Jump to ratings and reviews
Rate this book

Seratus Tahun Cinta Menanti: From Batavia With Love

Rate this book
Ketika Tara Medira mengunjungi museum, ia mulai mendapatkan serangkaian mimpi aneh. Mimpi yang mengantarnya kepada sosok dari masa lalu yang terjebak dalam sebuah penantian panjang. Sosok itu bernama Pieter Van Reissen, aristokrat muda Belanda yang datang ke Batavia pada tahun 1905. Dan di masa lalu itu, Pieter memiliki kisah cinta dengan gadis pribumi bernama Yasmin. Cinta Pieter dan Yasmin berkembang kuat, namun tragedi terjadi. Cinta telah direnggut paksa oleh orang-orang di sekitar mereka.

Seratus tahun berlalu. Dan takdirlah yang mempertemukan jiwa resah Pieter dengan Tara. Hingga akhirnya, diantara mereka mulai terjalin ikatan batin. Mungkinkah Tara jatuh cinta kepada Pieter? Adakah hubungan antara Tara dengan Yasmin? Lalu apa yang membuat Pieter harus menunggu tepat seratus tahun untuk dapat mewujudkan keinginannya terakhir itu?
-penerbit-

297 pages, Paperback

First published January 1, 2007

13 people are currently reading
240 people want to read

About the author

Karla M. Nashar

11 books262 followers
Menjadi penulis adalah satu dari sekian banyak kepingan mozaik impian yang pernah memenuhi kepala seorang Karla M. Nashar di masa kecilnya. Telah mencintai buku sejak kanak-kanak, namun kesempatan untuk menuangkan minat menulisnya secara serius baru datang beberapa tahun yang lalu di sela-sela kesibukan pekerjaan dan menyelesaikan pendidikan pasca sarjananya.

Untuk saat ini, penulis yang memiliki sapaan akrab Lala ini, lebih memilih untuk menulis dengan gaya bahasa ringan yang mudah dicerna pembaca. Secara garis besar, karya-karyanya dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu metropop/drama untuk pembaca dewasa, dan teenlit untuk pembaca remaja.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
52 (21%)
4 stars
83 (34%)
3 stars
76 (31%)
2 stars
27 (11%)
1 star
6 (2%)
Displaying 1 - 30 of 35 reviews
Profile Image for Rachel Yuska.
Author 9 books245 followers
March 21, 2013
Gue dipinjemin buku ini sama editor sebagai referensi. Pertama, gue suka sejarah. Biasanya dengan senang hati gue bakal baca buku hisfic.
Ternyata, buku ini habis gue baca selama dua hari saja.

Bagian dari buku ini yang paling gue suka adalah part-nya Pieter dan Yasmin di era kolonialisme Belanda. Entah kenapa gue jadi membayangkan film Soegija, karena gambaran tentang pendudukan Belanda nempel di gue gara-gara nonton film itu.
Penulisnya sudah pasti melakukan riset mendalam. Banyak istilah-istilah dalam bahasa Belanda, juga nama tempat yang dulu dipakai.
Menarik banget karena selain menggambarkan suasana tempo dulu, penulis juga memberi sisipan pemikiran para tokohnya yang berbau politik.

Gue masih agak bingung dengan penjabaran menurut sinopsis. Apa Tara bermimpi tentang Pieter, atau ia mendapat vision?

Lalu, banyak bagian repetitif di buku ini, baik penjelasan atau potongan dialog Pieter dan Yasmin. Agak bosan dan bikin pengen skipped.
Dan satu lagi yang bikin dahi gue berkerut, saat Pieter bilang ke Tara, ia tahu semua tapi nggak boleh memberi tahu. Kalau ia beri tahu, ia akan berada di dunia orang mati. Gue merasa bagian ini ridiculous.

Kisah Tara sendiri mulai menarik menjelang ending, walau mudah diprediksi.

Yang gue perhatikan, penulisnya suka dengan nama yang mengandung huruf ‘r’: Tara, Era, Pieter, Adriaan, Rob, , Rio, Erick

Overall, buku ini cukup menghibur dan mendidik. Jadi pengin ke Cafe Batavia dan Museum Fatahillah.




Profile Image for Gita Ganesha.
78 reviews11 followers
January 7, 2013
It's a beautiful tragic romantic love story..
:')
Tapi fiksi banget!! Hahaha

Jadi ceritanya tentang arwah eh energi eh jiwa Pieter yang ga bisa kemana-mana karena terikat pada satu janji yang belum dipenuhi pada Yasmin, kekasihnya. Juga cerita tentang Tara yang terpilih untuk membantu Pieter.

