Jump to ratings and reviews
Rate this book

喜鹊的四季

Rate this book
. Four Seasons...

Paperback

First published February 19, 2011

22 people are currently reading
280 people want to read

About the author

Shusuke Michio

49 books15 followers
Associated Names:
* Shusuke Michio
* 道尾秀介 (Japanese Profile)


Shūsuke Michio (1975–)  takes his pen name from the mystery writer Michio Tsuzuki, one of his idols. Michio first became interested in reading in high school, when he was inspired by the works of Yasunari Kawabata and Osamu Dazai. He began writing short-shorts in college and continued producing fiction after graduation in his time away from work. His first break as an author came when he received the Horror and Suspense Special Prize for Se no me (Eyes in the Back) in 2004; the following year he quit his job to write full-time. In 2009 his novel Karasu no oyayubi (By Rule of Crow’s Thumb) earned the Mystery Writers of Japan Award in addition to a Naoki Prize nomination; in a testament to the consistently high quality of his work, he was nominated for the biannual prize four more times on his way to winning it in 2011 withTsuki to kani (Moon and Crab). Other honors include the 2010 Yamamoto Shūgorō Prize for Kōbai no hana (Flowers of Light), a collection of linked short stories. With his knack for easily crossing over genres such as horror and the mystery, Michio is a promising hitmaker among the new generation of writers.

www.booksfromjapan.jp

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
16 (11%)
4 stars
45 (31%)
3 stars
68 (47%)
2 stars
13 (9%)
1 star
2 (1%)
Displaying 1 - 30 of 42 reviews
Profile Image for Ren Puspita.
1,475 reviews1,017 followers
September 14, 2025
3,5 bintang

Judul terjemahannya sendiri menurut gue cukup menipu karena ketimbang bahas tentang kenapa kok toko barang bekasnya mencurigakan, fokus utama cerita - cerita di dalamnya lebih ke hubungan antara manusia dengan bumbu sedikit misteri. Kok cerita-cerita? Iya, karena toko buku bekas mencurigakan (astaga judulnya panjang bener!) ini kumcer dengan empat cerita pendek. Diawali dengan judul yang menggambarkan tiap musim di Jepang, buku yang judul aslinya sebenarnya kalau diterjemahkan jadi "Empat Musim Kasasagi (aka burung Magpie aka burung Kucica)" ini menceritakan kisah yang berpusat pada toko bekas bernama Kasasagi dengan pemiliknya yang bernama Kasasagi Josuke, partnernya yang sial nan pasrah bernama Higurashi Masao dan seorang anak SMP yang hobi nongkrong di toko bernama Minami Nami.

Menurut gue isi buku ini sebenarnya oke dan terus terang misterinya juga cukup menarik. Bisa dibilang juga cozy mystery tanpa pembunuhan karena kasusnya kebanyakan kalau ga pencurian ya perusakan barang. Semua kasusnya dipecahkan sama Kasasagi yang berlaku bak amateur sleuth tapi gayanya mengingatkan gue sama Kogoro Mouri dari Detektif Conan. You got the gist lah, jadi Kasasagi ini emang banyak ngawurnya lel. Meski misteri tampaknya terpecahkan, ternyata ada 'kebenaran' dari apa yang sesungguhnya terjadi yang semuanya dituturkan oleh Higurashi. Ya, buku ini sepenuhnya diceritakan dengan sudut pandang pertama dari Higurashi jadi apa yang dirasakan pembaca ya apa yang dirasakan sama Higurashi dalam memecahkan kasus misteri yang terkait sama toko bekasnya (yang ga mencurigakan juga sih wk).

Bagi gue format kumcer ini jadi salah satu kelemahan buku ini. Kenapa? Karena walau cerita pertama dan kedua menarik dengan premis misteri yang awalnya dipecahkan oleh Kasasagi dan kebenaran yang sesungguhnya dinarasikan oleh Higurashi, cerita selanjutnya premisnya sama semua. Jadinya BOSAN. Ga ada variasi wkwk. Cerita selalu dimulai dari Higurashi yang kena sial gegara Biksu di kuil setempat selalu menipunya dengan jual barang bekas yang mahal, terus kondisi toko bekas yang lalu disusul dengan kemunculan Kasasagi dengan Murphy's Lawnya dan lalu ada pembelian barang bekas yang diikuti dengan misteri. Karena cerita juga dari sudut pandang Higurashi, perkembangan karakter lainnya jadi agak kurang. Gue kan penasaran kenapa Kasasagi bisa sepede itu sama deduksinya atau kenapa Nami kok mau aja sih nongkrong sama Higurashi dan Kasasagi yang itungannya om-om? Nami tuh masih kelas 1 SMP sementara Kasasagi dan Higurashi itu udah mau 30an, lel. Tapi ya tenang, ga ada apa - apa kok. Awas aja kalau ada apa - apa antara tiga orang ini, gue bakal DNF.

