What do you think?


My Life, My Secret: Catatan Hati Krisdayanti
Kisah hidup KD ternyata sangat inspiratif dan menyentuh hati. Ada pelajaran hidup yang bisa didapat darinya. Kita tidak hanya terkesima dengan sensasi isinya, tapi juga bisa meresapi hikmahnya. Yang pasti sang diva menjadi semakin “tangguh” setelah semua kejujurannya terungkap.
Buku ini bukan hanya mencatat perjalanan sukses seorang Krisdayanti (KD). Lebih dari itu. Bermula dari keinginan untuk menjadi dirinya sendiri agar hatinya lega dan bahagia, KD harus mengungkapkan kejujuran. Sisi gelap, yang pernah mampir dalam kehidupannya, diungkapkannya secara blak-blakan. Semuanya belum pernah dimuat di media mana pun.
Buku ini bukan hanya mencatat perjalanan sukses seorang Krisdayanti (KD). Lebih dari itu. Bermula dari keinginan untuk menjadi dirinya sendiri agar hatinya lega dan bahagia, KD harus mengungkapkan kejujuran. Sisi gelap, yang pernah mampir dalam kehidupannya, diungkapkannya secara blak-blakan. Semuanya belum pernah dimuat di media mana pun.
442 pages, Paperback
First published June 1, 2009
About the author
Alberthiene Endah
62 books167 followersRr. Alberthiene Endah Kusumawardhani Sutoyo, better known as Alberthiene Endah, is an Indonesian biographer, novelist, and journalist. She is known for her in-depth biographies of Indonesian celebrities, such as Chrisye and Krisdayanti. She has been called "the most sought after biographer in Indonesia.
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 20 of 20 reviews
September 3, 2009
Bukan karena lagi heboh perceraian "mimi & pipi" lalu gw baca buku ini. (Spoiler Alert!). Tapi buku ini emang gw baca sebelum berita perceraian mereka merebak.
Mengesankan. KD lumayan berani terbuka untuk beberapa hal, yang sebelumnya mungkin dia tutupi karena bisa berdampak terjadinya hal-hal yang diinginkan (eh salah, yg tidak diinginkan).
Kisah tentang keterlibatannya dengan shabu-shabu, membuka kenyataan bahwa narkoba memang seakan menjadi konsumsi standar para artis yang kelebihan uang, krisis, gamang, tak tahan godaan para bandar, tak punya hobi khusus yg menjadi pelarian saat ada uang berlebih, lalu mereka terjerumus ke lembah narkoba (alamaaak.. bhs terakhir ini ustadz banget gak sih.. ;-)..).
Lalu tentang operasi plastik. KD juga berani terbuka bahwa dia memang sempat kecanduan. Ia melakukan suntik botox, untuk menjadikan wajahnya sekarang yang memang seperti boneka (of course kalo udah dimakeup habis2an). Lalu ia juga breasts implant. Kelihatan juga sih, dada nya emang seakan menantang banget.. (oups, puasa!). Tak lupa ia melakukan sedot lemak. Sungguh mencengangkan hasilnya, celana yang tadinya ukuran 29, langsung berubah jadi 26. Interesting kan ?
Ada satu point yg mau gw angkat, karena gw gak temui di buku ini. Tohpati. Sorry mas Bontot, bukan ngegosip ya, dan percayalah gw selalu beli album2 loe yg ori koq... :-). Tapi gw expect ada penjelasan mengenai issue yg beberapa tahun silam ini sempat merebak. Nyatanya, nihil.
Satu kisah yang cukup lucu dan gak kebayang, ketika KD sempat cerita bahwa ia pernah nebeng mobil sayuran dari Bandung sampe tol Jatibening.. pengalaman yg berkesan tentunya.
Menarik untuk dibaca. Again, mengesankan.
-andri-
Mengesankan. KD lumayan berani terbuka untuk beberapa hal, yang sebelumnya mungkin dia tutupi karena bisa berdampak terjadinya hal-hal yang diinginkan (eh salah, yg tidak diinginkan).
