Jump to ratings and reviews
Rate this book

Hujan Matahari

Rate this book
Hujan dan matahari adalah perpaduan yang unik, saling bergantung, menjadi sebab dan akibat. Hujan dan matahari memaksa orang berlindung di balik tempat-tempat teduh. Kecuali orang-orang yang berani menghadapi dingin dan terik.
Bagaimana bila hujan itu berbentuk cahaya matahari. Dimana sinarnya seperti tetes-tetes air, tidak lagi hanya memberikan kesejukan tapi juga menerangi. Tidak ada lagi cerita hujan dengan mendung gelap. Tapi hujan dalam suasana yang cerah.

Hujan matahari lahir sebagai sebuah tetes-tetes perenungan. Dikemas dalam tulisan-tulisan yang beragam. Bermaksud memberitahu bahwa hidup ini sungguh menyimpan banyak pembelajaran. Setiap orang menjadi hujan sekaligus matahari bagi orang lain. Datang ke dalam hidup seseorang untuk memberikan pembelajaran. Pergipun memberikan pembelajaran.

Selamat berhujan-hujanan.

204 pages, Hardcover

First published January 1, 2014

154 people are currently reading
2050 people want to read

About the author

Kurniawan Gunadi

10 books349 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
577 (45%)
4 stars
493 (39%)
3 stars
125 (9%)
2 stars
35 (2%)
1 star
33 (2%)
Displaying 1 - 30 of 136 reviews
Profile Image for Lanina Lathifa.
21 reviews21 followers
October 3, 2014
Alhamdulillaah, sudah merasakan bagaimana rasanya ke-Hujan-an Matahari. Payungnya emang payung khusus nih. Payung perasaan. *eaaa*

Hujan Matahari adalah antologi kontemplasi yang ditulis oleh laki-laki, tapi well noted banget buat perempuan. Nahloh. Yah semoga menjadi bahan perenungan buat sesiapa yang membacanya. Termasuk saya. Semoga saya bisa mengambil pelajaran dari tetes-tetes Hujan Matahari.

Hujan Matahari itu horor. Soalnya tulisannya kayak ada efek jerit-jerit minta diquote semua. Parah kan? Nah, ini adalah beberapa bagian terhoror dari buku ini. Jleb nyes-nya keterlaluan. *lebay saya ga kalah horor*

"Ada banyak cara mengawali pertemuan. Dan Tuhan memiliki seluruh caranya."

"Mereka yang tidak berani berkomitmen adalah mereka yang berencana meninggalkanmu sewaktu-waktu."

And somehow,

"Setiap orang menjadi hujan sekaligus matahari bagi orang lain. Datang untuk memberikan pembelajaran, pergi pun demikian."

Akibat pernyataan itu, saya pun bertanya-tanya. Kelak, jika kamulah Hujan Matahari itu, sudahkah mempersiapkan payungnya sekalian? Biar saya ga perlu repot dan takut basah kuyup.

Kamu, iya kamu, yang entah siapa.

*eaaak, kemudian ketiban gagang payung*
3 reviews30 followers
September 10, 2014
Yang ngarang dapet ide darimana sih? Dia bahkan bisa melihat 'partikel debu' kejadian sehari-hari kita dengan jelas. Ringan, islami, tidak menggurui, bahkan membuat kita serasa pengen menghajar diri sendiri. Hahaha
Profile Image for Purbaningsih Sashanti.
1 review
September 13, 2014
its one of the books that i would never finish reading. i read it. and re-read it. and read it again. sometimes i skip some part because it felt to real..
this book is nice, written with casual yet firm style of Kurniawan Gunadi. He addresses personal matters and common issues without us feel being dictated or lectured by someone. He clearly has a good understanding, wide and depth knowledge, yet he didn't make this book to 'wow'ed people. He genuinely write it from his heart, and that is where this book will *hopefully* belong to, the reader's heart.
i envy the 'cautious' lifestyle that is underlined by the 'I' and the 'Hujan' character. This book makes me reflect on my own experiences in life, and how sometimes I want to do something accordingly to my belief, but I'm too scared to be that person, I'm afraid of rejection.
This book gives me hope, that you can be whomever you want, and still accomplish dreams that you're chasing right now.
this book gives smiles, and blushing (if ever...my skin is too dark to reveal a slight cute rose-cheek-like-manga-charachter) every time the 'I' speak softly about love and feelings.