Toko Barang Bekas yang Mencurigakan ini cocok dibaca di kala penat dan kalau ingin misteri yang ringan dan ga biasa juga serta cerita yang juga heartwarming. Gue sendiri suka sama bagian penutup dimana seorang penulis lain membedah buku ini dan gue juga cukup setuju sama pendapatnya. Tidak semua misteri emang butuh penyelesaian dimana yang jahat kena batunya. Beberapa 'kejahatan' di buku ini pun ga bisa dibilang kejahatan karena setiap perbuatan ada maksudnya. Mungkin ya Michio-sensei melalui Higurashi ingin bilang, kadang bohong itu emang harus. Kadang kebenaran emang ga perlu diungkapkan asal endingnya semua 'senang; dan melanjutkan hidupnya masing - masing.

Filosofis sekali ya, hehe.
Profile Image for Nadia.
43 reviews12 followers
April 24, 2025
Kupikir akan cerita tentang memori-memori di toko barang bekas. Ternyata justru cerita misteri ringan. Judul versi Indonesianya emang agak mengecoh. Bukan membahas mengenai Toko Barang Bekasnya, tapi bagaimana ke tiga tokoh dengan sifatnya yang unik berusaha memecahkan misteri yang ringan dan erat dengan hubungan antar manusia. Dan ada semacam 'false hero' dan 'alturistic Hero'

Bukan tipe bacaanku. Pas awal sih masih bisa merasa kagum sama sifat Higurashi tapi lama-kelamaan kesel juga karena kesannya kayak 'playing hero'.

Kasasagi malah kayak chunibyou kalau istilah Jepangnya. Atau bisa dibilang semacam 'false hero'.

Nah, pas baca tulisan dibagian akhir, tahu kenapa model ceritanya kayak gini. Memang Michio Shusuke ini katanya menulis tentang kebohongan dan menggunakan elemen misteri buat menelanjangi sifat manusia. Masuk akal sih, tapi tetep tidak membuat rasa sebal sama Higurashi dan Kasasagi hilang. Juga tidak membuatku bisa memaklumi tindakan Higurashi. Dan juga memang dasarnya mungkin hanya bukan tipe bacaanku.
Profile Image for rosedyce.
31 reviews
May 28, 2025
If you like Keajaiban Toko Kelontong Namiya or Before the Coffee Gets Cold, you might enjoy this novel too. It’s not as sentimental as those two (imo 😅), but it also revolves around people coming to solve their life problems, but this time, in a secondhand shop. The vibe is more chill, a bit quirky, and filled with heartwarming little white lies 😘🌸

The main characters are Kasasagi, the logical shop manager; Higurashi, who keeps picking up unsellable stuff; and Nami, a high school student who hangs around the shop. Together, they go through four stories, each set in a different season. Every time Kasasagi says, “I’ll solve this case,” things only get messier; but in the end, the truth always fill your heart up 💙🤍
Profile Image for Haefa Azhar.
78 reviews
August 24, 2025
Tipikal buku yang akan disukai jika engkau pembaca karya series “Funicula Funicula” atau “Before The Coffee Gets Cold” oleh Toshikazu Kawaguchi dan semacamnya.

Tak kusangka novel ini terdiri dari 4 bagian yang terlihat seperti kumpulan cerpen dengan pengungkapan setiap kasus di setiap bagiannya. Ada beberapa penalaran aksi dan reaksi tokoh yang kurang masuk akal, serta karakter Higurashi dan Kasasagi yang sepertinya lebih cocok jadi anak SD atau SMP yang berusaha menguak kasus ini. Pola pikir, aksi, reaksinya tidak terlihat seperti orang dewasa. Karakter keduanya pun bikin geram. Higurashi yang berhasil menguak kasus, tapi pasrah. Lalu, Kasasagi yang sok jadi pahlawan tapi dianggap hebat. Selain itu, setiap kasus dianalisa berdasarkan asumsi semata yang berbeda dari kedua tokoh, namun asumsi Higurashi selalu lebih benar.

Hal yang saya sukai dari novel ini adalah bagaimana penulis ingin menyampaikan bahwa sebuah kebohongan baik adalah alasan orang untuk mencintai dan bertahan hidup.

Tema novel ini persatuan antara slice of life dengan misteri. Dengan topik “white lies”. Semua orang berbohong dan berasumsi di novel ini yang membuatku cukup kelelahan dan kesal meski berhasil mengakhirinya.

