Jump to ratings and reviews
Rate this book

Seri Buku TEMPO: Tokoh Islam di Awal Kemerdekaan

Kartosoewirjo: Mimpi Negara Islam

Rate this book
Berasal dari keluarga abangan, Sekarmadji Maridjan Karto­soewirjo menjadi pemimpin pemberontakan Darul Islam. Ber­­bekal pengetahuan agama Islam yang digalinya secara oto­didak, Kartosoewirjo memberontak demi cita-cita negara Islam. Toh, pemberontakannya telah ikut mewarnai sejarah pem­ben­tukan Republik yang masih berusia muda.

Hampir lima puluh tahun setelah kematiannya, pemikiran dan cita-cita mendirikan negara Islam masih bergelora di kalangan sebagian umat Islam negeri ini dan masih terus mengilhami ber­bagai kelompok di negeri ini yang ingin menegakkan se­buah negara Islam—baik dengan jalan damai maupun kekerasan. Pengusung cita-cita negara Islam itu boleh saja terpecah-belah karena alasan ideologi atau kepentingan pribadi pemimpinnya. Ada yang memilih mengembangkan pendidikan, berjuang dengan program advokasi, ada pula yang tetap menghalalkan jalan kekerasan. Kelompok lain diyakini menjadi cikal bakal Jamaah Islamiah. Namun semuanya tetap mengaku penerus cita-cita Kartosoewirjo.

Kisah tentang Kartosoewirjo adalah satu cerita tentang “Tokoh Islam di Awal Kemerdekaan”, yang diangkat dari liputan khusus Majalah Berita Mingguan Tempo pada 2003-2010. Serial ini menampilkan wajah Islam Indonesia yang beragam: dari dulu hingga kini selalu ada orang yang mengedepankan jalan moderat dan demokratis, tapi ada pula—karena kekecewaan—menyokong radikalisme dan kekerasan.

162 pages, Paperback

First published February 28, 2011

5 people are currently reading
140 people want to read

About the author

Tim Buku TEMPO

44 books95 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
20 (16%)
4 stars
47 (39%)
3 stars
43 (36%)
2 stars
5 (4%)
1 star
3 (2%)
Displaying 1 - 14 of 14 reviews
Profile Image for Ariel Seraphino.
Author 1 book52 followers
January 29, 2017
Jangan menilai orang dari penampilan luarnya. SM. Kartosoewirjo ini tampilan dan asal usulnya saja sudah abangan, bukan berasal dari pondok pesantren di mana ajaran Islam dipelajari dan dijadikan pedoman hidup, sekolah di sekolah sekuler buatan Belanda tetapi dengan nekat dan tanpa ragu mendirikan Negara Islam Indonesia di saat negara sedang berusaha bangkit dari kangkangan penjajah Belanda. Ketidakpuasan atas perjanjian Renville saya rasa memang dipolitisasi oleh Kartosoewirjo dan memproklamirkan NII. Sejumlah pasukan militernya ditendang dari Jabar dan beliau ogah, pemerintah pusat justru terlihat seperti berkompromi dengan penjajah, karena itu beliau angkat senjata, gerilya melawan republik. Bertahun-tahun kemudian gagasannya tentang NII masih dipegang sejumlah orang di bumi pertiwi, meresap menjadi impian luhur generasi keluarga pengikutnya yang tercerai berai di sepanjang nusantara. Bayangkan, orang Cepu, berkeluarga di Malangbong kemudian berontak melawan pemerintahan yg sah.
Profile Image for Sayekti Ardiyani.
128 reviews3 followers
September 1, 2016
Buku yang harus dibaca oleh anak muda. Membaca buku ini kita tak hanya mengenal tokoh yang dianggap pahlwan saja dalam buku paket sejarah di bangku sekolah. Tak hanya mengenal baik buruk tokoh sekilas saja. Iya kalau dikenal baik? kalau yang ditulis hanya buruknya saja, anak sekolah hanya tahu ia buruk. Seperti tokoh ini. Siswa hanya tahu ia seorang pemberontak dari buku pelajaran. Itu saja. Dengan membaca buku ini pembaca tahu segala motif dibalik pemberontakannya dan segala ketokohannya dalam panggung sejarah Indonesia, peran dalam masyarakat pada jamannya. Di luar segala keantagonisannya, ada banyak sisi menarik yang didapatkan dari buku ini. Membuka wawasan sudut pandang.
Profile Image for Hëb.
172 reviews7 followers
March 5, 2021
Butuh waktu kurang dari 3 jam untuk menyelesaikan secuplik biografi ini, termasuk dengan mengambil banyak anotasi dan mengeksplorasi informasi yang terdapat di dalamnya. Demi kepentingan literatur skripsi, aku memutuskan untuk membaca serial dari Tempo yang berkaitan dengan Kartosuwiryo. Seperti biasa, meski buku ini tidak terlalu tebal, namun informasi yang disajikan cukup padat dan memberikan beragam data yang akurat.

