Tipikal cerita regresi. Ada yang regresi karena mendapat hukuman mati, ada yang mati dibunuh pembunuh bayaran, dan untuk kasus Ivona, mati karena luka-luka akibat ritual sihir. Ivona yang memuja Gasphal, melakukan ritual berbahaya yang berakibat tubuhnya terluka. Tidak hanya itu, Ivona menderita rasa sakit berkepanjangan. Rasa sakit itulah yang akhirnya membunuhnya.
Aku tadinya tidak tertarik dengan ceritanya, namun chapter pertama berhasil membuatku terkejut. Biasanya saingan tokoh utama dalam hal asmara adalah perempuan. Tapi di Istri Palsu Duke/The Soulless Duchess, saingan Ivona adalah laki-laki. Ini pertama kalinya aku melihat ada author manhwa yang menyelipkan hubungan sesama jenis dalam cerita. Seingatku, hubungan sesama jenis juga masih ditentang di Korea Selatan. Aku jadi tertarik dan penasaran mengapa Gasphal bisa menjadi seorang gay.
Hal lainnya yang membuatku semakin tertarik adalah karakter sang tokoh utama, Ivona Bott. Dia dengan percaya diri melamar Claude Agentine dan membuktikan kemampuannya dengan membantu Claude saat terjadi keributan di tengah festival. Ucapan Ivona saat itu meluluhkan hati Claude. Biasanya orang akan meminta tolong padanya karena Claude merupakan pemegang pedang suci. Namun Ivona berbeda. Dia malah meminta Claude untuk bersandar padanya jika sewaktu-waktu Claude butuh pertolongan. Adegan ini membuktikan Ivona bukanlah wanita yang lemah. Sihir pemanggilannya sangat kuat, setara dengan kemampuan Claude.
Hubungan mereka pun tidak hanya dipenuhi hal-hal romantis. Mereka bekerja sama menyelidiki kasus pelelangan ilegal, pembunuhan klan Tiggre hingga menjelajahi runtuhan kerajaan sihir kuno. Ivona juga tidak hanya sekedar melakukan pernikahan kontrak, tapi juga menyusun rencana demi mencegah kebangkitan raja iblis.
Semakin lama, plotnya semakin menarik, terutama setelah kasus pelelangan ilegal. Meski hubungan Claude dan Ivona diawali dengan kontrak, aku suka chemistry mereka. Apalagi saat mereka bertarung. Ivona sangat keren di adegan pertarungan ini. Dia tidak berteriak memanggil Claude untuk membantunya. Dia menggunakan sihir pemanggilannya dan mengalahkan musuh.
Art style dari The Soulless Duchess juga menarik. Biasanya ilustrator manhwa menggunakan style baru setelah menyelesaikan satu season. The Soulless Duchess berbeda. Art style nya dari chapter 1 hingga chapter 42 berkembang sangat pesat. Desain karakternya pun berubah di pertengahan cerita. Terutama pada bagian mata Ivona dan gaya rambut Claude. Tampaknya Jin Sae Ha, ilustrator The Soulless Duchess, sedang bereksperimen dengan volume. Aku menduga begitu karena rambut Claude lebih tebal dari saat pertama kali dia muncul.
Premis dan tema yang digunakan The Soulless Duchess tidak jauh berbeda dari manhwa bertema regresi lainnya, namun karakter Ivona Bott dan plot ceritanya yang berfokus pada pertarungan melawan iblis menjadikan The Soulless Duchess sebagai manhwa yang wajib dibaca para penggemar cerita regresi.