Si Jelek kulit gosong rambut kribo! Itu julukan kesukaan Ruby pada Ivory.
Violet lalu membeo dengan suka ria. Memori pahit masa kanak-kanak Ivory bersama saudari2nya menggores lukayang terlanjur menjadi parut berbuah obsesi.
Obsesi untuk menjadi gadislain yang tampak begitu sempurna di matanya. Obsesi untuk membuktikandiri pada saudari2nya. Obsesi yang ternyata balik membelit danmencekiknya hidup2. Obsesi yang berbuntut pengkhianatan dan permainanlicik yang licin. Bagaimana cara Ivory meloloskan diri dari obsesi yangkian ganas mengejarnya?
Swanderella, tema itik buruk yg berubah mjd cantik. Ivory, tokoh utamanya mengalami krisis identitas yg lumayan akut. Plot ceritanya lumayan ramai sih. Banyak yg gak masuk logika gw jg. Tapi krn temanya Young Adult kynya gpp jg sih personality Ivory ky org kbnykan tipsy.
Krn kbnykan dibully sama kakaknya si Ruby, Ivory jd merasa penampilannya parah banget. Ivory menyamar mjd Claudia, model sekaligus patron ideal bagi Ivory, utk melamar kerja. Ternyata banyak konflik terjadi di tempat kerjanya, ada ada saja sabotase dlm pekerjaan Ivory. Dan yg saya gak habis pikir, knp Ivory mau mau aja pacaran sama cowq bekas orang yg jelas² dia tau cowq itu playboy cap kampak.
Klimaks cerita jg heboh dan norak sih. Semua pihak saling menyalahkan dan membenarkan diri 😂😂 Tapi lumayan jg sih baca novel ini, menghibur dgn dialog²nya dan mood swing Ivory yg gak abis²nya. Ceritanya jg singkat aja, jadi gak usah mikir serius. Kelar nih gw baca sambil baca di RS.
Ivory berambut ikal dan berkulit gelap ia memiliki exotic beauties. Tapi sejak kecil ia terbiasa di ejek oleh kedua saudaranya. Hitam gosong, rambut kribo apapun julukannya. Ia begitu pemalu dan mendendam. Ia dendam pada Ruby, kakaknya, satu-satunya orang yg bisa disalahkan.Claudia dan cahtting dengannya. Secara perlahan, Ivory menjadi orang kepercayaan Claudia sebagai tempat curhat. Ivory berniat menjadi seperti Claudia Anastasia, model terkenal. Dan juga tetangga depan rumahnya, meskipun mereka sama sekali tidak dekat. Ivory berhasil mendapatkan ID Claudia dan cahtting dengannya. Secara perlahan, Ivory menjadi orang kepercayaan Claudia sebagai tempat curhat. Ivory tahu, Ruby sangat mengagumi Claudia karena itu ia ingin sekali menjadi seperti Claudia. Bahkan ia menggunakan nama Claudia Anastasia. Nama yang sama dengan nama si seleb untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan milik kakek Greg menanamkan sahamnya. Hanya untuk mendapatkan kehidupan Claudia yg ia idam-idamkan. Untuk mendapatkan Greg. Semua itu ia lakukan untuk membalas dendam pada Ruby. Ia ingin membuktikan bahwa ia mampu. Ia lebih hebat dari Ruby yg cantik itu. Ia meluruskan rambutnya, berpenampilan cantik dan menjadi model untuk perusahaannya sendiri. Seringkali ia bertengakar dengan Ruby, ia menolak kehadiran Ruby. Ruby menjadi individualis sejati, begitu rendah diri karena penampilannya yg berbeda. Andai ia tahu... Balas dendam tak senikmat yg dibayangkan. Ivory seringkali di jebak dalam menjalankan tugas penting. Seperti hilangnya CD rekaman fashion show, hilangnya data rapat negoisasi dengan para supllier, dst. Siapa gerangan yg menjebak Ivory. Ivory tak habis pikir.
