Jump to ratings and reviews
Rate this book

Young Adult GPU

Earthshine

Rate this book
Bulan memutuskan untuk cepat-cepat lulus kuliah. Memangnya dia punya pilihan apa lagi sejak Papa bangkrut tertipu investasi bodong? Untung Pak Alvin mau membantu. Padahal dosen muda idola para mahasiswi itu sempet mengusirnya dari kelas gara-gara tercemplung obrolan ngaco trio kakak tingkatnya.

Banyak cobaan yang dihadapi Bulan saat mencoba menyelesaikan skripsinya. Diputusin Fajar, terseret hubungan Windri dan Robi yang toksik, sampai kejadian traumatik di kamar kos menjelang senja. Bulan pun kehabisan energi. Skripsinya terbengkalai. Dia kebingungan menentukan prioritas.

Di situlah Bulan mulai tersadar. Sepertinya Pak Alvin bersikap berbeda. Bukan hanya soal skripsi, Pak Alvin juga membantu Bulan dalam setiap permasalahannya. Bulan jadi dilema akan perasaan nyaman yang menyergapnya. Bukannya hubungan pribadi antara dosen dan mahasiswa bisa menjadi skandal?

336 pages, Paperback

Published October 25, 2023

4 people are currently reading
55 people want to read

About the author

Suarcani

9 books35 followers
Dulu suka peri. Sekarang pun masih.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
5 (8%)
4 stars
22 (37%)
3 stars
25 (43%)
2 stars
6 (10%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 23 of 23 reviews
Profile Image for Liliyana Halim.
311 reviews242 followers
May 13, 2024
“Benar, Ibu. Saya mengerti, itu memang prosesnya. Tetapi kan tiap orang punya kemampuan menahan sakit yang berbeda.”
.
Selesaiiiii! Masih suka cara berceritanya, ada manisnya. Tapi novel ini bukan novel favoritku. Dan menurutku novel ini beda dengan novel Kak Suarcani yang lainnya. Sejujurnya aku sedikit merasa terganggu dengan beberapa percakapan antara Bulan dan Pak Alvin, apalagi waktu di Pattaya, aku sampai 😲🙄 (mungkin aku termasuk orang kuno). Jadi bikin aku bertanya-tanya apa memang ada ya mahasiswa seperti Bulan gitu 🤔. Sebenarnya aku nggak masalah dengan hubungan antara dosen dan mahasiswanya tapi entah kenapa ya kena Bulan ini jadi bikin aku 🤨🙄. Terlepas dari itu semua, bisa jadi kalian menikmati dan menyukai novel ini 😉. Oo yaa aku suka bagian perjanjian antara Bulan dan Mbaknya sejak kecil, ‘Jika suasana hatiku sedang buruk dan aku sedang tidak ingin bercerita, maka Mbak akan membiarkanku sendiri. Dia tidak akan mendesakku, tetapi dengan syarat tidak boleh berlarut-larut. Perjanjian itu membuatku belajar mengelola kesedihan’.
.
“Orang hebat itu nggak harus selalu berada di pucak, Pak. Bagi saya, orang hebat itu adalah orang yang masih bisa bertahan meskipun sedang jatuh. Beda halnya dengan senang dan sedih. Itu emosi, semua orang punya. Alamiah sekali kok kalau sedih saat jatuh, senang saat berada di puncak. Tapi orang hebat tahu seberapa besar senang yang harus diumbar saat sukses, tahu seberapa sedih yang boleh dilihat orang. Kayak tukang masak, dia tahu gitu takaran emosi yang pas untuk dilihatin ke orang-orang.”
.
Kalimat ini menjadi catatan buatku pribadi, ‘Aku terdiam, tersadar bahwa sebenarnya, yang kupikirkan itu bukanlah Windri, tetapi diriku sendiri. Menemukan dan membawa Windri ke rumah sakit sungguh membuatku merasa berjasa. Teramat berjasa sehingga merasa boleh mencampuri urusannya, hingga merasa boleh menentukan apa yang baik dan buruk’.
Profile Image for Pradnya Paramitha.
Author 19 books463 followers
November 26, 2023
3,5 ⭐️

Aku lupa kapan terakhir kali baca novel penulis, sepertinya yang The Boy I Know on YouTube (cmiiw), tapi seingatku memang tulisannya mengalir lancar dan nyaman dibaca.

Earthshine juga begitu. Narasinya sederhana, begitu juga konfliknya. Membaca buku ini mengingatkanku dengan buku-buku Netty Virgiantiny versi sedikit lebih ruwet hahahah novel ini cocok banget dibaca sambil santai, dan enggak perlu mikir yang berat-berat. Anyway, sepertinya dulu aku sudah pernah baca sebagian cerita ini di sebuah aplikasi.

Jujur aja, setengah bagian awal nggak bikin aku bahagia. Masalahnya, tokoh Bulan ini agak susah untuk kucintai. Aku merasa dia sering kelewatan dan jatuhnya enggak sopan. Terus ada momen-momen di mana sikap Bulan bikin aku mengerutkan dahi karena aneh banget. Salah satu contohnya, dia sempat panik karena merasa ada dosen yang mergokin dia sama Pak Alvin di hotel, tapi ketika ketemu Pak Alvin yang dia bahas malah soal hadiah nonton. Maksudku ... serius lu Bulan masih bisa mikirin hal lain saat dihadapkan pada potensi skandal kampus kayak gitu?

