saya harus bilang bahwa ini adalah buku komedi terkocak yang pernah saya baca. Dari awal hingga akhir saya selalu tergelak membaca gambaran2 unik sosok Jemi. Humor yang ada betul2 humor yang cerdas, pilihan kata-kata yang dipakai penulis begitu menggelitik dan mampu menjadi satu kelucuan tersendiri di samping jalan cerita novel ini. Gambaran tentang nasib seorang mahasiswa yang terancam DO di buku ini terasa begitu nyata bagi orang2 yg pernah terancam DO, sedang terancam DO, ataupun yang memang sudah DO dari kampusnya. Hanya satu yang kurang nyata bagi saya, yaitu bagaimana bisa seorang se-perfect Leah mau menjalin affair dgn sosok amburadul macam Jemi? Tapi mungkin itulah cinta, sebagaimana yg distempel di cover muka buku ini yg menyebut buku ini sebagai "komedi cinta".
Satu bagian yang paling lucu menurut saya adalah ketika Jemi menelepon Leah dan pura-pura menjadi orang bule teman Leah ketika kuliah bernama Robin. Tak dinyana, ternyata Leah benar-benar punya teman bernama Robin. Leah pun dgn antusias menanyakan, "Robin kamu sekarang lagi di Bandung?" Jemi, si Robin palsu pun menjawab, "Ehm, yes". Leah bertanya lagi, "Kapan kamu nyampe di Bandung?" Jemi dgn bodohnya bilang, "ehm...tomorrow." Leah langsung mematikan telepon, ia tidak mengenali suara Jemi tapi ia kenal kebodohan Jemi. :D
Beberapa tahun setelah saya membaca buku ini, saya mencoba menyaksikan versi filmnya di youtube. Ternyata jauh banget bedanya, yang versi film kagak ada lucu-lucunya malah terkesan mesum. Bahkan derita seorang mahasiswa yang terancam DO sama sekali tak tergambar di film itu, berbeda jauh dgn versi buku. Sangat disayangkan, padahal menurut saya isi novel ini sendiri sangat filmis, artinya dapat divisualkan satu per satu ke format movie tanpa harus merubah setitikpun jalan cerita yg terdapat dalam novel ini. Pertimbangan bisnis mungkin yang membuat film itu harus dibuat semesum itu, dan meninggalkan kekocakan yg terdapat dalam buku ini.