QUINO, Joaquín Salvador Lavado, nace, hijo de inmigrantes españoles, andaluces, en la ciudad de Mendoza (Argentina) el 17 de julio aunque en los registros oficiales conste nacido el 17 de agosto. Desde que nació se lo llamó Quino para distinguirlo de su tío Joaquín Tejón, pintor y dibujante publicitario con quien a los 3 años descubre su vocación. Comienza la escuela primaria donde descubre que su verdadero nombre es Joaquín y vive las dificultades de su personaje Felipe: «Me angustiaba tanto que en los primeros tres meses tenía malas notas, pero después terminaba el año con notas altas, aunque nunca era el primer alumno y eso me daba bronca».
Christmas, nature vacation and back->to->school are the highlights of this run which isn't too heavy with Mafalda making the reader depressed.
Miguelito, and his abstract observations, get more attention than I'm accustomed to yet Quino or the translator has Mafalda call him Manolito on page 51 in a strip that actually has a number "637" in the first panel. Dates are erased in my editions so maybe they missed this one but I cannot decode it since there aren't 63 or 37 days in any month.
Setelah baca Mafalda 7, mulai dapat rasa asli dari komik Mafalda ini. Ternyata memang seru cara penulis menyenggol 'kekacauan dunia' era tahun 1970-an lewat sosok anak-anak tanpa harus kehilangan unsur khas dari anak-anak. Timbun eh koleksi ah.
No me sorprende haberme convertido en scout si crecí con Mafalda que cada vez que escuchaba alguna noticia se levantaba y abrazaba su globo terráqueo pidiendo disculpas en nombre de los adultos 💛
Lo liviano y sencillo de leer que son estas historietas y lo lindo que es leer a Mafalda. Muchos pensaran que no tiene ningún tipo de continuidad, pero acá la niña se entera que va a tener un hermanito y desencadena un montón de pensamientos e ideas que culminan en la llegada de Guille. Hermoso.
Este tomo me gustó pero no tanto como los anteriores, pero no por eso es malo, lejos de eso está! Simplemente lo sentí más plano. No recordé tantos momento ni saqué tantas fotos como en los anteriores.
Más alla de eso, Mafalda siempre nos hace reir y reflexionar con sus ocurrencias.
Noruega. Nadie habla de Noruega. La gente habla de países en los que hay bombas, huelgas, asaltos, cañonazos, crímenes, racismo, revoluciones... Pero de Noruega, ni A Está visto que la violencia tiene mas rating que el bacalao
Cada tomo se pone mejor que el anterior, Mafalda y sus amigos siguen siendo inocentes, aunque empezamos a ver que están más desilusionados con el mundo que antes. Todo lo que pasa desde que Mafalda se entera que va a tener un hermanito es muy chistoso, eso de que la cigüeña viene de París y que por eso tardó meses en traer a Guille y todos los consejos que le dan sus amigos para que llegue más rápido me hicieron el día.
Disfruto mucho leyendo Mafalda, no me voy a cansar de decir que Quino es uno de los mejores humoristas argentinos, sabe retratar al mundo como nadie.
En este tomo vemos el proceso de Mafalda con algo que tiene cualquier niño la noticia y llegada de un hermanito . Mientras sigue con sus amigos con sus juegos ,su lengua mordaz,su inteligencia y sus preguntas. Hasta ahora no tengo uno favorito,pero me gusta como hay tiras en la que Mafalda es protagonista y hay otras en las que aparece solo Miguelito o Manolito ,Susanita o Felipe teniendo así su protagonismo y pudiendo conocerlos .
Este cuarto tomo mantiene el estilo de los anteriores, chistes y críticas que dan para pensar a la vez que te ríes sanamente. Me gustó que incluyeran más cuadros de los demás personajes, y así se repartiera el protagonismo.