Terus, kengeyelan Bulan di akhir-akhir itu juga lumayan membuatku pengin tutup wajah karena ... malu. Wkwk. Yaah, kurasa itu semata karena aku nggak punya rasa percaya diri seperti Bulan dan dikalahkan oleh gengsi aja 🤣

Intinya, sikap dan karakter Bulan sering bikin aku jengah di sini, tapi setelah kupikir-pikir, karakternya masuk akal dan manusiawi. Ada orang-orang seperti Bulan, dan nggak adil menilai buruk novel ini karena karakter tokoh yang digunakan, karena menurutku plot dan konfliknya juga cukup solid. Apalagi bisa dibilang Bulan masih sangat muda, punya banyak beban dan stres pula. So, semuanya masuk akal. Pas bagian patah hatinya Bulan itu hatiku ikutan kretek-kretek juga masa.

Oh ya, novel ini juga membahas soal hubungan yang toksik dan kesehatan mental. Aku suka banget bagian ini, terutama penjelasan Pak Alvin tentang kemampuan tiap orang dalam menerima duka itu beda-beda.

BTW, trigger warning ya, mengandung adegan suicide.
Profile Image for Autmn Reader.
890 reviews93 followers
March 18, 2024
Baca di GD || Actuak rating 3,5 🌟

Waktu liat blurb-nya dan ternyata hubungan dosen-mahasiswa, aku rada-rada merod, sih. Soalnya itu bukan trope kesukaanku. Seringnya rada risih juga sama hubungan kayak gini. Tapi ternyata, Eartshine nggak gitu. Nggak cringe dan nggak bikin risi. Walaupun kadang Bulan-nya bikin aku geleng-geleng kepala. Wkwkwkwk

Pros:

Ceritanya tuh beneran page turning. Kocak banget juga. Padahal lagi genting aja masih bisa kerasa ringan dan nggak depresif. Padahal isunya lumayan banget yang diangkat di sini.

Dibikin roller coaster banget sama hubungan Fajar-Bulan. Awalnya kesel ama Fajar dan kasian sama Bulan, terus pas denger alasan Fajar jadi kasian sama Fajar dan kesel sama bulan, pas tahu kenyataan Fajar beneran main serong jadi kesel lagi sama dia, wkwk. Tapi kupikir itu sih yang menarik dari hubungan mereka. Terus, yang bikin aku makin suka adalah, akhirnya ada perselingkuhan yang si pacar dan selingkuhannya nggak bahagia.

hal yang sangat menarik perhatian adalah gimana saksi dari korban bunuh diri tuh bakalan kena dampaknya juga. Biasanya kita sering liat dari sisi pelaku atau keluarga pelaku, tapi di sini dari sisi temen yang menyaksikan. Aku suka banget pas hal ini diangkat.

CONTAIN SPOILER!!!!!

Cons:

Hal pertama yang kusayangkan adalah semua isu yang diangkat terasa nanggung. Misalnya kondisi Bulan setelah lihat Windry. Atau hubungan Pak Alvin yang notabene adalah dosen dan ketahuan jalan bareng sama mahasiswanya. Atau hubungan toxic Windy-Roby. Semuanya isu yang cukup berat dan semuanya hanya permukaanya aja. Jadi kesannya nggak fokus. Walaupun aku ngerti juga kenapa. Bukunya emang ringan, jadi kayaknya kalau terlalu diperdalam, kesan ringannya bakalan ilang. Tapi, kondisi Bulan ini menarik banget, sayang aja cuman kebahas selewat aja.

Hubungan Pak Alvin-Bulan juga jadi mulai aneh di ending. Mungkin karena dari awal mereka lebih ditunjukan kayak adik-kakak aja. Malah menurutku perlakuan Pak Alvin itu wajar sih sebagai dosen. Dosen yang menyaksikan mahasiswanya bunuh diri harus bantu. Kalau acuh nggak acuh jadinya kan nggak bertanggung jawab, ya.

Dan di-ending juga kelakuan Bulan yang desak-desak Pak Alvin bikin geleng-geleng kepala. Kek, dia nggak kapok apa ya udah kepergok tapi masih maksa-maksa? Wkwkwk.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
March 25, 2024
Bulan adalah mahasiswi pandai. Dia memprogramkan mata kuliah di atas tingkatnya supaya bisa lebih cepat skripsi. Tujuannya agar dapat meringankan beban keluarganya. Tapi di kelas, dia jadi terpengaruh dengan mahasiswi lainnya, yang ngecengin dosen muda yang cakep, Pak Alvin. Padahal Bulan sudah punya pacar bernama Fajar.

Kebetulan Pak Alvin adalah dosen Pembimbing Akademiknya, jadi Bulan punya kesempatan untuk lebih dekat dengan Pak Alvin. Dia bahkan meminta Pak Alvin untuk menjadi Pembimbing Utama skripsinya.

