Jump to ratings and reviews
Rate this book

Godlob: Kumpulan Cerita Pendek

Rate this book
Cerpen-cerpen Danarto adalah parabel-parabel religius yang luar biasa kaya dinamika dan daya imajinasinya. Tradisional tetapi sekaligus kontemporer. Gambaran mempesona tentang eksistensi manusia dari sudut pandangan orang Jawa. Meramu dua dunia: dunia nyata sehari-hari dan sebuah dunia di luar batas logika, konvensi, dan indera.

157 pages, Paperback

First published January 1, 1974

59 people are currently reading
708 people want to read

About the author

Danarto

30 books42 followers
Danarto dilahirkan pada tanggal 27 Juni 1941 di Sragen, Jawa Tengah. Ayahnya bernama Jakio Harjodinomo, seorang mandor pabrik gula. Ibunya bernama Siti Aminah, pedagang batik kecil-kecilan di pasar.

Setelah menamatkan pendidikannya di sekolah dasar (SD), ia melanjutkan pelajarannya ke sekolah menengah pertama (SMP). Kemudian, ia meneruskan sekolahnya di sekolah menengah atas (SMA) bagian Sastra di Solo. Pada tahun 1958–1961 ia belajar di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta jurusan Seni Lukis.
Ia memang berbakat dalam bidang seni. Pada tahun 1958—1962 ia membantu majalah anak-anak Si Kuncung yang menampilkan cerita anak sekolah dasar. Ia menghiasi cerita itu dengan berbagai variasi gambar. Selain itu, ia juga membuat karya seni rupa, seperi relief, mozaik, patung, dan mural (lukisan dinding). Rumah pribadi, kantor, gedung, dan sebagainya banyak yang telah ditanganinya dengan karya seninya.


Pada tahun 1969—1974 ia bekerja sebagai tukang poster di Pusat kesenian jakarta, Tam Ismail Marzuki. Pada tahun 1973 ia menjadi pengajar di Akademi Seni Rupa LPKJ (sekarang IKJ) Jakarta.

Dalam bidang seni sastra, Danarto lebih gemar berkecimpung dalam dunia drama. Hal itu terbukti sejak tahun 1959—1964 ia masuk menjadi anggota Sanggar Bambu Yogyakarta, sebuah perhimpunan pelukis yang biasa mengadakan pameran seni lukis keliling, teater, pergelaran musik, dan tari. Dalam pementasan drama yang dilakukan Rendra dan Arifin C. Noor, Danarto ikut berperan, terutama dalam rias dekorasi.
Pad tahun 1970 ia bergabung dengan misi Kesenian Indonesia dan pergi ke Expo ’70 di Osaka, Jepang. Pada tahun 1971 ia membantu penyelenggaraan Festival Fantastikue di Paris. Pada tahun 1976 ia mengikuti lokakarya Internasional Writing Program di Iowa City, Amerika Serikat, bersama pengarang dari 22 negara lainnya. Pada tahun 1979—1985 bekerja pada majalah Zaman.
Kegiatan sastra di luar negeri pun ia lakukan. Hal itu dibuktikan dengan kehadirannya tahun 1983 pada Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda.
Tulisnanya yang berupa cerpen banyak dimuat dalam majalah Horison, seperti “Nostalgia”, “Adam Makrifat”, dan “Mereka Toh Tidak Mungkin Menjaring Malaekat”. Di antara cerpennya, yang berjudul “Rintrik”, mendapat hadiah dari majalah Horison tahun 1968. Pada tahun 1974 kumpulan cerpennya dihimpun dalam satu buku yang berjudul Godlob yang diterbitkan oleh Rombongan Dongeng dari Dirah. Karyanya bersama-sama dengan pengarang lain, yaitu Idrus, Pramudya Ananta Toer, A.A. Navis, Umar Kayam, Sitor Situmorang, dan Noegroho Soetanto, dimuat dalam sebuah antologi cerpen yang berjudul From Surabaya to Armageddon (1975) oleh Herry Aveling. Karya sastra Danarto yang lain pernah dimuat dalam majalah Budaya dan Westerlu (majalah yang terbit di Australia).
Dalam bidang film ia pun banyak memberikan sumbangannya yang besar, yaitu sebagai penata dekorasi. Film yang pernah digarapnya ialah Lahirnya Gatotkaca (1962), San Rego (1971), Mutiara dalam Lumpur (1972), dan Bandot (1978).

