Jump to ratings and reviews
Rate this book

Hidup Sederhana

Rate this book
Sebagai manusia, kita semua pandai membuat hidup menjadi rumit. Kita isi hidup kita dengan harapan, kecemasan, dan ketakutan. Kita mengomel tentang masa lalu, kita mencemaskan masa depan, dan kita mengabaikan masa kini. Kita mencari kepuasan dalam kebendaan dan kebahagiaan dalam angan-angan, sering dengan mengorbankan kekayaan yang hadir di sekitar kita.

Hidup Sederhana merupakan kumpulan perenungan, pengamatan, dan pemikiran yang dihimpun oleh Desi Anwar dari pengalamannya, kenangan masa kecilnya, pandangan hidupnya, serta kebiasaan yang dilakukannya dalam menyiasati kerumitan hidup sehari-hari. Hal-hal biasa seperti mensyukuri Alam, menyisihkan waktu untuk duduk dan beristirahat, mengembangkan sikap gembira dan positif, memelihara kesehatan jiwa dan raga, membuka wawasan dan berbagai hal lain yang tampak sederhana dari luar tetapi sering sulit kita capai karena kita jarang menyempatkan diri. Tetapi justru hal-hal inilah yang sebenarnya dapat membuat kita benar-benar puas dan memberi makna bagi hidup kita.

Bacalah tulisan ini di waktu senggang Anda, temukanlah ilham dari cuplikan-cuplikan di dalamnya dan jadikanlah buku ini teman Anda kapan saja Anda butuh penyejuk jiwa dan pelipur lara.

288 pages, Paperback

First published December 1, 2014

126 people are currently reading
744 people want to read

About the author

Desi Anwar

14 books50 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
189 (30%)
4 stars
265 (43%)
3 stars
126 (20%)
2 stars
27 (4%)
1 star
4 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 115 reviews
Profile Image for Nina.
570 reviews53 followers
August 16, 2017
Judul : Hidup Sederhana
Penulis : Desi Anwar
ISBN : 9786020306209

Buku ini merupakan kumpulan pemikiran, perenungan dan pengamatan Desi Anwar berdasarkan pengalaman, kenangan, pandangan hidup dan kebiasaannya. Membaca buku motivasi ini membuat hati adem sekaligus bernostalgia.
Desi bercerita tentang kebiasaan tetangganya membuat scrapbook dan album berisi foto-foto anak-anaknya. Tiap foto disertai komentar. Kebiasaan itu mengilhami Desi berbuat serupa. Desi mengumpulkan tiket bioskop, foto, gambar, alas gelas warna-warni, kartu pos yang dianggapnya sebagai harta karun. Menengok dan membuka-buka album ini menimbulkan kesenangan baginya.
Dalam bab tentang bersih-bersih, saya jadi teringat dengan prinsip konmari tentang declutter. Tanpa sadar kita menumpuk banyak barang sampai akhirnya rumah penuh dan tidak ada tempat longgar. Kita membeli barang-barang baru sedangkan yg lama tersimpan rapat di lemari atau rak paling bawah sampai akhirnya mereka terlupakan. Memang saat bersih-bersih dan memilah barang untuk ‘dilepaskan’, ada rasa sayang, tapi jika sudah tidak berguna bagi kita, buat apa?
Favorit saya adalah Belajar Seumur Hidup dan Teknologi.
Ayah Desi seorang guru besar. Meski sudah mendapatkan pencapaian tinggi dalam usia dan pekerjaannya, beliau tetap belajar, karena belajar memang seyogyanya dilakukan seumur hidup. Beliau tekun belajar bahasa Jepang, membaca ketika tidak sedang mengajar.
Belajar itu menyenangkan. Makin susah pelajaran, makin memuaskan baginya. Mengajar bukan tantangan berat bagi otak beliau. Justru belajar hal yang sulit merangsang daya pikirnya. Semoga saya juga demikian.
Bab Teknologi menohok sekali. Sekarang orang begitu bergantung pada smartphone, tablet dan piranti teknologi canggih lainnya. Dulu telepon tidak portable seperti sekarang, tidak ada email, hanya ada snailmail, tapi berita tetap tersampaikan dengan baik dan komunikasi berjalan lancar. “Suatu dunia yang menganggap teknologi bukan lagi sarana, melainkan dunia yang menjadikan kita sarana teknologi: hal 70.”
Profile Image for Marina.
2,035 reviews359 followers
February 27, 2016
** Books 41 - 2016 **

3,8 dari 5 bintang!

"Suatu Penelitian menunjukkan bahwa setelah memiliki uang dalam jumlah tertentu, memperoleh lebih banyak uang tidak menjamin kehidupan yang lebih bahagia. Definisi kebahagiaan, seperti juga kesuksesan, tidak lagi bergantung pada kepemilikan materi yang sifatnya semu, melainkan pada tidak mencukupinya hal-hal yang bersifat nonmaterial" - Halaman 215


Sudah lama saya ingin memiliki buku Desi Anwar yang satu ini yang sayangnya harganya sedikit 'pricy' menurut saya dan pucuk dicinta ulam tiba ternyata iJak memiliki buku ini. Langsung ga babibu saya langsung pinjam secara digital hehe. Disatu sisi mungkin saya sudah mulai lelah dengan membaca buku-buku fiksi dan berkutat dengan kemacetan serta hingar bingar ibukota sehingga membaca buku ini membuat saya berkontemplasi pada diri saya sendiri. :')

Banyak sekali hal yang saya pertanyakan terhadap diri saya? Apakah saya sudah merasa bahagia? Apakah saya sudah belajar untuk mendengarkan orang lain? Apakah saya sudah makan dengan bijak? padahal saya tahu kesehatan saya sudah 'tidak sama' seperti yang dahulu.

