Jump to ratings and reviews
Rate this book

Al-Asbun Manfaatulngawur

Rate this book
Setelah menyelesaikan Seri Drunken, Pidi Baiq kembali menelurkan karya yang tak kalah menggelitik moral pembacanya. tetap menggunakan latar kesehariannya, Pidi dan gerembolannya menghadirkan diskusi-diskusi alias obrolan aneh nan nyeleneh namun sarat makna.

Dikemas dalam tata bahasa dan tampilan kitab suci, Al-Asbun Manfaatul Ngawur, sesuai judulnya, dapat membuat pembaca terpingkal, sekligus berpikir dengan cara pandang Pidi atas banyak hal kecil.

Bagi yang mencintai Seri Drunken, buku ini tentu layak menjadi koleksi selanjutnya dari karya-karya Pidi Baiq.

173 pages, Paperback

First published April 1, 2010

28 people are currently reading
745 people want to read

About the author

Pidi Baiq

26 books1,451 followers
Pidi Baiq adalah seorang seniman yang punya banyak kelebihan. Selain sebagai seorang musisi dan pencipta lagu, ia juga seorang penulis, ilustrator, pengajar dan komikus.
Pidi Baiq mengaku imigran dari surga yang diselundupkan ke Bumi oleh ayahnya di Kamar Pengantin dan tegang.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
233 (48%)
4 stars
123 (25%)
3 stars
74 (15%)
2 stars
34 (7%)
1 star
18 (3%)
Displaying 1 - 30 of 44 reviews
Profile Image for Andri.
137 reviews
August 13, 2010
Kepada
Yth. Imam Besar Republik Panas Dalam
di depan komputernya

Dengan hormat,

Perkenanken hamba sebagai salah satu pengikut imam, menyampaikan bahwa saat ini hamba sedang membaca buku yang tidak jelas ini. Seperti telah hamba sampaikan dalam review buku ketiga pak Imam, drunken mama, bahwa saya stop membaca serial drunken, karena lebih berharap pak Imam membuat buku baru saja, tidak perlu meneruskan seri drunken.

Itulah yang kemudian membuat hamba/saya, sama aja deh, tergantung mood, tidak membaca drunken marmut.

Lalu tiba di satu malam, ketika istri saya -sama seperti pak Imam, saya juga memerintahkan istri saya untuk membuat saya takut padanya- melepas saya di toko buku Gramedia Central Park yang sedang memberi diskon 30%, ketika saya sedang bingung mau beli buku apa karena memang tidak ada buku yang menarik untuk dibeli saat itu, menariknya dibaca saja.

Lalu sebenernya saya tidak dilepas full, masih dikawal, karena dia tahu bahwa saya sudah mengarah ke counter mountblanc yang juga memberikan diskon 30%, dibelokkan ke counter buku-buku lagi. Sambil berfikir buku apa yang akan saya beli, beradu pandanglah dengan buku ajaib nian ini. Al manfaatul ngawur. Berbekal nama besar pak Imam selaku pemimpin besar revolusi di republik panas dalam, dan juga mengingat saya sebagai salah satu orang yang bangga mengoleksi album Only Ninja Can Stop Me Now, jadilah saya ambil dan beli buku ini.

Halaman-halaman awal.. saya lebih banyak mengernyitkan dahi. Halaman2 tengah.. hamba lebih banyak melepaskan tawa. Halaman2 akhir.. hamba lebih banyak merenung.

Sungguh engkau pak Imam memang Imam Besar sejati, eh, pak Pidi -rasanya aneh karena rasanya aneh karena rasanya aneh karena rasanya aneh karena rasanya kita seumur koq saya panggil pak Pidi- maaf karena ketikan berulang2, copy paste nya keterusan, enak sekali copy paste ini, kembali ke laptop, Imam Besar Republik Panas Dalam yang pintar merangkai kata menghadirkan kelucuan-kelucuan.

Saya menyesal. Segera saya akan bergegas membeli Drunken Marmut, karena yaQQQin akan banyaQQQ kelucuan di sana.

