Jump to ratings and reviews
Rate this book

Bule Juga Manusia: Petualangan Turis Gila di Indonesia

Rate this book
Pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia, perut gue udah terasa mules. Setibanya di rumah teman di Makassar, gue kebelet boker. Langsung saja gue menuju kamar mandi dan menunaikan 'urusan' gue. Setelah selesai, gue baru sadar kalau di toilet nggak ada tisu, hanya ada gayung/timba, ember, dan air. FYI: Orang Australia dibesarkan memakai tisu kertas atau kadang-kadang tisu basah untuk cebok. Soalnya, di Australia, 99% rumah tidak menyediakan selang air atau bak mandi, apalagi gayung, buat cebok.

Bang Ridwan, temen gue bilang, "Tisu versus Air - a serious clash of civilizations." Bagi bule, air dan tangan itu kombinasi yang najis, sementara buat orang Indonesia, cebok pakai tisu itu haram.

Anyway, akhirnya gue berusaha memakai gayung untuk menyiram air ke pantat. Alhasil - kaki dan celana gue basah. Gue putus asa dan... pelan-pelan mulai memakai tangan gue sebagai tisu WC.

Ini najis. Saat itu, gue pengin nangis.

Richard Miles a.k.a Bule Ngehe yang jago berbahasa Indonesia ini memiliki segudang pengalaman konyol saat berkunjung ke Indonesia. Berbeda dengan bule lain yang tertarik kepada budaya tradisional, bule yang satu ini justru tertarik sama grup band Sheila on 7 dan Gigi. Lewat buku pertamanya, Richard tidak malu membuka aib-nya sendiri, mulai dari pengalaman pertama berhadapan dengan WC jongkok hingga tragedi busway yang membuatnya trauma. Tapi tetap, Richard cinta Indonesia.

172 pages, Paperback

First published November 1, 2010

17 people are currently reading
219 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
45 (20%)
4 stars
44 (19%)
3 stars
89 (40%)
2 stars
33 (14%)
1 star
10 (4%)
Displaying 1 - 30 of 32 reviews
Profile Image for Samantha & Luke.
93 reviews11 followers
February 3, 2014
Kalau saya bisa pilih, saya akan kasih 2.5 bintang.

Buat dua bab pertama saya emang suka buku ini. Soalnya saya juga bule, tertarik juga dengan budaya 'modern' di Indonesia sampe menikah dengan orang Indonesia. Cerita saya waktu sekolah sama banget dengan si Richard.

Tetapi semakin baca, kaya semakin jayus. Walaupun Richard pintar menulis tentang kehidupan di Australia, saya rasa ada banyak perbedaan antara dua negeri ini yg kurang dihormati di buku ini. Saya juga bingung - buku ini untuk siapa ya, orang remaja?

Saya juga gak begitu suka kata 'gue' dan 'lo' dipake terus. Rasanya susah untuk baca. Saya pikir masih pake kata gaul ini, tapi kurangin sedikit ya?

Juga, untuk bule yg suka budaya kesenian seperti batik/gamelan/dll - apa dosanya? Saya emang suka dengar lagu modern Indonesia, tetapi saya juga suka yg traditional juga. Itu yang membuat Indonesia istemewa.

Walaupun semua yang saya tidak suka tentang buku ini, saya masih mau ucapkan si Richard selamat sukses. Emang susah menulis buku dalam bahasa lain, dan Richard pinter sekali. Semoga sukses selalu, Richard.
Profile Image for Linda♥.
349 reviews
March 24, 2012
"Indonesia memiliki arti yang sangat besar di kehidupan gue. Banyak dari sobat-sobat dan temen paling deket gue itu orang Indonesia, banyak dari kenangan gue yang paling asik dan lucu gue alami di Indonesia, dan beberapa makanan paling favorit gue di dunia itu makanan Indonesia. Biar gue cinta Indonesia, gue juga cinta Australia. Being Australian is who I am."