'bepergian denganku' is by far my favorite chapter.
happy reading!
Profile Image for Siti Robiah A'dawiyah.
174 reviews23 followers
April 29, 2015

Hujan Matahari adalah buku kumpulan cerita dan prosa karya pertama dari Kurniawan Gunadi. Beberapa cerita dalam buku ini pernah diterbitkan secara online dalam tumblr. Hujan Matahari bisa dibilang berisi sekumpulan kisah perenungan manusia mengenai cinta dan Tuhan. Saat membaca buku ini, pembaca akan disuguhi kisah-kisah yang manis dan unik. Bisa juga dikatakan buku ini semacam buku motivasi atau self-help. Kebanyakan cerita adalah tentang hubungan perasaan laki-laki dan perempuan. Semisal kisah Para Pencuri.
Dalam Para Pencuri, ada tokoh aku yang berkali-kali mencuri dari seorang ayah. Lalu si tokoh aku mulai bercerita mengenai momen saat ia dan seorang perempuan yang ia cintai melewati perjalanan dalam hujan untuk bertemu si ayah.

Sengaja aku tidak membawa jas hujan agar kita hujan-hujanan berdua, romantis sekali pasti.


Tokoh aku mencuri dari ayah si gadis. Jadi, nyatanya si aku ini adalah seorang suami yang merasa ia adalah pencuri yang mencuri berkali-kali setiap ia berkunjung ke rumah mertuanya. Ia bersama sang istri akan menengok ayah mertua secara rutin dan setiap kali mereka berpisah, si aku merasa ia telah mencuri dari ayah si istri karena membawa si istri ikut bersamanya untuk pulang ke rumah mereka. Cerita yang sederhana, tapi ditulis oleh penulis dengan gaya bahasa mendayu-dayu.
Kisah lain tentang perasaan seorang anak negeri tertuang dalam Hikayat Kampus Gajah. Di dalamnya dikisahkan ada sebuah kampus yang favorit yang menjadi tujuan setiap gajah. Dan setiap tahun kampus ini meluluskan banyak gajah yang berpendidikan. Gajah ini akan dilepaskan ke hutan belantara yang rumit. Tapi, saat ini sudah tak banyak gajah yang memilih ke hutan belantara. gajah-gajah ini lebih memilih untuk pergi ke tempat sirkus atau justru kebun binatang.

Namun, urusan ini menjadi sangat memperihatinkan. Beberapa tahun belakangan ini, banyak sekali gajah yang merasa tidak sanggup bahkan sejak jauh-jauh hari sebelum kelulusannya untuk kembali ke hutan belantara.


Interpretasi dari kisah ini kurang lebih menceritakan keadaan para generasi muda yang telah menempuh pendidkan tinggi. Banyak dari mereka yang lupa untuk berbakti kembali di kampungnya sendiri. Di negerinya sendiri. Kisah ini cukup sebagai tamparan pada generasi muda Indonesia bahwa ada baiknya untuk tetap berbakti pada negeri sendiri, mencintai Indonesia bagaimanapun dan dimana pun mereka bekerja.
Banyak rasa saat membaca buku ini. Ada kisah galau, sedih, rindu, pengorbanan, jatuh cinta, masa lalu, semuanya penulis ramu dalam cerita dan prosa pendek. Kisah dalam buku ini juga seringkali diakhiri dengan perenungan tentang hubungan manusia dengan Tuhannya. Tentang bagaimana ia tetap menjalani hidup sebagai manusia baik galau atau tidak tanpa melupakan Tuhan dan batas yang dibuat Tuhan. Seperti dalam kisah Kamu Baik, Masa Lalumu Tidak. Cerita ini berkisah tentang penyesalannya tentang masa lalu, harapan masa depan, dan bagaimana hal ini dipicu oleh seorang gadis shalehah.
Full Review


Profile Image for Muhammad Hanif.
3 reviews2 followers
June 9, 2015
"Aku bukan pilhan, aku adalah tujuan."

Buku ini sangat menarik. Membaca tulisan di buku ini seperti berbicara dengan semesta. Kurniawan Gunadi menangkap fenomena dan peristiwa alam kemudian menerjemahkannya dalam kata-kata yang indah.

