Jump to ratings and reviews
Rate this book

Potongan Tubuh

Rate this book
7 Cerita Terbaik Dari 7 Penulis Korea Selatan

---

Panggilan telepon itu datang sekitar sebulan setelah istrinya menghilang.
Sepotong kaki sebelah kanan ditemukan.
Dan, ia harus memastikan itu mayat istrinya atau bukan.

300 pages, Paperback

Published January 1, 2019

22 people are currently reading
141 people want to read

About the author

Hye-Young Pyun

29 books223 followers
편혜영(片惠英,1972년~)은 대한민국의 소설가이다. 서울에서 태어났으며, 서울예대 문예창작과를 졸업하고 한양대학교 국어국문학과 대학원 석사과정을 졸업했다. 2000년 서울신문 신춘문예에 단편소설 〈이슬털기〉가 당선되면서 데뷔했다. 2007년 단편소설 〈사육장 쪽으로〉로 제40회 한국일보문학상을, 2009년 단편소설 〈토끼의 묘〉로 제10회 이효석문학상을, 2012년 소설집 〈저녁의 구애〉로 제42회 동인문학상을, 2014년 단편소설 〈몬순〉으로 제38회 이상문학상을 수상했다. 현재 명지대학교 문예창작학과 교수(2013~)로 재직 중이다.

Pyun Hye-young was born in Seoul in 1972. She earned her undergraduate degree in creative writing and graduate degree in Korean literature from Hanyang University. After receiving these degrees, Pyun worked as an office worker, and many office workers appear in her stories.

Pyun began publishing in 2000 and published three collections of stories, Aoi Garden, To The Kennels, and Evening Courtship as well as the novel Ashes and Red. In 2007, To the Kennels won the Hankook Ilbo Literary Award, in 2009 the short story O Cuniculi won the Yi Hyo-Seok Literature prize and then the Today’s Young Writer Award in 2010, while in 2011 Evening Courtship won the Dong-in Literary Award. Her works have several themes including alienation in modern life, an apocalyptic world, and they are often infused with grotesque images. The novel Ashes and Red explores irony and the dual nature of humanity.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
11 (8%)
4 stars
31 (23%)
3 stars
76 (57%)
2 stars
12 (9%)
1 star
2 (1%)
Displaying 1 - 30 of 41 reviews
Profile Image for Fitria Mayrani.
522 reviews25 followers
April 3, 2020
Dibandingkan dengan drakor, aku lebih suka menikmati produk Korea dalam bentuk karya sastra, dari novel roman sampai nonfiksi aku lahap semua. Begitu pun dengan kumpulan cerpen yang terhimpun dalam Potongan Tubuh yang berisi tujuh cerita pendek--lumayan--panjang dari tujuh penulis Korea Selatan berbeda generasi ini.

Dari beberapa buku yang aku baca, penulis Korea Selatan kerap menyuarakan tentang diskriminasi kaum perempuan. Dalam cerita Menara Pasir yang ditulis oleh Jo Jung-rae, si tokoh perempuan yang jatuh hati pada pelukis ketika menikah dia harus patuh pada sistem otoritas laki-laki.

"Perempuan adalah manusia, sehingga kapasitas dan hak pribadinya harus dilindungi dan dikembangkan, perempuan bukan alat pemuas seksual lelaki dan tidak boleh dianggap sebagai barang kepunyaan atau mainan lelaki." (Cerpen Menara Pasir, hal. 146-147)

Dari judulnya mungkin banyak yang nebak buku ini sejenis thriller atau misteri gitu. Sebetulnya nggak juga. Secara keseluruhan ketujuh cerpen ini sebetulnya gambaran dari kondisi masyarakat secara umum dengan segala kepahitan, kepedihan dan aroma-aroma kurang sedap kehidupan. Misalnya di cerpen pertama Benar, Aku Seekor Jerapah? adalah sebuah potret rakyat kelas bawah yang berusaha bertahan hidup: bekerja dengan upah rendah dan berdesakan di dalam kereta.

Dua cerpen favoritku, Sebatang Jarum (Cheong Un-yeong) dengan plot twist yang nggak disangka-sangka dan Potongan Tubuh (Pyun Hye-young) yang agak bikin bergidik tapi juga nelangsa.
Profile Image for Rezza Dwi.
Author 1 book277 followers
September 1, 2019
Sangat berbeda dengan dugaanku di awal.

Potongan Tubuh merupakan kumpulan cerita pendek yang ditulis oleh beberapa penulis Korea yang terkenal pada zamannya.

Seharusnya, aku membaca label di belakang buku.

Sastra/Kumpulan Cerpen (18+)

Okey. Baik.

Kalimat awal blurb-nya juga menarik sekali:

"Panggilan telepon itu datang sekitar sebulan setelah istrinya menghilang.
Sepotong kaki sebelah kanan ditemukan
Dan, ia harus memastikan itu mayat istrinya atau bukan."

Okey. Baik.

Jadi, kukira, buku ini bakalan sejenis buku mystery trhiller gitu kalau aku baca judul dan blurb-nya.

Ternyata, bukan.

Buku ini lebih ke sastra tentang misteri kehidupan apalah apalah gitu. Bukan pembunuhan, bukan thriller, bukan yang darah-darahan.

