Marie Valentine, wartawati Amerika berkunjung ke mesir untuk mencari seorang sahabat yang hilang.
Bumi,pemuda Indonesia bersama seorang detektif pembunuhan di kota kecil Port Safaga berusaha menguak kode-kode rahasia dari bahasa simbol hieroglyph dan Yucatec Maya yang membawa mereka melalui berbagai petualangan mengungkap makar sebuah kelompok kebatinan sesat yang sedang mempersiapkan seorang suci menghadapi perang akhir zaman.
Syaikh Naggar, tokoh sejarah agama yang memimpin suatu kelompok eksklusif para ilmuwan dan agamawan sedang merencanakan pertemuan tahunan di Tibet demi ambisi spiritual meluruskan lubang hitam sejarah.
Melalui sebuah perjalanan panjang kelompok kecil ini bertualang dari Kairo, Ethiopia, London, Cina hingga ke puncak Himalaya mengikuti petunjuk dan isyarat dari Al-Qur'an, Taurat dan Alkitab untuk mengungkap dua buah harta karun arkeologi agama terbesar yang hilang ditelan waktu. Sebuah rahim kebenaran yang penyingkapannya akan menandai kisah akhir tentang hancurnya sebuah peradaban...bernama manusia.
Novel ini bercerita tentang segala peristiwa akhir zaman dalam pandangan agama-agama langit dan suku-suku kuno, dirangkai dalam cerita yang mengesankan. Ketika bermula dari Marie Valentine, wartawati Amerika yang berkunjung ke Mesir mencari sahabat yang hilang kontak. Di sana ia bertemu Bumi, pemuda Indonesia yang rajin menulis berbagai hal misterius. Ditemani seorang detektif pembunuhan, membawa mereka dalam petualangan memburu rahasia ramalan suku Maya yang menghebohkan dunia.
Bebagai pembunuhan terhadap orang yang mirip ciri-ciri Imam Mahdi, membuat novel ini makin kaya dengan teka-teki. Termasuk usaha Israel menghidupkan kembali Kuil Sulaiman, dengan mencaplok tanah Palestina. Karena perbuatan mereka pulalah, maka kisah dalam buku ini melompat melewati batas negara. Petualangan bermula dari Kairo Mesir, terus ke Ethiopia, London,Cina hingga ke puncak Himalaya. Berbagai petunjuk dari Al-Quran, Taurat dan Alkitab, diungkap dengan baik. Begitu juga dengan rahasia dibalik huruf suku Maya.
Namun bagi anda pencinta novel beralur maju, alias tidak melompat-lompat seperti ini, mungkin agak berkerut kening di awal-awal. Tapi yakinlah, isinya benar-benar bermanfaat besar
era para nabi adalah era informasi. dan Tuhan mengembalikan kita ke zaman itu. Sekarang.
membaca novel ini, kita akan seperti menonton sebuah film action/thriller hollywood. adegan tembak-menembak, dengan pemecahan kode a la Dan Brown. tokoh-tokoh yang bisa dijaga karakterisasinya dan interaksi mereka yang konsisten membuat novel ini menarik untuk diikuti dan diskusi-diskusinya yang cair memberi kesan mengalir, tanpa ada tendensi menggurui.
sepanjang novel ini kita akan disuguhi banyak pertanyaan dan diakhiri dengan diskusi yang bisa kita interpretasikan sendiri. dengan kata lain, seperti tulisan endorser dalam novel Da Vin Ci Code: memukau nalar, mengguncang iman. diskusi sensitif berkaitan 3 agama besar dijabarkan dengan sikap seobjektif mungkin oleh sang pengarang.
ada sebuah narasi dalam novel ini yang saya rasa merupakan spirit dari novel ini, yaitu: "Jika anda bisa meluangkan waktu sejenak untuk mengamati bbrp realitas yang saat ini sedang terjadi dan bergerak dengan cepat menuju titik klimaks, maka anda akan memahami bahwa apa yg sedang dihadapi umat manusia saat ini adalah sebuah pola yang didesain dengan begitu indah oleh Tuhan dan digerakkan oleh tangan-tangan manusia. kita sedang mengisi kepingan terakhir dari puzzle peradaban, mencocokkan satu peristiwa dengan peristiwa lain, menghubungkan setiap kejadian, menata kerusakan, kemudian menghancurkannya lagi, dan berpikir, 'Gambar apakah yang dibentuk oleh papan permainan ini ketika keping terakhir kita taruh di tempat terakhir?'"