Ada bagian yang paling saya suka didalam buku ini yaitu part Melanjutkan Langkah ke Depan yang berada di halaman 95

"Salah satu hal yang paling berat dilakukan dalam hidup adalah merelakan sesuatu. Karena kerelaan melepaskan sesuatu mengharuskan kita memutus keterikatan dengan masa lalu dan dengan rasa takut akan kehilangan hal-hal yang sudah bisa dan dengan identitas yang telah melekat pada diri kita"

"Namun, untuk menjalani hidup yang penuh kita harus belajar rela melepaskan dan terlepas dari masa lalu. Kita tidak dapat menjalani hidup dengan berjalan ke belakang, dengan selalu menengok apa yang sudah lewat. Alih-alih, kita perlu memandang ke depan, ke masa depan kita dan seluruh kemungkinan yang tersaji untuk kita, betapapun menakutkannya itu"

Buku ini sukses menjadikan saya 'galau' tapi dalam hal yang positif sih untuk bisa melihat semuanya dengan lebih bijak dan mengetahui sejauh mana kemampuan yang kita miliki. Selain itu saya berhasil dibikin super iri dengan kumpulan foto-foto travelling Mbak Desi Anwar yang bertaburan menghiasi setiap halaman di buku ini.. Mulai dari Austria, Nepal, India, Finlandia, Poland, Selandia Baru dll. *___*

Overall, saya menyukai buku ini karena membuat saya melakukan perenungan lebih dalam terhadap diri saya sendiri dan fotonya yang colorful :)

Terimakasih iJak untuk peminjaman bukunya
Profile Image for Hanifah .
113 reviews5 followers
September 20, 2021
Kegiatan sederhana yang terkadang tidak pernah dimaknai. Hal-hal kecil yang disyukuri dan dimaknai ternyata mendekatkan pada tujuan-tujuan yang ingin diraih. Membuat jurnal harian, menikmati teh, merawat tanaman, meluangkan waktu olahraga, berjalan kaki, menikmati keindahan alam.

Ternyata leyeh-leyeh adalah hal yang diperbolehkan untuk charger kembali energi. Memulai untuk mengurangi konsumsi gula yang ternyata berdampak positif bagi diri. Menghargai diri sendiri dengan melakukan aktivitas yang sederhana, membangun diri untuk tetap bahagia. Bahagia itu diciptakan bukan menunggu orang lain. Tanggung jawab diri sendiri untuk terus waras menjalani hidup.
Profile Image for Syifa Luthfianingsih.
250 reviews95 followers
January 5, 2020

Duduk diam di tengah kehidupan ini, saya menyadari bahwa hidup itu mungkin sama sekali bukan perlombaan, melainkan kesimpangsiuran yang menyesatkan, dan kita seringkali tidak tahu bagaimana kita bisa sampai di sana dan bagaimana cara keluarnya.



Penasaran kenapa dari sekian kota dan negara yang sudah dikunjungi, penulis hanya memasukan foto-foto dari India, Indonesia, Italia, Peru, dan Polandia.
Profile Image for Cynthia.
199 reviews17 followers
April 16, 2015
Review is also posted on Let’s Say It’s A Blog.

My sister sent this book to me last week. She insisted that I read this book right away with the other self-help reads and I wondered if she saw me as a person who’s in need of urgent help. Seriously, it’s not that I don’t like to read self-help or what. But whenever I go to a bookshop, it’s surely not a self-help shelves that I go straight too. Or when I browse for a new book on Amazon, surely it’s not a self-help related book that I put into my cart. But I don’t mind reading one as an assignment from school. So when my sister out of sudden ‘shoved’ this book to my reading list, I was a bit surprised but agreed to read it anyway.
I heard about Desi Anwar a lot before. In my eyes, she was a really successful journalist. I watched her Face 2 Face program every week attentively because she always managed to awe me with the great leaders she’d got to interview. So, I was excited to read her thoughts in a form of book.
Like the title, Desi wrote about how to lead a simple life in a world full of complex issues. I half expected it would be a cliché self-help read at first. What I did not expect was to find a really enjoyable inspiring read with lots of funny anecdotes. She picked up several simple things from our daily activities to be the topic for every chapter such as gardening, taking a walk, pets, and so on. The way she related every topic to her own experiences and in the end concluded it in a simple but meaningful life lesson was interesting. It helped that she had a funny way to deliver it into words. How when she wrote about her experience as this elementary school kid, she described it vividly along with how she felt that day. It was as if we were brought to the moment and seeing this little girl sulking over a chocolate bar. Years later this little girl, all grown-up, realized the exact meaning behind the memory and presented it here with her mature opinion to make a great closing statement for readers to think about.
Almost every chapter is my favorite but I love ‘Moving On’ best. There’s a line that I highlighted and etched in my mind. It might be a cliché saying for some people, but I found it slipping on my sleeves and slowly crept its way to my brain.
‘If, she said, after you did your best but still can’t get the result you want, then by all means, just change your mind about it. Who says you have to have it just because you want it? There are many other things that you can do as long as you open yourself up to other possibilities.’
(Moving On, p. 95-98; A Simple Life)

