Jump to ratings and reviews
Rate this book

Return

Rate this book
Felicia
Sepanjang hidupnya, dia tidak pernah mendapati pemuda yang bersikap sedemikan hangat kepada semua orang. Yutaka begitu ceria dan penuh cinta. Lambat laun, kenyataan itu semakin menciptakan tanda tanya besar dalam benaknya: Apakah dia benar-benar nyata?

Yutaka
Seumur hidupnya, dia belum pernah bertemu dengan gadis cuek yang hampir tidak pernah tersenyum. Felicia sangat misterius dan tak terjangkau. Namun, entah mengapa hal itu malah membuatnya makin peduli sekaligus penasaran: Kenapa dia bisa begitu gelap dan muram?

Semuanya berawal dari hamparan salju di Milan... Ada yang diam-diam menangis pilu dalam hati, ada yang ceria dan selalu penuh tawa. Tentu saja berbagai kebingungan selalu mengiringi keduanya pada setiap perjumpaan, karena mereka memang tak sama. Pada akhirnya, perbedaan memang selalu punya cara untuk menyatukan. Tapi, bagaimanakah rajutan kisah mereka akan berakhir?

232 pages, Mass Market Paperback

First published February 13, 2014

11 people are currently reading
208 people want to read

About the author

Elvira Natali

6 books36 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
60 (43%)
4 stars
25 (17%)
3 stars
23 (16%)
2 stars
25 (17%)
1 star
6 (4%)
Displaying 1 - 8 of 8 reviews
Profile Image for Yuni.
88 reviews47 followers
January 16, 2015
Crap! what did I just buy? Err, I mean what did I just read?

I think for most of the parts, this book is just unlucky. I’ve got too much time on my hand and this book just happened to come into my range of sight :D So I nitpicked a lot of things, more than I usually did, and I literary made a list of mistakes in this book, but there were too many.

A lot of typos, terutama pelatakan tanda (-) dan petik dua (“)

Aturan penulisan bahasa Indonesia

Kesalahan penulisan kata memperhatikan, seharusnya memerhatikan.

Kata ‘ditatapi’, what’s that supposed to mean?

Gaya penulisannya yang… euhm, lacking, maybe? And invalid in some parts.

The lacking ones:

Penulis punya tendensi mengulang penggunaan kata yang sama dengan jarak yang dekaaat banget. Jadi kesannya, seperti kekurangan kosokata.

Misalnya saja, di halaman 21-22, ‘bla-bla-bla … seolah(1) … bla-bla-bla … seolah(2)’.

Hal 33, habis ‘mengembuskannya(1) ke udara’, agak ke bawah ada ‘mengembuskan(2) napas panjang’

Di dialog halaman 34, si Felicia sudah tercekat(1), eh di bawahnya, Marcel juga ikutan tercekat(2).

Hal 35 – 37, penggunaan kata ganti ‘gadis itu’ untuk Felicia padahal cerita itu seharusnya dari sudut pandang Felicia. I almost screamed: “Satu kali lagi kata ‘gadis itu’, I’ll bury this book in my backyard!”

The invalid parts:

There’s no logic in these sentences:

Hal 18: Yang keluar dari mulut Marcel hanya gerutuan yang tidak terlalu jelas. "Dari dulu juga udah kayak gitu!"
Lha, dari mana gerutuannya nggak jelas? Jelas banget gitu, kok.

Hal 32: “Marcel tidak lagi mendesak Felicia untuk bertanya apa yang menjadi beban pikirannya saat ini dst dst…” Padahal, kan, di paragraf atasnya Felicia yang punya beban pikiran dan Marcel yang cemas dan nanya-nanya, lha kenapa terus jadi kebalik Marcel yang mendesak Felicia supaya nanya? Ah, bingung deh.

Hal 33: “Felicia menyusuri jalan setapak tanpa bersuara…” Apanya? Mulutnya? Kakinya? Kalau mulutnya mungkin. Kalau kakinya, susah nyusuri jalan setapak nggak bersuara.

Hal 33: “bla-bla-bla… menyambut matahari yang akan terbenam…”
Menyambut => sesuatu yang datang => matahari terbit, dong!
Matahari terbenam => sesuatu yang pergi => jadinya mengantar, dong!

Hal 41: “Setelah semua orang di meja itu selesai dengan makan malam nya …”
‘Nya’ siapa? Makan malam siapa yang lagi mereka libas rame-rame?

