Jump to ratings and reviews
Rate this book

Maaf Tuhan Aku Hampir Menyerah

Rate this book
Tidak semua hal akan berjalan sesuai keinginanmu. Pada satu waktu, impianmu akan dipukul mundur, harapanmu terpatahkan, dan langkahmu dihentikan paksa.

Dunia yang luas terasa begitu menyesakkan. Ramai, tetapi sepi.

Ingin terus melangkah, takut terjatuh. Ingin putar balik, sudah tak mungkin tertempuh. Ingin menyerah, tetap saja tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Setiap pilihan nyaris tak mampu kamu tanggung konsekuensinya.

“Maaf Tuhan aku hampir menyerah” akan menemanimu, untuk terus melangkah maju, menerabas segala keterbatasan, menikmati segala kekecewaan, melewati dunia yang penuh dengan kefanaan, menuju satu tempat bernama keabadian.

Buku ini ditulis untukmu, jiwa-jiwa kecil yang sedang mendamba bahagia, kebahagiaan yang sesungguhnya. Selamat menikmati !

Salam hangat.
alfialghazi

255 pages, Soft Cover

Published September 1, 2020

932 people are currently reading
7808 people want to read

About the author

alfialghazi

6 books231 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1,191 (64%)
4 stars
380 (20%)
3 stars
119 (6%)
2 stars
64 (3%)
1 star
100 (5%)
Displaying 1 - 30 of 189 reviews
Profile Image for alfialghazi.
1 review36 followers
October 16, 2020
Salam pembaca setia, Alhamdulillah buku “Maaf Tuhan Aku hampir menyerah” sudah tersedia di goodreads, saya mengharapkan feed back dari teman teman semua, kritik dan saran juga akan sangat membantu. Terimakasih
Profile Image for Idham Aishamuddin.
33 reviews4 followers
April 26, 2021
“Maka kesulitan sungguh adalah sebuah kebaikan dan jika Allah sudah membantumu melewati kesulitan yang satu ini, jangan lagi melupakan-Nya. Buktikan bahwa kamu akan tetap lekat dan dekat, sujudmu akan tetap panjang, dan doamu akan tetap dalam, walau hidupmu sedang baik-baik saja.”
(m/s 29)

“Itulah mengapa kita perlu melatih diri kita untuk bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan, dan bersabar atas kesulitan yang Allah timpakan. Sebab kita tidak bisa memilih akan diberikan kenikmatan atau kesulitan, tapi kita bisa memilih melaluinya dengan keimanan atau tidak”
(m/s 48)

“Milikilah sifat lemah lembut dalam menasihati,
karena bunga tumbuh sebab tetesan air bukan gelegarnya petir”
(m/s 224)
Profile Image for Shafira Indika.
303 reviews235 followers
July 12, 2022
Sepanjang yang aku ingat, aku belum pernah coba baca buku motivasi seperti ini yang isinya nasihat-nasihat gitu karena kupikir it's not my cup of tea.

Setelah baca buku ini, kurasa memang buku-buku seperti ini is not my cup of tea sihh hehe NAMUNN aku ga akan mengesampingkan fakta bahwa buku ini memang bagus. Ga heran banyak yang baca dan rating di goodreads juga bagus.

Bagiku, "Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah" ini seperti reminder buat kita yang terlalu sibuk untuk menyeimbangkan diri dengan ritme dunia hingga akhirnya capek sendiri dan rasanya mau nyerah aja. Di titik ituu bisa jadi kita lupa kalau kita punya tempat bergantung dan tempat meminta, yakni Allah. Lalu, kita juga harus ingat kalo hidup tuh ada ups and downs-nya, dan kita juga harus tetap melibatkan Allah di setiap aspek/fase kehidupan.

Buku ini juga menyajikan hadits, ayat-ayat Al-Quran, serta kisah Nabi dan sahabat-sahabatnya yang berhubungan dengan pembahasan setiap poin (aku agak bingung ngomongnya mau bab atau poin soalnya pembahasannya tu pendek-pendek, rata-rata 1-2 halaman gituu). Pembahasannya ga berat-berat banget kook, mostly relate dengan kehidupan sehari-hari dan disampaikan dengan bahasa yang ringan jadi sangat mudah dipahami.

Overall recommended kalo kalian mau cari buku-buku motivasi yang berlandaskan agama.

