Inilah Kisah si Pencuri dari Baghdad. Kisah klasik yang sarat dengan eksotisme Timur Tengah. Memadukan romantisme Romeo & Juliet dan keajaiban Kisah Seribu Satu Malam.
The Thief of Baghdad telah begitu legendaris dan memukau para penikmatnya. Tak heran jika di Hollywood kisah ini telah empat kali diangkat ke layar lebar.
Syahdan, tiga pangeran dan seorang pencuri – yakni, Ahmad si Pencuri dari Baghdad _ memperebutkan cinta putri Khalifah Baghdad. Di tengah perseteruan cinta itu, Kota Baghdad jatuh ke tangan bangsa Mongol. Sang Khalifah dan putrinya pun tertawan!
Dalam segala kekacauan tersebut, siapakah yang mampu merebut cinta sang putri sekaligus membebaskan Baghdad dari cengkeraman bangsa Mongol? Inilah saat dimana karpet terbang, kristal ajaib, dan buah kehidupan unjuk kebolehan. Namun selain semua itu, inilah saatnya cinta sejati mewujud, menunjukkan kekuatannya.
Ini adalah kisah cinta antara sang putri khalifah yang jelita dengan sang pencuri dari baghdad. Demi memperoleh cinta sang putri serta restu dari ayahnya, Ahmad harus bersaing dgn tiga pangeran dari tiga penjuru. Mereka harus mencari benda terlangka di dunia. Perjalanan yang penuh tantangan, mitos dan legenda. Petualangan yang penuh keberanian, kesabaran, keteguhan sekaligus ketulusan hati. Ending yang sudah sangat umum dan pasaran. Cinta perlu perjuangan, walaupun Cinta akhirnya menemukan jalannya. tetapi walaupun mudah ditebak, cerita ini cukup layak untuk dibaca
Sebuah kisah klasik Timur Tengah tentang petualangan Ahmad, Si Pencuri dari Baghdad yang memdaukan kisah romantisme dengan keajaiban dongeng klasik Seribu Satu Malam yang sarat dengan eksotisme Timur Tengah.
Ahmad dikisahkan sebagai seorang pemuda pencuri yang licin. Keprofesionalannya sebagai pencuri tak usah diragukan lagi. Tabiatnya periang, usil, jenaka dan sombong. Ia amat membanggakan dirinya sendiri, tak percaya kepada Allah, karena menurutnya ia hidup semata atas kecerdikan dan kekuatannya sendiri. Adalah pertemuannya dengan Zubaidah, Puteri khalifah yang jelita yang membuat Ahmad jungkir balik 180 derajat. Taulah, jatuhhhh cinta! Dari sinilah petualangan besar dimulai...
Sebagai cerita klasik, The Thief of Baghdad dituturkan dengan gaya khas dongeng yang lumayan bertele-tele. Tapi terkadang embel-embel yang memperlambat cerita itu menambah kelucuan tersendiri. Beberapa deskripsi yang berlebih-lebihan juga menambah rasa humor ketika membaca cerita ini. Bagaimanapun juga, novel ini tidak dapat disamakan dengan novel thriller yang cenderung dituturkan dengan gaya ringkas dan padat, bukan?
Yang aku sayangkan dari kisah ini terutama deskripsi mengenai petualangan besar Ahmad dalam menemukan jiwanya sendiri. Sebagai petualangan yang dahsyat dalam menaklukan diri sendiri, rasanya akan lebih menarik kalau adegan pertarungan Ahmad dalam setiap ujian dieksplorasi lebih dalam. Rasanya pengisahannya kurang ‘nonjok’ aja gitu.
Overall, membaca novel ini mengingatkan kita akan seberapa dahsyat kekuatan cinta sejati yang sebenarnya. Kekuatan cinta dan kepercayaan yang sanggup mendorong seorang Ahmad untuk rela memperjuangkan kejujuran dan mencapai kebaikan, bahkan dengan bermacam ujian yang berat. “Cinta” dan “kepercayaan”, dua kata yang pada jaman sekarang sering menjadi kabur akan makna dan kejujurannya.
