spt maksa banget dan mirip dagelan, mendingan jujur ky gini ajalah.

Dita: eh gw gak tau loh kakaknya Arimbi (tapi gw kenal lo secara akrab dari sejak SMA). Kalau tau lo kaya tajir melintir gini, dari dulu gw pacaran aja sama loh (drpd gw pacaran sama Adit, pacar gw yg brengsek).

Dita hamil dgn alasan diperkosa pacarnya. 🙄🙄🙄🙄 Dgn rekam jejak 7 kali pacaran koq gak tambah cerdas, masih aja gak bisa mencium gelagat buruk pria? 🙄🙄🙄🙄🙄 Ini sih keliatan banget cuma alibi utk membenarkan hamil tanpa nikah (dgn alasan pacarnya gak mau tanggungjawab dan menyuruhnya aborsi). Lagian apa semudah itu tau-tau memutuskan mau jadi single mother? Pokoknya novel ini kasih solusi gampang-gampang aja walaupun masalahnya pelik banget.

Krisna, si pahlawan kesiangan langsung maju melamar Dita dan dia minta pekerjaan sama bapaknya langsung disodorin jd CEO di prsh bapaknya. Enak banget ya jd anak org kaya 🙄🙄🙄🙄🙄🙄

Gw kaget loh saat dgn entengnya Krisna melaporkan ke Bima (teman akrabnya sih) ttg kehamilan Dita. Ya lo dan Bima memang sohib kental tp gak segitu "polos"nya dong buka aib Dita dan belakangan jg bocorin diperkosa. Alamaaakkk.... 😤😤😤😤

Topik seks itu msh tabu di Indonesia, jd aneh bin ajaib aja Bima dan Krisna (terutama Bima) seenaknya ngobrolin first ML atau have sex di depan Dita pula 🙄🙄🙄🙄. Jangan mentang² kerja di Inggris trus bs ngomong seenak udelnya di depan teman akrab sekalipun soal siapa mau ML dgn siapa itu urusan pribadi dan gak penting dan gak sopan dibahas di depan umum (ini menurut saya ya).

Dan saat Krisna & Dita mau ML pertama kali, mereka saling mengeluarkan jurus-jurus maut alias kata-kata dgn bahasa Inggris (biasanya mereka ngomong pake bahasa Indonesia koq). Emangnya klo org kebelet mau gituan (horny) emang jd tambah pinter ya? Jadi jago ngerayu pake bahasa Inggris? 🤔🤔🤔🤔



Dan endingnya maaaakkkk.... super maksa. Ini pelecehan banget terhadap kemajuan teknologi kesehatan.



Ini nasionalis salah kaprah dan PALING EDAN yg pernah saya baca.

Yg terparah dari segala yg parah adalah novel ini sudah dicetak mayor dan saya baca versi mayor ini. Jadi saya gak segan-segan kasih bintang 1. Jangan pakai alasan ini fiksi, fiksi juga harus berbasis logika dong. Komedi atau lucu-lucuan boleh boleh aja, sah sah aja tapi bukan berarti mengesampingkan nalar. Sayang sekali padahal ada potensi jadi novel yg lucu dan bagus, bukan jadi seperti ini lucu tapi ngeselin pake BANGEEETTT.
Profile Image for bakanekonomama.
573 reviews84 followers
December 26, 2016
Pernahkah Anda, para kaum hawa, tiba-tiba merasakan ingin membaca kisah-kisah romantis? Padahal sebelumnya kisah-kisah semacam itu tidak begitu disukai, atau kalaupun suka biasanya pilih-pilih dulu siapa penulisnya, tapi ketika kondisi ini tiba, rasanya cerita macam apapun boleh, bahkan yang picisan sekalipun. Biasanya saya seperti itu, tapi kali ini saya sedang kehabisan stok novel romantis di rumah, yang memang sedikit sekali jumlahnya. Saya memang cenderung jarang membeli novel-novel romantis, baik dari genre chicklit, teenlit, metropop, amore, atau yang sepertinya lagi ngehits (seenggaknya di iJak) si seri Le Mariage ini. Novel-novel semacam ini, biasanya saya pinjam ke teman saya, atau sekarang ke iJak. Kenapa? Karena biasanya saya nggak suka sama novel-novel bergenre romantis yang kelewat manis, apalagi yang nggak punya plot khusus kecuali mengumbar kisah cinta kedua tokoh utamanya (yang biasanya tipikal semua).

Ah, tetapi saat itu saya sedang terserang PMS akut, emosi melonjak-melonjak dan tiba-tiba jadi ingin baca yang romantis-romantis. Biasanya kalau sudah dalam kondisi semacam ini, saya akan menonton drama-drama atau film-film sedih nan menyayat hati (yang sebenarnya sekarang juga sedang saya lakukan), atau membaca kisah-kisah romantis yang manis tapi bikin nangis. Namun, karena kondisi di atas (kehabisan stok novel dan komik romantis) saya pun melarikan diri ke iJak. Akhirnya, saya pun menemukan novel ini di laman depan, yang stoknya masih lumayan banyak.

Meskipun saya sudah belajar untuk tidak terlalu mempercayai buku-buku yang ditampilkan di laman paling depan di iJak, tapi saya pikir nggak ada salahnya lah membaca novel-novel itu, karena siapa tahu ada yang saya suka. Ataupun kalau nggak suka, siapa tahu itu bisa memicu kreativitas saya dalam menghasilkan sebuah tulisan yang akan menggemparkan dan mengubah dunia. Halah.

Jadi intinya, akhirnya saya pinjem novel ini, yang saya selesaikan hanya dalam beberapa jam saja.

Ceritanya kira-kira begini....