⭐️65/100
Profile Image for Loundraw.
171 reviews2 followers
February 5, 2025
3.75 stars

Short stories dibagi dengan 4 cerita judulnya pake musim musim di jepang, musim semi, musim gugur, musim panas, dan musim dingin. Pake pov org pertama si Higurashi yg disini perannya lebih central tapi ga menonjol.

Misterinya ringan sih, tipikal misteri yg menghangatkan hati. Karakter nya kocak kocak wkwkwk apalagi si Kasasagi dengan teori nya yg aneh dan gajelas. Tapi ya judul indonya menurutku ga nyambung better pake 4 musim Kasasagi atau apalah.

Musim bisa berganti, pagi akan datang, tetapi bintang-bintang tidak akan lenyap dari langit. Walau sesekali tidak terlihat, pada akhirnya mereka akan muncul kembali. Selama bintang-bintang itu tidak lenyap, mereka selalu saling terikat. Kita bisa mengikatnya.
Profile Image for Maya Liang.
212 reviews5 followers
August 31, 2024
摘句:
之所以感到不捨,一定是因為不想遺忘,感到珍惜,為了日後能從回憶裡取出,作為前進的力量,而埋藏在心底深處。(夏 蟬之川)p127
Profile Image for Rizkana.
242 reviews29 followers
January 15, 2025
"Pada suatu hari nanti, di suatu tempat, ia akan mulai merindukannya, lalu menggali kenangan tersebut dan mengubahnya menjadi kekuatan. Aku percaya ia bisa melakukannya."


Mungkin karena kombinasi judul dan blurp, saya kira ini cerita fantasi hahahaha. Ternyata, meleset jauh. Buku ini menceritakan dua orang sekawan, Higurashi dan Kasasagi, yang menjalankan toko furnitur bekas, plus seorang siswa SMP bernama Nami yang berteman dengan keduanya. Dalam keseharian menjalankan toko, ketiganya berhadapan dengan beberapa 'kasus'. Biasanya, Kasasagi yang terobsesi menjadi detektiflah yang memulai klaim adanya kasus di sekitar ketiganya. Total, ada empat 'kasus' yang disajikan.

Nah, dari segi plot, buat saya, permulaan cerita yang selalu dimulai dengan Higurashi kena 'tipu' oleh biksu kepala dari Ohoji agak membosankan. Kemudian, kekonyolan deduksi Kasasagi sampai di titik menyebalkan buat saya. Semuanya agak termaafkan ketika Higurashi berhasil mengungkap apa yang terjadi sebenarnya dan mengambil semacam hikmah dari terjadinya kasus itu.

"Hukum Baldrige menyebutkan, 'Jika kita tahu sebelumnya apa yang akan dihadapi, kita tidak akan kunjung memulainya.' Higurashi-kun, dalam hidup ini hal pertama yang dibutuhkan adalah kemampuan bertindak."


Dari segi karakter, hmmm, sulit untuk menyukai karakter Kasasagi, bahkan karakter biksu kepala yang semula terlihat tukang paksa dan penindas ternyata punya alasan tersendiri dan bisa dimengerti untuk sikapnya itu.

Tapi Kasasagi? Karakternya terlalu kekanakan, semaunya, tingkat percaya dirinya mungkin tidak ia sadari ternyata bisa melukai orang lain. Komentar, deduksi, dan kesimpulannya tidak mempertimbangkan orang yang ia ajak bicara.

Nami? Dia juga sulit ditoleransi. Ok, masa lalunya menyakitkan dan ia masih kanak-kanak, tetapi sikapnya yang kerap terang-terangan merendahkan Higurashi, padahal ialah yang banyak membantu, menurut saya kelewatan.

Higurashi? Mungkin niatnya baik, ia terus-menerus menoleransi sikap semena-mena Kasasagi dan Nami, tapi teman yang baik seharusnya bukan seperti itu kan? Ia memang digambarkan sebagai sosok yang cukup peka, pintar, pengamat, dan menghindari konflik, tapi sikap memaklumi dan susah mengatakan tidaknya ini kadang bikin geregetan.

Dari segi latar, mungkin tidak banyak latar tempat yang menjadi sorotan, tetapi latar pekerjaan karakter-karakternya menarik--ada pengrajin tembaga-timah-perunggu dan pengrajin kayu. Ada banyak informasi menarik yang bisa diambil pembaca dari pilihan latar pekerjaan ini.

"Manusia setiap hari selalu memikirkan bermacam-macam hal, tertarik pada beragam benda, dengan segala lika-likunya. Siapa pun pasti demikian. Segala lika-liku itu sangat penting."


Dari segi gaya penulisan, sebenarnya cara bercerita mengalir jernih, beberapa clue yang akan menentukan deduksi akhir Higurashi cukup bisa dikenali juga, dan banyak adegan-adegan sederhana yang mengasah kepekaan, seperti Sachiko yang agak takacuh dalam menata kamarnya di bengkel kayu atau komentar para karyawan pabrik tembaga tentang keluarga atasannya.

