Jump to ratings and reviews
Rate this book

Catatan Mahasiswa Gila

Rate this book
Bagi—hampir—semua orang, masa-masa kuliah adalah fase yang penuh warna. Buat Adhitya Mulya, lebih dari itu, tak terlupakan. Bagaimana tidak? Jadi mahasiswa itu bukan hanya penuh tawa… tapi juga tak kurang dengan derita; penuh hal-hal bodoh, bau domba, sampai sekapal dengan axe murderer…. Gila!

Setelah lama absen merilis buku, dalam buku “catatan”-nya ini, Adhitya Mulya ingin berbagi ”derita” tentang nama yang disandangnya, caranya memahami wanita, dan hasil-hasil penelitian ilmiahnya yang orang tidak pernah pikirkan sebelumnya.

Seolah berkorelasi, seiring dengan menurunnya IP, pamor Adhit di dunia asmara pun tak kunjung menunjukkan tanda-tanda pencerahan. Terbukti, dengan motornya, dia sukses membuat Wiwin, Titin, dan Mimin “menggelinding”. Banyak lagi cerita “kesuksesan” Adhitya lainnya yang mampu memancing tawa yang… tidak biasa.

181 pages, Paperback

First published April 1, 2011

10 people are currently reading
260 people want to read

About the author

Adhitya Mulya

20 books702 followers
Adhitya Mulya (Adit) aspires to be a story-teller.

At early age, Adit learned and enjoyed story telling thru visual mediums like movies and drawings. This, inspired little Adit to take up drawing as a child, and later photography in his teen years.

As a young adult, Adit tries to expand his storytelling medium thru novels. Jomblo (2003) is his first novel (romantic comedies) and was national best-seller - and later made into a movie by the same title (2006). He went on to write another rom-com novel Gege Mengejar Cinta (2004).

Adit uses novels as a medium to try new genres. Travelers Tale (2007) was the amongst the first Indonesian fiction novels with traveling theme before becoming mainstream in Indonesia. Mencoba Sukses (2012) was his effort to try on horror-comedy which later found, not working very well.

He released Sabtu Bersama Bapak (2014), a family themed novel which again became national best seller, well received, and also made its' way into motion picture (2016).

His latest novel, Bajak Laut & Purnama Terakhir (2016) - is his effort in learning how to make a thriller-history novel.

Adit's passion towards storytelling branches out from drawing, photography to novel and move scripts, which amongst other are,
Jomblo (2006)
Testpack (2012)
Sabtu Bersama Bapak (2016)
Shy-Shy cat (2016).

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
63 (17%)
4 stars
120 (34%)
3 stars
133 (37%)
2 stars
31 (8%)
1 star
5 (1%)
Displaying 1 - 30 of 54 reviews
Profile Image for MAILA.
481 reviews120 followers
December 10, 2016
buku pertama yg saya dapat dari event blind date with a book di IRF tadi xD

saya punya rencana nuker banyak buku hari ini+langsung baca semua. jadi pas hari minggu bisa di tukar lagi gitu. tapi kayaknya buku ini mau saya koleksi deh. bagus!

jadi nyesel td salah jawab kuis. padahal lumayan dapet 1 buku mas Adhit gratis :'(

***

buku ini berisi catatan2 mas adhit selama kuliah yangs sebagian besar sudah di publikasikan di blognya. menarik. walaupun ada beberapa yg gak saya ngerti di bagian ttg cerita jurusan beliau.

tapi yg lainnya bagus. saya belum kuliah tp jadi bisa mbayangin aja gitu.
banyak sentilan2 yg bikin merenung juga di buku ini


....internet is a scary thing. you can actually track someone life in a very remote way... (pas baca ini jd inget dengan mas RPP. maaf ya dah stalk hidupmu hhh)

...dan yg hebatnya lagi, dia bukan bersedih karena dia kesulitan. dia bersedih karena orangtuanya kesulitan. sungguh anak mulia....(bengong. diem. ngecek saldo tabungan dan catatan pengeluaran bulanan YANG HAMPIR 80%NYA habis buat jajan gapenting diri sendiri dan cuma 2% buat keluarga. ANAK DURHAKA KAMU MAIII)


...jika kesempatan itu ada, maka gue yang mengejarnya. jika kesempatan itu tidak juga ada, maka gue yang menciptakannya....


