What do you think?


Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara
Setelah hampir 200 tahun berdiri megah sebagai kerajaan Hindu tertua di tanah Jawa, Majapahit akhirnya hancur terkubur dalam puing-puing sejarah. Keruntuhannya terpicu oleh pergolakan sosial-politik yang tak terpisahkan dari peran Walisongo dalam persebaran Islam di Nusantara. Perebutan kekuasaan dan pertarungan ekonomi turut pula mewarnai episode terpenting dari sejarah Indonesia ini.
302 pages, Paperback
First published January 1, 1968
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 14 of 14 reviews
Read
June 30, 2011nice
October 31, 2008
Reading this book will end up with mixed feeling. Our Walisongo have China blood? But that is the conclusion of Slamet Mulyana in this book which black listed during Soeharto era.
October 22, 2024
Buku ini secara khusus menyoroti sincretisme budaya yang berkembang di kerajaan Hindu-Jawa, terutama Majapahit, sebagai tema utama dalam analisis sejarahnya. Sincretisme yang dibahas mencerminkan interaksi kompleks antara berbagai tradisi keagamaan dan budaya, termasuk pengaruh Hindu, Buddha, dan Islam.
Penekanan pada sincretisme tidak bermaksud untuk mereduksi atau mengabaikan keunikan masing-masing tradisi keagamaan. Sebaliknya, buku ini mengajak saya untuk menghargai keberagaman dan toleransi yang telah menjadi bagian integral dari budaya Jawa.
Buku ini menjelaskan bagaimana agama Hindu dan Buddha menjadi fondasi utama dalam budaya dan politik Majapahit. Banyak ritual, upacara, dan nilai-nilai yang diadopsi dari kedua agama ini, menciptakan sinergi yang kuat dalam masyarakat. Seiring dengan masuknya Islam ke pulau Jawa, buku ini mencatat bahwa elemen-elemen Islam mulai menyatu dengan praktik-praktik yang sudah ada. Hal ini terlihat dalam seni, sastra, dan arsitektur.
Masyarakat Majapahit tidak sepenuhnya menolak pengaruh Islam. Sebaliknya, mereka mengadopsi beberapa elemen Islam dalam tradisi lokal, menciptakan bentuk praktik keagamaan yang baru dan inklusif.
Buku ini mencatat bagaimana arsitektur masjid di Jawa sering kali terinspirasi oleh desain candi Hindu, menampilkan atap bertingkat dan ornamen yang mencerminkan pengaruh lokal. Ini menunjukkan bagaimana elemen-elemen dari kedua agama dapat berkolaborasi dalam menciptakan bangunan yang fungsional dan estetis.
Sincretisme dalam buku ini tidak hanya menciptakan praktik budaya yang baru, tetapi juga membentuk identitas masyarakat Jawa. Rakyat mulai melihat diri mereka sebagai bagian dari tradisi yang lebih kompleks, yang menggabungkan berbagai unsur dari sejarah dan kepercayaan yang berbeda.
Penekanan pada sincretisme tidak bermaksud untuk mereduksi atau mengabaikan keunikan masing-masing tradisi keagamaan. Sebaliknya, buku ini mengajak saya untuk menghargai keberagaman dan toleransi yang telah menjadi bagian integral dari budaya Jawa.
Buku ini menjelaskan bagaimana agama Hindu dan Buddha menjadi fondasi utama dalam budaya dan politik Majapahit. Banyak ritual, upacara, dan nilai-nilai yang diadopsi dari kedua agama ini, menciptakan sinergi yang kuat dalam masyarakat. Seiring dengan masuknya Islam ke pulau Jawa, buku ini mencatat bahwa elemen-elemen Islam mulai menyatu dengan praktik-praktik yang sudah ada. Hal ini terlihat dalam seni, sastra, dan arsitektur.
Masyarakat Majapahit tidak sepenuhnya menolak pengaruh Islam. Sebaliknya, mereka mengadopsi beberapa elemen Islam dalam tradisi lokal, menciptakan bentuk praktik keagamaan yang baru dan inklusif.
Buku ini mencatat bagaimana arsitektur masjid di Jawa sering kali terinspirasi oleh desain candi Hindu, menampilkan atap bertingkat dan ornamen yang mencerminkan pengaruh lokal. Ini menunjukkan bagaimana elemen-elemen dari kedua agama dapat berkolaborasi dalam menciptakan bangunan yang fungsional dan estetis.
Sincretisme dalam buku ini tidak hanya menciptakan praktik budaya yang baru, tetapi juga membentuk identitas masyarakat Jawa. Rakyat mulai melihat diri mereka sebagai bagian dari tradisi yang lebih kompleks, yang menggabungkan berbagai unsur dari sejarah dan kepercayaan yang berbeda.
July 5, 2017
dalam buku ini ada titik terang kapan dan bagaimana salah satu pemegang imperium terbesar NUSANTARA pada masalalu yaitu MAJAPAHIT mulai melemah, dan memberikan gambaran kepada kita awal mula penyebaran islam di nusantara tidak bisa dilepaskan dengan perang politik baik sesama Putra Mahkota, maupun VOC yang datang membawa misi menguasa Bumi Pertiwi.
buku yang harus dibaca buat kalian yang ingin tau kapan tepatnya Islam di JAWA di mulai
buku yang harus dibaca buat kalian yang ingin tau kapan tepatnya Islam di JAWA di mulai
June 6, 2020
Yang saya jngat dari buku ini adalah wali songo yang mempunyai nama nama Tiongkok dan hipotesa dari prof Slamet Mulyana mengenai asal usul Wali Songo yang dari Tiongkok
Read
November 20, 2020Maaf aku barru pertama mau baca disini. Tapi gimana cara baca bukunya.
January 17, 2014
Buku yang sangat menarik sekaligus sangat kontroversial. Muljana dengan gamblang menjabarkan teorinya bahwa penyebar Islam di tanah Jawa sebagian besar adalah orang-orang keturunan Tionghoa dari mazhab Hanafi. Pandangan ini tentu mendobrak pemahaman yang telah baku bahwa Islam disebarkan dari Gujarat, Persia, atau langsung dari Arab. Sayangnya, dalam merumuskan teori tersebut, Muljana terlalu bergantung dengan sumber-sumber yang diragukan nilai kesejarahannya seperti Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda, dan dengan sumber-sumber yang sangat kontroversial serta diragukan keberadaannya seperti Kronik Klenteng Sam Po Kong dan Cirebon.
August 7, 2013
Bukunya luar-biasa! Sangat saya rekomendasikan bagi orang awam. Tata-bahasa dan ejaannya memang sedikit sulit diikuti pada awalnya. Namun terkadang bisa juga saya larut dalam catatan-catatan sejarah yang mengejutkan yang dipaparkan di sini.
Read
November 13, 2008belum di baca
Currently Reading
May 16, 2010Lumayan untuk mengerjakan tugas PNK.
Read
December 11, 2010gooreads
April 12, 2014
This book is very good
Read
March 13, 2015awesomw
Want to Read
November 24, 2008menurut buku ini, wali songo itu berasal dari dataran china. hmm. menarik kelihatannya.
Displaying 1 - 14 of 14 reviews