Kisah tentang keterlibatannya dengan shabu-shabu, membuka kenyataan bahwa narkoba memang seakan menjadi konsumsi standar para artis yang kelebihan uang, krisis, gamang, tak tahan godaan para bandar, tak punya hobi khusus yg menjadi pelarian saat ada uang berlebih, lalu mereka terjerumus ke lembah narkoba (alamaaak.. bhs terakhir ini ustadz banget gak sih.. ;-)..).
Lalu tentang operasi plastik. KD juga berani terbuka bahwa dia memang sempat kecanduan. Ia melakukan suntik botox, untuk menjadikan wajahnya sekarang yang memang seperti boneka (of course kalo udah dimakeup habis2an). Lalu ia juga breasts implant. Kelihatan juga sih, dada nya emang seakan menantang banget.. (oups, puasa!). Tak lupa ia melakukan sedot lemak. Sungguh mencengangkan hasilnya, celana yang tadinya ukuran 29, langsung berubah jadi 26. Interesting kan ?
Ada satu point yg mau gw angkat, karena gw gak temui di buku ini. Tohpati. Sorry mas Bontot, bukan ngegosip ya, dan percayalah gw selalu beli album2 loe yg ori koq... :-). Tapi gw expect ada penjelasan mengenai issue yg beberapa tahun silam ini sempat merebak. Nyatanya, nihil.
Satu kisah yang cukup lucu dan gak kebayang, ketika KD sempat cerita bahwa ia pernah nebeng mobil sayuran dari Bandung sampe tol Jatibening.. pengalaman yg berkesan tentunya.
Menarik untuk dibaca. Again, mengesankan.
-andri-
August 6, 2009
Jika Anda ingin tidak dilupakan orang segera setelah Anda meninggal dunia, maka tulislah sesuatu yang patut dibaca atau buatlah sesuatu yang pantas untuk diabadikan. (Franklin)
Krisdayanti (KD), begitu orang mengenalnya. Ia dikenang karena lagu-lagunya beberapa kali merajai pasar musik Indonesia hingga manca. Permainan perannya di layar kaca sempat memukau dan menguras air mata ibu-ibu pecinta sinetron. Tampilan panggungnya glamor, atraktif, dan memikat. Setiap gaya rambut, pakaian, hingga alisnya menjadi barometer trend para perempuan. Ia menjadi sorotan halayak. Kiprahnya dikenang dan tercatat dalam sejarah musik tanah air. Ibarat produk, ia adalah barang kelas 1.
Sebagai ‘produk’ kelas 1, KD menjaga sekali kepuasan pelanggannya, dalam hal ini pengemarnya. Untuk itu ia berusaha sebisa-bisanya untuk menjaga kualitas ‘produk’. KD bukan hanya menjaga kualitas suara, tapi juga penampilan panggung dan citra diri seutuhnya. Baginya, pengemar yang sudah membayar mahal untuk melihatnya di panggung, layak mendapat suguhan terbaik. Penata musik, pinata rias, penata kostum, koreografer, hingga tata panggung dilakukan oleh orang-orang terpilih dan terbaik dikelasnya. Penggemar yang mengaguminya sebagai bintang, juga layak mendapat apresiasi penuh. Citra diri sorang bintang dibangunnya dengan pondasi keyakinan, harapan, dan menejemen yang kuat.
Sebagai seorang ‘bintang’, KD bukan hanya ingin populer tapi juga ingin agar dirinya selalu dikenang penggemarnya, KD menjalankan petikan kalimat Franklin di atas dengan baik. Di jagad tarik suara, ia akan dilupakan jika lagu-lagunya tak lagi memenuhi selera telinga pasar. Tapi KD terus berinovasi. Dan seperti kata Franklin, KD menulis sesuatu yang pantas dibaca orang lain, buku.
Buku itu bertajuk “Catatan Hati Krisdayanti: My Life My Secret” (MLMS), ditulis dan tata ulang oleh Alberthiene Endah, penulis yang sudah akrab dengan dunia artis dan pernah menulis biografi beberapa artis lain seperti Chrisye, Titik Puspa, Anne Avanty, Venna Melinda, dan KD sendiri. Buku ini adalah buku kedua yang mengupas sisi hidup seorang KD, sang diva, sang bintang.
