Jump to ratings and reviews

Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara

Setelah hampir 200 tahun berdiri megah sebagai kerajaan Hindu tertua di tanah Jawa, Majapahit akhirnya hancur terkubur dalam puing-puing sejarah. Keruntuhannya terpicu oleh pergolakan sosial-politik yang tak terpisahkan dari peran Walisongo dalam persebaran Islam di Nusantara. Perebutan kekuasaan dan pertarungan ekonomi turut pula mewarnai episode terpenting dari sejarah Indonesia ini.

302 pages, Paperback

First published January 1, 1968

Loading...
Loading...

About the author

Slamet Muljana

23 books9 followers

Ratings & Reviews

What do you think?

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
77 (44%)
4 stars
46 (26%)
3 stars
32 (18%)
2 stars
10 (5%)
1 star
9 (5%)
Displaying 1 - 14 of 14 reviews
Profile Image for Aswil.
36 reviews
October 31, 2008
Reading this book will end up with mixed feeling. Our Walisongo have China blood? But that is the conclusion of Slamet Mulyana in this book which black listed during Soeharto era.
Profile Image for Wina S. Albert.
514 reviews4 followers
October 22, 2024
Buku ini secara khusus menyoroti sincretisme budaya yang berkembang di kerajaan Hindu-Jawa, terutama Majapahit, sebagai tema utama dalam analisis sejarahnya. Sincretisme yang dibahas mencerminkan interaksi kompleks antara berbagai tradisi keagamaan dan budaya, termasuk pengaruh Hindu, Buddha, dan Islam.

Penekanan pada sincretisme tidak bermaksud untuk mereduksi atau mengabaikan keunikan masing-masing tradisi keagamaan. Sebaliknya, buku ini mengajak saya untuk menghargai keberagaman dan toleransi yang telah menjadi bagian integral dari budaya Jawa.

Buku ini menjelaskan bagaimana agama Hindu dan Buddha menjadi fondasi utama dalam budaya dan politik Majapahit. Banyak ritual, upacara, dan nilai-nilai yang diadopsi dari kedua agama ini, menciptakan sinergi yang kuat dalam masyarakat. Seiring dengan masuknya Islam ke pulau Jawa, buku ini mencatat bahwa elemen-elemen Islam mulai menyatu dengan praktik-praktik yang sudah ada. Hal ini terlihat dalam seni, sastra, dan arsitektur.

Masyarakat Majapahit tidak sepenuhnya menolak pengaruh Islam. Sebaliknya, mereka mengadopsi beberapa elemen Islam dalam tradisi lokal, menciptakan bentuk praktik keagamaan yang baru dan inklusif.

Buku ini mencatat bagaimana arsitektur masjid di Jawa sering kali terinspirasi oleh desain candi Hindu, menampilkan atap bertingkat dan ornamen yang mencerminkan pengaruh lokal. Ini menunjukkan bagaimana elemen-elemen dari kedua agama dapat berkolaborasi dalam menciptakan bangunan yang fungsional dan estetis.

Sincretisme dalam buku ini tidak hanya menciptakan praktik budaya yang baru, tetapi juga membentuk identitas masyarakat Jawa. Rakyat mulai melihat diri mereka sebagai bagian dari tradisi yang lebih kompleks, yang menggabungkan berbagai unsur dari sejarah dan kepercayaan yang berbeda.
Profile Image for Elbasyar Aroe.
9 reviews
July 5, 2017
dalam buku ini ada titik terang kapan dan bagaimana salah satu pemegang imperium terbesar NUSANTARA pada masalalu yaitu MAJAPAHIT mulai melemah, dan memberikan gambaran kepada kita awal mula penyebaran islam di nusantara tidak bisa dilepaskan dengan perang politik baik sesama Putra Mahkota, maupun VOC yang datang membawa misi menguasa Bumi Pertiwi.

buku yang harus dibaca buat kalian yang ingin tau kapan tepatnya Islam di JAWA di mulai
17 reviews
June 6, 2020
Yang saya jngat dari buku ini adalah wali songo yang mempunyai nama nama Tiongkok dan hipotesa dari prof Slamet Mulyana mengenai asal usul Wali Songo yang dari Tiongkok
1 review
Read
November 20, 2020
Maaf aku barru pertama mau baca disini. Tapi gimana cara baca bukunya.
Profile Image for Fajriannoor Fanani.
3 reviews
January 17, 2014
Buku yang sangat menarik sekaligus sangat kontroversial. Muljana dengan gamblang menjabarkan teorinya bahwa penyebar Islam di tanah Jawa sebagian besar adalah orang-orang keturunan Tionghoa dari mazhab Hanafi. Pandangan ini tentu mendobrak pemahaman yang telah baku bahwa Islam disebarkan dari Gujarat, Persia, atau langsung dari Arab. Sayangnya, dalam merumuskan teori tersebut, Muljana terlalu bergantung dengan sumber-sumber yang diragukan nilai kesejarahannya seperti Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda, dan dengan sumber-sumber yang sangat kontroversial serta diragukan keberadaannya seperti Kronik Klenteng Sam Po Kong dan Cirebon.
Profile Image for Abieffendi.
65 reviews9 followers
August 7, 2013
Bukunya luar-biasa! Sangat saya rekomendasikan bagi orang awam. Tata-bahasa dan ejaannya memang sedikit sulit diikuti pada awalnya. Namun terkadang bisa juga saya larut dalam catatan-catatan sejarah yang mengejutkan yang dipaparkan di sini.
1 review1 follower
Currently Reading
May 16, 2010
Lumayan untuk mengerjakan tugas PNK.
Profile Image for gieb.
222 reviews78 followers
Want to Read
November 24, 2008
menurut buku ini, wali songo itu berasal dari dataran china. hmm. menarik kelihatannya.
Displaying 1 - 14 of 14 reviews