Saya mohon maaf pak Imam, ini prepaid untuk lebaran nanti.. karena ramadhan sudah mulai.

Salam hamba,

Rakyatmu,

Andriansyah Bachtar
-demi surat ini saya rela menuliskan nama lengkap saya-
Profile Image for yun with books.
719 reviews243 followers
January 23, 2024

Dia berkata: "Sesungguhnya, aku sangat kecewa pada Tuhan, Guru."
Aku bertanya: "Hal apa yang telah membuat engkau kecewa kepada-Nya?"
Barik menjawab: "Dia selalu tidak memberi apa-apa yang aku minta kepada-Nya."
Maka, kataku kepadanya: "Ketahuilah juga olehmu, Barik, sesungguhnya Tuhan juga kecewa kepadamu."
Barik bertanya: "Mengapa Dia kecewa kepadaku, Guru?"

Aku menjawab: "Engkau meminta kepada-Nya agar Dia melindungi dirimu. Engkau sendiri tidak pernah melindungi orang lain. Engkau meminta kepada-Nya agar Dia menyayangi dirimu, engkau sendiri tidak pernah menyayangi orang lain. Engkau meminta kepada-Nya agar Dia memberi engkau rezeki, engkau sendiri tidak pernah memberi rezeki kepada orang lain."


Seperti biasa, membaca karya Surayah Pidi Baiq itu absurd, kocak, aneh, bikin mengrenyit tapi banyak makna yang tersirat. Salah satunya buku ini, yang mana udah nongkrong di TBR lamaaaaa banget. hahaha...
Profile Image for Ayuningtyas.
18 reviews1 follower
December 6, 2010
Saya sempat berpikir apa jadinya kalau benar pada 2012 itu peradaban musnah. Lalu menyisakan satu kitab saja yaitu: Al Asbun. Lalu manusia (lain) dari peradaban 10ribu tahun kemudian menemukan kitab ini sebagai artefak dari peradaban kita. Maka saya akan menjadi bangga karena pastinya mereka menganggap bahwa manusia jaman kita ini adalah pemikir yang humoris. Yang membungkus pemahaman dengan kesederhanaan tawa. Dan, seandainya mereka (manusia2 10ribu tahun kemudian itu) mengira al-asbun adalah kitab suci, maka pastilah mereka tertipu dengan mengira manusia jaman kita pecinta damai yang enggak 'ribet'. (Nah loh, review saya ajah ribet)
Profile Image for R. Karlina Lubis.
35 reviews2 followers
August 9, 2011
buku ini mengajarkan : sesuatu yang sederhana dan kelihatannya tidak penting adalah permukaan sesuatu yang kompleks dan amat penting.
1 review
August 1, 2019
Saya direkomendasikan oleh salah satu dosen saya untuk membaca buku ini, saya sangat penasaran.
Profile Image for Tasya Maghfira.
12 reviews
March 20, 2017
Ah, Surayah.
Saya jadi ingin memanggilmu Guru dan menjadi murid ke-tujuh-mu.
Tapi, saya percaya kok Surayah itu manusia, bukan kangguru!
Profile Image for Yusuf Ks.
425 reviews53 followers
October 13, 2015
22 : Ar-Risinsiyah As-Siyahsiyah

22:1 Alkisah di suatu kota, ada seorang gila, Yusuf KS namanya. Gila bukan dalam arti sebenarnya, namun gila buku klaimnya. Walaupun pada kenyataannya, klaim akan terbantah saat bertemu yang lebih gila buku sebenarnya.

22:2 Dalam pengembaran mencari buku aneh di belahan dunia, dia mulai mengembara sendirian berkelana. Banyak godaan yang ditemui dalam perjalanan, terutama wanita cantik yang bertebaran, namun untung saja sudah punya pasangan beneran, sehingga dia bisa fokus menempuh pengembaraan.

22:3 Sampai pada suatu tempat dia menemukan suatu kuil pemujaan, yang penuh banyak orang berkeliaran. Nama kuil tersebut adalah Pidi Baiq, wajah para pemujanya banyak kelihatan baik.

