What do you think?


The Turk and My Mother
Winner of the John Gardner Fiction Book Award
"Fans of Amy Tan and Carol Shields will revel in the themes of remembrance, forgiveness, family devotion, and forbidden love." ― Booklist Every family has its secrets. But toward the end of his life, George decides to tell his daughter the story of his mother and the Turk. This initial revelation leads to a narrative tour de force that follows a family through four generations and around the world―through love, marriage, and betrayal, through illness, death, and war. Mary Helen Stefaniak's charming and flawed characters and the warmth of her prose will stay with readers long after they close the book. Reading group guide included .
"Fans of Amy Tan and Carol Shields will revel in the themes of remembrance, forgiveness, family devotion, and forbidden love." ― Booklist Every family has its secrets. But toward the end of his life, George decides to tell his daughter the story of his mother and the Turk. This initial revelation leads to a narrative tour de force that follows a family through four generations and around the world―through love, marriage, and betrayal, through illness, death, and war. Mary Helen Stefaniak's charming and flawed characters and the warmth of her prose will stay with readers long after they close the book. Reading group guide included .
338 pages, Paperback
First published June 17, 2005
About the author
Mary Helen Stefaniak
8 books50 followersMary Helen Stefaniak is the prize-winning author of The Turk and My Mother, Self Storage and Other Stories, and The Cailiffs of Baghdad, Georgia. She lives in Omaha and Iowa City.
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 30 of 57 reviews
May 23, 2017
"Her ne bana acı çektirdiyse onu unuttum."
Czeslaw Milosz
Giriş sayfasından.
Czeslaw Milosz
Giriş sayfasından.
June 19, 2011
Ya, ampun!!
Keluarga ini ribet bener, yak!
Sepanjang cerita yang ada di kepala cuma, "lho, jadi sebetulnya ini ceritanya gimana? ini siapanya siapa? ini fokusnya lagi menceritakan apa sih?"
Dan walaupun diambil dari sudut pandang Georgie, tapi nyaris keseluruhan cerita terasa seperti racauan Jelena, atau yang sering dipanggil keluarganya sebagai Staramajka.
Belum lagi alurnya yang maju mundur loncat-loncat tak terkira membuat saya hampir menyerah dan lebih memilih untuk tidur dibanding keterusan pusing memikirkan drama yang terjadi di keluarga ini.
Jelena mempunyai dua orang putra, Josef dan Marko. Mereka tinggal di Novo Selo, Kroasia. Josef menikah dengan Agnes, gadis di desanya. Di saat Agnes sedang mengandung Madeline, Josef memutuskan untuk pergi merantau ke Amerika demi mencari rejeki. Tapi lalu perang bergejolak di Eropa dan menyebabkan Marko harus mengikuti wajib militer.
Tak ada kabar dari Josef
Juga dari Marko
Lalu diputuskan oleh kepala desa, rumah mereka yang kini hanya ditinggali oleh tiga wanita dalam generasi nya masing-masing, Jelena-Agnes-Madeline, dijadikan tempat tinggal sementara bagi desertir perang asal Turki, Tas Aklubut.
Agnes sekuat tenaga menahan hasratnya akan orang asing yang memesona nya, terutama saat ia menghadap timur dan menempelkan kepala nya ke tanah, berdoa.
Untungnya, perang berakhir.
Josef memberi kabar dan tiga wanita tersebut pun menyusul ke Milwaukee.
Dan lahirlah Georgie tak lama setelah mereka sampai di benua baru tersebut.
Lain halnya dengan Marko.
Walaupun ia masih hidup, menikah dengan Nadya Pitkin, dan memiliki anak laki-laki, ia tidak juga berani mengirim surat kepada keluarga nya.
Belum lagi ternyata Josef mempunyai anak perempuan, Katarina, saat Agnes masih jauh di tanah leluhur.
Kata dan ibunya, Anica, disembunyikan diam-diam dan hanya Josef dan Jelena yang tahu.
Kata yang diam-diam diidamkan Georgie tanpa mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.
Kata yang terpaksa menikah dengan orang lain setelah melihat nama ayahnya sama dengan ayah Georgie di akta pembaptisannya.
Semua cerita tidak dituturkan berunut sehingga membuat saya agak tersesat.
Tapi latar belakang yang bersetting dari awal 1900an ke 1980an dijabarkan dengan detail, tragedi demi tragedi yang terjadi diceritakan dalam humor, akhir cerita yang mudah ditebak pun tetap membuat saya sedikit tersenyum geli.
Pengalaman yang hampir mirip saat saya membaca Sejarah Singkat Traktor dalam Bahasa Ukrania.
Apa ini ciri khas penulis Eropa Timur ya?
Bikin kita mikir, "Duh, duh, duh.. Keluarga ini bener-bener rempong deh!!"
October 21, 2008
Mary Helen tak pernah membayangkan, bahwa keluarganya mempunyai riwayat sejarah dan silsilah yang demikian ruwet. Mereka adalah keluarga imigran berasal dari Novo Selo, sebuah desa kecil di Kroasia, ribuan mil jauhnya dari Milwaukee, Amerika Serikat, tempat tinggal mereka sekarang.