Buku ini seperti menyentil kepekaan manusia. Tentang makna, tentang kekhilafan, ibaratnya "Lu yakin udah bener jadi suami? Lu yakin udah bener jadi anak?"... well, gitu-gitu deh. Dan itu melalui kumpulan cerita pendek orang Korea di dalamnya.

Okey. Baik.

Tapi, terlepas dari kekecewaan dalam diri ini (halah), aku suka beberapa kisahnya. Favoritku itu yang Istri Lelaki Miskin, terus yang Potongan Tubuh. Paling favorit yang Istri Lelaki Miskin.

Bagus dan aku suka.

Lumayan, lumayan. Hehe.
Profile Image for aprinda..
161 reviews4 followers
August 26, 2021
Kali pertama membaca sastra korea yang sangat berat, karena biasanya cuma baca webnovel atau k-lit.

Ok, aku mau membahas dari bagian luarnya dulu, yaitu cover. Cantik nggak, sih? Beneran deh aku kepincut dengan novel ini karena covernya.

Dari judulnya jelas, kalau novel ini akan membawa kita ke berbagai kisah menegangkan, mengerikan, ya semacam itulah. Tapi, covernya tidak demikian. Malah, sangat bertolak belakang dengan hiasan nirmana bunga-bunga. Dan, kalau diperhatikan ternyata ada 7 gambar kepala di covernya, yang menurutku mengarah pada 7 penulis cerpen yang ada di novel ini. Udah cantik, keren lagi konsepnya.

Jadi, novel ini terdiri dari 7 cerita dengan genre yang berbeda-beda. Peletakan cerpen potongan tubuh ada di akhir cerita, bukan di awal atau tengah. Mungkin bertujuan, agar pembaca dibuat semakin penasaran dengan novel ini, kemudian memutuskan untuk melahap cerpen dari awal hingga akhir.

Ya, walaupun pasti ada saja pembaca yang langsung loncat ke cerpen potongan tubuh.

Membaca novel ini membangun konsep yang mungkin berbeda antara aku dan pembaca lain. Tapi, mari aku kupas satu per satu.

● "Benar, aku seekor jerapah?"

Penulis mengangkat tema alienasi, yakni konsep yang diusung Karl Max. Tepatnya, mengenai keadaan seorang buruh yang mendapati dirinya dalam situasi terasing dalam hidupnya.

Tokoh Aku di sini, mengharapkan pendapatan yang besar, namun harus bekerja super keras setiap harinya. Sampai suatu saat, Aku bertemu dengan sang Ayah yang kondisinya ternyata tak jauh berbeda dengan dirinya.

Singkat cerita, si Ayah menghilang. Dan keduanya bertemu kembali, namun si anak melihat sosok Ayahnya sebagai seorang jerapah.

Ending yang mengundang seribu pertanyaan. Asumsiku bercabang menjadi dua, entah memang si penulis tiba-tiba memasukkan unsur fantasi dalam ceritanya karena sedari awal gaya penulisannya cukup unik. Atau, jerapah dalam cerita ini merepresentasikan ayahnya yang mampu bertahan hidup layaknya jerapah.

Ya, jerapah. Hewan yang sedari kecil belajar untuk beradaptasi dan bertahan hidup dari incaran hewan-hewan buas.

● "Pecinan"

Awalnya kupikir Aku —tokoh utama— akan menceritakan kisah neneknya. Tapi, setelah kubaca tuntas, cerpen ini mengisahkan si Aku, seorang gadis kecil yang tumbuh di lingkungan yang memprihatinkan.

Neneknya, tidak memiliki anak sehingga tinggal dengan anak dari istri kedua suaminya, yang mana adalah ibunya Aku.

Kemudian, ibunya terlalu punya anak banyak, bahkan sedang hamil saat itu sehingga tidak bisa memberikan perhatian penuh pada Aku dan juga adik-adiknya.

Ada juga Chiwok, teman sepermainannya yang berkeinginan menjadi pelacur orang asing.

Maggie, wanita penghibur tentara Amerika, dan kehadiran tentara Amerika itu sendiri makin memperburuk lingkungan Aku.

● "Istri lelaki miskin"

Miris membaca kisah si istri, yang menulis harian berisi tentang keluh kesah dirinya dan sang suami. Uniknya, gaya penulisan istrinya dalam buku harian, sangat menarik menurutku karena seakan curhatannya ini bukan berisi tentang dirinya. Seperti catatan harian orang lain.

Singkatnya, tokoh yang bermasalah di sini adalah sang suami. Ia tidak punya waktu untuk keluarga, terlalu sibuk bekerja dan selalu merasa benar. Dirinya merasa sudah menjadi suami yang baik; menafkahi keluarga dan tidak berselingkuh. Jadi, dia membenarkan segala tingkah lakunya, termasuk kecanduan alkohol.

Padahal peran suami tidak hanya itu, ia punya tanggung jawab sebagai seorang ayah yang ada untuk anak-anaknya di rumah dan sebagai pasangan dari istrinya dalam membangun dan mempertahankan apa yang mereka bisa sebut dengan "rumah".

● "Tanah milik ayah"

Seorang prajurit yang hanya tinggal dengan ibunya, tanpa tahu bagaimana sosok ayahnya. Ibunya menjelaskan, bahwa ayahnya terpaksa pergi untuk menyelamatkan diri. Si prajuritpun tahu kalau ibunya selama ini menunggu kepulangan ayahnya.