Anyway thank you Penerbit Sahima for the copy :)
Profile Image for syarif.
296 reviews63 followers
September 3, 2021
Buku friendly reminder buat balikin semua hal ke agama! must-read banget buat orang yang lagi ngerasa hampa dan jauh dari Tuhan (lagi ngalamin sekarang 🥲).

Isinya lengkap tentang perjalanan hidup agar semakin kuat langkah kita dan semakin mantap juga hati kita!.
1 review1 follower
June 30, 2021
Ingin membaca buku
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nana Wahid.
61 reviews1 follower
August 23, 2022
Disaat kita benar-benar rasa hidup kita berada di titik terendah dalam hidup, ternyata masih ada yang sentiasa ada bersama. Allah tidak pernah tinggalkan hambaNya walau apa jua keadaan kita.

Masih ada jalan disetiap pengharapan yang disandarkan kepada Tuhan. Allah Maha Mengetahui segala ketetapan yang telah ditakdirkan buat setiap hambaNya. Berdamailah dengan apa jua keadaan, itu yang menjadikan kita kita yang tenang akan takdir Tuhan.

Setiap apa yang kita rencanakan, adakala ia seiring dengan takdir Tuhan, kadangkala ketetapanNya berlainan arah. Jangan terus mengalah dan menyerah. Allah tahu apa perasaan kita dan tidak Allah jadikan sesuatu itu hanyalah sia-sia.
Profile Image for Hafiz Kamaruddin.
97 reviews9 followers
November 16, 2020
Byk tulisan yg menusuk terus ke hati sanubari. Membuatkan diri rasa 'adem banget' sangat meneliti bait-bait kalimah sang penulis. Salam dari pembaca Malaysia. Teruskan menulis 😊
1 review
May 3, 2022
bagus buku nya cara suka bukunya
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ray.
1 review1 follower
February 27, 2022
Bagus buat nampar diri sendiri
This entire review has been hidden because of spoilers.
1 review
October 17, 2020
MasyaaAllah Tabarakallah, Buku ini sangat memotivasi, buku MTAHM adalah salah satu pengingat dikala futur .. semua kekeliruan saya selama ini terjawab sudah di buku MTAHM .. Jazakallah Khayr untuk Kak @alfialghazi atas ilmunya yang InsyaaAllah sangat bermanfaat 🕊
Profile Image for Muhammad Alfian Nurkholis.
4 reviews
September 1, 2024
Pertama kali tertarik karena banyak yang bikin status WA kutipan dari buku ini. Tapi viralnya buku itu belum cukup bisa membuat saya langsung cari dan beli. Setelah 4 tahun dari pertama kali buku ini terbit, akhirnya saya membacanya. Tetep ngga beli sih, karena kebetulan di Perpus Pevita ada.

Oke, secara keseluruhan saya suka buku ini. Dari sampulnya cukup menarik. Kemudian bagusnya buku ini didukung pula dengan diksi yang singkat nan bersahabat, seakan jadi teman ngobrol.

Di awal-awal membaca, saya agak kecewa, karena belum menemukan momen "wah"-nya. Mungkin sudah bagi sebagian orang, tapi belum di saya. Setelah memasuki bab-bab akhir, baru sadar kalau buku ini dibagi menjadi 2 bagian. Separuh awal berisi targhib (motivasi) bagi yang sedang merasa takut, cemas, dan putus asa. Lalu separuh yang akhir berisi tarhib (ancaman/peringatan) bagi yang sedang dilanda kelalaian. Nah, jujur, saya sekarang berada di kondisi yang kedua. Wajar kalau di awal-awal ada momen "slump" di sana dan di akhir lebih "excited".

Namun sayangnya, saya rasa bagian akhir justru melenceng dari judul. Jika dilihat, judul buku ini lebih cocok bagi teman-teman yang rasa takutnya lebih tinggi dari rasa harapnya saja. Ada dua opsi mungkin, antara judulnya dibuat lebih umum, atau buku ini dipecah menjadi 2 sekuel, satu untuk yang sedang cemas & takut, satu lagi untuk yang sedang malas & lalai. Untuk keserasian judul dan isi saja, sih.

Di samping itu juga saya masih menemukan titik koma yang kurang sesuai pemenggalannya. Tapi tak apa, masih bisa dipahami maksudnya.