Ceritanya bersetting di masa kini ketika menceritakan tentang Tara. Lalu beralih ke era Batavia tempo doeloe ketika menceritakan Pieter ddan Yamin.

Pieter adalah warga negara Belanda yang jatuh cinta pada gadis pribumi, Yasmin. Udah jelaslah cinta mereka ditentang berbagai pihak. Ketika Pieter kembali ke Belanda, dia dapat kabar bahwa Yasmin telah menikah dengan laki-laki lain. Merasa cintanya dikhianati, Pieter pun menikahi gadis Belanda yang dijodohkan kepadanya. Tapi itu semua hanya salah sangka, Yasmin memang menikah dengan laki-laki lain, tapi itu setelah dia mengetahui kabar bahwa Pieter telah menikah duluan. Jadi ceritanya Pieter telah dibohongi oleh keluarganya yang memang menentang hubungannya dengan Yasmin. Yah begitulah jaman dulu, gak ada handphone, gak ada internet, jadinya susah komunikasi.

Menyadari kebohongan itu, Pieter akhirnya kembali ke Batavia untuk menemui Yasmin. Tapi ternyata Yasmin meninggal setelah melahirkan putranya. Keluarga Yasmin juga tidak memberitahu Pieter dimana Yasmin dimakamkan. Pieter pun frustasi hingga dia berulah yang memicu kemarahan warga pribumi. Dalam pelarian menghindari kemarahan warga, Pieter terjatuh ke dalam sumur tua, lalu meninggal. Hah! Sungguh cara meninggal yang tidak elit (⌣_⌣ ")

100 tahun kemudian..
Di museum Fatahillah, energi Pieter dipetermukan dengan Tara yang saat itu sedang menjadi tour guide. Pieter terlebih dahulu muncul dalam mimpi-mimpi Tara sebelum menampakkan diri pada Tara. Berkat bantuan Tara, Pieter akhirnya bisa memenuhi janjinya pada Yasmin. Dan Tara pun menemukan seseorang yang membuatnya bahagia selamanya. Seseorang yang mirip Pieter. Hahahaha sinetron banget kan??


Iya, jadi ceritanya seseorang yang bernama Erick itu adalah keturunan terakhir Pieter sedangkan Tara (bisa ditebak) juga adalah keturunan terakhir Yasmin. Takdir menyatukan Tara dan Erick sebagai ganti dari Pieter dan Yasmin yang tidak bisa bersatu di kehidupan sebelumnya.

Well, jujur aja banyak bagian novel ini yang aku skip. Aku gak peduli dengan cerita teman Tara atau hal-hal yang lain. Aku hanya mau tau gimana cerita Tara-Pieter-Yasmin. Alur novel ini juga lambat banget. Pieter muncul di hadapan Tara setelah melewati setengah novel, lama amat ya. Jadi interaksi antara Pieter dan Tara ini terlalu sedikit, kesannya emang sengaja dipersingkat. Padahal masih banyak konflik yang bisa dikembangkan dari scene ini. Misalnya, Tara perlahan-lahan mulai jatuh cinta pada Pieter, tapi Pieter tetap cinta pada Yasmin. Yah seperti di serial The Mediator, Suze yang jatuh cinta pada 'hantu' Jesse karena sering berinteraksi dengannya. Lalu ada juga scene ketika Tara hampir diperkosa oleh laki-laki brengsek. Harusnya Pieter muncul untuk melindungi Tara, bukan hanya menunggu untuk menceramahi Tara. Lalu di ending, Tara memenuhi janji Pieter, lalu Pieter pun menghilang, udah gitu aja?!? Harusnya tiba-tiba somehow muncul juga arwah dari Yasmin yang menyambut Pieter. Jadi kan kelihatan kalo mereka kembali bersatu. Minimal saling berpelukan lah gak perlu sampe french kiss kayak di film-film Hollywood.

Overall, novel itu sangat sangat layak untuk difilmkan.. Mungkin kalo di film, Batavia tempo doeloe akan bisa digambarkan dengan lebih baik.. :)

Aku juga udah punya bayangan kalo yang jadi Pieter ntu adalah Mike Lewiss dan yang jadi Yasmin adalah Atiqah Silohan. Wow bule ganteng berpasangan ma wanita dengan kecantikan khas Indonesia. Serasi kan? ;)

Oiya kenapa yah dalam cerita kolosal yang menceritakan tentang 'kompeni', tokoh Belanda pasti bernama Pieter. Kayak gak ada nama lain aja, padahal Robin van Persie kan lebih keren.. :D


5.33 pm
Profile Image for Roos.
391 reviews
February 7, 2009
Lebih suka Karla di buku Bellamore dari pada buku ini. Disini ceritanya terlalu datar dan biasa, meski ada nilai lebihnya yaitu cerita Sejarah Jakarta yang lumayanlah.