Khrisna memutuskan untuk menikahi Ijah setelah tahu bahwa Ijah hamil. Khrisna merasa bahwa ia harus menyelamatkan Ijah, wanita yang dicintainya sejak SMA dulu, dan anak yang ada di dalam kandungannya. Meskipun Khrisna kece badai dan berasal dari keluarga kaya raya, sedangkan Ijah hanya perempuan biasa yang hidup sebatang kara, tapi Khrisna memutuskan untuk tetap menikahinya karena merasa bertanggung jawab atas masa depan hidup Ijah.

Bukan, ini bukan kisah cinta beda kasta antara pembantu dan majikan. Juga bukan kisah pergaulan bebas muda-mudi ibukota yang "married by accident". Ijah memang hamil di luar nikah, tapi bukan oleh Khrisna. Ijah dihamili pacarnya yang tidak mau bertanggung jawab (pacarnya ini bukan supir bis AKAP atau supir truk "Pulang Malu Tidak Pulang Rindu", tapi seorang esmud mapan nan tampan) setelah tahu Ijah hamil. Ijah juga bukan pembantu, tapi juga seorang esmud yang bekerja di sebuah perusahaan di ibukota. Ijah ini hanya nama panggilan yang diberikan Khrisna saja, karena nama aslinya adalah Dita. Khrisna dan Ijah sudah saling mengenal sejak di bangku SMA. Khrisna adalah senior Ijah di ekskul fotografi, dan sejak itu Khrisna menyimpan perasaan kepada Ijah meski Ijah tidak merasakan hal yang sama. Singkatnya, Khrisna lulus tanpa menyatakan perasaan, kabur ke Inggris buat kuliah sama kerja jadi fotografer BBC di sana, gonta-ganti pacar para model terkenal, lalu pulang ke kampung halaman karena adik perempuannya, Arimbi, yang adalah sahabat Ijah menikah.

Khrisna memutuskan untuk menikahi Ijah karena selain sadar bahwa ia masih mencintai Ijah, Khrisna juga ingin memiliki anak karena setelah terserang sebuah penyakit waktu ia meliput berita, ia dinyatakan akan sulit sekali punya anak. Bagi Khrisna, ini adalah simbiosis mutualisme. Ijah mendapatkan ayah untuk anaknya, dan Khrisna bisa merasakan menjadi seorang ayah. Akhirnya, dengan persiapan serba kilat Khrisna dan Ijah menikah sehari sebelum adik Khrisna dengan prosesi yang sederhana.

Kira-kira begitulah ceritanya. Hahaha, males banget mau buat review lebih panjang. Yang penasaran, silakan lihat review teman-teman Goodreads lainnya yang lebih lengkap, ya.... Soalnya abis ini saya mau ngemeng-ngemeng aja. Hehehe

Sejujurnya, saya cukup suka dengan ceritanya. Karakter kedua tokoh utamanya cukup saya sukai, juga hubungan antara keduanya. Karakter tokoh-tokoh pendamping juga tidak lupa diceritakan dengan baik, mulai dari sahabat dan keluarga Khrisna, hingga mantan bos Khrisna yang hanya nongol sebentar di acara pernikahan. Saya juga suka dengan interaksi antara para tokoh utama dengan tokoh-tokoh lainnya. Yang mungkin agak nggak bermakna mungkin si Adit aja kali, ya... Adit adalah satu-satunya tokoh antagonis yang diciptakan untuk memperkosa dan menghamili Dita, lalu menghilang ditelan angin, dan kemudian tiba-tiba muncul lagi (bukan sulap bukan sihir) untuk mengeksekusi cerita.

Kalau saya suka, kenapa saya beri bintang dua? Soalnya, saya cukup terganggu dengan cara Mbak Shanti bercerita, yang pakai dua sudut pandang, dari Khrisna dan Ijah. Mungkin itu lagi ngetren di kalangan novel-novel sekarang, ya? Soalnya, novel-novel Indonesia yang saya baca akhir-akhir ini banyak pakai gaya cerita semacam itu. Sebenarnya saya menganggap penceritaan dengan dua sudut pandang itu cukup menarik, apalagi kalau diceritakan dari sisi laki-laki dan perempuan. Saya suka cerita macam ini setelah baca komik "Album Kenangan"-nya Tante Yu Asagiri.

Ya, gaya cerita macam ini menarik, kalau si penulis bisa membedakan dengan jelas kedua tokoh yang dia jadikan sudut pandang dalam bercerita. Sayangnya di sini, saya nggak bisa membedakan perbedaan antara karakter Khrisna dan Ijah. Keduanya seakan melebur jadi satu sehingga saya kadang merasa bingung, ini saya lagi baca dari POV Khrisna apa Ijah, sih? Ya mungkin namanya jodoh, jadi mirip kali ya... Wkwkwkwk, ya kali....

Selain POV, karakter Adit yang kurang digali juga menjadi alasan lain kenapa saya memberi dua bintang saja. Ya aneh aja gitu, si Adit tiba-tiba nongol terus ngotot pengen balik sama Ijah dan pengen anaknya lagi, tanpa ada alasan yang kuat. Jadi kayak si Adit sengaja ditongolin buat bikin klimaks, biar ceritanya nggak membosankan cuma kisah cinta Khrisna dan Ijah aja.

Oh iya, satu lagi yang buat saya aneh adalah soal si Ijah yang tinggal sendirian setelah orang tua dan adiknya meninggal, di rumah peninggalan ortunya yang berlokasi di sebuah kompleks perumahan mewah di Depok. Ya mungkin ortunya Ijah ini kaya raya kali ya (meski pensiunan), jadi si Ijah bisa tetap hidup berkecukupan dan mengurus rumahnya yang buesar. Tapi buat saya sih agak aneh aja, seorang perempuan muda (si Ijah masih kuliah waktu keluarganya meninggal) tinggal sendirian di rumah mewah yang pasti dia nggak bisa ngurusin sendiri. Padahal kalau dia jual rumah itu, dia bisa pindah ke apartemen atau rumah yang lebih kecil tapi juga bagus (ala-ala townhouse yang memang menjamur di Depok), yang lebih mudah diurus dan yang penting nggak nyisain banyak-banyak tempat buat ditinggalin sama jin tomang karena banyak kamar kosong yang nggak ditempatin. Ya, tapi mungkin ortunya si Ijah (meski pensiunan) memang meninggalkan warisan yang luar biasa besar, sehingga Ijah bisa mengurus rumah sebesar itu sendiri, hanya dengan bantuan seorang pembantu yang tidak datang setiap hari.