Akar pohon keluarga mereka berawal di Novo Selo itu, puluhan tahun yang lalu, awal abad 20, saat-saat menjelang perang dunia pertama. Ayahnya, Georgie, adalah cucu dari Jelena yang lebih sering disebut Staramajka, seorang perempuan penyuka musik klasik. Staramajka punya dua orang putra : Josef dan Marko.
Josef menikah dengan gadis sekampungnya, Agnes. Di awal pernikahan mereka, Josef pergi merantau ke Amerika Serikat. Di sana, di Milwaukee, ia bekerja sebagai buruh di pabrik arang dan memasang rel kereta api. Harapannya, suatu hari ia akan kembali ke Novo Selo dengan membawa uang yang banyak bagi keluarganya.
Sendiri di negeri orang, Josef muda berusaha setia sebagai suami. Ia hanya bekerja dan bekerja. Ia sangat berhemat dengan uangnya. Upahnya yang tak seberapa itu dikumpulkannya sampai akhirnya terbeli olehnya sebuah rumah kecil. Ia bercita-cita kelak - jika tak bisa kembali ke kampung halamannya - bisa mendatangkan seluruh keluarganya ke Milwaukee dan menempati rumah kecil tersebut.
Pada tahun ketiga, kesetiaannya sebagai suami goyah. Ia terlibat asmara dengan Anica, seorang gadis yang bekerja sebagai pelayan di rumah kos-kosan Mrs. Tomasic, di mana Josef menyewa salah satu kamarnya. Dari hubungan ini, lahirlah seorang anak perempuan, Katerina atau Kata.
Sementara itu di desa, Agnes pun ternyata tak sanggup melawan godaan cinta dari seorang tentara desertir yang menyamar sebagai orang Turki : Tas Akbulut.
Sedangkan Marko, adik Josef, harus menjalani wajib militer. Ia pergi berperang selama bertahun-tahun sampai akhirnya menikah dengan putri seorang pembuat sepatu terkenal dari Rusia, Nadya Pitkin.
Ketika tiba saatnya menyusul Josef ke Benua Baru, pergilah anak-beranak itu - Staramajka, Agnes, dan Madeline, putri Agnes - menempuh perjalanan panjang ke Milwaukee. Tak lama setibanya mereka di sana, Agnes melahirkan seorang putra, Georgie namanya.
Tentu saja Agnes belum mengetahui cerita tentang Anica dan putrinya Kata. Tetapi tidak demikian dengan sang nenek, Staramajka, yang selalu saja berhasil mengetahui yang tidak terlihat oleh mata. Ternyata selama ini Anica telah dikucilkan oleh warga setempat karena dituduh sebagai pelaku sebuah peristiwa kebakaran beberapa tahun yang lalu. Ia bersama putrinya tinggal menempati rumah mungil yang dibeli oleh Josef dahulu. Anica menderita tekanan mental yang berat sampai akhirnya meninggal dunia.
Atas kebaikan hati Staramajka, Kata pun lantas diijinkan tinggal di rumah Josef. Kata yang tomboi dan nyentrik telah membuat Georgie jatuh cinta. Cinta monyet seorang remaja sebelas tahun yang terus disimpannya sampai ia dewasa dan menikah.
Pusat cerita sepenuhnya ada pada Jelena/Staramajka. Perempuan tua ini adalah tokoh nenek yang bijaksana. Dengan kearifannya, ia selalu bisa menyelesaikan konflik dan persoalan-persoalan keluarganya. Entah bagaimana caranya, ia mengetahui semua affair yang dilakukan anak-anak dan cucu-cucunya. Namun, semua diselesaikannya dengan cinta dan kasih sayang; bukan kemarahan dan kebencian.
Drama keluarga imigran Eropa ini ditulis dengan apik sekali sampai ke urusan detail makanan dan pakaiannya. Relasi manusiawi antara para tokohnya tampil begitu hidup. Kita tak akan menemukan sosok jahat sebagai tokoh antagonis pada novel ini, sebab tema yang diangkatnya bukanlah tema kepahlawanan yang serba salah-benar, jahat-baik, serba hitam-putih. Ini "hanya" masalah perselingkuhan yang ternyata telah berlangsung sejak berabad-abad yang lalu.
Kisah yang "rumit" dan berliku-liku dengan banyak nama tokoh yang tak mudah diingat peran serta hubungannya satu-persatu dengan tokoh lainnya. Namun demikian plotnya mengalir cukup lancar sampai akhir. Boleh dikatakan ini sebuah novel pop yang menghibur dengan percikan humor-humor menyegarkan. Setting perang dunia pertama tergarap lumayan bagus, memberi sedikit nuansa sejarah.
Novel ini juga memperlihatkan bahwa betapa perang sangatlah kejam; mencerai-beraikan keluarga : memisahkan para ayah dari anak-anak mereka, suami dari istri, ibu dari para putranya, warga negara dari kampung halaman dan tanah airnya. Perang hanya menyisakan kesengsaraan : menang jadi arang, kalah jadi abu.
Novel karya debutan Mary Helen Stefaniak ini pada 2005 menerima John Gardner Fiction Book Award dari Universitas Binghamton dan telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, di antaranya Italia, Hungaria, Turki, dan Indonesia.