Awalnya saya melihat tulisan Kurniawan Gunadi di tumblr kawan-kawan lalu kemudian membaca laman tumblr pribadinya. Saya suka dengan sudut pandangnya dalam mengartikan dan ketika merangkai kata. Hingga akhirnya mas Gunadi menerbitka karya Hujan-Matahari ini, saya tidak ragu menyukainya.

Beberapa teman mengatakan kalau tulisan mas Gunadi ini membuat galau dan efek negatif untuk semangat kita. Setelah saya baca, saya tidak setuju. Justru tulisan nya berefek positif. Adalah tentang kita memaknai hidup, menghargai sesama, dan pemahaman-pemahaman bagaimana mengelola perasaan dan diri kita.

Karya kumpulan prosa dan cerita ini mengajak kita merenungi bahwa alam begitu menyimpan banyak pelajaran serta hikmah. Hanya terkadang kita terlalu abai dengan itu semua. Sehingga hikmah yang senantiasa tersebar seolah tak berarti apa-apa bagi hidup kita.

Dan saya suka dengan kalimatnya; Bahwa hidup ini sungguh menyimpan banyak pembelajaran. Setiap orang menjadi hujan sekaligus matahari bagi orang lain. Datang ke dalam hidup seseorang memberikan pelajaran. Pergi pun meninggalkan pelajaran.

Selamat menyesap makna, selamat berhujan-hujanan.
Profile Image for Nurul Inayah.
118 reviews12 followers
January 6, 2015
Penulis yang berhasil itu, yang membuat pembacanya bilang "akkkk ini gue bangett" menurut saya begitu. Dan Kurniawan Gunadi berhasil. Siapa sih Kurniawan Gunadi? Dia blogger penulis buku berjudul Hujan Matahari berupa kumpulan cerita dan prosa yang bersumber dari tumblr blog nya. Biasa? Iya, nulis buku dari blog atau tweet kan biasa sekarang. No...mana bisa saya bilang biasa, kalau saya rela beli bukunya yang limited karena masih self publishing meskipun saya adalah followers tumblr nya sehingga bisa baca tulisan dia kapanpun.
Sengaja lambat-lambat bacanya, sambil ditulis hal-hal yang pentingnya. Iya,,,saya tulis ulang pakai tulisan tangan biar gampang kalau mau dibaca lagi.
Profile Image for Nusrah.
25 reviews26 followers
January 9, 2015
Membaca hujan matahari seolah-olah membaca diri sendiri. Penulis seperti tahu membaca riak jiwa siapa sahaja. Ketika meniti tiap abjad ada sahaja yang aku bisikkan. "Ini yang aku rasakan sekarang." "Ini sebenarnya yang aku mahu bilang." "Ayat ini memang terkena dekat aku." "Kenapa penulis begitu dalam jiwanya?" Ya, begitu.

Paling aku suka; Ada Rasa Pada Kata-Kata (halaman 193)
Profile Image for Ratih.
20 reviews3 followers
September 6, 2014
Bukunya keren, menurutku sih, sukses mengingatkan atas kehilapan hehe. Ringan tapi serius. Waktu bacanya senyum-senyum sendiri. Rasanya, 'aku banget'

Barakallah masgun :)
Profile Image for Septi.
13 reviews20 followers
October 7, 2018
Buku karya Kurniawan Gunadi yang selesai pertama dibaca. Baca masing masing cerita sesudah itu buat tahan nafas kemudian baru lanjut baca lagi. Bagus, kata - katanya luar biasa jauh dari kesan murahan..
Profile Image for Joe Satrianto.
35 reviews3 followers
February 10, 2017
Kata Septri, ini buku tentang ta’aruf. Aku, sih, nggak suka melakukan dikotomi bahasa. Buatku, hubungan pra nikah – bagaimanapun modelnya – ya kusebut aja “pacaran”, biar gampang.