Novel ini bikin aku berpikir bahwa trauma psikologis saat kecil benar2 berpengaruh besar dalam pembentukan pribadi seseorang. Ejekan tentang dirinya jelek dan tidak cantik begitu membekas pada Ivory hingga ia menutup mata pada definisi cantik yang sesungguhnya. Bahwa ia cantik apa adanya, bahwa sebenarnya Ruby sayang padanya dan merasa sangat bersalah atas perlakuannya saat mereka kecil dulu.
Dan betapa kecemburuan itu berujung pada dendam dan pembalasan dendam. Balas dendam tak pernah indah karena ia selalu menyakiti banyak pihak yg tak bersalah.
Sekali lagi Christina Tirta bikin aku terbius dengan novel terbarunya. Cerita karangannya benar2 ngena. Dipenuhi konflik dan intrik. Aku suka gaya bahasanya. Novel Christina yg pernah aku baca selain ini adalah Beauty & The Bitch yang ngga kalah bagusnya.
Sangat..sangat...sangat suka sama buku ini! Sangat direkomendasikan buat orang-orang yang merasa Tuhan tidak adil karena telah menciptakan dirinya 'berbeda' dengan orang lain.
Di buku ini diceritakan tentang Ivory yang sangat membenci dirinya sendiri yang diciptakan berbeda dengan saudara-saudaranya yang lain. Terlahir dengan 'kulit gosong' dan rambut kribo, berbeda jauh dengan saudaranya yang putih mulus dan berambut lurus. Ejekan-ejekan yang dilontarkan oleh saudaranya Ruby dan Violet dimasa kecil mereka membuat Ivory memendam kebencian yang teramat sangat kepada kedua saudaranya itu. Tak hanya itu, Ivory pun jadi sangat benci sama dirinya sendiri dan kemudian terobsesi menjadi seorang Claudia, mantan tetangganya yang serba 'perfect'.
Ivory akhirnya berhasil menjadi seorang Claudia, memiliki rambut lurus, pacar kaya raya dan barang-barang mewah lainnya. Tapi apakah memang itu yang diinginkan Ivory? Apakah ia bahagia dengan dirinya yang menjadi 'Claudia'? Lalu, mampukah dia memaafkan saudara-saudaranya yang sudah membuat dia membenci dirinya yang berkulit hitam gosong dan berambut kribo?
Ada banyak sekali pelajaran yang bisa didapat di buku ini. 1. Janganlah kita mengejek atau menghina orang lain karena 'perbedaan' yang ada pada orang tersebut. 2. Kulit putih mulus dan rambut lurus mengkilat bukanlah tujuan akhir setiap wanita. Kulit hitam gosong dan kribo pun tetap akan kelihatan cantik dan eksotis, ASALKAN punya inner beauty, senyum yang ramah, kepribadian yang baik dan menyenangkan. Just be yourself, girls! 3. Memaafkan sering kali menjadi hal yang paling sulit dilakukan, tapi percayalah, begitu kita kepikiran untuk melakukan itu, berbagai kebaikan akan menyelusup ke hati kita dan membawa kebahagian. Jadi, marilah belajar untuk saling memaafkan, agar kebahagiaan senantiasa ada. 4. Setiap perbuatan pasti ada akibatnya, jadi pikirkan dulu matang-matang sebelum berbuat sesuatu, agar kita tidak terjebak dalam masalah yang kita ciptakan sendiri. 5. Cinta kadang datang menyapa tanpa disangka-sangka. Mungkin kita tidak akan mendapatkan cinta dari orang yang kita harapkan, tapi jangan putus asa, karna bisa saja ternyata ada cinta yang tulus yang sudah menunggu disebelahmu, so just look around! :p
Sebenarnya masih banyak lagi pelajaran yang bisa kita dapat dan itu yang membuat aku suka sama buku ini.