Richard Miles a.k.a Bule Ngehe (dia sendiri yang bilang) adalah bule dari Australia yang cinta Indonesia. Salah satu hal yang buat aku salut sama bule ini adalah.. dia mampu berbahasa Indonesia, apalagi bahasa gaulnya. Hebat ya, bisa lancar berbahasa Indonesia gitu. Aku sendiri udah dari jaman kapan belajar bahasa Inggris tetep aja masih belepotan. Ada satu hal lagi yang ngebuat aku iri, tinggi bule yang satu ini 198cm, lebih tinggi 43cm dari aku. Huaaaaa!! >,< (nggak penting banget, sumpah!)

Di dalam buku ini, Bang Richard menyuguhkan berbagai pengalamannya saat liburan di Indonesia, dari pengalaman manis, pahit, asem juga. Dari naik kendaraan umum, makan di warung vs restoran, sampai konser band kesukaannya, Sheila On 7.

Kalau bule dari Australia bisa cinta Indonesia sedemikian rupa, kenapa kita nggak? :)
Profile Image for Patricia Sandjaja.
5 reviews23 followers
January 20, 2011
Sore2 mampir ke toko buku, baca sinopsis di belakang buku ini... hahahaha lucu banget....iseng aaaaach beli... kayaknya lucu nich.
Lalu sambil nunggu teman janjian makan malam, daripada bengong, iseng baca, ach paling ngakunya aza nich lucu.

Yang terjadi adalah aku ke gap (ketauan/ketangkap basah) temanku, kalo aku lagi duduk di resto sambil minum bandrek dan ketawa ngakak....oh noooooo..... Arggggggh....

Dirumah sdh bertekad utk tuntaskan kerjaan,..
tapi iseng, ach satu cerita lagi.....eh keterusan baca sampai selesai.
Yup.. satu buku selesai dalam waktu 3jam.

Rusak semua rencana untuk menyesaikan kerjaanku yang menumpuk.

Jadi pesan moralnya adalah jika anda lagi suntuk & hiburan banget sementara tugas dan kerjaan menumpuk, jangan pernah... sekali lagi,.. jangan pernaaaaaah baca ini buku.
Beresiko kerjaan terabaikan.
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
December 28, 2015
Tiga setengah bintang.

Saya pernah mengikuti blog Bang Richard waktu masih berumah di blogger, dan saya suka sama gaya menulisnya. Nggak banyak yang bisa menulis dalam bahasa bukan-bahasa-ibunya semengalir ini, dan itu sudah pasti nggak gampang. Secara instan, saya menjadi penggemarnya dan selalu menunggu postingan terbaru. Sayang, tampaknya sekarang sudah nggak nge-blog lagi.

Bahasa Bang Richard itu cair. Lumer. Lebih Indonesia daripada orang Indonesia sendiri karena referensi kultur popnya banyak--jauh lebih banyak dari saya. Nggak ada jejak 'bahasa terjemahan' sedikitpun kecuali di tulisan pas SMA yang ngakak-able. Kayak membuktikan kalau pakai bahasa Indonesia yang lumrah dan awam juga bisa bikin tulisan bagus alih-alih mengadaptasi dari Bahasa Inggris (itu yang bagian skenario film apa banget deh, serius!)

Beberapa terasa deja vu karena mungkin sudah baca di blognya, tapi lucunya tetap sama. Jujur saja, dulu saya juga menemukan blognya karena puisi 'Maaf' itu (dan dulu saya bingung kok bisa orang Aussie nulis segokil ini) dan kecintaan Bang Richard pada AADC mirip kecintaan remaja pribumi pada drama Korea, menunjukkan lagi-lagi kalau kita memang nggak kalah sama produk luar.