Tapi jebul isi buku ini nggak cuma itu aja. Banyak pula tentang pandangan hidup lainnya. Sayangnya, buatku, pandangan si penulis ini terlalu pasif menjurus negatif. Macam orang yang (ekstrimnya) nggak mau berusaha tapi kepengen semuanya langsung datang di hadapannya, misalnya ini:

"Percayalah, hidup di luar dirimu tidak pernah baik-baik saja. Jika kamu bertemu teman-temanmu yang tampak begitu ceria, mereka hanya tidak ingin orang lain tahu mengenai masalah mereka. Disimpannya rapat, ditangisinya kala sendiri di malam hari kesepian."

Aku nggak cocok!

Ketimbang memaksakan diri berburuk-sangka orang lain sama menderitanya, kenapa nggak nyoba nanya dan belajar ke mereka, bagaimana supaya bisa bahagia terus?

Lanang, kok, nangisan? Nangis, kok, nggolek konco? Nggolek konco, kok, mekso? Masak kalau hidup ente menderita maka aku harus sama nelangsanya kayak ente?

Aku sendiri, sih, memang penikmat filosofi pertahanan terbaik adalah menyerang. Karenanya aku nggak suka sama sepakbola pasif ala Helenio Herrera
Profile Image for Qoriatul Alimusa.
1 review
September 26, 2014
Buku ini banyak memberikan pemahaman yang baik bagi saya :)

banyak cerita-cerita yang sarat akan nasehat di dalamnya, seperti cerita "Benang Layang-Layang" "Dialog" "Suatu Sore Di bawah Pohon Randu" "Nilai-Nilai Dan Perempuan" "Akar" "Mencintai Kehidupannya" "Pengembara" "Pangeran Ibunda Ratu" dan cerita "Perjuangan”

Ada juga cerita tentang “Keyakinan” seseorang yang mencintai seseorang yang telah memiliki kekasih namun tetap bertahan, mendoakan, dan berupaya menyelamatkan cintanya menuju kebaikan, “Aku ingin menyelamatkannya dan bisa bersama-sama dengannya ke surga, gadis sebaik itu tidak sepantasnya mendapatkan murkaNYA,” ujarnya tulus.

selain itu ada juga tulisan tentang “Kamu Baik, Masa Lalumu Tidak” yang seakan-akan berbicara, "Jika kamu mencintai dia, ceritakanlah masa lalumu dengan lengkap" "bila benar dia perempuan yang baik, dia akan melihat masa depan" dan menerimamu, "sejauh kamu memang benar-benar beritikad baik" untuk memulai masa depan bersamanya "(karena sungguh) Perempuan (lebih) suka dengan laki-laki yang datang dan membicarakan masa depan, bukan masa lalu"

serta "Kisah Yang Tersemat Pada Sebuah Kamera Tua" yang menceritakan tentang seorang ayah yang rela menjual kamera tuanya (satu-satunya benda kesayangan miliknya) untuk dijual demi kebahagiaan putri kecilnya, "Masa depan dan perasaan Nisa lebih berharga daripada sebuah kamera" ujarnya parau kepada istrinya. Duhai, meleleh saya membacanya.

dan seperti perempuan pada umumnya, (yang katanya peka, sensitif, dan gampang terharu), entah mengapa mata saya sulit lepas dari kisah-kisah:
"Bepergianlah Denganku"
"Para Pencuri"
"Perempuan Di Ujung Senja"
"Bumi dan Bulan"
"Penawar(an) Hidup"
"Setiap Peminang Anaknya Adalah Perampok"
"Surat"
"Ditunggu"
"Rendra"
"Lima Waktu"
"Laki-Laki Yang Menunggu Hujan"
"Diam-Diam Peduli" dan (SEMUA) tulisan di bab "reda"

meskipun sempat terhenti di bab "gerimis" dan mulai kembali membaca beberapa hari kemudian. (Ternyata) isi buku ini memang luar biasa! Semua ceritanya unik dan menimbulkan kesan tersendiri bagi saya. Ditambah lagi cerita-cerita yang ada di buku ini memang seperti cerita-cerita di kehidupan nyata. yang kadang bikin naik, kadang bikin turun, kadang membuat kita tertawa, kadang malah bikin kita menangis, 'meleleh' dan terharu.