Novel ditutup dengan realita getir yang harus ditelan oleh Mary Helen tentang ayahnya, Georgie. Ironisnya, itu justru membuat pembaca tersenyum atau bahkan tertawa ngakak.
Eh, coba deh iseng-iseng kita telusuri riwayat sejarah keluarga kita. Siapa tahu ternyata kita masih keturunan Sultan Yogya atau Sultan Brunei:).
Endah Sulwesi 10/6/2006
Akar pohon keluarga mereka berawal di Novo Selo itu, puluhan tahun yang lalu, awal abad 20, saat-saat menjelang perang dunia pertama. Ayahnya, Georgie, adalah cucu dari Jelena yang lebih sering disebut Staramajka, seorang perempuan penyuka musik klasik. Staramajka punya dua orang putra : Josef dan Marko.
Josef menikah dengan gadis sekampungnya, Agnes. Di awal pernikahan mereka, Josef pergi merantau ke Amerika Serikat. Di sana, di Milwaukee, ia bekerja sebagai buruh di pabrik arang dan memasang rel kereta api. Harapannya, suatu hari ia akan kembali ke Novo Selo dengan membawa uang yang banyak bagi keluarganya.
Sendiri di negeri orang, Josef muda berusaha setia sebagai suami. Ia hanya bekerja dan bekerja. Ia sangat berhemat dengan uangnya. Upahnya yang tak seberapa itu dikumpulkannya sampai akhirnya terbeli olehnya sebuah rumah kecil. Ia bercita-cita kelak - jika tak bisa kembali ke kampung halamannya - bisa mendatangkan seluruh keluarganya ke Milwaukee dan menempati rumah kecil tersebut.
Pada tahun ketiga, kesetiaannya sebagai suami goyah. Ia terlibat asmara dengan Anica, seorang gadis yang bekerja sebagai pelayan di rumah kos-kosan Mrs. Tomasic, di mana Josef menyewa salah satu kamarnya. Dari hubungan ini, lahirlah seorang anak perempuan, Katerina atau Kata.
Sementara itu di desa, Agnes pun ternyata tak sanggup melawan godaan cinta dari seorang tentara desertir yang menyamar sebagai orang Turki : Tas Akbulut.
Sedangkan Marko, adik Josef, harus menjalani wajib militer. Ia pergi berperang selama bertahun-tahun sampai akhirnya menikah dengan putri seorang pembuat sepatu terkenal dari Rusia, Nadya Pitkin.
Ketika tiba saatnya menyusul Josef ke Benua Baru, pergilah anak-beranak itu - Staramajka, Agnes, dan Madeline, putri Agnes - menempuh perjalanan panjang ke Milwaukee. Tak lama setibanya mereka di sana, Agnes melahirkan seorang putra, Georgie namanya.
Tentu saja Agnes belum mengetahui cerita tentang Anica dan putrinya Kata. Tetapi tidak demikian dengan sang nenek, Staramajka, yang selalu saja berhasil mengetahui yang tidak terlihat oleh mata. Ternyata selama ini Anica telah dikucilkan oleh warga setempat karena dituduh sebagai pelaku sebuah peristiwa kebakaran beberapa tahun yang lalu. Ia bersama putrinya tinggal menempati rumah mungil yang dibeli oleh Josef dahulu. Anica menderita tekanan mental yang berat sampai akhirnya meninggal dunia.
Atas kebaikan hati Staramajka, Kata pun lantas diijinkan tinggal di rumah Josef. Kata yang tomboi dan nyentrik telah membuat Georgie jatuh cinta. Cinta monyet seorang remaja sebelas tahun yang terus disimpannya sampai ia dewasa dan menikah.
Pusat cerita sepenuhnya ada pada Jelena/Staramajka. Perempuan tua ini adalah tokoh nenek yang bijaksana. Dengan kearifannya, ia selalu bisa menyelesaikan konflik dan persoalan-persoalan keluarganya. Entah bagaimana caranya, ia mengetahui semua affair yang dilakukan anak-anak dan cucu-cucunya. Namun, semua diselesaikannya dengan cinta dan kasih sayang; bukan kemarahan dan kebencian.
Drama keluarga imigran Eropa ini ditulis dengan apik sekali sampai ke urusan detail makanan dan pakaiannya. Relasi manusiawi antara para tokohnya tampil begitu hidup. Kita tak akan menemukan sosok jahat sebagai tokoh antagonis pada novel ini, sebab tema yang diangkatnya bukanlah tema kepahlawanan yang serba salah-benar, jahat-baik, serba hitam-putih. Ini "hanya" masalah perselingkuhan yang ternyata telah berlangsung sejak berabad-abad yang lalu.
Kisah yang "rumit" dan berliku-liku dengan banyak nama tokoh yang tak mudah diingat peran serta hubungannya satu-persatu dengan tokoh lainnya. Namun demikian plotnya mengalir cukup lancar sampai akhir. Boleh dikatakan ini sebuah novel pop yang menghibur dengan percikan humor-humor menyegarkan. Setting perang dunia pertama tergarap lumayan bagus, memberi sedikit nuansa sejarah.