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
117 (38%)
4 stars
102 (33%)
3 stars
60 (19%)
2 stars
16 (5%)
1 star
12 (3%)
Displaying 1 - 30 of 42 reviews
Profile Image for Ikra Amesta.
149 reviews29 followers
May 26, 2023
Godlob adalah jawaban dari pertanyaan (kalau memang pertanyaan semacam ini ada) tentang bagaimana jadinya jika spiritualitas difiksikan. Membacanya akan memberikan semacam pengalaman sufistik yang menyegarkan, yang ternyata melepas dahaga yang tak pernah saya sadari sebelumnya akan tema dan eksperimen realisme-magis semodel ini. Dengan nama tokoh-tokoh seperti Rintrik, Rutras, Bekakrak-an, Hamlet Kokot-Bolot, sudah pasti setting cerita bukanlah dari dunia yang selama ini kita kenali, pun demikian dengan konflik-konfliknya yang tidak mengangkat urusan tetek-bengek manusia selain dari kefanaan mereka sendiri.

Kita itu tidak ada, hanya Tuhanlah yang ada,” ungkap salah satu karakter. Dan memang kumpulan cerita ini berkisar tentang Tuhan sebagai episentrum dari setiap gerak-gerik kodrat yang menempatkan tiap protagonis pada situasi yang aneh, surealis, sekaligus sufistik. Salome menari-nari telanjang di atas kudanya berharap Tuhan menampakkan wajah dari langit demi menuntaskan kerinduannya. Ahasveros, yang 2000 tahun silam menolak memberi air kepada Yesus yang sedang memanggul salib, berdelusi dalam penyesalannya seolah melihat Yesus tak pernah disalib dan dirinya tak pernah dikutuk oleh rasa bersalah. Sembadra dan Arjuna berdebat hebat di hadapan mayat Abimanyu tentang apa yang semestinya Tuhan perbuat: menghidupkannya atau membiarkannya tetap mati. Sarat parabel religius meski tidak membahas satu agama tertentu dan tidak ada agama apa pun yang diwakili dalam cerpen.

Sapardi Djoko Damono pernah menyampaikan bahwa, “Cerita-cerita Danarto adalah parodi yang mengejek sastra itu sendiri.” Paling gamblang terasa pada cerpen yang berjudul “ABRACADABRA” di mana si narator (penulis dan pembaca) berinteraksi dengan tokoh yang ia ciptakan. Meski sama sekali bukan gaya yang baru tapi cara seperti ini merombak apa yang kita yakini tentang sastra baik secara struktur maupun bentuk. Tapi apa yang sebetulnya diejek oleh Danarto dalam cerpen-cerpennya adalah nalar dan logika para pembacanya. Ia sama sekali tidak berupaya membuat pembacanya percaya kepada plot yang terjadi, tetapi mengajak kita semua untuk merasai dan menghayati nuansa yang justru tidak tertulis dalam plotnya, nuansa ketuhanan yang dekat dan jauh secara bersamaan. Semuanya begitu tak masuk akal, begitu di luar batas, bahkan di luar makna-makna. Dan lekatnya nuansa itu di buku ini, (yang berpadu apik dengan nuansa bulan Ramadan ini), turut andil menerbitkan rasa rindu yang ganjil di saya terhadap Yang Maha Kuasa.
Profile Image for Andri.
137 reviews
July 9, 2009
Kaget jg waktu ada temen pecinta baca yg bilang belom pernah baca buku ini. Gw akan share ke dia deh. Ini adalah kumpulan cerpen yang sangat sangat sangat sangat dahsyat.. Simak sample berikut :

Paragraf pertama di Godlob.

Gagak-gagak hitam bertebahan dari angkasa, sebagai gumpalan-gumpalan batu yang dilemparkan, kemudian mereka berpusar-pusar, tiap-tiap gerombolan membentuk lingkaran sendiri-sendiri, besar dan kecil, tidak keruan sebagai benang kusut. Laksana setan maut yang compang-camping mereka buas dan tidak mempunyai ukuran hingga mereka loncat ke sana loncat kemari, terbang ke sana terbang kemari, dari bangkai atau mayat yang satu ke gumpalan daging yang lain. Dan burung-burung ini jelas kurang tekun dan tidak memiliki kesetiaan. Matahari sudah condong, bulat-bulat membara dan membakar padang gundul yang luas itu, yang di atasnya berkaparan tubuh-tubuh yang gugur, prajurit-prajurit yang baik, yang sudah mengorbankan satu-satunya milik yang tidak bisa dibeli: nyawa! Ibarat sumber yang mati mata airnya, hingga tamatlah segala kegiatan, perahu-perahu mandek dan kandas pada dasar sungainya dan bayi menangis karena habisnya susu ibu.