Akhir kata, meski isi tiap bab-nya agak melenceng ke mana-mana, tapi tetap ada satu benang merah yang bisa ditarik. Ya, tauhid. Itulah inti dari tujuan kita diciptakan, baik dalam kondisi cemas maupun malas. Terima kasih Kak Ustadz Alfi, bukunya cukup membekas.
Profile Image for Tia Raihana.
37 reviews7 followers
February 21, 2022
Buku ini merupakan buku non fiksi yang berisi motivasi yang dibagi menjadi 75 bagian. Dimana setiap bagian dibahas dalam 1-2 halaman. Coba bayangin walau dibahas dalam tulisan singkat per bagiannya tapi penulis bisa bikin aku sebagai pembaca jadi tersentuh karena buku ini relate banget dengan kehidupan.

Buku ini juga mengajak pembaca untuk merefleksikan diri yang mulai menyerah dengan beratnya ujian kehidupan. Menariknya penulis menyelipkan cerita-cerita keteladanan Rasulullah SAW beserta Para Sahabat yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist. Cerita tersebut diulas penulis dengan bahasa yang sederhana sehingga pembaca mampu mengambil makna yang ingin penulis sampaikan. Selain itu di dalam buku ini, penulis juga memberikan kalimat-kalimat motivasi yang sangat menampar para pembaca dan bagus banget buat dikutip.

Buku ini cocok untuk siapa saja, terutama bagi kamu yang sedang dalam proses hijrah dan membutuhkan motivasi agar bisa menggapai ridho Nya. Buku ini salah satu buku terfavorit ku karena pembahasan dalam buku ini ringan namun sarat akan makna.

Adapun insight yang aku dapat dari buku ini adalah ketika kita sudah mulai lelah dengan kehidupan dunia ketahuilah semua ini hanya sementara. Sesehat, sekaya, sebahagia, sesedih apapun kondisi kita saat ini, kita harus tahu bahwa kita sedang dalam perjalanan menuju kematian. Sejatinya kita semua sedang berada di ruang tunggu, menanti perjumpaan dengan Nya. Maka dari itu, persiapkan lah dengan sebaik mungkin, agar tidak ada penyesalan.
Profile Image for Etikwhy.
19 reviews
May 20, 2022
"Doamu selalu terjawab, walau terkadang tidak sesuai permintaan, tapi pasti selalu yang terbaik." (Hlm. 18)
____________

Dalam hidup, kita pasti sering banget ngerasa capek, bahkan kepikiran mau nyerah aja karena udah nggak kuat sama masalah-masalah yang dihadapi. Tapi emang dunia itu tempatnya capek, dan berlelah-lelah. Dan memang segala sesuatu tidak selalu berjalan sesuai sama apa yang kita mau.

Buat kamu yang ngerasa capek, mungkin buku ini bakal cocok untuk kamu. Buku ini berisi kumpulan esai penyemangat yang terdiri dari beberapa bab. Masing-masing bab berisi tentang penyemangat sekaligus perenungan atas masalah-masalah yang sering banget dialami sama orang-orang sekarang ini, jadi mungkin akan kerasa related bagi pembaca.

Buku ini jadi salah satu tamparan sekaligus penyemangat. Tamparan untuk kita yang terlalu fokus sama dunia, dan manusia. Penyemangat bahwa dunia itu hanya sementara, bahkan nggak ada harganya. Ingat Allah itu Maha Pemaaf, Maha Penolong, jadi jangan pernah menyerah. Capek gapapa, menyerah jangan.

Ada banyak hal yang perlu direnungi ketika baca buku ini, bahkan tiap bab yang dibaca perlu direnungi dan diresapi. Terutama tentang sudah sejauh mana kita berjuang/berjalan? Apa tujuan kita? Sudah luruskah tujuan kita? Ingat untuk selalu berdoa (Pray! Pray! Pray!)

Menurutku baca buku ini perlu timing yang pas, makanya aku baca ini pas malem biar feelnya dapet hehe. Alhasil buku ini beneran bikin aku berkaca-kaca, karna tiap kalimatnya ngena banget! Sekaligus sebagai bahan refleksi aku juga sih
Profile Image for perpusaru.
53 reviews
December 4, 2021
Buku motivasi yang sangat cocok untuk orang orang yang sedang merasakan berada dititik terendah dalam hidup. Entah putus cinta, sulit mengapai cita cita maupun karir, atau permasalahan hidup lainnya. Dalam buku ini, kita diberitahu untuk tetap bersama Allah dan percaya kepada-Nya, berdoa kepada-Nya, berprasangka baik kepada-Nya dan yang paling terpenting kita harus terus berusaha yang terbaik dengan berharap dari ridho-Nya.

Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah benar benar mengajarkan kita untuk tidak pernah menyerah.
Profile Image for Dedeepaaa.
46 reviews1 follower
July 31, 2022
Buku yang akan memberikan ketenangan disetiap halamannya, membaca buku ini membuat saya ingin dekat kembali dengan Tuhan. Setiap permasalahan yang kita hadapi seringkali membuat kita berputus asa dan hampir menyerah, tapi sesungguhnya Allah akan selalu merangkul kita saat kita memintanya. Masalah sebesar apapun sebenarnya sudah dijawab langsung oleh Allah dalam firman-firmannya.
Untuk yang masih kebingungan hendak melangkah kemana, masih berputus asa dengan kasih sayang Allah, merasa sudah sangat jauh dari rahmat Allah, mungkin perlu membaca buku ini.
Selamat mencari ketenangan 🤍
Profile Image for Harum Puspito.
3 reviews
November 22, 2021
Mungkin buku ini emang bukan my cup of tea aja. Di halaman awal sampai pertengahan aku masih ngerasa adem karena relate sama kondisiku sekarang dan aku ngerasa butuh, tapi entah kenapa semakin menuju akhir halaman rasanya seperti dikejar-kejar dan memudar rasa adem waktu bacanya. Seolah-oleh aku ini ditodong beribu pertanyaan dan dituntut harus bisa saat ini juga.
Profile Image for Rere.
3 reviews
March 31, 2022
I finished this book when I was like in the lowest point in my life. Tired. Wanna disappear. Wanna end everything because it was really hard and hurt a lot. But through this book, I realized that I know nothing at all about the life, the purpose of our life. Hope I can find another books like this! 🙂
Profile Image for atinonthecloud.
12 reviews2 followers
August 24, 2021
This book helps me to realize about a lot of new things that I think very important for me as a Muslim. The language is Indonesian but since I am from Malaysia so I do understand it a little bit.


If you need a book that helps you internally, i think this book is right for you.
11 reviews
February 4, 2023
Cocok kalo kamu butuh kalimat-kalimat motivasi.
Tapi pas aku baca ini entah kenapa ga ada feel nya. Entah karena aku kurang menghayati atau gimana. Tapi kesannya jadi B aja gitu

Untuk kalimatnya cukup indah.
Yaa baca aja kalo kalian lagi putus asa
Profile Image for Dwina RA.
17 reviews
December 3, 2021
thanks to writer for kindly reminder 🙏🏼🙏🏼🙏🏼
1 review
January 20, 2022
Bagus banget ini buku
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Anggi Audia.
36 reviews
November 16, 2022
Kehidupan berjalan diantara kenyamanan dan masa-masa sulit. Seperti impian, harapan, dan keinginan yang tak menemui kenyataan. Kehidupan berjalan seimbang. Selalu ada suka diantara bahagia, selalu ada sulit diantara kemudahan, semua itu adalah keadaan-keadaan yang terjadi diluar kendali manusia.

Sejatinya saat kita berada pada titik terendah menanggalkan semua kesombongan dalam diri dan membuat kita lebih mudah untuk menghadap Allah dengan hati yang bersih.

Tak selamanya orang lain ada untuk kita. Pada satu waktu, semua hal harus kita hadapi sendiri. Baik itu kesakitan, kegagalan, kekecewaan, pilihan-pilihan sulit, semua itu harus kita hadapi sendiri. Allah selalu ada untuk kita, bagaimanapun keadaan, Allah tak pernah meninggalkan kita.

Buku Maaf Tuhan Aku Hampir Menyerah ini merupakan salah satu buku karya Alfi Alghazi yang diterbitkan oleh penerbit sahima pada tahun 2020. Buku ini terdiri dari 75 subbab dan memuat 246 halaman. Pada setiap subbab memiliki pembahasan yang berbeda dan isinya tetap condong kepada tujuan utama, yakni surga yang menjadi tujuan akhir kehidupan manusia.