Novel ini juga memperlihatkan bahwa betapa perang sangatlah kejam; mencerai-beraikan keluarga : memisahkan para ayah dari anak-anak mereka, suami dari istri, ibu dari para putranya, warga negara dari kampung halaman dan tanah airnya. Perang hanya menyisakan kesengsaraan : menang jadi arang, kalah jadi abu.
Novel karya debutan Mary Helen Stefaniak ini pada 2005 menerima John Gardner Fiction Book Award dari Universitas Binghamton dan telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, di antaranya Italia, Hungaria, Turki, dan Indonesia.
Novel ditutup dengan realita getir yang harus ditelan oleh Mary Helen tentang ayahnya, Georgie. Ironisnya, itu justru membuat pembaca tersenyum atau bahkan tertawa ngakak.
Eh, coba deh iseng-iseng kita telusuri riwayat sejarah keluarga kita. Siapa tahu ternyata kita masih keturunan Sultan Yogya atau Sultan Brunei:).
Endah Sulwesi 10/6/2006
July 7, 2024
Been on a streak of not enjoying books. This one is an easy read but the story is not very interesting, honestly it was boring. I had to force myself to finish it.
January 12, 2021
I liked this book, but found it challenging to keep everyone straight. There were so many overlaps of family and time. I enjoyed reading about each person's life, but again found it sometimes difficult to know who I was reading about and what time it was. The author does attempt to set the reader on course, but my tangled reading left me confused!
January 2, 2010
Buku pertama yang dibaca tahun 2010 dan langsung meninggalkan kesan mendalam :D
sebuah novel dg gaya bertutur yang khas, cerita yang unik dan penuh teka-teki serta penokohan yang kuat.
tentang sejarah sebuah keluarga imigran jauh sebelum mereka mengungsi ke Amerika, sebuah desa terpencil nan damai, yang terusik dan bergolak dg kedatangan si orang Turki yang misterius
novel yang sangat lincah dan lihai dalam memainkan emosi pembaca, penuh canda namun juga sarat tragedi
Sebuah cerita indah tentang sebuah keluarga imigran yang terkoyak mimpinya dengan mencari pelarian akan kenangan masa silam yang tak akan kembali. Kisah kocak dan getir tetang keluguan si miskin dan pahitnya tragedi perang. sangat keren :D
sebuah novel dg gaya bertutur yang khas, cerita yang unik dan penuh teka-teki serta penokohan yang kuat.
tentang sejarah sebuah keluarga imigran jauh sebelum mereka mengungsi ke Amerika, sebuah desa terpencil nan damai, yang terusik dan bergolak dg kedatangan si orang Turki yang misterius
novel yang sangat lincah dan lihai dalam memainkan emosi pembaca, penuh canda namun juga sarat tragedi
Sebuah cerita indah tentang sebuah keluarga imigran yang terkoyak mimpinya dengan mencari pelarian akan kenangan masa silam yang tak akan kembali. Kisah kocak dan getir tetang keluguan si miskin dan pahitnya tragedi perang. sangat keren :D
February 20, 2013
This book was actually just like talking to an old relative, maybe a grandmother or great aunt. They tell many stories, many of which are touching and amazing and that inform you of what life was like in the old days or old country. But at the same time, sometimes the stories wander off, or are hard to follow. Sometimes it's hard to keep straight all the names of all the people they talk about. Sometimes you sort of daydream in the middle of them telling you their stories :) And sometimes, just every once in a while, you really want them to be quiet.
June 22, 2021
Georgie's family immigrated to the United States from Croatia, some more willing than others. He recalls the stories, mostly told by his grandmother, that often left things untold. It is only on his death bed that Georgie is able to distinguish truth from fiction.
The story rambles in time periods making it a bit difficult to understand and the Turk while symbolically important makes only a brief appearance.
The story rambles in time periods making it a bit difficult to understand and the Turk while symbolically important makes only a brief appearance.
March 9, 2020
A superbly crafted tale, knitting together a family’s history, its secrets, its lies and its truths. Sweeping from Siberia to Croatia and emigration to Milwaukee, the details and dialogues in this book hooked me from moment one.
August 29, 2023
This book came highly recommended to me by a retired librarian and the overall track of the novel is good. But I found that it was hard to follow the characters and their relationships. I'd suggest you just sit down and read it--which won't be difficult as it's a pretty fast read.
October 28, 2018
Not a perfect book, but I gave it five stars because I was completely caught up in the story and couldn't put down this book.
July 20, 2021
A very rich story of a complicated family and time.
October 28, 2021
Family saga immigrated to the United States.
March 3, 2022
Stories from the old country told by quirky characters with a snappy, Bronx-ish style.
April 1, 2012
Cover buku ini menarik. Seperti covel film India atau Timur Tengah. Memberikan kesan "kamasutra" meski baru mulai membacanya.