MLMS ditulis dengan semangat berbagi. Menguak rahasia kesalahan di masa lalu, dan membagi pelajaran berharga dari dalamnya. Tentu saja ini bukan hal baru. Banyak orang penting (baca:public figure) yang menguak sisi-sisi gelap dirinya dengan semangat berbagi kisah dan teladan hidup. Namun, sebagai seorang bintang, upaya KD membukukan catatan hidupnya bukan semata karena ingin berbagi. Ini adalah satu dari sekian banyak upaya yang ia lakukan untuk mempertahankan kebintangannya.
Dalam rumus karir KD, eksistensi adalah kunci untuk tetap bertahan dan dikenang sebagai seorang bintang. Ketika pasar musik Indonesia digeruduk musik-musik band dan maskulin, KD harus mempertahankan kebintangannya dengan terus berkarya. Ia tak bisa memaksakan masyarakat untuk selalu menerima musik dan lagunya. Maka ia harus berkarya dalam format lain agar masyarakat terjaga ingatannya akan seorang KD. Dan ia memilih untuk membuat buku (lagi).
Buku adalah monumen perjalanan yang merekam jejak sang bintang. Ketika sang bintang masih menghela nafas, pembacanya dapat menilik kebenaran dari apa yang dikatakan buku dengan memadankannya dengan realitas. Ini tentu berbeda jika buku ditulis ketika sang bintang sudah berkalang tanah. Pembaca hanya bisa membayangkan dan mengira-ngira saja. Itu pula alasan mengapa Omi Intan Naomi menulis proses berkarya Ugo Untoro dalam senirupa justru ketika Ugo masih hidup. Meski tak lama setelah buku itu terbit, Omi rebah untuk selama-lamanya. Namun ia telah meninggalkan sesuatu yang dapat dikenang:buku. Ugo maupun KD adalah bintang, dan mereka patut membangun monumennya dalam sebuah buku.
Buku pertama KD, “1001 KD”, lebih banyak mengungkap sisi positif KD sebagai bintang. Pencapaian-pencapaian dan pernik-pernik hidupnya yang membentuk citra seorang bintang. Maka MLMS mengimbanginya dengan menampilkan sisi KD sebagai manusia biasa yang tak luput dari alpa dan luput.
Dalam beberapa wawancara dengan media massa, KD menyebutkan bahwa ada tiga rahasia penting yang diungkapnya dalam MLMS. Pertama, KD pernah mengonsumsi narkoba pada 1998 hingga 1999. Kedua, KD pernah ditalak oleh Anang, suaminya. Dan ketiga, ia mengungkapkan bahwa ia pernah operasi plastik. Bagi KD, ketiga hal itu adalah rahasia besar dalam kehidupannya. KD memang bertahan untuk menjaga citra yang dibangunnya dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan memunculkan sosok KD yang nyaris sempurna :Cantik, tubuh sempurna, populer, materi melimpah, keluarga bahagia,dan banyak kawan.Maka segala hal-hal buruk yang dapat menurunkan citranya wajib segera ditutup dan diupayakan tidak tersiar ke publik. Maka MLMS menjadi semacam sensasi untuk kembali mengetuk ingatan orang akan seorang KD.
Bagi saya, tidak ada yang terlalu mengejutkan dari ketiga rahasianya. Narkoba adalah barang yang sudah akrab dengan dunia selebriti. Media massa sudah banyak merekam kronik artis yang pernah menjajalnya. Sebut saja Roy Marten, Ari Laso, Doyok, Slank, Sheila Marcia, dan lain-lain. Mereka itu yang kebetulan tertangkap, yang masih menikmati surga semu itu juga tak sedikit. Padatnya kegiatan keartisan yang membutuhkan stamina prima, psikologi yang tertekan karena terus menjadi sorotan, hingga lingkungan pergaulan yang akrab dengan dunia malam adalah beberapa alasan yang acap kali terlontar. Narkoba menjadi identik dengan dunia keartisan secara tidak langsung karena media banyak memberitakan artis yang menggunakan barang memabukkan itu. Maka ungkapan KD pernah menghisap shabu-shabu tidaklah terlalu mengejutkan.
Pengakuan bahwa Anang pernah melontarkan talak pada KD gara-gara KD bersikap kasar pada ibu mertuanya juga tak terlampau mengejutkan sebenarnya. Sekali lagi, ini karena media telah banyak memberitakan peristiwa kawin-cerai dikalangan artis. Hingga hal itu menjadi hal yang dianggap biasa bagi kalangan artis dimata penikmat media.