Este es uno de los tomos que menos logre conectar, pero seguimos con la irónica y el humor característico de Mafalda. En esta ocasión vemos más participación de otros personajes y no sólo de Mafalda. Veremos qué pasa en el próximo
semakin kocak. dalam edisi keempat na ini, quino ga cuma mengangkat mafalda sebagai tokoh utama dengan kritikan lugu na, tapi juga rekan-rekan na. manolito, susanita, felipe, miguelito.. semua na punya bagian yang seimbang dalam kisah ini. anak-anak yang meributkan para dewasa, ketika para dewasa sendiri ingin kembali menjadi anak-anak.
mfld: “ma, umur berapa sih kita dianggap adah tua? mama: “tergantung, mafalda. soalnya itu bukan semata-mata masalah umur dan sebenarnya yang paling penting adalah tetap berjiwa muda! begitu! mama melanjutkan mengecat kuku na mfld: “oh! berjiwa muda, ya? terus kalau gitu kapan jiwa mulai butuh riasan, ma?”
namun sebagai anak yang kritis, mafalda tetap saja tak mau menjadi korban karya sastra, iklan atau hal lain yang mengeksplotasi anak-anak.
iklan: “ibu-ibu, belilah washex! mesin cuci dengan teknologi terbaru hanya untuk anda! sangat mudah, sampai anak-anak pun bisa menggunakannya! mfld: “apa??? emangnya buat menyindir ibu-ibu yang payah kalian mesti memakai kami??? eh??? eh???
dan...miguelito, terkadang juga punya celetukan yang mungkin lebih miris dengar na dibanding celetukan mafalda sendiri. banguan karakter yang kuat dalam komik strip ini.
mglt: “eh mafalda, kenapa sih mamamu pake kacamata?” mfld: “disuruh dokter mata” mglt: “kenapa?” mfld: “ya biar bisa melihat dengan baik” mglt: “oh! Bagian mana yang ingin dilihat dengan lebih baik?” mfld: “bagian mana?! aduh miguelito! ya semuanya, dong!” mglt: “idiiih! mamamu pesimis banget, ya!”
selamat membaca... jangan ingin menjadi anak-anak, karena hidup yang sesungguh na dimulai pada usia 40 tahun. lalu sebelum itu kita ngapain ya?
Sumpah aku jadi makin jatuh cinta sama Mafalda cs. Biarpun settingnya Argentina tahun 60-70an tapi tetap saja relevan dengan kondisi di negara kita. Apakah perkembangan negara kita begitu lambatkah?
Lagi-lagi Quino menyajikan komik strip Mafalda yang seolah tidak habis-habisnya mengkritisi masalah politik, sosial dan kemanusiaan. Lewat tokoh Mafalda yang sangat kritis hingga tak jarang membuat orang tuanya kebingungan untuk menjawab atau menghadapi polah tingkah Mafalda yang cukup kritis itu.
Ada yang baru dalam kumpulan komik strip Mafalda yang ke-4 ini. Yaitu lahirnya tokoh baru yang secara harfiah memang baru dilahirkan. Siapa lagi kalau bukan adik Mafalada: Guillermo
Aku berikan kutipan salah satu strip di seri 4 ini:
-Miguelito: Mafalda, emang bener ya di planet lain ada makhluk yang lebih cerdas dari kita? -Mafalda: bisa jadi, Miguelito -Miguelito: menurut perkiraan para ahli makhluk-makhluk itu nggak bisa hidup di planet manapun yang letaknya dekat dengan bumi. -Mafalda: Jelas enggak. Kalau mereka memang pintar, mereka nggak akan mau!
-Manolito: james bond agen rahasia Inggris dengan kode nol nol tujuh! -Manolito: Agen-agen rahasia lain juga punya kode nol nol ini atau nol nol itu -Manolito: jadi tiap lihat raporku... aku jadi merasa kayak agen rahasia juga!
Felipe memasang poster di kamarnya, disaksikan oleh Mafalda. Poster itu bertuliskan: JANGAN TUNDA BESOK APA YANG BISA KAU KERJAKAN HARI INI. + Felipe: SIP! (sambil menatap poster yg sudah terpasang di dinding) + Felipe: AKAN AKU MULAI BESOK !
Miguelito
+ Miguelito: Eh Felipe, emang bener ya kalau permen, film kartun, roti, mainan, komik, sirkus, perosotan, pensil warna, permen karet sudah ada sebelum kita lahir ? - Felipe: Udah! + Miguelito (sambil berlalu): ck ck ck... mubazir banget!