The Turk and My Mother adalah sebuah kisah sejarah keluarga dari Novo Selo (kehidupan sulit selama masa perang karena para pria dalam keluarga itu telah meninggal atau meninggalkan rumah untuk ikut perang atau pergi ke Amerika)pada masa setelah Perang Dunia I. Dalam keluarga itu hidup empat orang perempuan, ibu mertua (Staramajka), menantu (Agner )Rosa (Adik Agnes) dan seorang cucu perempuan (Madeline). Hingga suatu hari "terdampar" seorang tawanan perang ke depan pagar rumah mereka. Lelaki itu dikenal dengan nama Si Turki (Tas Akbulut).
Setelah itu terjadi kisah-kisah yang menakjubkan, mengharukan, rasa cinta dan lain sebagainya. Agnes dan Tas saling jatuh cinta? Staramajka yang selalu menantikan anaknya pulang dari medan perang (Marko) dan hendak berangkat ke Amerika mengikuti suami Agnes (Josef) yang sudah menetap disana lebih dulu untuk mencari kehidupan yang lebih baik sekaligus menghindari wajib militer.
Dengan susah payah diselingi kejadian-kejadian lucu, keluarga itu pun berangkat ke Amerika. Mereka bertemu Josef dan tinggal bersama. Tak berapa lama, "orang-orang dari masa lalu" datang berkunjung/mencari mereka: Tas Akbulut dan Gipsi. Kedua laki-laki ini sama-sama "mengejar" cinta dua wanita dalam keluarga Novo Selo itu: Agnes dan Staramajka. Kisah ini membuat kita tahu bahwa Staramajka dan Gipsi waktu muda dulu adalah karib, terlibat percintaan dan bahkan ketika suami Staramajka meninggal, Gipsi (Itsvan) mengakui Marko dan Josef sebagai anak-anaknya.
Tas begitu mencintai Agnes. Itsvan begitu mengharapkan Staramajka. Tapi kedua wanita itu bertahan dan memilih kehidupan lama mereka. Tapi masih merupakan misteri, apakah anak-anak yang mereka lahirkan adalah anak dari suami sah atau dari kekasih gelap mereka.
Kehidupan di Amerika, tepatnya di Milwaukee "aman-aman saja". Josef meninggal dan Marko kembali ke Novo Selo dari medan perang membawa serta seorang istri dan beberapa anak. Staramajka bahagia, terbukti bahwa keyakinannya benar. Sayang, Marko mati dalam sebuah tragedi?
Menuju akhir cerita, muncul seorang gadis yang dikenal dengan nama Gadis Kaszube. Dia tinggal bersama ayahnya, mereka menjual minyak. Dia berteman dengan Georgie (anak lelaki Tas Akbulut-Agnes-Josef?), mereka sempat "dekat". Gadis ini menjadi cinta pertama Georgie, namun ternyata gadis ini mengaku dirinya adalah saudari tiri Georgie (Josef-Anica, semasa keluarga Novo Selo belum datang ke Amerika). Georgie patah hati, apalagi gadis Kaszube memilih menikah dengan Frankie Tomasic.
Selanjutnya kehidupan berjalan lancar. Georgie menikah dan punya anak, begitu pula Madeline. Mereka menamai anak-anak mereka sesuai nama ibu dan bapak mereka atau eyang mereka, Jelena/Helena Staramajka. Salah satu anak-anak itu (Mary Helena) berkunjung ke Novo Selo, tanpa sengaja menemukan sebuah keluarga tinggal di rumah Staramajka. Lelaki di rumah itu adalah putra Tas Akbulut, dan dia mengaku serta yakin dirinya punya saudara tiri di Amerika, namanya Georgie.
Bisa dibilang, buku ini merupakan ringkasan sejarah panjang dari sebuah keluarga kecil yang penuh kisah simpang siur mengenai hubungan kekeluargaan mereka. Di tengah kesulitan masa perang dan mempertahankan hidup, masing-masing tokoh penting dalam keluarga Novo Selo (Staramajka, Agner, dan Josef) memiliki kehidupan "lain" pada waktu tertentu (dan tidak banyak diketahui orang). Apakah mereka berselingkuh dengan Istvan, Turki dan Anica? Tidak ada yang tahu pasti.
The Turk and My Mother adalah sebuah kisah sejarah keluarga dari Novo Selo (kehidupan sulit selama masa perang karena para pria dalam keluarga itu telah meninggal atau meninggalkan rumah untuk ikut perang atau pergi ke Amerika)pada masa setelah Perang Dunia I. Dalam keluarga itu hidup empat orang perempuan, ibu mertua (Staramajka), menantu (Agner )Rosa (Adik Agnes) dan seorang cucu perempuan (Madeline). Hingga suatu hari "terdampar" seorang tawanan perang ke depan pagar rumah mereka. Lelaki itu dikenal dengan nama Si Turki (Tas Akbulut).
Setelah itu terjadi kisah-kisah yang menakjubkan, mengharukan, rasa cinta dan lain sebagainya. Agnes dan Tas saling jatuh cinta? Staramajka yang selalu menantikan anaknya pulang dari medan perang (Marko) dan hendak berangkat ke Amerika mengikuti suami Agnes (Josef) yang sudah menetap disana lebih dulu untuk mencari kehidupan yang lebih baik sekaligus menghindari wajib militer.