BAGUUUSSSS

hh asli jadi nyesel tadi salah jawab kuisnya. kan lumayan jadi bisa baca karya mas Adhit yg lain :'(
Profile Image for Wijayanto.
33 reviews5 followers
August 23, 2011
Ini adalah buku Adhitya Mulya (hampir salah nulis jadi Adhitya Dika, secara Adhitya Mulya dan Raditya Dika punya sedikit kemiripan nama, profesi, dan kalo ada binomial nomenclature di bawah species, maka keduanya bisa digolongkan dalam klasifikasi Homo Sapiens Humoris) yang pertama gue baca. Beberapa bab agak déjà vu karena langsung diambil kopi pasta dari blog-nya yang mana sudah tersubscribe dalam Google Reader gue. Misalnya di bab pertama yang bercerita tentang motor dan cewek-cewek Sipil tebengannya. Tapi jujur, walaupun déjà vu, sensasi humornya masih berasa. Masih bisa terkekeh-kekeh waktu ngebayangin kejadian-kejadian di buku itu.

Yang bikin buku ini menarik buat saya, tentu bukanlah penulisnya. Karena selain karena dia lelaki dan saya laki-laki, dia juga sudah beristri dan punya 2 anak. Pertama yang bikin menarik adalah topik yang diangkat sangat kena, tentang mahasiswa dan seribu satu hal konyol di dalamnya. Yang mungkin semua orang yang pernah ngampus pernah ngerasain hal serupa tapi tak sama. Hal menarik lainnya, kejujuran (meski banyak fiktif-nya juga) dan kesederhanaan (walau banyak lebay-nya juga) dia dalam bercerita mengalir apa adanya. Dan lebih menariknya lagi, walaupun genre-nya komedi, buku ini juga memberikan warna lain dalam chapter Manda dan Cepi dan juga Mari Belajar dari Hendar. Di situ kita bisa belajar dari dia, bahwa masih ada orang-orang yang tidak seberuntung kita dan kita bisa melakukan hal yang hanya memerlukan sedikit pengorbanan namun buat mereka akan sangat-sangat berarti.

Akhir-akhir dari buku ini adalah the best part-nya menurut saya. Mengapa Mas Adhit sudi dan rela membeberkan kebodohan-kebodohannya untuk ditertawakan semua orang Indonesia, penyesalan mengapa nggak dapet IPK 3, dan pesan sakti mandra guna di akhir buku ini lah yang membuat saya nggak ragu-ragu ngasih bintang lima untuk reviewnya. Mas Adhit, sepertinya kita dan sebagian besar kita yang orang biasa, bukan Superman, bukan orang kaya keturunan bangsawan, atau sepintar Einstein, tapi bukan berarti kita nggak bisa melakukan sesuatu yang berguna buat sekeliling kita. Dan kalaupun, kita menjadi sekuat Superman, sekaya Paman Gober, dan sepintar Einstein, seharusnya kita bisa memberikan uluran tangan kita bukan lagi untuk sekitar kita, melainkan seisi dunia yang membutuhkan kita.

Thumbs up buat senior beda jurusan yang lapangan rumput di depan departemennya pernah bikin kenangan tak terlupakan selama jadi mahasiswa Gajah Duduk.
Profile Image for Rose Gold Unicorn.
Author 1 book143 followers
March 20, 2012
Hari di mana gw membeli buku ini adalah hari di mana gw menghabiskan buku ini. Nggak lain dan nggak bukan adalah karena gw penasaran tentang bagaimana sih kehidupan Mas Adhit (jika boleh dipanggil begitu) di kampus. Well, gw yang sudah doyan baca buku doi dari jaman sekolah pun masih nggak tahu kalau doi ternyata lulusan Teknik Sipil ITB. Nah, cerita yang disajikan di buku ini tentu saja tentang lika-liku hidupnya di dunia perkuliahan.

Banyak hal-hal yang dituangkan dalam buku ini. Yang paling gw inget adalah soal (ehem) cewek. Kisah-kisah Mas Adhit dengan cewek-cewek sipil (bikin gw gak habis pikir, kenapa cowok sipil masih cari cewek spil juga?). Lalu, ada kisah mengharukan saat Mas Adhit, katakanlah, mengabdikan dirinya sebagai pengajar dan juga orang tua asuh, mencoba menjadi wiraswasta dengan berjualan kambing kurban bersama teman-temannya (yang mana doi nggak punya modal apa-apa selain nekat!), kenakalan-kenakalan mahasiswa, dan kisah-kisah seru lainnya.