Kedekatan antara Bulan dan Pak Alvin sebenarnya bukan yang utama dalam novel ini. Tapi bagaimana Bulan menghadapi hari-harinya sebagai mahasiswi. Putus dengan pacar, mendapati pacarnya selingkih, teman dekatnya melakukan percobaan bunuh diri, sampai efek psikologis yang dialami Bulan. Hanya saja, saya agak bias sebagai seorang dosen dengan karakter Bulan yang termasuk berani ke dosennya. Saya kurang suka dengan karakter Bulan. Karena diceritakan dari POV Bulan, pembaca hanya bisa menebak perasaan Pak Alvin. Tapi ya saya melihat sendiri beberapa kejadian beneran dosen dan mantan mahasiswa di dunia nyata, jadi sudahlah...
Profile Image for Amaya.
759 reviews58 followers
July 26, 2024
Actual rating: 3,8

Kayaknya aku nggak bisa relatable dengan hubungan Bulan dan Pak Alvin ini, deh, karena mereka deket banget, dong. Macam udah bestie banget, gitu. Terus yah, mungkin karena nggak pernah mengalami dan berada di barisan gaul sama guru itu nggak boleh melampaui batas tertentu, jadinya melihat interaksi atau sikap Bulan ke Pak Alvin agak nggak sopan. Tapi, bukan berarti nggak ada, ya, emang nggak mengalami aja.

Sebenernya mau kasih bintang 4 bulet gitu, tapi karakter Bulan entah kenapa nggak bisa nyantol di aku. Bukan masalah nggak sopannya, ya, lebih ke karakterisasinya kurang kuat. Dia digambarkan sebagai cewek pintar, tapi usil. Alih-alih kelihatan usil, malah nggak ada kesan dia begitu. Kesan slengeannya kurang menonjol aja.

Bagian konfliknya pecah, sih. Sama sekali nggak kepikiran yang dialami Bulan ternyata walaupun kelihatan sepele, tapi triggering banget. Yah, nggak ada masalah mental yang sepele, sih. Bulan walaupun pintar dan berprestasi juga nggak bisa lepas dari yang namanya burn out. Kayaknya emang dia nggak tahu dia burn out, terus ketambahan masalah temennya, jadilah kembang api *duar* *duar*.

Aku suka gaya menulisnya, rapi dan enak diikuti, bikin bukunya jadi tipe page-turner. Cocok buat yang lagi burn out sama kerjaan atau tugas atau malah bacaan dan butuh selingan yang ringan tapi berbobot.
Profile Image for Ovy Rama.
116 reviews3 followers
November 20, 2023
🌒 Earthshine || Suarcani || Penerbit Gramedia Pustaka Utama || 331 Hlm || Th. 2023 🌒

⚠️ Trigger Warning : Percobaan Bunuh Diri, Toxic Relationship, Selingkuh, Pelakor, Investasi Bodong. ⚠️

Q : Kalian pernah nggak diusir dari kelas sama guru atau dosen ?

Alhamdulillah aku nggak pernah sama sekali. Nggak bisa bayangin semalu apa aku kalo sampai diusir dari kelas.

Aku sebenarnya udah tau karya-karya Kak Suarcani sebelum Earthshine, tapi Earthshine jadi novel pertama Kak Suarcani yang kubaca. Dan ternyata gaya bercerita Kak Suarcani cocok banget sama aku.

Earthshine berkisah tentang Bulan yang memutuskan cepat-cepat lulus kuliah. Banyak sekali cobaan yang dihadapi Bulan saat mencoba menyelesaikan skripsinya. Mulai diputusin sama pacarnya, terseret hubungan toxic roommatenya sampai kejadian traumatik di kamar kos menjelang senja. Bulan pun kehabisan energi dan skripsinya terbengkalai. Dia kebingungan menentukan prioritas. Di situ Bulan mulai tersadar kalo Pak Alvin, dosennya bersikap berbeda. Apakah Bulan dan Pak Alvin akhirnya resmi memiliki hubungan pribadi? Kalo penasaran bisa langsung baca novelnya!

Baca novel Earthshine dari halaman awal saja udah berhasil menghipnotisku untuk nggak berhenti baca sampai halaman terakhir. Meski termasuk ke novel yang fast paced, tapi kisah Bulan nyaman untuk diikuti. Konflik-konflik dalam novel ini menurutku dekat banget dengan kehidupan sehari-hari.

Mulai dari kisah asmara para tokoh, perjuangan mereka dalam menyelesaikan kuliah dan mengerjakan skripsi, konflik dengan orang tua dan konflik dengan diri sendiri semua punya porsi yang pas. Kak Suarcani jago banget memunculkan konflik demi konflik dalam novel ini. Aku kira udah nggak akan ada konflik, eh ternyata muncul lagi masalah baru. Bener-bener novel yang nggak mudah kutebak jalan ceritanya karena nyoba nebak akhirnya aku salah.

Tokoh di novel ini juga lumayan banyak, tapi nggak bikin aku pusing untuk mengingat mereka. Karakteristik setiap tokohnya kuat. Tokoh utama dan tokoh pendukung, semuanya punya peran penting dalam membangun cerita. Aku juga suka dengan perkembangan setiap tokohnya yang berhasil menghadapi setiap rasa sakit yang mereka rasakan.