mungkin berpijak dari sinilah, kita dibawa "berdiskusi" oleh sang pengarang untuk memecahkan teka-teki yang disebar dalam novel ini. dari mulai soal konspirasi internasional, membuka dan menelaah kitab suci 3 agama samawi, menjamah Tibet dan mendaki himalaya, mengintip New York, "menguras" Sungai Eufrat dan Tigris yang legendaris, berkeliling Mesir, membuka sebagian misteri ramalan nostradamus, mencoba mengungkap Imam Mahdi, kontroversi injil asli, sampai ramalan bangsa Maya soal 2012.
sekelumit teka-teki inilah yang membuat saya ingin kembali membaca-ulang novel ini sambil ditemani mbah Google yang pintar.
tetapi ada satu yang menurut saya kurang gregetnya, yaitu pemecahan utk ending gog-magog/ya'juj-ma'juj ini terasa seperti dipaksakan untuk segera selesai dan melaju menuju pemecahan plot cerita berikutnya.
untuk cerita dan cara bertuturnya, saya sebenarnya mau beri nilai 5 bintang. tetapi endingnya yang benar-benar sebuah antiklimaks membuat saya harus mengurangi 1 bintang.
ok, lanjut menuju buku kedua dari pak Zaynur Ridwan ini: Novus Ordo Seclorum. kalo udah selesai baca dan ada kesempatan mampir ke Goodreads, pasti saya review juga.
Era para nabi adalah era informasi. Dan Tuhan mengembalikan kita ke jaman itu. Sekarang. — Fiksi yang dibalut data-data ilmiah serta fakta sejarah. Dikemas dalam bab-bab pendek yang enak dibaca. Meski di bab-bab awal sekian banyak tokoh 'diperkenalkan' satu per satu, tapi mungkin karena saya pernah membaca buku ini 6-7 tahun lalu, samar-samar mereka bisa dikenali hanya dengan membaca beberapa paragraf awal tiap bab. Melalui riset selama 2 tahun, novel ini amat 'berisi'. Akan tetapi, sejak pertengahan buku saya mulai pusing membaca serbuan informasi yang tumpang tindih. Penulis seakan hendak menyampaikan semua informasi yang diketahuinya. Membuat kalimat yang saya baca langsung terlupakan di detik berikutnya. Ibarat gelas yang diisi air seember. Penokohannya kurang kuat. Terlalu banyaknya informasi yang disampaikan melalui para tokoh, membuat saya tidak bisa membedakan antara satu tokoh dengan yang lainnya ketika mereka sedang berdiskusi jika tak ada dialog tag. Seakan-akan dialog-dialog itu diucapkan oleh satu orang. Tiga bintang aja,deh.
Dari segi ceritanya sebenar nya biasa saja, tapi melalui buku ini saya banyak tahu tentang akhir zaman menurut 3 agama besar (agama samawi). mungkin penulis ingin mengungkapkan fakta yang tersembunyi melalui sebuah novel, karena di dalam buku ini di jelaskan konspirasi Zionis dalam menguasai dunia sebelum perang akhir zaman...
"Pada Zaman nabi adalah Era Informasi dan pada zaman sekarang Tuhan mengembalikan kembali manusia ke zaman Informasi"....
Sesuai Atsar dalam hadist,Imam Mahdi akan muncul dalam tahun 1400H ditambah 2 atau 3 dekade lagi. Artinya Imam Mahdi akan muncul paling lama 1439 H (Akhir dari dekade ke 3 dlm thn 1400 H) atau 5 tahun dari sekarang (1434 H).
sesuai dengan Nubuat Saint Malachy, selama berdirinya Vatikan akan di pimpin oleh 112 Paus, Paus Benediktus XVI yang berkuasa sekarang adalah Paus yang ke-111. Dan paus yang ke-112 mungkin adalah Yesus Kristus (menurut agama nasrani)yang turun kembali ke bumi. namun menurut agama islam adalah nabi Isa yang akan mengungkapkan kebenaran tentang dirinya, bahwa dia bukanlah Tuhan yang harus disembah. dia hanya manusia yang diberi Wahyu untuk mengajak kaumnya ke jalan kebenaran. dan dia akan menghancurkan Vatikan.