I just failed to accomplish something last year and until now it’s still hard for me to push the memory away from my head. Reading this, I could literally hear a voice in my head yelling the underlined sentence above over and over again. I found myself nodding my head and my heart practically made it my new mantra to move on.
This book contained a lot of trivia and useful advices. Little things that we often ignored in life, Desi brought it up and made us see them from different angle and perspective. Thus, letting us to consider rethinking our way of seeing things before making a statement about them. Oh, and I liked what she said about reading. I often read the definition of reading by lots of famous people or authors yet I found hers perfectly suit my thought!
‘The act of reading is at once solitary and yet far from lonely. A simple act that opens our mind up to complexities and unlimited possibilities; a stillness and takes us on journeys beyond our imagination.’
(The Joys of Reading, p. 92; A Simple Life)

Reading this would make you realize that life is simple, as long as you know how to exactly lead it that way. Changing your perspectives, learning from the past experiences, paying attention to little things, these very simple thing are small examples of how to do it. I read this book during my weekend, after-rain, and I found it really comforting and relaxing to read it that way. Sitting in the living room with window open overlooked the small terrace outside, the trees still dripping waters from the rain, and the breeze caressed my face slowly but steadily. This book in my lap and I felt real grateful for such a small gesture.
Read this, people, so you can share the relief I felt after reading this. It’s amazing and refreshing, really.
Profile Image for Fanandi Ratriansyah.
48 reviews3 followers
February 8, 2020
Kalau tidak salah, Desi Anwar merupakan seorang wartawan senior yang memiliki acara di televisi swasta. Tak heran jika tulisannya enak dan renyah untuk dibaca.

Aura positif benar-benar berusaha dipancarkan oleh buku ini, namun tidak berlebihan seperti kebanyakan motivator ataupun agen MLM yang kadang terlalu ngotot.

Untuk buku yang tebalnya tak seberapa, buku ini cukup mahal. Untungnya, Penulis mendapatkan diskon hingga 25% ketika membeli buku ini. Sebelumnya, buku ini sudah pernah rilis dengan edisi yang dilengkapi dengan foto sehingga harganya lebih mahal.

Beberapa bagian dari buku ini mungkin akan terasa cukup membosankan, kurang dalam, dan terlalu umum. Ibaratnya, tanpa membaca di buku ini pun kita sudah mengetahuinya.

Dari yang Penulis baca dari buku ini, nampaknya Desi lahir dari keluarga menengah ke atas. Oleh karena itu, mungkin ada beberapa bagian yang mungkin akan membuat para SJW berpendapat Desi adalah tipe orang yang tak sadar memiliki privilege.

Walaupun begitu, buku ini berhasil membuat Penulis ingin berusaha untuk menikmati hari ini secara lebih layak daripada memikirkan masa depan atau teringat masa lalu secara berlebihan yang hanya menambah beban.

Buku ini termasuk ringan dan mudah dicerna, sehingga Penulis rekomendasikan untuk segala kalangan usia. Yang jelas, buku ini cocok untuk orang-orang yang mudah overthinked seperti Penulis.

Selengkapnya: https://whathefan.com/buku/setelah-me...
Profile Image for Lina | Adlina H.
414 reviews20 followers
July 1, 2020
Finally aku selesaikan juga buku ini. Kali ini buku personal developmentnya nggak teknikal kayak buku seri law of attraction ya, tapi lebih ringan karena buku ini sebenarnya cuma bercerita mengenai pandangan hidup Desi Anwar terhadap kehidupan itu sendiri.

Desi Anwar dalam bukunya memberikan pemaparan naratif yang menarik dan tidak membosankan. Setiap babnya tidak terlalu panjang untuk dijelaskan, tetapi di halaman-halaman singkat itu selalu ia berhasil memberikan sebuah inspirasi yang rasanya harus juga sih diterapkan ke kehidupanku sendiri.

Buku ini juga lebih cocok untuk bercermin terhadap diri sendiri, mengenai kerumintan hidup yang seringnya kita sendiri yang membuatnya dipikiran, ketika kenyataan sebenarnya tidak serumit itu.

Meskipun buku ini lmaaa sekali kubaca, well.. tapi aku emang kebiasaan sih kalau buku-buku kayak gini mah kelarnya lama, belum lagi kalau buku-buku teknis marketing beeeh bisa berbulan-bulan selesainya. Bukan berarti buruk lho ya, cuma kadang aku nggak tipe sekali lahap kalau buku-buku seperti ini. Seringnya beberapa halaman itu diserap dulu, dirasa-rasakan dulu karena inikan akan berguna untuk hidup kita.

Dan lagi aku suka sih menyediakan waktu untuk membaca buku-buku bersifat pengembangan kepribadian kayak gini, karena sangat membantuku untuk keep positive thinking padahal aku sebelum-sebelumnya punya kebiasaan yang sukaa sekali khawatir dan galau. Mungkin aku terselamatkan karena belajar dari buku-buku seperti ini. So, emang sejak tahun lalu genre ini jadi genre favorit, setelah romance. kekekeke ~

Desi Anwar disini juga menunjukkan banyak hal mengenai unsur-unsur terkecil hidup yang membuat hidup bisa jadi menarik. Cara dia menggambarkan kebiasaannya minum teh setiap pagi, atau sekedar menyiapkan makanan-makanan yang sehat untuk tubuhnya, tampaknya begitu menarik. Bukan tehnya atau makanannya, tapi bagaimana ia menikmati momen-momen itu yang membuatnya sangat inspiratif.