Tokoh favoritku jelas si Bulan karena dia ini keren banget anaknya. Mudah move on, otaknya juga top dan kesayangan dosen. Apalagi perhatiannya ke teman tuh udah nggak usah diragukan lagi. Aku beneran salut banget sama Bulan. Tingkah usilnya ini bikin aku gemes sekaligus berhasil bikin aku ketawa.

Pak Alvin sebenarnya masuk tokoh favorit juga, tapi ada beberapa sikap beliau yang berhasil bikin aku sakit hati. Cuma dia ini keren banget jadi dosen. Orangnya asyik dan baru kali ini aku lihat dosen perhatian sama mahasiswanya seperti yang Pak Alvin lakuin ke beberapa tokoh di novel ini.

Tokoh yang bikin aku kesal sampai pengen bawa mereka ke rumah sakit buat operasi ganti otak itu Fajar, Windri, Robi, Abang dan Mamanya Windri. Sumpah 5 orang ini berhasil banget bikin aku nggak habis pikir. Ya kok ada orang seperti mereka, tapi nyatanya ada sih ya yang seperti mereka di dunia nyata. Namun, tetap aja nggak sampai di otakku kok bisa sampai sebegitunya.

Si Fajar. Aku tau sih gimana rasa sakitnya bukan jadi prioritas, punya waktu yang sedikit banget sama pacar, tapi kok kesel ya pas dia crewet dan nuntut banget ke Bulan. Apalagi tindakannya yang sampai kelewatan itu berhasil bikin aku pengen nampol dia. Mana lagi dia melakukan satu kesalahan fatal yang udah nggak bisa ditolerir yang mungkin buat laki-laki itu wajar, tapi malah mendatangkan penyesalan.

Windri. Aku ngerti sih gimana rasanya jadi dia karena aku pernah ada di posisi Windri, tapi nggak sampai nekat kayak Windri. Nggak semudah itu memang lepas dari hubungan toxic relationship, tapi ngelihat gimana reaksi dan sikap Windri tuh beneran bikin greget dan pengen kugetok palanya. Susah bener ya ngingetin orang yang lagi bucin.

Robi. Laki-laki ter-Redflag yang pengen banget kutonjok mukanya. Laki-laki mokondo atau parasit yan nggak tau diuntung. Kok bisa sih Windri melihara ini tuyul gondrong yang bisanya cuma ngabisin duit dan energi.

Abang dan Mamanya Windri. Aku nggak habis pikir sama mereka ini. Kakak dan orang tua yang nggak bisa ngerti kalo adik dan anaknya perlu banget perhatian, kasih sayang dan pertolongan mereka.

Aku suka sama interaksi-interaksi yang terjadi di novel ini. Interaksi Bulan dan Pak Alvin yang udah kayak kakak-adik bukan kayak dosen-mahasiswa. Interaksi yang bikin aku gemas, kesal dan ketawa. Interaksi Bulan, Mila, Mayang dan Susan yang bikin aku geleng-geleng kepala dan juga ketawa. Ada aja tingkah mereka ini yang kelihatan banget hidup dan asyik.

Interaksi Bulan dengan Papanya yang bikin aku iri karena aku nggak sedekat itu dengan Ayahku. Interaksi Bulan dengan Kakaknya yang bikin aku sebagai anak perempuan pertama gigit jari karena iri juga, pengen juga punya kakak perempuan yang enak diajak curhat, jalan-jalan dan pengertian sama kita. Intinya interaksi Bulan dengan keluarganya itu berhasil bikin hatiku menghangat.

Menggunakan POV 1 dari tokoh Bulan berhasil banget bikin aku ngerti apa yang dia alami, bisa ikut merasakan apa yang juga lagi dia rasakan. Capek, bingung, emosi, trauma, butuh healing, semuanya silih berganti seperti naik roalercoaster sekaligus makan permen nano-nano. Aku suka banget dengan cara Kak Suarcani menyelesaikan konflik demi konflik di novel ini yang kerasa banget tepat dan realistis.

Novel ini memperlihatkan bagaimana perjuangan seseorang dalam mengerjakan skripsi yang memang sangat menguras tenaga. Memperlihatkan bagaimana toxic relationship, bagaimana perjuangan seseorang untuk move on dan menghadapi rasa sakit hati, serta memperlihatkan kalo masih banyak orang yang menyimpulkan kalo seseorang ke psikolog atau psikiater, orang tersebut gila. Padahal yang ke psikolog atau psikiater itu nggak semuanya gila. Mereka ke sana hanya butuh pertolongan dari orang yang tepat.

Baca novel ini juga bikin aku pengen banget ke Thailand dan mencoba staycation di hotel kapsul. Beberapa scene saat di Thailand berhasil bikin aku seperti jalan-jalan ke beberapa tempat di Thailand.

Pas lihat novel ini berseliweran di sosmedku aku penasaran banget kenapa judulnya Earthshine. Ternyata jawabannya ada di salah satu halaman dalam novel ini. Meski ada penjelasan secara sains, tapi menurutku Earthshine juga mengambarkan si tokoh utama dari novel ini.

