"Kata nenekku lipstik patah berarti bakal ada berita buruk."
Kalau menurut neneknya Poppy, semua hal selalu dikaitkan dengan berita buruk. Kaca pecah, ban mobil kempis, hidung mimisan, dompet kosong, rambut rontok, panu, kancing hilang, rem sepeda blong, lolongan anjing, tagihan kartu kredit...
"Mungkin ini sebuah pertanda jelek, Mbak Bos Indi."
Indiana menghela napas. Poppy memang rese.
Indiana, seperti kebanyakan gadis lainnya mempunyai love affair dengan lipstiknya. Kalau ujungnya rata, berarti si pemilik berat jodoh. Kalau ujungnya runcing, berarti sifatnya lemah lembut. Kalau ujungnya tumpul, berarti dia dapat diandalkan. Kalau ujungnya putus, berarti ada yang bakalan masuk rumah sakit. Hahaha.
Benarkan kehidupan bisa diramal dari ujungnya sebuah lipstik? ...sampai suatu ketika dia mematahkan sebuah lipstik dan tiba-tiba seluruh dunia menciptakan masalah untuknya.
Clara Ng adalah pengarang sejumlah novel dewasa dan juga buku anak-anak. Ibu muda berbintang Leo ini lahir di Jakarta tahun 1973. Lulusan di Ohio State University jurusan Interpersonal Comunication ini tidak pernah bercita-cita jadi penulis, namun kini karya-karyanya mengalir tanpa henti. Novel-novel dewasa yang sudah diterbitkan adalah Indiana Chronicle: Blues, Indiana Chronicle: Lipstick, Indiana Chronicle: Bridesmaid, The (Un)Reality Show, dan Utukki: Sayap Para Dewa. Buku anak-anaknya yang sudah terbit adalah Seri Berbagi Cerita Berbagi Cinta.
Maap bangetttt aku ga bisa selesaiin. Kalopun aku selesaiin, pasti akan tetap sama. Ga suka banget sama karakternya, cara penulisannya bukan selera saya. Apparently this is a second book out of 3 and I haven't read the previous one.
Mohon maaf sekali. But I do hope I'll see other title from Clara Ng that I'll come to love
Indiana masih gadis yang kocak, masih kadang ceroboh, tapi banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupannya. Saat ini sedang jomblo semenjak putus dengan Francis, sudah punya rumah kontrakan sendiri, gak tinggal di apartemen sepupunya, Sara lagi, Wang, mobil kesayangannya juga sudah dijual. Sekarang Indiana menjabat sebagai wakil redaksi di majalah Metro Women. Satu lagi yang belum berubah, Indiana masih trauma berat kalau naik pesawat. Dan yang penting lagi… Indiana sedang berusaha untuk tidak menyakiti hati orang-orang (ini ajaran Illona, sang pemimpin redaksi majalah Metro Women).
Terus, apa hubungannya sama Lipstick? Kehebohan diawali ketika secara tidak sengaja Indiana mematahkan lipstik teman sekantornya, CJ. Langsung deh muncul ramalan dari beberapa teman-temannya. Kata Poppy, Lipstik patah artinya bakal ada kejadian buruk. Terus, merembet ke analisa soal bentuk lipstik.
Di bagian kedua ini, rasanya ceritanya lebih ramai, ya ramai dengan para ‘bintang’, ramai juga dengan kehebohan Indiana. Yang lucu lagi, setting cerita sebagian besar ada di … rumah sakit! Indiana masuk rumah sakit??? Bukan … bukan .. Indi, tapi orang-orang di sekitarnya harus berurusan dengan rumah sakit, yang membuat Indi ikut terlibat di dalamnya.
Dimulai ketika Marlene, rekan kantor Indi yang masuk rumah sakit, sehingga Indi harus menjenguknya. Ketika sedang besuk, Indi bertemu dengan Onassis, seorang dokter ahli kandungan yang dijodohkan Sara dengan Indi. Lalu, ketika sedang di kafetaria, secara tidak sengaja, Indi bertemu dengan Francis yang membuatnya ‘meleleh’ seketika. Belum lagi, secara kebetulan, Indiana mengungkapkan sebuah kasus malpraktek di sebuah rumah sakit, sampai masuk TV segala.
‘Kejombloan’ Indiana membuat Sara menjodohkannya dengan Onassis, temannya dari kecil, yang PD banget merasa Indi juga suka dengan dia. Tapi, ternyata Indiana masih terbayang-bayang dengan Francis. Belum lagi, tiba-tiba muncul seorang reporter TV bernama Abi, yang sayangnya (atau untungnya, ya) sudah menikah, karena hampir saja Indi coba-coba flirting dengannya.
Trauma akibat kecelakaan pesawat masih menghantui Indiana. Kehebohan di pesawat terjadi ketika Indiana harus berangkat ke Singapura menghadiri konferensi jurnalis. Indiana panik begitu mendengar mesin pesawat dan langsung menciptakan kehebohan di pesawatnya.