Si prajurit dan rekannya kemudian menemukan kerangka pria yang tidak dikenal.

Nah, Si prajurit membayangkan kalau nasib ayahnya sama dengan si kerangka pria; terluka tanpa ada seorang pun yang menolong, hingga akhirnya mati dikubur ala kadarnya.

Kalau aku lihat bisa jadi, kerangka itu adalah ayahnya. Karena tanah milik ayah mengacu pada tanah yang mengubur jasad si ayah. Tapi, bisa juga orang lain, karena ada banyak yang mati dan dikubur di area tersebut. Dengan kata lain, bisa jadi si ayah juga terkubur di area tersebut tapi kerangkanya tidak ditemukan.

● "Menara Pasir"

Seorang gadis keras kepala yang mengambil jurusan seni lukis, dan jatuh cinta dengan seorag pelukis. Cintanya ini membuatnya buta, hingga ayahnya yang tahu dengan perasaan putrinya ini memberi restu pada mereka berdua.

Namun, di balik itu si pelukis mengajukan syarat kalau gadis tersebut harus membuang jauh impiannya jadi pelukis. Bodohnya, ia menyetujuinya.

Sesuai dengan judulnya, menara pasir bagaikan impian sang gadis bersama dengan si pelukis; menikah dan hidup bahagia. Sayang, kita tahu pasti kalau menara pasir bisa terhapus oleh ombak. Ya, intinya apa yang ia impikan tidak menjadi kenyataan, sang suami malah bersikap sebaliknya, hanya menomorsatukan karirnya.

● "Sebatang jarum"

Dari semua kisah, aku paling tidak suka dengn cerpen ini. Alasannya sederhana. Ada bagian di mana tokoh utama yang membuang bayi kucing ke kloset dan membayangkan bagaimana ia makan, membuatku super mual. Kalian tahu hanibal? seperti itulah.

Cerpen ini menceritakan seorang seniman tato dengan pekerjaannya. Seniman tato dengan obsesinya terhadap jarum-jarum. Seniman tato dengan pemuda di kamar 801. Serta, seniman tato dengan sang ibu, yang mengaku membunuh seorang biksu lalu bunuh diri.

Aku sebenarmya agak tidak paham dengan cerpen ini. Karena di otakku cuma terpikir bahwa penulis hanya ingin menceritakan kisah hidup seniman tato.

Tapi, terasa mengganjal karena ucapan sang ibu yang berkata, potongan jarum tajam yang dicampurkan ke dalam minuman secara perlahan bisa membunuh seseorang.

Nah, si seniman ini menemukan ada 20 jarum koleksi ibunya yang tumpul. Hal ini melahirkan pemikiran baru, apakah benar ibunya memakai potongan jarum tersebut untuk membunuh seseorang lalu membunuh dirinya?


● "Potongan Tubuh"

Akhirnya, sampai juga di penghujung cerita. Cerpen ini mengisahkan seorang suami yang dikabari temuan sepotong kaki, yang mungkin milik istrinya yang hilang.

Sang suami berusaha keras untuk mengingat bagaimana bentuk kaki istrinya yang selama ini menemaninya tidur. Tak hanya kaki, potongan tangan juga ditemukan dan hal ini membuatnya mengingat seperti apa bentuk dan kondisi tangan istrinya.

Namun, seperti yang kita tahu kondisi tubuh orang yang masih hidup sangat berbeda dengqn mayat. Nah, penulis menggambarkan hal tersebut sangat detail, tentunya membuat perut jadi mual.

Hingga, si kepala pun ditemukan dan sang suami perlu memastikannya. Sayangnya, sang suami juga mengalami hal yang sama dengan snag istri. Tenggelam dan hanyut tanpa tahu apakah kepala yang harusnya ia lihat nanti itu benar istrinya atau orang lain.

Seru kan? Ya, makanya aku beri bintang 4. Minusnya, mungkin karena aku tidak terbiasa dengan pengisahan cerita berbalut sastra korea, membuatku harus putar otak, bahkan mencari referensi kedua untuk menguatkan buah pikiranku.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for cindy.
1,981 reviews156 followers
September 5, 2019
Kumpulan cerpen korea yang menarik, sayangnya setting waktu cerita-ceritanya bukanlah periode yang pas bagiku, pasca perang dan awal modernisme - bukan favoritku. Maksudku seperti klasik bukan kontemporer juga nggak. Tanggung.

Untuk tema-temanya juga sedikit terlalu filosofis dan mengawang. Kemiskinan, kematian, penyesalan. Pahit. Dengan rasa tak enak yang mengganjal di hati. Meski demikian, aku cukup suka dengan cerpen pertamanya Benar, Aku seorang Jerapah? karya Park Mingyu yang meskipun getir tapi terbungkus humor yang bikin ngakak, dan Sebatang Jarum dari Cheon Unyeong yang awalnya muter-muter gak jelas tapi endingnya cetar dalam keheningan. Cerpen terakhir, Potongan Tubuh nada-nadanya sangat mirip dengan novel The Hole yang ditulis oleh pengarang yang sama - Pyun Hyeyoung - kesepian dan penyesalan.