Buat gw, Danarto ibarat Salvador Dali di dunia cerpen, kalo boleh mengibaratkan AA Navis sebagai sang Rembrandt.

Di bagian pengantar, pak SDD -ya, SDD yang itu, yang bukunya lagi dikupas di puisi bulan ini-, menulis : dalam cerita-cerita ini, Danarto sebenarnya meledek kecenderungan kita untuk mati-matian berpegang teguh pada nalar.

Ada 9 cerpen, termasuk cerpen yang pernah bikin heboh karena judulnya adalah gambar "hati yang terpanah". Favorit gw adalah Asmaradana, tentang Salome putri Herodes yang menantang Tuhan. Danarto mengakhiri dengan ringan... tapi menyadarkan.

Cerpen penutup, judulnya seperti ini :

A B R A C A D A B R A
A B R A C A D A B R
A B R A C A D A B
A B R A C A D A
A B R A C A D
A B R A C A
A B R A C
A B R A
A B R
A B
A


Aneh ? iseng ? sok aneh ? mistis ?.. itulah Danarto.

-andri-
Profile Image for Dion Yulianto.
Author 24 books196 followers
August 3, 2017
Tema ketuhanan memang begitu kental dalam cerpen-cerpen Danarto, tetapi di buku ini tema itu begitu dominan menguasai. Berulang kali tokoh-tokohnya menyuarakan nihilisme dalam hidup. Berulang kali pula Danarto membolak-balik perkataan sehingga kelihatannya apa yang ditulisnya itu membingungkan. Tetapi pembaca yang sudah pernah membaca karya Rumi, literatur-literatur tentang sufi, atau setidaknya komik tentang perjalanan hidup Budhha Gautama, akan bisa sedikit memahami apa yang dimaksud Danarto dengan kalimat-kalimat berbaliknya. Bahwa sejatinya manusia berasal dari bukan apa-apa dan akan kembali kepadaNya sebagai bukan apa-apa kecuali hamba-hambaNya. Lewat bahasa yang terbolak-balik, Danarto seperti hendak mengingatkan kita akan kefanaan dan kekerdilan diri di hadapan Sang Pencipta.

Cerpen-cerpen Danarto anehnya juga masih tetap relevan dibaca saat ini. Bahkan setelah hampir lima puluh tahun berlalu semenjak cerpen-cerpen ini dituliskan, orang masih bisa membaca dan tersentil batinnya saat membaca Godlob. Memang begitulah seorang sastrawan sejati. Ia tidak meninggalkan kepada kita harta benda yang bisa habis sewaktu-waktu, melainkan sebentuk pemikiran yang mungkin akan terus tumbuh mengembang, atau dipikirkan ulang sehingga kalaupun tidak menciptakan sesuatu yang baru, pastilah perlu untuk dipikirkan atau direnungkan lagi dan lagi.

“Apakah ada tingkat-tingkat kebenaran? Agak benar! Lalu banyak benar! Lalu setidak-tidaknya benar! Lalu lumayan benar! “(hlm. 62)

Ulasan di https://dionyulianto.blogspot.co.id/2...
Profile Image for upiqkeripiq.
79 reviews4 followers
February 20, 2012
Buku kedua saya setelah kumpulan cerpen "Adam Makrifat" milik simbah. Dulu waktu lihat di toko buku. Membaca komentar-komentar para pakar di bagian belakang kumcer ini membuat aku semakin penasaran ingin cepat baca. Cerita pertama Godlob membuatku kehilangan mood. Dan akhirnya buku ini sempat saya selingin dengan membaca buku-buku yang lain dulu. Dan akhirnya saat fikiranku udah fresh. Aku lanjutin buat baca kumcer ini.

Cerpen "Godlob" ternyata hanya pada bagian awalnya saja terasa berat. Setelah sampai di pertengahan ya mulai paham dikit-dikit.

Dilanjutkan cerita tentang Rintrik.

Dan saat membaca "Sandiwara atas sandiwara" baru aku mulai setuju dengan komentar para pakar dibelakang buku.

"Kecubung Pengasihan" membuat saya semakin yakin bahwa Simbah memang seorang master.

"Armagedon" membuat saya bergidik ngeri.

"Nostalgia" begitu menarik karena mengandung pewayangan.