Bercerita mengenai, Tara bertemu dengan energi atau roh dari Peter van Rissen yang sudah terjebak selama 100 tahun di Indonesia karena belum memenuhi janjinya yang belum terpenuhi pada kekasih hatinya, Yasmine. Janji itu adalah menabur bunga melati di makam Yasmine. Dan Tara adalah perantara yang tepat untuk ditemui karena ternyata meskipun yatim piatu dan tidak tahu asal-usulnya Tara masih satu keturunan dengan Yasmine.

Yah kalo menurutku lumayanlah ada tambahan sejarahnya meski ceritanya kurang greget...dah gitu ajah.
Profile Image for Amel  Armeliana.
509 reviews31 followers
January 28, 2012
Gw suka banget sama buku ini. Mungkin karena gw suka dengan tipe2 cerita yang model2 kaya gini. Cewenya di masa sekarang, cowonya di masa lalu. Demen deh^^ Apalagi settingnya batavia. Gara2 baca ini jadi ke museum Fatahillah,hehehe....
2 reviews
February 17, 2013
keren, unpredictable, dan tetep ngasih pelajaran sejarah yang sama sekali gak ngebosenin.
Profile Image for Aulia.
1 review
September 24, 2009
Ceritanya mudah dimengerti namun kurang klimaks dan one thing special is Romantis... ;)
Profile Image for Tia Ayu Sulistyana (tiareadsbooks).
266 reviews72 followers
July 16, 2020
•recently read•
3.8/5⭐

❝Sejak zaman dahulu manusia telah rela berkorban demi nama cinta, dan walaupun tidak semua kisah cinta harus diakhiri dengan kebahagiaan, aku yakin mereka yang telah berjuang demi cinta akan mendapatkan kepuasan di hati yang tak akan dapat tergantikan oleh apa pun, dan itu semata karena mereka telah melakukan hal yang benar.❞
—Page 163

❝Kamu harus percaya itu, karena hal-hal dalam hidup ini hanya bisa terjadi jika kamu mempercayainya.❞
—Page 173

❝Keberhasilan hanya bisa dicapai kalau kamu mempunyai keyakinan di dalam hatimu. Why? Karena keyakinan adalah awal dari rangkaian proses terciptanya sebuah mimpi menjadi kenyataan.❞
—Page 173

❝Keyakinan yang kuatlah yang akan membantumu bekerja keras mewujudkan mimpi itu. Itulah prosesnya.❞
—Page 174

❝Masa depan mungkin hanya sebuah impian dari hari ini. Namun sepanjang apa pun hari ini, ia pasti akan berlalu dan berganti menjadi hari esok. Demikian juga dengan mimpi. Sesulit apa pun kita meraihnya, jika berusaha pasti akan berhasil pada akhirnya. Kamu harus percaya itu.❞
—Page 186

❝Mengapa Tuhan mengizinkan dua anak manusia untuk saling mencintai jika pada akhirnya hanya akan memisahkan mereka? Mengapa cinta bisa menghadirkan begitu banyak kebahagiaan bagi seseorang, sebanyak cinta itu juga menghadirkan kesedihan bagi orang yang sama? Lalu apa sebenarnya wajah dari cinta itu sendiri? Kebahagiaan kah? Atau kesedihan?❞
—Page 199

❝Kebahagiaan bukanlah tujuan yang harus kita datangi, Tara, melainkan sebuah perjalanan yang harus kita tempuh di dalam hidup ini. Kalau kamu mengira bahwa kebahagiaan sejati baru bisa kamu raih setelah kamu sampai pada titik itu, kamu salah. Kamu tidak akan pernah mencapai titik itu, tidak seorang pun yang bisa mencapainya karena hidup ini memang sebuah perjalanan. Mungkin kamu mengira kamu telah mencapai titik itu, namun percayalah perasaan itu hanya akan bertahan sebentar saja. Nantinya pasti akan muncul titik-titik lain yang ingin kamu capai. Itu sebabnya jangan pernah mengkondisikan kebahagiaan.❞
—Page 266

❝Itulah hidup ini, Tara. Tidak semua misteri harus terungkap, karena manusia tidak akan mampu memahami semua rahasia alam ini. Beberapa hal lebih baik tidak diketahui.❞
—Page 272

•••

Buku ini bercerita tentang Pieter van Reissen, aristokrat muda asal Belanda yang jatuh cinta dengan gadis pribumi bernama Yasmin. Sejak kedatangannya ke Batavia, Pieter begitu tertarik dengan pesona gadis bermata kenari yang ditemuinya beberapa kali itu. Cinta Pieter dan Yasmin yang tumbuh subur harus berakhir tragis karena ditentang oleh banyak pihak.