Dari novel ini, aku juga jadi tau beberapa istilah yang belum kutau sebelumnya, seperti ; Sapioseksual dan Klaustrofobia.

Salah satu scene di novel ini yang dialami Bulan dan Pak Alvin ketika ke luar kota juga berhasil bikin aku flashback sama pengalaman aku dan keluarga ketika berkunjung ke rumah salah satu saudara di luar kota. Kejadian yang sampai sekarang berhasil bikin aku ketawa dan mungkin nggak akan bisa kulupa sampai kapan pun.

Aku suka banget sama cover novel ini yang sangat cantik, estetik, eye catching dan menggambarkan isi novelnya. Bahkan, layout di tiap awal bab juga nggak kalah menarik. Pemilihan font serta ukurannya yang pas bikin mata nggak capek ketika mengikuti kisah Bulan dan Pak Alvin.

Novel young adult yang nggak kaleng-kaleng karena romancenya nggak bikin aku risih, drama-drama cinta di novel ini juga masih dalam batas wajarku karena cinta nggak ada drama itu kek datar aja dan malah nggak ada sensasinya. Novel ini juga bikin aku jadi penasaran dengan karya-karya lain Kak Suarcani. Satu kekurangan dari novel ini menurutku adalah kurang panjang kisahnya, aku masih belum mau berpisah dengan Bulan ketika berada di ending novel.

Dari novel ini aku banyak belajar, seperti belajar untuk mencintai seseorang dengan batas yang wajar atau tidak terlalu dalam agar ketika patah hati nggak begitu lama move-onnya, belajar menentukan prioritas, belajar berempati dan lebih perhatian dengan orang di sekitar kita, belajar untuk mengerti diri sendiri, belajar untuk tidak menyerah dalam memperjuangkan cinta kita selama tidak menyalahi aturan, dan masih banyak lagi pelajaran lain yang bisa di dapat dari novel ini.

Aku rekomendasikan novel ini buat kalian yang suka baca novel young adult, buat kalian yang suka baca novel dengan kisah romance perempuan yang suka lebih dulu ke laki-laki, buat kalian yang lagi struggle dengan skripsi, dan buat kalian yang lagi dalam toxic relationship.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,468 reviews73 followers
December 19, 2024
Ini buku ketiga Suarcani yang kubaca. Seperti biasa, bagus.

Tadinya aku mengira Earthshine akan jadi cerita klise hubungan antara mahasiswi dengan dosen idola ala-ala Wattpad. Sang dosen digambarkan begitu tampan dan memesona sehingga para mahasiswi mengidolakannya. Namun, Bulan dan teman-temannya ini bisa dibilang sangat sengklek karena mereka suka membayangkan macam-macam saat Pak Alvin, nama dosen itu, mengajar. Siapa bilang cewek nggak bisa mesum. Benar-benar bikin risih.

Bulan sendiri adalah mahasiswi berprestasi yang berusaha survive agar bisa cepat lulus kuliah Akuntansi. Orangtuanya baru terkena investasi bodong sehingga menanggung utang yang sangat banyak. Kakaknya membuka studio desain untuk membayar utang-utang keluarganya. Selama ini kakaknya selalu kuliah di luar kota. Ia pun pulang agar bisa gantian menjaga orangtua sementara Bulan, sang adik, mendapat gilirannya untuk kuliah di luar kota. Bulan mengambil banyak pekerjaan sampingan untuk bertahan hidup. Seperti menjadi asisten penelitian para dosen, menyebarkan angket skripsi, dan menulis artikel.

Karena prestasi dan "kebandelannya" (seperti sering ketahuan melamun di kelasnya Pak Alvin) inilah ia jadi akrab dengan dosennya yang baru berusia 29 tahun itu (Bulan sendiri usianya 21). Namun, aku risih dengan cara Bulan bercanda dengan Pak Alvin. Tidak semua. Ada satu yang menurutku lumayan fatal. Yaitu ketika ia menawarkan diri jadi asisten Pak Alvin untuk membelikan tisu dan kondom ketika mereka studi banding ke Thailand karena Pak Alvin mau menemui pacarnya, Shireen. Guyonan ini menurutu sudah sangat keterlaluan dan menjurus pada pelecehan seksual. Apalagi jika ditujukan mahasiswi kepada dosennya. Tak peduli seakrab apa pun mereka.

Namun, untungnya interaksi Bulan dan Pak Alvin kemudian menjadi lebih wajar dan mendalam. Terutama setelah Pak Alvin membantu Bulan menangani teman sekamar kosannya, Windry, yang melakukan percobaan bunuh diri gara-gara putus dari pacarnya yang parasit dan toksik, Robi. Pak Alvin yang membawa Windry yang tak sadarkan diri ke RS. Dia juga ikut menemani Bulan menunggui Windry di RS. Pak Alvin yang mengarahkan Bulan untuk ikut konseling ke psikolog karena Bulan begitu trauma dengan kejadian nyaris matinya Windry sampai-sampai tak berani tidur di kamarnya sendiri dan jadi insomnia sehingga performanya menurun. Bahkan, Pak Alvin juga yang mengantarkan Windry ke Bandung bersama Bulan ketika gadis itu sakit radang tenggorokan. Tindakan itu mereka ambil karena Bulan memergoki Windry nyaris mencoba bunuh diri lagi, sehingga Pak Alvin pun berpikir bahwa hanya orangtua Windry yang bisa menangani gadis itu dengan lebih seksama.