Bagian favorit saya Conclusion. Ini juga kayak yang ngasih tahu kalau Indonesia itu lovable, tapi saya juga mencintai akar budaya saya. Nggak ada yang salah dengan itu. Seringkali saya mendengar banyak orang kita yang bangga kalau ada bule yang pindah ke Indonesia seolah bule itu lebih memilih Indonesia ketimbang negara asalnya, because basically we are better. Nggak juga, sebetulnya. Dan bukan berarti juga orang yang suka negara luar nggak punya nasionalisme. Nggak perlu soal urusan budaya saja, tiap orang bisa memiliki dua belahan jiwa dan itu wajar.

Dan Bang Richard sangat menunjukkan itu.

Cuma, pengemasannya kurang koheren. Apa ya, beberapa bagian masih terasa random dan semakin ke belakang pengalamannya semakin sedikit. Apa karena Bang Richard kecapekan? Sini Eneng kipasin (sambil bawa mini compo dan nyetel lagu Bang Roma). Intinya, kurang nendang aja. Ilustrasinya sih, sudah kece.

Kalau sudah begini, saya jadi balik bertanya ke diri sendiri. Apa bahasa Inggris saya sudah bisa dimengerti oleh natives seperti bahasa Indonesianya Bang Richard yang menyatu sama kita, ya? Jangan-jangan mereka mendengarnya kayak bahasa terjemahan...

"Enter wind, my body is not delicious."
Profile Image for Lisa.
13 reviews4 followers
May 6, 2011
Waktu memutuskan untuk beli buku ini, ada beberapa hal yang jadi alasan saya;
pertama, saya ini penggemar kebudayaan. sangat menarik bagi saya setiap kali tau bagaimana Indonesia di mata orang asing. apalagi kalau kayaknya bule-nya sudah familar banget sama Indonesia, seperti yang lagi pake sarung sama peci sambil berpose aneh tanpa malu-malu ini..
kedua, cover bukunya menarik dan bikin penasaran. setelah baca sinopsisnya, saya makin penasaran.
ketiga, kayaknya buku ini lucu.. dan pada saat itu saya lagi pengen dihibur dengan membaca buku-buku ringan.

Ternyata bule ini bahasa Indonesianya sudah sangat canggih.. salut karena dia tahu istilah-istilah yang hanya ada di percakapan sehari-hari dan rasanya nggak mungkin ada di Indonesian lesson books. caranya bertutur sangat menyenangkan dan friendly, berkesan sudah 'Indonesia banget'. saya nggak akan protes soal kesalahan grammar atau kesalahan penulisan kata yang ada di beberapa bagian, karena kemahiran Richard dalam berbahasa Indonesia jauh lebih baik daripada beberapa kesalahan-kesalahan itu. dan toh orang Indonesia sendiri masih suka salah grammar dalam menggunakan bahasanya, so it's okay laah..

Sesuai dugaan awal, buku ini memang lucu. banyak cerita menarik di dalamnya yang kadang bikin saya senyum-senyum sambil setengah nggak percaya. sebenarnya saya berharap buku ini bisa bikin saya ketawa lepas, tapi harapannya nggak terkabul. saya nggak ketawa sih, tapi paling tidak buku ini sukses bikin saya senyum-senyum, dan saya merasa cukup terhibur. mungkin karena dasarnya saya saja yang memang susah dibikin ketawa.. kalau untuk orang lain, saya rasa buku ini termasuk lucu banget. boleh juga dibaca saat lagi penat atau strees..
Profile Image for Artha.
82 reviews6 followers
February 19, 2011
Kebetulan bertemu buku ini adalah iseng aja, nyomot satu, baca dan heyy... ternyata lucu juga. so, ketika ke toko buku sekali lg aku memutuskan untuk membeli buku ini.

Ceritanya tentang bule bernama Richard yang jatuh cinta dengan Indonesia, dia belajar bahasa Indonesia, dia mengenal band-band Indonesia dan dia sering liburan ke Indonesia. Menurut cerita di dalam buku ini, awalnya kisah ini dituangkannya dalam blog. Dan menghasilkan buku ini.

