What do you think?
Rate this book


100 pages, Paperback
Published October 5, 2022
Sejak Empu Manyu tak lagi menerima pesanan keris, sumur hartanya kini kering-asat ditinggalkan mata air. Kini yang tersisa hanya dua hal, yakni rumah megah yang semakin berkarat dan nama baik yang ia berusaha selalu jaga.
"Seketika itu Empu Manyu sadar, untuk membantai, manusia tidak butuh keris maupun tombak maupun senjata tajam, cukup dengan dendam dan kebencian.”
Ia coba mencari jawaban atas apa yang baru saja dipilih dan apa yang bakal dijalaninya. Renungnya, adakah kesalahan di masa lalu yang ia perbuat, atau leluhurnya perbuat? Jika memang takdir, kenapa takdir itu begitu mengikat?★ 4,5/5
p. 37