Kalau ada yang bertanya, buku apa yang mengubah hidupmu—di tahun 2025? Maka aku akan menjawab buku ini. Memberikan perspektif yang berbeda—but in very very good way—dalam hal parenting dan ikatan orang tua dengan anak perempuannya.
Ada pepatah mengatakan bahwa "darah lebih kental daripada air", namun di buku ini justru sebaliknya; airlah yang lebih kental. Mereka yang justru tidak memiliki ikatan darah, malah lebih peduli, lebih menyayangi, dan lebih mencintai. Blood maybe is thicker than water, but the bond is unbreakable.
Masterpiece. Bawling. Cry me river. Buku ini masuk kedalam buku terbaik versiku sepanjang masa.
Bercerita tentang Yuko yang berganti nama keluarga sebanyak 3x. Berganti nama keluarga, maka berganti pula orang tuanya. Saat SD, ia bernama Mito Yuko—bersama ayah kandungnya. Menjadi Izumigahara Yuko di saat SMP dan terakhir saat SMA menjadi Miromiya Yuko. Total Yuko memiliki 2 ibu dan 3 ayah. Yuko bagaikan "baton" yang diberikan secara estafet antar orang tua.
Buku ini memiliki 2 bagian. Bagian pertama berkisah maju-mundur, awal mula Yuko dari nama keluarga Mito-Izumigaraha-Miromiya. Dan bagian kedua tentang Yuko yang akan menikah dan meminta izin satu per satu ke orang tuanya yang justru membawa Yuko pada rahasia yang baru diketahuinya.
Sebenarnya ceritanya sedih, menyayat hati, dan memilukan—untukku—tetapi karena gaya berceritanya menggunakan sudut pandang Yuko sebagai orang pertama di mana pribadinya santai dan nggak neko-neko, jadi pembawaannya pun terbawa santai. Tapi, tetap saja ada adegan yang absolute cinema bagiku. Salah satunya saat Morimiya mengantar Yuko menuju altar.
"Kebahagiaan sejatiku bukanlah saat aku menjalin sukacita bersama seseorang, melainkan saat aku menyerakan baton kepada masa depan besar yang tak ku ketahui. Tekada yang ku teguhkan pada hari itu telah membawaku sampai ke sini." -p.403
Hidup Yuko yang harus ditinggal ibunya meninggal sejak kecil, ayahnya ke luar negeri, dirawat Rika-san yang esentrik tapi pengorbanannya nggak ada dua, lalu berada di rumah besar dengan piano di dalamnya bersama Izumigahara-san yang kaya raya, dan terakhir bersama Morimiya-san, ayah lulusan Todai, pintar, tapi gaya parenting-nya nyeleneh nan unik—yang mau jadi juara 1 sebagai orang tua Yuko—posesifnya "menggemaskan" apalagi saat dia bickering dengan sang pengembara [baca: sebutan Morimiya untuk calon suami Yuko]. How a lucky Yuko is.
Kalau aku buat urutan klasemen orang tua Yuko, maka:
1. Morimiya
2. Rika
3. Izumigahara
4. Mito
Yang kandung malah urutan terakhir haha. Habisan "effort"-nya tidak sebanyak dua teratas.
Akhir kata, jika ingin membaca buku yang menghangatkan hati tentang hubungan orang tua dan anak yang dikemas dengan chill and fun—tapi siap membuatmu berlinang air mata—maka, buku ini sangat direkomendasikan. Bacalah!
Sukaakkkkk bangettt! 💐