Buku ini membahas tentang berbagai hal yang bisa membuat seseorang yang jatuh dan hampir menyerah, bangkit hingga kembali kuat. Adapula beberapa bab yang membahas tentang cinta, cinta tanpa maksiat atau cinta yang diridhoi oleh Allah swt. Sekalipun setiap bab terbilang singkat, penulis buku ini benar-benar bisa membuat pembaca jatuh cinta dengan tulisannya. Sederhana namun mengena.

Dengan buku yang berwarna orange dan hitam serta gambar cover yang simple membuat buku ini terlihat sangat elegant. Didalam buku ini juga terdapat beberapa kisah yang menambah pengetahuan kita, seperti kisah Sultan Muhammad Al-Fatih, kisah Qarun yang tenggelam bersama hartanya, serta kisah lainnya.

Buku ini juga memuat banyak quotes yang menguatkan. Benar-benar saya rekomendasikan kepada orang-orang yang down, hampir menyerah, dan hampir kalah dengan keadaan. Tidak hanya menyembuhkan, buku ini juga turut memberikan kita sedikit banyak pengetahuan tentang islam.
Profile Image for Yayan Nurkasanah.
30 reviews
December 30, 2022
Apabila berharap dengan berleha-leha keajaiban datang begitu saja, itu adalah suatu kemustahilan. Memiliki keinginan tanpa usaha adalah kebodohan. Adapun memiliki keinginan tanpa doa adalah kesombongan (hal. 60). Jadi sudah sepantasnya kita sebagai hamba harus terus berusaha dan tidak lupa berdoa. Begitulah sejatinya kita sebagai hamba.

Kita sebagai hamba akan diposisikan pada kehidupan diantara kenyamanan, kebahagiaan dan bahkan masa-masa sulit itu pasti akan datang, menerobos tanpa bertanya. Jangan menyerah, Allah bersama kalian.

Salah satu hal yang bisa kita renungi dari buku ini. Bahkan ada banyak hal lain dari buku ini yang bisa dan harus kita renungi. Buku ini ditulis untuk siapa saja yang sedang dirundung duka, ragu pada impiannya, kehilangan arah, patah karena cinta, berusaha menerima takdir-takdirNya dan kembali pada jalan yang diridhoiNya. Kenyataannya hal-hal itu tidak akan mudah untuk dihadapi. Kita perlu pertolonganNya dan berilmu. Tanpa ilmu, kita hanyalah seonggok daging tidak berguna. Sebaik-baiknya ilmu yang bisa bermanfaat untuk akhiratmu.

Buku yang berisi esai dengan banyak bab. Setiap babnya berisikan permasalahan-permasalahan yang biasa kita hadapi dan ada solusi dari penulis disetiap akhir bab serta ada pertanyaan yang ditujuan untuk pembaca bagimana sebaiknya menghadapi permasalahan tersebut.

Buku ini ditutup dengan bab-bab yang sangat mengetuk hati, bahkan mungkin menyayat hati. Bagimana tidak? Jika kita dihadapkan dengan perkataan-perkataan, penyesalan terbesar orang tua ketika berada di alam kubur, penyesalan terbesar seorang anak di akhirat nanti, merasa terlalu rendah dan hina untuk impian surga yang begitu tinggi, disaat banyak orang sudah menyelesaikan hafalan 30 juz. Ada yang mempelajari bertumpuk-tumpuk hadist. Ada yang kebaikanya telah menyentuh seantero penduduk bumi. Apalah kita yang masih mengagungkan dunia?. Bersemangatlah, jangan menyerah, sungguh surga adalah akhir yang paling indah.

Penulis : @alfialghazi
Penerbit : @penerbitsahima

#yayanreads
13 reviews
August 24, 2023
"Teruntuk para pengendara waktu, bertahanlah, sampai surga yang menjadi pelabuhan terakhir kita." Hal. ix

Buku karya Alfialghazi dengan cover yang cerah warnanya, menyuguhkan motivasi yang menggetarkan hati dan jiwa pembacanya. Banyak pernyataan-pemikiran penulis, hadits, dan terjemahan Al-Qur'an tertera mengisi keseluruhan bab menjadi nasehat yang rasional. Dengan bahasa yang mudah dipahami, jelas dan tanpa ada kesan menggurui, buku ini cocok dibaca oleh orang yang sedang introspeksi diri dan yang berada dititik terendah sebagai "kompas" menemukan tujuan hidupnya.
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannnya." (QS. Al-Baqarah: 286). Hal.29