Secara garis besar, buku yang memuat kumpulan 120 cerpen dan prosa pendek karya Kurniawan Gunadi (Mas Gun) ini terbagi menjadi 3 bab yakni; gerimis, hujan dan reda. ketiga bab ini (seperti) membentuk sebuah satu kesatuan. membacanya membuat saya seperti sedang (ke)gerimis(an), lalu tiba-tiba saya (ke)hujan(an). setelah basah kuyup (ke)hujan(an), tiba-tiba saya takjub sendiri karena saya tiba-tiba melihat pelangi!

waw. seru sekali rasanya.

Jadi,
apa kamu sudah membaca bukunya dan merasakan sensasinya?

Selamat hujan-hujanan. :)
Profile Image for Farah Fitria Sari.
228 reviews10 followers
December 30, 2015
4.5

Gue pikir buku ini bakal semuanya berisi lirik dangdut; lembar-lembar pertama mengisahkan perasaan pemuda (kemungkinan besar sang penulisnya sendiri) kepada seorang perempuan yang dia suka... mungkin bahkan cinta. Amboi nian, gue pikir buku ini pas banget buat orang-orang cem gue, mahasiswa-mahasiswa tingkat tengah yang pengen nikah aja hahaha *huft*

Tapi tunggu dulu, setelah masuk ke bagian kedua, Hujan, mulai banyak insight dateng. Dan menurut gue insight-insight masnya ini bisa gue korelasiin sama pikiran gue sendiri... maksud gue adalah: apa yang sering gue pikirin di kehidupan gue itu sejalan sama insight masnya. Insight masnya gue akui lebih lengkap, banyak banget tambahan yang bisa gue masukin ke kehidupan gue ... yang pas gue baca buat pertama kali dari buku ini ada rasa terperanjat mirip momen eureka buat aspek intrapersonal diri gue.

Dan lagi tulisan masnya yang bukan merupakan cerpen atau novel, melainkan sesuatu yang mirip tulisan di blog, ngebuat gue jadi ngerasa buku ini easy reading; mudah dicerna. Buku ini salah satu buku yang re-readable menurut gue, cocok dibuka sewaktu-waktu kalo sempet.

Parah, buku ini tuh ck bagus banget. Rasanya gue makin nyaman dengan diri gue, kesendirian gue, keresahan, dan bahkan kesedihan gue setelah gue baca buku ini... dan gue mulai lebih paham tentang konsep jodoh. Di buku ini gue rasa jodoh itu nggak disinggung secara galau, tapi secara seharusnya: bahwa jodoh itu fungsi yang punya parameter tertentu yakni waktu (t), kesiapan diri (s), dan doa diam-diam (d) yang bisa ditulis f(t, s, d).

Gue suka banget bagian yang Ikut Campur, karena gue jarang ngerasa ada orang yang mau ngakuin kalo di dunia ini orang-orang yang suka ikut campur itu seringnya kelewat batas dan bahwa hal ini bisa memengaruhi hidup orang yang diikutcampuri lebih dalam dari yang bisa dipikirkan.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Prinska Sastri.
86 reviews7 followers
September 15, 2014
It's too awesome. Saya yang lagi masa transisi yang tengah meraba-raba menapaki jejak bernama kehidupan ini cuman bisa speechless begitu baca buku ini. Saya menyebut proyek buku ini adalah proyek dakwah, menyampaikan sudut pandang kehidupan dalam Islam yang notabenenya di kisahkan dengan berat, tapi lain dengan buku ini. Saya cuman bilang, complicated. Perasaan saya di campur adukan dalam buku ini.

Buku inipun menguatkan, saya yang lagi mencoba belajar prinsip dan sedang belajar terus mendalami apa itu ikhtiar, apa itu berserah diri, di buku ini di kupas semua. Salam untuk penulis bukunya, bukunya bagus, jangan berhenti berkarya yah :)
Profile Image for Eka Putra.
10 reviews2 followers
October 18, 2014
Hujan dan Matahari. Suatu hal sederhana yang dianggap biasa saja bagi kebanyakan orang. Tapi ditangan Kurniawan Gunadi, hujan dan matahari memiliki beribu cerita menarik. Cerita yang akan mengantarkan kita pada banyak pencarian, banyak harapan, dan cinta dalam kehidupan kita. Hujan Matahari kumpulan cerita dan prosa. Cerita yang mengantarkan kita pada masalah dan dilema sehari-hari yang kita rasakan. Membuat saya tersadar akan banyak hal. Bubuhan cerita yang bersatu dengan nuansa sang pencipta selalu hadir pada tiap cerita. Saya menyenangi cerita pada Hujan Matahari, menyentakkan hati setiap membaca kalimat-kalimatnya.