Demikian juga dengan operasi plastik. Sudah bukan gossip atau hisapan jempol jika artis banyak melakukan operasi plastik untuk merubah atau mempertahankan penampilannya agar tetap prima. Lagi pula, operasi plastik banyak dilakukan untuk membantu mengembalikan kondisi tubuh wanita paska melahirkan yang kendur. Ketika KD melakukannya, sudah tidak aneh. Selain banyak orang melakukannya, beberapa media memang pernah mempertanyakan postur tubuhnya dan melontar tuduhan operasi plastic. Maka pengakua KD kemudian hanya menjadi satu pembenaran saja atas tuduhan itu.
Selebihnya, MLMS layak mendapat apresiasi mengingat tak banyak seniman kita yang memiliki kesadaran untuk membukukan perjalanan hidup dan karirnya sehingga generasi mendatang dapat belajar dari bukunya. Pencatatan ini penting, karena sejarah ditorehkan dari sini. Buku menjadi semacam monumen sejarah hidup. Tempat dimana setiap pencapaian dan peristiwa dikenang. Kita akan mengenal sejarah dengan baik jika kita dapat mengenali sejarah diri kita sendiri, begitu kata Pramoedya. Maka tulislah sejarah hidupmu sebaik-baiknya, serapi-rapinya. (Diana AV Sasa)
Krisdayanti (KD), begitu orang mengenalnya. Ia dikenang karena lagu-lagunya beberapa kali merajai pasar musik Indonesia hingga manca. Permainan perannya di layar kaca sempat memukau dan menguras air mata ibu-ibu pecinta sinetron. Tampilan panggungnya glamor, atraktif, dan memikat. Setiap gaya rambut, pakaian, hingga alisnya menjadi barometer trend para perempuan. Ia menjadi sorotan halayak. Kiprahnya dikenang dan tercatat dalam sejarah musik tanah air. Ibarat produk, ia adalah barang kelas 1.
Sebagai ‘produk’ kelas 1, KD menjaga sekali kepuasan pelanggannya, dalam hal ini pengemarnya. Untuk itu ia berusaha sebisa-bisanya untuk menjaga kualitas ‘produk’. KD bukan hanya menjaga kualitas suara, tapi juga penampilan panggung dan citra diri seutuhnya. Baginya, pengemar yang sudah membayar mahal untuk melihatnya di panggung, layak mendapat suguhan terbaik. Penata musik, pinata rias, penata kostum, koreografer, hingga tata panggung dilakukan oleh orang-orang terpilih dan terbaik dikelasnya. Penggemar yang mengaguminya sebagai bintang, juga layak mendapat apresiasi penuh. Citra diri sorang bintang dibangunnya dengan pondasi keyakinan, harapan, dan menejemen yang kuat.
Sebagai seorang ‘bintang’, KD bukan hanya ingin populer tapi juga ingin agar dirinya selalu dikenang penggemarnya, KD menjalankan petikan kalimat Franklin di atas dengan baik. Di jagad tarik suara, ia akan dilupakan jika lagu-lagunya tak lagi memenuhi selera telinga pasar. Tapi KD terus berinovasi. Dan seperti kata Franklin, KD menulis sesuatu yang pantas dibaca orang lain, buku.
Buku itu bertajuk “Catatan Hati Krisdayanti: My Life My Secret” (MLMS), ditulis dan tata ulang oleh Alberthiene Endah, penulis yang sudah akrab dengan dunia artis dan pernah menulis biografi beberapa artis lain seperti Chrisye, Titik Puspa, Anne Avanty, Venna Melinda, dan KD sendiri. Buku ini adalah buku kedua yang mengupas sisi hidup seorang KD, sang diva, sang bintang.
MLMS ditulis dengan semangat berbagi. Menguak rahasia kesalahan di masa lalu, dan membagi pelajaran berharga dari dalamnya. Tentu saja ini bukan hal baru. Banyak orang penting (baca:public figure) yang menguak sisi-sisi gelap dirinya dengan semangat berbagi kisah dan teladan hidup. Namun, sebagai seorang bintang, upaya KD membukukan catatan hidupnya bukan semata karena ingin berbagi. Ini adalah satu dari sekian banyak upaya yang ia lakukan untuk mempertahankan kebintangannya.