22:4 Dia (Yusuf KS) berkata dalam hati, “Sepertinya aku kenal nama Pidi Baiq....Oh yaa, yang menyanyikan Rintihan Kuntilanak, yang nyanyiannya bermaksud lucu namun tidak enak.”

22:5 Dia hampir bermaksud meninggalkan kuil pemujaan, namun ternyata di sana dia bertemu dengan tokoh pujaan, Taufiq Ismail sang sastrawan. Sastrawan itu memberi pujian, terhadap Pidi Baik dengan berbagai alasan, terutama untuk kitab sucinya yang bernama Al-Asbun, penuh kecerdasan tersembunyi yang dihimpun.

22:6 Akhirnya dia memutuskan untuk membaca kitab Al-Asbun, apakah benar seperti pujian, atau hanya asbun, seperti opera sabun. Dia lalu mulai membaca, dengan mata dan hati yang terbuka. Baru membaca beberapa halaman dia berkata, “Kitab gajebo apakah ini? Kenapa isinya asbun dan ngawur begini? Maksudnya apa sih ini? Kenapa begini?”

22:7 Namun dia tetap meneruskan bacaannya, perlahan-lahan terjadi perubahan pada dirinya. Dia yang awalnya kaget dengan isi kitab seperti orang bingung, kini lebih terlihat seperti orang yang sedang merenung. Terkadang dia sedikit tersenyum, terkadang lebih banyak tersenyum. Namun matanya tetap terlihat serius membaca, karena dia sedang berusaha memahami apa yang dibaca.

22:8 Setelah khatam membaca kitab dia berkata, “Akhirnya aku bisa memahami kenapa sastrawan memuji buku ini. Jika diperumpamakan maka kitab ini seperti yang ada pada sampul kitab. Sepintas terlihat tahi ayam, padahal kalau ditelusuri dan dibersihkan ternyata telur ayam.”

22:9 Diapun mulai mencari si penulis kitab, “KangGuru izinkanlah aku menjadi muridmu yang keenam, untuk menimba ilmu tersembunyimu yang dari luar telihat tahi ayam, padahal sebenarnya telur ayam. Terimalah permintaanku ini, dan aku juga tidak akan menolak diberi, darimu banyak ilmu dan uang asli.”

22:10 Tantebibitante.
Profile Image for Earth.
9 reviews3 followers
October 15, 2010
Melahap buku ini tidak perlu memakan waktu lama. Karena buku tipis atau karena isi? Bisa dua-duanya, yang jelas buku tipis tetapi tidak menarik bisa memakan waktu lama untuk menyelesaikannya. Karena bisa jadi si pembaca akan berhenti sebelum selesai dan menuntaskannya di beberapa hari kemudian. Tetapi tidak dengan buku ini.

Awal membaca, dari ulasan pengantar, hampir-hampir aku terpedaya, dan hampir berontak, karena dalam ulasan ada semacam penulisan semacam penulisan surat dalam kitab-kitab suci, semacam penulisan ayat. Karena dari sejumlah buku Pidi, buku pertama yang kubaca adalah buku ini, jadi belum kukenal sang tokoh penulisnya dari karyanya yang lain. Ah..berani sekali si penulis menyatir cara penulisan ayat..Ternyataaaa....hahahahaha...aku benar-benar terpedaya.

Ayat-ayat yang luar biasa, dan tidak perlu terlalu njlimet untuk menafsirkannya..silahkan, semua orang berhak, tidak perlu ahli tafsir khusus. Pesan moral ? tergantung pembaca. Kalau si pembaca punya empati di hatinya ya jelas dapat melihat sisi moral yang luar biasa. Tetapi kalau si pembaca adalah, maaf..seperti orang-orang yang digambarkan oleh Pidi (orang-orang macam mana? ya silahkan menafsirkan sendiri juga!), ya mungkin menganggap tulisan ini adalah betul-betul ngawur, tidak ada manfaat dan ditulis oleh orang gendeng..sama dengan judulnya.