Buku ini secara singkat menjelaskan, bahwa kita hidup ini adalah untuk menikmati semua ciptaanNya. Sesimpel itu. Jadi kalau kita hidup kok kita malah nggak bisa menikmati apapun, itu namanya bukan hidup dong.

Ngapain sih, hidup kok dibuat susah? Mungkin kasarannya seperti itu ya.

Meskipun hidup memang apa adanya, seringkali susah, tapi disini Desi Anwar membuat hal-hal rumit itu menjadi satu petualangan hidup yang menyenangkan.

Mungkin kita bukan Desi Anwar, yang sejak awal memiliki keoptimisan luar biasa akan hidup. Mungkin kita merasa hidup kita yang tidak semujur dia. Tapi bukan itu yang disampaikan Desi dalam buku ini. Ia bukan menceritakan bagaimana kondisi yang harus kamu punya untuk memiliki cara pandang hidup seperti dirinya. Tapi cukup dengan kamu mengubah sudut pandang, dan segalanya akan tampak menarik untukmu.

Buku ini sangat inspiratif.

Well, kenapa 4 bintang. Karena aku membandingkannya dengan buku-buku rhonda byrne yang sudah lebih dulu memikat hatiku sih ya.

Buku ini menarik dengan caranya sendiri, tapi seri LOA masih menjadi tolak ukurku sih.
Profile Image for Yonea Bakla.
321 reviews36 followers
December 14, 2018
Sebuah tantangan bagiku karena buku ini berbahasa Inggris. Versi bahasa bersampul kuning.
Aku suka buku ini karena penulis menggunakan metode deskripsi. Bahasanya mengalir dan mengajak berdiskusi. Seperti judulnya, hal-hal sederhana yang terlewat dijabarkan dengan apik. Tiap tema diawali dengan foto dari berbagai negara. Wajar jika harganya lumayan mahal. Buku ini full colour!

Ada berbagai tema yang diangkat, tentang Leyeh-Leyeh (Enjoy a Lie-in), Berkebun (Gardening), Teh (Tea), dan puluhan tema yang kaya pengalaman.

Bagian yang menarik tentang Membuat Album (Keeping a Scrapbook) di halaman 44. Kak Desi bercerita tentang tetangganya yang memiliki kebiasaan unik; membuat album tentang kegiatan sehari-hari, tentang perkembangan anaknya sejak lahir sampai dewasa dan hal-hal menarik lainnya. Kak Desi kemudian mencobanya.

Aku sudah melakukan hal serupa sekitar setengah tahun ini dengan aktivitas journaling. Dan, ya. Aku setuju. Mengumpulkan kenangan masa sekarang akan menumbuhkan rasa senang di masa datang.

"Until now, looking at my scrapbooks still gives me a sense of pleasure and the memories even provide me with much laughter and nostalgia for a time that is long gone." (Page 47)

Buku ini ku rekomendasikan sebagai bacaan ringan di sela kesibukan. Tidak harus membaca buku ini sampai selesai dalam sekali duduk. Baca saja 1-2 judul setiap hari dan temukan hal sederhana yang mengharukan.
Profile Image for Citra Rizcha Maya.
Author 5 books23 followers
January 5, 2018
Sangat tepat memulai tahun ini dengan membaca buku yang sangat positif. Desi Anwar menurut saya adalah panutan bagaimana seharusnya menjadi seorang perempuan.

Saya suka dengan pemikiran, perenungan, pengamatan, dan pengalamannya yang dituangkan dalam buku ini.

Bagaimana, hanya dengan; jalan kaki, menjadi anak-anak, menikmati membaca, leyeh-leyeh yang adalah hal yang sangat saya gemari ternyata ampuh untuk membuat kita merasa lebih baik di tengah tekanan kerumitan hidup yang kita buat sendiri.

Buku ini dilengkapi foto-foto dari perjalanan Desi, yang seolah mengajak kita ikut mengunjungi tempat yang pernah ia pijaki.

