Enid Mary Blyton (1897–1968) was an English author of children's books.
Born in South London, Blyton was the eldest of three children, and showed an early interest in music and reading. She was educated at St. Christopher's School, Beckenham, and - having decided not to pursue her music - at Ipswich High School, where she trained as a kindergarten teacher. She taught for five years before her 1924 marriage to editor Hugh Pollock, with whom she had two daughters. This marriage ended in divorce, and Blyton remarried in 1943, to surgeon Kenneth Fraser Darrell Waters. She died in 1968, one year after her second husband.
Blyton was a prolific author of children's books, who penned an estimated 800 books over about 40 years. Her stories were often either children's adventure and mystery stories, or fantasies involving magic. Notable series include: The Famous Five, The Secret Seven, The Five Find-Outers, Noddy, The Wishing Chair, Mallory Towers, and St. Clare's.
According to the Index Translationum, Blyton was the fifth most popular author in the world in 2007, coming after Lenin but ahead of Shakespeare.
"Pakaian yang bagus tidak bisa membuat orang menjadi baik."--p.73
Masih bagus efeknya. Masih suka. Padahal sudah berapa lama berlalu sejak membaca seri ini.
Kover baru ini juga lebih menarik. Walaupun, typo tidak diperbaiki. Padahal, alangkah baiknya jika diperbaiki agar anak-anak yang membaca sejak kecil bisa memahami bentuk bahasanya sendiri, bahasa Indonesia, yang baik dan benar.
Dulu saya suka baca cerita-cerita di Bobo--numpang baca punya kawan. Dan cerita-cerita di buku enid Blyton seri ini, selain mengajarkan tentang sikap-sikap yang disukai dan tidak disukai, juga lebih pendek dari cerita Bobo lengkap dengan ilustrasi yang tetap memesona.
Menurut saya, buku ini akan pas sekali dibaca anak yang baru bisa membaca dan sedang bersemangat-bersemangatnya mempraktikkan kemampuan membaca mereka.
i was still a kid when i read this, and i was totally in love with it.each story gives a good lesson and it's just stuck in my mind.the description feels so real and familiar.really good book for children to read.
Waaaaaaahhhhhhhh...cerita-ceritanya bagus sekaliiiii, *teriak pakai TOA*. Total ada 7 cerita. Mereka adalah Binatang-binatang yang terlantar, Si Tubuh Besar, Gadis Kaya yang Sombong, Dasar Bodoh, Connie yang Sembrono, Mari Kita Teruskan, dan Dua Anak Kasar.
Semuanya membawa pesan moral yang bagus. Somehow, saya rasa seri kumbang buku ke-7 ini menekankan pesan moral tentang bagaimana cara bersikap baik kepada sesama.
Cerita favorit saya adalah Mari Teruskan. Ceritanya adalah tentang seorang anak bernama Susan yang ingin meniru kebaikan hati ibunya yang sangat gemar menolong orang lain. Jika ada yang bertanya apa yang bisa mereka lakukan untuk membalas kebaikan hati Ibu Susan, sang Ibu hanya menjawab teruskan kebaikan ini kepada orang lain.
Maka Susan pun memulai proyek Mari Teruskan ini. Cerita kebaikan-kebaikan yang diteruskan ini sangat menghangatkan hati. Cara yang bagus untuk mengajarkan kepada anak-anak kita bagaimana bersikap baik kepada sesama melalui permainan yang menyenangkan.
Seperti biasa, karya Blyton selalu mengesankan dengan berbagai cerita sederhana yang sarat moral serta nilai yang dapat dipetik dan diteladani untuk segala usia, khususnya anak-anak.
Adanya ilustrasi sangat cocok untuk anak yang masih suka melihat gambar, dan terlebih lagi bahasa terjemahannya asik sehingga cocok sekali untuk digunakan mendongeng.
Saya sedang rindu pada masa kecil sehingga iseng memasukkan buku ini dalam daftar bacaan.