Selain itu, ada banyak referensi budaya populer yang disebutkan dalam cerita. Beruntung, ada catatan kaki yang menjelaskan tentang film, komik, acara tv, dan lainnya itu. Hanya saja, perkara nama pohon yang ditulis dalam bahasa Latin agak mengganggu imajinasi saya. Sulit untuk membayangkan wujud pohon dalam nama biasa, apalagi nama Latinnya :')

Terakhir, dari segi efek personal, saya belajar banyak dari karakter Higurashi. Kepekaannya terhadap situasi sekitar membuatnya lebih memahami situasi dan mampu 'menyelesaikan kasus.' Sebenarnya, tidak tepat jika dibilang menyelesaikan kasus karena, kadang, yang ia lakukan hanya berbicara dengan pihak-pihak terlibat, entah sekedar memberi dukungan, mengancam, mendengarkan, atau mengingatkan. Itu saja, tetapi kadang itu lebih dari cukup kan?

Kedua, pilihannya untuk percaya dengan bisnis barang bekas. Entah ya, rasanya seperti turut memberikan kesempatan kedua untuk suatu barang hidup kembali. Mungkin tidak menguntungkan. Di situlah keberaniannya untuk menjalankan toko barang bekas bersama Kasasagi malah saya kagumi.

"Kalau di film memang ada dua orang yang berpetualang bersama akhirnya menjalin hubungan. Kalau durasi film itu lebih panjang, aku tak yakin hubungan itu akan berakhir bahagia. Semakin tua usia, semakin mudah berpisah."

Profile Image for aynsrtn.
487 reviews13 followers
February 4, 2025
Ini toko barang bekas berkedok kantor detektif atau kantor detektif yang nyambi jual beli barang bekas? hehe.

Buku ini dibagi menjadi 4 bagian [kasus] yang saling berkaitan berdasarkan kejadian di 4 musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Mengisahkan tentang Kasasagi—manajer yang kadang sok pengen jadi detektif; Higurashi—bagian supply & demand yang selalu tekor dan mau aja dibohongin biksu berkali-kali, hiks; dan Nami—siswi kelas 1 SMP yang senang menghabiskan waktu di toko [baca: alasan biar ga perlu lama-lama di rumah]—yang selain menjual barang-barang bekas, tapi juga memecahkan kasus misteri—yang heartwarming.

Actual rating: 4.5⭐️

Bagusssssss!!! Aku baru kali ini menemukan konsep cerita cozy mystery dengan deduksi dan pemecahan kasus seperti yang ada di buku ini. Kasus-kasus yang ada di sini bukan semacam pembunuhan atau kriminal berat, tetapi kasus misteri ringan karena salah paham dan konflik keluarga.

Setiap pembuka bab diawali dengan adegan Higurashi yang "tertipu" oleh biksu, haha. Jadi, pas di bab terakhir terus biksunya mendadak "baik", dia jadi trust issue haha. Lalu, aku sebenarnya kurang suka dengan dinamika Kasasagi dan Higurashi yang alih-alih jadi partner bisnis, malah lebih ke Kasasagi nge-bully secara tersirat ke Higurashi. Kayak anggap si Higurashi tuh bodoh dan polos, sampai bilang dia macam Watson yang tidak berguna. Wow ... bro?? Watson tidak berguna? Malah Higurashi tuh MVP di sini. Dan kesalnya, sampai akhir Kasasagi nggak tahu kalau selama ini Higurashi [sebagian teks hilang].

Kemudian, tokoh Nami, si gadis SMP ini menambah kebingungan buatku terutama pada Higurashi. Kenapa segitu tidak mau mengecewakan Nami sampai dia rela menyusun sedemikian rupa ... sungguh dedikasinya. Tapi, sih ini kayaknya ya, kayaknya Nami udah mulai paham. Karena buku ini sudut pandang Higurashi jadi ya sepemahaman dan sepemikiran Higurashi saja.

Aku memberi 4.5⭐️ nyaris 5⭐️ sih sebenarnya kalau saja Higurashi nggak tetap in disguise sampai akhir, hehe.