Pertama liat buku ini, gemes sama covernya. Angsa yang tampangnya minta diunyel-unyel dan judul yang 'pas' banget. Pas dibaca, ternyata tokoh utama ceweknya benar-benar bikin saya ingin unyel-unyel dia.
Kenapa?
Karena dia begitu terfokus pada ledekan-ledekan saudari-saudarinya waktu mereka masih kecil sampai-sampai nggak menyadari bahwa dirinya sendiri juga cantik. Sifat si tokoh utama yang menyimpan dendam sampai segitunya juga bikin saya gemeees luar biasa, sekaligus salut sama Christina yang bisa memainkan karakter seperti itu. Biasanya, kebanyakan penulis pasti gatal ingin membuat karakter utamanya selalu tampak almost perfect.
Tapi tokoh utama di novel ini berkali-kali bikin saya ngomong dalam hati, "Ih, sifatnya jelek banget, nih orang...." Dan itu yang kata saya bikin novel ini beda.
Intinya, saya suka. Suka sama idenya, suka sama penceritaannya. Menghibur dan segar. ^^
ya baca novel ini sih karena recomen teman yang bilang bagus. ya udah aku baca deh, ceritanya sih lumayan lah. tentang seorang Ivory yang memiliki dua orang kakak perempuan, Ruby dan Violet. Sejak kecil Ivory yang terlahir berbeda dari kedua kakaknya itu sering sekali di ejek dan membuatnya tumbuh menjadi seorang perempuan yang penuh dendam. hingga dia menemukan sosok yang menjadi obsesinya, sosok yang bisa dia adopsi untuk membuatnya balas dendam kepada kedua kakaknya. lanjutannya baca sendiri ya ;)
Menurutku aku tidak terlalu suka akhir yang menggantung, Cloud. tapi ya lumayan lah, aku suka covernya XD
Lumayan juga, ternyata. Dunia modelling dan fashion yang nggak terlalu sering ditulis orang. Tentang sakit hatinya dikatakan 'jelek' oleh saudarinya sendiri. Membekas sampai ke ubun2.
dari segi cover tuh gemesin banget bebek nya cantiikk dan tulisan swanderella nya embos suka gitu nyentuhnya hihi
dari segi cerita ini termasuk cerita yang ringan tapi mempunyai pesan yang banyak dan dalam. seperti akibat dari bullying yang sebenarnya tidak bermaksud bullying dari saudara-orang terdekat yang membuat trauma sampai dewasa. didalam cerita yang membuat Ivy tidak pede dengan dirinya sendiri, selalu neting dengan saudara-saudaranya yang mencoba berbaikan dengannya.
alur ceritanya halus gak patah-patah saat ada bagian flashback, dan perkembangan karakter dari pemeran utama juga halus-natural. tetapi kekurangannya menurutku... disini hanya ada POV dari Ivy dan penulis saja, jadi ada beberapa bagian krisisnya jadi kurang greget menurutku.
This is a very interesting book!!! I personally really like the main character, Ivory likes me. This book gave me a new perspective and gave a lot of life lessons, especially about the world of women. The language and way of writing are cool and light, easy for me to understand. This is my comfort book
Well, buku ini aku beli jaman-jaman masih SMP (Lupa kelas berapa), tapi seperti dengan koleksi-koleksi yang lain buku ini dibeli karena ada diskon... hahaha XD XD
Well, aku cukup bersimpati dengan kondisi Ivory. Masa kecil Ivory dimana dia pertama kali melihat sosok Claudia dari dalam rumahnya dan bertetangga dengan Claudia, hubungan Ivory dengan kedua saudara perempuannya yang lain, termasuk kenangan masa kecil Ivory.