Buku setebal 162 halaman ini berkisah tentang Kartosuwiryo, yang kita ketahui sebagai tokoh sentral dari gerakan DI/TII; sebuah gerakan pemberontakan tersulit yang harus dihadapi Negara pasca kemerdekaan. Tidak hanya berkisah tentang biografinya, beberapa bagian akhir dari buku ini juga memaparkan tentang 'diferensiasi' dari sisa-sisa gerakan DI/TII yang rupanya masih berupaya untuk mewujudkan 'mimpi' Kartosuwiryo yang kandas pada 1962. Bagian terakhir menyajikan kolom-kolom dari beberapa pakar mengenai sepak terjang Kartosuwiryo dan DI/TII. Adanya bagian kolom ini memberi nilai tambah dariku untuk buku ini, karena dapat memberikan insight baru mengenai Kartosuwiryo dan relevansi gerakan DI/TII di era saat ini.

Akhir kata, buku ini patut dibaca oleh siapapun yang ingin mengenal sang 'Imam' Kartosuwiryo dari kehidupan awalnya hingga berujung pada eksekusi mati di Pulau Onrust. Meski tidak disajikan secara kronologis, namun informasi yang disajikan cukup padu dan insightful.
Profile Image for Hakni..
167 reviews3 followers
August 29, 2024
Melihat latar belakang Kartosoewirjo yang bahkan lebih dekat dengan kaum "abangan" dari sisi keluarga dan pendidikan, bisa disimpulkan bahwa gagasan negara Islam tidak mesti muncul karena kesadaran keagamaan, bisa jadi muncul karena reaksi atas perkembangan keadaan.

Dalam buku ini, salut terhadap HOS Tjokroaminoto, dengan kepiawaiannya dia bisa mengembangkan anak-anak muda yang berada didekatnya untuk memilih jalan masing-masing; nasionalis, komunis, dan agamis.
Profile Image for Lidia Mulyani.
7 reviews
July 1, 2020
Sebelum membaca ini. Saya selalu mengira bahwa orang yang ingin merubah Indonesia menjadi khilafah hanya ada di masa kini.

Setelah membaca ini, justru pikiran saya berubah. Pemberontakan yang mengatasnamakan agama untuk merubah Indonesia nyatanya sudah ada sejak dulu. Kartosoewirjo merupakan pelopornya..
Profile Image for Dyah.
27 reviews8 followers
November 30, 2021
Ikhtiar Tempo dalam meruntut kronik sejarah Indonesia memang tak pernah membosankan dibaca. Hidup-mati Kartosoewirjo, imam besar NII, disajikan dengan apik; bertahun-tahun setelah kematiannya, mimpi negara Islam Kartosoewirjo masih menggeliat lapar. Faktor penyebabnya dijelaskan runut di sini.
Profile Image for Eva Novia Fitri.
165 reviews1 follower
June 27, 2023
Untuk sebuah biografi ini kurang 'deep digging'. Kurang personal. Kurang intim. Terasa seperti wikipedia.
Profile Image for Kimi.
407 reviews30 followers
April 22, 2023
Membaca Kartosoewirjo untuk yang kedua kali dan rating yang saya berikan masih sama: 3 bintang dari 5. Tidak ada emosi yang berubah dalam membaca buku ini. Setelah sedikit lebih tahu mengenai Kartosoewirjo, ya sudah. Cukup sekadar tahu. Dan membaca ulang buku ini membantu menyegarkan kembali ingatan. Maklum, waktu kali pertama baca aku tidak membuat catatan sehingga terlupa begitu saja.