Profile Image for Heni Trisnawati.
24 reviews
December 8, 2014
Gila.... mas gun, entahlah efek saya speechless mungkin setelah nerima paketan buku hujan matahari kemarin sore(dan buku ini cuma bisa diorder langsung ke penulisnya tidak dijual bebas) .Setiap membaca lembaran lembarannya seperti membaca kisah kita sendiri, seperti membaca peristiwa peristiwa yang sedang atau pernah kita alami.Saya sampe bingung segitu ngertinya mas gun sama perempuan, seakan akan pernah mengalami semua kisah itu.... good job. Tak cuma itu di buku ini juga dirinci prosa prosa dan cerpen tentang Yang Menciptakan kita tentang Nya, tanpa bermaksud menggurui namun justru sangat mengena dan sekali lagi tidak salah jika saya memberikan bintang lima untuk buku ini
Profile Image for Unga Fitriani.
1 review1 follower
September 8, 2014
Baru pertama kali beli buku indi, karena dari awal udah suka sama blognya kurniawangunadi.tumblr.com jadi pas ada versi lengkapnya gak ragu buat beli.

walau beberapa udah diposting di tumblr, tapi bagian lain yang belum diposting ini yang bikin bukunya jadi lebih kaya lagi.
karena bentuknya prosa per judul, buat pembaca gak bosen nungguin endingnya. kalimatnya sederhana , mudah dicerna dan diresapi dalam hati.jadi gak perlu mikir panjang untuk ngerti pesan dari prosanya.

pokoknya recomended untuk dibaca, banyak hikmah yang bisa diambil ;)
28 reviews
December 19, 2015
Buku yang gombal, tapi hei, gombal tidak selalu berkonotasi negatif.

Penulis melakukan pemetaan detail kehidupan manusia (terutama kaum Adam) yang mulai memasuki awal kepala 2.

"Jadi, ketika kamu bertemu dengan orang lain dan kamu merasakan potensi energimu bergerak hingga bisa mencapai titik optimal, aku merasa kamu pasti akan sangat menyayangkan untuk melewatkan orang tsb berlalu begitu saja" (h.148).
Profile Image for Kurdiyan.
5 reviews1 follower
April 20, 2015
Ada waktu di mana Kamu hanya bisa semnyum-senyum sendiri sambil sesekali mengernyitkan dahi mengakui bahwa apa yang ditulis oleh Mas Gun adalah sama persis dengan apa yang Kamu rasakan. Penulis baru telah dataaang
Profile Image for Ayuningtyas.
76 reviews16 followers
December 23, 2015
(Udah ngetik review trus belum ke-publish tiba2 ilang tuh bikin kzl dan males review lagi. Nantilah.)
Profile Image for Aulia Triutami.
54 reviews3 followers
August 25, 2021
Review Buku

Hujan Matahari (+206hlm)
Penulis: Kurniawan Gunadi
Penerbit: CV IDS (Cetakan ke-9 2019)

6/30
"Tahukah kita? Diri kita dan apapun yang kita miliki adalah hal yang paling baik untuk kita. Bukan untuk orang lain. Apa yang dimiliki orang lain, itu yang terbaik untuk mereka. Bukan untuk kita. Seandainya kita paham konsep kecil ini, kita tidak perlu iri hati. Sayangnya, di antara kita saling membandingkan. Lalu menyakiti diri sendiri"

Hujan Matahari adalah buku pertama karya Kurniawan Gunadi. Dan buku yang baru saja saya tuntaskan ini cetakan ke 9 dengan tampilan barunya. Padahal beli nya udah lama. :))

Sama seperti karya Mas Gun sebelumnya yang udah saya baca, tiap bagian nya memiliki nama yang unik juga bahasa penulisan dan isi pesan yang hampir sama dengan Lautan Langit. Ada tiga bagian dari buku ini. Gerimis, Hujan dan Reda. Yang berisi kumpulan cerita pendek dan juga prosa.