Karena kemalaman di Bandung, Bulan dan Pak Alvin akhirnya menginap di hotel kapsul. Sebenarnya ibu Windry sudah menawari mereka untuk menginap, tapi karena Pak Alvin menolak, Bulan tak tega menginap di sana sementara Pak Alvin menyetir sendirian. Pak Alvin lupa mengatakan bahwa ia sudah memesan kamar di hotel kapsul untuk dirinya sendiri sebelum ibu Windry menawari menginap. Akhirnya terpaksa Bulan menginap di hotel yang sama, terutama karena tarif hotel itu sesuai dengan budgetnya. Namun, ternyata ada orang kampus yang memergoki Bulan keluar dari hotel bersama Pak Alvin. Terjadilah salah paham yang sungguh fatal. Apalagi Pak Alvin adalah dosen pembimbing skripsi sekaligus dosen pembimbing akademik Bulan.

Nah, earthshine sendiri apa maksudnya? Earthshine adalah fenomena ketika cahaya matahari yang diserap bumi, dipantulkan sebagian ke arah bulan sehingga menerangi secara remang-remang bagian bulan yang seharusnya gelap. Earthshine, cahaya dari bumi. Pak Alvin menjelaskan itu pada Bulan ketika gadis itu mengatakan bahwa seperti namanya, ia tak bisa bercahaya dengan kemampuannya sendiri.
Profile Image for Tira Lubis.
298 reviews4 followers
July 17, 2024
3,7🌟

"Orang hebat itu nggak selalu berada di puncak. Bagi saya orang hebat itu adalah orang yang masih bertahan meskipun sedang jatuh."

Ketimbang romansa antara dosen dan mahasisanya, novel ini lebih menceritakan tentang bagaimana Bulan yang berjuang untuk segera lulus kuliah tapi dia dihadapkan dengan masalah teman dan pacarnya yang membuat dia merasakan kejadian yang traumatik.

Disaat Bulan merasa kesulitan dalam menghadapi traumanya dan ia juga tetap harus berkutat dengan skripsinya, Pak Alvin, dosen pembimbingnya memberikan perhatian lebih kepada Bulan yang membuat Bulan perlahan memiliki perasaan lebih pada dosennya tsb.

Apakah Pak Alvin juga memiliki rasa pada Bulan atau perhatiannya hanya sebatas dosen pada mahasiswanya?

Pas awal baca blurbnya aku kira ceritanya bakal mirip-mirip seperti tema cerita yang sudah ada di novel-novel lain. Tapi pas baca ternyata berbeda dari yang aku kira.

Permasalahan yang dihadapi Bulan bisa dibilang cukup kompleks tapi narasi dan penceritaannya tuh ga berat sama sekali, bahkan ada beberapa bagian yg lucu. Bulan itu digambarkan sebagai mahasiswa pintar ya, tapi disaat-saat tertentu dia tuh absurd banget tingkahnya, jadi pas baca tuh aku mau ketawa tapi juga malu sama kelakuan Bulan 😄.

Konfliknya sendiri menurutku lebih banyak porsinya di masalah teman Bulan yg terjebak toxic relationship dan kurangnya perhatian keluarga, ketimbang konflik keluarga Bulan yg diceritakan bangkrut hingga membuat dia harus cepat-cepat lulus.

Untuk unsur romancenya sendiri bisa dibilang tipis banget ya, jadi buat yang suka cerita yang romancenya tipis-tipis bisa coba baca novel ini.

Endingnya ketebak ga ketebak sih sama aku, aku merasa memang Pak Alvin punya perasaan lebih ke Bulan tapi aku ga expect kalo se-plot twist itu 😆. Jadi penasaran kan gimana pov Pak Alvin ini.

Overall aku cukup menikmati baca novel ini. Cerita dan konfliknya menarik, plot twistnya cukup mengagetkan.
Profile Image for AhyaBee.
151 reviews3 followers
February 26, 2024
Ini kali pertama aku membaca karya Kak Suarcani. Setelah ini aku nggak akan berpikir panjang untuk membaca karya-karyanya yang lain. Aku suka pembawaan novel ini, ngalir dan asyik. Suasana terbangun dengan baik sejak dikeluarkannya Bulan dari kelasnya Pak Alvin. Aku suka banget sama karakter-karakter di sini jelas banget perkembangannya. Pola pikir masing-masih tokoh yang bikin gemes kayak trio mesum 🤣 yang ternyata berpengaruh ke pola pikir Bulan yang aslinya cerdas.