Oke, untuk 3 cerita pertama aku tertawa lepas, lucu.. gokil, fresh.. aplagi tentang karangan bahasa Indonesia itu.. melihat bahasa Indonesia di karang ama bule lucu juga hehehe. Namun cerita berlanjut dan saya mulai di ganggu dengan pemakaian kata "gue", sambil membayangkan seorang bule mengucapkannya ( wkt kita membaca buku kan memang kita berimajinasi kan?) and it end with silence.... oke aku ketawa 2 detik dan diam lg.. lagi dan lagi... diam. bukunya ga berhasil membuatku ketawa karena gaya bahasanya yg terlalu "gue" and "lo" bangett... pusing bacanya. ga masalah kalau gue and elu itu terjadi dalam percakapan, tapi dalam buku, dalam teks... sakit mata deh jadinya.

Untuk seorang bule yang mencoba bercerita kepada kita tentang pengalamannya yg berhubungan dgn Indonesia, kita harus menghargai. Tapi yah.... jangan memberikan high ekspetasi ttg buku ini.. cocok buat bacaan ringan yang benar-benar ringan ( you don't have to think....)

6/10....

as in my blog http://bencotituartha.blogspot.com/20...
Profile Image for Suzan Oktaria.
345 reviews30 followers
January 19, 2011
Dari resensinya aja sudah membuat penasaran, pasti buku ini akan memberikan hiburan tersendiri, diantara kepenatan pikiran oleh rutinitas pekerjaan berikut segala tekanannya a.k.a STRESS.

Richard Miles a.k.a Bule Ngehe yang jago berbahasa Indonesia ini memiliki segudang pengalaman konyol saat berkunjung ke Indonesia. Berbeda dengan bule lain yang tertarik kepada budaya tradisional, bule yang satu ini justru tertarik sama grup band Sheila on 7 dan Gigi.

Dan yang pasti akan menjadi hiburan tersendiri, saat di bus atau sekedar nunggu Trans Musi atau angkot atau apalah heheheheh :D

Dan yang pasti jangan heran nanti ada orang yang melirik dan bertanya - tanya kenapa kita tertawa sendiri karena ceritanya memang asyik banget. Disini tersaji lengkap deh, pengalamannya Bulengehe dari awal belajar Bahasa Indonesia hingga liburan di negeri ini. Richard tidak malu membuka aib-nya sendiri, mulai dari pengalaman pertama berhadapan dengan WC jongkok hingga tragedi busway yang membuatnya trauma. Tapi tetap, Richard cinta Indonesia.

Mungkin kita bisa belajar dari Richard untuk lebih mencintai negeri ini dengan segala permasalahannya. Gaya bahasanya gaul banget dan lebih Indonesia daripada orang Indonesia asli.
Profile Image for Echa.
48 reviews2 followers
September 10, 2012
Si Mas Richard ini adlh orang australia asli yg kebetulan temennya raditya dika.
Herannya dia cinta bgt sama indonesia sampe rela bolak2 ausi-indo buat berpetualang di jakarta dan jogja (terutama). Andaikata dia adl bule kaya pasti udah beli rumah di indo dan gak selalu numpang di rumah temen sampe menganggap rmh temennya itu adl rumah keduanya, bahkan ortu temennya udah dianggeb ortunya sendiri..
Walo bule tp dia cm bs jd figuran pasukan belanda di film indo. Dia ngaku sendiri ni kalo dia bule ancur (muka n personality) mknya bs temenan ama raditya dika.
Kenapa dia suka indonesia?? Awalnya karna dia suka am lagunya Sheila on 7, yg akhirnya anggota So7 rela bertemen ama Si Mas Richard ini

Profile Image for hujanlia.
108 reviews5 followers
March 22, 2011
Bule tuh kesannya keren, sophisticated, elit... Tapi, hey!! Bule juga manusia!!

