Buku ini adalah kelanjutan buku pertama serial Dari Presiden ke Presiden. Bila dalam jilid pertama Benny mencatat kegenitan elite politik, pada jilid kedua, dia melukiskan perekonomian Indonesia.
Sepanjang 1998-2009 Indonesia sarat masalah ekonomi. Kartunis Benny Rachmadi mencatat peristiwa-peristiwa ekonomi selama lebih daripada satu dasawarsa dalam kartun.
Benny Rachmadi adalah seorang kartunis. Bersama dengan Muhammad Misrad, alumni Institut Kesenian Jakarta ini membuat strip komik Benny & Mice yang berisi tentang kriti-kritik sosial.
Ini adalah kompilasi kartun opini oleh Benny Rachmadi yang tayang di Harian dan Mingguan Kontan. Kartun opini ini hanya satu kolom dengan satu topik sesuai apa yang hangat di masa itu, seperti BBM, pajak, minyak goreng, beras impor, pengangguran, dan banyak lagi topik-topik hits lainnya. Sebagai penyuka kartun Benny, saya juga menyukai tulisan tangannya di balon-balon percakapan. Tapi kalau diperhatikan di buku ini, tulisan tangan Benny digantikan dengan font digital sejak kartun opini tahun 2007. Walau begitu, tetap saja gambarnya selalu dan selalu kocak! :D
Menceritakan tentang intrik politik yang terjadi pada beberapa presiden Indonesia terdahulu. Buku ini terdiri dari dua seri, saya telah membaca keduanya namun untuk saya pribadi lebih menyukai buku seri kedua, sebab seri pertama berisi humor anekdot elite politik, sedangkan seri kedua melukiskan keadaan politik dan perekonomian Indonesia sepanjang tahun 1998 hingga 2009.
Saya berharap kiranya suatu saat nanti om Benny berkenan untuk melanjutkan seri buku dan menambah gambaran serta opininya terkait pemerintahan pak SBY periode ke-dua dan sepuluh tahun masa pemerintahan bapak Jokowi.
Adalah novel grafis berupa gambaran satir kehidupan rakyat Indonesia dari presiden ke presiden. Berisi kartun-kartun yang pernah dimuat di Kontan (harian dan mingguan). Aku suka ide-ide gambarnya (yaiyalaaah, Kontan gitu). Nyelekit dan ngena (mestinya). Membaca buku terbitan 2009 menjelang pemilu 2024, ternyata masih (banyak) aja yang relevan. Haha. Miris ya. Tapi begitulah kenyataannya.
Jika dibaca sekarang, karikatur di buku ini mengajak bernostalgia soalnya runyamnya masalah minyak tanah, dan beberapa persoalan ekonomi di awal dekade 2000-an.
Setelah buku yang pertama selesai saya baca, saya pun menyantap buku ke-2 yang masih bertema Presiden dengan segala dinamikanya, karya Benny Rachmadi. Kali ini berjudul Karut Marut Ekonomi. Ketika buku pertama bertema Tingkah Polah Elit Politik, maka buku ini menceritakan dan merangkum kejadian-kejadian bertema ekonomi yang terjadi pada masa pemerintahan Presiden Habibie hingga Presiden SBY.
Sekali lagi, Benny Rachmadi kembali menggoreskan gambar yang luar biasa iconicnya. Kadang lama saya memandangi setiap gambar yang menjadi cerita dari tema yang diangkat ketika itu. Saya berpikir dan kadang menemukan sebuah ide yang luar biasa hebatnya dibalik sebuah gambar itu. Kok bisa ya, pikir saya. Tak jarang pula saya tersenyum bahkan tertawa bila melihat kartun yang lucu. Bahkan mimik wajah dari tokoh-tokoh kartun itu tak jarang membuat saya tertawa. Bagaimana mereka yang korupsi digambarkan dengan tikus yang berjas, atau rakyat miskin yang sosoknya digambarkan khas bulukan dengan wajah yang lesu, haha.
Memang banyak komik-komik Mas Benny yang dijual di toko buku dengan berbagai tema. Saya cukup tertarik untuk mengikutinya, mungkin lain kali akan saya share disini. Tetaplah berkarya Mas Benny Rachmadi!
Buku yang cocok sebagai selingan setelah membaca karya sastra roman penuh kalimat bersayap. Benny melukis keadaan perekonomian pada tiap era kepemimpinan dengan goresan tinta yang sederhana namun penuh makna. bagaimana Habibie yang sangat intelek namun kurang pertimbangan, Gusdur yang gemar jalan-jalan, Megawati yang suka obral aset negara, dan SBY yang selalu bimbang dalam mengambil keputusan. baca ini tanpa perlu berpikir keras menganalisis dunia politik ekonomi yang carut marut di Indonesia. selamat membaca. picture tells more :)
Lumayan sih, masih agak lucu. Cuma sedikit kecewa juga karena lebih lucu buku yang pertama... buku yang kedua ini kesannya disusun lebih asal-asalan. Lah covernya aja ngambil dari gambar-gambar di buku pertama. Trus gak dapet halaman berwarna tapi harganya tetep sama.
Bagaimana politik Indonesia dari Presiden ke Presiden disampaikan dengan banyak karikatur menarik, aku menyukai gaya Benny yang khas dalam menyampaikan kritiknya terhadap dunia politik Indonesia dari tahun ke tahun.
Mas Benny ini......apa ya....kreativitasnya djempolan! Idenya itu adaa aja. Bahkan sampai sekarang, ekonomi kita memang masih carut marut gak karuan....