What do you think?
Rate this book


202 pages, Paperback
Published July 1, 2019
Nggak tahu kenapa, pas kuliah ini saya justru lupa ajaran kitab yang pernah saya kaji masa kecil: kitab Ta'limul Muta'alim yang mengajarkan untuk berhati-hati dalam memilih guru, termasuk yang harus jelas sanad keilmuannya hingga ke Rasulullah saw.
Mereka memakai "judgement" syar'i hingga menentukan satu-satunya model pakaian perempuan yang benar menurut Islam sesuai dengan produk-produk yang mereka jual. Padahal, Alquran bukanlah kitab mode.
"Seharusnya memang begitu. Terlalu remeh menyetarakan kesalehan dengan selembar kain tipis di kepala. Masalah yang datang silih berganti dalam hidup, dalam konteks pemecahannya yang terkait spiritualis, tidak ada kaitannya dengan jilbab."
"Belajar memang sulit dan enggak semua bisa paham, tapi seenggaknya, jangan pura-pura tuli dan sengaja menutup mata."

"Perempuan tidak butuh disetarakan. Ia hanya perlu dimuliakan."
Saya ketawa. Seandainya ia ketemu perempuan-perempuan tangguh itu, dia pasti akan berpikir ulang. Perempuan-perempuan ini tidak terlalu melambung jika diberitahukan soal dimuliakan. Sebab, tanpa dimuliakan, mereka sudah yakin banget kalau mereka sudah pasti mulia. Mereka yakin Allah rida dan membersamai setiap usaha mereka. (hlm. 158)