Setipe dengan buku-bukunya Raditya Dika, buku ini berisi kumpulan pengalaman pribadi sang penulis yang diceritakan dengan gaya humor pol.
Richard Miles (alias bule ngehe or apapun sebutannya dia) menceritakan pengalamannya yang berhubungan dengan Indonesia.
Gimana awalnya dia bisa lekat banget dan suka dengan bahasa Indonesia, maupun hari-harinya waktu main ke negara ini, dan kesukaannya akan band Sheila On 7.

Jadi, habis baca ini, gak usah terlena apalagi tergagap-gagap kalo ngeliat bule (apalagi kalo bulenya ganteng/cantik) karena bule juga manusia, sama kayak kamu, hehehe...

Profile Image for Adwina Oltariani.
270 reviews37 followers
January 18, 2011
dasar ni bule beneran gilaa...

agak bertele - tel dan garing di beberapa bagian
tapi ada satu bagian yg bqn gw ngakak sangat
(apalagi pas dy ngambil lem orang dan ngomong bahasa gaul di kelas bahasa Indonesia di negara asalnya. Tmen2nya pada ga ngerti bahasa gaul dy dan nyuruh dy ngomong pake bahasa formal aja.. bahahahaaa)
gw salut ama ni bule
dy bneran cinta bgt sama Indonesia
ampe liat lambang garuda pun sampe nyanyiin Indonesia Raya sambil hormat
meskipun tuh lagu jadinya ngawur ke Pejantan Tangguhnya Sheila on 7
LMAO

overall, enjoyable light reading
Profile Image for Shujinkouron.
30 reviews4 followers
March 24, 2015
Bule yang cinta Indonesia ya? Oke

Itulah pikiran pertamaku saat membeli buku tersebut, siapa sangka isinya adalah aib-aib seorang bule Australia di Indonesia.

Aku mengenal banyak bule Australia, dan jelas Richard termasuk bule salah gaul, Hehe.

Bahasa penulisannya yang benar-benar anak muda Indonesia abis membuatku cukup pusing membacanya tapi tetap bisa tertawa. Kisah-kisah di awal bagus, makin kebelakang lebih mirip diary yang bahasanya dipaksakan lucu.

Setidaknya jadi bisa melihat pola pikir seorang bule salah gaul di Indonesia ini.
Profile Image for Pro  .
113 reviews41 followers
January 12, 2011
ada beberapa bagian yang lucu tapi tak selucu yang saya bayangkan. Agak terasa monoton dan membosankan juga sih bacanya. Karena ini digolongkan oleh penerbitnya dalam genre PeLit (personal literature) jadi mungkin harus kenal orangnya dulu kali ya, baru terasa lucunya. Yah, kadar kelucuan kita yang tak sama kali ya ;))
Profile Image for Ellsa Sibuea.
17 reviews5 followers
January 11, 2011
nama nya juga bule, walopun dy bisa bahasa indonesia, tapi ada beberapa kata2 nya yg agak2 salah..dan menurut yg gw baca, editor mang sengaja membiarkan beberapa kata yg salah tersebut, biar masih keliatan bule nya..
tapi yang pasti, salut ama bule yg satu ini..
Profile Image for Rachel Yuska.
Author 9 books245 followers
April 18, 2011
Gue pembaca setia blognya Richard and gue terhibur banget sama ini buku. ni bule bener-bener ajaib, curiosity nya besar sekali, sampe rela mkn di warteg.

Dari awal sampe habis gw ngakak kok. Recommended untuk yg lagi suntuk dan galau.
Profile Image for Utami.
163 reviews16 followers
September 14, 2011
Sebelumnya memang sudah sering baca blog dia sih. Lumayan lah, tipe buku yang bisa sekali duduk habis dibaca sambil kadang-kadang nyengir sendiri, atau yang dibaca secomot-secomot sambil nungguin angkot. So so. Ada yang lucu, ada yang garing juga.
Profile Image for REPINEMON.
5 reviews37 followers
March 21, 2017
Sejak awal, nggak niat buat beli buku ini. Seperti kebiasaan orang lain juga, terlebih dahulu baca sinopsisnya. Dari situ menarik untuk dibaca.