Dalam rumus karir KD, eksistensi adalah kunci untuk tetap bertahan dan dikenang sebagai seorang bintang. Ketika pasar musik Indonesia digeruduk musik-musik band dan maskulin, KD harus mempertahankan kebintangannya dengan terus berkarya. Ia tak bisa memaksakan masyarakat untuk selalu menerima musik dan lagunya. Maka ia harus berkarya dalam format lain agar masyarakat terjaga ingatannya akan seorang KD. Dan ia memilih untuk membuat buku (lagi).
Buku adalah monumen perjalanan yang merekam jejak sang bintang. Ketika sang bintang masih menghela nafas, pembacanya dapat menilik kebenaran dari apa yang dikatakan buku dengan memadankannya dengan realitas. Ini tentu berbeda jika buku ditulis ketika sang bintang sudah berkalang tanah. Pembaca hanya bisa membayangkan dan mengira-ngira saja. Itu pula alasan mengapa Omi Intan Naomi menulis proses berkarya Ugo Untoro dalam senirupa justru ketika Ugo masih hidup. Meski tak lama setelah buku itu terbit, Omi rebah untuk selama-lamanya. Namun ia telah meninggalkan sesuatu yang dapat dikenang:buku. Ugo maupun KD adalah bintang, dan mereka patut membangun monumennya dalam sebuah buku.
Buku pertama KD, “1001 KD”, lebih banyak mengungkap sisi positif KD sebagai bintang. Pencapaian-pencapaian dan pernik-pernik hidupnya yang membentuk citra seorang bintang. Maka MLMS mengimbanginya dengan menampilkan sisi KD sebagai manusia biasa yang tak luput dari alpa dan luput.
Dalam beberapa wawancara dengan media massa, KD menyebutkan bahwa ada tiga rahasia penting yang diungkapnya dalam MLMS. Pertama, KD pernah mengonsumsi narkoba pada 1998 hingga 1999. Kedua, KD pernah ditalak oleh Anang, suaminya. Dan ketiga, ia mengungkapkan bahwa ia pernah operasi plastik. Bagi KD, ketiga hal itu adalah rahasia besar dalam kehidupannya. KD memang bertahan untuk menjaga citra yang dibangunnya dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan memunculkan sosok KD yang nyaris sempurna :Cantik, tubuh sempurna, populer, materi melimpah, keluarga bahagia,dan banyak kawan.Maka segala hal-hal buruk yang dapat menurunkan citranya wajib segera ditutup dan diupayakan tidak tersiar ke publik. Maka MLMS menjadi semacam sensasi untuk kembali mengetuk ingatan orang akan seorang KD.
Bagi saya, tidak ada yang terlalu mengejutkan dari ketiga rahasianya. Narkoba adalah barang yang sudah akrab dengan dunia selebriti. Media massa sudah banyak merekam kronik artis yang pernah menjajalnya. Sebut saja Roy Marten, Ari Laso, Doyok, Slank, Sheila Marcia, dan lain-lain. Mereka itu yang kebetulan tertangkap, yang masih menikmati surga semu itu juga tak sedikit. Padatnya kegiatan keartisan yang membutuhkan stamina prima, psikologi yang tertekan karena terus menjadi sorotan, hingga lingkungan pergaulan yang akrab dengan dunia malam adalah beberapa alasan yang acap kali terlontar. Narkoba menjadi identik dengan dunia keartisan secara tidak langsung karena media banyak memberitakan artis yang menggunakan barang memabukkan itu. Maka ungkapan KD pernah menghisap shabu-shabu tidaklah terlalu mengejutkan.
Pengakuan bahwa Anang pernah melontarkan talak pada KD gara-gara KD bersikap kasar pada ibu mertuanya juga tak terlampau mengejutkan sebenarnya. Sekali lagi, ini karena media telah banyak memberitakan peristiwa kawin-cerai dikalangan artis. Hingga hal itu menjadi hal yang dianggap biasa bagi kalangan artis dimata penikmat media.