Secara kebetulan, gw anak teknik sipil juga. Jadi, otomatis gw mengerti banget segala istilah dan tetek bengek nasib mahasiswa sipil, termasuk saat menghadapi KP (Kerja Proyek) dan TA (Tugas Akhir). Sayangnya, saat gw memposisikan diri gw bukan sebagai mahasiswa sipil, gw yakin gw akan sedikit terganggu dengan banyaknya istilah teknik sipil dalam buku ini.

Setiap jeda antar bab, Mas Adhit memasukkan teori-teori pribadinya tentang segala macam dunia perkuliahan. Jujur, gw nggak terlalu fokus membacanya, karena menurut gw hal tersebut tidak menjadi bagian penting dalam isi buku secara keseluruhan, tetapi hanya sebagai lampiran saja. Buku ini juga terlihat kurang berkonsep (jika boleh gw bandingkan dengan buku personal literature lainnya).

Berbeda dengan buku-buku Mas Adhit yang pernah gw baca sebelumnya, buku ini terkesan lebih serius dan gw melihat sisi Mas Adhit yang lain (sedikit celetukan humor, dengan gaya berpikir dewasa) dalam buku ini. Actually, baca buku ini membuat gw seakan-akan sedang berkaca pada diri gw sendiri. Persis! Bagaimana Mas Adhit dkk kesulitan mencari tempat KP, partner KP, pembimbing KP. Begitu pun dengan TA. Gw banget.

Last but not least, dalam buku ini tersisip beberapa kisah yang menginspirasi hidup gw yang gw nggak pernah kira bahwa Mas Adhit akan menulis kisah sejenis itu. Tetap dengan humor gaya Adhitya Mulya yang cerdas dan menggelitik.
Profile Image for Anggi Hafiz Al Hakam.
329 reviews5 followers
November 30, 2011
Membaca catatan mahasiswa seganteng Adhitya Mulya rasanya Seperti membaca kembali buku Kejar Jakarta (2005) dan Travelers Tale (2007). Nuansa komedi dramatis mulai terasa dari cover buku yang cukup konyol. Sepertinya mudah saja untuk menebak isi buku ini. Namun, jangan salah. Don't judge a book by its cover sangat berlaku untuk Catatan bapaknya Aldebaran dan Arzachel ini.

Diambil dari catatan blog dalam rentang waktu 2002-2005 yang sebagian masih bisa dibaca kembali di situs aslinya, www.suamigila.com. Walaupun terkesan ringan tetapi buku yang habis dibaca sekali duduk ini menyimpan banyak hikmah. Belum lagi, semua tulisan didalamnya dibuat berseri dengan judul Seri Penelitian Ilmiah dari seorang Profesor yang nampak tidak bersahabat dengan nasib.

Yang mengesankan adalah fakta bahwa mahasiswa ganteng (baca: gila) ini mampu menghadirkan suasana santai penuh kelucuan sambil memberi kita banyak pelajaran. Misalnya, pada saat akan membuat tiang pancang untuk domba kurban. Sungguh suatu pelajaran hidup yang sepele namun kadang terlupakan.

Simak cerita tentang pertemuan si ganteng dengan kawan lamanya, Hendar. Apakah pembaca setuju bila si ganteng ini berhasil membantu Hendar maka akan menambah kegantengannya? Belum lagi kisah dengan Wiwin, Titin, Mimin, Dimsen, cerita PKL di Batam dan masih banyak kejanggalan semasa kuliah yang berkorelasi dengan menurunnya IP (indeks prestasi).

Favorit saya adalah catatan yang berjudul "Life Happens". Saya sempat membacanya di suamigila.com. Bahkan sampai mengulang beberapa kali. Kalau boleh, dari sekian catatan, saya nobatkan tulisan ini sebagai tulisan paling bermakna untuk saya.

Momen favorit lainnya adalah ketika pemeran Jusuf di Travelers Tale ini bertualang seharian hanya untuk mencari Majalah Pria terbitan Maret 1999 dengan Nyla Bernadette sebagai covernya. Untung saja, Adithya* masih waras untuk tidak meniru gaya Nyla dalam bukunya ini. Salut untuk Dimsen yang rela meninggalkan kelas kuliah demi menemani sahabat gilanya ini.