Well, kalau ingin membaca J-Lit yang ada bumbu detektif dengan penyelesaian kasus—heartwarming—yang berbeda, buku ini di rekomendasikan~
Profile Image for Tirta Ati.
60 reviews
January 17, 2025
🅡🅔🅥🅘🅔🅦 🅑🅤🅚🅤

𝙏𝙤𝙠𝙤 𝘽𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝘽𝙚𝙠𝙖𝙨 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙈𝙚𝙣𝙘𝙪𝙧𝙞𝙜𝙖𝙠𝙖𝙣 (𝘈 𝘚𝘶𝘴𝘱𝘪𝘤𝘪𝘰𝘶𝘴 𝘚𝘦𝘤𝘰𝘯𝘥-𝘏𝘢𝘯𝘥 𝘚𝘩𝘰𝘱)
- by Michio Shusuke

Penerjemah : Faira Ammadea
📖 : 272 hal
🔖 : Misteri, Slice of Life
⭐️ : 3/5

"𝑴𝒂𝒏𝒖𝒔𝒊𝒂 𝒔𝒆𝒕𝒊𝒂𝒑 𝒉𝒂𝒓𝒊 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒍𝒖 𝒎𝒆𝒎𝒊𝒌𝒊𝒓𝒌𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒎𝒂𝒄𝒂𝒎-𝒎𝒂𝒄𝒂𝒎 𝒉𝒂𝒍, 𝒕𝒆𝒓𝒕𝒂𝒓𝒊𝒌 𝒑𝒂𝒅𝒂 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒈𝒂𝒎 𝒃𝒆𝒏𝒅𝒂, 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒈𝒂𝒍𝒂 𝒍𝒊𝒌𝒂 - 𝒍𝒊𝒌𝒖𝒏𝒚𝒂. 𝑺𝒊𝒂𝒑𝒂 𝒑𝒖𝒏 𝒑𝒂𝒔𝒕𝒊 𝒅𝒆𝒎𝒊𝒌𝒊𝒂𝒏. 𝑺𝒆𝒈𝒂𝒍𝒂 𝒍𝒊𝒌𝒂-𝒍𝒊𝒌𝒖 𝒊𝒕𝒖 𝒔𝒂𝒏𝒈𝒂𝒕 𝒑𝒆𝒏𝒕𝒊𝒏𝒈." - 𝒉𝒂𝒍 𝟏𝟏𝟓

Toko Barang Bekas Kasasagi menjual barang bekas yang masih layak dipakai. Toko yang dikelola oleh Kasasagi Josuke dan Higurashi Masao ini terletak di pinggiran Kota Saitama. Toko Barang Bekas Kasasagi sudah berjalan selama 2 tahun dan selama 2 tahun itu pun mereka mengalami defisit. Bisnis mereka ini adalah solusi bagi warga Jepang yang ingin membuang barang - barang yang sudah tidak terpakai, tetapi tidak mau dipungut biaya pembuangan oleh perusahaan limbah. Dari situ Kasasagi mendapat ide untuk mengumpulkan barang - barang tersebut, kemudian diperbaiki dan dipoles supaya nilai jualnya naik. Dan akhirnya toko bisa mendapatkan laba.

Buku ini berisikan 4 cerita. Masing - masing cerita terjadi di musim yang berbeda - beda. Semuanya selalu diawali dengan kegagalan Higurashi bertransaksi dengan kepala biksu di Kuil Ohoji. Buku ini menggunakan sudut pandang orang pertama yaitu Higurashi. Selain tokoh Kasasagi dan Higurashi, ada juga tokoh bernama Minami Nami. Bocah SMP yang sering main di toko.

Yang aku suka di buku ini konflik misterinya ringan, jadi tidak perlu menebak - nebak atau tegang. Tidak ada adegan berdarah - darah juga. Penyelesaian konfliknya pun sederhana tapi maknanya cukup dalam. Aku hanya merasa agak kurang terkoneksi dengan tokoh - tokohnya. Aku juga sempat merasa bosan disaat membaca cerita yang ke 3 (Musim Gugur - Ikatan Minami). Tapi kalau ditanya diantara 4 cerita mana yang terfavorit. Jawabanku cerita ke 4 (Musim Dingin - Kuil Tachibana).

Kalau kamu paling favorit cerita yang ke berapa?
Profile Image for Tyas.
Author 38 books87 followers
December 6, 2024
Saya sebenarnya tidak mengerti tren judul karya-karya Asia dalam bahasa Inggris jadi ada 'shop-shop'-nya (judul asli buku ini berarti kira-kira "Empat Musim Kasasagi dkk"). Awal mula tren ini bagaimana, ya? Yah, kita kesampingkan itu dulu deh, karena terlepas dari itu buku ini tetap akan saya rekomendasikan bagi yang mencari low-stakes mystery yang santai untuk dibaca. Para karakternya juga aslinya bukan detektif (meski yang satu mengaku-aku), misteri-misteri yang dipecahkan juga ringan-ringan saja, tidak ada yang sampai harus bersimbah darah. Yang bikin gemas memang menyaksikan upaya si narator (Higurashi) bekerja keras bukan hanya demi menyelesaikan kasus namun juga menyembunyikan kebenarannya, seraya berusaha keras agar kawannya (Kasasagi) bisa menarik kesimpulan yang bisa tampak memuaskan. Tawa terpancing muncul dari tuturan Higurashi yang datar yang seolah jomplang dengan ke-ngaco-an yang terjadi di sekelilingnya.