Seratus tahun pun telah berlalu, namun jiwa Pieter masih terjebak karena belum memenuhi janji terkahirnya pada kekasih hatinya. Hingga hadir sosok Tara Medira, seorang gadis yang erat dengan kesendirian.

Aku selalu suka tulisan Kak Karla yang mengalir dengan gaya bahasa yang romantis. Ceritanya memang klise, agak membingungkan, dan plot twist yang mudah ditebak. Namun, buku ini sangat menarik karena Kak Karla berhasil mengambarkan suasana Batavia/Jakarta pada tahun 1905. Riset yang mendalam membuat buku ini kaya dengan istilah dalam bahasa Belanda dan nama tempat-tempat pada saat itu. Baca buku ini jadi pengen ke Museum Fatahillah!

Well, this book might not be my favorite book, but I really enjoyed reading this book. I've been searching for this book for years and I'm so happy because finally, my collection of Karla M. Nashar's books is complete! She's one of my favorite authors and I really miss her. I hope she's fine.
Profile Image for Amaya.
749 reviews58 followers
September 13, 2025
Pas baca blurb langsung bertanya-tanya, kayaknya bakal bau-bau ubi, nih. Makanya sempat nunda baca bertahun-tahun, sampai ditawari teman pinjam bukunya karena memang udah langka buku-buku lamanya penulis. And gladly I accepted that offer. Buku ini bikin perasaanku campur aduk.

Alurnya maju mundur karena memang ada dua karakter yang memainkan peran di masing-masing era. Pieter menjalankan plot di masa lalu, sedangkan Tara di masa depan. Kupikir Pieter bakal jadi alasan Tara menderita terus sad ending di akhir, enggak. Justru Pieter datang ke Tara buat minta bantuan. Awalnya Tara takut dan mikir udah gila karena impitan ekonomi, tapi lama-lama akhirnya mau bantu juga.

Nah, di sinilah sayangnya yang kurang dieksplor lebih jauh. Kisah Pieter dan Yasmin memang lebih panjang dibahas karena mereka baru kenalan, terus akhirnya saling mencari satu sama lain. Adegan gemas dan saling penasaran ini yang jujur bikin jantung ikutan dag-dig-dug. Yang dicari Yasmin, yang melting aku wakakakak.

Oke, nggak penting, intinya bagian Tara yang menceritakan masa depan memang belum ketemu dengan "the one"-nya. Lebih ke bagian dia menemani dua turis yang dia pandu selama beberapa hari itu terus gimana perlahan Pieter menunjukkan eksistensinya. Jadi, paham kalo bagian dia memang agak dikit menjelang dua per tiga buku. Yang aku sayangkan waktu alurnya benar-benar fokus ke masa depan rasanya malah kayak kecepetan. Insiden yang menimpa Pieter dan Yasmin malah cuma diceritakan dalam narasi biasa. Duh, padahal tangki air mataku udah siap, nih, sewaktu-waktu kalo mau ditumpahin.

Terus lagi, gimana Pieter bisa nemu lokasi yang dia minta Tara cari itu, ya? Kenapa minta tolong kalo bisa cari sendiri? Enggak pahamnya, di sini Pieter kayak dikejar sesuatu jadi harus cepat-cepat. Hopefully buku ini ada versi revisinya yang extended gitu (nggak apa-apa, ngarep dulu, manifesting), dan alurnya bisa dibikin kompleks.

Walaupun kayak diburu-buru, tetap suka sama para karakternya. Emosinya itu loh, yang jatuh cinta kalian, kenapa aku yang tersipu? Again, pas akhirnya Tara nemu kerjaan lagi itu kayak ikutan lega. Aduh, panjang, nih, kalo bahas emosi. Intinya, ini buku favoritku setelah seri Hocus-Pocus. Love both Pieter-Yasmin and Tara <3
Profile Image for The Eod.
136 reviews6 followers
August 12, 2021
Awalnya pas baca tuh tiga bintang, terus pas baca ulang kunaikkan satu bintang.