Masa kuliah adalah masa pengukuhan jati diri. Masa dimana hidup akan ditentukan. Saya rasa, tidak ada salahnya untuk tidak terlalu serius dalam menggarap kuliah. Toh, mahasiswa semacam Aditya* dan Dimsen mampu melakukan reverse engineering untuk meyakinkan dosen pembimbing mereka bahwa mereka layak mendapatkan nilai A tanpa presentasi. Ada momen-momen tertentu yang mengharuskan kita untuk fokus. Namun, ada kalanya hidup tidak melulu serius. Toh, mereka juga akhirnya bisa lulus.

Memasuki akhir buku ini, penulis mengajarkan kita bahwa kuliah itu tidak hanya untuk sekedar kuliah. Ada sesuatu yang harus kita pelajari ditempat lain dengan cara yang lain pula. Ada pergeseran dari nuansa komedi ke nuansa yang lebih kontemplatif. Life is so fantastic. Fortunes available anywhere and it's inevitable.


* sengaja disalah-salahin, pengen tau kenapa? Baca aja bukunya. Tapi harus beli lho ya supaya bisa jadi Best Seller lagi.

Profile Image for Vera Maharani.
305 reviews78 followers
May 16, 2013
Nemu buku ini geletakan di "mini-library" BPM Unpad dan tertarik untuk minjem sebentar. Maklum, satu dari sedikit buku yang nggak berbau politik atau geologi peninggalan senior tauk zaman kapan. Buku ini mulai dibaca lepas maghrib dan sekarang sudah selesai. Coba skripsi kek yang diselesaiin cepet kayak gitu. HAHAHA *ketawa getir.

Ada satu yang kepikiran pada saat baca judulnya (dan semua buku semicurhat nasib mahasiswa lainnya yang juga menggunakan judul yang senada) : kenapa sih harus 'catatan mahasiswa gila'? Mungkin karena kesannya lucu, ringan. Mungkin juga yang demikian mempermudah para pembaca (terutama yang mahasiswa) untuk mengaitkan dengan pengalaman pribadinya. Ya, kan, banyak mahasiswa yang (menurut pengamatan pribadi saya) melabeli dirinya sendiri seperti itu, semacam peyorasi dalam konsep diri. Mungkin ya, mungkin.

Bahasanya kocak, seperti yang diperkirakan, but nothing too outrageous. Sebenarnya buat saya sih itu hal yang bagus, karena bisa merelasikan dengan pengalaman sendiri sambil menikmati percikan keunikan di sana-sini. Iya lah, Adhitya Mulya (bukan Aditya, Adithya, atau Adithyia ya, teman-teman...hehe) kan di sini menceritakan pengalamannya sebagai mahasiswa teknik sipil ITB dulu. Joke-nya banyak menyitir tentang beton dan sedikitnya populasi wanita di kampusnya. Lha saya, mahasiswi psikologi, nggak ada hubungannya sama beton dan sejauh mata memandang di kampus terlihat wanita, pria malah langka seperti anoa. Menarik aja melihat persamaan dan perbedaan kehidupan bermahasiswa kita...namun satu yang jelas, di manapun kuliahnya, rasanya sama menggilanya. Kita para mahasiswa ini satu jiwa, Kamerad.

Bagian paling disukai? Nggak banyak joke yang merendahkan diri sendiri. Kelucuan nggak dilakukan atas nama pengen aneh aja. Juga suka cara Adhitya menarik pembelajaran dari kehidupan bermahasiswanya. Bukan cuma haha-hihi ngelucu-lucuin kelulusan yang lama datangnya.

Setelah baca buku ini, jadi ingin nulis sendiri pengalaman hidup jungkir balik gelindingan sebagai mahasiswa psikologi. Moga-moga buku itu nantinya pantas diberi judul 'Catatan Mahasiswa Cumlaude'.

:) aamiin.
Profile Image for Desti Utami.
162 reviews6 followers
May 4, 2011
Yang asik itu penempatan ceritanya. Setelah tersentil karena Manda & Cepi langsung sakit perut ngetawain tokoh Dimsen yang lemot saat ketemu DS. Takjub dengan kenekatan Adythia (SENGAJA :p) dkk jualan domba, trus termotivasi dengan cerita tentang Hendar, ujungnya melongo dengan rambut shampoonya (lagi-lagi) Dimsen. Beneran ada nih tokoh Dimsen-nya?