Kisah Romeo & Juliet dengan cita rasa 1001 malam, demikian sinopsis promosi yang ditampilkan untuk The Thief of Baghdad. Setelah dibaca, penggambaran tersebut tidak salah. Cita rasa Arabic sangat terasa dengan suguhan setting plus culture yang cukup detail melukiskan keadaan di Timur Tengah. Karakter dan petualangan yang ditampilkan sangat berwarna, dinamis & bernuansa fantasi dengan muatan nilai-nilai moral dan agamis yang kental. Secara keseluruhan, cukup menarik untuk dibaca namun sayang bagi saya terasa kurang memorable. Begitu mencapai halaman terakhir dan menutup buku, tidak ada kesan khusus yang berbekas di memori baik dari segi karakter maupun cerita. In my opinion, this is just a fun book with the taste of adventure and fantasy and perhaps this piece of work will shown better performance as a movie rather than a novel as the colorful characters and story will become more alive. Terbukti dengan seringnya judul ini mendapatkan kesempatan untuk diangkat menjadi film layar lebar (ada 3 produksi kalau tidak salah, berminat mencari filmnya tapi sepertinya sudah agak susah dicari sekarang -.-)
Awalnya uda ngebayangin cerita pencuri yang mahir kayak Kaito Kid lah, ehhhhh ternyata si Ahmad ini jadi pencuri hanya di beberapa bab, walaupun dia juga mencuri hati sang putri Zubaidah (tsahhh... bahasanya :D)...
Selanjutnya menceritakan tentang perjuangan Ahmad buat menangin sang Putri dengan berkelana mencari benda ajaib, biar bisa bersaing sama ketiga pangeran dari mongol, india, persia yang hebat2...
Hmmm... gimana ya, meski perjalanan Ahmad ini penuh cobaan, tapi somehow gw ngerasa kalo kebanyakan mukjizat yang terjadi sehingga bikin mudah, meskipun ada monster menghadang atau ada taman yang bisa bergerak, tapi kayaknya si Ahmad ini gampang banget gitu mecahinnya... Terlepas dari bahasanya yang nyastra, ceritanya sih ringan...
Berlatar belakang kota di timur tengah, dengan segala keeksotisannya, tentu saja feel yang terasa berbeda dengan buku2 fantasi dunia barat.
Bukannya bertemu dengan para penyihir dengan mantra dan artefak2 magicnya, di buku ini kita disuguhi dongeng2 ala kisah 1001 malam, lengkap dengan istana dan penjaga2nya.
seorang putri anak sultan yang cantik jelita, si pencuri picik dengan segudang keberuntungan.
kalau bosan dengan buku2 fantasi yang menghadirkan anak2 lelaki kurus sebagai pemeran utama, pencuri dewasa (yang tentunya juga kurus ini) bisa jadi pilihan lain yang menyegarkan.
i loove this book sooo much. one of my favorit 1001 malam story that i've ever read. alexander romanoff was a great, amazing author. i bought this book from kinokuniya (do i spell that correctly?) for about 5 years ago. 35rb and no regret abot that.
kisah cinta yg d tuangkan dengan sangat puitis bin lebay ala ala timur tengah. banyak juga lelucon lelucon, quote, makian, khaasss timur tengah yg bikin aku amazed sma bku ini.
dan yg bikin aku smakin cinta ama buku ini adalah.... di baca berulang kalipun ak g meraasa bosaaaan. not at all.
ak jga g tau oom romanoff blajar nujum dri mana. tpi buku inni benar benar manghipnotis saya secara pribadi. sooo 5 stars guuuyyyssss!
Here is another 3.5 star novel. Tadinya mau kasih bintang 4, tapi hati ini kagak sreg.
Ceritanya bagus! Kebudayaan Timur Tengahnya nyata banget. Tiga pangeran dan 1 pencuri berburu cinta sang putri. Sapa yang nyangka kalo si putri dan pencuri malah saling jatuh cinta. Tapi, perjuangan cinta mereka gak mudah lho. Ahmad si pencuri benar2 berjuang untuk meraih kebahagiannya bersama sang putri, juga menjadi insyaf, sadar, bijaksana, menghargai hidup dan beratus2 hal positif lainnya...
Buntelan yang diperoleh dari arisan buku, dan saya baca dengan mencuri-curii" sela waktu kerja, istirahat, ataupun menunggu pintu gerbang kantor dibuka.
Suatu saat saya juga ingin tahu siapa "pencuri" saya di masa depan. Full of dongeng, meski kalau misal diceritakan kembali ke anak-anak musti edit sana-sini bahasanya hehehehe
love it...love it... very exotic, very entertaining, gripping... if you love the view of the desert, and the mystery of middle east, you will love this book like I do.