Jadi, terkadang kita tidak perlu mengambil buku-buku yang tebal dengan judul yang muluk-muluk untuk mencari pesan moral dari sang penulis. Atau mencari buku dari pengarang-pengarang tertentu. Karena beberapa kali saya pernah kecewa, pada beberapa pengarang. Ada bukunya yang luar biasa, tetapi setelah kita mencari buku lain karangannya, tidak semenawan buku yang pernah terbaca untuk pengarang yang sama.

Buku-buku ngawur seperti inilah yang sesungguhnya memberikan manfaat. Tidakkah semua buku akan meluaskan pikiran kita? All books will open our mind. Jadi buat apa punya pengarang favorit?

Profile Image for Amanda Sastri.
144 reviews12 followers
July 3, 2012
Apa yang gw suka dari Pidi Baiq?

Dia jenius. Dan seperti apa jenius di mata gw? Mereka tidak lebih orang yang tetap berpikiran melangit luas dengan kebersehajaan yang terus membumi (caelahh, ini quote gw rombak lagi, hahaha). Dia jenius dengan mengemukakan semuanya secara sederhana, dan tetap dalam kondisi 'merendahkan hati' untuk bisa mengungkapkan hasil pemikirannya agar bisa diterima masyarakat. Susah, zaman sekarang susah ngeliat orang pinter tapi tetap dalam kondisi merunduk. Sedangkan Pidi Baiq ini seperti padi, terus merunduk dengan ilmu-ilmu meluas yang ia punya. Luar biasa.

Buku ini, sederhana. Aslinya, sebenernya ini buku dengan pemikiran sedikit agak 'filsuf' tapi dikemukakan dengan sederhana. Nah, tapi gw yakin akan ada yang ga ngerti sama tulisan-tulisan dia. Yaitu orang-orang yang TINGGI, yang sombong, yang gak mau membuka pikiran, itu menurut gw. Hahaha.

Dan apa yang gw sangat suka dari Pidi Baiq? Di kala semua orang bertarung dalam idealisme mereka terhadap agama, dia keluar sebagai seorang yang sangat toleran. Tapi engga bok, dia sama sekali tidak memuja pluralisme, sekulerisme, liberalisme yang sudah menjadi sebuah pemikiran yang diagung-agungkan tapi justru penyakit dalam agama. Tapi dia ga mengemukakan keIslaman dengan cara radikalisme. Sangat konvensional, sangat halus. Tetap membuka logika, tapi tetap menjaga keimanan.

Jadi buku ini adalah kumpulan quote-quote ngawurnya Pidi Baiq yang dibuat dalam bentuk selayaknya kitab. Dikemas secara polos tapi bikin senyum. Senyum kecil di bibir dan perasaan 'NYESS' tiap kali baca. Ada beberapa yang bikin ketawa dan merutuki kekonyolan yang ditulis Pidi Baiq.

Intinya... baca! Dan he's my muse on writing by the way. Beberapa malah bilang dia lebih bagus kalau sedang seminar. Harus dateng kalau ada berita Pidi Baiq ngadain seminar!
Profile Image for Imanda Husna.
11 reviews
December 9, 2011
Penuturan kata yang jauuuuuuh dari EYD, nyeleneh, dan sama seperti judul bukunya: Asbun dan ngawur merupakan keistimewaan tersendiri dari kang Pidi. Buku ini ditulis dalam format kitab, lengkap dengan nama surat dan ayat. Sebut saja Lemon tea, rapia, durian, nyamuk dan sebagainya.
Al-asbun menyajikan perumpamaan yang tidak biasa sehingga menyebabkan adanya kejutan listrik yang menjalari pembaca dan serta merta membuat pembaca merenung, mengangguk-angguk, sampai tersenyum kecut.