Profile Image for Ade.
542 reviews30 followers
September 14, 2020
Kalau dilihat dari judulnya agak serem ya tapi kumpulan cerita pendek ini bisa menjadi awal untuk mulai mengenal karya sastra dari korea selatan karena kalau saya yg sudah cukup beberapa baca karya Han Kang dan Shin Kyung Sook.

Ceritanya macam-macam dan tidak luput dari tanda tanya dan terkadang membuat kita menerka-nerka maksud dari cerita tsb apa.

Profile Image for Agung Wicaksono.
1,089 reviews17 followers
March 21, 2021
Kumpulan cerita dari penulis asal Korea Selatan. Nama-nama penulisnya pun baru pertama kali saya dengar. Berbeda dengan kesan saya tentang drama Korea yang bisa membuat penontonnya terbawa perasaan karena kisah asmara, di kumcer ini sebagian besar temanya adalah tentang manusia yang mengalami kejadian-kejadian kelam di hidupnya. Seperti cerita yang menjadi judul buku ini, 'Potongan Tubuh' berkisah tentang seorang suami yang harus mengenali istrinya lewat potongan tubuh yang ditemukan oleh pihak kepolisian. Itu bisa terjadi karena sang istri tiba-tiba menghilang dari rumah dan ia dianggap tenggelam.
Profile Image for nvtpages.
172 reviews1 follower
April 4, 2024
Buku yang berisi tujuh cerpen dari tujuh penulis korea ini bisa membuatku merasakan kesal, ngeri, pilu, hingga depresif..

Cerpen 1 : Benar, Aku Seekor Jerapah? (Park Min-Gyu)
Kisah tentang seorang pemuda yang bekerja paruh waktu sebagai pendorong penumpang kereta. Endingnya aga absurd, karena aku gabisa nangkep apa yg penulis maksud.
Cmn dari kisah ini aku jadi paham, sepentin itu profesi pendorong penumpang di Jepang.

Cerpen 2 : Pecinan (Oh Jung-Hee)
Sedih banget selama baca, berlatar pasca perang Korea Jepang, mengisahkan tentang seorang anak yang hidup di kawasan Pecinan dengan kesulitan ekonomi yang tinggi.

Cerpen 3 : Istri Lelaki Miskin (Eun Hee-Kyung)
Ini aku bacanya kesel sendiri. Tentang suami yang membaca buku catatan isterinya. Di mana buku tersebut menceritakan keluhan sang istri tentang kesulitan menjadi seorang ibu rumah tangga. Tapi kenapa setelah membaca catatan itu, sang suami tidak berubah?

Cerpen 4 : Tanah Milik Ayah (Lim Chul-Woo)
Tentang seorang tentara yg menemukan kerangka manusia saat ia bertugas bersama temannya. Yang bikin serem di sini, tentara tersebut berharap mayat tersebut adalah ayahnya, padahal ibunya sendiri masih berharap suaminya hidup. Sebenci itu seorang anak terhadap ayahnya.

Cerpen 5 : Menara Pasir (Jo Jung-Rae)
Dari kisah ini aku bisa banyak belajar si, kalo jangan terlalu percaya dengan kemakmuran seseorang.
Mengisahkan ttg mahasiswi seni yang jatuh cinta dengan seorang pelukis terkenal. Padahal, apa yang ia cintai penuh dengan kebohongan.

Cerpen 6 : Sebatang Jarum (Cheon Un-Yeong)
Menceritakan tentang seorang perempuan pembuat tato. Dari kisah ini bener2 diceritakan detil gimana pembuatan tato. Yang ga disangka di sini adalah, kelakuan ibunya yang ga semua orang tau. Serem dan ngeri banget deh 😭

Cerpen 7 : Potongan Tubuh (Pyun Hye-Young)
Ini kisah yang menjadi judul utama di buku ini. Jujur aku udah berekspektasi tinggi. Selama baca selalu dipenuhi kengerian, kesedihan dan pertanyaan. Di mana seorang suami kehilangan isterinya di sebuah lembah, dan pihak kepolisian menemukan potongan tubuh yang diduga adalah milik sang isteri.
Udah intens banget bacanya, eh di ending malah bingung. Mirip kek perasaan waktu baca cerpen 1. Endingnya ga nyampe di aku 😭

Paling fav itu cerpen ke 6, kisahnya mudah dimengerti, detil penggambaran alurnya, ada kejutan tak terduga juga di dalamnya. Keren!

Overall, kalo butuh bacaan yang menantang, aku rasa buku ini cocok. Tujuh kisah yang berbeda bisa bawa perasaan yang berbeda juga buat para pembacanya.
Covernya cantik, tapi isinya woahhh banyak bikin kaget.
Profile Image for Rizkana.
242 reviews29 followers
June 18, 2023
“Aku bertanya-tanya, bagaimana kalau aku berjalan ke kanan dan bukan ke kiri setelah keluar dari lift, bagaimana kalau aku naik bus jalur yang sama dari seberang jalan saat berangkat kerja pada pagi hari.”


Ketujuh cerpen di dalam buku ini dimulai dari latar kehidupan sehari-hari, tetapi lantas berubah ke arah yang tidak disangka-sangka. Kalau tidak berubah, penulis menghamburkan banyak kata-kata tentang hal-hal yang mengusik pikiran pembaca.