Alasannya sih sederhana, tulisan Kak Karla nih pakai diksi tapi nggak bikin eneg. Orang kalau lihatnya sisi romantis doang, pasti bakal bilang kisahnya Tara agak boring. Sebenarnya romansanya di sini mah bumbu doang wkwkw. Lebih ke perjuangan Tara menghadapi quarter crisis dirinya kemudian berubah saat kehadiran energi si Pieter. Aku tahu sih ujungnya ketebak, tapi nggak sampai bikin kesel kok malah masuk akal.

Yhaaaa saya juga menyayangkan kurangnya scene Tara-Erick hihihi.

Sisanya saya hepi soalnya novel ini juga ngajak saya jalan-jalan ke Jakarta masa lampau dan kini dengan nostalgia zaman dulu belum ada smartphone, dan main ke warnet, telepon di wartel dkk.
Profile Image for Nadia A.
12 reviews
July 6, 2022
dari blurbnya kelihatan menarik. Kukira Tara itu reinkarnasi dari Yasmin atau dia kembali ke masa lalu, ternyata nggak. dari cover dan blurbnya juga, kukira ceritanya dominan berlatar di masa kolonial Belanda, ternyata masa ini cuma jadi pajangan sementara aja.

Cara Tara mengeluh yang repetitif membuatku muak, jujur. Mungkin karena aku juga gak di posisi dia, jadi gatau gimana hidupnya. Hanya saja, rasanya author terlalu melebih-lebihkan dari segi penulisannya.

overall, everything is mid. endingnya terlalu cepat dan saat menuju endingnya juga rada gak jelas.

kasih 3 bintang karena covernya bagus.
Profile Image for Ayu Fitri.
Author 8 books12 followers
April 13, 2015
4 bintang dari aku.
Ya ampun, aku kangen banget sama tulisan mbak Lala dan bener-bener puas sama novel ini.
Mbak Lala emang top banget! ♥

Aku selalu suka cara mbak Lala bercerita.
Aku juga selalu suka tema dan pesan sosial yang dipilih mbak Lala.
Aku udah cocok banget sama gaya penulisan mbak Lala sejak baca Bellamore.
Dan aku selalu nggak sabar nunggu karya selanjutnya.
Ayo dong, mbak, nulis novel baru ;)

Soal typo, masih ada.
Tapi termaafkan karena aku enjoy banget bacanya, hehe.
Soal ending, sebenernya aku nggak sengaja liat endingnya waktu mau cek halamannya.
Tapi somehow cara mbak Lala mendeskripsikan scene di ending itu tetep sukses bikin aku excited meskipun aku udah bisa nebak endingnya.
Deuh, gini nih kalo baca tulisan penulis kesayangan.

Intinya aku suka banget novel ini!


http://thecloudsinautumn.tumblr.com/p...
Profile Image for Damuhbening.
22 reviews3 followers
January 14, 2009
Tidak ada referensi apa-apa tentang penulis ini, siapa dan bagaimana. Ketika membelinya pun, semua semata-mata lantaran sangat suka dengan tampilan sampulnya yang begitu sederhan, namun memikat. Bolak-balik batal membelinya, hampir tiga kali ke toko buku dan terus menundanya untuk membeli, padahal tiap kali ke toko buku maka novel ini ditimang-timang untuk di bawa pulang. Pada kali keempatlah akhirnya novel ini berhasil menemani pulang. Celakanya tidak juga segera di baca, malah ngendon di almari beberapa bulan lamanya. Lebih dari tiga bulan. Baru, tgl 11 Januari 2009, ada niatan untuk membaca kisah ini.

Cinta tak tergerus waktu dalam mewujudkannya, bahkan sampai generasi berikutnya, cinta masih ada dan mencari, hanya untuk mewujudkan sebuah cinta.


Selengkapnya ada di:
http://damuhbening.multiply.com/revie...
Profile Image for Stefanie.
126 reviews6 followers
March 28, 2015
Baru main ke taman buku lain karena Gudong depan UNPAR tutup :( dan nemu buku ini

Bercerita mengenai Tara bertemu dengan roh dari Pieter Van Reissen yang sudah terjebak selama 100 tahun di Indonesia karena belum memenuhi janjinya yang belum terpenuhi pada kekasih hatinya, Yasmin.