Demikian juga dengan operasi plastik. Sudah bukan gossip atau hisapan jempol jika artis banyak melakukan operasi plastik untuk merubah atau mempertahankan penampilannya agar tetap prima. Lagi pula, operasi plastik banyak dilakukan untuk membantu mengembalikan kondisi tubuh wanita paska melahirkan yang kendur. Ketika KD melakukannya, sudah tidak aneh. Selain banyak orang melakukannya, beberapa media memang pernah mempertanyakan postur tubuhnya dan melontar tuduhan operasi plastic. Maka pengakua KD kemudian hanya menjadi satu pembenaran saja atas tuduhan itu.
Selebihnya, MLMS layak mendapat apresiasi mengingat tak banyak seniman kita yang memiliki kesadaran untuk membukukan perjalanan hidup dan karirnya sehingga generasi mendatang dapat belajar dari bukunya. Pencatatan ini penting, karena sejarah ditorehkan dari sini. Buku menjadi semacam monumen sejarah hidup. Tempat dimana setiap pencapaian dan peristiwa dikenang. Kita akan mengenal sejarah dengan baik jika kita dapat mengenali sejarah diri kita sendiri, begitu kata Pramoedya. Maka tulislah sejarah hidupmu sebaik-baiknya, serapi-rapinya. (Diana AV Sasa)
December 31, 2009
bacaan pas nongkrong nunggu customer juga..
termasuk buku yang paling dicari ma orang2 berhubung hebohnya perceraian krisdayanti saat itu..kalo diingat-ingat semua orang ampe ngantri untuk baca di tempat atau baca untuk dibawa pulang heu....ampe kucel juga hehe
perjalanan KD dari bawah dari yg bukan apa2 menjadi apa2
lalu kena narkoba dan berbagai prosedur operasi plastik yang harus dijalani selama ini. Lalu kisah cinta dengan Anang dan anak2nya. Lumayan memuaskan para pecinta KD yang selama ini bertanya2 soal KD selama ini
yah lumayanlah..ada artis yang mo curhat dalam bentuk buku :D
termasuk buku yang paling dicari ma orang2 berhubung hebohnya perceraian krisdayanti saat itu..kalo diingat-ingat semua orang ampe ngantri untuk baca di tempat atau baca untuk dibawa pulang heu....ampe kucel juga hehe
perjalanan KD dari bawah dari yg bukan apa2 menjadi apa2
lalu kena narkoba dan berbagai prosedur operasi plastik yang harus dijalani selama ini. Lalu kisah cinta dengan Anang dan anak2nya. Lumayan memuaskan para pecinta KD yang selama ini bertanya2 soal KD selama ini
yah lumayanlah..ada artis yang mo curhat dalam bentuk buku :D
August 30, 2013
Kejujuran dari sosok Diva Indonesia, Krisdayanti. Dari mulai masa kecilnya yang miskin, bahkan tinggal di rumah 'sakpitik', hingga obsesinya ingin selalu cantik dan seksi membawanya kepada kecanduan operasi plastik. Lumayan menginspirasi. So aku kasih bintang 4 deh ;)
December 20, 2023
SERANDOM apa hidupmu di tahun 2023 baca biografi Krisdayanti WKWKWK. Tau buku ini lama waktu sekolah dulu. Terus ngga beli dong, mana ada duitnya dulu wey mana bukunya tebel 400an halaman.
Ini buku isinya gamblang betul. Dari jatuh bangun gadis miskin dari Batu lalu merantau ke Jakarta. Pergulatan sama narkoba berupa shabu. Menjadi pecandu botox hingga implan payudara. Dan nyaris dirampok di Tol!
Aku baca ini waktu mbak KD udah jadi nenek dua cucu dan udah sama Om Raul, tapi jadi tau sebegitunya peran Anang saat itu dalam karirnya. Apalagi perjuangan Anang ngerehab KD sampai tiduran di atas batu pesantren Jember.
Ini buku isinya gamblang betul. Dari jatuh bangun gadis miskin dari Batu lalu merantau ke Jakarta. Pergulatan sama narkoba berupa shabu. Menjadi pecandu botox hingga implan payudara. Dan nyaris dirampok di Tol!
