Bintang 3,5 sih tapi saya genapin jadi 4!!
Alasanya, karena Esti Kinasih merupakan salah satu (eh 3 ding, bersama Mia Arsjad & Luna Torashyngu) Novelis cinta pertama saya hahaha. Novel-novel mereka udah saya baca entah dari jaman kapan. Merekalah yang mengenalkan saya pada novel-novel teenlit sejak saya masih teenagerjuga wk.
Sejujurnya dulu, lamaa sekali. Saya sempat salah urutan dalam membaca. Jadi novel Cewek ini memiliki 2 sekuel, yang pertama adalah buku ini dan yang kedua berjudul Still. Namun karena saya tidak tahu, akhirnya saya membaca Still terlebih dahulu karena jelas halamanya lebih sedikit dan covernya juga membuat saya jauh lebih tertarik. Alhasil saya jadi bingung dan tidak begitu suka dengan jalan ceritanya. Sayapun meninggalkan buku Still itu dan membaca novel-novel lain sampai akhirnya saya bertemu kembali dengan novel ini. Dan akhirnya saya sadar bahwa saya telah salah baca karena saya juga sempat keki dengan ending novel ini yang begitu menggantung.
Dan akhirnya sekarang, setelah sekian lama saya membaca kembali novel ini dengan urutan yang sesuai. Walupun sebenar saya sedikit malas-malas gimana gitu, mengingat buku ini yang halamanya 400an lebih. Dan saya membacanya tanpa skip!
Oke langsung saya reviewnya yaa.
Cewek. Novel ini bercerita tentang 3 orang gadis bernama Langen, Fani dan Febi yang amat sangat sebal, benci dan keki kepada para pacar-pacarnya yang bernama Rei, Bima dan Rangga karena mereka bertiga lebih mementingkan klub Maranonnya (klub panjat gunung di kampus) dibanding cewek-ceweknya yang cantik-cantik dan imut-imut itu.
Karena kesal terlalu sering dianggurin, ketiga cewek itupun menantang para pacar untuk mendaki gunung. Siapa yang kalah dialah pencundangnya.
Langen, tokoh utama perempuan dalam cerita ini yang memiliki watak keras kepala, judes, susah diatur, benci jika dianggap lemah dan menganut asas feminisme tingkat akut. Namun begitu, dia sangat setia kawan walaupun kadang juga menyesatkan. Dia juga humoris, supel, dan sedikit gila.
Rei, pacar Lengen yang sama keras kepalanya, lumayan egois dan posesif, tidak suka mengalah, serta gampang tersulut emosi. Namun disatu sisi ia sangat mencintai dan menyayangi kekasihnya itu hingga melakukan berbagai cara picik agar dia bisa balikan ketika diputus sepihak oleh Langen.
Fani, sahabat terdekat Langen yang sama gila dan menyesatkan. Sifatnya tidak jauh berbeda dengan Langen, suka marah-marah, suka menghasut namun entah mengapa saya suka-suka saja dengan tindakanya itu. Mungkin karena cara-cara yang dilakukannya sedikit gila kali ya jadi saya justru ketawa-ketiwi ketika membaca berbagai aksi kedua sahabat tersebut saat menghasut teman-temannya.
Bima, pacar Fani yang berbadan besar. Jika Fani wataknya mirip Langen, maka Bima tidak jauh berbeda dengan Rei, sahabatnya. Dia juga sangat posesif, suka memaksa kehendak, mudah marah dan emosian.
Baik Langen-Rei atau Fani-Bima, kedua pasangan itu adalah tipe yang tidak pernah akur. Sering berantem, saling menuduh, salih negatif thinking. Pokoknya hampir setiap hari ada saja masalah yang membuat mereka tersulut emosi.
Sebenarnya karakter Bima sedikit jomplang ya. Dikatakan bawa Bima itu play boy, banyak cewek kesemsem kepadanya, mantanya berderet, dan dia cukup populer. Tapi disatu sisi dia digambarkan sebagai sosok berbadan besar, berambut panjang, memiliki banyak bulu dan bercodet di wajah. Bahkan ia juga mendapat ejekan sebagai gorilla, gandurwo atau manusia gagal evolusi. Kan aneh, disatu sisi ia digambarkan begitu jelek tapi disisi lain ia justru digambarkan sebagai laki-laki dengan koleksi mantan terbanyak.
Febi alias Raden Ajeng Febriani Kesumonigrat. Cewek berdarah biru keturunan raja jawa yang ayu, kalem, lemah lembut, penyabar dan bertata krama tinggi. Dia adalah salah satu cewek yang paling sering menjadi korban kesesatan dan kegilaan Langen-Fani. Namun sebenarnya dibalik sifat-sifatnya yang angun nan alus, dia adalah cewek yang sama gilanya dengan kedua sahabatnya itu. Tapi ya itu, harus ada percikan api terlebih dahulu agar sifat gilanya keluar.
Rangga, pacar Febi dan juga sahabat kedua cowok di atas. Berbeda dengan 2 sahabatnya, Rangga memiliki watak yang tenang, dan tidak mudah emosi. Selain itu hubungannya dengan Febi juga lebih adem ayem dibanding yang lain. Ya maklum lah, ceweknya aja lemah lembut begitu. Sangat pengalah dan tidak berani melawan (tapi itu sebelum kena hasutan ya wkwkw)
Teakahir ada Iwan cs (Iwan, Theo, Evan, Rizal dan Yudhi) pemain figuran alias pemain pendukung yang bagi saya pribadi justru lebih mencuri perhatian dibanding 3 pria tokoh utama diatas.
Iwan cs adalah sumber masalah utama mengapa ketiga pria itu sampai begitu marah dan mengibarkan bedera perang kepada para ceweknya.
Serius ya, saya sebenarnya nggak suka sama sekali dengan hubungan Langen-Rey, Fani-Bima dan Febi-Rangga karena toxic sekali! Apalagi Bima, suka mengintimidasi. Tak jarang mereka juga kurang ajar dengan wanita. Saya sempat berandai-andai kenapa para cewek itu tidak jadian aja dengan Iwan cs yang jelas jauh lebih baik, perhatian dan suka menolong?!
Yah tapi walaupun begitu ceritanya sungguh seru! Cletukan-cletukan khas Esti yang selalu nyambung dengan selera jokes saya, segar dan lucu pokoknya. Nggak kerasa sih 400 halaman ini saya lahap hingga setengah hari. Apalagi banyak hal-hal gila yang dilajukan Langen-Fani yang berhasil membuat saya ketawa-ketawa, terutama ketika acting mabok.
Hanya saja mungkin ada beberapa hal yang tidak penting-penting banget justru dibuat paragraf panjang seperti saat persiapan perang. Yang ada senjata lah, jet lah, ini itu segala macam. Ya buat apa juga sih, toh mereka buka menghadapi medan pertempuan secara nyata.
Ending novel memang sengaja dibuat menggantung karena seperti yang saya bilang tadi ada sekuelnya.