Di surat DURIAN kita akan menemukan gombalan tidak gombal penuh cinta dari Kang Pidi pada istrinya,
Di surat lain kita akan disajikan pembicaraan antara Kang Pidi, anak-anaknya, Ghoras Hobbes yang tidak logis tapi benar adanya.
Lihat saja bab alias surat RAPIA, diayat ke-10 tentang pemilu: " Ketika itu, jalan raya telah seminggu menjadi album foto, dipenuhi dengan aneka baliho yang menampilkan wajah orang-orang yang tidak aku kenal, yaitu wajah rupawan hasil olahan potoshop supaya tampil lebih penuh pesona"

ayat 39: "Rakyat adalah yang menjadi bisu karena diambil suaranya saat pemilu"

pun diayat lainnya tertulis, "Yang kau pilih saat pemilu adalah yang nanti dengan sirene menyuruhmu minggir dari jalan raya"

Pemilihan kata yang cerdas,membingunggkan, lucu dan menggelitik bukan? :)
Profile Image for Nenangs.
498 reviews
January 9, 2011
dikemas dalam bentuk surat dan ayat, al-asbun berisi berbagai perbincangan kangguru dengan murid2 dan tetangga dan keluarga dan teman dan lain sebagainya.
nggak gampang narik inti dari perbincangan2 itu. pemilihan bahasa yang berbelit dan cenderung arkaik (menurut catatan akhir haidar baghir) makin membuat buku ini susah dicerna (siapa suruh makan buku?). maksudnya, diambil kesimpulan dan pelajaran berharganya gitu...itu kalau kita terlalu serius.
bebaskan...bebaskan... pikiranmu dari konteks berpikir yang konvensional. maka segalanya jadi lebih mudah dimengerti. kalo udah ngerti, mo senyum2 dikulum boleh, ketawa ngakak boleh, cengar cengir kesundut boleh, nangis juga silakan...hehehe...

tapi yaa...itu tadi, jangan serius2 amat lah...seperti kata pengarangnya sendiri, buku ini isinya asbun, manfaatnyapun ngawur. jadi...santai aja...toh, seperti kata pepatah entah darimana: why so serious about life? nobody gets out alive anyway...

ga nyambung? emang harus??? :D
Profile Image for Arif Abdurahman.
Author 1 book71 followers
May 8, 2014
Sebuah buku nakal yang menyindir keteraturan, konservatisme, dan kejaiman yang cenderung mewarnai setiap wacana intelektual dan religius. Kangguru Pidi Baiq mengajarkan banyak makna besar melalui renungan kecil.

"Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar." (QS. Al-Baqarah 2 : 23)

Dan Surayah menyanggupi tantangan dari Allah ini, namun tanpa menganggap dirinya paling benar.
Profile Image for nur'aini  tri wahyuni.
897 reviews30 followers
January 28, 2015
wakakaka, asli untuk kamukamu yang demen baca serial drunken jangang harap isi buku ini miripmirip sama yang lain. pertama buka rasanya sebenernya agak gimanaaa gitu, karena gaya penulisannya kayak penulisan kitab suci. tapi isinya, xixixixixix, asik menggelitik. menasehati tapi dengan gaya khas seorang pidi baiq, yang buat kita mikir, "haha, iya bener tuh, bener." untuk halhal yang sebenarnya sederhana tapi kadang kita suka milih mengabaikannya.
Profile Image for Putri Mei.
37 reviews5 followers
July 1, 2015
Awal baca cerita Lemon tea sm Dipipimu masih agak bingung, blm bisa beradaptasi sama isinya.. Cerita2 selanjutnya malah bikin ketagihan. Apalagi abis cerita ini, cerita apa lagi..? Buku yg menarik dgn tata bahasa seadanya, tp banyak mengandung pesan tersembunyi.
Iya, aku jd tau kang Pidi seperti apa dari tulisan2nya walopun belum pernah bertemu. Berharap tak usah bertemu, nanti aku jatuh cinta. Mungkin. :D
Profile Image for Niken.
35 reviews1 follower
September 1, 2011
Mungkin bagi Surayah Pidi Baiq ini hanyalah sekumpulan cerita yang memang asbun bin ngawur, tapi bagi saya tidak. Ada kecerdasan tersembunyi yang perlu ditelaah, seperti bagaimana menjawab pertanyaan anak-anaknya. Pertanyaan anak-anak memang sering membuat kita bingung menjawab, tapi beliau mampu secara bijak memberikan jawaban yang tidak menjerumuskan ke jawaban yang salah.
Profile Image for Syahadat Muhammad Fakhry.
43 reviews2 followers
November 16, 2014
Tidak perlu alur cerita yang njelimet atau pemilihan kata tingkat tinggi untuk menyampaikan suatu pesan yang mendalam bagi para pembaca.