Tara yang merupakan satu-satunya keturunan Yasmine yang tersisa merupakan perantara yang tepat untuk memenuhi janji Pieter ke Yasmin, yaitu menabur bunga di makamnya.

Jujur kecewa dengan buku ini, karena.... apa ya.. buat gue pribadi kurang menarik dan greget. hahahhaa. padahal biasanya gue suka banget buku2 lainnya seperti Hocus Pocus dan Bellamore.
Profile Image for Nurul Hasanah Moslem .
2 reviews4 followers
December 18, 2015
Suka dengan ceritanya yang gak biasa .. :)
Jadi belajar Sejarah juga tentang Batavia..
Satu message yang melekat sekali di benak saya setelah membaca buku ini.

"Jangan pernah berkata bahwa kamu baru bisa bahagia jika kamu seperti ini, atau jika kamu seperti itu. Jangan pernah memberikan syarat untuk bisa mendapatkan kebahagiaan karena kebahagiaan adalah sebuah esensi yang hanya bisa ditentukan oleh kita sendiri. Kalau kamu mengira kebahagiaan itu baru bisa kamu dapatkan setelah memperoleh sesuatu atau memiliki seseorang, maka kamu selamanya akan terbelenggu dalam pencarian dari hasil kebahagiaan itu. Selamanya, kamu akan terus merasa dirimu tak cukup bahagia.”
Profile Image for Ninda.
2 reviews
February 15, 2008
Menurutku,alur buku ini unik banget krn membawa kita ke masa 100tahun silam.Terus,uniknya lagi,buku ini memasukkan banyak kata-kata dalam bahasa Belanda dan menyebut banyak lokasi di Jakarta dengan istilahnya pada masa silam.Terus,endingnya ya bener-bener ga terduga.
Sepintas,alur buku ini mirip Utukki,Sayap Para Dewa,karena berpindah-pindah dari masa silam ke masa saat ini.tapi,tetep beda kok dan unik,romantisnya tuh enggak biasa.
Profile Image for Winna.
Author 18 books1,967 followers
March 12, 2008
Saya membaca novel ini saat kakek saya meninggal, selama pemakaman dan jadi seksi repot.

Good book, with unusual plot and nice twists in the end. Research is done quite wonderfully, and the cover is nice.

Sadly her next book: Sebelum Cahaya isn't as good as this one. I am still waiting for it to be uploaded here so I can write a review :)
Profile Image for Anne Mariane.
Author 1 book17 followers
February 13, 2008
Inilah contoh yang baik kalau ilustrasi buku yang indah, sekaligus mengangkat isi cerita. Inti cerita buku ini sederhana: mengenai cinta dua dimensi berbeda. Kesan roman klasik-nya sih udah kerasa begitu lihat sampul bukunya.

Profile Image for Febiola.
15 reviews
July 14, 2008
ini buku kereen..hihi...

alurny gaq terduga...

bikin kaget juga..

trus antik juga neH...

ngangkat tema crita jaman dulu pas masi jama penjajaHAn ama jaman sekarang..

bisa digabungin dengan baiK bgd...jadi seru baca trus..haha...

seru deh pokokny..
18 reviews7 followers
December 13, 2009
Kisah cinta di zaman belanda anatara Pieter dan Yasmin harus pupus di tengah jalan dan kisah pun kembali di mulai dengan seorang gadis beranama Tara yang akan menuntaskan kisah cinta yang tertunda itu hingga penantian selesai.
Profile Image for Chippo Writes.
20 reviews
December 29, 2011
Idenya bagus, sebenarnya tulisannya menarik tapi entah kenapa kurang begitu eye catching ceritanya , terkesan agak kurang kurangggg sedikit kurang greget, background oude batavianya membuatku tertarik tapi ini mungkin ...kurang dikemas ?
Profile Image for Abiyasha.
Author 3 books14 followers
July 17, 2013
Bnyk info baru yg aku dapet adri buku ini,terutama gambaran BAtavia tempo doeloe.....Nice book lah,worth to read.Mbak Lala mang bisa ja kalo bikin novel,always different from one to another
17 reviews2 followers
Read
March 30, 2009
cinta gak kenal benua. kalo kita udah cinta, kenapa dilarang-larang, sih? sirik.
Profile Image for Ephi.
59 reviews14 followers
July 9, 2010
I bought three copies of this book!
14 reviews
February 6, 2010
love the setting, jd kebayang jakarta zaman dulu, kisah cinta yg tragis tp berakhir dgn bahagia tp anti klimaksny krg greget
Displaying 1 - 30 of 35 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.