Ternyata, traveler tangguh pun tunduk pada cinta. Trinity misalnya, terpaksa menemani orang yang dicintainya ke Bromo, padahal malas setengah mati. Claudia Kaunang, Andrei Budiman, Rini Raharjanti, Sari Musdar, dkk. pun pernah tunduk pada cinta, dengan kisah berbeda-beda.
TraveLove adalah kisah-kisah traveling berbalut cinta, ditulis oleh para traveler dengan segala kejujurannya. Buku ini akan membuat pembaca bisa menemukan sisi lain para traveler. Jadi, jangan kaget kalau ternyata mereka punya sisi melankolis.
Tak hanya disuguhi kisah sedih, romantis, dan mengharukan, pembaca juga akan diajak jalan-jalan keliling dunia lewat buku ini. Menikmati indahnya Lombok, Laos, Jepang, hingga Eropa dengan bumbu kisah cinta tak biasa.
ada kalimat yang mengatakan jika engkau ingin membuat cerita, maka lakukanlah sebuah perjalanan. Perjalanan akan meninggalkan sebuah kisah. Sedih dan gembira. Dan tidak sedikit pula sebuah perjalanan itu disisipi oleh kisah cinta. Cerita cinta yang mewarnai sebuah perjalanan dicoba diungkapkan oleh beberapa travel writter kenamaan yang terangkum dalam buku ini. Pembaca tidak saja diajak menikmati cerita perjalanan di belahan dunia luar dan lokal, namun juga dapat menikmati sepenggal cerita cinta mengharu biru.
Cerita tentang hati mereka, selama ini hanya kenal sisi mereka yang cinta petualangan, ternyata ada sisi mellow nya juga.. heheh.. Dari yang pelarian karena cinta, bertemu cinta, traveling dengan orang terkasih, hingga kisah perjalanan cinta masa lalu.. owwh.. so sweet.. ^^ sayang sekali buku ini tipis banget.. ><
Aku kurang bisa menikmati cerita-cerita dalam buku ini. Mungkin dari keseluruhan, hanya 1-2 cerita yang kusukai. Menurutku beberapa cerita terasa monoton, serta ada yang memiliki alur bolak-balik (masa lalu dan sekarang) membuatku merasa lelah kala membacanya. Kurasa untuk cerpen, kurang cocok memiliki alur maju-mundur. Gaya bahasa yang digunakan cenderung santai, tetapi aku justru kurang nyaman (mungkin karena aku tidak terbiasa) terlebih beberapa latarnya berada di luar negeri sehingga rasanya kurang pas. Ada juga selipan bahasa asing yang sayangnya tidak diterjemahkan, dan membuat bingung apa maknanya. Sebagian cerita juga tidak kutemukan intinya... sehingga aku justru bengong di akhir cerita dan menggumam kata 'Hah? Begini saja?'. :(
Aku kira, jika saja ditulis dengan gaya bahasa yang lebih menarik serta (mungkin) lebih rapi, buku ini akan menyenangkan untuk dibaca. Sayang sekali karena meskipun sudah dilengkapi beberapa foto yang bagus, tetapi tetap tidak dapat mengimbangi ceritanya.
Tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikan buku ini. Cerita cinta dan perjalanan dari para travel writer ini ditulis dengan sangat menarik. Ada haru dan juga tawa dari setiap cerita yang disuguhkan. Buku ini cukup menghibur. Membuat tersenyum di beberapa cerita, sambil membayangkan tempat-tempat yg dijadikan latar cerita. Senangnya lagi, cinta yang disuguhkan di buku ini tidak melulu tentang kekasih, tetapi ada juga cerita mengenai istri dan ayah. Recommended untuk pembaca yg ingin melihat sisi lain dari travel writers favoritnya.
Dari kesemua cerita milik mba trinity yang paling ngena, entah mengapa. Untuk kisah yang lainnya lumayanlah. Buku tipis karena minat baca saya sedang di titik terendah harus menyelesaikannya berhari-hari. Jadi ikutan tertarik untuk menulis to do list before die.