Dengan susah payah diselingi kejadian-kejadian lucu, keluarga itu pun berangkat ke Amerika. Mereka bertemu Josef dan tinggal bersama. Tak berapa lama, "orang-orang dari masa lalu" datang berkunjung/mencari mereka: Tas Akbulut dan Gipsi. Kedua laki-laki ini sama-sama "mengejar" cinta dua wanita dalam keluarga Novo Selo itu: Agnes dan Staramajka. Kisah ini membuat kita tahu bahwa Staramajka dan Gipsi waktu muda dulu adalah karib, terlibat percintaan dan bahkan ketika suami Staramajka meninggal, Gipsi (Itsvan) mengakui Marko dan Josef sebagai anak-anaknya.
Tas begitu mencintai Agnes. Itsvan begitu mengharapkan Staramajka. Tapi kedua wanita itu bertahan dan memilih kehidupan lama mereka. Tapi masih merupakan misteri, apakah anak-anak yang mereka lahirkan adalah anak dari suami sah atau dari kekasih gelap mereka.
Kehidupan di Amerika, tepatnya di Milwaukee "aman-aman saja". Josef meninggal dan Marko kembali ke Novo Selo dari medan perang membawa serta seorang istri dan beberapa anak. Staramajka bahagia, terbukti bahwa keyakinannya benar. Sayang, Marko mati dalam sebuah tragedi?
Menuju akhir cerita, muncul seorang gadis yang dikenal dengan nama Gadis Kaszube. Dia tinggal bersama ayahnya, mereka menjual minyak. Dia berteman dengan Georgie (anak lelaki Tas Akbulut-Agnes-Josef?), mereka sempat "dekat". Gadis ini menjadi cinta pertama Georgie, namun ternyata gadis ini mengaku dirinya adalah saudari tiri Georgie (Josef-Anica, semasa keluarga Novo Selo belum datang ke Amerika). Georgie patah hati, apalagi gadis Kaszube memilih menikah dengan Frankie Tomasic.
Selanjutnya kehidupan berjalan lancar. Georgie menikah dan punya anak, begitu pula Madeline. Mereka menamai anak-anak mereka sesuai nama ibu dan bapak mereka atau eyang mereka, Jelena/Helena Staramajka. Salah satu anak-anak itu (Mary Helena) berkunjung ke Novo Selo, tanpa sengaja menemukan sebuah keluarga tinggal di rumah Staramajka. Lelaki di rumah itu adalah putra Tas Akbulut, dan dia mengaku serta yakin dirinya punya saudara tiri di Amerika, namanya Georgie.
Bisa dibilang, buku ini merupakan ringkasan sejarah panjang dari sebuah keluarga kecil yang penuh kisah simpang siur mengenai hubungan kekeluargaan mereka. Di tengah kesulitan masa perang dan mempertahankan hidup, masing-masing tokoh penting dalam keluarga Novo Selo (Staramajka, Agner, dan Josef) memiliki kehidupan "lain" pada waktu tertentu (dan tidak banyak diketahui orang). Apakah mereka berselingkuh dengan Istvan, Turki dan Anica? Tidak ada yang tahu pasti.
July 5, 2011
Mary Helen Stefaniak writes of this country as the great melting pot, where our ancestors have come from all over the world, from the old countries of Russia, Italy, Ireland, from a Europe stressed by conflict and the rise to power of demagogues. They brought their transplanted hopes to their new country, where they bloomed again, creating a new cultural identity with roots nourished by ancestors. These are real people, once youthful and driven by dreams and expectation like any emerging generation. Their life experiences were defined by family long before this country created a history for itself.
The remarkable characters in this novel, from Grandmother Agnes and her mother-in-law, storyteller Staramajka, to the exiled Marko the shoemaker, bring another dimension to family history. These wonderful stories are the framework of cultural identity, the way we envision ourselves in the past and the tales we whisper to our children before bedtime. Spoken history is a cultural treasure, a precious commitment to the continuity of ancestral folklore. And if reality is obscured by myth, who is to say which is true?
The remarkable characters in this novel, from Grandmother Agnes and her mother-in-law, storyteller Staramajka, to the exiled Marko the shoemaker, bring another dimension to family history. These wonderful stories are the framework of cultural identity, the way we envision ourselves in the past and the tales we whisper to our children before bedtime. Spoken history is a cultural treasure, a precious commitment to the continuity of ancestral folklore. And if reality is obscured by myth, who is to say which is true?
July 2, 2014
Svaka obitelj ima svoje tajne. No, pred kraj svog života, George ipak odluči ispričati priču o svojoj majci i Turčinu. Ta početna objava dovodi do zanimljive priče, koja prati obitelj kroz četiri generacije i obuhvaća sve od ljubavi, rata, braka, izdaje, nostalgije za domovinom, bolesti, i smrti. Pripovijedanje mi se čini mrvicu konfuzno, zbrčkano, oponaša način na koji se pričaju priče u krugu obitelji: isprekidano, dio po dio, s vremenom se doznaju nove činjenice i pojedinosti, različiti pripovjedači pričaju različite verzije i pritom prešućuju ili ističu različite stvari.