Kata-kata yang paling saya suka di buku ini; "Orang baik gak sepantesnya punya cerita yang buruk. Orang baik layak mendapat ending cerita yang baik." (hal. 87)

CMG ini juga ditutup dengan manis. Dan meski typo di sana-sini (terutama kata "kita". Ada apa sih dengan KITA?), ga ada pembatas buku (penting ini) dan beberapa cerita sudah pernah saya baca di blog penulisnya (ya iyalah! Pan udah ada tulisan KUMPULAN BLOGPOST di halaman depan), 4 bintang wajar banget lah.

Yak! Demikian puja-puji hari ini. Sekian dan terima wesel.
Profile Image for Akbar.
44 reviews
May 29, 2011
Membaca tulisan Adit seperti naik ke mesin waktu, membawa saya kembali ke masa-masa kuliah dulu. Masa kuliah yang penuh warna. Masa pedih saat dapat nilai 'rata kanan', saat duit dari ortu gak datang2, padahal life still has to be continued...
Saat2 senang saat ketemu mantan pacar dan sekarang jadi ibunya anak2...
Saat2 bete karena ada temen yang kayaknya gak belajar, tapi bisa dapat nilai A, sementara saya yang udah sungsang-sumbel tetap dapat nilai E... (Koq jadi curcol begini ya... ? ;p)
Pokoknya Adit TOP BGT bisa melakukan potret masa-masa itu dengan sangat cerdas...
Thanks Dit...!
Profile Image for Muhammad Imaduddin.
11 reviews
October 2, 2013
garing!!!!
Sumpeh, garing abis.... lawakannya absurd dan terlalu di paksain.. yah, aloupun ada satu-dua yang bisa membuat saya tersenyum.
tapi, yang paling plus di buku ini ituh adalah nilai-nilai kemanusiaannya... oleh sebab itu dan sebab sayang udah susah minjem, makanya saya terus baca ampe abis buku ini.
okey, saya tidak merekomendasikan buku ini buat yang pengin ketawa, tapi saya rekomendasikan buat orang yang kepo.
Profile Image for Fradita.
84 reviews2 followers
January 30, 2016
Buku non fiksi yang didasarkan dari blog penulis sendiri. Bercerita mengenai lika liku kuliahnya. Sebagai sesama anak teknik, ya aku bisa relate banget dan itu menyenangkan. Ngomongin praktikum, asdos, KP, TA, walau dia Teknik Sipil dan aku Teknik Kimia tapi masih nyambung lah. Susahnya dapatin nilai trus petuah petuah dia mengenai hidup. Issss aku cinta banget lah sama tulisan tulisan Adhitya Mulya ini!! Love love.
Profile Image for Dwi Tupani.
22 reviews3 followers
May 10, 2011
buku ini sepertinya lebih mirip jurnal milik adhitya mulya untuk bisa bertahan dan akhirnya lulus dari teknis sipil IPB..

buku ini bisa memberikan motivasi bagi mereka yang masih kuliah, ataupun yang sudah melewati fase itu..

soal cara bertutur yang kocak, adit bisa membuat pembaca tertawa tanpa harus melabelinya "terlalu berlebihan.."

Profile Image for erchedepe.
15 reviews2 followers
July 23, 2011
Although most parts of this book, I already read thru Adhit's blog, but it always been fun to read and read it again. It never bores you. Adhit in his "golden" ways successfully put that smile upon your face. Yep, the smile and the feeling of being human :D :D

Don't miss the Seri Jurnal Penelitian Ilmiah ;))
46 reviews
July 31, 2011
Sebuah catatan yg ringkas + bijak,, tidak hanya membuat kita tertawa ngikik2 diawal [ampe merah muka + merah mata + perut keram, heheh], namun jg membuat tersentuh dan terenyuh diakhirnya,,
banyak pengalaman hidupnya yang dapat dipetik,,
overall, kesan yg ku dpt, selalu bersyukur dgn apa yg telah kita miliki..

Profile Image for Puput.
31 reviews25 followers
April 20, 2012
This is definitely s book that I can relate to. Kasih gambaran kehidupan kampus ITB jaman angkatan 90an. Dan ternyata gk jauh beda ama angkatan 2000an, walau memang banyak kultur baru yg muncul.