Jadi, diceritakanlah masa kenangan Ivory yang melihat adanya perbedaan perlakuan dari neneknya dengan kedua saudara perempuannya. Hal yang ternyata tidak terduga adalah, Oh-mai-god... Mr. Cool atau Mr. Kul-Kul adalah pasangan kakak Ivory sendiri. Dan betapa lebih keruh lagi ternyata Claudia cinta mati dengan Mr. Kul-Kul. Wow... amazing. Ya karena untuk buku setipis dan sekecil ini intrik cerita di dalamnya, aku akui sangat jempolll.
Minusnya adalah aku nggak paham dengan pemikiran Ivory yang begitu tergila-gila ingin memiliki kehidupan Claudia. Nah, yang bikin aku nggak paham lagi adalah Si Ivory sampai segitunya menduplikasi kehidupan Claudia. Padahal menurutku nggak ada konflik yang berarti antara Ivory dengan Claudia. Dari awal hanya diceritakan bahwa Ivory begitu menginginkan kehidupan yang dijalani Claudia, yang menurut sudut pandang Ivory, Claudia adalah penjelmaan dari "kehidupan princess masa kini yang sangat tipically dan "ivory banget" untuk ukurannya. Sementara Claudia sendiri nggak pernah mengenal sosok Ivory dari awal ataupun ada konflik yang terhubung dengan keduannya. Mereka hanya satu kali dimasa kecil saling berpapasan di balik jendela kaca rumah Ivory. Itupun mungkin Claudia nggak pernah "ngeh" dengan pertemuan itu. Kok bisa-bisanya dikemudian hari malah terkesan seperti Ivory memiliki dendam tersendiri dengan Claudia. Malahan, aku merasa konflik Claudia jauh lebih keruh dengan Mr. Kul-Kul dan Kakak Ivory, Si Ruby. Sayangnya, disini justru yang dibuat "ada masalah" adalah hubungan antara Ivory dengan Claudia. Agak nggak "match" dan "agak dipaksa" supaya bermasalah. Sayangnya lagi, konflik ketiga orang ini (Claudia, Mr. Kul-Kul, dan kakak Ivory) hanya digambarkan secuil aja, dalam artian emang se-uplik ato sekedar lewat aja kesannya.
Moral yang bisa di ambil dari buku ini adalah lebih ke arah hubungan dengan keluarga dan teman Jadi, 1. Betapa membangun hubungan baik dengan saudara sendiri dari usia dini itu penting. Apalagi di buku ini kedua orangtua Ivory nggak ditampilkan, terutama ketika Ivory di-Bully oleh saudara-saudaranya. Lebih-lebih Ivory mendapatkan perlakuan yang berbeda dari keluarganya hanya karena Ivory tidak secantik untuk standart dan ukuran mereka (dengan kriteria kulit putih mulus bersih dan pucat dengan rambut hitam anti kusut yang lurus seperti lidi dan selembut tirai sutra).
2. Betapa berhati-hati memilih teman juga pelajaran penting dalam kehidupan sehari-hari. Sekuat-kuatnya manusia, toh nggak akan bisa hidup tanpa teman. Apalagi dengan teman yang sungguh-sungguh dan tulus menerima semua keadaan dan kekurangan kita, menjadi diri kita yang jujur dan apa adanya. Dan terbukti, akibat salah memilih keputusan hidup Ivory terbelit dengan lingkungan yang dia pilih termasuk dengan hubungan personalnya dengan orang lain dan teman-temannya.
3. Rasa percaya diri itu penting. Tidak hanya sebagai dimensi karakter dalam diri kita, membangun citra diri, dan termasuk menumbuhkan rasa cinta dan menerima segala kekurangan dan kelebihan diri kita sendiri.
Well, sekalipun dalam buku ini tidak menceritakan tentang masa sekolah dan kehidupan sekolah. Buku ini cocok dibaca oleh Remaja yang mana sedang mencari identitas di dalam diri mereka. Buku ini memiliki cerita yang bagus, Sayangnya tidak cukup mampu menggugah hati saya. Jadi cukup 2 bintang untuk semua pelajaran moral yang dituliskan dalam buku ini Selamat membaca XD :)