Kok, saya nyesel ya baca novel ini? T.T
Saya cukup berekspektasi tinggi awalnya untuk novel ini, tapi apa yg saya dapat? Kecewa berat!
Saya berjuang keras untuk menyelesaikan membaca novel ini, karena di awal2 cerita aja, udah ngeselin. Apalagi tokoh utama cowoknya, si Aga, dia banyak omong dan lebay, jauh sekali dari tipe tokoh fiksi cowok kesukaan saya. Oke maaf sepertinya ini sangat subjektif.
Tapi, selain cowoknya yg saya nggak suka, alurnya pun menurut saya kurang greget. Saya kaget waktu Aga sama Aira bilang kalau mereka udah sama2 jatuh cinta. Menurut saya itu agak terlalu cepet, seharusnya proses mereka untuk bisa jatuh cinta itu lebih dideskripsiin. Terus soal konflik, ini lebih nggak greget lagi. Feel nya nggak dapet, Aira kayak lempem aja gitu, padahal mengetahui suami sendiri punya anak dari cewek lain, apalagi diluar nikah seharusnya itu bikin sakit hati banget, emang sempet ada sih Aira bilang dia kesel dan sakit hati, tapi kayak cuma sekeliwet aja, feel nya sama sekali nggak dapet.
Ada beberapa adegan yg gak terlalu penting juga menurut saya, kayak soal Zaky sama Tia, dan Bastian yg dijodohin. Penambahan POV3 saya juga kurang suka, kalau untuk Hana sih nggak apa2, tapi untuk menceritakan tentang kehidupan Aga atau Aira, menurut saya itu nggak perlu, POV1 bergantian saja sudah cukup.
Penulis banyak menampilkan lelucon2 dan tingkah2 konyol tokohnya di novel ini, tapi maaf saja saya nggak ketawa *apaini,-*
Saya juga cukup terganggu dgn huruf kapital di mana-mana, itu capslock ny jebol apa gimana?, saya tahu itu menandakan kalau tokohnya sedang berteriak, tapi kalau kebanyakan kayak gitu, ganggu banget diliatnya, bagi saya sih. Menurut saya cukup beberapa kali aja pake capslock, sisanya cukup tanda seru aja.
Tapi saya suka tuh bagian Aira yg mencoba memposisikan dirinya sebagai Hana, dan melihat sudut pandang dari wanita itu, mengajarkan kalau kita jangan hanya melihat dari sudut pandang diri sendiri, tapi juga dari sudut pandang orang lain. Novel ini juga cukup banyak mengajarkan bagaimana membina rumah tangga yg baik dan benar(?) itu menambah poin plusnya.
Maaf cuma kasih 1 bintang, karena jujur dari karakter, alur, dan esksekusi konfliknya, saya kurang suka. mungkin memang bukan selera saya.
Semoga di novel-novel mbak Merry Maeta berikutnya bisa lebih bagus yaa! ^^