Sebuah buku yg tipis untuk banyak cerita yg menarik. Buku yang bisa dihabiskan dalam sekali duduk. Suka sekali dengan cerita-cerita yang ada di dalamnya, terutama cerita yang ditulis kak Andrei Budiman, kak Sari Musdar dan kak Lalu Abdul Fatah
Nggak rugi setelah baca sampai selesai karena cerita-cerita yang ada di buku ini menyajikan berbagai macam kisah cinta. Ada suka, ada duka. Ada patah hati, ada gayung bersambut. Ada yang sudah menikah, ada yang masih pacaran. Awalnya saya merasa insecure karena mikir kok bisa ya orang-orang ini traveling sambil menemukan cinta. Tapi lama-lama jadi nggak insecure lagi karena definisi cinta itu luas sekali. Nggak hanya ada seneng-seneng aja, tapi juga ada bumbu-bumbu patah hati yang itu tuh nggak apa-apa. Beberapa orang mengalaminya dan menjadi sebuah cerita yang unik di dalam hidupnya. Hal ini tentu saja nggak cuma antar dua sejoli, lebih luas daripada itu.
Foto-foto yang ditampilkan di dalam buku, semuanya berkualitas bagus dan high definition meskipun hitam putih. Nggak ada foto pecah atau blur. Oh iya negara-negara yang dikunjungi para penulis di buku ini ada tujuh negara yaitu Jepang, Indonesia, Laos, Malaysia, Australia, Yunani, dan Prancis. Objek wisatanya memang nggak terlalu banyak dibahas, lebih dibahas tentang sisi manusia dan kehidupan cinta berlatar kota atau objek wisata yang ada di masing-masing negara tersebut.
"Aku ragu ada dan tiadaku, tapi cinta meyakinkan aku ada", demikian kata Sir Muhammad iqbal puluhan tahun yang lalu. Memang benar sekali adanya. Cinta selalu menjadi bukti dari realitas kita. Meski yah, tak selalu hal-hal manis yang ditawarkannya. Tapi setiap manusia berakal pasti pernah merasakannya. Bahkan para backpacker tangguh dalam buku ini. Dalam petualangan-petualangan mereka toh akhirnya mereka tunduk jua oleh cinta.
B-First, sebagai imprint dari Bentang pustaka yang fokus dalam traveling merangkum pengalaman 10 traveler yang sedang dilanda cinta. Sound interesting,,,thats must be!
Bertemu Itu Kesempatan, Bersama Itu Pilihan – Andrei Budiman
Andrei Budiman menceritakan pengalamannya datang pada waktu yang salah ke kaki gunung fuji. Lalu flash back saat masih di Indonesia. Sekilasnya plotnya agak membingungkan, namun belakangan diketahui benang merahnya. Dan cerita ini menjadi pembuka yang manis bagi kesepuluh kisah di buku ini.
Perjalanan Ke Surga – Trinity
Boleh dibilang kisah ini yang paling menyentuh, syukurnya gak sampai menye-menye. Tapi berhasillah bikin sesuatu dalam diri terketuk. Trinity terpaksa membatalkan perjalanan ke Bali bersana para sahabat demi "cinta"nya. Siapa yang mengira ini bakal jadi perjlanan paling berkesan bagi sang petualang. Yang paling saya sukai adalah gaya bertutur mbak Trinity yang mengalir dan lugas.
Terima Kasih, Giving Alms – Rini Raharjanti
Dalam sebuah perjalanan di Vietnam, Rini Raharjanti bertemu bule menyebalkan dari Ireland. Tapi bukankah cinta seringkali diawali dengan sebal-sebalan :D , lalu apa itu giving alms?
Winter Serenade – Salman Faridi
Apa bencana yang paling membahayakan bagi seorang traveler? Yup, kehilangan dompet di negeri orang. Itulah yang dialami Salman Faridi dalam sebuah perjalanan di Malaisya. padahal ia harus bertolak ke Jepang menemui sang istri. Dalam keterbatasan akut, beliau nekat pergi ke Jepang. padahal lagi musim dingin
Silent Retreat – Claudia Kaunang
Nah, kalau biasanya Claudia Kaunang selalu jadi "pemandu" yang baik dalam setiap bukunya. Dalam cerita ini, ia curhat habis-habisan tentang pengalamannya traveling berdua dengan kekasih. Traveling sama kekasih? romantis banget ya.....tapi ternyata cowoknya malah ngajak silent retreat. Padahal mbak Claudia punya banyak kenangan buruk dengan silent retreat. Dengan gaya yang humoris, kita diajak mengikuti hari-hari mbak Claudia selama silent retreat. :D
Rendezvous – Ariyanto
Dan bahkan sang petualang pun pernah mengalaminya. Nemu soulmate di net, lalu ngerasa cocok dan dalam suatu kesempatan akhirnya bertemu. Gak tanggung-tanggung gan, Aryanto melintas samudra demi sang gadis. Hihi, satu lagi cerita yang manis uyang penuh kutipan-kutipan puitis. I like this.