Ketika dia memutuskan lulus lebih cepat, saat itulah interaksi dengan dosen kesayangan cewek-cewek kampus itu berkembang. Aku suka perkembangannya yang natural. Bukan tipe yang dar der dor, jadi makin relate sama kehidupan sehari-hari. Meski begitu ada beberapa yang kurang aku suka kayak cara memunculkan keunikan novel ini menurutku agak terlambat, kelamaan, karena aku nyaris aja dnf dan endingnya yang kukira akan ditutup dengan sewajarnya, ternyata ada ending lain di luar dugaanku. Bikin aku yang udah suka banget sama sepertiga bagian terakhir, jadi ... yah kok gini, sih. Namun, terlepas dari semua itu, aku suka novel ini secara keseluruhan. Seru penyampaiannya, buat yang suka novel dengan banyak dialog bisa banget dicoba.

Hal yang aku suka dari novel ini adalah penyusunan konsepnya di mana posisi masalah demi masalah yang menggempur karakter utama dimunculkan dengan pas, tidak tergesa-gesa, dan alami banget. Dengan konten-konten yang dipilihpun sangat relevan dengan kehidupan anak kuliahan zaman sekaran
Profile Image for aynsrtn.
521 reviews18 followers
August 26, 2024
Having affair antara dosen dan mahasiswinya? Jangan ya, dek, ya~. Hehe.

Bacaan yang ringan, konfliknya pun nggak njelimet, romansanya tipis-tipis, ya. Tak kira bakal karam, tapi tak dinyana 👀

-----

Earthshine ini mengisahkan Bulan, seorang mahasiswi ambis nan pintar, juga sangat peka (baca: ikut campur) terhadap urusan temannya. Ia juga dekat dengan dosen muda sekaligus pembimbing akademik sekaligus dosen pembimbing skripsi bernama Pak Alvin.

Bulan ini karakter yang sibuk banget deh. Sibuk ngurusin orang, haha. Saking sibuknya sampe ku bacanya gemesss banget. Untungnya ada sosok Pak Alvin, sang dosen, yang bisa mengimbangi kesibukan Bulan ini.

Tapi, hubungan Bulan dan Pak Alvin ini menurutku terlalu dekat. Maksudku, banyak celetukan dan candaan Bulan yang sangat berani terhadap dosennya sendiri. Either itu sudah ada perasaan atau belum, tapi kadang kagak ada sopan-sopannya Bulan tuh :D

-----

Buku ini selain membahas tentang perkuliahan serta dinamika dosen dan mahasiswa, juga bercerita tentang hubungan toksik, dan mental health issues. Benar memang setiap orang memiliki cara tersendiri untuk menerima perpisahan dan kehilangan.

Trigger warning: commited suicide, depression, toxic relationship, cheating.

Akhir kata, Earthshine ini bacaan ringan dan plot yang mudah dipahami.

-----

3.5⭐️

🌕🏖📚
Profile Image for Arutala.
509 reviews1 follower
November 8, 2024
Dari segi cerita novel ini keren dalam menyajikan suka duka menjadi pejuang skripsi dan pendewasaan diri. Setiap tahapan dalam mengajukan skripsi mulai dari proposal judul hingga bab terakhir itu dijalani liku-likunya dengan semangat oleh Bulan, tokoh kita yang karakternya rada akrab dengan dosen pembimbing skripsinya, Pak Alvin.

Disela-sela pembuatan skripsi ini banyak peristiwa terjadi mulai dari asmara, teman, keluarga hingga kekaguman tanpa henti antara mahasiswi dengan dosbimnya. Asyik sebenernya bacanya, alur ceritanya oke, namun mendadak di bagian Bulan yang mulai agresif ini yang bikin agak turun tensi.

Kendati begitu, secara keseluruhan novel ini enak dinikmati, konflik salah paham antara Bulan dengan Pak Alvin alih-alih menjengkelkan, bagi saya terdengar lucu. Salah kirim sms, perjumpaan Bulan dan Pak Alvin di mal dengan shireen atau saat Bulan mengembalikan bantal selimut semuanya terasa natural. Karakter Bulan sendiri juga unik. Gadis cerdas, berani, setia kawan namun rapuh dihantam patah hati semu.
Profile Image for Ayu Dipta.
Author 1 book1 follower
February 18, 2024
Sebetulnya ingin kasih bintang lima kalo seandainya endingnya mereka nggak bersama hahaha. Kayaknya aku fans sad ending. Aku suka sekali karakter perempuan seperti Bulan, perempuan yang tahu maunya apa, tidak drama, logis, dan mandiri dan penggambarannya yang tidak sekedar deskripsi tapi hadir lewat dialog-dialognya yang menurutku sangat menarik untuk diikuti. Sudah lama tidak membaca kisah mengenai kampus sesegar ini sehingga betul-betul teringat ingin balik nostalgia masa lalu ketika kuliah.
Profile Image for nasya.
845 reviews
September 10, 2024
Lumayan oke sih, cuma aku kayak masih belum memahami awal kedeketan Bulan sama Alvin, karena tau-tau di awal mereka udah deket, terus pas di Thailand pun si Bulan bercanda sama Alvin yang menjurus ke hal-hal yang berbau seksual, dan di benakku masih nggak make sense, karena bercandaan mahasiswa-dosen bisa sejauh itu.
Profile Image for Bana_Ez.
242 reviews1 follower
November 22, 2023
Ini ceritanya nggk yang terlalu berat banget, gk kerasa bacanya sehari udah abis. Tata bahasa mudah di pahami. Ceritanya menarik banget antara mental dan reality. Cuman minusnya saya merasa di cerita menjelang akhir, tiba-tiba ada perubahan drastis yang menurut saya cukup terjal dan kaget.
Profile Image for ched sky.
1 review
March 31, 2024
the books that getting me out off book slump, finished reading this in like 5 hours (insane)...alurnya ga buru" tapi juga gak slow burn banget, i like the ending so much...ringan banget jadi pengen baca another teen lit yg ringan ringan
Profile Image for Jessy Willy Pramestie.
153 reviews1 follower
September 28, 2024
Yang kurasakan ketika membaca novel ini adalah menyebalkan dari sisi tokoh utama perempuannya. Juga chemistry antara tokoh utama, Bulan dan Alvin tidak terlalu ketara. Samar, yang tiba-tiba ending seperti itu. Mohon maaf, untuk novel kak Suarcani yang ini kuberi nilai rendah.