Prva priča se odvija u Novom Selu za Prvog svjetskog rata, druga nas s Markom, nošenim burama istog rata, vodi preko cijelog Sibira na istočni rub Azije i opisuje staramajčinu mladost u Novom Selu, a treća je smještena u Milwaukeeu i usredotočena je poglavito na iseljeničke sudbine Josefa i Georgiea. Jako topla, zanimljiva knjiga koja me podsjetila da bih možda svi mi trebali biti pažljiviji oko slušanja priča iz poviejsti naših baka i djedova.
Prva priča se odvija u Novom Selu za Prvog svjetskog rata, druga nas s Markom, nošenim burama istog rata, vodi preko cijelog Sibira na istočni rub Azije i opisuje staramajčinu mladost u Novom Selu, a treća je smještena u Milwaukeeu i usredotočena je poglavito na iseljeničke sudbine Josefa i Georgiea. Jako topla, zanimljiva knjiga koja me podsjetila da bih možda svi mi trebali biti pažljiviji oko slušanja priča iz poviejsti naših baka i djedova.
Read
July 21, 2012Buku yang aneh karena: alurnya yang melompat-lompat. Misalnya ada satu bagian yang menceritakan ketika anaknya "my Mom" masuk rumah sakit karena berkelahi. Nah paragraf berikutnya langsung bercerita tetang masa muda si anaknya "my mom" yang sama sekali tidak berhubungan dengan cerita di paragraf sebelumnya tanpa keterangan apapun yang menandakan bahwa cerita sudah di tahun yang berbeda. Gaya penulisan ini banyak sekali di dalam novel ini.
Sehingga waktu membaca, pembaca pasti sering mengalami disorientasi waktu dan merasa kalau ceritanya 'ga nyambung'.
Sebenarnya, kalau novel ini dibagi perbagian berdasarkan tahun & tempat kejadian seperti di The Kite Runner atau The Map of Love; pasti tidak ada disorientasi waktu walaupn alurnya tetap melompat-lompat.
Sehingga waktu membaca, pembaca pasti sering mengalami disorientasi waktu dan merasa kalau ceritanya 'ga nyambung'.
Sebenarnya, kalau novel ini dibagi perbagian berdasarkan tahun & tempat kejadian seperti di The Kite Runner atau The Map of Love; pasti tidak ada disorientasi waktu walaupn alurnya tetap melompat-lompat.
Read
November 6, 2014 Kitap hakkında her ne kadar çarpıcı tarzında yorumlar yapılsa da ben beğenmedim.Aslında kitabı seçerken konusu ilgimi çekmişti ama hiç beklediğim gibi değildi.Çarpıcı bir hikaye diyor fakat hikaye ne kadar çarpıcı olursa olsun anlatım tarzı insanın ilgisini çekecek şekilde değildi.İnsan okurken sıkılıyor çünkü olayları o kadar dağıtarak anlatmış ki zihnimde toparlamakta zorlandım.Kitabın isminde ki karakterler sadece başlarda geçiyor. Sonrasında daha başka konuyla alakası olan olmayan bir sürü karakter var.Bu durum da kitapta konuya bağlılığı güçleştirmiş.Konu çok dağılınca da insanın okuma hevesi gün geçtikçe azalıyor ve isteksiz bir şekilde okumaya devam ediyorsun. Kitap seçimi her ne kadar kişisel bir tercih olsa da ben bu kitabı okumalarını pek tavsiye etmem. Ama yine de kişilerin kendi seçimi
July 18, 2015
Given the title, I thought that this book would be about an illicit love affair between a married woman and a Turkish man. The book was so much more than that.
The book starts off set in the 1914 where a husband sets off to America, leaving his new wife back in Europe in a small village, along with his mother and the rest of the extended family. Although something may transpire between "the Turk" and the wife, this is but a small part of the story. The story follows the family as they rejoin the husband in America; it also follows the husband's brother who joined the war and became missing and presumed dead. It is an interesting, enjoyable story, with a tinge of melancholy - from the horrors of the war and the sadness of families parted by war and/or emigration.
I found it difficult to put the book down - I finished it in 2 days!
The book starts off set in the 1914 where a husband sets off to America, leaving his new wife back in Europe in a small village, along with his mother and the rest of the extended family. Although something may transpire between "the Turk" and the wife, this is but a small part of the story. The story follows the family as they rejoin the husband in America; it also follows the husband's brother who joined the war and became missing and presumed dead. It is an interesting, enjoyable story, with a tinge of melancholy - from the horrors of the war and the sadness of families parted by war and/or emigration.
I found it difficult to put the book down - I finished it in 2 days!
April 1, 2008
Okay, I had to draw a family tree after I read this book to reinforce the relationships in my mind! I loved this book. Set in both Croatia and Milwaukee, WI we see parallels in the family history of a family on both sides of the ocean. I loved the passions of the characters that lead them to actions/affairs which make them personal, human, and interesting to their descendants! (even if the family tree becomes a little questionable) The power of attraction is explored in this book. Also, how society and peers force us to succumb to certain standards (for better or worse). The jump at the end to modern times was kind of sudden for me. And the middle third of the book offered some laugh out loud moments which I wasn't expecting. All in all, a surprise hit for me.