Hal 68: Di rumah sakit, pertama si penulis bilang: “Felicia berlari tanpa arah.” terus di bawahnya, si penulis bilang “Felicia memang belum berlari terlalu jauh. Ia masih bisa memandangi ruang rawat tunangannya dengan sendu.”

Lha, terus apanya yang berlari tanpa arah? Itu mah namanya punya arah. Luruuus!

Dan Felicia bisa banget gitu yah lari ke sana-sini di rumah sakit. Mbak, sst, nggak boleh lari-lari di koridor rumah sakit kalau nggak mau digetok perawat galak!

Hal 76: “Felicia sama sekali tidak bermaksud membuat Marcel memaksakan ingatan masa lalunya dengan dirinya.” I got your meaning, tapi kalimatnya njlimet. Plis deh, ah, bisa disimpelin dikit supaya lebih mudah dipahami.

Hal 106: "mendesah keras dalam hati."
mendesah => http://kbbi.web.id/desah
do tell me gimana caranya mendesah di dalam hati.

Characters

Nothing special about them. They’re simply lacking the depth of it. Rasanya, semua karakter dua dimensional dan poorly imagined.

Felicia ya cuma gadis ceria yang lucu, imut, dan fisik yang unik (cantik sebenernya) bla-bla-bla tipikal cewek-teenlit banget deh. Lalu dia berubah murung dan selalu ‘eh, ada cewek cantik lagi sedih niiih. Hibur dong, bikin aku ketawa lagi soalnya kalau ketawa, aku makin cantik lho.’

Marcel juga seperti itu saja. Your prince charming lah. Ten years ago waktu masih SD. Putih, tampan, tinggi, kaya, pengertian… you named it.

Yutaka pun… yah, tipikal happy-go-lucky karakter yang ternyata punya masa lalu kelam (tragis?). Dan malah masa lalunya menurutku nggak tragis banget, sih. Dia hidup dengan baik, kok. Yang tragis itu masa lalu ibunya.


The Plot

The story is disturbing, really, for my logic. While I was reading this book, my logic resisted, and then it screamed.

1. Dari narasi Felicia, dia bilang seharusnya dia nggak mau tunangan sama Marcel supaya Marcel nggak pergi sekolah ke Milan. Lha? Memangnya, tunangan = study aboard dan nggak tunangan = stay?

2. Partial amnesia dan kepala yang selalu ‘argh, sakiiiiit, help me’ waktu coba ngingat masa lalu. Sinetron banget dan agak ‘kera sakti’. Itu lho yang dia sakit kepala kalau dihukum sama gurunya :D
Dan Marcel lupa tentang Felicia ‘seluruhnya’ + lupa nama sekoteng. Logikanya seharusnya dia juga lupa nama yang lain, dong. Kalau liat nasi, nanya itu apa. Liat cincin, nanya itu apa. Ngaca pun harusnya nanya yang ada di wajah itu apa aja? Ah, don’t make me continue lah.

3. Oke, Felicia talented bangeeet nget nget dan langsung bisa jadi penyanyi sukses setelah sekolah ke luar negeri. Amazing. Clapping. Agnez Mo should learn from her.

4. The author had tried to make the love story between Felicia and Marcel deep and lovable. Si penulis sudah menjelaskan bagaimana dekatnya Felicia dan Marcel, tetapi itu seperti hanya intro dan aku nggak bisa ‘dapet’ dalamnya ikatan mereka. Bahkan waktu mereka pisah, aku cuma bilang ‘oh’. Dan antara si Felicia dengan Yutaka pun aku punya reaksi yang sama.

5. Setting tempatnya juga sia-sia! Sia-sia abis dah! Bukan cuma New York dan Milan, bahkan di Bandung juga setting-nya tipis banget.
Ex: Banyak burung-burung berterbangan dan rumput-rumput bergoyang seolah bernyanyi menyambut matahari terbenam di ufuk barat (sampai di sini ngingetin banget ke lirik lagu dangdut). Terlihat pula anak-anak kecil yang bermain air sungai sambil duduk di bebatuan.”
Itu cara penulis mendeskripsikan senja di pinggir sungai yang membelah perumahannya. Berasa tempelan banget dari imajinasi yang tipis. And I can’t imagine anak-anak perumahan di senja hari, yang sudah mandi dan rapi, balik lagi main ke sungai.

6. Enough deh. Plotnya sudah ketebak dari awal sampai akhir dan this may sound harsh

Trivia

Julliard University itu maksudnya The Julliard School, kan?