Rating 3,5/5 bintang
Profile Image for YAY: A.
47 reviews11 followers
April 6, 2024
Bulan is the epitome of a cool girl who values academics while still caring about her friends.
Profile Image for Ratnasari.
59 reviews
May 26, 2024
Ceritanya ringan, makanya cepet selesai. Endingnya ga mengecewakan, bikin terharu 🥹
Profile Image for Wardah.
954 reviews172 followers
October 13, 2024
NOVEL ROMANCE ❎️
NOVEL PANDUAN MENTAL HEALTH ✅️

TW: suicide attempt

Sebenarnya agak waswas pas baru baca. Secara di blurb dituliskan Bulan naksir Pak Alvin. Dan trope ini tuh salah satu yang gak aku suka. Tapi, setelah baca ternyata buku ini tuh justru minim romance 👌

Cerita berpusat pada Bulan yang mahasiswa unggulan berprestasi dan terlihat sempurna–tapi sebenarnya nggak. Dia pusing karena gak punya duit (keluarganya juga punya masalah finansial), capek juggling kerjaan part time sama kuliah, helpless lihat temannya terjebak toxic relationship, stress skripsian, mendadak diputusin sama pacaranya, dan harus ngalamin kejadian traumatis.

Eartshine lebih berfokus ke perkembangan karakter Bulan dan caranya menghadapi masalah dalam hidupnya itu. Khususnya masalah yang menyita mentalnya 🥹

Jujur Bulan ini suka asbun dan jail dan ngeyel, dan sering bikin ketawa. Cuma dia bukan tipe karakter yang aku suka. Karena kadang juga dia terlalu sinis. Dan sikapnya di ending jelang wisuda (pas spoiler) bikin aku bertanya-tanya. Tapi ya setelah dipikir lagi, karakternya masih manusiawi. Dia masih muda dan berkembang seiring cerita. Dan karena ditulis dari sudut Bulan, pembaca ya mau gak mau lihat dunia dari mata dia.

Konflik di buku ini cukup solid. Isu yang diangkat juga sebenarnya berat, cuma berhasil disajikan dengan ringan. Bisa banget lebih diperdalam, cuma kayaknya nanti jadi gak seringan ini deh. Aku juga agak dilema karena maunya dieksplor lebih tapi nanti bukunya bisa jadi terlalu dark.

Yang jelas suka banget perkembangan karakter Bulan buat belajar menerima keadaan dan dirinya sendiri. Bangga 🥹🙌

Aku masih not a fan of dosen-mahasiswa things. Tapi syukurlah penulis memilih ending gini. Jadi bisa dibilang cukup puas juga sama kisah cintanya. Puas juga sama karakter Pak Alvin 🤌 Jadi buatmu yang ragu karena trope-nya, coba aja dulu 😆

Oya note satu lagi, bagian awal bisa jadi bisa bikin pembaca gak nyaman karena beberapa komentar mahasiswa menjurus sexual harrasement ke Pak Alvin. Tapi setelah itu gak ada sih.
Profile Image for mzya.
80 reviews2 followers
November 22, 2024
- Alurnya cukup menarik dan seru
- Penulisannya ga bikin bosen
- Karakter"nya sedikit bikin kesel ya apalgi sama karakter windri pas lagi putus cinta bikin istigfar bgt tapi karakter development dia bagus
- Karakter Bulan juga bikin aku malu ya krna tindakan impulsif dia yg harusny ga perlu dia lakuin tapi aku salut buat tindakan dia dalam menyelesaikan masalah kesehatan mentalnya
- Aku rada kurang sreg si sama hubungan karakter utamanya. Sbnrnya hubungan mereka tuh mengalir aja, interaksiny juga ga terkesan di paksain. Aku baru ngerasain mereka gemes tuh pas di akhir" bgt
- Konflik Windri dan Bulan ngebuat aku sadar betapa kita harus lebih merhatiin pentingnya kesehatan mental kita biar justru ga merambat kemana" dan jadi nguras energi org lain, dan betapa toxic relationship itu ga cuma berpengaruh ke diri kita sendiri tapi juga ke orang" terdekat kita
Displaying 1 - 23 of 23 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.