Saya suka bagaimana setiap cerpen2 ini memiliki pelajaran, mengajari pembaca untuk tidak berbohong, mencuri, sombong, dsb. Sunguh baik sbg bacaan anak dan memperkenalkannya pd anak2 :))
-- 13.02.21 Judul buku: Gadis Kaya yang Sombong dan cerita-cerita lain Penulis: Enid Blyton Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Jumlah halaman: 192 Buku ini adalah salah satu dari delapan buku yang tergabung dalam kotak paket buku "Seri Kumbang." Selain kisah Gadis Kaya yang Sombong, masih terdapat tujuh cerita lain yang tergabung dalam buku ini. Tokoh utama dari kedelapan cerita dalam buku ini tentunya adalah anak-anak sesuai dengan sasaran pembaca yang ingin dibidik. Hampir semua cerita di buku ini mengisahkan anak yang sebagai tokoh utamanya memiliki sifat yang kurang baik: tidak bertanggung jawab serta menelantarkan kewan peliharaannya, kasar dan jahil terhadap teman, sombong, teledor dan tidak rapi, sembrono dan pelupa, dan juga tidak menghormati dan kasar terhadap orang tua. Namun di tiap akhir kisahnya ditutup dengan penyesalan dan taubatnya si anak nakal. Buku ini mampu memberikan pelajaran di tiap kisahnya dengan menggambarkan sifat anak yang sering kita temui. Di beberapa halamannya kita bisa menemukan ilustrasi yang menunjang cerita. Meskipun tiap halamannya hanya berwarna hitam dan putih, ini tidak mampu menyusutkan semangat membaca anak saya. Ya, paket buku ini adalah satu dari sekian buku favorit anak saya. Tapi, jangan salah, pesan yang terkandung di dalam kisahnya tidak hanya untuk anak-anak, tapi juga bisa kita (orang dewasa) ambil sebagai hikmahnya. "Kita berbuat baik kepada seseorang, lalu menyuruhnya melakukan kebaikan untuk orang lain, dan orang lain yang menerima kebaikan orang itu pun kemudian menyuruh orang lain lagi meneruskan kebaikan kepada orang yang lain lagi--dengan begitu, kebaikan takkan berhenti. Ia akan diteruskan, diteruskan, dan diteruskan lagi." (Hlm. 139) --
Ketika orang kebanyakan membaca sebelum jatuh tertidur. Saya mencari bahan bacaan agar tetap terjaga. Kembali buka aplikasi iJakarta dan menemukan buku ini di sana. Telat sekali bagi saya membaca karya Enid Blyton. Harusnya saya membaca buku ini di masa kanak-kanak, mengingat betapa cerobohnya saya seperti tokoh Connie.
Dalam buku ini ada tujuh cerita, semuanya bagus-bagus dengan pesan moral yang baik. Seringnya cerita-ceritanya menyajikan tokoh yang terpaksa mengalami posisi yang sama dengan siapa mereka bertindak buruk, si tokoh kadang melihat sanksi langsung dari apa yang diperbuatnya.
Alan lebih berasa jika saya mebaca buku ini di masa kanak-kanak.
Cerita yang paling saya sukai karena menghangatkan hati adalah cerita yang keenam: Mari Kita Teruskan.
I read this book from my playgroup's library at Taman Aries Jakarta. The series consist of 8 books, that called Serial Kumbang back then. From all the 8 books, this one is my favourite, and I loved the main story. All these Kumbang Series consistes of simple stories that always have something to think about as a child. Do you want to be the kind of person like this girl? Do you want your friends to love you? Do you find it great if someone's lying to you? Simple things like that. I bought all the series again last year, cause I gave my old ones to my niece. Gramedia Matraman : Rp. 10.000
buku ini gw baca waktu gw masih kecil...mmm... sd kalo ga salah.... Gw ikutin smua serial dr buku ini... mulai dari "si babi ungu", "si gadis penakut", "tommy si pengadu", n banyak lagi laah....
Dan kaya'nya buku2 ini lumayan bagus jg kalo di baca ma anak2 jaman sekarang... ceritanya simple... tapi ada "pelajaran" yangbisa diambil dari situ... yaah... itu pemikiran gw waktu gw masih kecil siiy.... ga tau jg deh... masih relevan ga yah ma pemikiran anak2 jaman sekarang...??
Dari ke-tujuh cerita yang ada, aku paling suka Mari Kita Teruskan.
"Alangkah manisnya! Kita berbuat baik kepada seseorang, lalu menyuruhnya melalukan kebaikan untuk orang yang lain, dan orang lain yang menerima kebaikan orang itu pun kemudian menyuruh orang lain lagi meneruskan kebaikan kepada orang yang lain lagi - dengan begitu, kebaikan takkan terhenti. Ia akan diteruskan, diteruskan, dan diteruskan lagi." -p138-139
ini masi di produksi nggak ya? dulu gw bacanya bole pinjem dari tetangga bacaan awal sebelom kenal Sapta Siaga dan Lima Sekawan lots of good learning from it
For me, this is the hardest one from 8th book series. And when I got it, I get so happy because I can have the complete series. But then, all of them gone by the flood. HEHEHE...
This my childhood favorite books and will always be. I love how each story has a lesson, teaching us not to lie, steal, be arrogant, etc. I introduced this to my little sister and she loves it too.