Aku baca ini waktu mbak KD udah jadi nenek dua cucu dan udah sama Om Raul, tapi jadi tau sebegitunya peran Anang saat itu dalam karirnya. Apalagi perjuangan Anang ngerehab KD sampai tiduran di atas batu pesantren Jember.
January 26, 2022
Sebuah buku biografi yang mengungkap banyak sisi lain dari KD yang sampai hari ini masih diakui sebagai diva papan atas Indonesia . Terlepas dari kisruh perselingkuhan, perceraian hingga hubungan tak harmoni dengan anaknya, KD memang seorang penyanyi yang sangat profesional yang sejak kecil sudah menggembleng dirinya dan sudah tahu mimpinya. Ada banyak cerita tentang perjuangannya untuk bisa menjadi penyanyi, lika liku rumah tangga, kecanduan narkoba hingga operasi plastik yang dilakukan KD.
May 4, 2022
Semua terlihat wow dari luar kehidupan sang Diva, namun dibalik semua itu banyak proses tumbuh dan jatuh. Banyak pembelajaran yang bisa dipetik dari hidup Diva.
January 5, 2023
Kisah hidup Kris Dayanti sejak masa kecilnya di Batu (Malang Raya) sampai meniti karir di Jakarta. Ditulis dengan sangat apik oleh Alberthiene Endah.
November 7, 2013
Serious, aku kasih 3,5 bintang for this book~
Menginspirasi, dan KD di sini terlihat lumayan apa adanya, atau kata lain berani sedikit terbuka/gamblang. (Aku sebut sedikit, karena aku yakin di sini gak SEMUAnya KD beberkan, tentu masih ada yang ditutupi/sembunyikan).
Sayang, saat baca buku ini, kenyataannya KD dah berpisah dengan Anang. Jadi, seakan mementahkan balik beberapa ulasan di buku ini gitu kesannya..
Karena dalam buku ini terlihat sekali KD sangat mencintai Anang dan mereka sama-sama takut saling kehilangan. Tapi faktanya kan KD sama Raul ya.. :p
Jadinya waktu aku baca 'bahasan' KD tentang Anang yang penuh 'berbunga-bunga', ya jadi gak masuk sama sekali feel nya di aku. Wong kenyataannya sekarang yang terlihat berbeda (emang salah sih bacanya baru pas zaman sekarang)
Tapi lucu sih mengikuti kisah cinta mereka.. :D Sayang ya..cerai :" Tapi ya pasti semua itu ada hikmahnya.
Dan lagi yang bikin aku tertarik dan suka sama buku ini, bukan karena adanya fakta terkuak tentang KD yang terjerumus ke narkoba, operasi plastik, atau kehidupan rumah tangganya dengan Anang yang kadang harmonis kadang dihiasi percekcokan. Melainkan bagaimana KD benar-benar menunjukkan bahwa kita boleh bermimpi (tak ada yang salah memimpikan hal besar), yang terpenting bagaimana kita mengejar untuk mencapai mimpi itu. Tak akan pernah ada jalan mulus, pasti ada lika-liku terjalnya. Tinggal kitanya aja gimana tahan banting. Tak ada yang tak mungkin selama kita terus konsisten dan usaha ^^
Satu lagi plus nya, KD di sini ternyata benar benar tak ada bedanya dengan kita (yang bukan seleb ini). Dia juga orang yang tentu punya perasaan macam-macam, ada suka-duka-pahit-getir-manis dll semua dia telan. Padahal yang kita lihat di TV kan KD tuh kayaknya udah memiliki apa yang semua orang ingin punya.. ._.
Menginspirasi, dan KD di sini terlihat lumayan apa adanya, atau kata lain berani sedikit terbuka/gamblang. (Aku sebut sedikit, karena aku yakin di sini gak SEMUAnya KD beberkan, tentu masih ada yang ditutupi/sembunyikan).
Sayang, saat baca buku ini, kenyataannya KD dah berpisah dengan Anang. Jadi, seakan mementahkan balik beberapa ulasan di buku ini gitu kesannya..