Beberapa ingatan yang kembali muncul: Bahwa ternyata sisa-sisa Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) masih ada hingga saat ini. Bahwa Jamaah Islamiyah merupakan pentolan dari DI/TII. Bahwa Pesantren Al Zaytun ternyata berafiliasi ke DI/TII.

Selain itu, ada beberapa hal yang aku benar-benar lupa atau mungkin luput sewaktu baca buku ini pertama kali. Seperti, pengadilan yang terlalu singkat dan buru-buru serta tidak adil untuk Kartosoewirjo. Jaksa menuntut Kartosoewirjo dengan pasal berlapis: dituduh hendak menggulingkan pemerintah yang sah, memberontak melawan Negara Republik Indonesia, dan merencanakan pembunuhan atas Presiden Soekarno. Kartosoewirjo hanya menerima tuduhan pertama dan menolak dua tuduhan terakhir. Pembelaan dan penyangkalan Kartosoewirjo diabaikan majelis hakim. Dia dihukum mati.

Resensi lengkap bisa dibaca di sini.
Profile Image for Marina.
2,042 reviews362 followers
March 2, 2015
** Books 65 - 2015 **

Buku ini untuk memenuhi Yuk Baca Buku Non Fiksi 2015

3,1 dari 5 bintang!


Saya hanya mengenal nama Kartosoewirjo dari buku-buku sejarah di sekolah dimana beliau mendalangi pemberontakan dari DI/TII mengenai Negara Islam Indonesia. Cerita beliau cukup menarik karena dahulu beliau adalah termasuk dalam partai Masyumi (bersamaan dengan Natsir) entah kenapa sosok Natsir yang lebih melekat di pikiran saya daripada beliau.. padahal mereka bersebrangan aliran yang kooperatif dan non-kooperatif >__<

Selain itu yang menarik lagi bahwa sebenernya kartosoewirjo adalah anak didik dari HOS Tjokroaminoto.. wahh ternyata selain Soekarno ada juga KartoSoewirjo yang pernah berguru dengan tokoh pemuka Sarekat Islam tersebut..

Akibat kekecewaan terhadap Hasil perjanjian Renville yang dilakukan pada 17 Januari 1948 sehingga RI harus mengosongkan wilayah Jawa Barat yang digempur habis-habisan oleh Laskar Hizbullah/Sabillilah yang dipimpin oleh KartoSoewirjo

Sayangnya hingga akhir hayatnya beliau ditembak mati oleh pemerintah dan tidak diberitahukan dimana lokasi makamnya.. satu2nya petunjuk hanyalah di Pulau Onrust di Kepulauan Seribu, Jakarta..
Profile Image for Endhy Bonusinmarch.
7 reviews1 follower
January 21, 2017
selalu asik baca sejarah indonesia, bagaikan nonton drama yang selalu ada plotwist disetiap sudutnya. sayangnya untuk buku ini lebih mirip kumpulan artikel, jadi banyak informasi yang berulang, jadinya mengurangi keasikan membacanya
Profile Image for Ika Wisnu.
4 reviews
May 8, 2011
Digabungkan dengan buku Nagabumi, kita tahu bahwa pemerintah memang "harus" punya kambing hitam untuk dipelihara
Profile Image for Famega Putri.
Author 1 book12 followers
April 29, 2012
Ringkas dan lengkap, membaca buku ini kita jadi tahu siapa sebenarnya Kartosoewirjo dan pengaruhnya sampai sekarang, hubungannya dengan NII KW 9 dan Panji Gumilang.
Displaying 1 - 14 of 14 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.