Yang paling saya suka dari kisah ini adalah interaksi antar tokohnya yang begitu natural. Mulai dari hubungan Ijah dan Khrisna, Khrisna dan Ijah dengan Bima, juga Khrisna dan Ijah dengan keluarga Khrisna. Mbak Shanti sepertinya pandai meramu banyak tokoh sehingga masing-masing memiliki peran dan tidak terkesan hanya tempelan belaka (kecuali Adit). Coba POV Khrisna dan Ijah lebih diperjelas (saya juga terganggu dengan banyaknya kata "Hyah" atau "Hayah" yang dikeluarkan kedua tokoh utama), mungkin saya akan bisa memberikan satu bintang lagi untuk kisah yang manis ini.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
February 19, 2016
Dita a.k.a Ijah dan Khrisna ini pasangan yang adorable, lucu dan menggemaskan. Beberapa kali saya dibikin ketawa dengan ulah mereka (plus Bima sahabat Ijah dan Khrisna).
Simbiosis mutualisme yang menjadi kesepakatan antara Ijah dan Khrisna juga cukup realistis. Meski endingnya agak maksain.
Jadi penasaran dengan Bayu-Padmi *brb ke watty*
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
July 30, 2015
Aku termasuk pembaca yang sangat suka dengan tema pernikahan, sehingga saat Elex Media menerbitkan buku dengan lini Le Mariage, aku sudah memasukkannya dalam wishlist bacaanku.

Aku sudah membaca 3 buku Le Mariage sebelumnya, yaitu Wedding Rush Not A Perfect Wedding Jodoh Untuk Naina dan aku suka dengan ceritanya, sehingga saat melihat buku ini dan membaca sinopsisnya, aku pun tertarik untuk membacanya.

Awalnya, aku tak menaruh ekspektasi apa-apa, karena aku belum pernah membaca karya penulis juga sebelumnya, tetapi setelah membuka halaman demi halaman aku cukup menikmatinya...

Ini tentang kisah Krishna dan Dita yang menikah karena "simbiosis mutualisme" diantara mereka, Krishna membutuhkan anak sedangkan Dita membutuhkan suami untuk anak yang sedang dikandungnya. Ya, Dita sedang hamil karena diperkosa oleh kekasihnya, Adit saat itu. Kekasih yang malah meninggalkannya begitu saja dan malah memintanya untuk melakukan aborsi.

Dita sendiri bukanlah orang lain dalam kehidupan Krishna. Dita adalah adik kelas Krishna saat SMA dan Krishna pernah menyukai bahkan hingga bertahun-tahun lamanya pun Dita selalu punya tempat teristimewa dihati Krishna. Sehingga saat mengetahui kondisi Dita, Krishna pun menawarkan sebuah pernikahan kepadanya.

Hubungan pernikahan mereka awalnya biasa-biasa saja layaknya pasangan pengantin baru, apalagi mereka sudah bersahabat dan saling mengenal cukup lama. Bedanya Dita masih sangat berhati-hati dengan hubungan fisik, karena Dita masih menyimpan trauma mengenai perbuatan Adit, dan untungnya Krishna adalah sosok suami yang siap menunggu sampai Dita siap.

Ah, Krishna ini sosok suami yang lovable banget dey, tampan, kaya dan penyayang banget. Too good too be true banget dey, Dita benar-benar beruntung. Apalagi perlahan-lahan hubungan mereka pun semakin mencair. Namun, rasanya gak afdhol membaca sebuah novel tanpa drama khan ya...Hadirlah sosok Sashi, mantan kekasih Krishna saat bekerja di London. Dita sempat cemburu dengan keberadaan Sashi, tapi ternyata aku salah...Konflik malah datang dari sosok Adit, mantan kekasih Dita...

Membaca novel ini aku cukup terhibur, gaya menulisnya enak dan mengalir. Kocak sekali, kadang-kadang aku dibuat tersenyum melihat interaksi Krishna-Dita, apalagi Krishna itu punya panggilan kesayangan "Ijah" buat Dita sampai mereka menikah pun. Chemistrynya dapat banget, apalagi didukung dengan tokoh-tokoh lainnya seperti Arimbi, Barga, Bayu keluarga Krishna juga Bima, sahabatnya. Malah mereka sepertinya cocok juga untuk dibuatkan novel tersendiri, Arimbi-Barga, Bayu-Padmi juga Bima yang kayaknya masih bingung memilih antara Nania atau Sashi..