Catatan kecil saya mengenai penerjemahan buku ini, saya kok merasa aneh ya ketika karakter-karakter mengobrol menggunakan nama Latin/ilmiah. Ya mungkin karena tidak ada nama lokal Indonesia-nya, lalu dicek nama Latin-nya, tapi sungguh, tidak wajar rasanya. Toh pembaca Indonesia juga mungkin tidak tahu makhluk hidup yang dimaksud, apalagi nama Latin-nya. Lebih baik pertahankan saja nama lokal Jepang, kalau menurut saya, sedangkan nama Latin-nya menjadi catatan kaki, bila perlu.
Profile Image for Hirai.
197 reviews7 followers
June 6, 2025
“Bagaimana sebuah barang bekas menjelma menjadi kisah misteri yang perlu diungkap kebenarannya?”
Jujur saat membaca buku ini saya berekspektasi akan menemukan cerita hangat, magical atau memori menarik dari barang bekas yang diberikan ternyata sangat jauh dari itu. A Suspicious Second-Hand Shop adalah kisah misteri yang menggabungkan beberapa kisah di balik barang bekas yang ada di toko tersebut.
Kemudian kisahnya berfokus pada tiga tokoh yang memiliki sifat unik dan kemampuannya dalam menganalisis kejadian misteri. Sebenarnya misterinya ringan seperti rasa iri, serakah dan apa saja yang membutakan mata manusia untuk melakukan kejahatan.
Cerita yang mengalir dan selesai begitu saja apalagi latar yang digunakan juga itu-itu saja ditambah kurang menonjolkan toko barang bekas itu sendiri. Kalau ditinjau dari segi kepenulisan sebenarnya cukup mengalir jernih dengan beberapa clue dan adekan yang mengajak pembaca memainkan logika. Bagaimana cara tokoh melakukan investigasi juga unik apalagi tokohnya juga bukan seorang detektif namun memiliki kemauan tinggi untuk memecahkan kasus tersebut.
Satu hal yang menarik dari buku ini adalah mengenai bisnis barang bekas yang dijalankannya dengan tujuan beli untuk untung yang lebih banyak apalagi mereka memiliki pemikiran visioner untuk bisa membuat barang bekas menjadi lebih punya daya jual. “Semakin tua usia, semakin mudah berpisah.” Anda yang menyukai cerita yang tidak terlalu banyak kejutan bisa mencoba membacanya.
Profile Image for sesamesyrup.
58 reviews
September 16, 2025
⭐3/5

A Suspicious Secondhand Shop menceritakan tentang kumpulan penghuni sekaligus pemilik dan pegawai dari sebuah toko barang bekas yaitu Kasasagi dan Higurashi, beserta Nami, seorang anak SMP yang kerap datang ke toko, yang di sela-sela kegiatan dan pekerjaannya itu mencoba untuk menjadi detektif amatir dari kejahatan apapun yang tercium di hadapan mereka. Sekilas novel ini memiliki tipe yang sama dengan novel Detektif Swasta Mami Suzuki yang terdiri 4 bab, di mana masing-masing bab mengikuti kisah perjalanan para tokohnya dalam menghadapi dan memecahkan kasus yang mereka temukan

Kisah dalam novel A Suspicious Secondhand Shop diceritakan berdasarkan latar waktu 4 musim yang berbeda. Meskipun memiliki judul tersebut, akan tetapi teka-teki yang para tokohnya hadapi lebih banyak muncul dan diselesaikan di luar toko, bahkan terkadang hanya memiliki sedikit keterkaitan dengan toko maupun barang bekas yang dijual, meskipun kejahatan yang mereka hadapi tidak jauh sumbernya dari pencurian dan perusakan barang. Tiap bab juga memiliki pola yang sama terutama pada saat cerita baru dibuka, seolah hanya mengganti sedikit suasana serta kalimat yang dilontarkan para tokohnya saja. Yang menarik adalah bagaimana penulis mengangkat topik tentang kebohongan dalam cerita misteri semacam ini.
Profile Image for Erina R.
67 reviews
November 12, 2025
Menceritakan tentang sebuah toko barang bekas yang dikelola oleh dua teman SMA bernama Kasasagi yang suka sekali jadi detektif amatir dan Higurashi yang diam-diam menganalisa setiap kejadian penuh teka-teki dengan kalem dan cerdas. Lalu ada Nami, anak SMP yang merupakan pelanggan yang hobi mengunjungi toko barang bekas Kasasagi. Di setiap musim, mereka bertemu pembeli yang menyimpan permasalahan masing-masing dan dengan penuh keingintahuan memecahkan masalah yang kemudian membuat hati pembaca menghangat.