Dalam kitab Talmud (kitabnya orang Zionis), akan datang penyelamat mereka sebagai penebus dosa kaum yahudi dengan syarat penyembelihan / pengorbanan sapi merah betina (tanpa cacat) yang di lakukan dibukit Zaitun. Dan pada tahun 2011, berdasarkan rekayasa genetika (kloning), sapi tersebut telah lahir tanpa cacat dan sesuai apa yang di harapkan oleh kaum Yahudi. saat sapi merah tersebut dikorbankan, minimal berumur 3 tahun, kuil sulaiman sudah harus berdiri sebagai tempat bertahtanya penyelamat mereka. menurut agama Islam penyelamat kaum Yahudi adalah Dajjal, dia diberi kesempatan oleh ALLAH untuk mengarungi dunia hingga waktu yang ditetapkan ALLAH, sebelum ia di bunuh oleh NAbi Isa..
menurut ke 3 nubuat diatas, baik Islam, Nasrani dan yahudi sedang dalam posisi menunggu kedatangan penyelamat Agamanya masing-masing sebelum AKhir Zaman terjadi...
Dan benarkah bahwa Injil (asli), taurat dan tongkat nabi harun tersembunyi di bawah lantai Vatikan pada lantai ke 8 nya....?????
Hem............... bingung harus bikin repiu apa Sebenarnya buku ini terbit duluan dari tatanan Dunia baru Namun entah mengapa saya kurang suka membaca buku yang ini Terbukti butuh waktu sekitar 3-4 hari untuk menuntaskannya. Padahal banyak hal yang bsia dijadikan penjelasan untuk buku kedua. Msialnya awal mula Bumi bertemu dengan Marie Valentine.
Kekurangan seperti biasa ada pada pemenggalan kata serta beberapa kalimat yang masih menggunakan EYD lama. Hal 55 = memper-besar Hal 80 = perem-puan Hal 114 - membunuh-ku Hal 129 = ter-singgung Hal 216 = n Mubarak hal 251 = menemu-kan
Beberapa kalimat yang tak terlupakan. " .... Satu persatu bagian dalam perut pemuda itu ditarik keluar dan dikunyah oleh gigi-gigi tajam tikus-tikus liat tadi. Di luar kotak itu, disetiap sudut meja, terdapat cawan dan tanah liat dengan darah di dalamnya."
".... Kasusku dan kasus yang kau hadapi sekarang seluruhnya digerakan secara sistematis oleh sekelompok dalang yang sesungguhnya tak bisa disentuh oleh orang-orang sepertimu.... akarnya akan merambat lagi dan menjadi pohon yang lebih besar.
".Sepuluh berpangkat seartus adalah sebuah digit satu yang diikuti oleh seratus angka nol dalam deseimal....Simbol itu dipupulerkan lagi olh Milton Sirotta yang akhirnya menjadi Googol.... Googol kemudian diplesetkan oleh Larry Page dan Sergey Brin menjadi Google....Di era informasi seperti sekarang kita kadang-kadang tidak menyadari bahwa ketergantaungan kita pada sinar matahari tidak lebih besar dibandingkan kepada mesin pencari informasi.
" Era para nabi adalah era informasi. Mayoritas kita tidak menyadari hal itu. Dan saat ini, Tuhan mengembalikan zaman itu kepada kita, sekarang.
The Greatest Design, bagian awalnya sempat membingungkan, karena beberapa chapter ceritanya nggak ada sambungannya sama sekali. Mungkin seperti kepingan puzzle yang akan sambung-menyambung sejalan dengan alur cerita. Dan benar saja, akhirnya ada korelasi yang menyambungkan satu cerita dengan cerita yang lain.
Salut sama penulisnya yang sudah riset begitu detail tentang jalan inti ceritanya. Dapat informasi baru tentang tabut, Tibet, dan cerita tentang tiga agama samawi: Yahudi, Nashrani, dan Islam.