Setelah dibaca selesai ternyata gokil bener ini bule haha
Kegokilan Richard di Indonesia!
Profile Image for Dini Rakhmani.
20 reviews
April 17, 2013
Awalnya tau ni bule dari blognya Bule Ngehe.
Kerenan blognya sih drpd novelnya, mgkn krn sdh lewat editor kali ya jd lucunya nyangkut.
tapi tetep gw beli kok bukunya Bang Bule, itung2 bantu abang bertahan hidup di Indonesia. hhaha

anw kapan main film lagi? :p

1 review
Read
August 20, 2013
HAHA so funny. Gue iseng baca2 buku ini di gramedia. Dan Gue sampe ketawa ngakak!! HAHA bagi gue cerita ini bisa membuat gue ketawa di saat gue galau(?) #ea nge bayangin deh si bule ngomong 'Lo-gue' lol pengen ketemu si bule itu deh dan ngedengerin dia ngomong langsung 'lo-gue' HAHA
Profile Image for Desya P..
7 reviews8 followers
February 8, 2011
Sudut pandang orang bule yang ngocol, dan gw bener-bener penasaran apa langkah selanjutnya Richard kalau nongkrong di Indonesia lagi.
Profile Image for Uphiet Kamilah.
5 reviews5 followers
February 8, 2011
lagi pengen bacaan yg bikin ketawa :)
ternyata bahasa indonesianya bule lebih indonesia daripada orang indonesia sendiri
Profile Image for Meylia Azurah.
26 reviews
March 29, 2013
bule yang gaul abis, actually really whisked my stomach Lol ;D
bule aja bangga sama Indonesia, kenapa kita yang Indonesian Nggak? ;D
Profile Image for Sakriani.
11 reviews4 followers
October 29, 2012
Hmmmm... sukses membuat pembacanya Ngakak. Wah... nggak nyangka ada Bule yang fasih bangetz berBahasa Indonesia.
Profile Image for Dita Pramitasari.
36 reviews9 followers
January 3, 2013
Bule aja cinta sama Indonesia dengan kekuarang2nya. Kita?. Di buku ini bakal tau kisah bule dengan culture shock nya pas jalan2 di Indonesia. Lucu. Bikin ngakak sampe abis :D
Profile Image for Epik Gio.
18 reviews
November 15, 2014
Hahahaha, kuplak tenan! :D
baca kisah Richard Miles, si bule Australia ini bikin ngakak :)
sip sip :)

-Epik-
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,543 reviews76 followers
May 5, 2024
Dulu sering liat buku ini di toko buku waktu seri Kambung Jantannya Raditya Dika sedang booming. Penasaran. Tapi saat itu kebutuhan beli komik jauh lebih mendesak, jadi belum beli deh hohohihe 😂 Ternyata udah ada di iPusnas. Baiklah. Tancaaaaaap!

Buku ini ditulis ama Richard Milles, bule Australia yang temannya Raditya Dika. Dia lulusan sarjana dari program Bahasa Indonesia di Australia. Sayang di sini enggak diceritakan detail gimana awalnya dia temenan sama Raditya Dika. Atau mungkin bagian ini udah dibahas di buku-bukunya Raditya Dika, ya? *Lupa

Surprisingly, this book is entertaining enough. Mostly humornya nggak dibuat-buat. Lucunya mengalir aja gitu. Ada juga sih beberapa yang guyonannya terkesan dipaksakan. Tapi enggak mendominasi. Sepanjang membaca buku ini aku berhasil dibuatnya tertawa dan tersenyum. Cara nulisnya juga bisa dibilang termasuk rapi untuk ukuran personal literature yang biasanya berantakan. Syukurlah keingintahuanku terjawab dengan memuaskan.