Dilanjut petualangan si Ahasveros yang agak membingungkan.

"Asmaradana" lagi-lagi meninggalkan kesan yang begitu mendalam.

"Abracadabra" menutup kumcer ini dengan imajinasi tentang apa yang dialami si Hamlet setelah mati.

Yang saya kagumi dari Simbah adalah imajinasi beliau yang sangat-sangat baik. Bahkan bisa dibilang "sak karepe dewe". Tapi tetap saja saat dibaca imajinasi yang absurd itu bisa meninggalkan kesan dan membuat kita berpikir lagi.
Profile Image for Niskala.
94 reviews1 follower
January 7, 2022
Di sini, penulis kerap berdiri di area yang abu-abu, antara kebenaran dan kerancuan. Analogi yang dipakai beberapa terlalu rumit, memudahkan orang untuk tersesat. Padahal sesungguhnya, kebenaran itu sederhana.
Profile Image for tata.
111 reviews5 followers
August 1, 2022
Pak Danarto ini seperti Salvador Dali-nya sastra. Pertama kalinya baca karya beliau, aku ngerasa sangat religius. Berasa kafir dan jadi nabi at the same time. Apa yang kupertanyain ada di buku ini! Yet, jawabannya menggantung pun, aku ngerasa puas! Dari kumpulan cerpen ini, aku paling suka “Kecubung Pengasihan”. Tulisannya beliau ini kayak nggak bertuhan, tapi ditulis oleh anak Tuhan. Berasa religius itu nggak cuma solat lima waktu, sama sekali bukan cuma itu.
Profile Image for Evan Kanigara.
66 reviews20 followers
November 30, 2024
Kalau ada mesin waktu dan buku ini diedarkan di dunia dua ribu tahun yang lalu, saya yakin buku ini akan menjadi kitab suci hahaha. Bagaimana tidak. Danarto menggunakan berbagai parabel-parabel religius, sastra Inggris klasik, sampai epos Baratayuda dalam meramu realisme magisnya di kumpulan cerpen ini. Dari Yohanes (Yahya) sang pembaptis, Horatio & Hamlet, sampai Abimanyu semua hadir dan bercampur menjadi satu. Sufistik sekaligus parodis di satu waktu. Dan berdasarkan hasil pengamatan saya, Danarto dengan porsi yang cukup besar berkali-kali menggunakan kisah-kisah dalam kitab suci perjanjian baru dalam penyampaian naratif dan simbolismenya. Mungkin sebagai seorang Katolik, hal itu membuat saya sangat menyukai 'Godlob' dan 'ABRACADABRA'.

Tapi dalam berbagai kesempatan, kumpulan cerpen ini mungkin terkesan agak preachy. Diisi dengan dialog-dialog monolog (saya selalu membayangkan mereka berbicara seperti Yesus yang sedang berceramah di tengah murid-muridnya). Padahal sebenarnya bahasannya sangat menarik dan menggugah. Mungkin karena saya sudah tidak spiritually angst, fase itu sudah lama lewat. Kalau saja buku ini saya baca sewaktu SMA, ia pasti akan menghadirkan sensasi reflektif yang lebih mendalam.
48 reviews
May 5, 2025
menudaftar

DEWATASLOT merupakan situs penyedia layanan taruhan online terbaik di Asia yang menyediakan permainan terpopuler dan lengkap di kelasnya. Nikmati berbagai pilihan game seperti sportsbook, e-sport, slots, idn-live, tangkas, live casino, togel hingga tembak ikan di satu tempat.


DEWATASLOT hadir sebagai standar kualitas terbaik pilihan jutaan player yang memiliki sistem enkripsi tercepat. Didukung dengan teknologi terkini yang menghadirkan permainan bebas hambatan ataupun bug. Rasakan sensasi betting online unik, seru dan menantang lewat tampilan dan desain atrakrif. Jangan lewatkan promosi, event dan bonus menarik yang Dewataslot bagikan setiap harinya. Daftar Dewataslot sekarang.
Profile Image for Anggi Hafiz Al Hakam.
329 reviews5 followers
September 8, 2024
Saya selalu suka cerpen-cerpen dari Danarto. Ada nuansa yang berbeda dibanding cerpen-cerpen dari penulis favorit saya yang lainnya.

Keinginan untuk membaca kembali Godlob mulai ada ketika saya punya keinginan untuk membaca "Adam Makrifat". Buku Danarto yang belum pernah saya baca. Saya mendapatkan "Adam Makrifat" dalam kondisi bekas, dan itu tidak masalah. Justru lebih otentik karena saya dapat edisi pertamanya. Klasik!