Sebagai debut, novel ini cukup menarik dan aku tidak akan ragu untuk membaca karya penulis lainnya.
Profile Image for Ana  Fitriana.
160 reviews32 followers
July 15, 2016
2,5* bt Khrisna-Ijah. Bukunya aku pinjam dari Ijak, setelah berbulan-bulan melewati penantian. Peminatnya banyak cuyyy. Dan, inilah ripiu sok tau saya...
1. Typo, banyak kata yang "lupa" dikasi spasi, ada baaanyak.
2. Pengulangan informasi yg berkali2. Contoh ; mas Yudhis itu, kakak pertama dan meninggal krn kecelakaan atau Bima-Na yg kerja di BBC.
3. Aku gak bilang ini plot hole sih, cuma ada yg janggal aja bt aku. Misalnya, diceritakan Dita ini sahabatan bgt sm Arimbi, daaan Arimbi ini deket dan sayang beut dg Na alias Abang. Serius Arimbi gak pernah sekalipun ngebahas ttg abang ke Dita? okelah, misalnya itu terlihat terlalu maksa. Ijah-Na ini sahabat di SMU, sering jalan sma2, deket beut, dan Na juga sering berbagi rahasia ke Ijah, masa Na gk pernah cerita ttg adek keluarga atau ttg Arimbi, adek semata wayangnya?
4. MotifAdit, mantannya Dita utk tiba2 datang dan ngejahatin Dita agak kurang di explore. jadinya malah kek "gak jelas bgt nig cowok, tb2 dateng lalu jadi kriminal."
5. Scene Adit membopong Dita juga agak gimanaaa gt bt aku, krn Dita yg hamil 20minggu, bs segampang itu dibopong Adit? trus masa iya gak ada yg ngeh sm adegan itu? kemana satpam atau resepsionis yg harusnya ada di lantai dasar(kalo memang resepsionis di kantor Nania udh pulang)krn seingat aku, di lantai 9, ada resto kan? harusnya masih rame sihh. Mgk lebih masuk akal kalo Adit maksa2 bt ketemu, trus Dita mengiyakan permintaan Adit, padahal Adit berniat menjebak.
6. Adegan Bima-Na dateng ke apartmen Adit jg janggal bt aku. apartment TAR kan apartment berkelas ya? kayaknya gak segampang itu utk masuk dg huru hara Bima yg parkit mobil srmbarangan, lalu Na langsung nerobos masuk Lift. Biasanya keamanan di Apartment mahal bgitu, lebih riweh kan? gak mudah kek di rumah susun.

ah ya ampuunnnn, ini editan saya yg k3. entah kenapaa padahal udh dg rapi saya tulis, tapi 2x gagal eksekusi ini ripiu. aslinya lebih dari 6, tapi krn saya blank krn yg sebelumnya gak di save, jd ini sajalahhh. udh males mau ingat2 apa yg mau saya ripiu.
Profile Image for Rie_dominique.
664 reviews66 followers
January 15, 2016
Lucu. interaksi Dita alias Ijah dengan Krisna itu luwes banget. percakapan mereka menarik dan alur cerita di pertengahan pertama cukup cepat. tetapi mulai mereka memasuki pernikahan alurnya agak melambat. Tidak ada konflik yang cukup berarti selama pernikahan mereka, dan konflik yang terakhir itu rasanya klise banget.

Tapi, apa sih yang nggak klise dalam cerita romance?

kalau dibawakan dengan baik pasti tetap bisa menarik perhatian pembaca. tetapi untuk buku ini rasanya agak gagal dilakukan.

oh ya, satu hal lagi. terlalu banyak 'kebetulan' di buku ini yang bikin saya mikir ternyata Jakarta sekecil itu yah...

saya aja sama teman-teman yang di Padang kalau nggak janji ketemuan bisa bertahun-tahun nggak berjumpa :)i
Profile Image for Rumah.
Author 1 book41 followers
February 21, 2016
Walaupun ringan,tapi kalau boleh jujur yaaa, konfliknya endingnya kurang nendang banget. Harusnya konfliknya dibikin nendang, lebih drama tapi nggak terkesan drama banget dan nggak bertele-tele. Untuk epilognya, kurang begit sreg dikit sih, adegannya terlalu cepat, dan membuat pembaca seperti kehilangan gregetnya. Bikin penasaran iya sih. Apalagi di epilog sempat disebutkan jika mereka berdua pergi honeymoon ke London, hanya itu saja, tanpa penjelasan tempat mana saja yang mereka kunjungi selain dokter.

Review lengkapnya bisa dibaca di http://peekthebook.blogspot.co.id/201...
Profile Image for Rossa Imaniar.
221 reviews5 followers
April 25, 2020
“...kesusahan seperti apa pun, ya dihadapi berdua. Berjuang sama-sama. Kalau yang satu memutuskan untuk menyerah, yang satu akan berusaha untuk menguatkan. Begitu seterusnya. Namanya juga rumah tangga, ya pasti ada pasang surutnya.”


Blurb:
-Krishna-
Aku menatap lembaran kertas di tanganku, berusaha keras memahami isinya. Oh... bukan, aku paham betul apa isinya. Lebih tepatnya, sih, berusaha keras untuk menerima isinya. Kenyataan pahit. Bahwa aku, Krishna Satya Sangkala, tidak akan pernah merasakan indahnya menjadi seorang ayah.

-Dita-
Aku menatap rintik hujan yang semakin menderas. Tidak berniat sedikit pun untuk beranjak dari bangku taman yang kududuki sejak tiga jam yang lalu. Berharap butiran hujan bisa membantuku untuk menghapus rasa sakit itu. Di sini, di dadaku. Dan di sini... aku meraba perutku perlahan. Yah, Nak...! Sekarang hanya tinggal kita berdua. Kenyataan pahit. Bahwa aku, Anindita Sahaja, akan menjadi single mother.


3/5 🌟 untuk novel ini. Cukup menghibur dan bisa dinikmati. Seperti novel Le Mariage pada umumnya, novel ini memiliki cerita yang ringan dan manis.

Awal mula aku pilih novel ini untuk kubaca, karena aku suka dengan covernya. Covernya lucu dan manis. Memang benar adanya ya, bahwa cover itu.. juga bisa mempengaruhi minat pembaca untuk membaca buku tersebut.

Waktu aku lihat blurb di cover belakang, kupikir ceritanya bakal berat, dengan konflik yang rumit dan menguras emosi. Tapi ternyata aku salah. Jujur, untuk bagian konflik, kurang begitu greget.

Dan, banyaknya kebetulan-kebutulan yang terjadi di dalam novel ini, membuat novel ini seperti sinetron. But, di luar itu semua, menurutku pribadi... aku tidak begitu terganggu dengan hal tersebut. Karena hingga akhir, aku bisa menikmatinya dengan baik.