Layaknya seorang Adhitya Mulya, buku ini kocak sekocak2nya. Saya sendiri suka banget dengan format penulisan beberapa ceritanya yang memakai format penulisan paper ilmiah... lucu dan cerdas.
Profile Image for Nike Andaru.
1,643 reviews111 followers
June 24, 2011
Saya kangen membaca tulisan Adhitya Mulya.
Setelah Jomblo saya rasa blom ada lagi novel 2 Adhit yang bisa bikin senyum2 membacanya.
Yang ini pun bukan novel, hanya sedikit tulisan atas cerita atau catatan kuliahnya Adhit.
Lumayan lah mengobati kerinduan saya pada tulisan Adhit.
Profile Image for Annisa Pratyasto.
46 reviews8 followers
February 20, 2012
sangat berbau keteknikan (red : mahasiswa teknik). lugas, ringan, and no hard feeling dalam membacanya. dalam beberapa chapter suggest terasa sangat verbal, jadi mungkin mengurangi sedkit kelucuan alamiah yang ditampilkan disini. :)
Profile Image for Lyta.
103 reviews3 followers
February 29, 2016
Lucu, segar dan pas buat yang gak mau pusing-pusing. Beberapa cerita kurang lebih sama n pernah dialami rata-rata mahasiswa pada zaman itu (misal; harus belajar dari fotokopian catatan sendiri karena original nya sudah beredar di pinjam muter dan akhirnya hilang).
Profile Image for Cut Isyana Fadhila Fadli.
27 reviews1 follower
October 11, 2014
selalu suka sama karyanya Adhitya Mulya. Kadang garing sih ngebanyolnya, tapi masih bisa ngebuat ketawa, dan cerdas!
Profile Image for Galih Satria.
70 reviews3 followers
May 15, 2015
Mirip gaya menulisnya Raditya Dika, tapi yang ini lebih jujur dan apa adanya. Karena bacanya setelah buku Sabtu Bersama Bapak, buku ini jelas bukan yang terbaiknya Adhitya Mulya.
Profile Image for Aden Wina.
13 reviews
October 2, 2015
Emang pantas dibilang gila .. Lucu abis bukunya,, dan banyak nilai positif yang patut ditiru selain kegilaannya :)
Profile Image for Agung Setiawan.
9 reviews
December 9, 2016
Sebenernya tidak ada yang salah dengan cerita di dalamnya, lucu & menghibur. Masalahnya adalah, saya sudah menjadi pembaca setia blog penulis, & tidak tahu bahwa buku ini adalah catatan-catatan di blog yang dibukukan. Ketika ada info kang Adhit menerbitkan buku CMG waktu itu tanpa pikir panjang langsung beli. Akhirnya kecewa ya karena mungkin 90% lebih tulisan di dalam buku ini sudah pernah saya baca, dari blog penulis.
Profile Image for Nadira Aliya.
80 reviews5 followers
July 4, 2016
Sebetulnya udah rada telat buat baca ini karena sudah bukan mahasiswa lagi, tapi nggak papa juga baru baca sekarang karena bisa mengingat dan merasakan lagi masa-masa bahagia di kampus gajah yang sudah saya tinggalkan beberapa bulan.

Di setiap bab nya selalu ada yang bisa bikin ketawa ngakak atau paling nggak senyum, dan bahkan tersentuh di beberapa bagiannya. Mas Adhitya Mulya -sudah benar lho ngetik namanya ini- membawakan cerita-ceritanya ala mahasiswa teknik, dengan bahasa teknik, bahkan ada beberapa grafik dan tabel, yang kemudian dikebumikan, melebur dengan humor dan kisah-kisah yang sarat kemanusiaan. Karena mahasiswa teknik juga manusia.

Paling favorit cerita tentang Kerja Praktiknya yang cuma 9 hari itu loh. Bahkan dulu durasi kerja praktikku sebulan, dan itu juga udah agak keteteran cari data untuk laporan. Mas alumni Sipil ini bahkan kurang dari 2 minggu. Kemudian berkali-kali menghadapi cobaan menemui pembimbing, mengolah data yang super banyak, memperbaiki kesalahan-kesalahan. Baru dari setelah kerja praktik akhirnya mendapat nilai A dan bisa mengerjakan Tugas Akhir dengan lancar. Kok mirip-mirip yaa sama seseorang yang perkuliahannya baru lancar setelah berhasil kerja praktek. Sebelumnya ancur-ancuran (liat kaca).