Justru dengan kesederhanaan buku ini, dapat memberikan kesan mendalam bagi pembacanya. Mengajak kita berpikir sambil menertawakan kejadian yang sebenarnya konyol, namun terdapat pesan yang bagus di dalamnya.
Profile Image for HanungWL.
17 reviews1 follower
October 6, 2018
Saya rasa, ini adalah buku terbaik yang ditulis oleh Pidi Baiq. Buku yang sangat jenius karena isinya betul-betul diluar dugaan: sangat biasa!

Betul, ini bukan saltik (typo), buku itu benar-benar luar biasa karena isinya sangat biasa. Buku yang akan membuat kita sadar bahwa hal-hal biasa dapat membuat sesuatu menjadi luar biasa!
Profile Image for Bulan.
25 reviews5 followers
April 20, 2011
Agak kecewa,lebih suka seri drunkennya ayah Pidi.
Tapi tetep suka ilustrasinya,walaupun beda karakter sama yang di drunken. Eh,tapi kecoa-kecoanya sangat mengganggu. *ripiu apa ini,malah bahas gambarnya* :D
Profile Image for Milka.
18 reviews2 followers
October 27, 2012


Lucu. Ancur. Meskipun sedikit antiklimaks di surat-surat terakhir. Tapi tetap lucu dan keren, mengingat ada kaidah-kaidah normatif yang diterobos. Seperti kurang ajar, tapi tidak kurang ajar.
Profile Image for Hanif Rahman.
19 reviews1 follower
April 18, 2013
kalo sebelumnya pada ngikutin serial drunken-nya surayah pasti bakal menyesal, karena apa? karena eh karena isi buku ini sangat berbeda, menurut lebih cerdas. dari masalah romansa, kehidupan, politik dan ketuhanan semuanya dikemas dengan gaya khas surayah.

ditunggu karya terbarunya lagi yah :)
Profile Image for Nadia Fadhillah.
Author 2 books43 followers
March 24, 2014
Kalau Derrida adalah tokoh filsafat pertama yang mengutarakan dekonstruktifisme dalam ide pemikiran, kalau Bernard Tschumi arsitek yang menggunakan pola berpikir dekonstruksi dalam bangunan rancangannya, maka Pidi Baiq adalah orang yang menulis dengan dekonstruksi.
Profile Image for peterlovefuzz.
32 reviews3 followers
February 3, 2015
Berbicara soal Pidi Baiq dan bukunya, membuat diri kita melihat dunia dan diri kita dengan pikiran melangit dan hati membumi. Humor yang terselip adalah kejeniusan imam besar the panas dalam yang pernah menjadi dekan fsrd itb. Subhanallah.
Profile Image for Sandra Sopian.
123 reviews15 followers
May 23, 2015
Ini adalah ungkapan-ungkapan ekskatik yang suka meloncat-loncat, dibuat oleh pengarangnya dengan sejenis harapan agar bisa membuat orang terhibur. dan meski terkesan seperti kitab, ini bukan kitab yang suci, dan tentu saja, isinya pun gak perlu dipercaya. :D
Profile Image for Fajar Yulianto.
5 reviews1 follower
September 13, 2010
ayat-ayat gila....
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Zulfian Prasetyo.
Author 4 books3 followers
July 10, 2011
So cool, so wise, so funny! Bener-bener ngawur yang bermanfaat...x)))))
Profile Image for Muhammad.
43 reviews9 followers
July 6, 2012
kitab nya pecinta humor..
Displaying 1 - 30 of 44 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.