Hal yang paling aku suka dalam novel ini adalah interaksi yang terjadi antar Tokoh. Cukup luwes dan natural. Penulis membuat para Tokoh terasa hidup. Baik Tokoh utamanya mau pun Tokoh sampingannya, semua memiliki porsi peran yang pas. Tidak hanya melulu fokus pada Tokoh utama.

Di novel ini kalian akan bertemu dengan Krishna dan juga Dita alias Ijah. Mereka yang dulu adalah teman dekat saat di bangku SMA, dipertemukan kembali setelah sembilan tahun lamanya berpisah.

Karena satu dan lain hal, yang terjadi pada keduanya. Membuat mereka, akhirnya mengambil keputusan untuk menikah. Pernikahan yang membawa keuntungan satu sama lain.

Lalu, seperti apa kelanjutan kisah Krishna dan Dita.. Aaah, kalian baca sendiri aja dech.. Biar kalian tahu sendiri seperti apa pernikahan yang mereka jalani.

So, tunggu apa lagi, baca dan nikmati kisah mereka berdua dalam novel ini.. Dan, iya... novel ini rekomen banget buat kalian yang ingin menikmati bacaan ringan. Cukup menghibur dikala pandemi corona seperti ini. Tetap #dirumahaja dan jangan lupa untuk salalu berusaha bahagia dengan membaca buku melalui @ipusnas.id, GRATIS...!!!
Happy reading... 🤗
Profile Image for Ayu Lestari Gusman.
121 reviews
August 30, 2016
Pinjem dari ijak gara-gara yang ngantri banyak. Tapi dasar emang selera orang beda-beda ya. Hha...
Profile Image for Dhilla.
42 reviews2 followers
April 3, 2018
Saya baca novel ini via ijak dan nggak seperti yang lain, saya bisa minjem novel ini tanpa antri. Mungkin pamornya udah turun kali ya. Tertarik baca karena blurbnya pun seperti menjanjikan. Udah siap mellow, tapi ternyata penyajiannya nggak serumit di bayangan. Ringkasnya, nggak sesuai ekspektasi. Sejujurnya hampir mau "DNF", soalnya nggak ada konflik berarti—berasa tiada ujung—, tapi kuat-kuatin baca secara dihitung-hitung ada sisa 7 Bab lagi termasuk Epilog. Nanggung.

Penyajiannya simple, dialognya ringan. Cuma ya itu. Saking ringannya, adegan yang saya rasa penting atau urgent, malah dibahas dengan sepintas lalu atau dengan penjabaran selewat pandang. Misal; (1) penjelasan malam buruknya Ijah, seriusan cuma segitu doang?! —baca aja kalau penasaran— padahal itu buat Ijah trauma bobo di kamar, kok author nggak berbaik hati dengan menyajikan flash back, sih. (2) alasan Na memilih resign, seriusan cuma dibahas pakai kalimat “sepanjang perjalanan kami membahas...”, padahal itu kan penting tapi sayangnya sepintas lalu. Hal ini buat konfliknya ngegantung penyelesaiannya.

Adegan-adegan krusial sayang banget nggak dijabarin, karena jadinya pembaca nggak bisa menyelami bagaimana tokoh menyikapi masalah. Hal tersebut jadi satu kelemahan lagi di novel ini. Meskipun kisah disajikan dengan 2 sudut pandang, sayangnya sudut pandang mereka nggak terasa bedanya di mana. Soalnya, dialog dan pemikiran mereka cenderung sama, rada guyon. Bahkan saat ada adegan di mana Na nostalgia Ijah dulu gimana begitupun sebaliknya, keduanya memakai kata ‘tengil’ sebagai deskripsi yang tepat. Lebih sayang lagi karena saya baca via ebook, saya kudu scroll untuk mengingatkan saya ‘ini sudut pandang siapa?’.

Adegan-adegan biasa malah cenderung dipanjang-panjangin, misal dialog ringan di keluarga Na, saya tahu Ijah dan keluarga Na sudah cukup dekat, dengan Arimbi-pun, tapi karena terlalu panjang, saya malah aneh sendiri dengan Ijah yang sudah dianggap puteri kedua nggak pernah tahu anggota lengkap keluarga Na. Pernah dijelaskan—lagi-lagi dengan sepintas lalu. Soalnya aneh loh, keluarga Na tahu kedekatan Na dengan Bima tapi Na dan Ijah tidak, padahal Na dan Ijah lebih dekat dari Na dan Bima. Ah, adegan guyon kedekatan mereka yang dikaitkan dengan orientasi juga terlalu panjang. Lalu, penjelasan siapa Oma Helen. Lalu, dialog bersama Mr. Kim. Lalu, adegan Ijah dan teman kantorannya. Anehnya baru kali ini adegan-adegan terlalu ngalir itu malah buat saya hampir nggak sanggup menyelesaikan novel ini. Membaca sinopsis, jujur malah sepanjang baca novel saya nggak bisa menyelami kesedihan kedua tokoh, karena hanya sepintas lalu.

Ada lagi yang kontra, soal Ijah. Di awal cerita si Ijah yang sebatang kara dan hanya punya baby di perut, merasa baby nyalah tujuan hidupnya sekarang. Tapi ilmu sederhana dia gak paham, tahunya test pack dan minta tanggung jawab doang. Bahkan susu ibu hamil nggak dibeli, vitamin dari dokter kandungan nggak tahu dimana, nggak tahu kalau untuk ibu hamil kunjungan ke dokter kandungan itu kudu rutin, ngebet sushi alias ikan mentah. Oke emang diceritain selanjutnya, meski saya rasa adegan ilmu sederhana itu cuma untuk meningkatkan nilai Na di mata Ijah. Lalu, saya juga agak gimana dengan cara dr. Padmi cari tahu umur kehamilan si Ijah, kok bisa dia tahu? Karena dia bilang dia nggak konfirm ke Ijah yang lemah, yakinlah saya dr. Padmi nggak tanya HPHT Ijah. Ada loh kejadian real, orang baru menikah sebulan tapi umur kehamilannya 2 bulan atau lebih sedikit, ya karena umur kehamilan dihitung dari HPHT-nya. Eh, dr. Padmi sebagai dokter kandungan malah takjub. Terus, untuk seorang yang ketakutan, dia terlalu frontal menginisiasi. Cukup jujur aja dan lawan yang bakal bekerja.

