Sudah beberapa bulan yang lalu mengkhatamkan buku ini, dan baru sempat bikin review :-)
Buku ini keren, kalau dibanding dengan FB On Love, saya lebih suka yang ini. Meskipun hampir semua buku mbak Ifa saya suka, lucu sih ;-) saya kira, membuat dialog-dialog yang penuh banyolan, juga dibutuhkan 'kepakaran' tersendiri. Mengingat saya pernah membaca novel salah seorang senior saya, yang kelihatannya sih, arahan novelnya ingin membanyol, tetapi rasanya garing.
Kelemahan novel ini, adalah yang justru menjadi keunggulan. Yakni kebanyakan tokoh. Kalau mau mengangkat isu '12 cewek dikutuk' memang sih mengangkat 12 karakter menjadi 'wajib', biar ledakan konfliknya terasa. Tetapi, nggak harus 12-12nya dieksplor kan? Cukup ambil 2 ata 3 tokoh saja, dan digali lebih dalam lagi. Setuju?
O, ya ... bagi saya yang bukan tipikal pembaca metropop (lebih senang novel-novel yang mengambil setting masyarakat bawah), novel ini terasa mentereng sekali, hehe. Semua sukses, semua cantik, semua kaya. Terasa agak menganggu ;-)