Saya Perempuan Dangkal dan Varietas Lelaki Kurang Unggul – Rei Nina
Dan inilah kisah cinta paling aneh dalam buku ini. Saya sampai ngakak baa curhatan rei Nina yang naudzubillah dah. Okelah, setiap cewek pasti deh ngareppin cowok humoris yang bia bikin ketawa tiap hari. Tapi gimana kalau "sinting"nya kelewatan kayak cowok Yunani ini. Malah rasis akut lagi. Tahan gak sih Rei Nina, dalam sebuah kencan di Hagha Sofia jawabannya ditemukan.
Mencari Cupid di Kota Cinta – Sari Musdar
Dalam sebuah kebetulan tak disengaja, Cupid menembakkan panahnya pada Sari Masdar. Membayangkan kota Paris saja, sudah lope...lope...an, ditambah lagi dengan kisah ini. So sweet deh...
Buku-buku traveling memang sudah bejibun di pasaran. Tapi dengan nuansa beginian, masih jarang dehj kayaknya. Jadi tanpa tedeng aleng, buku kuning saya ganjar bintang lima di GoodReads. Recommend banget yah, namun siap-siap aja yah kalo ileran, hehe http://bugot.wordpress.com
Buku ini telah menjadi incaran saya sedari rilisnya buku ini. Pertama, karena saya pecinta buku-buku travelling dan kedua, travel writer favorit saya - Trinity - ikut ambil bagian dalam buku ini. Saya sengaja datang ke Jakarta Book Fair tanggal 30 Juni 2012 kemarin untuk membeli buku ini dengan diskon lumayan serta ikut dalam talkshow buku ini. Selesai talkshow, saya langsung menghampiri Trinity untuk menandatangani buku Travelove ini dan buku TNT3 saya serta tidak lupa berfoto dengannya ;) Ada 9 kisah yang ditulis di buku setebal 151 halaman ini. Kisah pertama dibuka oleh Andrei Budiman, "Bertemu itu Kesempatan, Bersama Itu Pilihan" yang bercerita mengenai perjalanan "kaburnya" ke Jepang setelah putus dari kekasihnya. Buku ditutup dengan tulisan dari Lalu Abdul Fatah, "Does Anybody Know Where Natalie Is?" yang sukses memprovokasi saya untuk membuat daftar 100 Things To Do Before I Die (oke, nanti saya buat!) dimana daftar ke-53 miliknya berisikan pencarian kepada Natalie, relawan NGO yang bertugas di Lombok yang ia temui. Masih ada 7 kisah inspiratif lainnya yang akan saya bongkar kembali 2 diantaranya. "Perjalanan ke Surga" milik Trinity, menjadi favorit saya - terlepas dari Trinity adalah penulis favorit saya. I've been left by a man whom I called Dad. Tulisan Trinity ini sukses membuat saya tersenyum ketika mengingat Papa yang telah lama meninggalkan saya. Bukannya sedih dan menangis, tapi tersenyum. Tulisan ini mengajari saya, bagaimana harusnya saya berterima kasih karena sempat mengenal sosok laki-laki yang menjadi Papa saya - bukannya menangisi kepergiannya. Really, such an inspiring story :) Selain terinspirasi dari tulisan Trinity, saya juga terinspirasi oleh salah satu puisi dari kisah Claudia Kaunang di "Silent Retreat" :
You had better slow down Don't dance so fast Time is short The music won't last
When you're running so fast to get somewhere You miss half the fun of getting there When you worry and hurry through your day It is like an unopened gift just thrown away
Life is not a race Do take it slower Hear the music Before the song is over
Dan salah satu quote dari kekasih Claudia Kaunang :
Life is not only a round of working and traveling. Stop for a while and come to a place like this
Tempat yang dimaksud adalah semacam rumah ret-ret, yang biasa kita temui di pinggiran Jakarta dan luar Jakarta.
