Novel kedua Orizuka yang saya baca, dan ini tidak mengecewakan!
Setelah membaca Infinitely Yours, jujur saya agak-agak 'kapok' dengan novel Orizuka. Awalnya, saya pikir novel ini akan berbau Korea dan berbau 'fanfiction'. Tetapi setelah membaca reviewnya di blog-blog, dan juga penulis favorit saya-Winna Efendi-bilang juga sedang membaca novel ini, akhirnya saya membeli novel ini dan membacanya. Ternyata ekspetasi buruk saya? Engga... engga terjadi sama sekali! :)
Saya suka. Seru.
---------
Hal yang hebat yang bisa dilakukan Orizuka saat menulis adalah kemampuannya mendeskripsikan tokoh. Entah mengapa, setiap tokoh yang diceritakan Orizuka dalam berbagai novelnya itu terdengar 'menyentuh' sekali.
Misalnya, Kak Ori mendeskripsikan tokoh cowok yang ganteng, maka dari caranya mendeskripsikan akan terasa sekali kalau cowo itu 'ganteng' dengan kharisma yang cenderung 'meluap-luap'. Kalau kak Ori ingin menulis orang yang cuek, maka dalam tiap penjabarannya akan terasa sekali cueknya orang itu.
Awal-awal membaca, saya sebal sekali dengan Cessa. Dia itu seperti karakter Mary Sue yang cantik, sempurna, tetapi sifatnya polos, ignorant, manja, nyentrik dan terkesan 'belagu'. Dan kesan-kesan itu--kecuali Mary Sue-nya--dapat sekali. Begitu pula dengan Benji. Digambarkan, Benji ini pemuda yang tampan, idola semua orang, dan tanggap bagaikan ksatria. Tetapi bisa jadi menyebalkan karena tindakannya yang terlalu 'pangeran' terhadap Cessa. Dan itu terasa sekali!
Untuk Surya, digambakan Surya itu pemuda miskin, penyendiri, rajin belajar dan pandai. Tetapi sifatnya cenderung sinis, cuek, judes dan nggak mau tahu. Dan ke-egois-an Surya yang sebal pada Cessa, pada beberapa bagian, itu ngena banget! Jadi ikut-ikutan terbawa suasana.
Apakah ceritanya logis, hubungan sebab akibatnya masuk, dan dapat diterima akal pembaca? Ya, bisa dibilang begitu :)
Apakah saat membaca suatu adegan, saya penasaran dengan adegan berikutnya? Ya, definitely.
Apakah kisah ini membuat galau? Dengan hadirya Rembulan, kau bisa mengatakannya begitu. Dibalik cerianya novel ini, saya menemukan ironi dan fakta dalam novel yang membuat kita terharu.
Apakah ceritanya tertebak? Nggak. Saat membacanya, saya sudah punya bayangan tentang 'rahasia Cessa', mengapa dia cenderung Mary Sue, mengapa dia begini. Mengapa ini begitu. Saya juga sudah punya bayangan tentang akhir dari kisah Cessa-Benji-Surya ini. Tapi.. tebakan saya salah. Ini berarti, novel ini nggak ketebak. Keren.
Orizuka pandai membuat konflik, menyisipkan humor. Dan meskipun beberapa adegan, buat saya terlalu dramatis, tapi saya tidak bisa menolaknya. Yang ada, malah membaca novel ini terasa seperti menonton film drama remaja. Entah itu Indonesia, Barat maupun Asia. Betapa tidak, mudah sekali membayangkan adegannya dalam ceritanya.:p
Dan saya setuju, dalam bayangan saya sosok Cessa ini seperti Zooey Deschanel. Kulit pucat, rambut cokelat, mata indah dan sama-sama berdarah Perancis. Seperti putri? Ya. Tetapi sifatnya eksentrik dan polos. Manic pixie dream girl?
Dan Benji.. saya awalnya sebel sama dia. Tetapi lama-lama jadi suka. Tiap kali ada adegan Benji, saya bersemangat membacanya. Buat saya, Benji itu cowok sejenis manic pixie dream guy yang sering ada di drama-drama Barat. Dia ganteng, idola semua orang, tapi nyeleneh, agak freak, dan biasanya nyuekin para fansnya. Dan yang pasti.. tidak ada di dunia nyata. Mungkin mirip sama Patrick Verona yang cuek dan charming dalam drama 10 Things I Hate About You :p
Betapa tidak, bayangkan saja, pas istirahat, si Benji bukannya ngecengin cewek atau ngobrol gitu sama orang-orang, eh malah bincang-bincang sama burung parkit :p Apa coba.
Membuat saya berpikir, "Ih Benji, cakep-cakep kok freak sih.."
Dan Surya. Buat saya, karakter Surya disini agak seperti Nishikido Ryo di drama One Liter of Tears. Jutek, terkesan egoistik, kadang nyebelin. Tetapi siapa sangka, dia bisa jadi perhatian dan jentelmen sekali. Bayangan saya karakternya mirip dengan 'Bang Genta' di cerita 5cm.
Tetapi hal terkeren yang ada di novel ini, dan tidak ada di novel lain adalah.. novel ini menjelaskan segala macam ilmu pengetahuan. Dan itu beda, keren.
Meski awalnya, terkesan sekali kalau novel ini terlalu teenlit-ish, tetapi saya menyukainya. Saya remaja, dan cenderung tidak menikmati teenlit yang terlalu 'mimpi'. Tapi novel ini masih dalam kategori 'normal' buat saya. Saya tak bisa bohong, kalau kisah novel ini terus membayang-bayangi saya. :)
---------
Alurnya rapi. Kisahnya seru. Mendebarkan. Dan covernya cantik.
Dengan segera, saya melabeli Orizuka sebagai author favorit saya. Segera saya ingin berburu buku-buku karya Orizuka lainnya :)