Ending cerita… hmmm… boleh dibilang romantis…. Dan cerita ini penuh kejutan buat Indiana dan boleh dibilang lengkap… ada sedih, ada kocak, ada senang-senangnya, ada yang mengharukan.. dan pastinya ada romantisnya…
Saya membaca buku ini dalam waktu 4 jam. Lumayan cepat untuk ukuran membaca saya saat ini. Tapi memang ceritanya page turner sih...
Indiana masih ceroboh. Indiana masih dengan jiwa sosialnya yang tinggi. Indiana masih dengan perasaannya pada Francis, meski cowok itu sudah berpisah dengannya selama 2 tahun (plus ada dokter ganteng yang suka sama dia). Dan yang terpenting Indiana masih phobia naik pesawat (kelakuannya kalau naik pesawat itu bikin panik semua penumpang).
Kali ini Indi bermasalah dengan lipstik patah, yang katanya membawa sial. Benar saja, Indi benar-benar dirundung berbagai masalah, mulai dari cemburu dengan kekasih barunya Francis, sampai berurusan dengan malapraktek dokter. Tapi benarkah semua itu terjadi gara-gara lipstik?
Saya menikmati buku ini seperti buku pertamanya. Dan Francis itu benar2 adorable deh.... :)
buku kedua ini aku bilang masih sama bagusnya kaya yang pertama, dan lebih bagus lagi karna di buku ini kayanya dia udah ga niru Shopaholic lagi. :) baguus deh. :) nah, di buku ini dia ceritain ttg mitos lipstick. ga heran sih secara di indo emang banyak mitos, tapi ga bakalan terjadi kalo kita ga percaya. :P
tapi di sini ceritanya lumayan heboh, dan Indiana sendiri tetap cewe cerdas yang mandiri tapi lucu dan ceroboh, dan seperti biasa. buku ini menarik buat dibaca! :D
Clara Ng jagonya mendeskripsikan suasana chaos, apalagi ditambah sifat Indiana yang bak buk bak buk. Phobia-nya akan terbang dengan pesawat, benar-benar kocak. Alhasil ngakak di banyak bagian. x))
Meski tidak ada ancaman pemecatan atau permasalahan lain terkait karir Indiana di perusahaan majalah, tetapi suasana redaksi digambarkan dengan baik, tergambar keriuhan menjelang deadline artikel apalagi ketika salah satu pegawai jatuh sakit sehingga rubrik itu harus diisi oleh orang lain. Fokus di seri kedua Indiana Chronicle ini menurut saya berimbang antara karir dan kehidupan cinta Indiana. Menunjukkan bahwa di Jakarta ini (atau mungkin di banyak tempat lain) perempuan lajang usia menjelang tiga puluh tidak melulu memikirkan cinta, jodoh, maupun pernikahan. :)))
Tokoh Francis semakin matang dan santai, tidak seperti di buku pertama yang cenderung kaku dan semaunya sendiri. Membuat pesonanya semakin terlihat dan di buku kedua ini, Francis resmi jadi idola saya. <3
Setelah puas campur kecewa dengan buku Indiana Chronicles: Blues, setidaknya buku ini tidak bikin kecewa.
Indiana sehabis putus dari Francis masih sama. Ceroboh, kocak, tidak bisa masak, menyetir ugal-ugalan, apa lagi? Tapi kini ia menjabat sebagai wakil redaksi majalah Metro Women. Dan juga, kini ia sudah tidak satu apartemen dengan Sara.
Sara mati-matian berusaha menjodohkan Indiana dengan teman lamanya, Onassis. Padahal, Indiana sendiri belum bisa move one. Yup, ia masih teringat Francis. Padahal sudah dua tahun lamanya.
Banyak karakter lama yang bermunculan seperti Charles dan tante Sophia, mama Francis, walau cuma sekelibat. Dan juga banyak karakter baru yang membuat buku ini makin seru dibaca.
Seperti novel Indiana Chronicles yang sebelumnya, aku tetep berkesan banget deh sama Francis dan Indiana. Cinta emang ribet ya. Dan well, keribetan hidupnya si Indiana tuh bener-bener berasa banget deh. Kalian tau kan kalau novel readers biasanya ngebayangin gimana kejadiannya di kepala kita. HAHAHA I'm the fucking director of this! Ada satu kejadian yang menurutku super klimaks. Pas di RUMAH SAKIT. SPOILER ALERT!!! HAHAHAHA ngga deng. Aku tau rasanya kayak apa kalau kita baca buku yang udah pernah diceritain orang. Jadi, aku cuma kasih clue aja ya. RUMAH SAKIT. Biasanya Indiana ngomongnya pasti RUMAH fucking SAKIT. HAHAHAHA I love Indiana! Francis juga. Charles juga.
lipstick ,, every women need it to coloring their lips.. and it can be seems like coloring our day girl,, just turn on your mood. hehhehhe here is Indie story when she take vacation and meet new people and new man, but at the end she back again with his boyfriend.sometimes we can be in her situation, confused in two choices and must make decision,, and she take it. read this book really have good time and refreshing.