travelove,,cerita tentang para traveler tangguh dan kisah cinta mereka.to be honest,saya membeli buku ini karena melihat nama Trinity dideretan para penulis.tentu saya mengharapkan yang lebih.akan tetapi setelah 1,5 jam membaca buku ini sampai tuntas,saya membuktikan bahwa pepatah yg mengatakan "don't judge the book from it cover" ternyata salah adanya.meskipun judulnya travelove,tetapi buku ini tdk memberi porsi yg sama antara cinta dan jalan-jalan.pdhl saya mengharapkan keseimbangan diantara keduanya.dari 9 cerita ,ada 3 yang saya suka dan itu bahkan bukan trinity(maaf,i still love u). seperti "saya perempuan dangkal dan varietas lelaki kurang unggul"yg menceritakan tntg rei nina dan kekasih yunaninya yg"ajaib" atau "silent retreat"claudia kaunang yg gk suka retret,krn bisa bkn dia keringat dingin dan sesak napas krn disuruh berhenti ngoceh dan "winter serenade"nya salman faridi yang meskipun kehilangan dompet di KL tetap pergi ke jepang demi bertemu sang istri(sweet^^).kesimpulannya travelove bukanlah buku yg jelek,tapi jika mengharapkan cerita cinta dengan lokasi2 eksotik yang diceritakan secara mendetil ,maka bersiap2lah kecewa karena buku ini "pure love".buku ringan yang cocok dibaca sambil tidur2an
Buku yang ringan dan menyegarkan, buku ini layaknya sebotol softdrink dingin di padang pasir. Saking sangat menyegarkan, membacanya pun dieja dan diawet-awet agar tidak cepat habis. Menurut saya buku ini keren. Karena bukan seorang yang menulis tapi hasil keroyokan. Setiap bab menjadi petualangan yang baru yang berbeda dari bab sebelumnya.
Ada ga sih yang lebih menyenangkan dari jalan-jalan yang berduet dengan cinta? Ya ampun. Mencari lawan dari hal tersebut tak akan pernah berakhir sampai umur habis seperti semangkuk mie di lahap orang lapar. Jalan-jalan adalah cara terampuh untuk bisa terbang dari rutinitas yang terus menikam dengan belati kebosanan. Cinta juga menerbangkan dari luka dan perih. jalan-jalan dan cinta, Suatu kombinasi yang tepat untuk menerbangkan kita kelangit ke tujuh.
Saya tidak akan menceritakan isi buku ini bagaimana. Yang jelas, Kalian bisa baca sendiri dan menemukan cerita yang mengisi pengalaman kalian tanpa bertambah umur.
Pesan eksplisit yang saya dapat dari buku ini adalah “jalan-jalanlah bersama cintamu” atau buat yang jomblo. “berjalanlah untuk mendapatkan cintamu”
Dari Ransel Turun ke Hati, cukup menginspirasi karena bercerita tentang para traveler dengan segala kejujurannya termasuk kisah cintanya. Dari beberapa traveler di buku ini, saya kutip beberapa kalimat yang menurut saya sayang jika disia-siakan.
"Cinta memang aneh, tapi indah. Dan, menemukan pasangan dalam hidup, dengan rendah hati nyatakan, adalah hal terbaik yang terjadi dalam hidup seseorang. Pasangan itu tudak mudah dicari, dan pasangan yang baik, ibarat gambar, akan melengkapi citra diri kita. Pasangan kita adalah saudara kembar yang kita temukan dengan radar yang sudah tertanam secara melekat sejak lahir: cinta" --- Winter Serenade by Salman Faridi
"You had better slow down Don't dance so fast Time is short The music won't last
When you're running so fast to get somewhere You miss half the fun of getting there When you worry and hurry through your day It is like an unopened gift just thrown away
Life is not a race Do take it slower Hear the music Before the song is over" --- Silent Retreat by Claudia Kaunang
Mengambil tagline "Traveler Tangguh pun Bisa Tunduk Pada Cinta" awalnya terasa berlebihan. Hal ini lumrah, suatu cara jitu untuk menarik minat dan memberikan kesan di benak para penikmat baca. Namun, setelah membaca 9 cerita para pelancong handal ini, pemilihan quote itu terasa sangat pas..