Overall: pingin balikin ke toko buku kalo bisa T_T

Drop your kritik n saran for me^^:
https://www.goodreads.com/story/list/...
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
December 28, 2017
Ini adalah buku yang stoknya hanya satu di iJak, yang lantas langsung saya pinjam, dan tak lama kemudian setelah membaca penuh di halaman-halaman awal lalu skim-skip-skim-skip (mengambil istilah salah satu reviewer sini, hehe pinjam ya), langsung saya return bukunya.

Just no. Too much to dissect. Other reviewers already pointed out the important things and I agree with them, so I won't repeat it again. Even so, the author's next books finds me hoping that the writing now is getting improved, and this one is just a developing phase.
Profile Image for Jessica Ravenski.
360 reviews5 followers
March 8, 2014
Alesan beli buku ini sih karena aku udah pernah baca buku pertamanya si penulis yang Janji Hati (yang bikin nangis dan yang mirip karya Ilana Tan itu). Jadi pas ngeliat si penulis bikin buku baru, langsung tertarik.

Ceritanya tentang Felicia, yang dari kecil udah pacaran sama Marcel. Pas lulus SMA, mereka bertunangan dan setelah itu Marcel bakal melanjutkan kuliah di Milan. Sebenernya Felice ga setuju sama keputusan Marcel karena Felicia udah punya kenangan buruk sama negara Milan (apalagi pas di musim dingin). Bener aja, selang beberapa waktu kemudian, Marcel mengalami kecelakaan di kampusnya di Milan dan mengakibatkan ia kehilangan ingatannya.

Merasa agak aneh sih Marcel bisa inget sama orang lain tapi ga bisa inget sama Felicia yang udah jadi pacarnya sekian lama. Kesannya kayak si penulis maksa banget Marcel-lo-harus-lupa-ama-Felicia-gue-ga-mau-tau-ya-pokoknya-harus-lupa.

Lanjut. 5 tahun kemudian, si Felicia kabur ke New York karena ceritanya mereka berdua udah putus hubungan. Felicia ini jadi penyanyi ngetop gitu. Pas banget dia diharuskan membuat video musik di Milan. Dan di sanalah dia bertemu dengan Yutaka.

Oke ceritanya sampe sini aja, karena entar bisa spoiler. Agak enggak suka sama beberapa hal yaitu:

1) Marcel yang amnesianya ga alami banget (udah dijabarin di atas).
2) Konsep cerita tentang syuting video musik mirip kayak Spring in London-nya Ilana Tan ya.. Iya gak sih?
3) Felicia yang katanya jarang tersenyum dan kaku gitu, perasaan pas aku baca ga gitu-gitu amat. Jadi aku merasa sinopsis yang menjabarkan sifat Felicia dan Yutaka agak berlebihan.
4) Ketebak banget rahasia emaknya Felicia.
5) Terakhirnya, Felicia masih sebel sama Milan gak ya? Harusnya sih ada yang bisa 'nyembuhin' trauma Felicia terhadap Milan.

Ya udahlah bingung mau ngomong apalagi. 3 bintang.
Profile Image for Caca Venthine.
372 reviews10 followers
May 8, 2014
Ngeliat cover nya emang bikin mata teduh banget ya? Suka liatnya. Hanya aja ceritanya gk sebagus covernya.

Felicia berpacaran dengan Marcel yang beda 5 tahun dari dia. Lalu Marcel melanjutkan kuliah di Milan. Felicia mempunyai masa lalu yang buruk di Milan, karena Milan sudah membuat ayahnya meninggal.. Hingga akhirnya, Marcel pun mengalami kecelakaan, dia terjatuh di tangga kampusnya, lalu amnesia -__- Dia sama sekali gk inget Felicia yang adalah tunangannya, terus Felicia patah hati deh.

Terus Felicia dapet beasiswa kuliah di New York, nah demi melupakan Marcel, akhirnya dia pergi juga deh. Eh demi ngejar cita2 nya jadi penyanyi sih. Terus dia ketemu Yutaka, keturunan jepang yang ternyata adalah anak dari teman baik ibunya. Nah udah bisa ketebak kan gimana kelanjutan kisah mereka? Hanya aja saat mereka jatuh cinta, ternyata si Yutaka ini adalah anak kandung ibunya Felicia. Iya jadi dulu ibunya Felicia kuliah di jepang kan, nah dia diperkosa sama preman2 gitu, munculah si Yutaka ini. Yah memang begitulah cinta, deritanya tiada pernah berakhir. Yutaka dan Felis harus nerima kenyataan kalo mereka kakak adik.

Buat endingnya mah Felis tetep sama Marcel, karena doi ingatannya udah pulih.