Indiana Chronicle trilogi sangat menghibur, lucu, menghadirkan wawasan & romantisme yang tidak ‘basi’ tentang kehidupan wanita lajang. Sifat Indiana tidak dideskripsikan dengan gamblang, namun pembaca dapat mengerti karakter Indiana dari kejadian demi kejadian. Karakter Indiana yang memiliki good personality semakin menarik karena ketidaksempurnaannya, kecerobohannya, pengungkapan dalam suara hatinya yang kadang-kadang ‘nakal’ namun terdengar jujur.
Drama kehidupan dari seorang Indiana, pekerja media yang pintar dengan karakter menyenangkan. Metro Pop kadang seperti Teenlit juga ya, hehe.
Lucu, ringan, dan jalan ceritanya one line gitu. Penokohannya anak muda sekali, kisah cintanya dan kehidupan sosialita mendominasi novel ini dari awal. Dari prolognya, saya terkecoh karena mengira setting cerita di dalam pesawat.
Kalo gak salah ketemu buku ini di gelaran discount gramedia Padang, semoga ketemu dua serial Indiana lainnya.
Novel pertama dari Clara Ng yang aku baca. Indiana, wanita karier yang percaya bahwa lipstik mempengaruhi hidupnya. Bahkan wanita pandai pun masih percaya pada mitos. Nah Indiana ini ternyata juga suka memberi nama benda seperti aku. Hihihi... so far novel ini ringan dibaca. Bumbu percintaan Indiana dengan Francis. Khas-khas metropop banget deh. Kehidupan wanita dalam karier, cinta, dan belanja-belanji :)
ni buku k 2 nya....rameee...ttp rame..... dimana cewe tu selalu banyak feelin yang ga jelas yang di di bilang " pertanda...." karna gw ga pake lipstik jadi ga pernah tu dapet pertanda dari lipstik yang patah ato yang lancip.....
penasaran ....baca deeeeeeeeeeh....!!! sebenernya masih ada yang k 3 ni...bridemaids....hua ending yang keren...!!!
Buku kedua dari Indiana Chronicle, masih tetap menceritakan kehidupan seorang wanita lajang yang hidup di Jakarta dengan segala masalah yang harus dihadapi dan pelajaran yang dapat diambil dari kehidupan dengan segala permasalahannya. Bagaimana banyak masalah bermunculan yang diawali oleh sebuah lipstik yang patah. Dan bagaimana Indiana menangani semuanya.
Agak sedikit kecewa saat baca buku ke dua trilogi Indiana Chronicle ini..
Buku ini ceritanya gak sebagus dan semenarik buku yang pertama..
Tapi ada satu bagian yang menarik dari buku ini, saat Indi mengkritisi kinerja rumah sakit dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat serta suster2 yang tidak nampak sepeti orang yang bekerja di bidang kemanusiaan.. Nice.. hehehe
Lipstick dan Blue adalah 2 buku yang saling bersambung, dan selama baca buku dalam hidup ini gak pernah seboring membaca 2 buku ini, bertele tele dalam penyelesaian dalam mbangun alur cerita, bukannya penasaran pembacanya malah sebel, ups untung hanya pinjam teman coba kalau beli sayang sekali buang uang.
Buku keduanya Clara NG yang gw baca. Gaya ceritanya yang lucu, bikin gw senyum-senyum sendiri n begadang ampe subuh cuma untuk dapetin endingnya. Hmmm...buku ini skrg ma siapa ya?? Huhuhuhu...penyakit jelek.
Anyway, seri Indiana Chronicles gw lengkap..sampe yg ke-3 pun ada.. Bridesmaid.
g baru tau tuch lipstik ada mitos nya... Hehehehe Gaya berceritanya asyik... Seperti ngebaca sesuatu yang emang mungkin saja terjadi di kehidupan kita misalnya.. Jalan ceritanya gak membosankan and juga bukan sesuatu yang di awang2,,,, Enak aja dibacanya...
This novel is the second of the trilogy Indiana Chronicles. The first is Blues, and the third is Bridesmaid. Not as good as the first. I almost stopped read at the quarter. Very boring, many unimportant story.
Ini buku kedua Trilogi Indiana Chronicle. Jujur saja, saya agak kurang suka buku no 2 ini. Karena saya baru denger tuh soal lipstik yang patah berarti kurang baik. Menurut saya, kejadian Indi ketemu cowo laen di pesawat, itu yang harusnya diulas lebih dalem. :)