Cerpen pertama, “Benar, Aku Seekor Jerapah?”menceritakan seorang anak yang bekerja sebagai pendorong penumpang kereta, lantas bertemu dan harus mendorong ayahnya sendiri ke dalam kereta penuh sesak.

“Pecinan” menggambarkan kehidupan rakyat biasa di tengah perang. Ketika tentara-tentara asing datang, bagaimana rakyat yang miskin mencoba melanjutkan hidup.

“Istri Seorang Lelaki Miskin” menyodorkan potret kehidupan keluarga rata-rata—suami pekerja kantoran, istri ibu rumah tangga, dan anak-anak yang membutuhkan perhatian; semua tampak normal, setidaknya menurut suami. Sampai saat ia menemukan buku harian istri dan menyadari betapa memuakkannya kehidupan mereka, menurut si istri.

“Tanah Milik Ayah” dibuka dengan keterkejutan dua tentara yang menemukan kerangka manusia saat menggali parit. Tanah yang ternyata pernah menjadi area pembantaian itu menjadi harapan untuk bertemu orang-orang tersayang yang hilang.

“Menara Pasir” menggambarkan apa jadinya ketika kita menilai terlalu tinggi orang yang dikagumi, dan dalam hal ini dinikahi, celakanya kita terlanjur kehilangan diri sendiri selagi mengagumi.

“Sebatang Jarum” bercerita tentang tato yang menjelma menjadi pil plasebo.

“Potongan Tubuh” menceritakan perasaan suami yang harus mengidentifikasi sepotong kaki—benarkah itu milik istrinya yang hilang tenggelam? Lantas ia tersadarkan, sejauh mana ia mengenal istrinya.

Buat saya, menamatkan tujuh cerpen ini cukup susah. Seperti melihat batang pohon yang kokoh di depan mata, lalu menaikkan pandangan ke atas dan melihat cabang-cabang ranting menjalar ke mana-mana sebelum akhirnya sampai di pucuk. Saya tidak tahan menjaga fokus ketika membaca.
Profile Image for Hadiwinata.
49 reviews
August 25, 2021
Saya merasa sastra Korea Selatan, budaya, dan masyarakatnya itu menarik, unik, memiliki gaya hidup yang berbeda, cara berpikir yang khas, serta gaya bicara (gaya ungkap, terutama, mungkin, bahasa lisan) yang indah dan segar. Kesegaran ini, barangkali, saya rasakan karena sastra Korea Selatan merupakan hal yang baru bagi saya sendiri. Apalagi setelah membaca novel Han Kang, The Vegetarian, novel pemenang The Man Booker Prize tahun 2016. Buku itu menawan sekali. Nah, disebabkan oleh cerita yang mengagumkan dan tak biasa itulah diri saya seketika tertarik kepada Korea Selatan. Saya berpikir, jangan-jangan ada penulis-penulis lain asal sana yang sama mengagumkannya? Saya akan bisa belajar banyak!

Lalu saya menemukan kumpulan cerita ini, Potongan Tubuh. Tujuh cerita dari tujuh penulis yang nama-namanya telah populer di sana. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Baca. Hmm. Penerbit yang memiliki reputasi baik di kalangan para pecinta sastra. Saya membeli dan membacanya. Namun, saya sedikit kecewa. Saya menaruh ekspektasi yang terlalu tinggi. Hanya ada dua cerita yang memukau di sini. Yakni, 1, cerita pembuka oleh Park Min-gyu: Benar, Aku Seekor Jerapah?, 2, cerita penutup oleh Pyun Hye-young: Potongan Tubuh (cerita yang judulnya diambil sebagai judul buku). Cerita pertama itu bercerita tentang kehidupan seorang tokoh yang stres tentang uang dan pekerjaan. Ditulis dengan cantik, rapi, dengan sinisme dan pemikiran ekonomis, penuh perhitungan, sekaligus dirangkai dengan teknik dan kerangka yang sangat baik dan mungkin baru atau belum banyak digunakan. Sementara cerita kedua bercerita tentang kehidupan seorang lelaki yang kehilangan istrinya ketika mereka memancing di ujung kota yang jauh. Hmm. Kisah yang sederhana dan, kalau tidak ditulis dengan sangat baik, kupikir akan jatuh ke dalam cerita yang melankolis dan penuh air mata tak berarti. Namun, ternyata tidak sama sekali. Cerita itu ditulis dengan alur yang matang dan logika cerita maupun pemikiran yang sesuai dan sebagaimana mestinya.
Profile Image for Vindaa.
184 reviews2 followers
August 14, 2025
Buku pertama yang aku selesaikan di 2025 ! 🫰

Kesannya gimana? Jujurly, kurang masuk. Wkwk. Gatau ya, apa mungkin karena ini terjemahan karya sastra, yang mana akunya kurang bisa memahami.

Jadi, buku ini tuh kumpulan cerpen. Ada 7 cerpen yang ditulis oleh 7 sastrawan berbeda generasi. Kelihatan banget kok, antara satu cerpen dengan yang lainnya tuh gaya penulisannya, pemilihan diksinya, pengaturan plotnya, beda banget.

Ceritanya beragam, tapi hampir dari keseluruhan bertema slice of life, beragam kondisi masyarakat dan hal hal yang diabaikan manusia modern.

Nah mungkin karena menyangkut kebudayaan setempat itulah, aku yang sangat minim referensi ini, jadi kurang bisa menaruh asumsi saat membaca. Hehe.