Usai pembacaan "Adam Makrifat" selesai, tiba-tiba terlintas saya ingin membaca "Godlob". Satu cerpen yang pernah saya baca entah dimana, saya sudah lupa.
Profile Image for Faris Toyyib.
31 reviews
December 8, 2025
kumpulan cerita pendek yang banyak bercerita keterasingan, kerinduan, dan penyatuan makhluk kepada sang khalik: sufisktik. cerita paling berkesan "Asmaradana" karena Salomo, sang tokoh utama, sampai meminta ayahnya memenggal kepala nabi agar tuhan mau menampakkan wajahnya, meski dalam keadaan marah. itu sesuatu yang menarik bagi saya. cerita lainnya terasa membosankan sekali. tapi, yakin saya itu bukan karena ceritanya, tapi hal lain. membaca cerita sufistik dibutuhkan kepekaan dan kerinduan akan tuhan dan saya tidak mempunyainya.
Profile Image for Truly.
2,764 reviews13 followers
March 19, 2022
Tidak ada buku yang jelek, yang ada hanya buku yang belum berjodoh dengan pembaca.
isi buku ini sungguh menarik. Saya yang salah membacanya dalam kondisi otak yang sedang tidak optimal. Beberapa kali saya harus mengulang membaca sebuah kisah agar bisa menangkap maknanya.

Kelak, sepertinya harus baca ulang dalam kondisi yang berbeda.
Profile Image for Radhiyya Indra.
46 reviews2 followers
January 8, 2022
Terbaik dan terberat yang pernah saya baca dari Danarto. "Kecubung Pengasihan" nggak ada duanya. "Armageddon" nggak tanggung-tanggung. Dan dua cerpen terakhir jadi karya sastra Indonesia favorit saya, of all time! Godspeed, Pak Danarto. Rest well.
Profile Image for Gilang.
30 reviews39 followers
February 15, 2022
Mencekam. Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan kumcer Danarto ini. Realisme magisnya sangat terasa. Terlbih, realisme magis dengan kebudayaan Jawa yang kental. Selain itu, Banyak kisah yang dijadikan sebagai hipogram dan dengan cerdik dan jenaka, Danarto mampu mengubah dan meramunya.
Profile Image for Ulya.
126 reviews
Read
November 25, 2025
Selama baca buku ini ga berhenti geleng-geleng kepala. Buku stres kalau kata aku. Haha.

Dalam satu cerita banyak sekali ide-ide yang muncul, seru banget buku ini buat diskusi. Satu cerita bisa bermakna berlapis, tergantung melihat konteks dan referensi.
Profile Image for Aisyah Hudabiyah.
8 reviews
December 18, 2017
Pertama baca kumcer Godlob ini, saya memang tidak terlalu paham. Namun, saya nikmati dan baca sampai selesai. Satu kata lah buat Mbah Danarto, gila. Kisah Rintrik dan Salome yang paling berkesan.
Profile Image for Intan Ayu.
20 reviews
November 29, 2019
Dari kumpulan cerpen ini ceritanya menarik tidak mainstream bisa dikatakan out of the box tetapi sayangnya karena ada beberapa yang bersifat kontenporer saya sulit memahami maksud dari pengarang.
Profile Image for Hakiki.
117 reviews4 followers
August 11, 2020
I know I'm 52 years late, but this is such a good book.
Profile Image for Dedi L Setiawan.
20 reviews
December 22, 2020
Menarik. Bagus. Setiap awal cerpen, saya merasa kesulitan memahaminya. Tapi terusin aja bacanya. Nanti lama-lama ngerti 😁👍
Profile Image for Andria Septy.
249 reviews14 followers
July 17, 2021
butuh waktu menamatkan buku ini, tapi bagus untuk itu saya membacanya dgn lamban. salahkan saya karena lambat menemukan buku berkualitas dan bermutu tinggi ini. demikian
Profile Image for winterslough.
3 reviews
October 31, 2023
Mungkin memang bukan cangkir teh saya. Saya kurang bisa ikut terjun dalam obsesi untuk mengerti dan bersatu dengan tuhan ataupun kuasa-kuasa transendental lainnya.
10 reviews
February 22, 2024
Kemanapun pun kita berpaling di sanalah wajah Tuhan. Cerita tentang kerinduan pada Tuhan yg sangat indah.
Displaying 1 - 30 of 42 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.