Keren sih Mas Gun ini, bisa memahami perasaan perempuan dibanding perempuan sendiri. Bahkan tiap baca, aku selalu bergumam 'iya jg ya' , 'eh bener pisan' 'halah gua bgt ini mah'. Entah kenapa bisa begitu. Mungkin karna tulisannya banyak yg memihak perempuan.

Oiya, dari sekian banyak cerita, "Benang layang-layang" menjadi cerita favorit saya. Sedikit cuplikan dari "Benang layang-layang"

"Kau tahu putriku sayang, laki-laki adalah layang-layang dan perempuan adalah benang. Tanpa perempuan, laki-laki tak akan menjadi apa-apa. Di balik ketinggian dan kesuksesan laki-laki, ada kita. Putriku, jadilah benang yang berkualitas baik. Buatlah layang-layangmu kelak terbang setinggi-tingginya. Krna setinggi apapun dia terbang, dia akan selalu terikat olehmu dan akan bergantung denganmu..."

Aaaaahhh.. keren deh pokoknya. Bagiku, buku ini gak bisa tamat dalam sehari. Karna terkadang tulisannya menyadarkan saya dan kadang memotivasi diri. Jadinya, tiap baca yg jleb jleb gitu langsung udahan gamau lanjutin baca wkwk.

#oneweekonebook
#owob
#bookreview
#arareviewbuku
#hujanmatahari
#Ara🦁
Profile Image for Anis Suryani.
8 reviews
March 3, 2022
📚 Judul: Hujan Matahari
🖊️ Penulis: Kurniawan Gunadi
🖨️ Penerbit: CV IDS
📖 Tebal: 195 halaman
📆 Tahun Terbit: 2014
🧕🏻 Reviewer: Anis Suryani

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂

Hujan Matahari, memiliki memori tersendiri saat masih duduk di bangku kuliah. Saat hati masih galau-galaunya mencari, galau-galaunya menjaga diri. Membaca lembar demi lembar yg selalu menggelitik dan juga menampar keseharian kita.

Hujan matahari terdiri dari 4 bab: sebelum hujan, gerimis, hujan, dan reda.
Pada dasarnya, buku ini merupakan antologi dari tulisan2 sang penulis yg berserakan di tumblr waktu itu. Beliau kumpulkan, dan dilayout sedemikian sehingga bisa menjadi Hujan Matahari.

Buku ini sangat cocok untuk seseorang yg suka mencari jati diri, mencari sikap yg tepat, baik perempuan maupun laki-laki, salah satunya juga untuk saling sabar, saling mengerti, saling menjaga sebelum saling dipertemukan. Dibaca oleh perempuan yg sudah menikah pun masih sangat cocok, akan membuat baper sendiri dan merasa sangat beruntung karena sudah diperjuangkan, sudah dijadikan tujuan oleh laki-laki nya. Hihiw

Selamat bahagia dan bersyukur 🥰🥰


🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂
Profile Image for Dzamutii.
7 reviews
February 26, 2025
Baca Hujan Matahari diawal tahun mungkin adalah keputusan tepat untuk yang sedang menyusun ulang rencana hidupnya.

Hujan Matahari berisi kumpulan cerita sederhana yang terbagi dalam tiga bab dan tidak saling berkorelasi. Sebagian cerita terasa menyentuh, menenangkan, dan membuat pembacanya merefleksikan diri, ada juga yang mengesalkan. Gaya kepenulisannya mengajak pembaca menyelami kehidupan lebih dalam, sehingga ada sebagian cerita yang kurang begitu dimengerti dan perlu dibaca ulang hingga menemukan hikmah/'AHA moment' dari ceritanya.

Buku ini akan selalu dibawa ke mana-mana karena sebagian ceritanya mencerminkan situasi yang sedang dialami pembacanya. Saat hidup terasa berat dan membingungkan, kata-kata dalam buku ini bisa membantu menyederhanakan keadaan yang sulit dimengerti. Disarankan membaca dengan santai dan tidak tergesa-gesa.

Cerita favorit: Orang yang menitipkan sepatu & penjaga sepatu
Profile Image for Fildzah Cy.
14 reviews1 follower
May 5, 2020
Mengikuti bang gun di tumblr saja tak cukup. Buku ini jadi semacam curhatan hati beberapa orang yang di tulis oleh satu orang.
Selalu ada makna yang tak terhapuskan di otak setelah membacanya, bahkan membuat ketagihan untuk membaca ulang dan ulang.