So far, ceritanya bagus. Dikira akan menceritakan tentang Yajuj Majuj, namun ternyata bukan. Menyajikan tentang ramalan-ramalan hari akhir. Dan kisah tentang bulan terbelah itu Subhanallah sekali, meskipun fakta ilmiahnya masih harus dibuktikan (atau memang ternyata sudah terbukti namun fakta ini disembunyikan? Wallahu a'lam). Keren! Hanya minus di banyak editing yang tersilap. Banyak typo dan gak sesuai dengan penulisan KBBI. Tapi jalan ceritanya utuh dan menegangkan.
ini termasuk buku yang cukup membuat saya kedut2 jidat, mikir maksutnya.. waktu awal2 baca saya belum nemu hubungan antar tokoh, trus dihubungkan juga dengan imam mahdi n pembunuhan pria2 ibnu abdullah, asli bingung :| action semua sampe tengah2 buku juga masih belom nangkep, capek banget bacanya, tapi bikin penasaran, akhirnya setelah bosen saya letakkan ini cerita, tapi karena penasaran saya terusin lagi :D barulah setelah halaman 450 sekian saya nemu jalan ceritanya, baru ngerti alurnya, hehe.. lama banget nemunya.. tapi seperti buku2 yang lain, di akhir cerita ini tetap menyisakan pertanyaan, soalnya masih gantung, tokoh2 'jagoan'nya masih menjadi incaran pembunuh, apa pembunuh itu berhasil ngebunuh ato ngga, gak selesai ceritanya..
Awalnya agak membosankan tapi di pertengahan cerita hingga akhir makin kerasa thrillernya. Tidak banyak penulis Indonesia yg bisa membuat novel spt ini, bumbu hollywoodnya juga terasa, saya bisa ngebayangin menonton film petualangan di bioskop ketika membaca buku ini. Semangatnya sebenarnya tentang hari akhir yg dikemas dlm bentuk novel, fakta2nya menarik. Ini novel riset yang baik seperti yg diakui kepala Litbang Diknas, Mansyur Ramli dalam endorsemennya.
Sarat dengan fakta. Penulis mengambil masa selama 2 tahun membuat penyelidikan. Jika berminat mengenai illuminati, kisah akhir zaman, sejarah Nabi Musa dan Harun, kisah keturunan Levi@Lewi dan konspirasi buku ini tidak mengecewakan.
Cuma di akhir cerita agak tergantung. Rupa-rupanya ada sambungan ke buku seterusnya, Novus Ordo Seclorum.
Di awal pembacaan, seperti melihat kembali karya Paul Sussman - seorang penulis, arkeolog, dan jurnalis Inggris. Alurnya begitu cerdas! Hingga dua per tiga novel saya merasakan keasyikan saat membaca, tapi langsung pupus begitu saja karena tidak ada klimaks cerita. Alur seperti dipaksakan untuk cepat selesai, sehingga agak-agak bikin illfeel. Sayang....
thanks a jar ke ashar, yang nodong aku buat baca buku ini =)) kamu tahu? ini buku tentang 4 agama, api ga ada gontok gontokan antar agama itu, justru bekerjasama buat mengungkap sesuatu, nah sesuatu apa? apa hayo? sesuatu yang real dan dijelaskan dalam kitab agama-agama itu, yah lakumdinukum waliyadin, tapida.. baca welah, seru, cuma.. tebel dan kertas buran beroooh!! :3
Fakta2 & teori yg disajikan sebenernya cukup bagus tp sayang kurang dikemas baik.. Akhirnya fakta yg ada diulang2 terus, diputar2 sampe akhir cerita.. pembaca pun ga mendpt pengungkapan besar baru di endingnya, selain yg udah didapat di awal2 cerita..
Memang tak ada habisnya membahas konspirasi. Buka mata dan fikiran. Dan lihatlah sekitar kita. Ah..tetnyata kita adalah bidak konspirasi. Time to say NO to paganisme. Buku ini menguak misteri tentang akhir zaman. Believe it or not.
buku yang bagus. meski sedikit berat karena melibatkan teori konspirasi dan beberapa fakta sejarah tentang hari akhir, buku ini menyajikan cerita yg menarik dan memukau.
Beberapa tokoh yg mempunyai misi masing-masing dan dipertemukan oleh salah satu tokoh atas dasar ambisi spritual lalu menjadi sebuah kelompok kecil. Jalan ceritanya rumit sulit dicerna bagi saya yg lola karna ada beberapa tokoh dan alur cerita. Selebihnya keren bicara tentang konspirasi dunia, novel ini perlu riset terlebih dahulu.
Memang tak ada habisnya membahas konspirasi. Buka mata dan fikiran. Dan lihatlah sekitar kita. Ah..tetnyata kita adalah bidak konspirasi. Time to say NO to paganisme. Buku ini menguak misteri tentang akhir zaman. Believe it or not.