Lalu, terlalu banyak kebetulan di sini. A saudara B, A sahabatan sama C, C saudara D, B dan D teman kerja. E baru pulang dari luar negeri, jet lag langsung cari rumah F, nggak ketemu, sedih, keliling bentar, eh ketemu F di taman kota. G diusir dari rumah karena nggak mau kerja di perusahaan keluarga, diusir sama H, 4 tahun lalu pulang, haru-haruan, besok malam G bilang mau kerja di perusahaan keluarga, H terima dia bilang memang ada posisi tinggi buat G. In the name of kebetulan, ini too much banget. Nama tokoh sengaja di blur dengan abjad-abjad an.

Jauh panggang dari api. Sekali lagi, ekspektasi jangan ketinggian.
Profile Image for Sheira Sharma.
132 reviews4 followers
February 24, 2025
niat awal krishna pulang ke jakarta itu datang ke pernikahan adiknya, tapi pas pulang dia malah ketemu dita, cewek yang dia suka dari jaman sma. bahkan sampai sekarang pun dia masih ada rasa, meski di london sana dia udah menjalanin berbagai hubungan sama cewek lain, tapi perasaan dia cuma buat dita.

kebetulan itu membuka kebetulan lain yang membuat mereka berdua terikat sebuah perjanjian, simbiosis mutualisme yang akan menguntungkan krishna dan dita, tapi apakah benar perjanjian itu akan menguntungkan keduanya? atau justru sebaliknya?

cuma sekitar 300 halaman, jadi sekali baca doang kelar. apalagi narasinya juga enak, gue pribadi nggak ada masalah sih sama narasinya. scenenya juga banyak yang kocak, gue beberapa kali ngakak sama celetukan tokoh-tokohnya. kalau secara alur, sebenarnya di awal lumayan menjanjikan meski di buka dengan kebetulan yang nggak masuk akal, tapi ternyata semakin kebelakang semakin banyak juga kebetulan-kebetulan lain yang terkesan di paksakan. konflik utamanya juga drama banget astagaa, udah bukan klise lagi tapi lebih ke apa ya... yahhh begitulah. apalagi banyak juga jokes-jokes yang terkesan seksis (meski beberapa adegan dewasa berhasil di delivery dengan baik sih, itu salah satu apresiasi untuk novel ini)

terus banyak juga hal-hal bagus yang berpotensi untuk di gali lebih dalam, tapi cuma di kasih secuil doang. contohnya kayak trauma korban pelecehan yang di kurang di gali, terus sama unsur kehilangan di ending juga sama, padahal kalo lebih di jabarkan pasti menarik.

well, sebenarnya gue cukup menikmati proses membaca di awal-awal, tapi semakin ke belakang semakin kurang. silakan baca sendiri aja, selera baca orang kan beda-beda. siapa tau kalian bakal suka.

⭐⭐
Profile Image for Eksa.
292 reviews25 followers
October 4, 2017
Yes, cuma 2 bintang. Awalnya aku tertarik sama novel ini karena kovernya yang manis, trus sinopsisnya yang menjanjikan novel ini bakal melow hahah jujur pas itu aku lagi pengen baca romance yang menghangatkan hati. Kebetulan temenku ada yang minjemin, jadi gak usah beli hehe dan aku....bersyukur. novel ini jauh di luar ekspetasiku. Dari awal membacanya pun aku udah gak srek sama gaya bahasanya. Terlalu diary, amburadul, banyak kata yang mengungkapkan ekspresi si tokoh contohnya di akhir kalimat kayak gini: "apaaa???" a-nya banyak, tanda tanya banyak, dan itu aku gak suka banget liatnya.

Trus ada lagi kata yang paling sering nyempil dan ganggu banget. "hyaaaah" apaan sih ini maksudnya? Ngebayangin tokoh nyebut kata itu aja ganjil.

Dan untuk pov nya juga. Gaya bahasa saat pov krishna atau ijah tuh sama aja, gak ada bedanya. Sama sama suka ngomong hyah. Jadi tiap kali buka bab tuh aku harus liat lagi subbabnya: ini pov siapa sih?

Konflik. Hadeuh, gak ada konflik yang berarti. Cuma perjalanan cinta aja. Mendekati ending, konflik muncul dikit, kerasa aja ngga, tiba tiba selesai dengan mudahnya. Endingnya, makin drama. Plis deh, mereka itu orang dewasa apa anak sma?:( terutama dita, nggak ngerti lagi kenapa bisa bertindak kayak gitu.