Favourite one:
"Ya Allah, hamba tidak tahu berjodoh dengan siapa. Hamba tidak tahu berdoa untuk siapa. Tidak satu pun nama bisa hamba sebutkan karena nama itu tidak pernah hamba tahu. Hamba hanya memohon, jodohkanlah hamba dengan seorang yang selalu menyebut nama hamba dalam doanya. Siapapun dia, setidaknya hamba tahu bahwa ketika mencintaiku, dia tidak melupakan-MU"
Profile Image for Rahmatika Dewi.
17 reviews
March 2, 2021
Buku pertama yang diselesaikan di awal tahun 2021, akhirnya. Lama nggak baca buku kumpulan cerita, tapi rasanya ini agak beda sih. Semacam gabungan antara cerita dan kata-kata yang diramu sedemikian rupa gitu. Rasanya kayak lagi baca kisah orang lain yang secara nggak sadar ternyata pernah dialami sendiri. Dari bikin senyum-senyum sampai bikin seketika terdiam lalu mikir. Buku ini sukses bikin pikiran sama hati nyambung.

Ringan tapi banyak makna yang tersisa. Cocok dibaca pas cuaca lagi nggak menentu seperti sekarang ini. Mungkin bakal baca ulang kalau nanti sudah bertemu sama mas jodoh, hehe

(Aamiin)
Profile Image for Ainul Najwa.
11 reviews2 followers
July 11, 2017
Hujan Matahari telah membawa aku melihat sisi pandang yang baru. Menjawab soalan-soalan dilema yang sebelum ini aku sendiri tidak mampu menjawabnya. Aku kagumi gaya bahasa dan pilihan perkataan yang digunakan menyebabkan aku tenang sepanjang pembacaan walaupun dekat-dekat akhir sedikit melankolik haha. Mungkin sebab sebak mengetahui HM sudah sampai ke penghujungnya :p

Sesekali bila bosan, mungkin boleh menyelak helaian HM, mengingati kembali rasa yang telah diterbitkan akibat drpd membacanya. Sekian.
Profile Image for F. Hanim.
176 reviews
October 6, 2018
Tersenyum-senyum sendiri membaca tulisan Kurniawan Gunadi tentang kehidupan, khasnya tentang rasa suka antara dua insan yang saling menjaga diri. Ada tiga bab utama di dalam buku ini, Gerimis, Hujan dan Reda. Gerimis lebih kepada kumpulan cerita, manakala Hujan dan Reda terasa lebih personal, dekat di hati.

"Kalian tahu, perempuan itu benar-benar menyukai kepastian.
- Kira-kira apa yang harus kami (lelaki) lakukan kalau kami belum siap memberikan kepastian?
- Jangan sekali-kali memberikan harapan. Camkan itu."

Bijak.
Profile Image for Mardiana Zulfa.
1 review
March 29, 2019
Saya sama sekali tidak pernah menyesal membaca buku karya Mas Gun yang satu ini. Dari beberapa karya beliau, Hujan Matahari mempunyai tempat tersendiri bagi saya. Rasanya seperti membaca kegamangan jiwa muda saya sendiri melewati tulisan beliau. Bagaimana cara penulis melihat dunia, mengungkapkan perasaan serta emosi yang mungkin setiap orang pernah memiliki dan pandangannya dalam menyikapi keanehan dunia ini. Teruslah menulis dengan jiwa MasGun, karena yang datang dari hati, akan terus sampai ke hati. :)
Profile Image for Nava.
52 reviews
September 30, 2021
Hujan Matahari adalah buku pertama yang saya beli dan sangat berkesan untuk saya karena sudah mengikuti penulisnya, Mas Gun sejak lama melalui https://kurniawangunadi.tumblr.com. Di tahun 2014 saat Hujan Matahari diterbitkan, untuk pertama kalinya saya membeli buku, membacanya dan menemukan "the joy of reading book". Membaca Hujan Matahari rasanya sama seperti membaca tulisan-tulisan Mas Gun di tumblr, terasa dalam, hangat dan menjadikan saya mempertanyakan dan menata ulang value yang saya pegang.
Displaying 1 - 30 of 136 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.