Setiap cerita punya keunikkan dan sisi emosional masing-masing, tapi saya pribadi suka sekali sama cerita tentang Sachiko. Seorang perempuan muda yang ingin jadi seniman kayu. Bab ini menyinggung realita pahit tentang sulitnya perempuan bekerja di industri yang didominasi laki-laki, juga memberi penghiburan untuk orang-orang yang memilih menyerah dengan impiannya. Ucapan Higurashi yang menghibur Sachiko seolah menembus ke dalam hati saya yang sempat merasakan hal yang sama dengan Sachiko.
Profile Image for Sinta Nisfuanna.
1,023 reviews64 followers
November 11, 2025
3.5

Empat kisah misteri yang berawal dari aktivitas jual beli toko barang Bekas milik Kasasagi dan Higurashi. Menariknya di setiap misteri, penulis merancang dua motif dalam satu kasus, meski pada bagian analisis Kasasagi selalu ngaco dan mengandung imajinasi hingga kemudian Higurashi "memperbaiki" di belakang.

Karakter Kasasagi menurutku lucu dengan analisis dan gaya sok coolnya berusaha memecahkan misteri untuk membantu pembeli/penjual barang bekasnya, diimbangi dengan kesabaran dan empati Higurashi yang bahkan tidak menjadikan penyelesaian masalah yang benar, menjatuh partnernya.

Bagian yang kusuka, sisi hangat dalam novel-novel Jepang juga mewarnai empat kisah misteri yang semuanya berkaitan dengan kasih sayang keluarga. Kehangatan, kesuraman, kebahagiaan, kesedihan, di dalam novel Jepang memang bisa tersampaikan dengan "lembut", mengalir dan jadi ikut meresapi yang sedang diceritakan.
10 reviews
April 15, 2025
I love mistery books. But this one is horrible.
Penggambaran 2 tokoh utamanya lembek. Karakter utama Kasasagi gabungan antara bodoh, keras kepala, sombong dan kekanak2an. Dan semakin di baca semakin menggangu karakternya. Deduksinya pada kasus ngawur, tidak lucu dan hanya semakin membuat karakternya terlihat tolol. Singkat kata menggangu.
Sahabatnya Higurasi sedikit lebih baik, digambarkan cerdas karena dia selalu yg memecahkan kasus. Tp karakter "suka berkorban"nya juga menggangu. Tidak ada penjelasan yg jelas kenapa dia harus menjadi pahlawan/orang yg berkorban termasuk di bodoh2i Kasasagi. Hanya karena kerja di tokonya ?
Secara garis besar buku ini hanya oke untuk menghabisakan waktu. Untuk iseng2. Tidak ada sesuatu yang berkesan setelah baca ini
Profile Image for M. A. A..
166 reviews
June 14, 2025
Sejujurnya, aku mengharapkan sebuah buku dengan cerita yang hangat dan mengharukan, tapi ketika membaca buku ini aku malah merasa cerita di buku ini tuh malah gak ada "feel nya". Menurutku buku ini agak membosankan sih, padahal cerita nya tuh cukup ringan.

Setiap cerita yang disuguhkan di buku ini tuh seakan gak ada "makna"-nya, soalnya tokoh Higurashi di sini ngacak-ngacak kasus nya. Pertanyaan nya, buat apa dah dia bikin skenario sendiri buat menutupi kasus aslinya, toh setiap perkiraan si Kasasagi juga gak bikin semuanya jadi lebih baik. Terus juga kenapa dibuat seolah-olah Higurashi nih tahu apa yang bakalan terpikir sama Kasasagi, makanya dia bikin skenario sesuai "pikiran" nya Kasasagi.

Satu lagi, buku ini kan tentang toko barang bekas ya, tapi ceritanya kurang dapet di bagian toko nya Selain dari semua kasus di buku ini tuh dimulai dari Higurashi yang dipaksa beli atau jual barang bekas sama si biksu, habis itu ya udah.

Rating pribadi:2.25/5
Profile Image for Meena.
85 reviews
December 7, 2025
Buku misteri dengan deduksi yang terasa mengada2 dan tidak didukung bukti yang memadai, sehingga penyelesaiannya lebih mirip menebak2 daripada benar2 memecahkan misteri.

Hal lain yang cukup mengganggu adalah perilaku tokoh utamanya yg terlalu mudah ikut campur urusan orang lain, dan yang lebih janggal lagi, orang2 yg diikutcampuri langsung membuka diri tanpa alasan kuat, padahal mereka baru bertemu. Interaksi sosialnya spt dipaksakan demi memajukan cerita.