Well, jujur aja awalnya gua nikmatin bacanya, tapi mulai males pas bagian Marcel amnesia, tapi it’s okelah ya. Dan gue mulai nikmatin lagi pas Felis ketemu Yutaka, dan dibikin bete lagi karena mereka kakak adik. Sempet gkmau baca lagi sih, karena jujur udah bikin males ceritanya *sorry* Memang terlalu sinetron banget. Ah sudahlahh, cukup 3 bintang aja yaa, karena covernya jugayang keren jadi gue kasih 3 bintang ^^
Profile Image for Dian Putu.
232 reviews9 followers
February 17, 2015
Return, benar-benar novel yang mengajak kita melalui jalan yang mengajak kita kembali masa. Dari saat Felicia bersama Marcel, kemudian dia bertemu Yutaka, dan bertemu Marcel lagi. Kemudian, ibu Felice, Eva yang juga tampak kembali ke masa lalu saat bertemu Yutaka. Termasuk Milan, kota yang selalu memaksa Felicia untuk kembali ke masa terdahulu saat dia kehilangan sang ayah, juga tragedi yang menimpa Marcel.
Banyak hal pilu yang dilalui Felicia. Sayangnya, perasaan pilu itu tidak bisa benar-benar aku rasakan. Seperti saat dia harus menghadapi tunangannya yang itba-tiba melupakannya, aura pilu dari Felicia sangat kurang kental.

Kota Milan. Bagi Felicia kota ini adalah kota yang membuatnya takut. Lagi-lagi rasa takut itu tidak bisa aku tangkap. Begitu juga saat ibu Yutaka meninggal, dia juga tidak tampak sangat terpukul selayaknya seorang anak yang ditinggal mati ibunya.
Marcel, dia sangat tahu Yutaka mencintai Felicia. Sebagai orang yang juga mencintai Felicia harusnya dia menampakkan kecemburuan saat Yutaka hadir di antara mereka. Dan, aku tidak menemukan rasa itu pada Marcel.

Baca lengkap resensinya > http://dianputu26.blogspot.com/2015/0...




Profile Image for Just_denok.
366 reviews7 followers
January 8, 2015
Sebenernya aku menikmati bagian awal dari novel ini. Cerita mengenai Felicia-Marcel. Sayangnya saat aku baca novelnya hingga akhir, aku mengalami banyak dejavu di bagian2 penting dalam novel ini. Dejavu ini berkaitan dengan banyak konflik dari beberapa novel yang dijadikan satu dalam novel ini, atau mungkin ini hanya perasaanku saja ya. Detail konfliknya memang beda sih, tapi secara umum konfliknya sama. Perpindahan antar konflik pun, ku rasa kurang smooth, dan kurang alami. Jadinya aku berasa benar2 belum tuntas dengan konflik A, konflik A udah selesai saja, dan berganti dengan konflik B. Dan itu agak sedikit mengganggu saat aku yang baca.

Sejujurnya, aku masih berharap, untuk bisa dipuaskan di akhir cerita, sayangnya di akhir cerita pun aku masih bertanya2, tentang perasaan Felicia yang sesungguhnya. Kurang nendang sih untukku. Tapi keren untuk penulis, karena udah menghasilkan dua karya. Dan lagi salah satu karyanya bakal di filmkan. Okey, ditunggu karya2 selanjutnya :)
Profile Image for Vindri Prachmitasari.
Author 3 books6 followers
December 17, 2015
hmm.. awalnya sedikit membosankan membacanya. karna karakter serta kisahnya yg oh-so-called-perfect.. dan too cheesy.. apalagi adegan amnesia yg terlalu sinetron bgt.. padahal saya mengharapkan konflik yg lebih dari sekedar amnesia. jalan ceritnya mudah ketebak di bab awal dan pertengahan. namun, sosok Yutaka yg super ramah dan care sedikit membuat saya semangat untuk lanjutin baca lagi haha..*groupies cowok asia timur *.
dan.. beberapa cerita mengingatkan sy pada novel fave sy Illana Tan -autumn in paris. yang... hmm *kasih tau gak yah * membuat sy mau tidak mau harus mengcompare hal tsb di otak. dan membuat sedikit kecewa.
So.. 2 bintang sy rasa sudah cukup ^^
Profile Image for Dayuledys.
21 reviews
April 20, 2014
Bagus, tapi gak tau kenapa rasanya ceritanya biasa aja .. Gak terlalu ada yg bikin WOW.
Tapi lumayanlah ngilangin bosen ..
Displaying 1 - 8 of 8 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.