Buku ini sarat inspirasi. Sebuah buku yang baik dibaca bagi semua kita semua yang kadang merasa terjebak dalam rutinitas hidup yang menekan.
Profile Image for Maisya Farhati.
Author 3 books16 followers
March 15, 2018
Buku yang ringan dan reflektif, berisi tentang hal-hal sehari-hari berdasarkan pengalaman Desi Anwar. Ada beberapa bab yang saya suka. Namun, sebenarnya tidak banyak hal baru di sebagian besar isi bukunya. Pada beberapa bagian malah terasa membosankan dan terlalu common sense. Buat saya, yang cukup menyegarkan dari buku ini adalah sisipan foto-foto berwarna hasil jepretan Desi dalam berbagai perjalanannya ke berbagai negara. Dan mungkin, karena itu jugalah (hampir full color) buku ini terbilang cukup mahal dibandingkan buku-buku lain dengan ketebalan hampir sama.
Profile Image for Afifah.
409 reviews17 followers
February 16, 2020
3.5 stars.
Beberapa bagian dari buku ini 'ngena' banget buatku. Tentang tujuan hidup, tentang hobi, dan beberapa hal lainnya. Meskipun aku baca buku ini dari depan sampai belakang secara berurutan, sebetulnya buku ini bisa dinikmati secara random di topik tertentu. Dan sepertinya aku akan melakukannya kalau membaca buku ini lagi di masa depan.
Profile Image for Merenung.
29 reviews3 followers
August 8, 2022
Isinya seperti rekomendasi kegiatan-kegiatan sederhana atau gagasan dan ide untuk menyadarkan kita bahwa hidup sebetulnya indah dan layak untuk dinikmati. Saat membaca buku ini, rasanya sudah menjadi bagian dari perasaan menikmati hidup itu sendiri. Saya terus membaca dan menikmatinya sehingga tidak terasa halaman awal telah lama berlalu.
Profile Image for Aisy.
62 reviews1 follower
May 1, 2018
Aku pikir ini adalah buku tentang ajakan hidup minimalis (yang berarti sudah mindfulness) tetapi ternyata Desi Anwar menekankan mindfulness saja dalam cerita-ceritanya. Aku menikmati gaya kepenulisan Desi Anwar, enak jadi bacaan ringan. Cuma terganggu karena kelihatan sekali kalau Desi Anwar adalah orang berprivelege yang tidak menyadari privelege-nya lalu timpang dalam menilai sesuatu sehingga menjatuhkan orang-orang yang tidak memiliki privelege. Hal ini bisa dilihat terkait tulisannya tentang sakit (hal 136). Berikut cuplikannya, "...apa sih penyakit kalau bukan wujud akhir dari cara kita memperlakukan tubuh kita selama ini, entah itu lewat kualitas makanan kita, stres yang kita timpakan pada diri sendiri, kualitas pikiran kita, dan lingkungan yang kita paparkan ke diri kita?"
Padahal ada orang-orang miskin yang tidak memiliki pilihan atau akses ke makanan atau lingkungan yang berkualitas. Wah. Aku jadi curiga Desi Anwar ini percaya dengan free will.
Selain tulisan tentang sakit, tulisan-tulisan Desi Anwar lainnya memang dihiasi dengan gaya hidup menengah keatas yang mapan. Ya, memang buku ini adalah cuplikan refleksi hidup Desi Anwar. Alangkah cocok kalau judul buku ini diganti jadi "Hidup Sederhana untuk Kalangan Menengah Keatas"
Profile Image for Suci Romayanti.
19 reviews
July 12, 2016
it’s a good book from a good writer. As she explained, sometimes we worry about the past, about the future, about what other people think, about what other people don’t think, and we are afraid of falling, and so on. It is as if the only way we know we’re alive, is to worry about it. But we have to see life in different way. Life is journey that is best enjoyed when we can appreciate every little thing. Ordinary things such as reading a book, sipping a cup of tea, taking a walk, finding a passion, gardening, taking a break, appreciating nature, and even enjoying in solitude. Hence, We only need to open our mind, enjoy the show, and always be grateful. However simplify makes us truly alive.
Profile Image for Karina.
133 reviews4 followers
October 15, 2019
Buku ini menawarkan kesegaran setiap babnya menyenangkan dan penuh nasehat yang sederhana namun sangat mengena..tata bahasa mba Desi Anwar bagus sekali sekalipun buku ini ringan tapi terasa sekali bobotnya..berkualitas dan cerdas...Buku ini mampu merefleksikan beberapa pemikiran saya...jadi saat membacanya saya selalu merenung dan mengiyakan apa yang disampaikan seperti yang saya pikirkan dan rasakan...buku yang baguss ..menenangkan. merilekskan pikiran dan menambah perspektif dalam hidup ini.Untuk pertama kali baca saya kasih bintang 4 dulu ..buku ini akan menjadi buku yang akan saya baca ulang kedepannya..⭐️
Profile Image for Azhar Shukri.
46 reviews
February 21, 2023
Desi Anwar, seorang jurnalis senior menghabiskan hidupnya dengan berpindah dari satu kota ke kota lain di seluruh dunia. Hal ini memberikan pandangan menarik yang dituliskannya ke dalam buku. Ia membuka bukunya dengan menunjukkan perhatian pada hal-hal yang sering terlupakan dalam menjalani hidup.

Seharian berkutat dengan berbagai acara hingga tidak ada waktu untuk bernafas tentu sangat melelahkan. Bahkan tidak jarang jika akhir pekan juga diisi dengan agenda padat sehingga merenggut waktu istirahat. Waktu yang dimiliki habis untuk mengerjakan berbagai hal hingga melupakan kebutuhan pribadi untuk memanjakan diri.

Meluangkan waktu sejenak untuk tidak segera bangkit dari tempat tidur bukanlah suatu dosa. Anggap saja ini hadiah kecil setelah sehari-hari habis untuk berkutat dan melompat dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya. Ini adalah saat yang tepat untuk kembali merasakan eksistensi tubuh sambil meringkuk di bawah selimut, menatap langit-langit kamar dan pikiran memunculkan kembali cita-cita yang sempat terlupa.

Desi Anwar pun kerap menikmati diri dengan melakukan meditasi. Suatu ketika ia melakukan meditasi Vipassana di sebuah biara di Jawa Tengah. Selama 10 jam setiap hari, ia tidak berkomunikasi dengan siapapun baik melalui telepon seluler maupun bahasa isyarat atau kontak mata. Duduk berdiam diri sambil memfokuskan pada pikiran, meditasi ini terasa berat bagi Desi Anwar. Namun, seiring dengan berlalunya hari ia merasakan dirinya terhubung dengan alam semesta, menemukan kebeningan di dalam pikiran.

Setiap minggu ia mengganjar tubuhnya dengan pijat refleksi setelah memperlakukannya semena-mena. Duduk terlalu lama, terpapar radiasi layar komputer membuat tubuh mejadi lelah, pegal, dan kaku. Kegiatan ini Desi Anwar lakukan untuk mengisi kembali energi tubuhnya sehingga dapat beraktivitas kembali secara produktif.