Membuat saya bertanya2 sebenarnya penulis ingin membuat cerita misteri, atau slice of life? Karena misterinya tidak kokoh, dan unsur slice of lifenya pun tidak dibangun dengan baik.
Profile Image for Truly.
2,763 reviews12 followers
December 11, 2024
Manusia setiap hari selalu memikirkan bermacam-macam hal, tertarik pada beragam benda, dengans segala lika-likunya, Siapa pun pasti demikian, Segala lika-liku itu sangat penting
-hal 135

Saya yang salah.
Entah kenapa, buku ini sepertinya bukan untuk saya. membacanya seakan menghabiskan banyak energi. Remaja yang bertindak sebagai detektif, biasanya selalu menarik minat saya. Satu orang menjadi detektif, sementara yang lain berusaha membuat penelitian menjadi lebih "jelas" sehingga tertata prosesnya.

Begitulah.
55 reviews
April 30, 2025
Agak terkecoh sama judulnya ‘Toko Barang Bekas Yang Mencurigakan’ dari sini aku berekspektasi ada kejadian aneh yang terjadi di dalam toko tersebut. Tapi ternyata malah menceritakan kejadian misterius ringan yang terjadi di empat musim berbeda (semi, panas, gugur dan dingin). Dari segi cerita menurutku ini lebih ke tipe cerita hangat yang dibalut misteri ringan, yang mana ketiga tokoh utama mencoba memecahkan misteri tersebut. Dari semua musim aku paling suka cerita di musim dingin entah mengapa sangat hangat.
Profile Image for Tita Amelia.
74 reviews
July 10, 2025
Everything feels half-baked. From the characterization of the main characters (Higurashi, Kasasagi, and Minami Nami), the plot, the conflict, and the resolution. Labeling this book as a mystery alone already feels off to me. Perhaps it would have been a more engaging plot-wise if it had been written as a fantasy or slice-of-life story instead. I had fairly high hopes, at the very least for some character development between Kasasagi and Higurashi, especially with their dynamic of playing “detective.” One throws out baseless assumptions, the other reveals the truth.
As for Minami Nami, her complex relationship with her mother had the potential to be the emotional “punch” of the story. But up to the end of the Autumn chapter, it felt emotionally lacking.
Profile Image for Younny.
37 reviews
September 7, 2025
Menurutku judulnya lumayan menjebak ya, kupikir novel ini berisikan 1 kasus yang terjadi dari awal sampai akhir, tetapi ternyata terbagi menjadi 4 kasus berbeda. Novel ini lumayan ringan untuk dibaca, karena kasusnya sendiri pun tidak sekompleks itu. Baca ini kayak ngeliat perpaduan antara Mouri dan Naruto, si pemecah kasus dan si penasehat lol.
Profile Image for Mpur Chan.
Author 1 book39 followers
April 17, 2025
Judul dan covernya cocok buat genre fantasy atau healing fiction. Ternyata, ceritanya tentang detektif. Agak misleading sih menurutku. Tokonya sama sekali gak suspicious. Dan, kasusnya diselesaikan di luar toko justru. Judul aslinya kayaknya bukan itu kalau dilihat di halaman copyrightnya.
27 reviews1 follower
May 25, 2025
Masih belajar untuk suka sama buku-buku terjemahan Jepang, kali ini ya lumayanlah, walaupun konfliknya menurutku kurang kompleks, dan rada bingung ini buku misteri, slice of life, atau apa,
penggambaran karakterknya kurang dalam, tapi mungkin lebih seru ya kalau jadi dorama.
Profile Image for Sheeta.
214 reviews18 followers
June 2, 2025
I honestly not really like this book. Aku pikir buku ini akan menjadi buku heartwarming yang menceritakan kenangan dari barang-barang yang dijual untuk menjadi barang bekas. Tapi ternyata, hanya cerita misteri ringan yang aku juga tidak begitu menyukainya.
Profile Image for Aiko Kioka.
16 reviews
September 27, 2025
life’s suddenly get a bit hectic so it took a very long time to finished this book and actually i’m not really into it, the plot is kinda boring and there’s no fun or any plot twist for the “detective” stories
Profile Image for Ashley.
187 reviews17 followers
December 22, 2024
It was kinda boring but the last story was not bad.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nurindayati.
6 reviews
December 28, 2024
Judulnya kurang sesuai sama isi bukunya, jadi agak kecewa
Dan juga kurang suka sama karakter Kasasagi
Profile Image for Strawberries INFJ.
49 reviews
January 2, 2025
Bagus, ada kata2 yang menenangkan tapii menurutku kurang cocok kalo dibaca pada saat lagi reading slump
Profile Image for Pipa.
235 reviews3 followers
Read
January 3, 2025
Karena menyenangkan untuk dibaca, jadi cepat selesai.
Displaying 1 - 30 of 42 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.