Karena dalam buku ini terlihat sekali KD sangat mencintai Anang dan mereka sama-sama takut saling kehilangan. Tapi faktanya kan KD sama Raul ya.. :p
Jadinya waktu aku baca 'bahasan' KD tentang Anang yang penuh 'berbunga-bunga', ya jadi gak masuk sama sekali feel nya di aku. Wong kenyataannya sekarang yang terlihat berbeda (emang salah sih bacanya baru pas zaman sekarang)
Tapi lucu sih mengikuti kisah cinta mereka.. :D Sayang ya..cerai :" Tapi ya pasti semua itu ada hikmahnya.
Dan lagi yang bikin aku tertarik dan suka sama buku ini, bukan karena adanya fakta terkuak tentang KD yang terjerumus ke narkoba, operasi plastik, atau kehidupan rumah tangganya dengan Anang yang kadang harmonis kadang dihiasi percekcokan. Melainkan bagaimana KD benar-benar menunjukkan bahwa kita boleh bermimpi (tak ada yang salah memimpikan hal besar), yang terpenting bagaimana kita mengejar untuk mencapai mimpi itu. Tak akan pernah ada jalan mulus, pasti ada lika-liku terjalnya. Tinggal kitanya aja gimana tahan banting. Tak ada yang tak mungkin selama kita terus konsisten dan usaha ^^
Satu lagi plus nya, KD di sini ternyata benar benar tak ada bedanya dengan kita (yang bukan seleb ini). Dia juga orang yang tentu punya perasaan macam-macam, ada suka-duka-pahit-getir-manis dll semua dia telan. Padahal yang kita lihat di TV kan KD tuh kayaknya udah memiliki apa yang semua orang ingin punya.. ._.
September 2, 2009
Numpang blitz-reading di Gramedia waktu baru diluncurkan, secara tidak pingin punya. Buat buku kategori biografi, terlepas dari kisah yang diceritakan, kekurangan terbesar buku ini adalah foto-fotonya. Dari depan sampai belakang fotonya yang terbaru semua. Padahal foto kan bisa mendukung kisah yang disampaikan, misalnya foto zaman kanak-kanak, foto waktu ikutan Asia Bagus, foto semasa AB Three, foto pernikahan... Jangan-jangan koleksi fotonya hilang karena alasan di bawah ini:
a. banjir
b. pindahan rumah
c. digondol maling
(pilih salah satu)
Bukunya juga terbit kecepetan. Coba terbitnya habis lebaran 1430 H, kan kisah hidupnya bisa lebih lengkap...
a. banjir
b. pindahan rumah
c. digondol maling
(pilih salah satu)
Bukunya juga terbit kecepetan. Coba terbitnya habis lebaran 1430 H, kan kisah hidupnya bisa lebih lengkap...
September 10, 2009
kado surprise dari team di kantor..tau aja lg pengen nih buku.
tks guys.. ;)
*kelar dalam wkt 2 hari saja*
...apa karena fisik bukunya or penuturan kisahnya, koq rasa-rasanya ada sesuatu yang masih nanggung..beberapa kisah yang pembaca justru penasaran, malah masih tak terkuak..
..what?? oh, ok deh KD privilege yah? ..
tks guys.. ;)
*kelar dalam wkt 2 hari saja*
...apa karena fisik bukunya or penuturan kisahnya, koq rasa-rasanya ada sesuatu yang masih nanggung..beberapa kisah yang pembaca justru penasaran, malah masih tak terkuak..
..what?? oh, ok deh KD privilege yah? ..
November 24, 2012
Buku Ini menceritakan kehidupan Krisdayanti atau KD sebagai seorang bintang, bagaimana ia "dituntut" publik untuk sempurna, di buku ini dia menunjukkan sisi "manusia biasa"nya. KD mengisahkan kehidupan dengan sang ibu, adik dan kakaknya. KD juga membuka soal asmaranya dengan Anang di buku ini.
November 11, 2013
Yaelah. Ni buku jaman kd masih hidup bahagia sama anang
January 12, 2016
Banyak orang enggan bermimpi karena merasa tak pantas, atau malu. Padahal? Menjadi sukses adalah hak setiap orang.
May 9, 2012
Thanks buat mbak Ijup yang sudah minjemin buku ini ;)
Inilah kehidupan KD dari sisi pandangnya
Inilah kehidupan KD dari sisi pandangnya
Displaying 1 - 20 of 20 reviews