So, 2 bintang aja buat kovernya dan blurb serta beberapa humor yang asik. Selebihnya, this is not my cup of tea. Aku gak suka, maaf:(
Profile Image for bookswormie.
134 reviews7 followers
September 19, 2022
kisah yang manis dengan premis yang unik.

setelah sekian lama--yg aku sendiri lupa kapan tepatnya--aku kembali membaca novel dengan bahasa yg ringan, yg somehow itu membuat aku throwback ke masa-masa remajaku. tambahan, aku baru baca novel dengan tema pernikahan simbiosis mutualisme yg--bisa dibilang--sedikit diluar nalar, yg aku aja gapernah kepikiran tentang ini. tentang seorang lelaki yang kemungkinan punya anaknya itu rendah dan wanita yang hamil diluar nikah.

konfliknya sih pasaran abis, tentang orang ketiga dan kesalahpahaman. tapi aku suka cara authornya menyampaikan cerita yg sebenarnya berat karena penuh konflik ini jadi cerita yang dikemas dengan manis dan di beberapa kesempatan bikin aku ketawa.

minusnya, aku merasa cerita ini kebanyakan tokoh yang bahkan gak muncul di scene manapun. cuma modal 'disebut' doang. juga akhir cerita yg terkesan dipaksakan untuk bisa berakhir seperti yg banyak orang inginkan. bisa dibilang endingnya terlalu gak masuk akal dengan premis yg cukup kuat diawal cerita.

last, aku setuju sama apa kata krishna. happiness is something we create.
Profile Image for Aulia  Rofiani.
326 reviews4 followers
September 2, 2019
Yhaaa seperti novel Le Mariage pada umumnya
Ringan dan manis tapi belum cukup menyentuh emosi sih, sayangnya
Cukup suka sama referensi AADC yg dipake di sini haha, kalo aja gue inget tu film pasti bakalan lbh kerasa sih filmnya
Konfliknya...errr cukup ketebak ga bikin kaget
Cuma sayang nih, masih nemu kesalahan di pemakaian Bahasa Inggris kaya tenses-nya masih salah, padahal itu termasuk kalimat simple
Yhaaa minor problem sih, untungnya ga ngaco2 banget cuma kurang 'are' di kalimat 'you right' salah satunya
Oiya, agak ganjel dgn Mas Bayu itu. Kan dia katanya spesialis bedah jantung ya? Kok berasa ikut campur banget sih pas nanganin Dita? Padahal ga nyambung sama spesialisasinya :( emang bisa gtu ya? Kaya ga ada obgyn atau dokter lain yg lebih nyambung aja gtu....
Entah gue mislead, padahal dia ikut campur sbg klg atau ikut campur sbg dokter kaya kurang jelas aja gtu....
Profile Image for Aro~.
240 reviews9 followers
January 8, 2019
Kukira ceritanya bakal berat karena sinopsisnya menyiratkan konflik yang rumit. Tapi ternyata ceritanya lumayan ringan. Mengangkat tema pernikahan dengan simbiosis mutualisme.

Pernikahan yang didasari demi keuntungan kedua belah pihak. Konflik yang diangkat menjelang ending sebenarnya kurang nendang karena pemyelesaiannya terasa terlalu buru-buru. Tapi biar begitu, cerita ini cocok buat dinikmati.

Apalgi interaksi krisna dan ijah yang manis semakin memberi nilai tambah pada cerita ini. Well done~~
Profile Image for avizena zen.
207 reviews5 followers
January 31, 2023
Daku sudah baca buku ini sebanyak 6-7 kali saking senangnya melihat chemistry antara Krishna dan Dita.

Dita adalah wanita pekerja mandiri dan hidup sendiri karena yatim piatu. Tak disangka dia bertemu lagi dengan Krishna, cinta pertamanya waktu SMA.

Mereka akhirnya menikah karena keadaan: Dita hamil gegara cowok lain, sedangkan Krishna sakit dan divonis bakal susah punya anak.

akankah cinta mereka bertahan? Baca sendiri ya

Cukup menarik walau pakai POV 1 tapi per bab gantian angle-nya antara Dita dan Krishna.
Profile Image for Aryanti Dwiastuti.
26 reviews1 follower
May 27, 2019
Ceritanya bagus. Plot nya menarik. Karakter tokohnya sederhana. Gaya bahasa yang dipakai penulis berbeda dari cerita novel sebelumnya pernah aku baca. Aura gaul dan supel sangat terasa dari dialog-dialog tokoh. Tetapi ada satu hal yang membuat gamang, yaitu plot ketika Ijah ingin bercerai dengan Krisna. Alasan yang dibuat penulis rasanya kurang cukup kuat untuk menggambarkan alasannya. Kurang ngena dan jadi agak klise.
Profile Image for Elsita F..
120 reviews6 followers
February 14, 2017
Kisah cintanya ringan dan manis walau sebenarnya buatku problem utama dalam buku ini amatlah berat.
Aku suka dengan pergantian POV antara Khrisna dan Dita, hanya saja eksekusinya kurang greget. Berharap ada drama heboh aku sebenarnya dalam buku ini dengan ending yang lembut namun mengejutkan
181 reviews
June 1, 2018
Aku baca bukunya atas rekomendasi salah satu temen. Aku pun baca via GD. Aku suka sama buku yang mengangkat tema pernikahan termasuk ini salah satunya. Jatuh Cinta sama karakter serta kelaukan tokohnya.

Jalan ceritanya pun menarik. Feelnya dapet, dan endingnya juga manis 😁
Profile Image for Bunga Mawar.
1,355 reviews43 followers
November 2, 2019
Terima kasih sudah menulis buku ini. Bukan buku sempurna, bukan juga cerita sempurna atau tokoh-tokoh sempurna.
Terlebih lagi, bukan "marriage of convenience" Yang berawal sempurna. Tapi kan, hey... Pembaca lebih suka akhir yang terlihat sempurna.