Kesehatan fisik tidak luput dari perhatian Desi Anwar. Celia, ibu kos Desi Anwar memberi tantangan kepadanya untuk berhenti mengonsumsi gula selama 2 minggu. Hal ini bukan tanpa alasan. Celia yang menerapkan gaya hidup sehat menyadarkannya bahwa gula merupakan sumber berbagai penyakit seperti pembusukan gigi sampai diabetes dan obesitas. Selain itu, ia juga mengajari Desi Anwar cara membaca komposisi dalam makanan kemasan. Semakin panjang bahan yang terkandung di dalamnya, semakin tidak alami makanan yang dikonsumsi.

Dalam menjaga kebugaran tubuh, Desi Anwar tidak hanya memperhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuhnya. Ia juga menyukai jalan kaki. Ketika ia tumbuh besar di London, berjalan kaki adalah moda utama perjalanan. Baginya, paling menyenangkan adalah ketika berjalan di musim gugur, saat daun-daun berwarna keemasan berguguran. Bukan hanya menyehatkan, tapi dengan berjalan kaki, Desi Anwar dapat menikmati hal-hal kecil sepanjang perjalanan, seperti aroma yang tercium di udara, menemukan biji kacang conkers yang jatuh.

Hidup Sederhana merupakan kumpulan pengalaman pribadi, kenangan masa kecil, dan pengamatan sehari-hari Desi Anwar. Terdiri dari 53 bab yang singkat dan beberapa kumpulan foto hasil jepretannya di penjuru dunia, buku ini dapat disebut sebagai pengingat hal-hal penting yang justru terlupakan dalam menjalani hidup. Di tengah-tengah padatnya jadwal sehari-hari, kita sering melewatkan waktu untuk diri sendiri, mengasah otak tanpa batasan usia, berbagi kisah dengan sahabat, memperhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuh, serta menstimulasi diri dengan pikiran positif.

Menjaga tubuh dan pikiran tetap sehat akan mempengaruhi kinerja sehari-hari. Namun, mengapa kita tidak berbuat sesuatu untuk mewujudkannya? Buku ini menyentil keseharian pembaca melalui kisah personal Desi Anwar. Hal-hal sederhana seperti yang dilakukannya mampu mengubah cara pandang dan mencapai keseimbangan dalam menjalani hidup.
Profile Image for Aldila Sakinah Putri.
83 reviews
February 27, 2022
"Bahwa menikmati hidup secara penuh adalah dengan menjalaninya, bukan dengan terlalu memikirkannya." (Hal. 99)⁣

Kata siapa "sederhana" itu hanya soal harta benda? Desi Anwar menawarkan beberapa pemikirannya tentang arti kata sederhana yang tidak lagi sederhana.⁣

Buku non-fiksi dengan sampul kuning mencolok ini punya lebih dari lima puluh judul yang akan membawa pembaca menjelajahi dunia dengan pengalaman-pengalaman, baik ketika sekolah maupun ketika bermukim di luar negeri. ⁣

Hal ini dapat kita lihat di setiap halamannya yang full color. Terdapat beberapa fotografi menarik dari sudut-sudut negara, diantaranya: Italia, Finlandia, Austria, bahkan Machu Picchu di Peru. Waaahh … sangat mengasyikkan!⁣

Kekuatan pikiran yang menjadi fokus utama isi buku ini. Mengapa dan bagaimana cara menyederhanakan isi kepala oleh kemacetan lalu lintas pikiran di otak kita. Ya, manusia tentu saja dianugerahi kemampuan untuk berpikir tetapi beberapa ada yang menggunakannya terlalu berlebihan hingga membuat gelisah karena sibuk menerka-nerka bagaimana yang akan terjadi selanjutnya di dalam kehidupannya.⁣

Namun, Desi Anwar dan keleluasaan berpikirnya mengajak pembaca menganalogikan pengalamannya di masa lalu untuk dapat bergerak di sini, hari ini, dengan segudang kerumitan hati dan pikiran kita.⁣

Dengan membaca buku ini menyadarkan aku bahwa ternyata aku yang merasa sudah sederhana ini masih belum benar-benar sederhana dan masih harus banyak belajar lagi untuk menyederhanakan pikiran, hati tentang "arti kebahagiaan".⁣

"Kunci kepuasan bukanlah keberlimpahan, melainkan kecukupan dan kesederhanaan. Anda tidak dapat memiliki segalanya, dan memang tidak perlu begitu. Karena di mana pula Anda hendak menyimpannya? Kecuali Anda ingin membuka supermarket!" (Hal 241)⁣
Profile Image for yo.andelina.
7 reviews
September 24, 2023
Desi Anwar | 191 Hlm.
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Apa definisi bahagia menurutmu? Shopping barang2 branded? Healing keluar negeri? makan di Resto mahal? Beli mobil baru? Hey itu terlalu muluk2 kawan.. Memang bisa direalisasikan, tp butuh efforts!

Mungkin kita perlu berkaca dari cara ibu Desi Anwar meromantisasi hidupnya, bahwa kebahagiaan itu gak melulu tentang segala hal muluk2 yang kusebutkan diatas tadi. Dalam buku ini ada 53 esai yang ditulis tentang pengalaman hidup penulis, mulai dari bagaimana ia menikmati hal2 sederhana hingga mendapatkan pelajaran hidup dr pengalaman yg kurang menyenangkan yg pernah dialaminya.