Kisah cinta yang dituturkan terasa sangat universal. Serunya, semua kisah itu terkait dengan dunia jalan - jalan. Kisah cinta tak terkira, perjuangan menemui orang yang kita cita, ramalan cinta yang menjadi nyata di perjalanan, pencarian seseroang yang kita cinta, perjalanan panjang untuk mengungkapakan rasa cinta. Sumpah, iri setengah mati...
Cinta memang bisa datang dari mana saja, salah satunya "Dari Ransel Turun ke Hati"
Perjalanan selalu punya cerita cinta di baliknya, kepada orang asing, kepada teman perjalanan sendiri, ataupun kepada hal lain yang membuat perjalanan itu sendiri lebih bermakna. Paling suka dengan kisah Rini Raharjanti.
Sejauh perjalanan saya yang seumprit ini, salah satu yang paling tak terlupakan adalah ketika saya dan Steven ngobrol di Bandara Juanda, saya yang ketika itu sambil pegang blackberry, kemudian doi nanya "why most Indonesian used blackberry?" LOL.
"Cinta memang aneh, tapi indah. Dan, menemukan pasangan dalam hidup, dengan rendah hati saya nyatakan, adalah hal terbaik yang terjadi dalam hidup seseorang. Pasangan itu tidak mudah dicari, dan pasangan yang baik, ibarat gambar, akan melengkapi citra diri kita. Pasangan kita adalah saudara kembar yang kita temukan dengan radar yang sudah tertanam secara melekat sejak lahir: cinta." - Salman Faridi
Cerita cinta saat para traveler yang tidak melulu cerita cinta antara pria dan wanita. Aku paling suka cerita Trinity. Cinta seorang anak yang masih menyediakan waktunya untuk menemani sang ayah yang ingin sekali berkunjung ke tempat yang ingin di datanginya sebelum pergi dari dunia ini. Saya tidak menyesal bela-belain beli buku ini ketika book fair kemarin :)
Saya membaca buku ini karena ada beberapa pengarang yang saya tahu dan saya suka karya-karya mereka. Buku ini cukup menghibur dan bisa di kategorikan sebagai bacaan ringan. Cerita tentang perjalanan si penulis dengan bumbu-bumbu cinta.
Yang awalnya saya cuman tahu trinity dan claudia kaunang, sekarang saya bisa mencicipi karya2 penulis yang lain. They are all great.
Buku yang cukup cepat saya selesaikan... Tentang traveling dan cinta. Cukup oke tapi gak terlalu spesial. Ada beberapa cerita terkesan gak terlalu penting dan ada yang emosional tapi gak tepat. Beberapa cukup menyentuh dan mengharukan. Overall, lumayan laaah...
Cinta dan travelling berjalan beriringan di buku ini. Dituturkan dengan berbagai macam gaya penulisan sesuai dengan masing-masing karakter penulisnya. Favoritku cerpennya Trinity yang menceritakan cinta antara ayah dan anak yang dituturkan dengan jujur dan lugas.
paling favorit, tulisan Trinity berjudul "perjalanan ke surga". benar-benar menyentuh. seandainya kesemua kisah dalam buku ini ditulis semua oleh Trinity, mungkin akan bisa menjadi buku best seller.
Buku ini saya beli ketika Book Fair di Senayan tanggal 30 Juni kemarin. Dan tanpa diduga, bintang tamu untuk talkshow pada siang harinya adalah semua penulis di buku itu. wooww... Exited!! Ternyata travelers juga pernah 'menye-menye'
ada beberapa cerita yang menarik dan ada juga yang biasa. tidak ada yang sempurna, apalagi untk buku yang isinya cerita dari beberapa penulis. cerita travelove entah kepada lawan jenis, kepada orang tua, atau kepada Tuhan. ada di dalam buku ini yang diceritakan dengan gaya masing-masing penulisnya.