Selain itu, buku ini juga mengingatkan kita pada kehidupan akhirat dan bagaimana sebaiknya menghadapi kehidupan didunia yang fana. Tolak ukur Allah SWT menyayangi hamba-Nya adalah dengan memberinya pelbagai ujian untuk mengetahui seberapa kokoh keimanan hamba-Nya.
" Setiap kesulitan yang menghimpit kehidupan kita harusnya semakin menyadarkan diri kita bahwa kita ini manusia yang tak punya kuasa, semakin sulit seharusnya semakin dekat hubungan kita dengan Sang Pemilik Semesta, karena solusi hanya disisi Allah. Hal. 188

Jujur, buku best seller Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah adalah buku yang aku garis bawahi dan kasih note, padahal kalau baru beli dan pertama kalinya baca, aku paling anti mencoret buku. Alasannya menggarisbawahi buku amatlah sederhana, karena banyaknya isi buku mengandung to do point paling mengena untuk pengingat diri. Ini salah satu contohnya => "Kebahagiaan itu sejatinya adalah pilihan, saat kamu memutuskan untuk bahagia dengan apa yang kamu miliki sekarang, tak peduli sesederhana apa pun itu, maka kamu akan bahagia." (Hal.21)



• Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah
• ALFIALGHAZI
• Tim Penerbit Sahima
• 258 Halaman
• ISBN 978-602-6744-47-0
• Cetakan kelimabelas, 2022
Profile Image for lll.
27 reviews
January 29, 2022
“teruntuk para pengendara waktu, bertahanlah sampai surga yang menjadi pelabuhan terakhir kita”

opening buku yang epic dan naive😅
karena selalu sadar bahwa surga dan neraka adalah hak prerogative Allah.

sepanjang buku berasa lagi dinasehatin bahwa semuanya akan baik-baik saja ketika selalu berusaha melibatkan Allah dan yakin akan qada qadar-Nya dalam menjalani kehidupan. inti dari buku ini adalah pentingnya mengambil jeda dari segala aktivitas duniawi, mengoreksi segala bentuk ekspektasi, terlebih muhasabah diri.

banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan kita karena sering lupa bahwa Allah sebaik-baiknya pembuat rencana. kutipan yang ku sukai dari buku ini:

“jangan percaya kata nanti! “nanti aku akan berubah jadi baik” “nanti aku akan kerjakan” “nanti kebiasaan buruk ini aku tinggalkan” menjadi baik itu tidak tiba-tiba ia adalah serangkaian bentuk proses panjang maka dari itu harus dimulai sekarang” -83

“bila ada yang layak disebut sebagai penipu yang paling menipu maka ia sudah pasti bernama dunia” -151

“teruslah menebar manfaat, walau tanpa pernah tersorot kamera. teruslah menebar manfaat, walau jauh dari tepuk tangan dan pujian-pujian. sesungguhnya berada di barisan keheningan dan berada di barisan yang jauh dari racun-raun pujian adalah keselamatan” -232

bukunya tidak ku rate 5 star karena dibeberapa pembahasan terkesan terlalu menggurui🙌
Profile Image for Tirta Ati.
60 reviews
October 29, 2022
Ini adalah buku self-help untuk asupan ketenangan rohani. Buku ini berbeda dengan buku self-help yang pernah aku baca karena buku ini lebih condong ke suatu agama dan kebetulan agama aku sama dengan buku ini (Islam).

Ketika membaca buku ini, kita diajak untuk relaksasi dan refleksi diri. Buku ini mengajak untuk segala sesuatunya kita kembalikan kepada Allah SWT. Membahas tentang segala hal dikehidupan ini dari sudut pandang kita sebagai seorang muslim.

Aku suka dengan bukunya karena pembahasannya seputar yang kita pernah alami dan sedang dialami mungkin. Buku ini terdiri dari 75 bab yang masing - masing babnya disuguhkan dengan hanya beberapa paragraf saja tetapi setiap isi babnya selalu mengena di hati. Dari pembahasan yang ringan - ringan, ada pula kasus - kasus yang diselipkan pada saat jaman Rasulullah SAW, hingga ke pembahasan menjelang akhir bab yaitu tentang kematian.

Buku ini cocok untuk kamu seorang muslim yang sedang mencari ketenangan dan asupan rohani juga sebagai refleksi diri.
Displaying 1 - 30 of 189 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.