Beberapa diantaranya cerpen ini membahas tentang seorang pegawai paruh waktu yang menyaksikan seekor jerapah di peron stasiun kereta, asli bagian ini aku nggak mudeng, tolong 😭

Ada tentang bagaimana keterkejutan tentara yang menggali parit dan menemukan tulang korban perang. Juga cerita gambar tato yang mengubah kepribadian seseorang. Terus ada juga romansa yang nggak masuk akal, dan kisah suami yang harus mengidentifikasi jenazah istrinya dari sepotong kaki sebelah kanan.

Diantara semua cerpen aku lumayan notice dengan judul 'Menara Pasir' karya Jo Jung-rae. Bercerita tentang kisah cinta seniman perempuan, yang membuatnya jatuh sampai gila dan meninggalkan karyanya dan mengecewakan ayahnya, namun ternyata keputusannya menikah dengan seseorang yang dicintainya, membuatnya justru menyadari tentang kejujuran dalam seni dan keadilan dalam rumah tangga yang tak didapatkannya.
Profile Image for Truly.
2,763 reviews12 followers
November 19, 2022
Keuntungan jadi penggila buku adalah tidak pernah ada kata kadaluarsa atau ketinggalan zaman untuk menikmati sebuah buku. Contohnya buku ini. Sebenarnya sejak awal terbit, tahun 2019, sudah tergoda membaca aneka kisah yang ada dalam buku ini. Ditambah kover yang menggoda. Tapi begitulah, karena kelewatan membeli, sampai lupa. Baru di IIBF kemarin buku ini bisa diboyong.

Terdapat 7 kisah yang ditulis oleh 7 penulis Korea Selatan yang memiliki reputasi mengesankan. Ada kisah berjudul Benar, Aku Seorang Jerapah?, Pecinan, Istri Lelaki Miskin, Tanah Milik Ayah, Menara Pasir, Sebatang Jarum, dan Potongan Tubuh.

Bagian kisah Benar, Aku Seorang Jerapah? membut saya teringat kondisi penumpang KA yang berdesak-desakan setiap pagi hari. Mungkin suah saatnya kita juga memiliki pendorong supaya penumpang bisa masuk dalam KA.

Potongan tubuh membuat saya agak mual. Diminta mengidentifikasi istri yang dilaporka hilang, namun hanya melalu potongan tubuh, tentunya membuat sang suami merasa serba salah. Ia tak bisa mengetahui bagaimanya ciri khas kaki sang istri, sebagai contoh. Kecuali yang ditemukan adalah potongan kepalanya. Duh, saya mual membayangkan sang suami harus datang beberapa kali sesuai permintaan polisi untuk mengidentifikasikan apakah potongan tangan yang ditemukan itu adalah potongan tangan istrinya.
Profile Image for Sya.
28 reviews
April 24, 2020
Potongan tubuh berisi 7 cerpen sastra yang memiliki berbagai genre, dari kehidupan sehari-hari, misteri, feminisme, sampai kehidupan di suatu daerah.

Berbagai judul cerpen (Benar, Aku seseorang jerapah, Pecinan, Istri lelaki miskin, tanah milik ayah,menara pasir, sebatang jarum, dan potongan tubuh)

Favorit cerpen saya yakni Benar, Aku seekor jerapah dan sebatang jarum. Karena cerpen pertama mempunyai karakter bahasa yang khas dan mengulas tentang kehidupan pekerjaan yang belum pernah saya mengetahui seperti pendorong penumpang kereta. Cerpen kedua bergenre mistery dan sedikit thriller, dan favorit saya dibagian plot twist nya, namun cerita awalnya sedikit vulgar.

Yang saya suka dari buku ini, tentu saja design covernya yang artistik sekali dan juga bahasa sastranya yang memiliki daya pikat tersendiri bagi penggemar sastra. Cerpen-cerpen ini ditulis oleh penulis yang cukup populer. Karena sedikit diulas di dalam buku ini tentang para penulisnya.

Buku ini diperuntukkan bagi 18+ yang sudah tertera di cover belakang. Tidak merekomendasi untuk remaja karena ada beberapa bahasa yang lumayan vulgar.

Sekian dari ulasan saya, yg merupakan sudut pandang saya dalam menilai buku ini. Mungkin tidak sama dengan sudut pandang lainnya.
Profile Image for Hirai.
197 reviews7 followers
April 9, 2024
"Potongan tubuh yang sudah membengkak dan cerita yang lekat dalam kehidupan kita setiap harinya."

Saya tak mengira kalau buku ini adalah kumpulan cerpen dengan tema dan tokoh berbeda di dalamnya karena terlalu fokus dengan judul utamanya yakni "Potongan Tubuh". Buku ini terdiri dari 7 cerpen tanpa ada kaitannya satu dengan lainnya bahkan penulisnya juga berbeda.

Saya kira semuanya tentang thriller atau pembunuhan namun ternyata tidak karena cerita-cerita di dalamnya berdiri dengan gaya penulisan dan juga konflik menarik yang sudah menjadi ciri khas dari setiap penulisnya. Pembaca akan dibawa bertemu seseorang yang berjuang untuk bisa tetap hidup walau tak ada jatah istirahat, bagaimana rasanya menjadi perempuan sebagai korban patriarki, suami yang mementingkan dirinya sendiri sampai dengan suami yang kehilangan potongan tubuh istrinya.