Dan bikin baper, hehee
Profile Image for Majingga Wijaya.
152 reviews19 followers
June 17, 2020
Kata paling berkesan dan nggak akan hilang pas baca novel ini adalah "ongol-ongol kawe" 😂😂😂 gila pas baca kata-kata itu ketawa sampe nangis...
Novel ini ringan banget buat yg suka baca novel romance dan pasti ada selipan kata-kata komedi yg nggak bikin bosen
142 reviews4 followers
March 24, 2020
Ceritanya bener-bener penuh dengan unsur kebetulan sehingga kesan percintaan Khrisna dan Dita kurang natural. Konflik ceritanya lebih berfokus pada kesalahpahaman sehingga kurang greget menurutku.
Profile Image for Nathania.
118 reviews20 followers
October 23, 2021
Plot cerita lumayan mengagetkan. Oke sih utk bacaan penghibur keresahan
Profile Image for Piii.
28 reviews
February 21, 2022
SERU BGTT BACANYA NGANGKAKK. KRISHNA SWEET BGT SAMA IJAH😍😍
5 reviews
May 21, 2022
bener" berasa masuk ke dunia krishna dan dita, seru bgt liat keromantisan mereka
Profile Image for MartinaC.
17 reviews
October 8, 2016
Mewabahnya novel tentang pernikahan sekarang. Marriage of Covenience ini termasuk novel pernikahan favoritku, topiknya sebenernya standar tentang sepasang teman SMA yang bertemu lagi dengan perasaan yang sama tapi kondisi yang berbeda. Tapi cara penceritaan penulis yang benar benar ringan membuat kita santai membacanya, dengan penyelesaian setiap konflik dengan lengkap tanpa adanya penggantungan membuat kita nyaman dan bisa mengikuti ritme yang di ciptakan penulis membuat kita membaca tanpa terlalu banyak mencerna apa yang terjadi dalam cerita tersebut. Well, overall it's absolutly great... Tapi hanya sayangnya karena aku udah sering baca cerita dengan topik yang seperti ini membuat cerita ini bukan menjadi roti yang masih panas, tapi mungkin rotinyaa udah agak angett... hahaha
P. S. buat yang gak terlalu suka baca novel yang berat, aku rekomendasikan ini.
Profile Image for Dhani.
257 reviews17 followers
August 9, 2015
Sinopsis
Krishna, sudah mapan dengan profesinya sebagai fotografer di BBC London, saat memutuskan pulang ke Indonesia. Selain untuk menghadiri pernikahan adik perempuan satu satunya,Arimbi, juga untuk memperbaiki hubungan dengan kedua orang tuanya. Di Jakarta, Khrisna bertemu dengan Dita, " cinta" terpendamnya, yang ternyata adalah sahabat dekat Arimbi, juga teman sekantornya.
Lewat kedekatan yang kembali terjalin,Krishna akhirnya tahu bahwa Dita atau yang biasa dipanggilnya Ijah, hamil karena diperkosa mantan pacarnya.Ternyata Khrisna pun punya masalah. Organ reproduksinya bermasalah, sehingga kecil kemungkinan untuk mempunyai keturunan.Jadilah mereka melakukan deal yang disebut Khrisna simbiosis mutualisma. Dita punya bapak buat calon bayinya dan Khrisna akan punya anak.
Lalu mereka kemudian memutuskan untuk menikah. Suatu kepurtusan yang tentu saja disambut baik oleh keluarga Khrisna yang memang sebelumnya sudah dekat dengan Dita.Hubungan pernikahan yang semula hanya formalitas belaka, perlahan berubah. Khrisna yang memang mencintai Dita bahkan sejak sepuluh tahun yang lalu berhasil mengubah rasa sayang sebagai sahabat menjadi rasa cinta antar suami istri.
Dalam kurun masa kehamilan yang semakin tua, tiba tiba Adit, mantan Dita muncul dan ingin menguasai Dita dan anak yang dikandungnya.Adit menculik Dita, yang lalu berakhir dengan kematian bayi yang dikandung Dita.Semenjak kejadian itu,hubungan hangat antara Khrisna dan Dita berubah mendingin. yang malahan diakhiri dengan sebuah keputusan mengejutkan dari Dita. Apakah itu? Lantas bagaimana dengan hubungan mereka? Saya nggak mau cerita dong, karena jadinya nggak seru..

Plus munusnya novel ini menurut saya,
Pusnya dulu ya<
- Kavernya unik, jarang saja ketemu kaver seperti ini. Ternyata menurut penulisnya, pembuat kaver adalah suaminya tercinta. Klop jadinya.
- Bahasanya renyah banget. Mengalir di sepanjang 305 halaman, kecuali halaman halaman awal yang agak ngebosenin.
- Karena terlalu asyik baca buku ini, saya sepertinya mengabaikan thypo, atau memang minim yak?
- Karakter karakter tokoh utamanya, khususnya Khrisna loveable banget ya. Walau nggak sempurna, tapi cowok dan perhatian banget.
- Layak jadi novel keluarga, dengan skip bagian bagian yang menurut saya lumayan hot.
- Unsur humornya kental, dialog dialognya nggak bikin bosen. Padahal biasanya saya nggak terlalu suka novel dengan banyak dialog.

Minusnya kemudian,
-Walaupun ini novel dengan tema pernikahan, saya kok merasa terlalu banyak adegan dewasa. Kalau saya jadi redaksi Elex, saya akan deliver novel ini ke Gramedia untuk diterbitkan sebagai novel dewasa atau amore.
-Di halaman 237, ditulis bahwa Khrisna dan Bima mencari Dita di apartemen Adit. Yang agak mengganggu adalah, Khrisna bisa dengan mudahnya masuk ke unitnya Adit. Setahu saya, tak semua orang punya akses ke apartemen seseorang. Kecuali misalnya datang dengan pihak berwajib atau punya alasan yang mendesak. Di bagian ini, tak ada keterangan sedikit pun tentang recepsionist atau satpam. Akan runyam jadinya kalau semua orang bebas masuk ke tempat privat.
-Endingnya bisa diduga, tapi kalau itu semua atas jasa seorang Mak Empot, kok rasanya agak bagaimana yak..

Terlepas dari plus dan minusnya, novel ini patut dibeli kok.Kita bisa belajar banyak. Tentang dunia pernikahan, juga tentang bagaimana membuat cerita dengan banyak dialog tapi nggak bikin bosen. Buat Shanti, ditunggu novel berikutnya yak..
Displaying 1 - 30 of 61 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.