Aslinya waktu masih di masa sekolah dia sebel sama guru Bahasa Indonesianya loh. Soalnya tuh guru galaknya cuma sama dia. Pernah suatu hari sang guru menyuruh Richard diam ketika kelas ramai, padahal saat itu Richard sedang tidak masuk sekolah. Dendam apa ya si ibu ini? 😂 Tapi semua berubah berkat film Ada Apa Dengan Cinta yang diputar di TV lalu dia rekam dengan video dan dia bawa untuk ditonton bersama di kelas. Film itulah yang membuatnya jadi lebih menyukai bahasa Indonesia. Apalagi setelah itu dia berkenalan dengan lagu-lagu Sheila on 7. Wow! Dia bahkan membahas soal band asal Yogya ini untuk tugas akhir dan presentasinya. Dengan diiringi lagu dan video Sheila on 7, presentasi Richard dianggap menarik dan menyenangkan sehingga ia pun lulus dengan nilai tertinggi. Padahal, tadinya teman-teman dan para dosennya keberatan dia berbicara dengan bahasa Indonesia gaul di kelas.

Salah satu bagian yang epik adalah ketika dia bilang, dalam budaya Australia, kalau kita udah bisa kentut di depan pasangan, itu artinya kita sudah bisa menerima dia apa adanya dan sudah siap untuk hidup bersama 🤣🤣🤣 WHAT? Ga nyangka konsep cinta di Australia seromantis itu. Ini beneran atau ngerjain pembaca, nih?

...

Tapi kayaknya soal "menerimamu secara keseluruhan termasuk kentutmu yang bau" sebagai salah satu wujud cinta sejati itu bersifat universal, deh 🤣

Malah guru Sejarah dia pernah ngomongin bedanya cinta sejati dengan cinta yang cuma nafsu di kelas. Kata gurunya, "Kalau kamu bisa membayangkan pacar kamu dalam kondisi di toilet sedang susah buang air besar, tapi kamu masih mau dia jadi pacarmu, nah itu baru cinta sejati."

Pardon?

😂

Ada banyak pengalaman aneh yang dia dapat selama berjalan-jalan di Indonesia. Misalnya, duduk dipepet oleh dua cewek di busway. Bahkan para cewek itu duduk hampir di atas pangkuannya. Pelecehan seksual nggak tuh? Dan anehnya dia ini sepertinya magnet bagi lelaki homo. Dalam buku ini diceritakan bagaimana dia beberapa kali didekati oleh lelaki yang tampaknya tertarik padanya. Dikira semua bule doyan yang begituan kali, ya. Malah ada yang mendekatinya saat ia sedang tur di gedung DPR! Waduh. Dia menyesalkan bagaimana orang-orang seperti ini bisa bebas melakukan pelecehan seksual tanpa mendapatkan konsekuensi. Orang-orang di sekitarnya bahkan hanya tertawa. Ignorant enough?

Ada juga waktu dia ditipu oleh satpam hotel tempat dia menginap. Dia minta rekomendasi tempat pijat yang pemijatnya bukan lelaki kumisan (trauma dia badannya nyaris soak dipijat om-om berkumis 🤣) dan bukan pijat plus-plus. Tapi malah diarahkan ke tempat pijat yang begituan. Ampun dah. Untung si bule ini (menurut pengakuannya) masih kuat iman dan menolak bujukan si mbak untuk melakukan hal-hal selain menerima pijatan 😂

Bagian yang paling hilarious adalah bagian yang diceritakan dalam BLURB-nya. Waktu dia merasakan gegar budaya yang cukup parah gara-gara gayung, bidet, dan WC Jongkok. Hahahahahahaha! Astaghfirullah. Now you know gimana perasaanku kalau buang hajat di tempat-tempat yang katanya modern dan selalu tidak mendapati gayung serta bak mandi atau ember. It's just the other way around!

Sayangnya blog Richard yang berjudul Bule Juga Manusia kayaknya udah lenyap. Yaaaaah.... Tapi cuplikan film Pocongehe-nya masih ada di YouTube, loh. Hahahaha.
Displaying 1 - 30 of 32 reviews