Anna: Aku telah lama memendam perasaan yang dalam pada lelaki itu, tapi aku sungguh tak mau merusak persahabatan….
Ferina: Laki-laki itu menatap saya surprised. Hati saya berdentum. Ya, Tuhan, apa yang telah saya lakukan dengan berkata mencintainya…?
Daisy: Katanya yang datang adalah calonku, tapi kok calonnya Sonia sih? Tuhan, belum cukupkah patah hatiku?
Sonia: Jadi dia sengaja menyuruh saya mendesain jas pengantinnya, untuk pamer kalau dia akhirnya mendahului saya menikah?
Tere: Aku pernah ditinggal menikah oleh laki-laki yang kucintai. Sudah cukup lama, sampai seseorang lain membuka pintu yang sudah berkarat di hatiku.
Happy: Selama ini saya membayangkan dia hanya pantas jadi bapak saya. Usianya lima puluh lima tahun, dia bukan pria impian untuk saya nikahi.
Tricia: Apakah cinta saja cukup untuk membuat kita bertahan dalam sebuah pernikahan?
***
Satu persatu The Romantic Girls menemukan pasangan hidup. Satu persatu mulai menapaki kehidupan pernikahan. Namun, telah tepatkah pilihan mereka terhadap pasangan masing-masing? Akankah pernikahan menjadi ujung pencarian kebahagiaan mereka, atau malah sebaliknya, pernikahan hanya awal dari serangkaian masalah dalam kehidupan mereka? Sekuel Friendloveship ini kembali akan memainkan emosi Anda sebagai perempuan.
Lebih lincah dan seru dibanding buku pertama. Konfliknya makin berliku. Setiap tokoh mendapat porsi yang cukup imbang sehingga pembaca makin mengenal dan menyelami karakter dan konflik para tokoh, meski ada beberapa karakter tokoh yang cenderung mirip (misal: dari gaya bicara).
Penulis memang story teller yang baik. Sekian ratus halaman bisa tandas dibaca dalam sekejab, nggak membosankan dan membingungkan walau tokohnya banyak. Dan tema pernikahan memang asyik. Belum terlalu digali sih tema besarnya, lebih banyak ke perkenalan dan proses the wallflowers dengan para pria menuju pernikahan. Mungkin nanti di buku ketiga, lika-liku pernikahan 12 sahabat akan lebih banyak terungkap.
Dari seri pertama TRG tokoh favorit saya adalah si Sop. Nggak tau kenapa ketika saya baca bagian Sop ini selalu excited. Mungkin waktu awal baca novel seri pertama dulu yg banyak diceritain ya si Sop ini jadi saya mengira kalau dia tokoh utama. Eh, ternyata masih banyak sederet tokoh lagi yg sebenernya gak kalah keren. Hihi
Ini adalah sifat saya. Kalau kesan pertama sudah suka, saya memang susah move on dan akan selalu setia menyukainya. Ahem...
Tapi sayang banget. Di seri ini si Sop jarang diceritain. Ehm. Karena di awal sampai tengah gak menemukan si Sop ini sebenernya saya agak ketar-kertir. Apakah tokoh favorit saya ini bakal absen di seri ini?
Tapi untunglah nggak jau melewati halaman tengah si Sop muncul bersama Jules si bau kucing basi. Hehe...
Mba Ifa sperti biasanya dengan apik meramu kata membuat tawa dan kesan positif. Selalu, sehabis baca karya Mba Ifa pasti kadar iman dalam darah kembali mendidih. Dan saya sanggggaaaaaatttt menyukainya.
Setelah terlebih dahulu menamatkan buku ketiganya, akhirnya benar-benar selesai juga membaca buku keduanya ini. Tapi aneh, kok berasa amnesia hihi. Sebelumnya, aku merasa bahwa buku kedua ini hanya sempat pernah membacanya 3/4 bagian lah, belum sampai selesai. Nah, tadi mencoba mencari bagian terakhir yang dulu pernah kubaca, dan akhirnya membaca ulang dari 2 bab terakhir, ternyata dulu itu aku sudah sempat menamatkan buku ini deh, haha. Kok bisa lupa yak, dan kenapa merasa belum menyelesaikannya?
Intinya, buku kedua dan ketiga memang sama-sama oke. Menceritakan kisah banyak tokoh di dalam satu buku, seru banget. Makin banyak intrik dan kejutan. Sayang belum membaca buku pertamanya. Hunting ah... :D
buku kedua dari seri The Romantic Girls. masih bercerita tentang perjalanan para wallflowers menemukan "their other half soul". Satu per satu the romantic girls bertemu dengan pasangan hidup mereka. perlahan lahan dinamika kehidupan mereka tak lagi serupa. buku ini membuatku berkontemplasi banyak mengenai arti pencarian pasangan, pernikahan, dan cinta. Kupikir, ternyata memang cinta saja tak cukup menjadi satu satunya alasan pernikahan. karena aku yakin, suatu saat perasaan ini memudar. dan tanpa adanya komitmen untuk saling mempertahankan, untuk saling membahagiakan, dan untuk selalu bersama apapun yg terjadi, mungkin pernikahan tak akan bertahan lama.
buku kedua cerita ttg TRG...(setelah Friendloveship) cerita cintanya romantis,,meskipun terkesan perfect siy... yang jadi favorit saya adalah cerita cinta Sop dan Jules, ternyata batas cinta dan benci itu tipis, bahkan musuh bebuyutan bisa jadi orang yg dicintai pada akhirnya....hahaha
selain itu, saya juga suka lagu2 yg ada di novel ini (juga novel mbak ifa yg lainnya). biar lagunya oldiest tapi sangat enak didengarkan :)
Saya butuh 1 hari membaca buku ini. Buku ke-2 dari serial TGR alias The Romantic Girls. Ceritanya para tokohnya lebih beragam, ada sedih, lucu, senang.
Quote yang saya suka di buku ini " Tak ada live happily everafter, yang ada adalah bagaimana kita melewati tahun demi tahun dengan rasa syukur".
ceritanya lebih baik dibanding buku pertamanya :D bikin penasaran dan pembagian cerita antar tokoh juga mulai porposional dan yang gue kurang suka adalah kenapa perspektif kang tino perlu diceritain? diantara semua tokoh cowok di series ini, dia yang paling gue ngga suka.. (di sisi lain ifa avianty berhasil membuat karakter kang tino 'hidup' karena gue benci sama dia) hehe
Ini buku dengan tokoh utama paling rame yang pernah saya baca. Banyak banget orangnya. Enaknya, beliau menggunakan sudut pandang orang pertama dari semua tokoh, jadi serasa membaca diary dari 12 orang (atau lebih?) yang berbeda. Unsur komedinya juga banyak nyelip di sana sini sehingga cerita mengalir dan tidak membosankan.
keahlian penulis dalam meramu cerita dan tokoh sudah tak dragukan lagi,sejujurnya saya selalu suka novel-novel beliau. hanya saja entah kenapa terasa ada yang dipaksakan dalam novel ini...hm, mungkin krn saya belum baca buku sebelumnya dari trilogi ini kali ya :-)
awalnya sempet bingung soalnya tokoh yang ditampilkan banyak dan saling berhubungan, tapi justru itu yang jadi keunikannya plus ending yang bikin terenyuh