Bagaimana seseorang bisa menjadi lebih egois bahkan untuk dirinya sendiri dan kehidupan sesamanya. Bagaimana seseorang bisa menjadi makhluk mengerikan dan mengancam keberadaan orang yang ada di sekitarnya. Kamu akan bertemu banyak manusia-manusia seperti itu dalam buku ini.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Sandra Frans.
208 reviews4 followers
October 21, 2020
Potongan Tubuh adalah kumpulan cerpen berisi 7 cerita. Sekali lagi, saya menikmati karya para penulis dari Korea Selatan ini. Cerita yang ditawarkan tidak biasa, namun tidak melebih-lebihkan. Perasaan sedih, kecewa dan pilu diceritakan dengan datar tanpa bumbu yang pekat.

Ada cerita tentang seorang anak kuliahan yang harus bekerja sampingan di banyak tempat termasuk menjadi pendorong penumpang untuk masuk ke gerbong kereta, yang juga setiap hari harus mendorong ayahnya supaya bisa berangkat kerja tepat waktu. Ada cerita tentang kehidupan anak di Pecinan, di mana seorang anak bercita-cita menjadi pelacur orang kaya. Ada cerita dari suami yang terkejut mendapati istrinya suka menulis buku harian yang refletif dan tegas. Ada pula cerita tentang wanita tukang tato yang terinspirasi dari ibunya yang adalah penjahit hanbok. Lalu cerita tentang seorang suami yang harus mengidentifikasi potongan tubuh adalah istrinya atau bukan.

Seru.
Kebanyakan cerita-cerita ini saya baca satu-satu setiap hari, sebagai penenang yang mujarab di akhir hari.
Profile Image for The Book Club Makassar.
127 reviews8 followers
Read
December 26, 2021
Seberapa kenal kamu dengan orang terdekat mu? Bisakah kamu mengenali mereka hanya dari kaki atau langkah kaki mereka?. Kalimat ini rasanya yang menggambarkan inti kumpulan cerpen ini, berisi tujuh cerpen dari tujuh penulis Korea lints generasi.

Cerpen-cerpen yang diangkat membahas kehidupan sehari-hari, seorang suami yang menemukan catatan harian istrinya yang penh perjuangan, seorang gadis yang menelantarkan mimpinya untuk menikahi sang idola namun sadar jika itu kesalahan, seorang tato artis yang ibunya mengaku membunuh biksu, hingga seorang suami yang harus mengenali mayat istrinya hanya dari potongan kaki kanannya.

Meski terdengar aneh, tapi ternyata permasalahan-permasalahan ini sangat dekat, malah bisa jadi kita jalani. Meski kadang memiliki plot yang rumit, dan gaya menulis yang sedikit berbeda bagi saya, tapi pada akhirnya buku ini cukup memberikan hiburan di masa tak menentu ini. Jadi, bisakah kamu mengenali orang terdekat mu hanya dari tangan kirinya saja?
Profile Image for Go Gillian.
24 reviews
February 23, 2021
Aku tidak tahu memiliki dendam apa penulis dengan pria-pria di luar sana haha. 2 tulisannya semua tentang penderitaan dan penyesalan seorang pria setelah ditinggal istrinya meninggal. Kali ini ceritanya tentang istrinya yang menghilang, jatuh ke sungai tanpa ada seorang pun yang menolongnya, meski saat itu ada saksi mata sedangkan suaminya justru pulang tanpa terlebih dahulu mencari istrinya dengan perasaan panik seperti di dalam drama-drama. Si suami pulang dengan tenang, tanpa istrinya, dia pikir istrinya pulang lebih dulu dan baru menyadari setelah mendapat telefon dari pihak kepolisian, itupun beberapa hari tanpa kehadiran istrinya.

Silakan berkunjung di blog untuk lebih lengkapnya: www.parkjonghwa.wordpress.com
Profile Image for Yuniar Ardhist.
146 reviews18 followers
February 16, 2023
Cukup menarik ide-idenya. Hanya saja cara berceritanya juga cukup biasa. Di cerpen-cerpen buku ini saya menangkap kehidupan “normal” masyarakat Korsel, yang pada umumnya. Tentu terasa berbeda dengan situasi yang digambarkan dalam drama-dramanya.

Tidak sulit menyelesaikan, karena ceritanya mengalir cepat. Yang saya suka dari cerita-ceritanya juga adalah membuat suasananya bisa terasa emosinya. Suasana muram, kota yang sibuk, emosi yang memuncak tapi tertahan, kebingungan, tekanan sosial, dll.

Untuk format lebih panjang, tampaknya masih saya perlu baca. Belum cukup bisa mengesankan jika masih hanya dari 1 cerpen yang mewakilinya di buku ini. Dan bagi saya, cukup sulit mengingat siapa nama masing-masing penulisnya. Sehingga jika nanti dia membuat novel, saya mungkin tidak mengenalinya.
Profile Image for Wienny Siska.
51 reviews3 followers
March 3, 2021
Kumpulan cerpen yang menarik meski ada beberapa bagian yang rasanya butuh berpikir keras apa yang ingin disampaikan. Namun, sisi kehidupan perempuan Korea yang menarik buatku. Sisi patriakal begitu lekat dan membuatku menyadari bahwa isu itu tidak hanya terjadi di Indonesia.