Mafalda dan sup, masakan yg dibencinya
+ Mafalda (berkata dlm hati): Kalau dia bilang itu adalah hal yang baik..., disini itu akan dianggap jelek terus dilarang!! Senangnyaaa... - Mafalda: KENAPA SIH FIDEL CASTRO NGGAK BILANG KALAU SUP ITU ENAK!
Mafalda punya adik
+ Mama (baru datang dari binatu): Adikmu gimana Mafalda? - Mafalda: Baik! - Mafalda: Eh cuma td dia sempat nangis kenceng banget gara2 dotnya aku ambil! + Mama (marah): Aduh Mafalda! Mestinya kamu malu! Anak gede bikin anak kecil yang nggak bisa ngapa2in menderita! Dimana kamu pernah melihat hal kayak gitu? - Mafalda: Di PBB?
[... A]o criar esta menina argentina de [seis] anos de idade, [Quino] criou uma heroína que rejeita o mundo tal qual ele é. Ela detesta sopa (exemplo a não seguir!) e o racismo e interessa-se muito por política, imaginem só! O destino da humanidade e a paz mundial são alvo constante das suas reflexões.
A Mafalda [...] Conquistou o mundo pela irreverência e perspicácia das suas visões e análises que fazia da vida e do mundo que a rodeava no contexto dos anos sessenta que, no entanto, não deixam de ser atuais!
Chego à conclusão que o caminho da transformação da pedagogia é simples: basta observar o comportamento da Mafalda – diálogos verdadeiros, ainda que muitas vezes irônicos; coerência a toda prova; vinculação dos conteúdos programáticos à realidade; respeito para com o outro, até mesmo na hora de pensar na estrutura física de uma sala de aula. Comunicação plena, a todo momento.
Aunque esta no es la edición que está en mis manos (bueno, al menos en mis libreros en Buenos Aires), veo con agrado que las ediciones nuevas de Mafalda han cambiado su estilo. ¿Qué puedo decir?¿Quién no ha leído sus historietas alguna vez? Miguelito, en tapa (y todo arregladito) me parece un buen "intendente de su persona".
-Mafalda sedang bersepeda - Mafalda melihat Miguelito bersembunyi di bawah kursi taman - Mafalda: "Miguelito? kamu kenapa? ngapain sembunyi di situ" - Miguelito: "aku takut sama pajak, Mafalda! sekarang udah nggak ada yang bebas pajak"
Isu-isu yang diusung dalam buku ke-4 ini masih sama. Eh, sepertinya semua seri memang sama yak, momen atau background peristiwanya saja yang berbeda. Yang saya kagum penerjemahnya. Lihai sekali membahasakan segala kekritisan dan kekonyolan Mafalda dkk, menangkap suasana dan menyesuaikannya dengan pembaca Indonesia. Jadi ingat penerjemah Asterix.
Masih tetep segar kritik2 yang ada disini, dan tentu saja masih saaangat relevan dengan kondisi politik kita disini. Mafalda masih terus memikirkan kondisi carut marut dunia. Manolito masih tetap narsis dengan toko kelontong bapaknya. Felipe masih tetap setia dengan Mafalda. Susanita ga bergeming dengan impian ibu rumah tangga dengan anak banyak dan tetap narsisssss... (*^^*)
Me encanta cuando Mafalda hace que Felipe deje de imaginar cosas tan asdfgh<3 Susanita me sigue haciendo enojar, joder, que niña tan !"#$%&/() Estoy llegando a pensar que Miguelito es mi próximo amor literario. Manolito, bueno él me cae mejor que Susanita.
Ya quiero ver como Mafalda de lleva con su hermanito.
Mafalda punya adik cowok nih diterbangkan bangau langsung dari Paris, Susanita iri karena Mafalda punya adik cowok, Miguelito bertanya kenapa tidak menggunakan Air France saja, Manolito mengusulkan nama Manolito (seperti biasa lah), Felipe saja yang sepertinya bereaksi dengan wajar hahahaha