Ada satu judul yg membuatku tertarik yaitu tentang "Membuat Album", bu Desi menceritakan tentang tetangganya yg hobi membuat scrapbook berisi momen2 bahagia bersama keluarganya, moment tsb ia kumpulkan sejak anak2nya kecil. Bertahun kemudian album tersebut menjadi hal sederhana yg tak hentinya membuat mereka tertawa bahagia saat mengenangnya.

Hal menarik lainnya dijudul pembuka yaitu "Leyeh-Leyeh". Sadar gak sih bahwa leyeh2 merupakan salah satu hal yg mewah dlm hdp ini? Disaat harus melakukan segudang aktivitas yg gak ada habisnya, lalu akhirnya punya waktu buat leyeh2, bukankah itu sebuah kenikmatan? Sederhana, namun jika disyukuri hal tersebut bnr2 terasa nikmatnya.

Buku ini ditulis dengan kalimat2 sederhana yg santai namun "berisi", membuat pembaca mudah menangkap makna dr setiap kisah yg penulis sampaikan. Asiknya dr membaca esai ini adalah kita bebas mau mulai membaca dr judul manapun karena memang tdk saling terkait. Menurutku buku ini cocok dibaca semua kalangan, juga buat teman2 yg baru memulai baca buku non fiksi, buku ini bisa jadi pilihan.
Profile Image for Mimimumi Book Review.
54 reviews
October 12, 2024
My full review: Instagram @mimimumi.bookreview
https://www.instagram.com/p/C_KCLrYhz...

Dari judulnya, ‘Hidup Sederhana, Hadir di Sini dan Saat Ini’, aku berekspektasi isi buku ini tentang kiat-kiat dan petunjuk untuk bisa menikmati hidup sederhana. Ternyata setelah dibaca, buku ini berisi slice of life penulis yang penuh dengan perenungan dan pemikiran mengenai arti hidup. Penulis berusaha mengajak kita untuk lebih bijak dalam menjalani hidup.

Mindfullness and enjoy the moment, kurang lebih begitulah isi bukunya.

Aku agak kesulitan menyelesaikan buku ini, karena sedikit membosankan. Padahal cuma 189 halaman, tapi butuh semingguan nyeleseinnya. Sebenernya banyak yang relate sih, bahkan sedikit banyak aku belajar mindfulness dari sini. Tapi mungkin cara penulisannya terlalu kaku bagiku. Ada beberapa kalimat yang kesannya bertele-tele, kesannya supaya kalimatnya terkesan panjang. Jadi aku butuh baca beberapa kali untuk mengerti maksudnya.

Selebihnya, buku ini cukup oke untuk dibaca kalo lagi senggang.
Profile Image for Acipa.
141 reviews12 followers
April 5, 2019
Buku ini menuliskan "tata cara" untuk menyederhanakan hidup. Di awal-awal, biasanya berupa hal yang bisa diwujudkan secara fisik, maksudku macam leyeh-leyeh, berkebun, meditasi, menjelajah museum, etc. Untuk selanjutnya mulai masuk ke dalam hal-hal yang butuh dilakukan secara psikis. Judul tiap chapternya tertera di covernya sendiri.

Sebenarnya sederhana, bahkan mungkin tanpa buku ini juga bisa saja make your own simple life, tapi kadangkala kita butuh motivasi dulu kan buat melakukannya? Tambahan ilustrasi foto juga ngasih nilai tersendiri, meski lebih banyak di antaranya berlokasi di luar negeri macam Polandia.

Tepatnya 3,5/5 sih, hehe.
Profile Image for Rheza Ardi.
32 reviews1 follower
June 6, 2019
Buku ini saya beli di sebuah bazaar buku baru2 ini. Meskipun terbitan lama, kontennya tetap relevan karena timeless. Desi bercerita tentang hikmah atau insight dari berbagai pengalaman hidupnya. Dari renungan tentang kesibukan, hingga cerita binatang peliharaan. Dari masa kecil yang menggelikan, sampai cerita keluarga yang mencerahkan.

A Simple Life dilengkapi foto2 simbolik yang bernuansa ikonis atau mewakili gambaran di tulisan yang sedang dibahas. Teks dan foto tampak tetap serasi meskipun lokasi foto dan konten tulisan kadang berlokasi beda. Membaca buku ini ibarat minum teh bareng kawan lama dan mendengarkan dia bercerita tentang pengalamannya.

Profile Image for Nathalie Indry.
53 reviews8 followers
May 2, 2021
Untuk pembaca yang sudah menamatkan bacaan - bacaan berkonsep mindfulness, tidak banyak hal yang baru. Tapi saat membacanya di awal buku ini diterbitkan dan #selflove belum merajalela, buku ini mencerahkan justru melalui kesederhanaannya.

Potongan renungan singkat dalam keseharian yang practical, easy to read dengan tulisan yang cakap. Ajakan untuk menjalani hidup dengan konsep sederhana - mudah dalam pengucapan tapi tentu sulit dalam pelaksanaan. Cocok dibaca di era super sibuk yang membuat manusianya tanpa henti memikirkan apa yang harus segera dilakukan setelah selesai mengerjakan kegiatan sebelumnya.
Profile Image for Nura.
1,056 reviews30 followers
March 25, 2017
Terkadang kita butuh jeda dalam kesibukan yang tampak tak ada habisnya. Buku ini mengajak kita merenungi apa yang sudah kita lakukan dengan hidup kita yang singkat ini. Apa kita bahagia? Untuk siapa kita melakukan semua yang telah kita perbuat?