February 21, 2011
I enjoyed The Cailiffs of Baghdad, Georgia so much that I thought I would try another work by Mary Helen Stefaniak. To my great surprise this story is about Milwaukee! - near and dear to my heart. I love the way the author weaves in story, she just keeps twisting and turning all kinds of corners. This story is about immigrants to Milwaukee from Croatia - early 1900's and the connections between people, the stranger than true story of a certain family that makes one wonder how many other families have hidden stories that wait almost a life time to be told.
I love the voice of Georgie the father who tells this many layered story from an ICU bed in a hospital in Milwaukee to his daughter named Mary Helen.
I love the voice of Georgie the father who tells this many layered story from an ICU bed in a hospital in Milwaukee to his daughter named Mary Helen.
August 16, 2014
Every family has histories, every heart has secrets, and when they slowly revealed, we still have choices to believe it or not.
From three generations of this Novo Selo - Milwaukee family, Mary Helen told us the untold stories by using her father, Georgie as the story teller for most part of the book. Separations, forbidden love, passion, secrets and everything during war to these days. And the plot is so full of mixed-traveled-heart all around the world, full of charming and strong characters.
I love this book and still, Mary Helen left questions in my head. Is that Turk really Georgie's biological dad? Is Josef really Kata's father?
It's the joy of story telling that made me wanna draw a family tree from Staramajka to Mary Helen. Memorable.
www.anitaoktomia.wordpress.com
From three generations of this Novo Selo - Milwaukee family, Mary Helen told us the untold stories by using her father, Georgie as the story teller for most part of the book. Separations, forbidden love, passion, secrets and everything during war to these days. And the plot is so full of mixed-traveled-heart all around the world, full of charming and strong characters.
I love this book and still, Mary Helen left questions in my head. Is that Turk really Georgie's biological dad? Is Josef really Kata's father?
It's the joy of story telling that made me wanna draw a family tree from Staramajka to Mary Helen. Memorable.
www.anitaoktomia.wordpress.com
September 23, 2014
Have you ever sat with a group of immigrants, perhaps older members of your family, as they tell stories of the auld country? Details are exaggerated, secrets are told (or not), there are multiple versions of the same story, family bonds are strengthened and laughter abounds. This is that kind of story. Sometimes it was hard to follow the plot and all the characters, sometimes I wondered about the veracity of what a character was saying, but always I was fascinated.
In this book, Mary Helen Stefanniak tells the story of a Croatian-American family who came to the United States after World War I. There are stories within stories within stories; the characters are charming and authentic. A delight to read in spite of the wildly tangled plot.
In this book, Mary Helen Stefanniak tells the story of a Croatian-American family who came to the United States after World War I. There are stories within stories within stories; the characters are charming and authentic. A delight to read in spite of the wildly tangled plot.
July 25, 2010
Stefaniak has a wonderful way of developing her characters and the story. It really feels when I read that the story is told as only the characters themselves could tell it, just as the narrator himself notes the way that his grandmother tells stories. For me this makes the book an absolute delight to read. The story is so warm, so personal. I found it to be extremely emotionally engaging. At times laugh out loud funny, at others eyes tearing up touching, at all times interesting. In short, a marvelous book.
August 3, 2015
I wavered between 2 stars and 3, but went with 3 b/c the writing is very well done, and the characters are charming, interesting, and varied. This book follows various members of a family from Croatia, I think, as they either emigrate to the US, stay behind, or join WW1 in Europe. Their stories weave together in a very complex manner. I also did 2 stars, though, because nothing much happens, it is not terribly exciting, or mysterious, or happy, or sad, and it didn't cause me to have a reaction of any sort.
August 6, 2009
The author is a woman from Iowa City who had two daughters who participated in Young Footliters productions with our daughters. I had enjoyed some of her short stories I'd read, & the jacket copy had me really looking forward to this celebration of the stories passed along the generations of an immigrant family (in this case Croatian immigrants to Milwaukee). It was OK but didn't, to my mind, live up to its promise.
November 19, 2009
The story of a family with lots of secrets, this covers a lot of early 20th century history of people in EurAsia and U.S. I thought it was unusual to read of people who always longed for home, or who never *wanted* to go the U.S. From my social studies class, didn't everyone want to be here? At any rate, it was a fast and fun read. There was nowhere near the grisliness of the Atwood books, though any story involving Cassock soldiers is bound to have some
May 9, 2012
The Turk and My Mother held a lot of promise for me of an interesting book. While it is an interesting collection of stories, I found that the style in which they were presented - a lot of jumping back and forth - detracted rather than added to the enjoyment of the reading.
I may go back at a later date and re-read this book to see if I can follow it a bit better the second time around. I still want to give the stories a chance.
I may go back at a later date and re-read this book to see if I can follow it a bit better the second time around. I still want to give the stories a chance.
May 16, 2012
I finished this book more than six months ago and the characters are just as fresh in my mind. I loved the narratives slow reveal of bits and pieces of family stories regarding romance/secrets and one generation caring for the next in the best way they know how. The images Stefaniak created regarding the village in the "old country" and immigration experience here in Milwaukee were memorable. I loved the music, the flowers and love that she portayed here.
Displaying 1 - 30 of 57 reviews






