Terus kalau ngeliat gambar-gambarnya itulooh, dinomerin udah macem laporan kuliah ajaa. Untungnya nggak ada daftar gambar dan daftar tabel di halaman depan buku yang meyakinkan saya bahwa ini bukan buku laporan perkuliahan yang dinovelkan.

Some quotes to note :

"Cobaan datang dalam dua bentuk, dalam bentuk kesulitan dan dalam bentuk rezeki."

"Kekurangan bukanlah selalu hukuman, kesulitan bisa menjadi cobaan sebenarnya. Atau rezeki yang tertunda. Kemudahan bukan selalu rezeki. Bisa jadi itu malah cobaan. Yang jelas, kesulitan dan kemudahan adalah ujian bagi kita untuk bagaimana kita menyikapinya."

"Ketika kita sendiri kuat secara finansial, kita akan kuat membantu orang lain. Ketika kita kenyang, kita akan memikirkan mereka yang lapar dan insya Allah juga akan bergerak untuk membantu. Orang yang lebih mapan akan memiliki kemungkinan dan kemampuan untuk menolong orang lain"
Profile Image for Zharina.
20 reviews8 followers
December 10, 2012
Tulisan Adhitya Mulya entah bagaimana pun absurdnya selalu berhasil membuat pembaca tertawa. Apalagi jika pembacanya adalah seorang anak teknik, yang notabene, yah mungkin, akan lebih mengerti tulisannya yang banyak dihiasi analogi ketekniksipilan. Bagi yang mengikuti blog-nya secara rutin mungkin akan bosan, karena buku ini adalah buku kumpulan tulisan di blog dalam rentang tahun tertentu. Namun rasanya tetap tidak rugi untuk memilikinya.
Profile Image for Mashudi Huri.
1 review
January 2, 2013
jadi gini, pas jalan2 digramed nyari buku pjp .. eh ngliat buku ini uda ngga ada segelnya lagi .. atas dasar mental gratisan langsung aje nih gue baca, ngga perlu waktu lama untuk suka ama buku ini, pas mau bungkus rupanya stok abis .. pfft, karena uda kebelet, ya udah.. buku yang uda ga bersegel itu gue bawa pulang (untung ga ketangkep satpam) :) , mungkin dengan sekelumit cerita itu elu bisa ngebayangin gimana menariknya buku ini.. muehehehe..
Profile Image for Neni Puji Artanti.
82 reviews12 followers
April 11, 2023
buku yang baru saya beli hari gini ini menawarkan kisah lengkap dari yang lucu bianget, garing, memotivasi, sampe mengharukan.

baca buku ini membuat saya kembali bertanya-tanya, memori dan pengalaman menyenangkan macam apa yang akan saya dapet kalo saya kuliah di kampus pada umumnya, bukan di kampus plat merah yang cenderung homogen ini. dan bab demi waktu seakan menampar muka saya keras keras *brb buka buku toefl*
Profile Image for Nura.
1,056 reviews30 followers
November 30, 2016
First book on December. Satu lagi buku tipis yang dijadiin tambahan buat menuhin target baca. Lumayan bikin tersenyum sih, walopun ga sampai ngakak terpingkal-pingkal apalagi gegulingan di ubin. Cerita nyari majalah Popular ngingetin sama sesepuh di sini yang nggak nyari tapi malah ditawarin EA di pasar buku bekas.
Profile Image for Deni Oktora.
37 reviews2 followers
June 22, 2011
Ini adalah buku adhitya mulya yang pertama gue baca, humornya (walau masih kalah 3 level di bawah Raditya dika) namun masih bisa bikin kita tersenyum2 sendiri. Ada rencana membeli buku2 Adhitya mulya yang lain :)
Profile Image for Nunu Gie.
22 reviews1 follower
April 15, 2012
Selalu suka dengan buku-bukunya Kang Adhit. Segar, kocak, bahasanya mengalir, dan nggak pernah membosankan.Adhitya Mulya
Profile Image for syifa zunan.
6 reviews
April 17, 2011
bab pertama udah bikin ketawa...
jadi tau juga tentang mahasiswa teknik sipil
Displaying 1 - 30 of 54 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.