Ada satu judul yang berkesan dan belum lama ini jg saya baca. Jalan kaki. Dengan berbagai kemudahan kendaraan, tak banyak orang senang berjalan kaki. Atau mungkin waktu yang mereka miliki terlalu berharga untuk dipakai berjalan kaki. Saya suka berjalan kaki. Saat berjalan saya jadi punya waktu untuk berpikir. Melihat sesuatu yang tak akan saya perhatikan jika saya berkendara. Memang, berkeringat setelahnya agak menyebalkan.
Profile Image for Karna Bimantara.
22 reviews3 followers
May 17, 2017
Refleksi Desi Anwar akan berbagai hal yang dialami, dihadapi di perjalanan hidup dan karirnya. Menyoroti hal beragam tentang kehidupannya dengan tutur bahasa yang sederhana dan santai.

Tapi bagi saya, banyak tema yang kurang digali secara mendalam sehingga terkesan mengambang di permukaan. Saya tidak tahu apakah itu strategi dari Desi untuk menggali sesuatu dan menceritakannya secara ringan saja ataukah keengganan dari Desi untuk mengulik lebih dalam padahal dengan kapasitas yang dia punya, saya yakin Desi bisa melakukan eksplorasi dan elaborasi cukup subtil untuk tema-tema yang dia angkat.
Profile Image for Dyaread.
35 reviews7 followers
February 9, 2021
Buku ini disajikan berdasarkan pemikiran dan pengamatan penulis lewat pengalaman, kenangan masa kecil dan renungan atas kesehariannya. Ada sekitar 40an judul di buku ini. Setiap judul punya esensi tersendiri. Banyak banget yang related sama kehidupan aku. Nggak ah, aku rasa ini bakal related sama semua orang. Topik yang diangkat penulis justru merupakan keluhan manusia pada umumnya.⁣

Sederhananya pemaparan yang disuguhkan penulis nggak menuntut aku untuk terlalu berpikir keras saat membacanya. Persis judulnya. Sub judul yang aku suka itu tentang sahabat. Topik yang sangat dekat dengan keseharian kita. Dimana definisi sahabat itu adalah yang tidak menghakimi dan membuat kita bebas dari ketakutan akan ditolak. Mendukung kepentingan kita, bukan malah mengedepankan harapan semata. Hal menarik lainnya yaitu di setiap sub judul selalu diselingi hasil tangkapan foto dari penulis yang juga seorang jurnalis ini. Fotonya ini jadi penyeimbang saat membaca agar tidak jenuh.⁣

So yaa, bacaan yang begitu bagus ini sangat aku rekomendasiin buat kamu. Entah itu kamu yang merasa lelah dengan hidup yang rumit atau merasa tidak puas dengan yang namanya hidup. Highly recommended 👍
Profile Image for Tenni Purwanti.
Author 5 books36 followers
June 27, 2020
buku tipis tapi bacanya hampir dua bulan. kenapa? karena buku ini memang bukan untuk dibaca cepat. Ritmenya memang lambat dan lebih enak dibaca satu bab per hari (ada 50-an bab pendek-pendek). Buku ini enak dibaca setelah seharian kerja atau menikmati weekend yang santai. Terasa seperti sedang duduk minum teh dan mendengarkan Desi Anwar bercerita di depan kita. Buku yang menenangkan. Sederhana, seperti judulnya.
Profile Image for hufflepuff.
5 reviews2 followers
January 20, 2022
Sebuah buku tentang kehidupan penulis yang selalu berpindah dari satu negara ke negara lain serta memetik nilai hidup darinya. Awal tahu buku ini dari rak buku di perpus kampus dan tertarik dengan judulnya. Saya bertanya-tanya bagaimama itu hidup sederhana? Buku ini membuat saya merasa tenang dan nyaman. Font tulisan, hasil foto yang menyejukkan, serta narasi yang tidak berlebihan sangat saya sukai.
Profile Image for Rachel Kaloh.
64 reviews
December 14, 2022
Mungkin karena sudah baca OFFLINE lebih dulu, jadinya begitu baca ini rasanya seperti re-reading kisah hidup penulis, tidak segreget saat baca buku sebelumnya. Tapi buku ini sangat tepat untuk dinikmati bila sedang ingin rekoneksi dengan diri sendiri. Waktu itu saya baca ini ketika sedang isoman, jadinya pas banget dengan keadaan diri yg sedang lemah, tapi disuguhi bacaan yang self motivating. Buku ini jadi salah satu remedies saat itu 😊
Profile Image for Dian.
6 reviews
November 3, 2017
Awalnya, saya ingin melihat sisi lain penulisan sebuah karya dari seorang jurnalis itu seperti apa. Apalagi, hal itu mirip cermin bagi mereka yang memiliki profesi yang sama. Hingga akhirnya, saya memilih Desi Anwar sebagai sosok favorit jurnalis senior. Setelah saya buka " HIdup sederhana", ternyata memang tertuai kata- kata yang memang gaya jurnalis banget.
Profile Image for Zera Putrimawika.
54 reviews9 followers
December 28, 2018
Tak menyangka seorang Desi Anwar bisa menulis serenyah dan sejujur ini. Dari buku ini, jadi tahu betapa sederhananya kehidupan seorang jurnalis hebat sekaliber Desi Anwar. Lucunya, nama besar yang diraihnya saat ini, tak lepas dari masa kecilnya yang unik dan sedikit rumit. Percayalah, banyak sisi lain dari Desi Anwar yang terkuak melalui buku ini dan membuat pembacanya tercengang!
Displaying 1 - 30 of 115 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.