What do you think?
Rate this book


275 pages, Paperback
First published November 1, 2020
"Dua kali sa lolos dari maut. Tapi leluhur terus kasih sa pung air mata jatuh. Sampai kapan sa dan perempuan lain di sa pung tanah ini akan terus menangis?"



"Kita ini sama-sama manusia, bukan kerbau, bukan kuda, bukan babi, Baru kenapa sesama manusia kasih pukul kita seperti hewan?

Kisah perempuan lain masih mungkin akan diukir dengan tinta darah, selama pendewaan terhadap adat mengalahkan logika dan kemanusiaan.