Ada satu cerpen yang paling aku suka, di mana si tokoh laki-laki membaca jurnal harian istrinya. Jurnal yang mengisahkan bagaimana seorang perempuan pada akhirnya harus lenyap dalam kehidupan rumah tangga dan yang menarik bagaimana si laki-laki [tokoh utama] merasa bahwa semua yang ia lakukan adalah sebuah hal yang lumrah sekaligus tergelitik oleh curhatan istrinya.
Profile Image for Arif Kharismanto.
1 review
January 20, 2021
Buku yang awalnya kukira kumpulan cerpen bergenre Thriller, tapi ternyata buku berisi 7 cerita pendek dari 7 penulis Korea Selatan berbeda generasi ini memiliki genre yang beragam. Menarik untuk dibaca oleh kita para pembaca yang mulai tertarik pada sastra Korea.

Menurutku menariknya buku ini adalah gambaran keadaan masyarakat Korea yang beragam di waktu yang berbeda. Selain itu, Metafora pada setiap cerita yang membuat kita bisa jadi menarik beberapa kesimpulan, atau bahkan membuat kita menjadi bertanya-tanya apa maksud cerita yang disampaikan oleh penulis.
Profile Image for Sunarko KasmiRa.
293 reviews6 followers
February 1, 2022
Merupakan buku kumpulan cerpen terjemahan dari para penulis senior dari Korea Selatan yang terdiri dari 7 cerita didalamnya. Semua kisah yang ada bernuansa kelam dengan akhir yang memilukan.

Beberapa kumcer sedikit membosankan karena (entah pengejawantahan setelah di alih bahasakan atau memang karakteristik penulis) sering kali melambatkan alur dengan menambahkan adegan yang kurang bermakna untuk menunjang tema dari cerita. Satu-satunya alasan untuk menyelesaikan adalah berharap menemukan kejutan di cerita berikutnya.
Profile Image for Poppy.
57 reviews3 followers
November 25, 2022
Diantara 7 cerpen, aku paling suka cerita ke-3, di mana si tokoh laki-laki (suami) membaca jurnal / catatan harian istrinya. Seorang suami yg merasa apa yg telah dilakukannya lumrah, tetapi dia merasa tergelitik setelah membaca jurnal harian istrinya. Disini jadi tau susahnya jadi ibu rumah tangga.
Secara garis besar cukup menyenangkan membaca buku ini, ada rasa suram, depresif, dan perasaan hampa yang diceritakan.
Profile Image for Iyas Utomo.
557 reviews10 followers
November 14, 2020
Berisi 7 cerita pendek dengan berbagai tema yang diangkat namun diceritakan dengan gaya bercerita yang hampir sama. Cukup menyenangkan membaca buku ini, ada rasa getir, suram, depresif, dan kosong yang ditawarkan.
Beberapa cerita disampaikan dengan gamblang, namun sisanya disampaikan secara metafora sehingga mengajak pembaca berpikir maksud apa yang ingin disampaikan oleh penulis.
Profile Image for ireaddbooks.
83 reviews5 followers
February 20, 2021
kumpulan cerita pendek dari tujuh penulis Korea Selatan yang mengisahkan beragam kondisi masyarakat dan hal-hal yang diabaikan manusia modern.

absurd, tidak masuk akal, ketika membaca ini pun benar-benar membuat aku mual di beberapa bagian cerita.

ah, kumcer ini mengingatkanku dengan Sengkarut yang juga absurd, penuh kegilaan, dan tidak masuk akal.
Profile Image for Ditadelia.
183 reviews2 followers
November 9, 2024
Buku ini berisi kumpulan cerpen dari 7 sastrawan Korea terkemuka. Karena cerpen sastra, tentu cerita2 di dalamnya "tidak biasa". Ada cerpen dgn tema drama, thriller, hingga magical realism. Pokoknya semua cerpen di dalamnya menurutku bagus, dengan ending yang bikin "hah?!" ='))
Menurutku buku ini worth to read sih sebagai perkenalan terhadap beberapa karya sastrawan Korea.
Profile Image for Tyas.
Author 38 books87 followers
January 1, 2023
An anthology of short stories by South Korean writers, male and female, who mostly, accidentally, wrote about absent and/or horrible husbands.
The first story is probably my most favourite - a story of the mundane, grinding life of a young urban worker that probably a lot of us can relate to.
4 reviews
January 14, 2023
Buku ini sedikit kurang melebihi ekspektasiku, ada beberapa cerpen yg agak kurang bisa untuk kupahami, tapi secara keseluruhan buku ini bagus dan aku suka dengan buku ini, dulu aku beli karena tertarik sama cover cantiknya
Profile Image for Caren Gultom.
84 reviews1 follower
March 9, 2025
These short stories are very absurd for me. Most of it seems dark, gore with an open ending. Sometimes i lost in text, but overall I got the main points and issues. Actually those main ideas are very interesting to discuss 😄
84 reviews1 follower
June 14, 2020
Membaca ini karena kupikir kumpulan cerita misteri tp ternyata temanya beragam.
Menarik sebagai pengenalan sastra Korea lewat cerita pendek
Displaying 1 - 30 of 41 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.